Friday, September 14, 2007

Hore, 16 September 2007


Kita Jaga Biar Tidak Punah, Yuk!

Biarpun kalian berpuasa, bukan berarti kalian tidak boleh bermain lho. Ayo, apa saja permainanmu? Ya, kemajuan teknologi membuat kita lebih suka dengan permainan elektronik yang antara lain berupa mobil remote, video games, dan permainan komputer. Saat ini jarang terlihat permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak terutama di kota besar.

Sebenarnya banyak yang dapat dipetik dari permainan tradisional. Selain alat-alatnya mudah diperoleh, kita juga memungkinkan untuk membuat sendiri dan mengkreasikan alat permainan dengan bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar kita. Seperti biji congklak yang umumnya dari kerang dapat digantikan dengan biji-bijian; papan congklak tidak harus menggunakan papan kayu berlubang tetapi dapat digantikan dengan melubangi tanah sehingga menyerupai bentuk papan congklak. Atau untuk permainan dampu saat ini dapat dilakukan di rumah menggunakan kotak-kotak lantai yang ada atau kotak gabus debagai pengganti lapangan.

Permainan tradisional membantu kita mengembangkan kemampuan interaksi dan berkomunikasi dengan baik, karena kita harus menyampaikan ide dan mengungkapkan emosinya secara tepat. Permainan tradisional juga mengembangkan kepandaian social. Selain itu, permainan tradisional juga membuat kita belajar untuk mematuhi peraturan yang ada karena termotivasi oleh pengakuan bersikap sportif oleh anak lain.

Nah, kalian bisa mengenal beberapa permainan tradisional yang ada di Indonesia.

Dampu

Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah baik laki-laki maupun perempuan. Main dampu tidak membutuhkan peralatan yang harus dibeli, cukup dimainkan di tanah lapang dengan membuat petak-petak di permukaan tanah sesuai dengan bentuk yang disepakati baik menggunakan kapur atau pecahan genting atau apapun.

Alat lain yang digunakan adalah benda pipih seperti batu, pecahan genting, tutup botol yang digepengkan dan lain-lain sebagai biji. Inti permainannya adalah melempar batu pipih ke dalam kotak dengan tidak boleh keluar atau mengenai garis batas kotak, lalu melompat-lompat dengan satu kaki dalam kotak yang tidak berbatu tanpa boleh menginjak garis dan batu peserta lain. Setelah berputar anak harus mengambil batu dengan tetap bertumpu pada satu kaki lalu melompat kembali sampai ke garis awal.

Manfaat permainan ini adalah:

* Melatih keseimbangan tubuh.

* Melatih kemampuan reka visual.

* Meningkatkan kemampuan perencanaan gerak.

* Meningkatkan kemampuan mebedakan tekstur benda berdasarkan indera perabaan.

Lompat Tali

Sesuai namanya inti permainan ini adalah melompat tali. Tetapi tentu tidak semudah namanya, permainan ini mempunyai berbagai tingkat kesulitan; dari melompati tali yang rendah sampai setinggi tangan. Selain itu kesulitan juga bertingkat dari melompati tali yang diam sampai tali yang berputar. Alat yang digunakan sangatlah sederhana, hanya karet gelang yang dijalin menjadi panjang.

Manfaat perminan ini adalah:

* Melatih kemampuan visual gerak.

* Meningkatkan kemampuan perencanaan gerak.

* Meningkatkan konsentrasi.

* Meningkatkan kemampuan gerak fisik melompat, yang bermanfaat untuk kekuatan tubuh dan juga keterampilan dalam olahraga.

* Melatih kekuatan kontrol mata.

Galasin

Permainan ini memiliki banyak nama lain diantaranya : gobak sodor, main galah, main adang-adangan, dll. Inti dari permainan galasin ini adalah menghadang pihak lawan jangan sampai berhasil melewati garis dan jangan sampai dapat kembali ke garis awal.

Manfaat bermian galasin :

* Meningkatkan kemampuan fisik.

* Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.

* Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik

Petak Jongkok

Petak jongkok merupakan permainan yang masih banyak terlihat dimainkan di daerah- daerah perumahan oleh anak-anak yang tidak membutuhkan alat dan dapat dimainkan kapan saja dan dimana saja. Pada intinya permainan petak jongkok adalah main kejar-kejaran dimana agar agar tidak tertangkap oleh “penjaga” anak harus jongkok.

Manfaat permainan ini adalah :

* Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik.

* Melatih kemampuan fleksibilitas kaki.

* Meningkatkan solidaritas dengan teman.

Congklak

Atau dengan nama lain dhakon merupakan permainan untuk 2 orang. Pada intinya permainan adalah mengisi setiap lubang pada papan congklak dengan biji-bijian satu persatu, tanpa boleh terlewat atau ada yang terisi lebih dari satu. Dilakukan saecara bergiliran sampai semua biji-bijian yang ada habis. Pemenang permainan congklak adalah pemilik biji-bijian terbanyak pada akhir permainan.

Manfaat bermain congklak adalah:

* Melatih kemampuan manipulasi motorik halus.

* Melatih konsentrasi.

* Mendidik sifat sportifitas anak

* Melatih kemampuan mengatur strategi.

* Sarana belajar berhitung.

* Melatih koordinasi 2 sisi tubuh.

Bekel

Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.

Manfaat permainan ini adalah:

* Melatih koordinasi visual-motor.

* Melatih meningkatkan konsentrasi.

* Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.

* Kemampuan mempertahankan posisi tubuh.

Nah, semua permainan di atas tidak perlu televisi, komputer ataupun mesin canggih yang mahal. Kalian pasti menyukainya. Tentu saja selama bulan puasa kalian bisa memilih mainan tradisional yang tidak bikin letih. Dengan terus melakukan permainan tradisonal tersebut, kalian juga sudah berusaha menjaga agar permainan tradional itu tidak punah.

(benny rhamdani)

Saturday, September 08, 2007

Cernak, 9 Spetember 2007


Pemakai Pulsa

Oleh Benny Rhamdani

Hari ini wajah Ibu tampak kusut sekali. Tepatnya setlah ibu membayar tagihan telepon rumah. Kami semua dikumpulkan di ruang tengah.

“Tagihan telepon bulan ini sangat besar sekali. Ibu belum pernah membayar sebnayak ini. Ibu hanya ingin kalian jujur, siapa yang paling sering menelepon. Hm, sebenarnya Ibu dapat mengusutnya dengan meminta daftar telepon ke luar. Tapi Ibu ingin kalian jujur,” kata Ibu kepada kami.

“Aku hanya memakai seperlunya, Bu. Paling banyak sekali dalam sehari. Lagian aku punya handphone. Mendingan pake sms saja lebih hemat,” kata Firman, kakak tertuaku yang baru masuk universitas.

“Aku memang memakain telepon agak sering, tapi semua selalu bilang sama Ibu. Telepon ke Ayah. Tapi itu pun tidak lama,” jelas Winda, kakakku berikutnya.

“Aku jarang telepon ke luar, kalau terima telepon memang sering,” kata Helena, kakak terdekat denganku.

Kali ini semua mata memandangku. Menunggu aku memberi jawaban.

“Aku tidak suka telepon-teleponan,” kataku singkat.

Aku memang tidak suka bertelepon. Menurutku bercakap-cakap di telepon tidak menyenangkan. Kalau tidak disuruh Ibu menelepon Ayah atau tukang gas, aku tidak pernah menelepon ke luar. Bahkan aku tidak mau berbagi nomor telepon dengan teman-teman sekelasku. Aku ingat cerita teman sebangkuku, Slasa, yang setiap malam ditanya pe-er oleh teman-temanku yang malas mengerjakan pe-er nya sendirian.

Ibu menarik nafas bingung. Taka ada satu pun di antara kami yang mengaku siapa yang paling sering menggunakan telepon. “Kalau kalian tidak mengaku, siapa lagi?” tanya Ibu.

“Ayah dan Bi Sumi juga ada di rumah ini dan belum ditanya Ibu,” kata Helena.

“Ya, jangan-jangan Bi Sumi pelakunya. Soalnya, beberapa hari lalu, aku melihat Bi Sumi membuka-buka buku telepon,” tambah Firman.

“Mungkin Bi Sumi interlokal saudara-saudaranya di kampung. Atau mungkin dia menelepon teman-temannya,” kata Winda.

“Tapi aku tidak pernah melihat Bi Sumi pakai telepon,” kataku membela.

“Ya, mungkin saja pas kita lagi di sekolah,” kata Helena.

“Kalau begitu tolong panggilkan Bi sumi,” pinta Ibu.

“Ibu bagaimana sih? Bi Sumi kan mulai hari ini izin cuti pulang kampung. Nah, jangan-jangan memang Bi Sumi pelakunya,” ujar Firman.

Aku masih tidak percaya Bi Sumi seberani itu memakai telepon. Bi Sumi tidak seperti pembanti kami sebelumnya yang begitu sering menggunakan telepon. Satu-satunya aku melihat Bi Sumi menelepon adalah ketika anaknya yang menelepon dari kampung.

“Ya, sudah. Nanti Ibu akan Tanya sama Bi sumi kalau pulang. Yang jelas, ibu akan meminta bukti penggunaan telepon, biar Ibu yakin siapa yang paling banyak menggnakan etelepon. Jika di antara kalian, Ibu akan menghukum,” kata Ibu tegas.

Kami semua pun bubar. Kudengar Kak Helena dan Kak Winda saling berbisik. Kemudian Kak Firman pergi mencari-cari buku telepon. Agak lama kemudian Kak Firman memanggil kami berkumpul sambil membawa buku telepon.

“Lihat, aku menemukan barang bukti, bahwa Bi Sumi lah yang memamaki telepon di rumah kita,” kata Firman.

“Mana buktinya?” tanyaku.

Kak Firman membuka beberapa halaman buku telepon. Kutemukan ada beberapa nama yang diberi tanda. Tidak cuma satu halaman, tapi pada beberap halaman.

“Apa hubungannya tanda-tanda itu dengan Bi sumi memakai telepon?” tanyaku.

“Ini pasti nomor telepon yang sering dihubungi Bi Sumi. Ayo kita coba saja,” kata Kak Firman.

“Ya, ayo kita coba,” kata Kak Winda dan Kak Helena.

Kami pun bergantian menelepon nama-nama yang diberitanda oleh Bi Sumi. Tapi semuanya menjawab,”Kami tidak kenal Bi Sumi.”

Kami bingung. Tapi aku sedikit lega karena berarti tuduhan kepada Bi Sumi makin berkurang.

Saat makan malam aku kelepasan menceritakan apa yang kami lakukan dalam menyelidiki Bi Sumi. Mata Ayah dan Ibu mendelik.

“Apa? Kalian menelepon semua orang yang namanya ditandai Bi Sumi di buku telepon? Bukankah itu malah akan membuat tagihan telepon nanti makin membengkak?” Ibu langsung sewot.

Ayah tersenyum. “Tenang saja, Bu. Ayah yang akan membayarkannya. Hm, sebenarnya Ayah juga harus beitahu kalian, bahwa Ayah lah yang membuat tagihan telepon rumah kita naik. Soalnya sekarang Ayah kalau malam –malam suka menggunakan sambungan telepon untuk internet. Ayah perlukan untuk mencari data dalam pekerjaan Ayah. Jadi Ayah yakin pelakunya bukan Bi Sumi,” kata Ayah kemduian.

“Tapia bagaimana dengan tanda di buku telepon itu?” Tanya Firman.

“Oh itu, Ayah juga tahu. Salah satu anak Bi Sumi akan melahirkanm. Ya, ini adalah cucu pertama Bi Sumi. Makanya Bi Sumi minta cuti. Beberapa waktu lalu, Bi Sumi minta kepada Ayah mencarikan nama yang bagus buat nama cucunya. Ayah bilang, coba saja Bi Sumi cari nama yang bagus di buku telepon,” jelas Ayah lagi.

Kami semua saling memandang. Lalu kami tertawa bersama-sama. Jadi pelakunya adalah Ayah!

^-^

Hore, 9 Sptember 2007


Biar Kuat Berpuasa

Hai, adik-adik tidak menyangka ya kita sudah akan bertemu lagi dengan bulan suci Ramadan. Bulan puasa bagi umat islam. Apakah kalian sudah mulai berpuasa. Hm, mungkin ada yang sudah, tapi ada juga yang belum.

Puasa sebenarnya bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Banyak hal yang akan kita peroleh jika kita berpuasa. Jika tidak percaya, cobalah Tanya orangtua kalian. Nah, artikel kali ini tidak akan memaparkan manfaat puasa, tapi berbagi tips agar puasa yang kita jalankan tetap membuat kita sehat dan menyenangkan.

Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa. Walaupun tidak wajib namun sahur memiliki fungsi penting karena memberikan asupan gizi dan simpanan energi untuk aktifitas saat berpuasa. Hm, mungkin di antara kalian ada yang susah bangun dini hari, makanya suka malas sahur. Ayo, jangan malas lagi dong. Anggap saja sahur itu adalah ujian paling pertama bagi kita yang akan berpuasa.

Untuk memperoleh manfaat kesehatan, menu sahur sebaiknya makanan yang berserat dan berprotein tinggi tapi hindari konsumsi makanan yang manis-manis. Makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat, sedangkan makanan manis lebih cepat sehingga membuat lebih cepat lapar di siang hari. Nah, jadi jangan malas makan sayur-sayran yang dimasak ibu untuk sahur ya. Minum susu juga jangan ketinggalan. Kalau tidak ada, the manis juga cukup kok.

Sahur mendekati imsak lebih baik karena membuat energi sahur lebih tahan lama. Tentu saj kita tidak usah makan sahur sampai kekenyangan. Nanti malah jadi ngantuk dan lupa shalat subuh.

Berbukalah Dengan Benar

Jangan tunda berbuka puasa bila sudah waktunya. Hehehe, mungkin ada di antara kalian yang beranggapan jika waktu puasanya bertambah, maka pahala kita jika bertambah. Tentu saj tidak demikian. Kita harus segera buka ketika waktu magrib tiba.

Hal yang paling diperlukan pada saat berbuka adalah memulihkan tenaga/energi. Untuk itu makanlah sumber karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis, sirup dan lain-lain yang mudah dicerna. Setelah shalat dan beristirahat sejenak, dapat dilanjutkan dengan makan makanan pokok seperti nasi dan lauk-pauk tapi dalam porsi sedang. Cemilan atau minuman ringan dapat dilanjutkan setelah tarawih dalam porsi kecil.

Ada lho orang yang berbuka puasa secara berlebihan. Makan sekenyang-kenyangnya. Wah, padahal masih banyak lho orang lain yang berpuasa hanya dengan air putih dan makanan seadanya.

Tetap Beraktifitas Seperti Biasa

Berpuasa tidak berarti mengurangi aktifitas atau kegiatan kita. Pada beberapa hari pertama memang ada penyesuaian dan adaptasi tubuh terutama pada orang-orang yang jarang berpuasa atau olahraga. Hehehe, kalian pasti tidak malas olahraga, kan?

Aktifitas/olahraga berat memang dilarang tetapi yang bersifat ringan jusrtu dianjurkan. Olahraga ringan seperti jalan kaki, senam, lari kecil, sangat dianjurkan terutama menjelang berbuka puasa. Tarawih juga merupakan aktifitas yang dapat menjaga kebugaran. Nah, kalian suka tarawih juga, kan?

Konsumsi Air Ditambah

Tubuh lebih cepat bereaksi terhadap kekurangan air dibanding kekurangan makan. Artinya kebutuhan air mesti cukup dengan menambah porsi meminum air, termasuk susu, sirup, buah-buahan dan makanan yang berkuah. Nah, di siang hari sebaiknya kalian hindari kegiatan yang berlebihan agar tubuh kita bias menjaga air yang kita miliki. Terutama di siang hari. Sebaiknya kita memang memilih tidak beraktifitas di abawh sianar matahri langsung.

Kendalikan Emosi

Puasa mencakup upaya menahan nafsu. Hati yang tenang karena nafsu yang terkendali akan menurunkan konsumsi energi atau laju metabolisme sehingga menghemat pemakaian tenaga. Maksudnya, jika hati kita tenang dan sabar, maka tubuh kita pun akan bekerja tanpa membutuhkan energi berelbihan. Jika kita marah-marah terus ataupun sedih saat berpuasa, tubuh kita harus bekerja ekstra kuat. Akhirnya, kita akan cepat lemah dan letih.

Nah, itu dulu tips agar puasa kita sehat dan menyanangkan. Apakah kalian punya tips yang lain? Jangan pelit ya berbagi dengan taman-teman kalian.

(benny rhamdani)

Saturday, September 01, 2007

Hore 2 September 2007


Waspadai Kejahatan!

Teman-teman, belum lama ini kita mengetahui adanya penculikan terhadap teman kita Raisya Ali. Untung penculiknya sudah tertangkap. Wah, seram juga ya kalau kita menjadi korban penculikan. Bukan hanya penculikan, banyak juga jenis kejahatan yang mengancam anak-anak seperti kita. Nah, agar kita terus merasa aman, kita ikuti tips-tips berikut ini yuk!


Patuhi Petuah
Kita jangan pernah bosan jika orangtua dan guru-guru memberi nasehat demi keselamatan kita. Bukan hanya mendengarkan, sebaiknya kita mematuhi petuah mereka. Misalnya orangtua melarang kita bepergian sendiri, sebaiknya kita patuhi. Begitu juga jika guru kita melarang kita menggunakan perhiasan mahal ke sekolah, ya dipatuhi saja. Kadang-kadang kita merasa bosan dan jengkel karena diberi petuah terus. Tapi percaya deh, semua petuah orangtua semata-mata demi kebaikan kita.
Petuah yang diberikan kepada kita biasanya bersumber dari pengalaman dan pengamatan mereka. Jadi, mereka tidak asal-asalan menasehati kita. Terutama agar kita selamat dari segala bentuk kejahatan nantinya.

Jangan Pamer
Kalian pernah memaksa orangtua membelikan handphone untuk dibawa ke sekolah? Atau memakaii jam tangan mahal yang sedang nge-trend itu ke sekolah? Wah, sebaiknya tidak usah. Tanggalkan barang-barang berharga kalian jika ke sekolah. Apalagi jika kalian pulang-pergi ke sekolah tanpa diantar orangtua.
Barang berharga, apalagi perhiasan, sangat mengundang orang lain berbuat jahat pada kita. Mereka ingin memilikinya tapi tidak mampu membeli. Akhirnya, timbul pikiran jahat di kepala mereka. Biasanya mereka lalu akan merencanakn kejahatan mereka itu dan mengincar kita sebagai korbannya. Hiiy, mendingan tidak usah pakai yang mahal-mahal ke sekolah daripada jadi korban kejhatan.

Waspadai Orang Asing
Tiba-tiba ada orang yang tidak kalian kenal berusaha mendekati kalian lalu mengajak kalian ngobrol. Hm, sebaiknya jika kalian sedang sendirian, hati-hati bicara dengan orang asing.
Katakan pada mereka,” Maaf, saya tidak kenal bapak. Saya tidak boleh bicara dengan orang asing.”
Setelah itu, kalian harus menjauh dari tempat itu dan tetaplah berada di tempat yang ramai. Orang asing tidak hanya harus diwaspadai bukan hanya karena bertanya, jika mereka memberi kita sesuatu juga harus kita tolak, apalagi makanan. Jangan-jangan makanan itu sudah diberi narkoba sehingga besoknya kita jadi ketagihan.
Pokoknya, kalian jangan takut dikatakan tidak sopan dengan berhati-hati terhadap orang asing, Jika kemudian orang asing itu kemudian orang baik-baik, kita bias meminta maaf. Yang penting kita harus tetap waspada.


Berkelompok
Jika kalian hendak bepergian jauh tanpa orangtua, sebaiknya jangan pergi sendiri. Ajaklah teman-teman untuk pergi bersama. Berkelompok lebih baik ketimbang pergi sendirian. Apalagi jika kalian pergi ke tempat yang belum kalian kenali dengan baik.
Bila tujuan kalian adalah pusat keramian seperti mall atau tempat wisata, sebiaknya kalian cari tahu dulu letak pos keamanan. Jika nanti ada suatu kejahatan terjadi, kalian segera tahu ke mana harus melapor.


Segera Ceritakan
Apakah di jalan menuju sekolah kamu pernah dimintai uang jajan oleh seseoang? Atau ada orang yang mencurigakan di sekitarmu? Jangan ragu-ragu untuk menceritakannya kepada orangtua kalian. Dengan demikian, orangtua kita bias segera mencegah kejahatan yang menimpa kita lho.
Kadang-kadang kita takut melapor karaena kita diancam. Tapi jika kita diam saja, mereka akan semakin ebrani berbuat jahat terhadap kita.

Nah, sekarang kalian harus lebih waspada ya. Eits, bukan berarti kita tidak boleh main di luar rumah. Yang penting kita waspada saja.

(benny rhamdani)

Saturday, August 25, 2007

Cernak, 26 Agustus 2007


Detektif Tempe

Oleh Benny Rhamdani

“Vin, kamu mau nolong aku? Ada misteri yang harus kamu pecahkan,” kata Irwan di jam istirahat.

“Misteri apa dulu?” Alvin balik bertanya.

“Hilangnya bunga-bunga mawar ibuku.”

Alvin menahan tawanya. “Cuma bunga mawar? Apa nggak ada lagi tantangan yang lebih berat buatku?” ujar Alvin.

“Ya, mungkin tidak berat bagimu. Tapi ada yang aneh dengan pencuri mawar ini. Sudah tiga hari ini, ibuku kehilangan tiga bunga mawar setap pagi. Aneh, kan? Kenapa jumlah yang hilang sama dalam tiga hari? Kenapa tidak mencuri kurang atau lebih di hari lainnya?”

“Hmmm …” Alvin mulai tergoda. Dia memicingkan matanya.”Menarik juga.”

“Tertarik?” Irwan bertanya sekali lagi.

“Ya. Apa yang sudah kamu selidiki?” Alvin ingin tahu.

“Tadi pagi aku mengintai dari jendela kamarku. Ya, ada beberapa orang yang mauk ke perkarangan rumah. Pengantar susu, pengantar Koran, tukang jamu, dan tetangga sebelah rumah. Saat mereka masuk dan keluar aku perhatikan. Ternyata bunga mawar itu tak ada yang mereka petik. Juga tak ada yang hilang. Sayangnya, aku harus mandi. Nah, selesai mandi, aku kemudian melihat bunga-bunga mawar itu hilang tiga,” jelas Irwan.

“Hmm … aneh. Aku tertarik. Tapi ada syaratnya. Kamu harus ….”

“Aku tahu syaratnya. Pasti nanti aku penuhi. Yang penting aku ingin kamu memecahkan misteri ini dulu. Soalnya aku penasaran sekali,” kata Irwan.

Alvin manggut-manggut. Kalau begitu nanti malam, aku menginap di rumahmu ya,” katanya kemudian.

“Boleh,” sahut Irwan mengangguk mantap.

Sekitar pukul tujuh malam Alvin tiba di rumah Irwan. Semula Irwan berpikir Alvin akan langsung mengambil aksi menyelidiki misteri itu. Entah itu mendatangi kebun bunga mawar ibu atau melihat-lihat di tempat perkara. Alvin malah langsung minta di antar ke kamar mandi.

Tak lama kemudian Alvin masuk kea mar Irwan lalu tidur-tiduran.

“Aku minta syaratnya dulu dipenuhi,” kata Alvin.

“Huh, dasar! Iya, aku sudah siapain. Tunggu dulu ya,” kata Irwan sambil ke luar kamar. Tak lama kemudian Irwan kembali ke kamar sambil membawa sepiring tempe goreng hangat.

Semua orang tahu makanan kesukaan Alvin. Ya, tempe goreng. Dan setiap ada kasus yang harus dipecahkan Alvin, syaratnya harus disediakan tempe goreng dulu. Hm, entah apa hubungannya antara tempe dan jadi detektif.

Sambil makan tempe, Alvin melihat-lihat isi kamar Irwan.

“Ini foto keluargamu ya?” Tanya Alvin sambil memegang bingkai foto di meja belajar.

“Iya. Itu ibuku, ayah, Kak Melly, Kak Acha, dan adikku Nirina,” jelas Irwan.

“Semuanya suka bunga mawar?”

“Sebenarnya hanya ibuku yang suka bunga mawar. Dan … aku juga suka karena itu bunga kesukaan ibuku,” jawab Irwan.

Alvin manggut-manggut sambil menahan tawa. Jarang anak lelaki suka bunga. Tapi Irwan sudah menjawab jujur. “Lalu, siapa saja yang tahu tentang hilangnya bunga mawar itu?”

“Aku dan ibuku. Kami berdua. Karena hanya kami yang merawatnya.”

Alvin mencomot satu tempe lagi. Matanya menerawang. Entah sedang berpikir atau menikmati tempe goreng itu.

Anehnya sampai waktu tidur, Alvin tidak lagi bertanya-tanya hal yang berhubungan dengan bunga mawar. Irwan jadi ragu Alvin akan mampu memecahkan misteri bunga mawar yang hilang itu.

Tapi keesokan harinya, Alvin sudah bangun sejak pagi. Dia mandi paling awal di antara yang lain di rumah Irwan. Setelah itu, dia duduk di jendela mengamati kebun mawar. Sementara Irwan juga ikut mengamati. Beberapa orang terlihat berlalu lalang masuk melewati kebun mawar. Sama seperti harai-hari seblumnya. Dan tidak ada mawar yang hilang.

Irwan pun ke kamar mandi. Tak lama setelah Irwan masuk kamar amndi, tiba-tiba Alvin melihat sesosok orang melangkah dengan cepat ke kebun meawar. Orang itu kemudian menggunting tiga tangkai mawar, lalu menghilang dengan cepat pula.

Klik!

Alvin tersenyum karena berhasil memotret diam-diam adegan pemotongan tiga tangkai mawar itu.

Saat Irwan kembali ke kamar, Alvin langsung HP berkamera milik Irwan.

“Ini pelakunya. Aku sudah menduganya sejak semalam. Pelakunya tidak mungkin orang lain. Pasti orang di rumahmu. Dan pelakunya tahu benar saat yang tepat untuk memotong bunga mawar ibumu, yakni saat pagi hari ibumu menyiapkan sarapan dan kamu mandi. Ya ahanya dua orang yang dia tunggutidak mengawasinya karena dia juga tahu ahanya dua orang yang akan bingung dengan hilangnya mawar-awar itu,” jelas Alvin panjang lebar.

Irwan ternganga melihat gambar Kak Melly tengah memotong bunga mawar.

“Buat apa kak melly memotong bunga mawar itu? Kak melly kan nggak sua bunga mawar?” Tanya Irwan.

“Tugasmu menanyakan kepadanya. Sekarang aku mau pulang dulu ke rumah ya,” kata Alvin sambil melangkah pulang ke rumahnya yang jaraknya seratus meter.

Ketika di sekolah Irwan menceritakan kejadian berikutnya setlah Alvin pulang.

“Kak Melly mengakui perbuatannya. Katanya dia terpaksa mengambil mawar itu tanpa izin karena khawatir tidak dibolehkan. Selama ini an Kak melly nggak mau merawat kebun mawar ibu. Katanya, tiga bunga mawar itu diambilnya untuk diberikan kepada panitia penerimaan mahasiswa baru. Kak melly memang mendapat tugas setiap hari membawa tiga tangkai mawar,’ jelas Irwan.

“Ooooh begitu …. Ya sudah. Pokoknya imbalannya jangan lupa. Setiap minggu au disediakan tempe goreng sepiring kalau main ke rumahmu.”

“Huh, dasar detektif tempe!”

^_^

HORE, BP 26 Agustus 2007


Aku Suka Makan Tempe!

Hai, apakah kalian suka makan tempe? Ya, banyak yang suka makan tempe tapi tidak mau mengatakannya. Mereka lebih suka bilang penggemar makanan asing seperti pizza ataupun burger. Hm, mungkin setelah membaca tulisan ini, banyak orang yang tidak malu lagi mengatakan suka makan tempe.

Tempe adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan. Fermentasi tempe menggunakan kapang rhizopus atau ragi tempe. Tempe kaya akan serat, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam. Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Terutama kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menemukan tempe sebagai pengganti daging. Dengan ini sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia.

Dari kelas bawah, tempe terangkat menjadi makanan primadona yang kaya gizi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit berat. Namun demikian, beberapa negara maju berlomba-lomba membuat varian dan mempatenkan tempe. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan tempe dari makanan rakyat menjadi sumber komoditi yang bersifat monopoli pemegang lisensi.

Sejarah Tempe

Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata tempe, misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan.

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.

Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.

Melalui Belanda, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Tiongkok, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas.

Pada tahun 1940-an dilakukan usaha untuk memperkenalkan tempe ke Zimbabwe sebagai sumber protein yang murah. Namun demikian, usaha ini tidaklah berhasil karena masyarakat setempat tidak memiliki pengalaman mengkonsumsi makanan hasil fermentasi kapang.

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.

Perhatian yang begitu besar terhadap tempe sebenarnya telah dimulai sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Pada saat itu, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Dengan adanya tempe dan kandungan gizi yang dimilikinya, serta harga yang sangat terjangkau, menyelamatkan masyarakat miskin dari malagizi (malnutrition).

Khasiat dan Kandungan Gizi Tempe

Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.

Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.

Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).

Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada balita.

Vitamin

Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.

Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.

Nah, mengingat manfaatnya makan tempe, untuk apa malu-malu mengakui suka makan tempe? Apalagi tempe adalah makanan asli bangsa kita.

(benny rhamdani)

Friday, August 17, 2007

Cernak, 19 AGustus 2007


Juara Marathon


oleh Benny Rhamdani

Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini kembali diadakan komba marathon. Tentu saja bukan sejauh marathon sungguhan. Ini hanya marathon mini yang jaraknya lima kilometer. Peseratanya juga dibagi tiga bagian. Ada anak-anak, dewasa dan orangtua.

“Tahun lalu aku juaranya. Jadi tahun ini aku pasti menang lagi,” kata Dion beberapa hari lalu.

“Jangan sombong. Siapa tahu nanti ada yang mengalahkanmu,” kataku.

“Siapa? Kamu? Tahun lalu bias sampai finish saja sudah syukur. Kalau nggak salah kamu diurutan nomor dua puluh kan?” ledek Dion.

“Iya. Tapi aku dulu kan nggak pakai latihan kayak kamu.”

“Tahun ini juga aku nggak latihan. Tapi aku yakin aku tetap jadi juara marathon bagian anak-anak,” kata Dion sombong.

Aku hanya menarik nafas. Setelah itu aku makin semangat latihan lari setiap sore. Ternyata bukan hanya aku yang beratih lari sejak sebulan lalu. Salah satu yang juga latihan adalah tetangga baruku, Firman. Kami berlatih lari mengelilingi lapangan sepakbola setiap sore.

Mulanya, aku hanya sanggup berlari satu putaran lapangan, selanjutnya aku berjalan. Tapi lama kelamaan aku bisa berlari mulai dua putaran, tiga putaran, hingga lima putaran tanpa berhenti ataupun berjalan.

Kalau Firman berbeda dengan aku. Dia suka main sepak bola jadi sudah terbiasa lari dan berenang. Nafasnya kuat. Aku yakin dia akan jadi pemenang lomba marathon besok.

Tapi

Sore tadi aku mendapat kabar, Firman terjatuh saat dibonceng motor oleh pamannya. Aku segera mengejenguknya. Lukanya tidak terlalu parah.

“Aku baik-baik saja. Tapi aku nggak bisa ikutan marathon besok. Tumitku masih sakit. Untuk berjalan saja terasa linu. Apalagi lari marathon,” katanya.

Aku sedih mendengar kabar tersebut.

“Ilham, kamu harus memenangkan pertandingan maratgon besok. Ingat ya, kau harus menang bukan hanya untukmu, tapi juga untukku,” kata Firman.

Aku mengangguk sambil membisu. Sebenarnya aku ragu untuk memenangkan pertandingan bsok pagi. Ah, tapi aku harus berusaha!

Malanya aku membaca-baca majalah. Aku menemukan catatan sejarah tentang lari marathon. Ternyata marathon diambil dari nama daerah di Yunani tempat terjadinya peperangan antara tentara Yunani dan Persia. Tentara Yunani menang, kaku mengutus seorang prajurit untuk memberi kabar ke ibu kota, yakni Athena. Prajurit itu harus berlari sekitar 42 km, dan berhadil. Tapi sampai ditempat ia meninggal dunia.

Wah, aku juga harus punya semangat tinggi untuk berhasil menang, pikirku.

Keesokan paginya, aku bangun pagi-pagi sekali. Aku berangkat menuju garis finis lomba marathon diantar Ayah. Kulihat Dion juga sudah bersiap-siap. Dia tersenyum mengejek ke arahku.

Lomba lari pun dimulai dengan tanda kibasan bendera oleh Pak Camat. Aku pun berlari bersama lima puluh anak lainnya. Kulihat Dion melesat maju di antara lainnya. Kainya yang panjanh membuat langkahnya lebar.

“Ayo, Ilham! Kamu bias lebih cepat!”

Aku melirik ke pinggir jalan. Ternyata Firman! Dia menyemangatiku dengan teriakannya.

Aku makin beresemangat mendengarnya. Aku langsung membayangkan diriku tidak sedang berlomba marathon mini. Tapi aku adalah seorang pejuang yang harus menyampaikan pesan rahasia di garis finish nanti. Jika tidak, maka banyak korban yang akan berjatuhan.

Ya … cepat … cepat!

Aku berlari secepat mungkin. Dion pun berhasil kulewati. Juga beberapa pelari di depan Dion.

Aku harus segera menyampaikan pesan rahasia ini … ya … harus …

Tali yang membentang di garis finish mulai kulihat. Dan … oh akhirnya aku berhasil menjadi orang pertama yang sampai finish.

“Ilham kamu hebat!”

Ternyata Ayah, Ibu, kakakku dan juga Firman langsung menyambutku di garis finish. Ayah memintau tiduran sebentar lalu duduk.

“Kamu hebat. Larimu kencang sekali. Jauh lebih kencang dibandingkan saat latihan,” kata Firman sambil menyodorkan minuman.

“Aku memang punya rahasia. Tapi aku malu bilangnya …”

“Kenapa malu?”

“Hehe, lihat itu Dion baru sampai!” teriakku ke garis finish.

Ya aku lihat Dion tiba di garis finish dengan nafas tersengal-sengal. Hm, padagal tahu lalu dia bisa menjuarai lomba marathon mini ini dengan hebatnya.

“Biarpun dia juara tahun lalu, kalau tidak pernah latihan, bagaimana mau menang?” kata orang-orang di dekatku.

Ya, artinya … kalau tahun depan aku tetap mau jadi juara marathon, aku tetap harus latihan! Itulah rahasia kemenanganku sesungguhnya.

^-^

Hore, 19 AGustus 2007


Merah Putih Teruslah Berkibar

Apa yang kalian ketahui tentang bendera kebangsaan kita? Ya, watnanya merah dan putih. Tapi apakah teman-teman tahu banyak tentang sejarah bendera kita? Kalau belum, yuk kita sama-sama mengenal lebih jauh bendera kebangsaan kita.

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit.

Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.

Arti Warna

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.

Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa.

Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

Bendera kita mirip dengan bendera negara Bendera Monako dan Solothum yang mempunyai warna sama namun rasio yang berbeda. Selain itu bendera kita juga mirip dengan Bendera Polandia yang mempunyai warna yang sama namun warnanya terbalik.

Julukan

Sang Saka Merah Putih merupakan julukan kehormatan terhadap bendera Merah Putih negara Indonesia. Pada mulanya sebutan ini ditujukan untuk bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, saat Proklamasi dilaksanakan. Tetapi selanjutnya dalam penggunaan umum, Sang Saka Merah Putih ditujukan kepada setiap bendera Merah Putih yang dikibarkan dalam setiap upacara bendera.

Bendera pusaka dibuat oleh Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno, pada tahun 1944. Bendera berbahan katun Jepang berukuran 276 x 200 cm. Sejak tahun 1946 sampai dengan 1968, bendera tersebut hanya dikibarkan pada setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI. Sejak tahun 1969, bendera itu tidak pernah dikibarkan lagi dan sampai saat ini disimpan di Istana Merdeka. Bendera itu sempat sobek di dua ujungnya, ujung berwarna putih sobek sebesar 12 X 42 cm. Ujung berwarna merah sobek sebesar 15x 47 cm. Lalu ada bolong-bolong kecil karena jamur dan gigitan serangga, noda berwarna kecoklatan, hitam, dan putih. Karena terlalu lama dilipat, lipatan-lipatan itu pun sobek dan warna di sekitar lipatannya memudar.

Setelah tahun 1969, yang dikerek dan dikibarkan pada hari ulang tahun kemerdekaan RI adalah bendera duplikatnya yang terbuat dari sutra. Bendera pusaka turut pula dihadirkan namun ia hanya 'menyaksikan' dari dalam kotak penyimpanannya.

Paskibraka

Paskibraka adalah singkatan dari pasukan pengibar bendera pusaka. Anggotanya berasal dari pelajar tingkat menengah kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus di beberapa tingkat wilayah, provinsi dan nasional.

Tahun 1967, Hussein Mutahar dipanggil Presiden Suharto untuk menangani lagi masalah Pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogjakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu: Kelompok 17 / PENGIRING (PEMANDU), Kelompok 8 / PEMBAWA (INTI), dan Kelompok 45 / PENGAWAL.

Ini merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, beliau melibatkan putra daerah yang ada di jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas Pengibaran Bendera Pusaka.

Semula rencana beliau untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para Mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI). Usul lain menggunakan anggota Pasukan Khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, MARINIR dan BRIMOB) juga tidak mudah, akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi dan sekaligus mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

Pada 17 Agustus 1968, petugas pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Tetapi propinsi-propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.

Pada 5 Agustus 1969 di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Presiden Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakrta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan.

Pada tahun itu resmi anggota PASKIBRAKA adalah para remaja siswa SMTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari 26 propinsi di Indonesia, dan tiap propinsi diwakili oleh sepasang remaja. Dari tahun 1967 sampai tahun 1972 anggota yang terlibat masih dinamakan sebagai anggota "Pengerek Bendera". Pada 1973 Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian PENGIBAR, RA berarti BendeRA dan KA berarti PusaKA, mulai saat itu singkatan anggota pengibar bendera pusaka adalah PASKIBRAKA.

Nah, kalian juga bias menjadi anggota Paskibraka lho!

(benny rhamdani)

Saturday, August 11, 2007

CERNAK, BP 12 Agustus 2007



Tempat Les Misterius

Oleh Benny Rhamdani

Anak-anak kelas lima kaget dengan prestasi belajar Rini belakangan ini. Rini yang semula tidak terlalu diandalkan, ternyata nilai-nilai ulangannya mampu menyamai tiga anak paling pintar di kelas. Bahkan ulangan matematikanya terakhir bias mengalahkan nilai ulangan Priska, sang juara kelas.

“Rini, kamu hebat. Dapat sepuluh ya? Kudengar Priska hanya dapat sembilan setengah,” kata Salsa.

“Iya. Terus terang aku juga nggak menyangka bisa mengalahkan nilai Priska,” jawab Rini.

“Bagaimana caranya kamu belajar? Belakangan nilai-nilaimu selalu tinggi,” Salsa bertanya lagi. “Kamu nggak nyontek kan kalau ulangan?”

“Ah, aku sih lebih baik dapat nilai jelek tapi usaha jujur, daripada dapat nilai bagus tapi boleh nyontek,” sahut Rini.

“Terus, bagaimana caranya?” desak Salsa.

“Aku ikut les,” jawab Rini.

“Les? Ya, aku juga ikut les kok. Tempat les yang paling mahal. Tapi tidak bisa langsung sepandai kamu. Memangnya kamu les di mana? Pasti mahal ya?”

Rini menggelengkan kepalanya. “Siapa bilang mahal? Murah kok!”

“Terus, di mana dong?” Salsa malah penasaran.

Rini hanya tersenyum. “Aku tidak mau bilang sama kamu,” kataRini.

Salsa merengut kesal. Tapi dia tidak berani marah-marah sama Rini. Salsa yakin, nanti juga Rini akan mengatakannya.

Sayangnya, setelah seminggu berlalu Rini belum juga menceritakan soal tempat lesnya. Salsa akhirnya memutuskan untuk menyelidiki sendiri tempat les misterius itu.

Aku akan mengikuti Rini biar tahu tempat lesnya, kata Salsa dalam hati.

Hari Senin adalah hari pertama Salsa menguntit Rini. Mulai dari spulang sekolah, Salsa terus mengamati rumah Rini. Dia mengawasi dari mobil yang disupiri Pak Sapri. Tapi Salsa tidak melihat Rini ke luar rumah sampai sore.

Hari Selasa, Salsa kembali menguntit Rini. Kali ini dia melihat Rini keluar rumah menuju ke perpustakaan kota. Tapi tak lama kemudian Rini pulang membawa buku-buku perpustakaan yang dipinjamnya.

Hari Rabu, Salsa melihat Rini keluar rumah bersama seseorang. Bukan pergi perpustakaan, tapi ke supermarket mini. Tapi lagi-lagi hanya sebentar.

Hari Kamis, Rini tidak ke luar rumah sama sekali.

Hari Jumat, Rini ke luar rumah. Bukan ke perpustakaan atau supermarket mini. Salsa gembira mengetahuinya. Rini menuju sebuah rumah.

Ah, jangan-jangan ini tempat les Rini, pikir Salsa.

Tapi kegembiraan Salsa berubah ketika melihat papan di depan rumah itu. Sangar Tari Bali.

Jadi tempat itu memang tempat les, tapi les tari Bali. Salsa kecewa. Tidak mungkin orang jadi pintar karena belajar tari Bali, pikirnya.

Hari Sabtu Salsa sudah tidak tahan dengan rasa ingin tahunya. Dia sengaja mendatangi rumah Rini di sore hari. Ternyata Rini tidak ke mana-mana hari itu.

“Silakan masuk, Salsa. Tante sering melihat mobil kamu di seberang jalan. Kenapa tidak masuk saja?” tanya mama Rini yang menyambut masuk. Rini sedang berada di kamar mandi.

Salsa tersipu malu. “Maaf, tante, sebenarnya Salsa sedang menyelidiki Rini. Makanya Salsa mengintai dari seberang,” jelas Salsa.

“Mengintai? Mengintai apa?” Mama Rini bingung.

“Itu … tentang tempat les Rini.”

“Tempat les? Rini kan tidak les. Tante sedang tidak punya uang.”

“Tapi Rini bilang, dia sekarang les. Itu sebabnya nilai-nilai ulangan dia selalu tinggi,” jelas Salsa.

Mama Rini manggut-manggut. “Oh, maksudnya itu ya? Tante tahu jawabannya.

“Bagaimana?” Salsa tidak sabar.

“Sejak Ayah Rini meninggal, Tante harus berusaha mencari penghasilan tambahan. Tante lantas membuka kost-kost-an di rumah ini. Ada enam kamar kost. Kebetulan yang mgisi banyak mahasiswi. Nah, salah satu penghuni kamar kost sangat dekat dengan Rini. Namanya Kak Wida. Nah, kak Wida inilah yang banyak membantu Rini belajar. Tempat lesnya ya di rumah ini. Tidak ke mana-mana,” jelas mama Rini.

“Iya …” tiba-tiba Rini masuk ke ruang tengah bersama seseorang yang pernah dilihat Salsa. “Nah ini kenalkan Kak Wida, guru lesku.”

Salsa menatap Rini dan Kak Wida bergantian. Dia masih tidak percaya kalau Rini bisa pintar hanya karena les di rumah.

“Bagaimana kalau Kak wida nanti pindah kost> Nanti kamu les di mana?” tanya Salsa kemudian.

“Ya, nggak mungkin. Kak wida sudah mau tunangan dengan Kak Irfan, kakakku. Nanti Kak Wida malah akan tinggal di rumah ini, tidak sebagai anak kost lagi,” kata Rini sambil tersenyum.

Salsa menelan ludah. Duh betapa enaknya Rini, punya orang dekat yang pandai dan bias mengajarinya menjadi pandai.

“Ngomong-ngomong, aku boleh ngak les dengan Kak wida?” Tanya salsa kemudian.

“Boleh … tapi uang bayarannya mahal. Sekarung uang logam setiap bulan,” sahut Rini.

“Kok begitu?” Salsa cemberut.

“Ya, nggak usah bayar juga nggak apa-apa kok. Rini tadi hanya bercanda. Yang penting, kamu harus tambah serus belajarnya,” sela kak wida sambil tersenyum.

Duuuh, senangnya hati salsa mendengar hal itu. Ya, hari ini gembira karena dua hal. Pertama, dia tahu tempat les misterius itu. Kedua,. dia langsung diterima jadi murid di tempat itu.

^-^


Hore, BP 12 Agustus 2007


Pilih-pilih Bimbel, Yuk!

Hai teman-teman, bagaimana kelas baru kalian sekarang? Menyenangkan? Bagaimana dengan pelajarannya? Semoga kalian tetap bias menikmati pelajaran yang baru. Jika kalian menemui kesulitan dalam belajar, jangan malu-malu bertanya dengan guru kalian atau orangtua kalian.

Memang, ada juga guru yang sibuk sehingga sering kali menjelaskan pelajaran tidak sampai kita mengerti. Akhirnya kita harus mencari tahu ke tempat lain. Di rumah, kalau ada kakak yang bias membantu akan lebih baik. Tapi kalau tidak ada bagaimana? Juga kalau orangtua kita sibuk dengna pekerjaan mereka.

Nah, salah satu cara yang dapat membantu kita belajar dengan baik adalah ikut les atau bimbingan belajar di tempat-tempat yang kini banyak tersedia. Tapi, kita tetap harus teliti tempat untuk les atau bimbingan belajar itu. Terutama bagi kalian yang duduk di kursi kelas 6 karena harus menghadapi ujian akhir. Buat teman-teman yang bingung menentukan tempat Binbel, ini ada beberapa tips yang mungkin akan lebih memudahkan kamu menentukan pilihan.

Kumpulkan Informasi

Cari informasi di mana tempat Bimbingan Belajar (bimbel) diselenggarakan. Kamu bisa mencarinya melalui koran atau media massa yang lain. Sebaiknya, kumpulkan sebanyak-banyaknya dulu bimbel yang kamu tahu, lalu kelompokkan mulai dari yang jaraknya dekat rumah atau sekolahmu, sampai yang paling jauh dengan rumah atau sekolahmu. Cobalah untuk membanding-bandingkan satu sama yang lain anatra kekuarangan dan kelebihan. Sebaiknya, bimbel yang kalian pilih dekat dengan rumah atau sekolah sehingga kamu tidak capai di tengah perjalanan karena harus bolak-balik sekolah, bimbel dan rumah.

Fasilitas

Perhatikan fasilitas yang bakal kamu dapatkan dari iklan bimbel tersebut. Tapi ingat, Jangan mudah terpengaruh penawaran-penawaran yang diberikan dalam iklan. Bimbel yang baik memiliki ruangan yang nyaman untuk belajar. Kalau tidak ada AC, sebenarnya tidak masalah kalau ruangannya mempunya sirkulasi udara yang baik. Tak lupa penerangan yang baik pula. Sebaiknya ikuti bimbel yang kelasnya tidak terlalu banyak peserta. Karena kalau terlalu banyak, nanti suasana belajar akan mirip dengan sekolah kalian.

Selain itu, bimbel yang kalian pilih harus mempunyai guru yang berpengalaman di bidangnya. Guru bimbel harus mempunyai kemampuan lebih baik dari pada guru di sekolah kita sehingga dia akan menjelaskan suatu materi pelajaran yang sulit yang tidak kita mengerti saat dijelaskan guru di kelas.

Minta Pendapat

Pelajari informasi mengenai bimbel tersebut dengan seksama. Tanyakan pada guru atau teman yang mungkin tahu tentang keberadaan binbel tersebut. Minta pertimbangan orangtua sebelum mengambil keputusan memilih tempat yang diinginkan. Biasanya orangtua kita akan ikut pula mencari bimbel yang baik. Orangtua kita bsia bertanya ke teman-temannya atau mungin mengajak kita mendatangi tempat-tempat bimbel itu.

Jika ada temanmu yang sudah belajar di bimbel itu kalian akan lebih mudah menilai. Apakah teman kalian setelah mengikuti bimbel itu nilai-nilai pelajarannya membaik. Kalau memang membaik, maka kamu dapat mengikuti jejak temanmu. Jangan asal-asalan mengikuti jejak temanmu, karena kalau hanya ikut-ikutan belum tentu nanti kamu betah.

Metode Belajar

Mintalah informasi selengkap-lengkapnya mengenai metode belajar atau penyelesaian soal yang diterapkan di setiap bimbel. Biasanya bimbel yang baik mempunya metode khusus untuk menyerap pelajaran dengan cepat dengan mudah. Ada yang menggunakan metode asosiasi ada juga yang menggunakan metode kumon.Intinya, kalau metodenya sama dengan di sekolah, berarti bimbel itu bukan untuk kita pilih.

Bimbel yang bagus biasanya akan memberi kesempatan pada kalian untuk mengikuti percobaan selama sehari untuk mencoba metode mereka. Atau kalian bias juga bertanya-tanya pada peserta bimbel tersebut, seberapa jaug sih metode di bimbel itu bias membuat mereka lebih hebat mencerna pelajaran.

Biaya

Pilihlah tempat bimbel yang sesuai dengan kemampuan/kondisi keuangan. Salah satu alas an untuk memilih bimbel yang dekat rumah atau sekolah, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos tamabahan. Oh iya, tidak semua bimbel yang bagus itu mahal. Banyak lho bimbel yang bagus dan terkenal tapi emmasang tariff murah.

Perhatikan pula paket-paket kelas pilihan di bimbel itu. Ada paket murah yang biasanya jumlah waktu pertemuannya lebih singkat dalam seminggu, misalnya dua jam. Ada juga paker mahal yang waktu pertemuannya lebih lama, misalnya 8 jam dalam seminggu. Kalian bias mencoba dulu untuk mengambil paket yang murah. Jika kalian cocok dan ingin meneruskanya bias mengambil paket mahal. Atau kalian baru mengambil paket mahal nanti begitu waktu ujian makin dekat.

Nah, mudah-mudahan tips di atas bisa membantu teman-teman agar tidak bingung memilih bimbingan belajar. Oh iya, sebenarnya untuk menajadi anak pandai juga tergantung tekad kalian juga lho. Biar kalian ikut bimbel, tapi kalian malas-malasan, mungkin akan percuma. Semoga belajar kalian sukses ya!

(benny rhamdani)

Saturday, August 04, 2007

Cernak, 5 Agustus 2007


Suatu Saat Tanpa Listrik

Oleh Benny Rhamdani

“Salsa, matikan lampunya. Masih siang ini kan? Lho, itu radionya kan sudah tidak didengar. Dimatikan dong,” kata Kak Aga di pintu kamar.

“Aduh, Kak Aga ini bawel. Sore-sore sudah makan ceramah Kak Aga. Waduh, belum nanti malam. Matikan teve, kipas angina juga jangan dipasang terus. Uuh, memangnya yang bayar listrik Kak Aga?” timpal Salsa kesal sambil melempar komiknya.

“Bukan karena masalah yang bayar itu siapa, tapi kita harus hemat listrik,” kata Kak Aga.

“Kita hemat listrik, tapi orang lain tidak hemat, ya listriknya ettap saja boros,” tambah Salsa tak mau kalah.

“Hu-uh, kamu dikasih tahu malah rewel!” Kak Aga akhirnya meninggalkan kamar Salsa.

Kejadian seperti ini sering sekali terjadi di rumah. Kak Adam emmang terkenal sangat hemat listrik, sebaliknya Salsa sering boros memakai listrik. Papa sebenarnya ingin menegur kebiasaan buruk salsa, tapi Papa tahu Salsa tidak mudah untuk diberitahu.

Sampai suatu hari, Papa mengajak salsa, Mama, dan kak Aga pikinik ke hutan. Merka berencana kemping di hutan.

“Wah, asyik! Aku nanti mau memetik bunga-bunga liar yang cantik di hutan,” kata Salsa.

“Jangan dong, sayang,” kata Mama.”Kita kemping di hutan untuk menikmati keindahan alam yang masih alami, bukan untuk merusaknya.”

Mereka berempat berangkat sabtu siang ke luar kota menggunakan mobil. Tepat menjelang hutan. Papa memarkirkan mobil di ujung jalan beraspal. Ada sebuah pondok kecil yang dihuni penjaga hutan. Setelah meminta izin, Papa mengajak semuanya berjalan mengikuti jalan setapak.

“Mudah-mudahan tidak jaug ya tempat kempingnya,” kata Salsa setelah berjalan beberapa ratus meter dan kelelahan.

“Ah, kamu cuma menenteng kantong plastic aja sudah capek!” ledek Kaka Aga yang menggendong tas ransel besar.

Tak lama mereka sampai di sebuah tempat yang rata dekat kerumunan pohon pinus. Sebelum malam tiba, mereka segera mendirikan tenda. Setelah beres, mereka bersama-sama ke sungai kecil yang tak jauh dari tenda mereka.

“Wah, sungainya jernih dan segar!” kata Salsa.

“Hei, jangan buang sampah bekas botol minumanmu ke sungai!” larang Kak Aga.

“Memangnya kenapa? Nanti juga terbawa hanyut,” Tanya Salsa.

“Iya, tapi kamu sudah mengotori sungai ini. Sini biar aku yang bawakan!” kata Kak Aga sambil mengambil botol minuman yang hendak dibuang Salsa.

Saat kembali ke tenda, Salsa mencari handphonenya di tas. Salas ingin menelepon teman-temannya dan bercerita kalau ia tengah kemping di hutan. Ia baru tersadar handphone-nya mati karena habis baterenya.

“Kak Aga, pinjam charger dong,” pinta Salsa.

“Kakak nggak bawa. Lagi pula buat apa? Di sini nggak ada listrik,” kata Kak Aga.

“Oh iya, ya!” Salasa memukul kepalanya. Duh, bagaimana dia bisa menyalakan handphone kalau tidak ada listrik? Huh, betapa tidak enaknya tinggal di hutan yang tidak ada listrik. “Kalau begitu pinjam handphonenya, boleh, kan?”

“Kami semua tidak membawa handphone. Dititipkan di Pak penjaga hutan tadi,” kata Mama.

Salsa merengut. Tidak ada handphone tidak ada hiburan. Padahal di handphonenya ada segala fasilitas.

Malam pun datang. Stelah shalat berjamaah, mereka menyiapkan makan malam. Mama, Papa dan Kak Aga sibuk memasak.

“Kenapa harus repot-repot memasak? Kan, ada makanan yang sudah tinggal makan? Mama kok pakai masak nasi segala. Papa juga nih, kok baker-bakar sate segala. Kita makan mie instant saja yuk!” protes Salsa.

“Kalau mau makan mie instant bisa di rumah. Kita kan lagi kemping, jadi harus benar-benar seperti orang kemping,” kata Kak Aga.

Salsa langsung berdiri dan masuk ke tenda. Tapi di tenda pun gelap. Hanya ada cahaya dari api unggun yang dipakai memasak. Tidak ada penerang untuk menerangi komik yang ingin dibacanya, tidak ada bunyi musik selain suara serangga malam.

Salsa menyesal ikut kemping.

“Salsa, ayo kita makan!” ajak Mama.

Tadinya Salsa ingin mogok makan, tapi perutnya terasa lapar. Akhirnya ia kembali bergabung di sekitar api unggun. Makan nasi liwet dan ayam bakar. Hmm, rasanya enak juga makan di antara api unggun seperti ini, pikir Salsa.

Beres makan, mereka bersantai sambila bernyanyi bersama. Kak Aga dan papa bergantian memetik gitar. Salsa dan Mama yang menyanyi. Kalau di rumah, biasanya mereka memasang karaoke. Tapi di sini mana ada listrik, jadi tidak bisa berkaraoke.

Tapi asyik juga bernanyi hanya dengan gitar, pikir Salsa senang.

Ketika malam semakin larut, papa mengajak semua ke tepi bukit lalu duduk memandangi langit yang penuh bintang. Cahaya rembulan serasa terang benderang.

Baru kali ini salsa menyadari betapa indahanya cahaya langit di waktu malam. Ada bintang dan bulan. Lebih indah dari pada lampu-lampu hias di kota. Rasa menyesalnya ikut kemping luntur seketika.

“Heh lihat itu banyak kunang terbang!” teriak Kak aga.

“Wah, indahnya!” seru Salsa takjub. Dia terus mengamati kunang-kunang itu sampai akhirnya kunang-kunang itu terbang entah ke mana.

Tak terasa mereka pun mulai letih. Papa dan Mama mengajak mereka tidur di tenda. Mama dan Salsa tidur lebih dulu karena Pa dan Kak Aga masih ingin ebrjaga-jaga di luar tenda.

Biasanya salsa paling susah tidur dalam keadaan gelap. Di kamar pun, dia harus tidur dengan lampu dalam keadaan menyala. Tapi karena tidak ada listrik, Salsa tidak bisa tidur tanpa penerangan. Tapi akhirnya dia tertidur lelap karena letih.

Ya, saat ini walaupun tanpa listrik, Salsa masih bisa menikmati hari-harinya.

“Semoga setelah pulang kemping ini, salsa akan sadar bahwa kita tidak perlu tergantung terus dengan listrik ya, pa,” kata Kak Aga berbisisk di lua tenda.

“Ya. Tapi harus pelan-pelan dan kita harus mencontohkannya dengan benar. Jangan hanya diceramahi,” tambah Papa.

Dan malam pun semakain larut …..

^-^