Friday, January 17, 2014

Hore AKu Tahu, 19

Genteng, Pelindung Rumah dari Hujan dan Panas



Pernahkah membayangkan jika rumah kita tanpa atap? Ya, pasti kita akan kepansan dan kehujanan. Atap rumah sedniri bermacam rupanya. Ada seng, asbes, atau yang terkenal adalah genteng tanah liat. Yuk, kita kenali tentang genteng tanah liat.

Atap genteng tanah liat berasal dari China, selama Zaman Neolitikum, dimulai sekitar 10.000 SM, dan Timur Tengah, beberapa waktu kemudian. Dari wilayah ini, penggunaan genteng tanah liat tersebar ke seluruh Asia dan Eropa. Tidak hanya orang Mesir kuno dan Babel, tetapi juga bangunan Yunani dan Romawi mereka menggunakan atap dan ubin dari tanah liat. 

Temuan awal genteng tanah liat di Yunani kuno berasal dari daerah disekitar Korintus (Yunani), dimana genteng mulai menggantikan atap jerami di dua kuil Apollo dan Poseidon antara 700-650 SM. Tradisi ini terus berlanjut di Eropa hingga saat ini. Kemudian orang Eropa membawa tradisi atap tanah liat ini hingga ke Amerika sekitar pada abad ke-17.

Para Arkeolog pun telah menemukan sejenis genteng tanah liat dari pemukiman di Roanoke Island di North Carolina. Genteng tanah liat juga digunakan di Inggris pada awal terbentuknya pemukiman di Jamestown, Virginia, dan dekat St Mary di Maryland. Genteng tanah liat juga digunakan saat perjanjian Spanyol di St. Augustine - Florida, serta pada saat perjanjian antara Perancis dan Spanyol di New Orleans.

Pemukim Belanda di pantai timur pertama kali mengimpor ubin dan genteng tanah liat. Pada. 1650, mereka telah mendirikan produksi skala besar dari ubin dan genteng tanah liat di atas Sungai Hudson Valley, mengirimkannya ke New Amsterdam. 

 
Produksi genteng secara manufaktur dilakukan sekitar waktu Revolusi Amerika, menawarkan baik ubin berwarna dan mengkilap maupun tanpa glasir - genteng terakota alam, di wilayah Kota New York dan New Jersey. Sebuah surat kabar New York pada  1774 telah mengiklankan ketersediaan diproduksinya secara lokal, ubin mengkilap dan genteng tanpa glasir untuk dijual yang dijamin "tahan cuaca apapun".

Faktor yang paling  mempopulerkan atap genteng tanah liat selama periode kolonial di Amerika adalah karena ketahanannya terhadap api. Kebakaran dahsyat di London pada 1666 dan Boston pada . 1679, telah mendorong standarisasi bahan bangunan dan pengenalan kode api di New York dan Boston. Standarisasi kode api ini masih tetap berlaku selama hampir dua abad, dan mendorong penggunaan genteng tanah liat untuk atap, terutama di daerah perkotaan, karena kualitas tahan api nya. Atap genteng tanah liat ini juga disukai karena daya tahannya, kemudahan pemeliharaan dan dapat meredam suhu panas dari luar.

Popularitas genteng tanah liat di sebagian besar Amerika Serikat kawasan timur laut selama kuartal ke-2 abad ke-19, mulai mengalami penurunan. Hal ini disebabkan adanya penggunaan atap sirap dari kayu yang mulai digunakan secara luas, harganya lebih terjangkau dan jauh lebih ringan. Selain itu, bahan-bahan tahan api baru telah dan dapat digunakan untuk atap, terbuat dari logam seperti tembaga, besi, tinplate, seng, dan besi galvanis. Selain bobotnya berat juga penampilan genteng tanah liat tidak lagi modis. Tahun 1830 genteng tanah liat mengalami penurunan popularitas yang drastis di negara itu.


Alternatif pengganti untuk genteng tanah liat pun mulai dibuat dalam rangka memenuhi permintaan baru. Di sekitar  tahun 1855 atap lembaran logam yang dirancang dengan meniru pola genteng tanah liat sudah diproduksi. Biasanya dicat warna terra cotta alami untuk meniru warna genteng tanah liat yang asli. Atap lembaran logam ini menjadi populer karena mereka lebih murah dan lebih ringan, serta lebih mudah untuk pengaplikasiannya jika dibandingkan dengan atap genteng tanah liat.

Genteng tanah liat sekali lagi telah mengalami penurunan popularitas dalam tempo yang singkat yaitu pada akhir abad ke-19. Akan tetapi sekali lagi memperoleh penerimaannya kembali di abad ke-20, terutama disebabkan oleh popularitas gaya arsitektur Revival Romantic, termasuk Mission, Spanyol, Mediterania, Georgia dan Renaissance Revival di mana atap genteng tanah liat lebih menonjol. .


Genteng tanah liat di Indonesia

Indonesia telah mengenal tanah liat sebelum abad ke-20, saat itu sudah banyak warga yang membuat gerabah untuk alat-alat rumah tangga seperti tungku, gentong, padasan, blengker, jambangan, kendil, cowek, dan jubek dari tanah liat. Kerajinan tanah liat masih terus berlangsung sampai saat ini, keahlian turun-temurun tersebut konon merupakan hasil interaksi dengan kebudayaan China. Warisan keahlian membuat kerajinan tanah liat tersebut akhirnya berlanjut hingga pada pembuatan genteng dari tanah liat.
Kerajinan genteng muncul sekitar tahun 1920-an. Saat itu, pemerintah kolonial Belanda melakukan penelitian untuk memetakan daerah-daerah yang memiliki tanah (liat) bagus untuk bahan atap bangunan.



Saat itu, dibentuklah Balai Keramik di Bandung. Beberapa daerah pengahasil tanah liat termasuk daerah Plered,  Banyuwangi, Kebumen merupakan salah satu dari sejumlah daerah yang memiliki potensi sentra genteng. Genteng-genteng tersebut dibuat untuk memenuhi pembangunan infrastruktur termasuk untuk dijadikan atap pabrik gula.

Pengenalan genteng sebagai atap juga dilakukan oleh tim kesehatan Belanda. Misi kesehatan dilakukan karena saat itu terjadi wabah pes. Saat itu, banyak tenaga kerja pribumi yang tidak bisa maksimal karena terserang penyakit tersebut. Terungkap bahwa ternyata sebagian besar rumah yang saat itu masih beratap rumbia menjadi penyebab penularan pes. Sebab atap sering dijadikan sarang tikus penyebab pes. Sejak saat itulah pembuatan genteng tanah liat di Indonesia semakin berkembang pesat hingga sekarang ini.

ARENA KKPK, 19 Januari 2013

Mengisi Liburan Positif









Judul; Rumah Roti Rachel

Peulis: Nayla

116 halaman


Apa kegiatan liburan yang kamu suka? Ke pantai atau ke rumah sauidara? Pasi setiap orang berbeda keinginan. Nah, termasuk Rachel yang ada di buku KKPK terbaru ini.                                                          
Bagi Rachel, bermain game atau menonton TV selama liburan akan membuatnya bĂȘte. Rachel pun berusaha mencari kegiatan menarik untuk mengisi liburannya. Setelah mencoba sekali menonton drama Korea, akhirnya Rachel menemukan ide. Dia akan mengubah liburan yang membosankan itu menjadi liburan yang menyenangkan. Bahkan mengenyangkan.

Kak Camelia pun menemukan ide setelah melihat kesibukan baru Rachel. Apa, sih, yang dilakukan Rachel? Benarkah liburannya menjadi menyenangkan? Ide apa yang didapatkan Kak Camelia? Benarkah Kak Camelia akan berjalan-jalan ke luar negeri? Penasaran, kan? Yuk, simak petualangan seru mereka di buku ini!

Sst, bocorannya, kalian akan diajak membuat  roti di buku ini.
 

(Geus Rama S, Palembang)
                                                                                                          

Saturday, January 11, 2014

KKPK, 12 Januari 2014

Pilih Mana ya?




Judul: Friend Vs. My New Friend
Penulis: Naura
116 halaman

Pernah nggak kalian bingung memutuskan saat memilih. Yang jelas bukan memilih makanan. Tetapi memilih ajakan teman. Misalnya kamu punya teman si A di sekolah kamu yang sangat baik. Lalu, kamu punya teman si B di rumah yang sangat baik juga. Nah, suatu hari keduanya mengundang kamu ke pesta ulang tahun di waktunya yang sama.  Kamu akan memilih pergi ke mana?

Itulah yang dialami Rina di dalam buku KKPK yang baru saja kubaca liburan lalu.  Pilih yang mana, dong? Satunya sahabat-sahabat baik. Satu lagi, teman-teman baru, yang baik-baik juga. Teman-teman barunya mengajak belajar bersama, sementara sahabat-sahabatnya mengajak bermain naik sepeda. Duh, mana waktunya bersamaan.  Uuuuh ... Rina binguuung ....

Terus, Rina pilih yang mana, ya? Jadi penasaran, deh! Akhirnya gimana, ya? Cari tahu di buku ini, yuk! Ceritanya seruuu ...! Apalagi, ada bonus cerpennya, lho! Makin seru aja, kan, jadinya?

Kalo kamu penasaran dengan pilhan Rina, mendingan baca sendiri ya bukunya,

(Geus Rama S, Palembang)

Friday, January 10, 2014

HORE, 12 Januari 2014


Kursi Goyang Bukan Kursi Hantu

Kalian pernah lihat kursi goyang? Atau malah pernah duduk di kursi goyang. Tapi sekarang banyak lho yang takut dengan  kursi goyang karena dikira ada hantunya. Padahal kursi goyang adalah kesukaan presiden John F. Kennedy.

Kursi goyang adalah sejenis kursi dengan dua lengkungan yang melekat pada bagian bawah kaki, menghubungkan kaki di setiap sisi dengan sisi lainnya. Kursi ini sangat unik karenahanya bertumpu di lantai  pada dua titik dan  memberikan penghuni kemampuan untuk jugkat-jungkit  dengan menggeser berat badan atau mendorong ringan dengan  kaki. Kursi goyang umumnya terbuat dari kayu.  

Kursi goyang bekerja seperti halnya kuda-kudaan dari kayu. Sehingga sering disukai anak-anak karena saat duduk tubuh kita terayun. Tapi sebenarnya kursi goyang awalnya dibuat untuk para bangsawan maupun pejabat.

Banyak orang dewasa menemukan ketenangan   saat duduk di kursi goyang karena gerakan lembutnya. Gerakan kursi  goyang mengingatkan otak bahwa keselamatan dan kenyamanan terasa ketika terayun di gendongan ibu saat dirinya masih bayi.  Mungkin juga merasakan ayunan saat masih dalam rahim.                          
   

Sejarah Kursi Goyang

Meskipun penemu Amerika Benjamin Franklin deing disebut sebagai penemu kursi goyang, namun sejarawan memperkirakan kursi goyang sudah diciptakan pada awal abad ke-18, ketika Franklin masih kecil. Mereka awalnya digunakan dalam kebun dan hanya kursi biasa dengan kayu pengayun. Pada tahun 1725 kursi goyang pertama kali muncul di Inggris. Produksi kursi goyang mencapai puncaknya di Amerika selama pertengahan abad ke-18. 

Michael Thonet , seorang pengrajin Jerman, menciptakan pertama kursi goyang gsy bau pada tahun 1860. Desain kursi goyangnya dipengaruhi oleh desain Yunani dan Romawi serta Renaissance. Selama tahun 1920-an,  kursi goyang lipat menjadi lebih populer di AS dan di Eropa. Mereka berguna untuk kegiatan di luar ruangan dan tujuan perjalanan. Pada 1950-an, kursi goyang dibangun oleh Sam Maloof , seorang pengrajin AS, menjadi terkenal karena daya tahan mereka dan penampilan mewahnya. Kursi goyang Maloof  berbeda karena kakinya menyerupai papan ski.

Presiden Amerika John F. Kennedy membuat  perusahaan kursi goyang yang sangat terkenal. Presiden disarankan dokter untuk mengunakan kursi goyang pada tahun 1955 karena menderita masalah punggung. Presiden begitu menikmati kursi goyang, sampai-sampai ia membawanya di pesawat kepresidenan  Air Force One saat ia melakukan perjalananke  seluruh dunia. 

Presiden Kennedy  sering memberi hadiah kursi goyang  kepada teman dan tamu kepala negara lainnya. Itu sebabnya kursi goyang makin terkenal ke seluruh dunia.



Kursi Goyang Hantu

Belakangan kursi goyang selalu dikaitkan dengan hantu. Itu disebabkan karena di beberapa film, sering diperlihatkan kursi goyang yang bisa bergoyang sendiri. Di sosial media sering ditulis pula kisah-kisah penampakkan hantu di kursi goyang. Bahkan di youtube pun demikian.

Sesungguhnya, dengan cara kerja fisika, beberapa jenis kursi goyang akan mudah bergoyang sendiri bisa ditiup angin. Jadi bukan karena hantu. Jadi kalian tidak usah takut dengan kursi goyang. Tapi hati-hati juga duduk di kursi goyang. Jangan menggoyang terlalu keras. Nanti malah bisa terguling.

Friday, January 03, 2014

Cernak, 5 Agustus 2014

Pesawat Kertas


Jika kalian bertemu dengan seorang anak lelaki yang hobi membuat pesawat kertas di saat hujan turun, panggil saja dia dengan nama Ken. Ya, karena hanya dia yang sangat hobi membuat pesawat kertas di kota ini.

Semua bermula ketika di usia lima tahun Ken kehilangan ibu yang mencintainya. Ayah Ken yang sibuk dengan pekerjaannya hampir kewalahan mengurus Ken yang aktif. Belum lagi dua kakak perempuan Ken yang mulai tumbuh remaja. Akhirnya, Ayah memanggil seorang asisten di rumah untuk mengasuh Ken. Nama pengasuh itu adalah Kak Mia.

Ken dan dua kakaknya semula tak menyukai kedatangan Kak Mia.

"Mau apa dia datang ke sini?" Hana, kakak sulung, bertanya sinis.

"Aku juga tidak suka. Sepertinya, dia akan mengambil ayah dari kita," timpal Rin, kakak kedua.

"Aku tidak suka dengan parfumnya," tambah Ken.

Minggu-minggu pertama mereka berusaha membuat Kak Mia tidak betah dengan mereka. Selalu ada usaha yang mereka lakukan. Hana misalnya, selalu membantah apa yang dikatakan Kak Mia.

"Sarapan nasi? Aku nggak mau. Nanti badanku gendut. Kak Mia suka ya melihat aku jadi gadis paling jelek di sekolah?" hardik Hana.

Rin juga demikian. "Mengapa Kak Mia menyuruhku belajar? Huh, kak Mia memang dulu suka belajar? Memang Kak Mia pintar? Kok cuman jadi pengasuh?"

Dan Ken tak mau kalah pula dengan dua kakaknya. "Aku tak mau minum susu lagi. Aku maunya minum cokelat.  Terus ditambah susu," ucap Ken.


Tapi Kak Mia adalah orang yang paling sabar di rumah. Dia terus berusaha melayani tiga sahabat kecilnya itu dengan hati riang. Lambat laun semuanya berubah. Dimulai dengan Ken. Ah iya, Ken ini menyandang autis ringan. Terkadang dia tak peduli dengan sekelilingnya. Kadang dia bicara sekehendak hati. Itu sebabnya dulu Ibu sangat dekat dengannya.

Suatu hari, di luar hujan. Ken yang belakangan ini punya hobi melihat ke langit dari jendela kamarnya tampak uring-uringan.

"Tidak ada pesawat," katanya berulang-ulang.

Kak Mia kemudian menghampirinya. "Bagaimana kalau kita buat pesawat sendiri?" tanya Kak Mia.

Ken tak menjawab. Dia kembali melihat ke langit lewat jendela kamar. Kak Mia kemudian mengambil buku yang tak terpakai lagi. Dia menyobek kertasnya lalu mulai melipat dan membuat pesawat. Ya, pesawat kertas.

Kak Mia kemudian menerbangkannya. Pesawat itu langsung meliuk-liuk. Ken hanya melirik sekilas. kak Mia mengulangi menerbangkan pesawat kertas berali-kali, hingga akhirnya Ken mau tersenyum saat melihat pesawat kertas jatuh di dekatnya.

"Aku mau membuat peswat kertas juga," kata Ken.

Kak Mia pun mengajari Ken. Ternyata Ken bisa mengikuti dengan mudah. Dia pun menerbangkan peswat kertas itu. Wuah, melayang bagus sekali. Ken bersorak senang. Dia membuat pesawat kertas lainnya. lalu menerbangkan. membuat lagi ... menerbangkan lagi ....

Sejak itulah Ken akrab dengan kak Mia. Ken juga jadi senang membuat pesawat kertas. Dia sengaja memamerkan kepada Ayah. Dan Ayah tersenyum senang melihat karya Ken.

Hari berikutnya adalah Hana yang giliran akrab dengan Kak Mia. Waktu itu dia sakit perut luar biasa. Tapi hana tak mau ke dokter karena dia memang paling takut ke dokter. Kak Mia merawat Hana dengan sabar hingga akhirnya sembuh. Belakangan barulah Hana tahu bahwa sakit perutnya karena dia sekarang sudah menjadi anak remaja. Dia mendapat datang bulang bulan pertamanya.

Rin pun akhirnya dekat dengan Kak Mia, saat dia stres mengrejakan tugas yang menumpuk dari sekolah. kak Mia mendekatinya, lalu membantu Rin. Barulah Rin sadar bahwa Kak Mia adalah seorang yang sangat pintar.

Akhirnya, mereka semua kompak sekali. Ayah sangat senang. Sayangnya, kebersamaan itu tidak bisa terlalu lama. Saat makan malam bersama, juga dengan Ayah, Kak Mia memberitahukan bahwa dia harus mengundurkan diri dari pekerjaannya.

"Saya mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah sampai gelar master di Inggris," kata Kak Mia.

Ayah kemudian menjelaskan, kak Mia sebenarnya adalah seorang sarjana psikologi anak. Kak Mia mencari pekerjaan sementara menjadi pengasuh anak smabil menunggu beasiswa. Dan tenyata kini Kak Mia mendapatkannya.

Ken menangis mengikuti dua kakaknya. Dia berusaha mencegah Kak Mia pergi. tapi dua kakanya melarang karena kuliah itu penting bagi kak Mia.

Mereka mengantar kak Mia ke Bandara ketika dua minggu kemudian Kak Mia berangkat ke London. yang paling merasa kehilangan adalah Ken.

Sejak itulah, bila hujan turun Ken membuat pesawat kertas untuk mengingat kak Mia. Dia juga sudah menulis surat dengan tulisannya yang acak-acakan kepada Kak Mia. Kak Mia membalasnya. lalu Ken menjadikan surat dari kak Mia itu sebagai pesawat kertas yang paling disukainya.

OO00OO

KKPK, 5 Januari 2014

Kisah dari Panti Asuhan




Judul: Orphanage House
Penulis: Ridha Nikmatus Syahada 
116 halaman

Kalian tahu nggak kehidupan anak-anak yatim piatu? Kita bisa tahu kisah mereka dengan mendatangi panti asuhan terdekat. Tapi kalau jauh dari rumahmu, ya baca saja di buku. Salah satunya lewat buku yang baru saja aku baca ini. Tentang apa ini?

Keluarga baru, sekolah baru, dan masa depan yang bagus. Aduuuh ... Anton bingung! Tawaran Bu Minah benar-benar membuat Anton sulit memilih. Kalau menolak, berarti cita-cita Anton sekaligus harapan Bu Minah menjadi sulit terwujud. Tapi, Anton tidak mau pergi. Anton sangat berat untuk meninggalkan rumah yang dari kecil menjadi tempatnya berteduh. Huhuhu ... gimana, dong!

Olalaaa ... kenapa, sih, Anton sampai bingung seperti itu? Memangnya, Anton mau pergi ke mana? Enggak seru, ah, kalau cuma menebak-nebak. Baca ceritanya saja, yuk!

(Geus Rama S, Palembang)

Hore, 5 Januari 2014

Becak, Alat Transportasi Ramah Lingkungan




Becak  berasal dari bahasa Hokkien (be chia) yang artinya  kereta kuda. Becak adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Menjadi pengemudi becak merupakan salah satu cara untuk mendapatkan nafkah yang paling mudah, sehingga jumlah pengemudi becak didaerah yang angka penganggurannya tinggi akan menjadi sangat tinggi. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah “eksploitasi manusia atas manusia”, dan becak digantikan dengan Bajaj dan  Helicak.


Becak yang tidak menimbulkan polusi



Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan, yakni  becak dengan pengemudi di belakang.  dan becak dengan pengemudi di samping.

Di beberapa negara lain masih ada becak yang pengemudinya berada di depan, sebagaimana dikembangkan di India, Pakistan dan Bangladesh, konsep ini yang kemudian dikembangkan oleh bajay yang diambil dari India pada tahun 1970an.

Becak mempunyai 3 roda , 2 roda dibagian depan dan 1 roda dibagian belakang. Dua roda dibagian depan dihubungkan dengan sebuah poros tetap dan kedua roda depan ini bisa digerakan secara bersama sama dengan porosnya untuk membelokan becak. Pengemudi becak duduk hampir diatas roda yang dibelakang menggenjot epdal dan rantai yang memutar roda belakang. Penumpang duduk dikursi yang berada diatas 2 roda depan . 

Becak di Jerman
Peredam guncangan ada diroda bagian depan berupa per daun yang dipasang antara poros roda dengan badan becak. Penumpang didepan biasanya dilindungi oleh badan becak yang terbuat dari kayu dan atap terpal serta penutup depan dari plastik bening yang ditutup hanya pada saat hujan saja. 

Sebagai alat penghenti laju becak , ada sebuah rem sederhana yang menghentikan laju dari roda belakang, rem ini digerakan oleh pengemudi menggunakan sebuah tongkat yang diletakan di antara kursi pengemudi dengan kabin penumpang. Desain dari becak ini (kecuali bagian kabin penumpangnya) sangat mirip dengan gerobak barang tradisional belanda yang bernama Bakfiets.

Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara (kecuali becak bermotor tentunya). Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara.

Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor. Selain itu, ada yang menganggap bahwa becak tidak nyaman dilihat, mungkin karena bentuknya yang kurang modern.

Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah "eksploitasi manusia atas manusia". Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil.

Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di lainnya seperti Pacitan, wonogiri, solo dan surakarta. Di pacitan, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.

Becak Mini di Palembang
Untuk meningkatkan kemampuan becak dan mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor dan menjadi tren dibeberapa negara maju dikembangkan becak yang menggunaan gigi percepatan/transmisi seperti yang digunakan dalam sepeda modern sehingga bisa melewati tanjakan dengan lebih mudah, desain dibuat aerodinamis serta pengemudinya berada di depan ruang penumpang. 

Di Yogyakarta saat ini ada upaya untuk melakukan modernisasi becak yang dilakukan bersama antara Universitas Gajah Mada, dalam ini Unit Studi Transportasi, Puspar bekerja sama dengan Institute for Transportation and Development Policy, New York serta Pemerintah Daerah dan Kadin yang dimaksudkan untuk menciptakan kesinambungan peran becak dalam pengembangan pariwisata Yogyakarta.

Friday, December 20, 2013

Cernak, 22 Desember 2013




I Love You, Ibu


Tak ada yang tahu bagaimana Sticky masuk ke dalam akuarium.

"Dia sangat kecil," kata Ibu sambil mengintip ke keong air kecil. "Hanya titik hitam."

"Dia akan tumbuh," kata Amie dan menarik celana piyamanya lagi sebelum ia naik ke tempat tidur.

Di pagi hari Amie melompat dari tempat tidur dan menyalakan lampu di aquariumnya.

Gerry, ikan mas, sedang tertidur di dalam goa batu. Jaws sudah bangun, berenang di sepanjang bagian depan tangki dengan ekor putih mengambang dan bergerak-gerak. Amie Butuh beberapa saat untuk menemukan Sticky karena ia menempel di kaca dekat bagian bawah, tepat di sebelah kerikil.

Di sekolah hari itu, Amie menulis tentang Sticky, Tuan Misterius yang begitu kecil . "Kita bisa salah mengira dia sepotong kerikil." Beberapa anak perempuan di kelas cekikikan mendengar cerita Amie.

Malam harinya, Amie menyalakan lampu untuk menemukan Sticky. Dia tampak menempel di sudut akuarium, di dekat filter air. Sticky terayun-ayun dalam gelembung udara.

"Sepertiny asyik," kata Amie. Dia memberi makan ikan kemudian berbaring di tempat tidurnya dan mengawasi mereka mengejar setiap gerakan air. Ketika mereka berhenti Gerry mulai menggigit di gulma dengan bibir besarnya yang seperti sedang cemberut. Dia mengisap Mr Sticky ke dalam mulutnya lalu meniup kembali lagi dalam aliran air. Siput itu melayang turun ke bagian bawah akuarium, di antara kerikil berwarna.

"Sepertinya dia membesar," kata Amie kepasa Ibu saat sarapan keesokan harinya.

"Baguslah kalau begitu," kata dia Ibu, mencoba mengenakan mantel dan makan roti pada waktu yang sama.

"Tapi aku tidak ingin dia membesar. Tidak akan lucu lagi. Semua hal-hal kecil itu menyenangkan, bukan?"

"Tapi hal besar bisa lucu juga. Maaf, Ibu harus buru-buru. Nanti aku ketinggalan bis," kata Ibu.

Di sekolah hari itu, Amie menggambar gajah. Dia butuh dua lembar kertas. Tetapi Pak Guru tidak keberatan karena dia senang dengan gambar itu dan ingin menempelnya di dinding. Mereka kemudian menempel gambar itu bersama-sama. Di sudut gambar, Amie menulis nama lengkapnya, Amiegail, dan menarik siput kecil untuk titik pada huruf 'i'.

Pada akhir pekan mereka membersihkan tangki. "Ada banyak ganggang di sisi," kata Ibu. "Aku tidak yakin Sticky mampu membersihkan semua ini."

Mereka meraup ikan keluar dan menempatkan mereka ke baskom, kemudian mengosongkan sebagian dari air. Sticky menempel di kaca sementara Ibu menggunakam vacuum cleaner khusus untuk membersihkan kerikil. Amie memangkas gulma dan menggosok  tabung filter. Ibu menuangkan air baru ke dalam tangki.

"Di mana Sticky?" tanya Amie.

"Di samping," kata Ibu. Dia sedang sibuk berkonsentrasi pada air. "Jangan khawatir, Ibu berhati-hati."


Amie melihat ke semua sisi tangki. Tidak ada tanda-tanda siput air.

"Mungkin di kerikil itu," kata ibunya. "Ayo, kita selesaikan ini." Ibu menjatuhkan ikan kembali ke air bersih yang langsung berenang berputar-putar seperti kebingungan.

Malam Amie pergi ke kamar tidurnya untuk memeriksa tangki. Air sudah penuh dan tampak indah. Jelas tapi tidak ada tanda-tanda  Sticky. Dia berbaring di tempat tidurnya dan melakukan senam kecil. Peregangan baik untuk otot dan akan membuat terlihat setinggi model, begitu kata iklan di televisi. Ketika Amie selesai, ia berlutut untuk melihat lagi di dalam tangki. Ternyata masih belum ada tanda-tanda  Sticky.

Ibu berada di kamar dikelilingi tumpukan kertas. Ibu kaget ketika melihat Amie di ambang pintu.

"Dia akan muncul. Sekarang pergilah tidur Amie. Banyak yang harus Ibu kerjakan."

Amie merasa wajahnya merah. Itu selalu terjadi ketika dia marah atau kesal.

"Ibu tadi menyedot dia, kan?" tanya Amie. “Ibu pasti terburu-buru hingga menyedotnya."

"Aku angat berhati-hati. Tapi dia sangat kecil."

"Apa salahnya dengan menjadi kecil?"

"Tidak ada sama sekali. Tapi itu membuat sulit ditemukan."

Amie berlari ke kamarnya.

Pintu kamar dibuka Ibu. Amie mencoba untuk mengabaikannya, tapi sulit ketika Ibu berjalan ke tempat tidur dan duduk di sampingnya. Dia memegang kacamata di tangannya.

"Ini adalah pasangan baru saya," katan Ibu sambil menunjuk kacamatnya. "Ekstra kuat untuk berburu siput." Dia tersenyum pada Amie. Amie berusaha untuk tidak tersenyum kembali.

"Dan aku punya kaca pembesar," Amie tiba-tiba teringat dan bergegas pergi untuk menemukannya.
Mereka duduk di samping satu sama lain di lantai. Berlutut mereka berjalan sekitar akuarium, mengintip ke sudut-sudut di antara kerikil besar.

"Aha!"

"Apa?" Amie memindahkan kaca pembesar ke arah yang ditunjuk Ibu. Di lengkungan gerbang, sempurna tersembunyi, duduk Mr Sticky. Dan tepat di sampingnya adalah siput air lain, bahkan lebih kecil dari dia.

"Sticky!" Amie bernapas. "Tapi dari mana dia datang?"

"Mungkin dari gulma."

Mereka berdua tertawa dan naik ke tempat tidur. .
"Geser sedikit," kata Ibu.

"Aku tidak bisa geser, sudah di tepi. Nanti aku jatuh"

"Ya ampun kau sudah besar.Kapan itu terjadi?” tanya Ibu.

Amie meletakkan kepalanya di dada ibunya dan tersenyum. Walaupun Ami suka kesal kepada Ibu, tapi Ibu selalu menyelesaikan itu semua dengan pelukan hangatnya.
"I love you, Ibu," bisik Amie.

Arena KKPk, 22 Desember 2013

 Keanehan Ditha






Judul : Hitam Putih
Pengarang
:
Penerbit : DAR Mizan

      112 halaman


Pada awalnya, acara menginap di Hotel Luxorious itu baik-baik saja. Tapi sejak bertemu dengan Ditha, seorang anak perempuan yang superduper-jutek, semua jadi menyebalkan. Anehnya, semua murid kelas 5 Urrania International School mengatakan kalau dia anak paling baik dan suka menolong.
Tetapi itu dulu. Ditha yang sekarang adalah Ditha yang menyebalkan dan teman paling egois yang pernah mereka temui. Sayangnya, pengurus acara justru mengadakan rolling kamar dan Ditha sekamar denganku. Tak ada yang lebih menjengkelkan selain sekamar dengan si jutek itu!
Eits, tunggu dulu. Kalau tiba-tiba Ditha berubah dari baik menjadi jutek, pasti ada yang telah terjadi. Tapi apa yang bisa mengubah kebaikan Ditha yang terkenal itu? Aku, Myra, dan Shaza sungguh penasaran. Apalagi ketika melihat seorang lelaki bertubuh pendek, seperti anak kecil, yang menghampiri Ditha saat acara di ballroom hotel itu! Siapa dia? Apa hubungannya dengan Ditha? Annet, teman yang menghuni kamar sebelahku sepertinya tahu. Tapi, dia enggan memberi tahu. Ah, bagaimana ini? Kalian juga penasaran? Kita paksa saja Annet mengaku!

(Geus Rama S)

Hore, 22 Desember 2013



Mengenal Sejarah Pohon Natal




Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.

Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain "evergreen". Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara yang selalu hijau daunnya.

Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di Rockefeller Center di 5th Avenue New York Amerika Serikat.
Santo Bonifacius

Menurut sebuah legenda, rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifasius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis dalam perjalanannya bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon ek. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib Santo Bonifasius merobohkan pohon ek tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon ek yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Setelah masyarakat AS mengikuti jejak Inggris menggunakan pohon cemara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, industri pun semakin berkembang dan merambah ke berbagai negara. Termasuk industri berbagai hiasan pohon Natal seperti bola-bola yang digantung, pernak-pernik Santa Claus, tinsel (semacam tali berumbai yang dililitkan ke pohon), dan lainnya.


Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.

Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.