Friday, July 20, 2007

HORE, 22 Juli 2007


Yuk, kita Matikan TV Hari Ini!

Tahukah teman-teman, tanggal 23 Juli adalah Hari Anak nasional? Apa yang kita bisa kita lakukan menyambut hari milik kita itu? Nah, ada seruan bersama dari berbagai kalangan, agar kita berani mematikan televisi selama satu hari pada 22 Juli 2007. Ya, hari ini!

Ayo, buat kamu yang sudah menyalakannya, segera matikan tv di rumah. Hm, kalau kalian masih bingung, mengapa kita harus mematikan tv hari ini, simak keterangannya di bawah ini.

Tergantung

Begitu banyak manfaat media TV bagi anak kita. Kita bisa memperoleh pendidikan, melatih kemandirian, dan menikmati hiburan darinya. Namun, seperti halnya makanan, manfaat benda ini bisa berubah menjadi bahaya ketika kita mengonsumsinya berlebihan atau tak sesuai dengan kebutuhan.

Terlalu banyak nonton televisi, menurut berbagai penelitian para ahli bisa membuat kita kegemukan, susah tidur, pemarah, dan hiperaktif. Bahkan, yang lebih buruk lagi kita jadi sulit memusatkan perhatian, sulit membayangkan satu bentuk, dan kurang peka pada peristiwa. Oh iya, ada juga yang berkesimpulan banyak menonton tv akan membuat kemampuan berbicara, mendengar, menulis, dan membaca kita pun cenderung berkembang lambat.

Banyak lho, teman-teman kita yang sehari-harinya sangat tergantung dengan televisi. Bangun tidur langsung menyalakan tv, pulang sekolah langsung duduk di depan tv sambil makan atau bermain. Bahkan ada juga yang belajar sambil duduk di depan tv. Wah, padaal akan susah sekali konsentrasi belajar di depan televisi. Apalagi kalau tayangan tv sedang seru!

Coba kalian ingat-ingat, berapa jam dalam sehari nonton acara teve? Kalau ada yang menjawab lebih dari dua jam, wah berarti kalian sudah terkena virus kecanduan televisi. Iya, karena batasan yang wajar menonton televisi untuk anak adalah berkisar satu sampai dua jam. Itu pun terbagi-bagi, misalnya siang hari satu jam, lalu sore atau malam satu jam.

Ya, bisa dibayangkan kalau kita menghabiskan waktu lebih banyak di depan teve. Kapan waktu kita bermain dengan teman-teman, kapan kita belajar, kapan kita membaca buku, kapan kita berolahraga?

Diet TV

Nah, kalau ada orang sakit karena makanan harus diet, maka kalau kamu sudah tergantung dengan pesawat teve pun harus mencoba diet. Artinya, cobalah mengurangi kegiatan nonton teve.

Buat kalian yang punya teve di kamar, cobalah untuk mengeluarkannya. Mintalah kepada ayah dan ibu hanya menyediakan satu pesawat televisi di rumah. Beritahu saja bahwa kamu ingin mengurangi nonton televisi. Kalau bisa, ajak juga ayah dan ibu untuk mengurangi menonton tv.

Cobalah buat daftar acara teve favoritmu dalam seminggu. Lalu, pilihlah acara yang benar-benar kamu sukai. Tentu saja kamu juga bisa berkonsultasi dengan ayah dan ibu, apakah acara tersebut memang untuk anak atau bukan. Cobalah pilih acara yang menghibur tapi juga mendidik. Nah, untuk diet televisi kamu bisa coba dulu targetkan dua jam sehari. Nanti kalau sudah bisa kamu penuhi, kamu bisa menguranginya lagi di bulan berikutnya menjadi satu jam sehari.

Kamu harus segera mencoret dari daftar acara yang kamu sukai jika ternyata di cara tersebut banyak ditemukan: aksi kekerasan, cara berpakaian yang tidak sopan, banyak yang menggambarkan sesuatu tidak pantas buat anak-anak, dan mengajarkan gaya hidup yang foya-foya. Atau amannya, kita pilih saja acara teve yang memang untuk anak.

Matikan TV

Nah, sebelum kita melakukan diet TV, ayo kita matikan TV hari ini. Biar hari ini tetap menggembirakan walaupun tanpa teve kita bisa melakukan banyak hal. Bisa bermain di luar rumah dengan teman-teman, bisa belajar memasak dengan ibu, bisa membantu ayah membersihkan mobil, bisa membaca buku-buku yang belum sempat kita baca, atau mengunjungi sanak keluarga.

Ayo, kalian pasti bisa!

(benny rhamdani)

Friday, July 13, 2007

Cernak, 15 Juli 2007


Tongkat Sihir Siapa Ini?

Oleh Benny Rhamdani

Heri menuju kamar tidurnya dengan perasaan kesal. Hatinya tidak puas dengan jawaban Ayah tadi.

“Ayah besok tidak bisa mengajak Heri ke bioskop nonton Harry Potter. Ayah ada janji dengan teman Ayah,” begitu kata Ayah.

Jelas Heri kesal. Sejak jauh hari Ayah sudah berjanji, jika ia naik kelas dengan nilai yang baik, Ayah akan mengajaknya nonton Harry Potter. Tapi nyatanya ….

Jika film yang dijanjikan bukan Harry Potter mungkin Herry tidak sekecewa ini. Baginya Harry Potter adalah tokoh jagoan yang diidolakannya. Heri punya seua buku Harry Potter dan sudah menonton film Harry Potter sebelumnya.

“Soalnya namaku mirip dengan dia,” kata Heri jika ditanya teman-teman tentang kesukaannya pada Jarry Potter. Bahkan Heri sering meniru penampilan Harry. Misalnya memakai kacamata atau jubah.

Dan sudah lama pula ia memberitahu teman-temannya akan menonton film Harry Potter di bioskop di hari pertama ditayangan.

Hm, kalau besok tidak jadi nonton, berarti bukan di hari pertama, pikirnya sambil menerawang berabring di tempat tidurya.

Bluk!

Heri terkejut. Ia merasa mendengar bunyi di jendela kamarnya. Heri sedikit takut untuk beranjak. Tapi kemudian dia memberanikan diri mendekati jendela dan membuka tirai. Heri pun membuka jendela unuk mengetahui benda yang tadi mengenai jendela kaca. Tepat di bawah jendela kamarnya, ia melihat …. Sbetang tongkat! Seperti tongkat sihir Harry Potter!

Ah, pasti ada orang yang bercanda! Pikir Heri. Ya dia menduga ada orang yang snegaja menjahilinya. Heri segera mengedarkan pandangannya. Tapi suasana di luar senyap.

Heri penasaran. Dia meloncati jendela dan menambil tongkat kecil itu. Diayunkan tongkat itu pelan-pelan meniru Harry Potter.

“Browinus Kuvukus!” Heri mengcapkan asal mantra yang ada di kepalanya.

Waw! Tiba-tiba saja di dekatnya ada kue brownies kuus kesukaan Heri. Serta merta Heri meloncat senang. Ya, akhirnya dia mempunai tongkat sihir. Dia tidak perlu pergi ke sekolah khusus penyihir.

Eh, tapi … tunggu dulu. Tongkat sihir siapa ini ya?

Jangan-jangan ini tongkat seorang penyihir yang sedang terbang, lalu terjatuh, pikir Heri. Ah, tapi biarlah. Aku pakai saja dulu. Nanti kalau sudah puas, aku akan mengembalikannya.

Heri langsung bersiap naik jendela. Tapi tiba-tiba …

“Hey, tunggu dulu! Itu tongkatku! Kembalikan!”

Heri terdiam, lalu membalikkan tubuhnya. Hah …. Bukankah itu …. Har … Harry …. Pot ….ter!

“Kamu ….”

“Ya, aku Harry Potter. Itu tongkatku terjatuh,” katanya.

“Lho, tapi kamu kan hanya ada di buku dan film. Kamu tidak nyata. Pasti aku bermimpi,” kata Heri.

“Tidak. Coba saja kamu gigit bibirmu. Pasti sakit. Itu artinya kamu tidak bermimpi,” kata Harry Potter.

Heri menurut. Dia menggigit. Auw sakit! Ya, kalau mimpi kan tidak bisa merasakan sakit.

“Ini tongkatmu aku kembalikan,” kata Heri sambil menyodorkan tongkat sihir di tangannya.

“Terima kasih. Sebagai tanda termakasihku, maukah kamu kut dengnaku jalan-jalan dengan sapu terbangku?” ajak Harry Potter.

“Iya … iya!” jawab Heri langsung.

“Ayo ikut bonceng denganku!”

Heri langsung ke belakang Harry.

“Fly!”

Swing … Heri kaget ketika tiba-tiba tubuhnya terangkat dan sapu terbang itu melesat cepat.

“Wuuuuuuuuuuuuuuuaaahhh!” teriak Heri.

Heri diajak ke sekolah Hogwarts. Bahkan bertemu dengan teman-teman yang dibaca dibuku. Heri takjub juga ketika melihat banyak keanehan dunia sihir.

“Bolehkah aku emncoba tongkat sijir dan membaca mantra,” kata Heri setelah berjalan-jalan.

“Ya. Boleh. Tapi kau harus jati-hati mengucapkan mantranya. Kamu ingin menyihir apa?” tanya Harry Potter.

“Aku ingin menyihir agar aku terlihat tampan sepertimu,” kata Heri tanpa malu-malu.

“Oh, ucapkan saja Harry Potromus!”

Heri mengangguk. Ia mengayunkan tongkat dan berkata,” Harry Potromax!”

Tring!

Tiba-tiba Heri merasa dirinya berubah. Bukan menjadi Harry Potter, tapi jadi petromax. Wah, dia panik seketika. Rupanya dia tadi salah emmbaca mantra.

Harry juga kelihatn panik. “Aku juga tidak bisa mengubahu kembali. Jalan satu-satunya, kamu haru kukembalikan ke kamarmu. Mudah-mudahan besok pagi kamu bisa berubah kembali ke asal.”

Heri pun dibawa dalam bentuk petromax ke kamarnya. Heri berdoa agar ia bisa kembali wujud. Sampai akhirnya dia terlelap.

“Bangun suah siang!”

Heri terbangun. Dia langsung melihat tubuhnya. “Oh syukurlah aku sudah kembali ke semula!” teriak Heri sambil memeluk tubuh Kak Hermin yang membangunkannya.

“Apa-apaan sih kamu memeluk kakak. Bau tau!” kata Kak Hermin.

“Anu … soalnya ….”

“Sudah cepat mandi. Kita beres-beres kamr kita. Nanti siang Ayah janji akan mengajak kita ke bioskop. Ayah membatalka acara denan teman kerjanya,” kata Kak Hermin.

“Sungguh?”

“Iya. Tadi Ayah bilang begitu.”

“Maksudku, sungguhkah Kak Hermin tidak mau mendengar cerita ajaib yang aku alami tadi malam?” tanya Heri.

“Alaaaaaaaaaa, paling juga cerita mimpi ketemu Harry Potter ya? Bosan ah!” tolak kak Hermin.

“Ya sudah kalau tidak mau!” kata Herri. Hm, ya paling tidak ada kalian yang percaya dengan cerita Heri berteu Harry Potter, kan?

^_^

Hore Aku tahu, 15 Juli 2007


Wah, Harry Potter Datang Lagi!


Kalian tentunya tahu siapa Harry Potter. Saat ini film terbarunya tengah diputar di seluruh dunia. Ya, di saat liburan ini tidak ada salahnya kalian menonton film di bioskop. Harry Potter adalah pilihan yang menarik untuk kita saksikan.

Harry Potter merupakan salah satu seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Sejak rilis pertama novel ini, Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1997 di Inggris, buku ini telah mendapatkan ketenaran dan kesuksesan secara komersial di seluruh dunia, diangkat menjadi film, video game, dan beragam merchandise.

Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.

Hingga kini sudah ada enam buku yang diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran versi asli bahasa Inggris diterbitkan pada 16 Juli 2005. Keenam buku ini secara keseluruhan telah terjual lebih dari 325 juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 63 bahasa Kisah Harry Potter direncanakan akan berakhir pada jilid ke-7, dengan judul Harry Potter and the Deathly Hallows yang versi bahasa Inggrisnya akan diluncurkan di seluruh dunia pada 21 Juli 2007.

Harry Potter pertama kali tercetus dalam pikiran J. K. Rowling ketika menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Pada waktu itu, dia baru saja bercerai dan mengambil inisiatif untuk menjadikan Harry Potter sebagai inspirasi hidupnya. Dia menghabiskan waktu di dalam perjalanannya itu dengan memikirkan plot yang lengkap tentang ceritanya itu. Di situs webnya, Rowling menceritakan pengalamannya itu:

Ditolak Delapan Kali

Pada tahun 1995, buku pertama berjudul Harry Potter and Philosopher's Stone (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Harry Potter dan Batu Bertuah) selesai dibuat dan naskahnya dikirimkan ke beberapa agen. Agen kedua yang dicobanya, Christopher Little, menawari untuk mewakilinya dan mengirimkan naskah itu ke Bloomsbury. Setelah delapan penerbit lainnya menolak Philosoper's Stone, Bloomsbury menawarkan uang muka £3.000 untuk menerbitkannya.

Walaupun Rowling menyatakan bahwa ia tidak memiliki target khusus mengenai umur pembacanya ketika ia mulai menulis buku-buku Harry Potter, penerbitnya pada permulaannya telah menetapkan target pembacanya antara umur sembilan hingga sebelas. Pada malam sebelum penerbitan, Joanne Rowling diminta oleh penerbitnya untuk menggunakan nama samaran yang lebih netral-jender, supaya dapat menarik anak laki-laki dalam jangkauan umur tersebut, karena mereka khawatir bahwa anak laki-laki tidak akan tertarik membaca novel yang mereka ketahui ditulis oleh seorang wanita. Ia memilih untuk menggunakan nama J. K. Rowling (Joanne Kathleen Rowling), mengambil nama neneknya sebagai nama keduanya, karena ia tidak memiliki nama tengah

Buku pertama Harry Potter diterbitkan di Britania Raya oleh Bloomsbury pada Juli 1997. Di Amerika Serikat buku ini diterbitkan oleh Scholastic pada September 1998, di mana Rowling menerima $105.000 untuk hak penerbitan Amerika Serikat — sebuah nilai yang tidak biasa bagi sebuah buku anak-anak yang dikarang oleh pengarang yang tidak dikenal (pada saat itu). Khawatir bahwa para pembaca di Amerika tidak mengerti kata "philosoper" atau tidak menganggapnya sebagai tema magis (karena "Philosoper's Stone" atau batu filsuf adalah kata dalam bidang alkimia), Scholastic bersikeras untuk mengganti nama buku itu menjadi Harry Potter and the Sorcerer's Stone untuk pasar Amerika.

Selama hampir satu dekade, Harry Potter telah mengalami kesuksesan besar, tidak hanya karena resensi yang positif dan strategi pemasaran penerbit Rowling, tetapi juga karena pembicaraan dari mulut ke mulut di antara para penggemarnya, terutama di antara para remaja laki-laki. Kalangan remaja laki-laki ini menjadi penting, karena selama bertahun-tahun kalangan ini semakin tidak tertarik dengan bacaan yang dianggap ketinggalan jaman ketimbang video game dan internet.

Penerbit Rowling berhasil menangkap kegairahan di kalangan remaja laki-laki ini dan segera merilis keempat buku pertama berturut-turut secara cepat, sehingga kegairahan mereka tidak sempat meredup ketika Rowling bermaksud untuk istirahat menulis di antara rilis Harry Potter dan Piala Api dan Harry Potter dan Orde Phoenix, dan dengan segera terbentuklah grup pembaca yang loyal. Seri ini juga mendapatkan para penggemar dewasa, dengan diterbitkannya dua edisi untuk setiap buku Harry Potter (di Kanada dan Britania Raya, tapi tidak di Amerika Serikat). Keduanya memiliki naskah yang sama persis, tetapi dengan sampul yang berbeda, untuk masing-masing edisi anak-anak dan dewasa

Dunia Harry Potter

Dunia sihir dalam kisah Harry Potter adalah dunia yang ada di dunia kita sekarang tapi juga sekaligus terpisah sama sekali secara sihir. Kalau diperbandingkan, dalam kisah fantasi Narnia dunia sihirnya merupakan dunia alternatif, sementara dalam Lord of the Rings Bumi-Tengah merupakan dunia mite pada masa lampau. Lingkungan sihir Harry Potter dikisahkan berada di tengah-tengah dunia kita saat ini, dengan benda-benda sihir yang mirip dengan benda-benda di lingkup non-sihir. Lembaga-lembaga dan lokasi-lokasinya pun mirip atau malah sama dengan yang berada di dunia nyata, seperti London. Lingkungan sihir sama sekali tidak dapat terlihat oleh populasi non-sihir (atau Muggle, misalnya: Keluarga Dursley).

Bakat sihir adalah kemampuan alami yang telah ada sejak lahir, tidak dapat muncul karena dipelajari. Mereka yang memiliki bakat sihir harus mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah seperti Hogwarts untuk dapat menguasai dan mengontrolnya. Namun demikian, ada kemungkinan anak-anak yang lahir di keluarga penyihir yang hanya memiliki sedikit bakat sihir atau malah tidak ada sama sekali (disebut "Squibs", misalnya Mrs. Figg, Argus Filch).

Para penyihir belum tentu dilahirkan dalam keluarga penyihir, dan banyak dari mereka yang dilahirkan dari orang tua (para Muggle) yang sama sekali tidak mengenal sihir. Mereka yang murni berdarah penyihir seringkali tidak terbiasa dengan dunia Muggle, malah terasa lebih aneh bagi mereka ketimbang kita memandang dunia mereka. Namun demikian, dunia sihir dan elemen-elemennya yang menakjubkan itu digambarkan sebagai dunia-yang-sangat-mirip-dengan-dunia-nyata. Salah satu tema utama dalam novel ini adalah keberadaan dunia sihir dan dunia biasa; di mana para tokohnya hidup dalam lingkungan yang memiliki masalah-masalah yang "normal", sekalipun mereka hidup di antara sihir.


Nah, dengan membaca atau menonton Harry Potter kita bisa mengambil manfaat, seperti kita harus semangat terus untuk belajar. Sementara dari kisah penulisnya, kita juga menemukan semangat pantang menyerah. Apa jadinya buku Harry Potter jika Rowling menyerah setelah naskahnya ditolak delapan kali. Ayo, kita juga jangan menyerah! (benny rhamdani)

Friday, July 06, 2007


Misteri Pantai Gading

Oleh Benny Rhamdani


Tyo diajak Dodi ke rumah kakeknya saat liburan. Tyo senang karena sudah lama dia ingin mengisi liburan di pantai. Tyo tahu rumah kakek Dodi di sekitar pantai. Untungnya Mama dan Papa tidak melarang Tyo berlibur bersama Dodi.
Ketika sampai di kampong kakek Dodi, Tyo langsung bias mencum bau angina laut dan suara deburan ombak. Rasanya tidak sabar untuk segera pergi ke pantai. Namun Tyo berusaha menahan diri.
“Kakek, ini Tyo. Teman sekelas Dodi,” kata Dodi mengenalkan.
Tyo menyalami kakek Dodi yang ternyata masih muda dan gagah. Kakek Dodi bekerja untuk departemen kelautan sebagai pengawas lingkungan hdup di sekitar Pantai Gading. Di sana memang ada beberapa kawasan hutan yang dilindungi. Bahkan ada beberapa daerah karang yang tidak boleh didatangi siapapun. Selain berbahaya, daerah itu juga tempat tinggal bagi beberapa hewan langka.
Esok paginya, Kakek Dodi mengajak mereka jalan-jalan menyusur pantai. Menemukan sebuah daerah pantai berpasir yang indah.
“Di pantai ini sering ada penyu raksasa bertelur. Makanya daerh ini dilindungi. Nah, biar penduduk tidak mengganggunya, Kakek punya satu cara rahasia lho,” kata Dodi.
“Cara rahasia bagaiamana?” tanya Tyo.
“Kakek menyebarkan informasi bahwa daerah ini berbahaya dan ada hantunya. Soalnya orang-orang di sini lebih takut hantu ketimbang punahnya satwa langka,” kata Dodi.
“Oh begitu ya,” Tyo manggut-manggut.
“Ya, tapi sekarang kakek lagi sedih. Karena di sebelah sana, ada kawasan pantai yang sudah dibeli oleh orang kaya dari Jakarta. Mereka akan membangun pantai itu menjadi kawasan wisata, lalu ada hotel, kolam renang ….,” kata Dodi.
“Lho, bukannya itu bagus? Nanti daerah ini akan ramai?” Tyo bingung.
“Aku pernah melihat beberapa pantai yang indah. Tapi ketika menjadi kawasan wisata malah jadi kehilangan keindahannya. Jadi banyak sampah, kotor, lalu …. Kasihan hewan-hewan yang ada di pantai entah ke mana perginya,” Dodi termenung.
“Nanti malam kita lihat penyu bertelur ya!” ajak Kakek Dodi mengalihan pembicaraan.
Tyo langsung mengangguk penuh semangat. Sambil menunggu malam tiba, Tyo dan Dodi menghabiskan waktu dengan berenang, main istana pasir dan bermain lyangan di pantai.
Menjelang tengah malam, Kakek mengajak Dodi dan Tyo ke luar rumah. Mereka hanya membawa lampu senter. Dan bekal makanan secukupnya. Mereka berjalan sampai di kawasan berpasir yang luas.
“Kita duduk di sini. Kita tunggu. Sebaiknya jangan erisik dan jangan ada cahaya,” kata kakek.
Tyo dan Dodi menurt. Lama juga mereka menunggu. Sampai kemuduan Tyo melihat sebuah cahaya lampu di laut.
“Apakah itu penyu?” Tanya Tyo berbisik.
“Bukan….ssst. Sepertinya sseorang tengah mengirim kode morse menggunakan cahaya lampu senter,” kata Kakek.
Mereka diam. Dodi dan Tyo pernah belajar sandi morse. Bila cahaya sebentar berate titik, kalo lama berarti garis panjang. Kombinasi kode titik dan garis itu akan membantuk sebuah kata atau kalimat bila dibaca.
“Apakah keadaan aman? Barang akan diturunkan?”
Begitu bunyi kode cahaya itu. Kakek Dodi langsung melihat ke arah pantai di sisi lain. Ya ada cahaya lainnya. Mereka pun mengirim kode morse.
“Aman. Silakan merapat!”
“Siapa mereka?” Tyo bertanya sambl berisik.
“Sssst, kalian diam di sini sebnetar. Da jangan berisik,” kata Kakek. Lalu, kakek mengeluarkan alat komunikasi. “Sasaran dating. Salakan kepung. Lokasi titik api,” kata Kakek.
Mereka kemudian kembali terdiam. Tyo ingin tau apa yang terjadi sesungguhnya.
“Kita tetap di sini saja menunggu penyu bertelur. Da jangan membuat gerakan atau suara sebisa mungkin,” kata Kakek.
Namun sampai lama penyu yang ditunggu belum tiba. Tyo malah sempat melihat di agak kejauhan pantai tampak cahaya dan suara ramai. Seperti suara letusan pistol. Tapi kakek menahan mereka untuk tetap diminta. Setelah suasana di sisi lain itu mereda, barulah Kakek menggunakan alat komunikasinya lagi.
“Semua sudah beres? Oke!” kata Kakek.
Tyo dan Ddi penasaran.
“Barusan, para polisi sudah menangkap komplotan penyeleundup heroin. Kami sudah mencurigai ada sindikat penyelundup heroin di kawasan ini. Dicurigai gembongnya adalah orang Jakarta yang membeli kawasan pantai di sana,” tutur Kakek.
“Wah, berarti tadi itu para penjahat ya?”
“Iya. Penjahat dan perusak.”
“Ssst… lihat tu ada yang bergerak!” bisik Tyo.
Tyo dan Dodi takjub ketika melihat beberapa penyu berukuran raksasa naik ke pantai. Mereka langsung lupa kejadian yang mebuat mereka peasaan sebelumnya.
^-^

Wisata ke Pantai


Senangnya bisa liburan ke pantai di musim liburan ini. Kita tentunya bisa bermain dan bergembira bersama teman atau anggota keluarga lainnya. Namun agar perjalanan jadi menyenangkan, ita dan orangtua perlu mempersiapkan beberapa hal.


Tentukan dulu pantai yang akan kita tuju. Pilih pantai yang aman, dengan areal pasir yang luas, dan ombak yang tidak terlalu besar. Hal ini agar kita bisa bermain di pasir dengan aman, ataupun bermain air di tepian ombak.
Ada beberapa pantai dengan pasir atau tebing karang yang terjal dengan sedikit areal pantai saja. Minta orangtua untuk menghindari pantai dengan kondisi geografis seperti ini karena cenderung berbahaya bagi kita untuk bermain di sekitarnya. Pantai jenis ini biasanya memiliki arus yang kuat dan perairan yang cukup dalam. Di pantai jenis ini, sebaiknya kita tidak berenang, tapi cukup hanya menikmati pemandangan saja.


Pilih juga pantai yang cukup populer dikunjungi orang. Pantai yang sepi dan jarang didatangi masih belum dikenal atau memang berbahaya untuk didatangi. Ingatlah untuk selalu memperhatikan tanda-tanda keselamatan yang dipasang oleh pengelola lokasi.


Persiapkan bekal dan perlengkapan yang akan kita bawa. Makanan, minuman dan perlengkapan piknik tentu tak akan ketinggalan. Tapi jangan lupakan juga untuk membawa berbagai obat-obatan yang mungkin saja kita butuhkan. Baju ganti dan handuk perlu juga kitapersiapkan. Selain kemungkinan kotor, mungkin saja kita ingin berenang di laut.

Ketika berada di pantai, selalu perhatikan anggota keluarga Anda. Jangan sampai kita berenang di pantai tanpa pengawasan orang dewasa. Jika kita tidak dilarang berenang, berarti kita harus berhati-hati juga.

Berjemur
Bersantai di bawah matahari pantai memang menyenangkan, namun kulit kita bisa terbakar sinar matahari. Sengatan matahari bisa meningkatkan resiko terkena kanker kulit. Kita tidak boleh berada di bawah sinar matahari langsung. Lindungi diri kita dengan topi dan baju lengan panjang, gunakan krim pelindung .
Jangan berjemur antara jam 11.00 hingga 15.00, ketika sinar matahari sangat merusak kulit. Jangan lupa melindungi telinga, bibir, bagian rambut, dan ujung hidung dengan sunblock. Pakailah topi dengan lidah yang lebar dan pakaian yang longgar. Kacamata dengan filter UV juga akan melindungi mata kita.
Selain bahaya terbakar matahari, keadaan terlalu panas/terik bisa menyebabkan kita terkena sengatan matahari atau sengatan panas. Kita harus menghindari aktifitas yang berlebihan pada hari yang panas. Pastikan juga untuk minum banyak cairan guna menyeimbangkan kehilangan cairan tubuh setelah berkeringat.

Bermain Pasir
Bermain pasir di pantai tentu sangat menyenangkan. Kita bisa membentuk istana pasir, bermain bola atau mencari kerang. Mirip dengan berjemur, bermain pasir juga memiliki resiko terbakar matahari dan sengatan panas.
Lindungi diri kita dengan mengoleskan krim pada kulitnya dan memakai topi ketika bermain di pasir. Jika panas sangat terik, sebaiknya kita menghentikan aktifitas ini dengan segera, dan berteduh.

Berenang
Jika kalian senang berenang, kesempatan ini tentu tidak akan dilewatkan. Ingatlah untuk selalu minta didampingi orangtua saat kita berada di air. Daripada orangtua sibuk berteriak-teriak di pinggir, melarang ini dan itu, kan?
Jika berenang di laut, waspadalah akan adanya ubur-ubur, bintang laut, batu karang, ular laut, hiu, dan ikan beracun lainnya. Kotoran manusia dan hewan membuat beberapa pantai bukan area yang baik untuk berenang atau didatangi.


Nah, ayo kita ke pantai sekarang! (benny ramdhani)

Friday, June 29, 2007

Cernak, BP 1 Juli 2007


Catatan Kecil

Oleh Benny Rhamdani

Rini baru akan masuk ke kamarnya ketika melihat secarik kertas kecil menempel di pintu kamar.

“Kamu ngambil kalkulator dari kamarku ya?! Tolong kembalikan lagi ke kamar ya!”

Rini membaca coretan di kertas itu. Jelas itu tulisan Kak Gaby. Rini langsung mencabut ketas itu. Ia lalu masuk ke kamar dan menuju meja belajarnya. Ditulisnya sebaris kalimat di balik kertas kecil itu.

“Aku tidak mengambil!”

Rini mengambil selotip, memotongnya lalu bergegas ke pintu kamar Kak gaby. Kertas bersisi pesan darinya ditempelkan di pintu kamar itu. Dengan perasaan kesal rini buru-buru kembali ke kamarnya.

Huh! Selalu begitu! Kalau ada apa-apa yang hilang di kamar kak gaby, pasti yang dituduh selalu Rini. Padahal di rumah ini kan banyak orang. Ada Mama, Papa, Kak Julian, Kak Fandi.

Rini kemudian mengambil secarik kertas lagi yang kemduian dibagi dua. Keduanya ditulis kalimat yang sama.

“Yang ngambil kalkulator Kak Gaby harap kembalikan! Biar aku nggak kena tuduh!”

Rini menempel masing-masing kertas di pintu kamar Kak Julian dan Kak Fandy. Setelah beres, Rini masuk ke kamar. Siang hari begini rumah kosong. Mama dan Papa bekerja. Kak Gaby masih kuliah. Kak Julian dan Kak Fandy biasanya les atau basket setelah pulang sekolah. Hanya ada Bik Sum di dapur.

Setelah membaca satu komik terbaru, mata Rini terpejam. Sore hari Rini terbangun karena mulai mendengar suara musik keras dari kamar Kak Julian. Sementara di luar terdengar suara motor Kak Fandy yang tengah diperbaiki.

“Aduh berisik banget!” kata Rini sambil ke luar kamar. Saat menutup pintu dia melihat ada kertas lagi yang menempel di sana. Kali ini bukan cuma satu.

“Aku tidak mengambil!”

Dari tulisannya, Rini langsung tahu itu tulisan Kak Julian.

“Aku juga!”

Yang ini tulisan Kak Fandi.

“Terus siapa dong?”

Kok ada tulisan Kak Gaby. Berarti sudah pulang semua! Rini mencabut semua kertas yang mengotori pintu kamarnya. Dia ke kamar dan menyobek kertas dari bukunya. Sebenarnya Mama melarang rini menyobek kertas dari buku, tapi saat ini Rini sedang kesal. Dia ingin menulis catatan bukan di kertas kecil, tapi di selembar kertas buku.

“Maaf, ya! Pintu kamarku bukan papan tempel pengumuman!”

Rini menulis pesan itu di tiga kertas yang berbeda. Kertas itu kemudian ditempelkan di pintu kamar tiga kakaknya. Karena merasa gerah, Rini langsung mandi sore.

Mata Rini langsung terbelalak ketika setelah mandi hendak masuk ke kamar. Ada kertas baru yang menempel di pintunya lagi.

“Maaf, aku tempel lagi. Ternyata kalkulatornya ngumpet di laci meja belajarku!”

Rini mengembuskan napasnya kesal. Ia mencabut kertas itu lalu menuju kamar kak gaby. Dibukanya pintu kamar Kak Gaby tanpa mengetuk lebih dulu. Dilihatnya Kak Gaby tengah membaca buku.

“Kak Gaby, apa-apaan sih! Nempel-nempel kertas catatan di pintu kamar. Memangnya nggak bisa ngomong?!” tanya Rini.

Kak Gaby hanya memandang.

“Kata Mama, kalau ada apa-apa kita harus bicarakan baik-baik. Jangan biasakan menempel pesan agar tidak ada salah pengertian,” tambah Rini kesal.

Kak gaby hanya tersenyum.

“Kok malah tersenyum?” tanya Rini.

Kak Gaby mengambil selembar kertas lalu menulis di sana. Kak Gaby kemudian menyodorkan kertas catatan itu.

“Maaf, kakak belum bisa ngomong. Tadi habis operasi gigi.”

Gaby membacanya. Dia lantas tersipu.

“Maaf ya kak. Rini nggak tahu!”

Rini buru-buru menulis di balik kertas yang baru dibacanya.

“Kak gaby bukannya nggak bisa dengar. Cuma belum bisa ngomong. Jadi kamu ngomong aja.”

Begitu catatan Kak Gaby.

Rini langsung menepuk dahinya. “Oh iya…. Maaf ya, Kak Gaby. Rini nggak tahu Kak Gaby lagi nggak bisa ngomong,” ucap Rini. Karena tak ingin mengganggu Kak Gaby yang tengah istirahat, Rini kembali ke kamarnya. Tapi lagi-lagi matanya terbelalak ketika melihat pintu kamarnya.

“Kak Gaby lagi nggak bisa ngomong. Baru operasi gigi. Jangan diganggu!”

Ada dua kertas dengan isi pesan yang sama. Satu tulisan Kak Julian, satunya lagi Kak Fandi.

Uuuuh, menyebalkan! Rini buru-buru masuk ke kamar. Lalu menulis di secarik kertas.

“Yang bisa ngomong jangan menempel kertas pesan di pintu kamarku!”

Rini menempel kertas itu karena tak mau lagi ada yang mengotori pintu kamarnya!

^-^

Thursday, June 28, 2007

HORE, 1 Juli 2007


Liburan? Main Futsal Aja!

Kalian kenal futsal? Ya, dulu kita lebih mengenalnya sebagai sepakbola mini. Ada juga yang menyebutnya sepakbola ruangan. Tetapi sekarang semuanya menggunakan istilah yang sama, yakni futsal.

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memainkan bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepakbola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, futbol (sepak bola) dan sala (ruangan).

Uruguay

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pada 1984.

Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.

Peraturan

Setiap permainan tentu ada peraturannya. Nah, untuk futsal ada aturan juga lho. Untuk lapangan permainan aturannya adalah:

  1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
  2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan.
  3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
  4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
  5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
  8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak bergelombang.

Sementara untuk aturan bola adalah:

  1. Keliling: 62-64 cm
  2. Berat: 390-430 gram
  3. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
  4. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (tak berbahaya)

Jumlah pemain

  1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
  2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
  4. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
  5. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

Perlengkapan pemain adalah Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet. Untuk aturan lama permainan adalah dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti. Jika ingin time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan. Sedangkan waktu istirahat pergantian babak: maksimal 10 menit

Ayo Berlatih!

Asia terbilang terlambat mengenal futsal. Untuk mengejar ketertinggalannya di futsal, Iran makin serius saja. Pemegang gelar juara Kejuaraan Asia Futsal AFC tiga kali.

Melihat kehebatan tim-tim futsal Asia seperti Iran, Jepang, dan Thailand, jelas Indonesia harus jauh bekerja lebih keras lagi. Karena Indonesia baru saja belajar apa itu futsal.

Nah, apakah kalian tertarik menjadi atlet futsal kelak? Silakan berlatih dengan klab futsal yang terdekat. Banyak pesepakbola handal, sebut saja bintang Piala Dunia FIFA 2002 Ronaldo, dulunya bermain futsal. (benny rhamdani)

Saturday, June 23, 2007

CERNAK, 24 Juni 2007


Perjalanan Liburan

Oleh Benny Rhamdani

“Pokoknya aku tidak mau duduk di dekat Salsa!”

“Aku juga!”

Salsa terdiam sedih. Beginilah kalau mau berpergian ke luar kota. Tidak ada satu pun yang mau duduk di dekatnya kecuali Papa dan Mama. Kak Aga dan Kak Lana saling berebut menjauh darinya.

Alasan utama mereka tidak mau duduk di dekat Salsa adalah karena Salsa suka mabuk di perjalanan. Terutama perjalanan jauh.

“Tapi aku ingin duduk bersama Kak Aga dan Kak Lana di bagian tengah. Mama dan papa di kursi depan. Kalau kalian tidak mau duduk denganku, masa aku duduk sendiri di belakang dengan barang bawaan?” Salsa bertanya sedih.

“Soalnya kamu suka mabuk. Kamu nanti jadi ikut pusing,” kata Kak Aga.

“Aku juga tidak mau mabuk,” kata Salsa.

“Kalau begitu ditahan!” seru Kak Lana.

“Sudah ditahan. Tapi aku tetap pusing.”

“Sudahlah, Salsa. Nanti duduk sama Mama saja di depan,” kata Mama menengahi.

Salsa hanya mengangguk. Sebenarnya ia lebih suka duduk di tengah ebrsama dua kakaknya. Soalnya duduk di depan kurang nyaman kalau bertiga. Dulu sih memang menyanangkan. Tapi sekarang Salsa sudah besar. Sudah sepuluh tahun.

Papa dan Mama kemudian bergegas membereskan barang bawaan ke mobil. Hari ini mereka akan berpergian jauh ke Bandung.

“Minum obat anti mabuk dulu ya semuanya!” kata Mama.

“Salsa sudah, Ma,” kata Salsa.

“Aku tidak pernah mabuk. Jadi nggak usah ya, Ma,” kata Kak Aga.

“Iya, aku juga,” sahut Kak Lana.

Mama tidak mau menyuruh mereka dua kali. Papa meminta mereka segera naik mobil. Tak lama kemudian mobil pun melaju meninggalkan kota Palembang.

Di sepanjang jalan Kak Aga dan Kak Lana terus bermain. Mulai dari lempar-lemparan makanan sampai gebuk-gebukan bantal. Hal itu membuat Salsa semakin ingin pindah ke bangku tengah. Di depan ia hanya bias duduk melihat jalanan yang sudah memasuki wilayah hutan.

“Salsa pusing?” Mama bertanya.

Salsa menggeleng. “Nggak, Ma. Tapi ngantuk nih,” kata Salsa walau sebenarnya ia merasa sedikit pusing.

“Kalau begitu tidur dulu saja. Aga dan Lana, jangan terus rebut. Adik kalian mau tidur!”

Salsa terbangun agak lama kemudian. Dia merasa lebih segar daripada sebelumnya. Ditengoknya ke bangku belakang. Kedua kakaknya tengah membaca komik. Lalu tiba-tiba …

“Pa … Aga pusing. Aga pengin ….”

Papa menengok sbenetar. Kemudian Papa menepikan mobil ke kiri. “Ayo kalau psuing kita keluar dulu. Kita istirahat sebentar!”

Aga buru-buru ke luar mobil. TIba-tiba dia langsung merunduk lalu …

“Kak Aga muntah!” teriak Salsa.

Tak Lama kemduian Kak lana juga ikut merunduk. Lalu Kak Lana …

“Kak Lana juga muntah!” tambah Salsa.

Mama dan Papa sibuk membantu Kak Aga dan Kak Lana agar lebih segar. Bahkan Papa akhirnya memutuskan untuk mengambil alas dan dihamparkan di atas rumput. Mereka semua akhirnya beristirahat di atas alas itu.

“Kita isitrahat dulu di sini sambil makan ya,” kata Papa.

Kak Aga dan Kak Lana hanya mengangguk lesu. Salsa ikut membantu Mama menyiapkan makanan dan minuman segar.

“Salsa … mamafkan kakak ya. Tadi Kak Lana mengira kamu bakal mabuk. Ternyata malah kak lana yang mabuk,” kata Kak Lana ketika meminum jus yang disodorkan Salsa.

“Kak Aga juga minta maaf. Tadi kak Aga bilang nggak mau duduk dekat denganmu,” kata Kak Aga.

“Iya. Salsa maafin. Asalkan Salsa boleh duduk bertiga di bangku tengah ya?”

Kak Lana dan Kak Aga mengangguk sambil tersenyum.

Setengah jam kemudian mereka kembali meneruskan perjalanan. Karena Papa mengatur agar mereka tidak pusing dengan sesekali berhenti menepikan mobil, tidak ada lagi yang mabuk sampai ke Bandung!

^-^

Friday, June 22, 2007

HORE, 24 Juni 2007


Liburan Bebas Mabuk Kendaraan

Sudah terima raport? Nah, sekarang saatnya kita berlibur. Mungkin ada di antara kalian yang berlibur jauh ke luar kota. Hm, ada lho yang masih suka mabuk di perjalanan. Tentunya, pergi berlibur akan lebih menyenangkan bila tanpa mabuk kendaraan. Kita bisa dengan ceria menikmati perjalanannya dan orangtua kita pun tenang.

Mengapa mabuk kendaraan?

Tidak semua anak mengalami mabuk kendaraan. Anak berusia kurang dari 2 tahun sangat jarang mengalami mabuk kendaraan. Pengalaman yang tidak mengenakkan ini biasanya sering terjadi pada anak-anak berusia 4-10 tahun, akibat sifat otak yang terlalu sensitif terhadap input berupa pergerakan.

Normalnya, rangsang gerak dari luar tubuh kita akan ‘ditangkap’ oleh 3 sistem sensorik, yaitu mata, telinga bagian dalam, dan sistem saraf yang terdapat pada tiap sendi. Mabuk dapat terjadi jika rangsang yang ditangkap dan diteruskan ke otak oleh 3 sistem sensorik ini tidak serasi.

Misalnya ketika kita sedang duduk dalam kendaraan, bagian telinga dalam kita dapat menangkap gerak akibat mobil yang sedang melaju, tetapi tidak demikian dengan mata dan sistem saraf pada sendi-sendinya. Apalagi jika ia tidak dapat melihat ke luar jendela karena jangkauan pandangnya belum mencapai jendela kendaraan.

Butuh adaptasi

Biasanya mabuk kendaraan ini akan berangsur-angsur berkurang dengan bertambahnya usia. Mabuk biasanya terjadi saat pertama kali anak menaiki kendaraan, seperti mobil, kereta, kapal laut, atau kapal terbang. Semakin sering anak bepergian dengan kendaraan-kendaraan ini, akan semakin cepat ia beradaptasi.

Tanda-tanda mabuk kendaraan

Hm, jika kita mulai merasa mual maka itulah awal kita akan mabuk. Selain itu, dari pori-pori tubuh kita akan keluar keringat dingin. Keadaan yang tidak menyenangkan tersebut akan membuat kita gelisah dan pucat.

Keadaan menjelang mabuk juga diikuti tanda-tanda lainnya, seperti iba-tiba menjadi tidak nafsu makan. Dariu sinilah kemudian akhirnya kita muntah.

Terhindar dari mabuk kendaraan

Tentunya kita harus melakukan bebebrapa hal jika hendak bepergian. Terlebih jika kita pernah mabuk perjalanan. Cobalan makan makanan ringan sebelum bepergian. Asal tahu saja, rasa lapar juga dapat mencetuskan mabuk.

Eits! Tapi hati-hati juga memilih makanannya. Coba hindari makanan yang me-ngandung banyak garam sebelum bepergian. Makanan bergaram akan merangsang saraf kita menjadi mual.

Kita juga bias menyiapkan makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi selama perjalanan. Sebaiknya hindari makanan manis, asin, dan berlemak. Lebih baik membawa biskuit dan buah-buahan atau jus buah, seperti jus apel dan jus anggur.

Jika sebelumnya kita pernah mengalami mabuk kendaraan, sebaiknya minta agar orangtua kita berkonsultasi dengan dokter mengenai obat yang boleh diberikan dan berapa dosisnya untuk pencegahan. Biasanya obat yang sering digunakan adalah golongan antihistamin yang me-ngandung dimenhydrinate. Obat golongan ini akan menyebabkan rasa ngantuk, sehingga biasanya kita akan tertidur sepanjang perjalanan.

Mencegah mabuk kendaraan

Jika perjalanan yang akan ditempuh panjang, terutama dengan mobil, mintalah agar Ayah berhenti beberapa kali setelah 1-2 jam perjalanan. Kita bisa keluar dari mobil untuk menghirup udara segar.

Rencanakan kegiatan yang dapat dilakukan sepanjang perjalanan, misalnya dengan merangkai cerita atau bernyanyi bersama. Hindari membaca atau menonton selama mobil berjalan.

Sebaiknya kita jugaduduk tenang selama perjalanan. Tidak usah loncat-loncatan atau banyak bergerak yang tidak perlu.

Jika telanjur mabuk

Mintalah agar Ayah memperlambat laju kendaraan, menepi pada tempat yang aman dan hentikan mobil. Kita harus segera keluar dari mobil agar dapat menghirup udara segar. Minta agar Ayah mengizinkan kita beristirahat dulu, apalagi jika kita muntah. Sebaiknya lanjutkan perjalanan 1-2 jam kemudian. Pokoknya, sampai kita benar-benar segar kembali.

Nah, semoga tips ini bermanfaat bagi kalian yang akan liburan panjang. Ditunggu ya cerita liburan kalian! (benny rhamdani)

Saturday, June 16, 2007

Dihapus

Iya ... ini dihapus ...

HORE, 17 Juni 2007


Manga Menyerbu Indonesia

Apakah kalian suka membaca manga? Ya, manga! Bukan mangga lho. Manga merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka adalah orang yang menggambar manga.

Perbedaan mendasar antara sebutan manga dan komik adalah pembedaan pengelompokan, di mana manga lebih terfokus kepada komik-komik Jepang (kadang juga termasuk Asia), dan komik lebih kepada komik komik buatan Eropa/Barat.

Manga di Jepang

Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah itu (satu bab). Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Jika sukses, sebuah judul manga bisa terbit hingga bertahun-tahun.

Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul.

Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia. Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shonen. Sedangkan yang untuk perempuan disebut shoujo. Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan dan Shueisha.

Gaya penggambaran

Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Ada juga gaya menggambar Lolicon maupun Shotacon.

Tidak semua manga digambarkan dengan sederhana. Beberapa mangaka menggunakan style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih bisa dikategorikan manga. Seperti contohnya Vagabond, karya Takehiko Inoue yang menonjolkan penggunaan arsir, proporsi seimbang dan setting yang realistis.[rujukan?] Tetap, Vagabond dikategorikan manga karena gaya penggambaran mata, serta beberapa bagian yang simpel. Manga juga biasa digambar dalam monochrome dan gradasinya yang biasa disebut tone.

Untuk komik jangka panjang atau yang memiliki ratusan volume, umumnya seiring dengan perkembangan waktu, para mangaka akan mengalami perubahan goresan. Contoh yang umum di Indonesia mungkin karaya Hojo Tsukasa yang dari Cat Eyes berubah menjadi seperti dalam City Hunter. Atau karya lain Ah ! My Goddess yang dimulai sejak 1988 dan sampai sekarang masih terus berjalan. One Piece and Naruto pun cukup berubah bila dibandingkan pada goresan volume awal.

Doujinshi

Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh fans manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara indie di toko doujinshi, atau mengikuti konvensi akbar doujinshi yang biasa disebut [Comicket]. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.

Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (Love Hina, Negima) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema hentai biasanya adalah dojin dari manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter manga tersebut memang didesain untuk jadi "sasaran" para dojin-ka ( sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperi manga-ka ).

Pengaruh di Indonesia

Karena banyaknya manga yang diterbitakan di Indonesia sejak dari zaman Doraemon, Candy Candy, maupun Kungfu Boy yang membanjiri pasar Indonesia yang berlangsung selama bertahun-tahun dengan distribusi yang cukup teratur secara tidak langsung banyak generasi komikus muda di Indonesia baik tanpa sadar maupun sadar, terpengaruh oleh gaya aliran Jepang (manga) ini. Hal ini pun masih diperdebatkan, namun mengingat dengan beberapa pengarang asal Korea dan Hong Kong yang memiliki goretan yang cukup mirip dengan manga Jepang, harusnya hal ini tidak dipermasalahkan. Senada dengan ini, beberapa pendapat, seperti Anthony Ann, yang menganggap terlalu naif bila kita mengkotak-kotak komik.

Di Indonesia juga terdapat komunitas-komunitas penggemar manga dan anime. Biasanya mereka berkumpul dan berbagi dengan penggemar lain lewat internet atau berkumpul di suatu tempat. Para penggemar yang bertemu di internet/forum biasa mengadakan gathering (pertemuan) untuk saling berjumpa satu sama lain.

Manga di luar Jepang

Manga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di negara-negara di luar Jepang termasuk China, Perancis, Italia, Malaysia, Indonesia dan lainnya. Untuk beberapa negara terdapat sebutan tersendiri untuk menyebut komik: Manhua untuk China/Hongkong/Taiwan dan Manhwa untuk Korea.

Nah, kalian boleh saja asyik membaca manga. Malah kalian juga berkreasi membuat manga. Tapi ingat ya, jangan lupa beajar.

(benny rhamdani)

Friday, June 08, 2007

HORE, 10 Juni 2007


Uniknya Ibu kota Negara

Ibu kota (juga dieja ibukota) adalah kota utama di sebuah negara atau daerah meskipun kota ini belum tentu yang paling besar. Di kota ini biasanya terdapat gedung-gedung pemerintahan pusat atau daerah dan sebuah dewan perwakilan rakyat yang seringkali disebut parlemen serta kantor-kantor pusat perusahaan-perusahaan komersial. Selain itu di ibu kota negara biasanya juga terdapat perwakilan-perwakilan dari negara asing yang biasa disebut kedutaan besar.

Ibu Kota Unik

Di Negeri Belanda ibu kota adalah Amsterdam, tetapi kota pemerintahan adalah Den Haag. Di kota terakhir ini pula terdapat perwakilan-perwakilan dari negara asing.

Ibu kota Israel adalah Yerusalem. Tetapi berhubung kota ini oleh dunia internasional dianggap sebagai sebuah kota Internasional, maka Kedutaan Besar negara-negara yang berhubungan diplomatik dengan Israel menaruh Kedutaan Besar mereka di kota Tel Aviv, kecuali beberapa negara saja.

Ibu kota Afrika Selatan adalah Pretoria tetapi parlemen terletak di Cape Town/Kaapstad.

Ibu kota Republik China di Taiwan yang resmi adalah Nanjing, namun karena kalah dalam perang saudara sehingga Chiang Kai-shek memindahkan pemerintahan ke ibu kota sementara di Taipei, Taiwan.

Pindah

Kadang-kadang beberapa negara memindah ibu kota mereka karena alasan politik atau ekonomis. Beberapa negara yang pernah memindahkan ibu kota mereka adalah Amerika Serikat, dari New York ke Philadelphia lalu ke Washington, DC . Brazil dari Rio de Janeiro ke Brasilia . Kazakhstan dari Almaty/Alma Ata ke kota Astana Turki dari Istanbul/Konstantinopel ke Ankara

Seringkali ibu kota harus dipindahkan karena diduduki atau dikuasai negara asing. Lithuania antara tahun 1918-1940 beribukotakan Kaunas karena ibu kota Vilnius dikuasai Polandia

Dalam masa perang seringkali ibu kota diduduki musuh dan harus mendirikan ibu kota "tandingan" atau sementara di kota lain. Republik Indonesia beberapa kali ibu kotanya berpindah antara tahun 1945-1950. Dari Jakarta ke Yogyakarta lalu ke Bukittinggi sebelum kembali ke Jakarta Perancis "Bebas" antara tahun 1940-1944 dengan ibu kota Vichy

Kadang-kadang ibu kota negara harus dibagi dengan negara lain karena dikuasai musuh. Siprus dengan ibu kota Nikosia yang harus dibagi dengan Republik Turki Siprus Utara semenjak tahun 1974 Kota Berlin yang terbagi antara Republik Federal Jerman dan Republik Demokratis Jerman antara tahun 1949 – 1990.

Jakarta

Nah, sekarang kita berkenalan yuk dengan ibu kota Negara kita, yakni Jakarta. Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Raya adalah sebuah provinsi sekaligus ibu kota Indonesia. Karena Jakarta merupakan sebuah kota yang amat besar dan sekaligus ibu kota Indonesia, maka kota ini mempunyai status yang sama dengan sebuah provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut pulau Jawa. Koordinatnya adalah 6°11′ LS 106°50′ BT. Pada tahun 2004, luasnya adalah sekitar 740 km² dan penduduknya berjumlah 8.792.000 jiwa.

Nama Jakarta dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta. Nama ini diberikan oleh orang-orang Jawa Muslim dari Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) setelah merebut Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha" dari bahasa Sansekerta jayakrta. Nama lain atau sinonim "Jayakarta" pada awal adalah "Surakarta" mirip dengan nama kota yang sama di Jawa Tengah

Jakarta pertama kali dikenal sebagai pelabuhan di muara Sungai Ciliwung. Asal-usulnya bisa ditelusuri dari zaman Hindu pada abad ke-5. Orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta adalah orang Portugis. Pada abad ke-16, para pendatang Portugis diberi izin mendirikan benteng di Sunda Kelapa.

Asal-usul hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni adalah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti "kemenangan".

Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 dan pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Dalam masa Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. Lihat Batavia.

Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan pada 1949.

Nah, tak lama lagi Jakarta akan berulang tahun. Ayo, tebak ulang tahun yang ke berapa? Silakan dihitung ya! (benny rhamdani)

Dihapus



Friday, June 01, 2007

Cernak, 3 Juni 2007


Jangan Lewat Sana!

Oleh Benny Rhamdani

“Jangan lewat sana!”

“Kenapa?” Aku heran Danil malah menyuruh kami berjalan lurus, bukannya belok.

Di perempatan jalan ini, baik lurus maupun belok kanan nantinya akan tiba ke rumah Danil. Cuma kalau jalan lurus akan lebih jauh jaraknya. Jalan lebih singkat ya belok kanan.

“Aku mau ke toko Pak Ahmad dulu,” jawab Danil.

“Di dekat rumahmu kan ada minimarket. Jauh lebih lengkap,” kilahku.

“Aku sudah cari kok. Barangnya nggak ada di sana,” kata Danil.

Kami mengayuh sepeda masing-masing lebih cepat. Rencananya, pulang les ini Danil ingin meminjami aku buku cerita serial Kelas Ajaib. Aku sudah baca seri pertamanya, Inilah kelas Paling Ajaib. Sangat bagus ceritanya. Nah, Danil sudah membeli dua buku lainnya dari seri itu, yakni Makin Seru di Kelas Ajaib dan Saatnya Menjerit.

Menjelang Toko Pak Ahmad aku memelankan kayuhan. Soalnya Danil kan harus ke toko itu. Tapi …

“Katanya mau ke toko Pak Ahmad dulu?” tanyaku heran karena Danil melewati begitu saja toko Pak Ahmad.

“Aku lupa bawa uangnya,” jawab Danil cepat seperti sudah menyiapkan sejak lama.

Kami mengayuh sepeda lebih cepat lagi. Kalau lewat jalan yang belok kanan tadi, mungkin kami sudah sampai. Lewat jalan ini kami harus memutar lagi. Untung kakiku masih baik-baik saja ketika sampai rumah Danil. Dan rasa capekku terbayar dengan dua buku yang dipinjamkan Danil.

Aku pulang buru-buru setelah mendapat dua buku dari Danil. Aku ingin sampai rumah sebelum magrib. Tentu saja aku tidak mau mengambil jalan memutar. Aku lewat jalan yang lebih dekat.

“Andi!”

Aku mendadak menerem sepadaku. Aku menoleh. Kulihat teman sekelasku, Tora, datang mendekat setengah berlari.

“Dari mana kau?” tanya Tora.

“Rumah Danil pinjam buku.”

“Oh … kok tadi tidak kulihat lewat sini?” Tora bertanya lagi.

“Mutar.”

“Oh ….”

“Aku pulang ya. Harus buru-buru sampai rumah,” kataku. Setelah Tora mengangguk aku langsung melanjutkan kayuhan sepedaku.

Keesokan paginya di kelas aku langsung berkomentar tentang buku yang kupinjam. Belum tamat semua kubaca, tapi aku ingin mengomentarinya ketika jam istirahat.

“Danil, aku suka bukunya. Memang benar katamu, lebih asyik. Aku jadi makin penasaran. Oh iya, waktu pulang kemarin aku bertemu Tora.”

“Oh iya? Dia bilang apa saja?”

“Tidak ada yang penting sih,” kataku.

“Jangan ke sana! Kita ke kantin lain saja,” kata Danil tiba-tiba.

Kami tengah berjalan menuju kantin. Ada dua kantin di sekolah. Satu berjalan lurus dari koridor sekolah di dekat meshola, satunya lagi berbelok dekat perpustakaan.

“Lho, katamu nggak suka jajanan di kantin dekat perpustakaan?” tanyaku heran.

“Sesekali kan nggak apa-apa,” jawab Danil.

Aku menurut saja. Aku memang terbiasa jajan bareng Danil di saat istirahat. Lumayan mengirit uang sakuku, karena Danil suka mentraktir.

Tiba di kantin dekat peprustakaan, Danil kelihat bingng memilih jajanan. Kalao di kantin dekat mushola biasanya Danil akan memesan batagor atau mie ayam. Tapi di kantin ini tidak ada. Lebih banyak kue-kue basah dan kering.

Akhirnya Danil mengambil roti keju dan teh botol, begitu juga aku. Lalu Danil membayar semuanya. Sepertinya Danil kurang puas dengan acara mengisi perut istirahata kali ini. Tapi makanan yang dijualtidak disukainya. Akhirnya kami kembali ke kelas.

“Danil, kamu menganggap aku sahabat, kan?” tanyaku begitu duduk di kelas.

Danil mengerutkan keningnya. “Tentu saja. Kalu tidak, untuk apa aku meminjamkan buku-bukuku kemarin, juga mentraktirmu jajan tadi,” kata Danil.

“Iya. Tapi sahabat itu nggak Cuma meminjam atau membelikan sesuatu,” kataku.

“Maksudmu?” Danil heran.

“Sebenernya ada masalah apa sih? Kamu merahasiakan sesuatu dariku. Iya, kan?” tanyaku lagi.

Danil terdiam, lalu mengangguk.” Bagaimana kamu tahu?”

“Iya, soalnya dari kemarin kamu selalu aneh. Sepertinya kamu sedang menghindari seseorang. Kamu kemarin mengajak berputar, lalu hari ini menghindari kantin dekat mushola. Siapa orang yang kamu hindari itu?” tanyaku.

“Tora,” jawab Danil.

“Hah? Tora? Bukankah kalian sudah bermaafan?” tanyaku.

Ya, kemarin memang Danil dan Tora bertengkar di kelas. Gara-gara Tora meledek Danil karena mendapat nilai jelek di ulangan matematika. Mneurut danil, biarpun jelek ia sudah berusaha mengerjakannya sendiri. Sedangkan Tora mendapat nilai bagus karena mencontek dari Aga, teman sebangkunya.

Bu Aminah langsung melerai mereka. Keduanya kemudian diminta saling emmaafkan dan bersalaman. Ya, kupikir masalahnya berhenti sampai situ.

“Aku masih dendam sama Tora. Bahkan aku membencinya,” kata Danil.

“Ah … mudah-mudahan jangan lama-lama mendendam dan membenci nya. Soalnya kita yang akan rugi,” kataku.

“Kok kita yang rugi?” Danil heran.

“Iya. Jadinya kita selalu berusaha menghindari orang yang kita benci itu. Ke mana-mana kita berusaha menghindarinya. Akhirnya kita sendiri yang capek dan kesal, sementara orang itu belum tahu kita mbenci atau tidak,” jelasku.

Danil terdiam sebentar. “Ya, sebenarnya aku tidak mau membenci Tora. Tapi setiap aku ingat kejadian itu, aku jadi membencinya,” kata Danil kemudian.

“Nah, sekarang jangan ingat yang kemarin. Coba ingat kebaikan-kebaikan Tora. Ingat, dulu siapa yang membantu kamu ketika jatuh dari sepeda dan hampir ditabark truk. Lalu siapa yang datang hujan-hujan ke rumahmu mengantar kalkulatormu yang tertinggal di kelas? Tora, kan?”

Danil mengangguk. “Ya, Tora juga yang pertama menjenguk aku ketika sakit demam berdarah tahun lalu, bahkan dia yang mencarikan aku jus jambu batu. Dan … duh lebih banyak kebaikan Tora ketimbang hal-hal yang menjengkelkan darinya,” kata Danil.

“Ya, sudah. Jangan hanya satu kesalahan, kita lupakan ekbaikannya yang banyak itu. Apalagi kalians udah saling memaafkan,” kataku sambil menarik napas.

“Terima kasih, Andi. Kamu telah mengangatkan aku. Kamu memang sahabat sejatiku,” kata Danil.

Aku tersenyum. Inilah enaknya punya seorang sahabat. Aapakah kalian juga punya sahabat?

^-^