Saturday, March 15, 2008

CERNAK, 14 Maret 2008


Ary dan Arie
oleh Benny Rhamdani


Bel tanda istirahat baru berbunyi beberapa menit lalu. Tapi keributan di kelas enam sudah mulai. Pertengkaran mulut antara Ary dan Arie. Seperti biasa, masalah nama mereka. Meski ditulis berbeda, tapi dibaca sama, yakni Ari.
"Pokoknya kamu harus mengganti nama panggilanmu," seru Ary lantang.
"Kenapa aku yang harus mengganti? Kenapa bukan kamu?" balik Arie.
"Karena aku lebih dulu sekolah di sini. Sedang kamu anak baru! Lagipula panggilan itu cuma pantas buat anak laki-laki," sambung Ary.
Arie bertolak pinggang. "Peraturan mana itu?" tantang Arie.
"Peraturannya belum kubuat. Tapi buktinya banyak. Lihat saja bintang sinetron, Ari Wibowo atau Ari Sihasale, itu semuanya cowok. Pokoknya, mulai besok kamu harus mengganti nama panggilanmu," ancam Ary.
"Enak saja. Kamu saja. Nama panjangmu itu Aryanto Sadewa. Ganti saja menjadi Yanto, Sade atau Dewa. Kalau namaku memang Arie Manisha. Jadi panggilanku memang Arie," Arie bersikeras.
Anak-anak kelas enam yang melihat hanya menggelengkan kepala. Sudah dua hari ini kelas mereka selalu ramai saat istirahat. Sejak kehadiran anak baru bernama Arie. Masalahnya hanya sebuah nama. Tapi keduanya sama-sama keras kepala.
Di luar kelas anak-anak mulai mengadu kepada Oben, sang ketua kelas.
"Tidak baik membiarkan mereka terus bertengkar, Ben," desak Rani.
"Aku juga tidak suka melihat mereka bertengkar. Hanya saja kupikir, mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri," sahut Oben.
"Tapi kalau sudah begini...apa kamu mau diam terus?" desak Puput.
"Aku sudah punya rencana. Mulai besok pagi, kita jalankan rencana ini," kata Oben. Ia segera memaparkan rencananya. Ketika sekolah bubar seisi kelas enam sudah memahami rencana itu. Tentu saja selain Ary dan Arie.
Keesokan paginya Ary seperti biasa berangkat dengan sepedanya. Dalam perjalanan ia menjemput Dika dan Asep.
"Kalian sudah bikin pe-er matematika?" tanya Ary sambil mengayuh sepeda.
"Sudah. Kamu, Wa?" balik Dika.
"Dewa, biasanya kamu suka lupa. Hati-hati, nanti kena hukum lagi," susul Asep.
"Dewa...? Kalian memanggilku Dewa? Heh, pasti kalian sudah kena suap anak baru itu, agar memanggilku Dewa."
"Maksudmu, Nisha menyogok kami? Tidak sama sekali!" kilah Asep.
"Nisha? Jadi kalian juga mengganti nama panggilan anak baru itu? Hahaha, ini pasti ulah Oben!"
"Ya, kami sekelas terpaksa sepakat mengganti nama panggilan kalian. Habis, tak ada yang mau mengalah, sih," jelas Dika.
"Hmmmm, tapi tak semudah itu. Aku tidak akan menyahut dengan nama panggilan itu," Ary bersikeras.
"Ayolah...apa jeleknya sih nama panggilan Dewa. Malah kelihatan lebih gagah untukmu," bujuk Dika.
"Hmm, kedengarannya tidak enak saja..." Ary mengayuh sepedanya lebih cepat. Ia meninggalkan kedua temannya itu. Sampai di kelas, teman yang lain ternyata memanggilnya dengan nama Dewa.
Kejanggalan pun dirasakan oleh Arie. Ia kaget ketika teman-temannya mulai memanggilnya Nisha. Arie tidak berani protes, karena semua teman sekelasnya memanggilnya begitu.
Oben sedikit lega ketika tahu rencananya berjalan mulus. Tapi benarkah?
Ternyata tidak! Tiba-tiba di saat istirahat seisi kelas enam terkejut melihat Arie menangis sesegukkan di bangkunya.
"Kenapa kamu menangis, Nisha?" tanya Rani yang sebangku dengannya.
"Aku sedih...karena...kalian memanggilku...Nisha...."
"Oh... itu kami lakukan karena kau dan Ary selalu bertengkar," jelas Rani.
"Tapi aku sedih jika dipanggil Nisha. Nama panggilan itu membuat aku teringat pada nenekku. Dulu sebelum pindah ke sini, aku tinggal di kota Lembang bersama nenekku. Ia selalu memanggilku Nisha. Tapi belum lama ini nenekku meninggal. Aku merasa kehilangan dan harus pindah ke sini dengan orang tuaku. Kini setiap orang memanggilku dengan nama Nisha...aku jadi sedih," papar Arie.
Puput dan Rani melirik ke arah Oben.
"Kalau kamu tidak mau dipanggil dengan nama Nisha, kamu boleh memilih sendiri nama panggilan barumu," usul Oben kemudian.
"Sungguh? Kalian akan memanggilku dengan nama yang kusuka?"
"Ya," semua menyahut.
"Cantik. Aku suka nama itu. Kalian mau memanggilku Cantik, kan?"
Tidak ada yang menyahut. Mereka menelan ludah.
"Tentu saja," sahut Oben buru-buru. Ia menahan rasa gelinya di hati. "Mulai sekarang kami akan memanggilmu Cantik."
Arie kelihatan senang mendengarnya.
"Tunggu dulu! Aku protes!" Tiba-tiba terdengar suara Ary. "Kalau dia boleh memilih sendiri nama panggilannya, mengapa aku tidak?"
"Memangnya kamu mau dipanggil apa?" tanya Oben langsung.
"Raul. Raul Gonzales Blancho!" Ary menyebut pemain sepak bola favoritnya.
"Huuuuuuu!!! Raul itu putih, hidungnya mancung, dan ganteng... Sedangkan kamu..." Puput menyela.
"Sudah-sudah, biar saja. Barangkali saja setelah dipanggil Raul, ia berubah jadi putih, mancung dan ganteng..." Oben berusaha menenangkan. "Ada lagi yang mau protes?"
Tak ada yang berani memprotes lagi. Tak ada lagi keributan tentang nama panggilan di waktu istirahat. Sejak itu Ary dan Arie dipanggil dengan nama Cantik dan Raul. Hanya guru-guru saja yang tetap memanggil mereka, Ary dan Arie.

Friday, March 14, 2008

HORE, 14 Maret 2007

Wisata Sungai di Dunia

Kalian beruntung tinggal di Palembang. Sebab di Palembang terdapat sungai besar yakni Sungai Musi. Di negara lain, sungai besar biasanya dimanfaatkan untuk tempat wisata. Misalnya saja Sungai Venesia di Italia.

Nah, mumpung tengah digalakkan Visit Musi 2008, yuk kita kenali tempat wisata sungai lainnya di dunia.


Venesia dan Gondola


Venesia di Italia merupakan satu-satunya kota di dunia yang sepenuhnya dibangun di atas air. Itulah yang membuat Venesia menjadi unik, di samping sejuta nilai sejarah yang disimpan olehnya. Venesia dibelah oleh sungai utama yang disebut Canal Grande. Sungai ini berfungsi seperti layaknya jalan protokol bagi penduduk Venesia memiliki panjang sekitar 3.5 km dan dikelilingi oleh gedung kuno maupun istana dari abad ke-13 hingga 18, dengan gabungan gaya Byzantine, Gothic, Renaissance dan Baroque.

Salah satu cara untuk menikmati Canal Grande adalah dengan menyewa gondola, perahu khas Venesia yang dikayuh oleh seorang pendayung. Duduk di atas sofa empuk gondola memberikan sensasi kemewahan tersendiri, bak raja dan putri dari beberapa abad yang lampau.

Gondola adalah sebuah perahu dayung tradisional Venice. Gondola merupakan sarana transportasi utama dalam Venice selama berabad-abad dan masih memegang peran penting dalam transportasi publik.

Gondola digerakan oleh seorang pendayung yang disebut gondolier. Berdasarkan hukum Venice seorang gondolier haru lahir di Venice supaya dapat melakukan pekerjaan ini. Berdasarkan hukum sumptuary Venice, gondola harus dicat hitam. Diperkirakan ada ribuan gondola pada abad ke-18. Namun sekarang hanya beberapa ratus saja, dan kebanyakan disewa oleh turis.

Gondola dibuat tangan dengan mengunakan 8 jenis kayu (fir, oak, cherry, walnut, elm, mahogany, larch and lime)dan terdiri dari 280 potong. Sisi kiri gondola dibuat lebih panjang dibanding sisi kanan ini dibuat untuk menyeimbangkan berat gondolier.

Untuk wisata yang murah kita dapat menaiki bus air (waterbus) merupakan transportasi umum penduduk Venesia. Saat wisata kita bias meihat bangunan rumah bertingkat di Venesia yang cantik, ditambah lagi dengan dinding-dinding dengan warna-warni pastel serta balkon yang menghiasi jendela.

Rialto Bridge merupakan jembatan tertua dan salah satu obyek yang terkenal di kota Venesia. Jembatan ini pada awalnya terbuat dari pontoon dan dibangun pada 1181. Pada 1250 bahan dasar jembatan ini diganti menjadi kayu. Jembatan itu kini terbuat dari batu, hasil rancangan Antonio da Ponte yang selesai dibangun pada 1591.

Ada banyak pulau-pulau lain di Venesia yang layak untuk dikunjungi, di antaranya Pulau Murano, Burano, Torcello, Lido dan San Michele. Jika waktu hanya sedikit, sempatkan untuk mampir ke Pulau Murano. Pulau ini terkenl dengan pernak-pernik cantik yang terbuat dari kaca. Yang disebut Murano glass.


Sungai Naga


Sungai Yangtze dalam bahasa Cina aslinya disebut Chang-jiang, merupakan sungai terpanjang di Cina, bahkan di benua Asia memang menjadi salah satu obyek wisata yang menarik bagi para turis yang berkunjung ke negeri Cina. Sungai ini bahkan merupakan sungai terpanjang di dunia,panjangnya mencapai lebih kurang 6300 km dan lebarnya lebih kurang berkisar antara 8 sampai dengan 1000 meter pada saat air pasang.

Sungai ini bersumber dari Gunung Kunlun (Kunlun Mountain), mengalir ke arah selatan melalui provinsi Sichuan dan Yunnan. Kemudian berkelok ke arah Timur Laut, mengalir melalui pusat Cina,provinsi Hunei,Anhui dan Jiangsu dan bermuara di timur laut Cina,sekitar 23 km di sebelah utara kota Shanghai.

Menurut kepercayaan ribuan tahun yang lalu, menyebutkan ular naga sebagai para penguasa sungai- sungai di daratan mahaluas 9,6 juta kilometer persegi ini. Salah seorang administrator negara masa silam amat terkenal adalah si Penjinak Naga, Li Beng. Ia berhasil menjinakkan luapan air Sungai Minjiang sehingga mencegah banjir besar melalui rancangan teknologi yang ia rancang 2.200 tahun.

Biasanya para turis yang berkunjung ke Sungai Yangtze ini dapat melakukan perjalanan mengelilingi sungai dengan menggunakan kapal boat.


Bebas Sampah di Chao Praya


Tempat wisata Sungai Chao Phraya di Thailand merupakan pertemuan dari empat sungai kecil Ping, Wang, Yom, dan Nan di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara. Panjang Sungai Chao Phraya diperkirakan mencapai 300 kilometer hingga bermuara di Teluk Thailand.

Sungai Chao Phraya berfungsi mulai dari untuk irigasi, pasar terapung, dan menjadi tulang punggung transportasi penduduk sekitar melalui kanal-kanal yang ada. Sungai ini menjadi sarana transportasi yang sangat vital sejak Kota Bangkok didirikan tahun 1782.

Meski jumlah kanal tidak sebanyak di Venesia, Italia, keberadaan kanal-kanal itu membuat para pendatang, terutama dari Eropa, menyebutnya Venesia dari Timur. Mirip sekali dengan kanal-kanal yang ada di Venesia, kanal-kanal di Bangkok memasuki kampung-kampung di kota itu. Kapal-kapal tradisional banyak terdapat di kanal-kanal itu.

Beberapa bangunan yang berada di pinggir sungai, seperti Candi Budha seperti Temple of Dawn atau Wat Arun, Wat Mahathat yang merupakan pusat kesarjanaan Budha, dan Wat Kalayanam. Sejarah Thailand bias dilihat di dalam Benteng Vichai Prasit, Sekolah Pertama untuk Perempuan (Rajini School), Kantor Pusat Angkatan Laut Kerajaan Thailand, dan Istana Raja yang berdekatan dengan Candi Emmerald Budha.


Kapal yang disediakan bagi wisatawan mulai dari kapal kecil mirip kano hingga kapal besar yang bisa ditumpangi puluhan orang. Kapal-kapal yang berdesain tradisional mendominasi angkutan wisata di tempat itu. Dengan kapal mesin bermotor, wisatawan diajak untuk menyusuri Sungai Chao Phraya yang sangat lebar dan luas.


Bila ingin mendapatkan kapal yang murah, wisatawan bisa menaiki Kapal Chao Phraya Express yang melayani Wat Ratsingkhon dekat Jembatan Krungthep di Distrik Yannawa dan tugu jam Nonthaburi, utara Bangkok. Perjalanan penuh dengan kapal ini selama 40 menit dan menawarkan sekilas pemandangan candi di pinggir sungai, gereja, istana berupa perahu.

Tidak hanya menyusuri sungai besarnya saja, pemandu juga mengajak para wisatawan memasuki kanal-kanal sungai, atau dalam bahasa setempat disebut klong, yang sempit. Di Chao Phraya meski banyak rumah yang berdiri di pinggir sungai, tidak ada kotoran maupun sampah yang mengapung. Semua bersih, tak ada pula WC umum di pinggir sungai. Wisatawan tak sekali pun mencium bau busuk di kanal-kanal sempit.

Saat memasuki kanal itu pemandu menawari wisatawan untuk pergi ke sejumlah tempat, dari mulai tempat pembiakan ikan hingga restoran di pinggir kanal. Di tempat pembiakan ikan, wisatawan ditawari untuk memberi makan ikan.

Nah, bagaimana menurut kalian wisata Sungai Musi? Apakah kalian melihat juga keindahan saat mengarungi sungai Musi? Jangan lupa ceritakan wisata kalian kemanapun kepada teman-teman yang lain ya! (ben)

Thursday, March 06, 2008

HORE, 9 Maret 2008



Geleng-geleng Sejarah Kaleng


Teman-teman, tentunya tahu yang namanya kaleng. Ada yang membuat kaleng sebagai atap, ada yang membuatnya menjadi wadah biskuit, susu atau minuman ringan. Ada juga yang kreatif menjadikan kaleng sebagai tempat sampah.

Nah, tahukah kalian bahwa kaleng itu memiliki sejarah panjang yang bikin kita geleng-geleng kepala. Biar asyik, kita baca saja yuk!


Kaleng tipis di temukan tahun 1810 oleh penduduk London bernama Peter Durand. Tahun sebelumnya, seorang pembuat kue dari Perancis, Nicolas Appert, memperkenalkan metode pengemasan makanan dengan cara memasukkan makanan ke dalam botol gelas atau keramik, menutupnya rapat-rapat lalu memanaskannya. Dia tidak dapat menjelaskan kenapa makanan tersebut bisa bertahan lebih lama, tetapi idenya tersebut telah memenangkan uang sebesar 12,000-francs, hadiah dari sayembara cara penyajian makanan yang diadakan Napoleon tahun 1795. Durand mensuplay makanan bagi tentara Napoleon dan membantu mereka terhindar dari kelaparan saat sedang dalam tugas jauh.

Kaleng tipis tidak terlalu populer di gunakan sampai tahun 1846, ketika sebuah teknologi baru mampu meningkatkan hasil produksi kaleng dari 6 buah menjadi 60 buah perjam. Saat itu, pembuka kaleng masih belum di temukan dan pada label produk masih tertulis: "potong di bagian atas menggunakan alat pahat dan palu."
Pembuka Kaleng

Pembuka kaleng baru di temukan tahun 1858 oleh orang Amerika, Ezra Warnet. Ada juga klaim yang menyatakan bahwa orang Inggris yang bernama Robert Yeates telah menemukan alat tersebut pada tahun 1855. Tetapi alat pembuka kaleng tidak langsung menjadi populer sampai sepuluh tahun kemudian ketika pembuka kaleng di berikan secara gratis saat membeli daging kalengan.

Pembuka kaleng dengan roda di temukan tahun 1925. Bir kaleng di luncurkan tahun 1935. Alat bukaan kalengnya yang lebih praktis dan mudah di gunakan di temukan oleh Ermal Cleon Fraze tahun 1959.

Sejak tahun, hampir 64 juta ton kaleng aluminum (atau hampir 300 juta kaleng) telah di produksi. Jumlah tersebut jika di jajar dan rentangkan di bulan, akan mampu menutupinya ratusan kali. Tetapi, jumlah sampah kaleng hanya 1% dari total sampah solid material - karena seperempat dari semua kaleng yang di produksi bisa di daur ulang.

Saat ini di seluruh dunia, 9 juta kaleng di daur ulang setiap jamnya. Jika tidak diualng, lama-lama bumi kita akan dipenuhi kaleng. Malah mungin suatu hari nanti kita akan menemukan sebuah pulau atau benua baru bernama Pulau Kaleng atau Benu Kaleng ya.
Nah, karena kaleng bisa didaur-ulang, kita sebaiknya memisahkan sampah kaleng dengan sampah organik.
Hati-hati

Setiap kaleng yang berasal dari penggunaan yang bermacam-macam itu memerlukan perlakuan yang berbeda-beda pula.

Untuk kaleng bekas wadah makanan dan minuman, pertama kali yang harus kita lakukan adalah melepas tutup kaleng tersebut. Kemudian masukkan tutup itu ke dalam kaleng dan gencet kaleng itu dari atas hingga gepeng, untuk menghemat ruang di kotak sampah.

Sedangkan untuk kaleng cat, kita harus membersihkan cat sisanya dengan kertas koran bekas, kemudian biarkan kering sebelum membuangnya ke kotak sampah. Bisa juga kaleng itu digepengkan dulu untuk menghemat ruang.

Untuk kaleng yang mengandung gas aerosol, seperti kaleng obat nyamuk semprot, kaleng parfum dan kaleng semprot lainnya, kita harus hati-hati memperlakukannya. Jangan digencet atau ditusuk-tusuk, biarkan mereka yang biasa melakukan daur ulang untuk melakukannya. Jangan lupa melepas tutup plastik dan nozzlenya untuk dibuang di tempat yang terpisah.

Sedangkan untuk kaleng bekas minyak goreng, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sisa minyak gorengnya. Lepas semua komponen plastik yang melekat pada kaleng itu dan buang di kotak daur ulang khusus plastik. Belah kaleng tersebut untuk menghemat ruang. Dengan melakukan hal-hal seperti yang disebut di atas, Anda akan meringankan beban mereka yang hendak mendaur ulang kaleng-kaleng tersebut. Gampang kan. (ben)

Friday, February 29, 2008

HORE, 2 Maret 2008



Mengenal Padi Yuk!


Tahukah kalian makanan pokok kita? Ya, nasi. Nasi berasal dari beras. Beras berasal dari tanaman padi. Apakah kalian pernah melihat padi?

Padi adalah salah satu tanaman dalam peradaban manusia. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua makanan biji-bijian setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Negara produsen padi terkemuka adalah Cina (31% dari total produksi dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brazil (3%).

Ciri-ciri
Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim Graminae atau Glumiflorae). Sejumlah ciri suku (familia) ini juga menjadi ciri padi, misalnya

* berakar serabut,
* daun berbentuk lanset (sempit memanjang),
* urat daun sejajar,
* memiliki pelepah daun,
* bunga tersusun sebagai bunga majemuk dengan satuan bunga berupa floret,
* floret tersusun dalam spikelet, khusus untuk padi satu spikelet hanya memiliki satu floret,
* buah dan biji sulit dibedakan karena merupakan bulir (Ing. grain) atau kariopsis.

Padi tersebar luas di seluruh dunia dan tumbuh di hampir semua bagian dunia yang memiliki cukup air dan suhu udara cukup hangat. Padi menyukai tanah yang lembab dan becek. Sejumlah ahli menduga, padi merupakan hasil evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa. Pendapat ini berdasar pada adanya tipe padi yang hidup di rawa-rawa (dapat ditemukan di sejumlah tempat di Pulau Kalimantan), kebutuhan padi yang tinggi akan air pada sebagian tahap kehidupannya, dan adanya pembuluh khusus di bagian akar padi yang berfungsi mengalirkan oksigen ke bagian akar.

Pemuliaan padi telah berlangsung sejak manusia membudidayakan padi. Dari hasil ini orang mengenal berbagai macam ras lokal padi, seperti rajalele dari Klaten atau cianjur pandanwangi dari Cianjur. Orang juga berhasil mengembangkan padi lahan kering (padi gogo) yang tidak memerlukan penggenangan atau padi rawa, yang mampu beradaptasi terhadap kedalaman air rawa yang berubah-ubah. Di negara lain dikembangkan pula berbagai tipe padi .

Namun demikian, pemuliaan padi secara sistematis baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina. Sejak saat itu, berbagai macam tipe padi dengan kualitas berbeda-beda berhasil dikembangkan secara terencana untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Wereng Cokelat

Pada tahun 1960-an pemuliaan padi diarahkan sepenuhnya pada peningkatan hasil. Hasilnya adalah padi 'IR5' dan 'IR8' (di Indonesia diadaptasi menjadi 'PB5' dan 'PB8'). Walaupun hasilnya tinggi tetapi banyak petani menolak karena rasanya tidak enak (pera). Selain itu, terjadi wabah hama wereng coklat pada tahun 1970-an. Puluhan ribu persilangan kemudian dilanjutkan untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Pada tahun 1984 Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Prestasi ini, sayangnya, tidak dapat dilanjutkan. Saat ini Indonesia kembali menjadi pengimpor padi terbesar di dunia.

Hadirnya bioteknologi dan rekayasa genetika pada tahun 1980-an memungkinkan perbaikan kualitas nasi. Sejumlah tim peneliti di Swiss mengembangkan padi transgenik yang mampu memproduksi toksin bagi hama pemakan bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida. IRRI, bekerja sama dengan beberapa lembaga lain, merakit "padi emas" (golden rice) yang dapat menghasilkan pro-vitamin A pada berasnya, yang diarahkan bagi pengentasan defisiensi vitamin A di berbagai negara berkembang. Suatu tim peneliti dari Jepang juga mengembangkan padi yang menghasilkan toksin bagi bakteri kolera. Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini dapat menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang.

Keanekaragaman padi

Padi pera adalah padi yang butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya.

Ketan, baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan jika ditanak sangat lekat.

Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras 'Cianjur Pandanwangi' (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan 'rajalele'.

Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

Padi rawa atau padi pasang surut dikembangkan oleh masyarakat yang tinggal di rawa-rawa Kalimantan. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti ayunan kedalaman air.

Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang (long grain), padi biji pendek (short grain).


Nah, sekarang kita jadi lebih mengenal banyak tentang tanaman yang butirannya menjadi makanan pokok kita. (ben)

Saturday, February 23, 2008

HORE, 24 Februari 2008


Kartu Untuk Bermain


Kalian suka main kartu? Ya, tentu saja boleh. Yang penting kalian memainkannya tanpa memakai taruhan. Sebab hal itu berarti mengarah ke perjudian. Banyak permainan kartu yang berguna bagi kita. Misalnya bagaimana mengatur strategi.

Kartu permainan (bahasa Inggris: playing cards), atau lebih dikenal dengan kartu remi, adalah sekumpulan kartu seukuran tangan yang digunakan untuk permainan kartu. Kartu ini sering juga digunakan untuk hal-hal lain, seperti sulap, enkripsi, permainan papan, dan pembuatan rumah kartu. Kata “remi” itu sendiri sebenarnya adalah nama salah satu permainan kartu.

Ada 1001 macam permainan kartu. Setiap negara bahkan wilayah suatu negara memiliki jenis permainannya sendiri. Di Tanah Air kita akrab dengan istilah permainan “empat-satu”, “remi”, “cangkulan”, dsb. Namun, yang populer di banyak negara misalnya poker, canasta, blackjack, casino, solitaire, bridge dengan jumlah pemain yang bisa berbeda-beda.

Solitaire dan bridge barangkali lebih familiar ketimbang yang lain. Solitaire, yang sudah dimainkan orang sejak ratusan tahun lalu - dan banyak jenisnya - itu dimainkan sendirian, terutama untuk mengisi waktu luang. Jangan heran kalau menjelang jam kerja berakhir di kantor-kantor, mudah dijumpai karyawan memainkannya di layar komputer pribadi (PC), bukan dengan kartu betulan. Maklum, solitaire menjadi program game standar yang di-install di PC.

Sedangkan bridge yang harus dimainkan oleh empat orang - biasanya berpasangan - bahkan menjadi salah satu nomor andalan bagi tim Indonesia dalam dunia olahraga untuk meraih kemenangan dalam suatu turnamen bridge internasional.

Seperti kita kenal sekarang, satu pak kartu remi berisi 52 lembar. Dibagi menjadi empat suit atau jenis kartu (Spade, Heart, Diamond, Club), masing-masing terdiri atas 13 kartu (dari As, 2, 3 dst. sampai King). Plus kartu tambahan berupa dua kartu joker, hitam dan merah.

Kapan dan siapa penemu kartu remi tidak diketahui secara pasti. Diduga embrionya berasal dari daratan China atau Hindustan (India) sekitar tahun 800. Bagaimana ceritanya sampai bisa masuk ke Eropa pun agak samar-samar. Mungkin dibawa oleh para pedagang, tentara, atau suku-suku nomaden. Yang jelas, jenis permainan kartu ini - entah datang dari Timur, Mesir, atau Arab - muncul di Italia kira-kira akhir tahun 1200-an. Setelah itu menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol.

Sejarah Kartu


Sejumlah ahli sejarah menduga, kartu permainan itu hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain berpendapat, permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. Empat batang tongkat atau anak panah yang sudah ditandai dengan empat simbol berbeda, dilemparkan ke atas altar. Tongkat mana yang jatuh, itulah yang diinterpretasikan sang pendeta sebagai titah dewa.

Kartu pertama di Eropa (Italia) disebut Kartu Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena bentuknya seperti tablet, dan digunakan antara lain untuk meramal nasib. Tarot tertua berasal dari tahun 1470 di Lombardy. Satu setnya 50 kartu, dibagi menjadi lima kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dsb.

Tarot terus berevolusi. Tarot Venetia jumlahnya 78 kartu, termasuk sebuah kartu - namanya il matto (si pandir) - yang diduga sebagai cikal-bakalnya joker modern.

Dulu kartu permainan terbatas dinikmati kaum borjuis atau bangsawan mengingat harganya mahal. Karena masih buatan tangan dan gambarnya hasil lukisan. Setelah sistem cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan teknik cetak dengan plat tembaga. Ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi di awal 1800-an makin mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman, Italia, dan Prancis.

Sejarah tidak mencatat siapa sebenarnya sosok Jack, Queen, dan King pada kartu modern. Namun tokoh pada kartu-kartu sebelumnya terus berganti dari waktu ke waktu. Pada kartu tua dari Italia dan Spanyol, keempat kartu King-nya menggambarkan para raja dari kerajaan besar dunia Abad Pertengahan. Lalu ketika Raja Henry III dari Prancis naik tahta, kostum para bangsawan pada kartu berubah mengikuti mode di zaman itu.


Kartu Tarot

Kartu Tarot berasal dari Italia. Pada awalnya, permainan kartu tersebut bernama Carde da Trionfi, atau Kartu Kejayaan (Trionfi: berjaya atau menang, triumph). Sebanyak 28 dokumen tertanggal 1442-1463 mencantumkan permainan kartu bernama Trionfi. Kartu-kartu Trionfi tersebut pun masih dapat dijumpai saat ini. Setelah mendapat pengaruh dari Prancis, nama Trionfi berubah menjadi Tarocchi.

Kepopuleran kartu Tarot diperkirakan bermula sejak Antoine Court de Gebelin menerbitkan sebuah buku pada tahun 1781. Buku tersebut menyatakan bahwa pendeta-pendeta Mesir kuno telah melukis kartu Tarot berdasarkan Buku Thoth. Mereka kemudian membawa gambar-gambar tersebut ke Roma untuk dipersembahkan kepada Paus. Paus kemudian memperkenalkan Tarot ke Avignon, Prancis pada abad ke-14. Penjelasan Court de Gebelin dianggap tidak akurat karena tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah dan ditulis sebelum Champollion menerjemahkan bahasa Mesir kuno, Hieroglif (Hieroglyph)

Gereja Katolik dan pemerintah daerah di Eropa tidaklah selalu melarang permainan Tarot. Beberapa daerah bahkan memperbolehkan warganya memainkan Tarot dimana permainan kartu sejenis lainnya jelas-jelas dilarang.

Hak eksklusif tersebut tidaklah berlangsung lama. Pada akhir abad ke-14 seorang penceramah dari Swiss, Johannes von Rheinfelden, secara tiba-tiba menyerang perjudian dan permainan kartu

Sebagai akibat dari pernyataan ini, John I dari Castile, pemerintah Firenze dan Basel secara bersamaan menerbitkan larangan bermain kartu. Beberapa tempat seperti Regensburg dan Duchy of Brabant pun menerbitkan larangan serupa di tahun 1379. Bernard Siena memberi ceramah bahwa kartu bermain adalah hasil ciptaan Setan.

Tarot-tarot tertua saat ini dibuat pada awal sampai pertengahan abad ke-15. Ketiga set kartu tersebut adalah milik keluarga Visconti, keluarga yang paling berkuasa di Milan pada saat itu. Kartu-kartu tersebut dilukis untuk merayakan perkawinan antara keluarga Visconti dan Sforza, kemungkinan besar oleh Bonifacio Bembo dan pelukis-pelukis miniatur dari Ferrara. 35 kartu disimpan di Perpustakaan Pierpont Morgan, 26 kartu di Accademia Carrara, 13 kartu di Casa Colleoni, dan 4 kartu (Devil, Tower, Three of Swords, dan Knight of Coins) tidak dapat ditemukan, atau mungkin tidak pernah dibuat. Set kartu 'Visconti-Sforza' ini direproduksi secara meluas. Dalam set tersebut, Minor Arcana (kartu-kartu Pedang, Tongkat, Koin dan Cawan) dan Major Arcana digabungkan untuk merefleksikan ikonografi konvensional pada saat itu.


Nah, sekarang ini juga berkembang kartu kuartet yang gambarnya beraneka ragam. Ada juga kartu belajar membaca dan kartu pengetahuan. Tinggal dipilih mana yang bermanfaat untuk kita.

(ben)

Friday, February 15, 2008

HORE! 17 Februari 2008


Senangnya Aku Punya Sahabat!

Teman-teman, kalian punya sahabat? Ya, yang dimaksud sahabat di sini adalah seseorang yang sangat dekat denganmu. Mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak. Bisa satu atau dua orang. Wah, alangkah beruntungnya jika kalian punya seorang sahabat.

Nah, karena menyenangkan jika kita memiliki sahabat, ayo kita jaga persahabatan kit. Ssst, intinya sih, punya sahabat itu jangan saling merugikan.

Sepuluh Tips

1. Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai

2. Dukunglah sahabatmu. Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan 'mendorong' supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.

3. Bersedia untuk memaafkan Jangan biarkan sakit hati berkembang karena hal akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan merusak hubungan.

4. Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.

5. Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.

6. Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama . Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.

7. Selalu ada di saat senang maupun susah Bergembiralah bersama mereka saat mereka sedang bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja. Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang mau mendengar kesedihan dan yang mau memahami perasaan mereka.

8. Menerima apa adanya sahabatmu. Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.

9. Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.

10. Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu. Misalkan kamu sedang berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu mengemukakan pendapat yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju. Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.

Nah, apakah ada tips lain yang kamu punya? Tolong kasih tahu teman-teman yang lain ya. Karena bersahabat itu akan membuat hari-hari kita jadi sangat menyenangkan. Eits, tapi jika kamu menemukan sahabat yang terus menerus merugikanmu, sudah saatnya kamu memutuskannya dan mencari sahabat yang baru!

(ben)

Thursday, February 07, 2008

HORE, 10 Februari 2008


Sejarah Surat Kabar di Indonesia

Saat ini alat bantu kita memperoleh informasi dapat melalui berbagai cara. Bisa dari televisi, radio, majalah, Koran atau surat kabar dan Internet. Namun pada masa lalu, surat kabar merupakan media paling popular sebelum datangnya era media elektronik.

Nah, tahukah kalian bahwa tanggal 9 Februari adalah Hari Pers Nasional? Agar kalian makin mengenal sejarah perkembangan surat kabar di Indonesia, kita simak perjalanannya, yuk!

Koran tertua

Dalam sejarah pers di Indonesia, surat kabar “Bataviase Nouvelles” yang terbit 7 Agustus 1744 disebutkan sebagai surat kabar pertama di Indonesia, terbit atas kebaikan hati Gubernur Jenderal Van Imhoff. Izin terbitnya diberikan kepada Adjunct-Secretaris-General Jorden. Izin terbit enam bulan, kemudian diperpanjang menjadi tiga tahun.

Pada tanggal 5 Agustus 1810 terbit “De Bataviasche Koloniale Courant”di zaman Daendels-Inggris. Tanggal 29 Februari 1812 terbit “The Java Gouvernment Gazette” (Java Gazette). Bulan Maret 1836 lahir surat kabar usaha partikulir asli yang pertama Indonesia di Surabaya yaitu “Soerabaijas Advertentie-Blad”. Tahun 1853 berganti nama menjadi “Soerabaijas Nieuws & Advertentie Blad”. Boleh memuat warta berita tetapi diawasi ketat oleh Belanda. Jadi bukan Batavia, tetapi Soerabaija, kota cikal bakal terbitnya surat kabar Indonesia. Namun, semuanya bukanlah bacaan yang diperuntukkan bagi anak negeri karena memang tidak diperuntukkan bagi anak negeri.

Pada tahun 1854 terjadi kelonggaran kebijakan Belanda terhadap penerbitan surat kabar di Indonesia. Maka terbitlah di Surakarta “Mingguan Bromartani” tiap hari Kamis. “Bromartani” nama ke-Indonesiaan sekaligus ke-Jawaan. Tenaga dan para pemikirnya orang Indonesia. Tetapi modalnya tetap asing, sebuah usaha kongsi Belanda Harteveldt & Co. Karena itu sangat sulit untuk dimasukkan ke dalam kategori pers Indonesia. Berbahasa Djawa dan Melajoe, tenaga teknis, Indonesia, “Bromartani” sudah cenderung menjadi pelopor ke arah perkembangan pers nasional Indonesia.

Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya bernama Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberinya nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu dengan huruf Latin) dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.

Modal pertama didapat dari seorang pedagang terkenal di Padang waktu itu, Abdul Manan Sutan Marajo. Koran ini dicetak secara sederhana di daerah Pasarmudik. Pemimpin redaksinya Datuk Sutan Marajo yang juga pernah menjadi jaksa sebentar di Pariaman. Datuk Sutan Marajo terkenal sebagai seorang otodidak dengan pena cukup tajam terutama sewaktu dia memimpin Utusan Melayu. Dia sangat ahli dalam modernisasi yang dibawa Belanda terhadap kaum ortodoks apalagi yang menamakan diri "kaum bangsawan". Mahyudin Datuk Sutan Marajo lahir kira-kira tahun 1858 di Sulitair, meninggal dan dikebumikan di Padang bulan Juni 1921.

Kalau ingin bicara mengenai koran nasional (diterbitkan dan dipimpin oleh pribumi asli, orang Indonesia), maka Warta Berita ini termasuk tertua di tanah air kita. Sayang, umurnya tidak begitu panjang, kurang dari 10 tahun.

Datuk Sutan Marajo pernah dihukum denda 100 gulden atau kurungan 15 hari karena tulisannya pada tanggal 23 Februari 1892 mengenai nasib rakyat kecil dan karena sebuah tulisannya tentang Aceh namun untuk yang terakhir ini Datuk Sutan Marajo divonis bebas.

“Medan Prijaji”, mingguan yang terbit di Bandung tahun 1907, sering juga disebut-sebut surat kabar nasional pertama yang menyandang predikat tulen. Pengasuhnya Raden Mas Tirtohadisoerjo dengan nama kecil Djokomono. Sebelum menerbitkan “Medan Prijaji”, Januari 1904 Djokomono mendirikan dulu badan hukum N.V. Javaansche Boekhandel en Drukkerij en handel in schrijfbehoeften “Medan Prijaji” beralamat di Djalan Naripan Bandoeng yaitu di Gedung Kebudayaan (sekarang Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan-YPK).

Di hadapan Notaris Simon Bandung, konon ia ingin segera menerbitkan “Medan Prijaji” tahun itu juga. Dia persiapkan dulu percetakannya, menyiapkan sarana surat kabarnya dan kelengkapan wartawannya. Belakangan Djokomono disebut pula sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Karena itu “Medan Prijaji” paling tepat disebut sebagai koran pertama Indonesia tulen, sebab mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli. Djokomono sendiri disebut-sebut pula sebagai perintis persuratkabaran dan Kewartawanan Nasional Indonesia.

Konon pada waktu itu sudah lahir organisasi wartawan PDI (Persatoean Djoernalis Indonesia). Ketika pertama kali terbit di Bandung, “Medan Prijaji” mencantumkan moto di bawah nama “Medan Prijaji” sbb: “Ja’ni swara bagai sekalijan Radja2. Bangsawan Asali dan fikiran dan saoedagar2 Anaknegri. Lid2 Gemeente dan Gewestelijke Raden dan saoedagar bangsa jang terperentah lainnja”.

Jauh sebelum “Medan Prijaji” terbit, di Cirebon sudah ada surat kabar “Tjiremai” (1890) dalam bahasa Belanda. Di Sukabumi terbit “Li Po” (1901), merupakan surat kabar keturunan Tionghoa. Di Bogor juga terbit surat kabar Mingguan Tionghoa “Wie Sin Ho” (1905).

Koran Tertua di Sumatera

Surat Kabar yang tertua di Sumatera adalah Sumatera Courant, didirikan tahun 1859 di kota Padang, Sumatera Barat. Mula-mula berukuran kecil, terbit hanya beberapa kali dalam seminggu. Pendirinya seorang Indo terkenal sekali di Padang pada abad 19, bernama L.N.H.A. Chatelin yang sekaligus juga menjadi pemimpin redaksinya. Entah apa sebabnya, perusahaan tersebut dijual ketangan seorang Indo terkenal bernama H.A. Mess, walaupun Chatelin tetap sebagai pimpinan redaksi. Tahun 1878 koran ini telah terbit tiap dua hari sekali, tetapi nama Chatelin tidak disebut-sebut lagi.

Hampir bersamaan waktunya, terbit pula di Padang surat kabar tertua nomor dua yaitu Padangsche Nieuws en Advertentieblad oleh R.H. Van Wijk Rz. Nomor perdananya muncul tanggal 17 Desember 1859, seterusnya terbit tiap Sabtu.

Koran tertua nomor tiga ialah Padangsche Handelsblad, mulai terbit tahun 1871 oleh sebuah perusahaan milik seorang Indo bernama H.J. Klitsch & Co. Mula-mula terbit hanya dua kali seminggu, tapi semenjak 1881 meningkat menjadi tiga kali. Semenjak tahun itu pula nama penerbitnya seperti tercantum di koran itu sendiri, menjadi Klitsch & Holtzapffel. Redaksinya dipimpin oleh seorang yang tak asing lagi di Padang, yaitu Mr. J. van Bosse, pengacara terkenal. Tahun 1883 nama koran ini diganti menjadi Nieuw Padangsche Handelsblad

Oh iya, mengapa Hari Pers Nasional ditetapkan pada tanggal 9 Februari? Karena tanggal 9 Februari merupakan peristiwa bersejarah bagi kehidupan pers nasional Indonesia. Pada tanggal tersebut dalam tahun 1946 terbentuklah organisasi Persatuan Wartawan Indonesia yang merupakan pendukung dan kekuatan pers nasional

(benny rhamdani)

Friday, February 01, 2008

Hore, 3 Februari 2008


Ayo Ikut Kompetisi!


Hai, kalian pernah melihat pertandingan sepakbola, kompetisi menyanyi atau olimpiade matematika? Atau malah kalian pernah mengikuti salah satu pertnadingan? Wah, hebat! Ya, jika kalian sudah berani mengikuti sebuah jang pertandingan berarti kalian benar-benar luar biasa. Masalah menang atau kalah, itu urusan berikutnya.

Memupuk Semangat Juang
Salah satu manfaat penting ketika kita mengikuti sebuah kompetisi adalah kita menumbuhkan semangat juang. Karena kita ingin tampil baik dan menang, tentunya kita harus berjuang. Kita harus rajin berlatih. Pokoknya, harus bisa menyingkirkan rasa malas.
Cobalah lihat teman-teman kita yang sering mengikuti suatu kompetisi. Mereka umumnya sangat disiplin lho. Disiplin berlatih, disiplin pula menjaga kesehatan mereka. Nah kita bisa pula memulai hidup disiplin bila kita sering mengikuti kompetisi. Bila ingin mengikuti lomba modelling, kita akan disiplin berlatih berjalan, berlatih bergaya di depan kamera. Jika ingin jadi juara menyanyi harus disiplin berlatih olah vokal, sukur-sukur juga bisa berlatih alat musik.

Terbiasa Menerima Kritik
Orang yang sering mengikuti kompetisi biasanya sering menerima kritik dan saran dari orang lain. Lhat saja di acara Mamamia. Ada komentator yang memberi kritik dan saran. Kadang terdengar pedas. Tapi dengan terbiasa mengikuti kompetisi kita akan terbiasa mendengarnya. Tentunya, kritik dan saran yang membangun bisa kita terima untuk memperbaiki kekurangan kita.
Tidak semua kritik itu jelek. Mungkin cara orang yang menyampaikannya saja yang tidak kita suka. Tapi, biasakanlah kita mendengar pesan kritiknya. Bukan orangnya atau cara menyampaikan. Orang yang mau menerima kritik akan bisa maju lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak suka dikritik.

Terbiasa Menang dan Kalah
Tujuan kita mengikuti sebuah kompetisi biasanya adalah kemenangan. Sebab, jika menang biasanya kita akan mendapat hadiah yang berharga. Tapi bukan berarti kalau kalah kita tidak dapat apa-apa lho. Pengalaman adalah sesuatu yang jau lebih berharga dibandingkan materi.
Mereka yang sering ikut kompetisi akan terbiasa menghadapi situasi menang dan kalah. Jika kalah dan gagal, mereka tidak langsung menyerah atau patah semangat. banyak orang yang mudah patah semangat karena tidak dilatih untuk menerima kekalahan atau kegagalan.
Bukan hanya itu. Dengan terbiasa menang, kita juga akan terlatih untuk hidup tidka sombong. Kemangan bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan kita sombong. Dengan sering menang kita bisa melatih kepekaan terhadap orang-orang yang kalah dan gagal di sekitar kita.

Terbiasa Sportif
Sikap utama yang harus dimiliki seseorang yang terbiasa mengikuti kompetisi adalah sikap sportif atau jujur. Mereka yang terbiasa mengikuti kompetisi akan berusaha meraih kemanangan dengan cara-cara yang jujur. Dengan demikian dalam kehidupan sehari-hari pun mereka akan terbiasa jujur.
Sikap sportif juga berarti mau menerima kekalahan dirinya serta menghargai kemenangan orang lain. Mereka yang tidk dilatih mengembangkan sikap sportif sejak kecil, suatu saat nanti akan sulit menerima kenyataan pahit. Semisal ketika kalah dalam pemilihan kepala daerah.

Melatih Emosi
Jika kita sering mengikuti kompetisi, kita akan terlatih untuk mengendalikan emosi kita. Yah, kita akan terbiasa dengan suasana tegang, sedih, gembira dan kesal. Karena terbiasa, kita akan tahu bagaimana cara mengatasi ketegangan, cara mengatasi gugup di depan orang banyak. Kita juga akan terbiasa mengalami kesedihan karena gagal da tentunya akan berguna jika kita bisa mengatasinya.

Membina Hubungan
Oh iya kalian jika mengikuti kompetisi akan terlibat dengan banyak orang. Misalnya saja dengan Ibu atau Ayah. Atau mungkin dengan kakak, serta saudara kita lainnya. Mereka akan mengantar dan mendukung kita. Tentu hal ini akan membuat hubungan kita semakin manis. Barangkali juga kita akan semakin dekat dengan oarang-orang di luar keluarga seperti teman, guru dan pelatih kita. Betapa menyenangkan jika banyak orang yang mendukung kita.
Kita juga bisa mendapat banyak teman dari sesama peserta sebuah kompetisi. Saat dipanggung atau di arena, mereka bisa saja menjadi lawan kita. tapi setlah itu kita bisa berteman dengan mereka.

Nah, siapa di antara kalian yang belum pernah mengikuti kompetisi? Mulai saja dengan mengikuti lomba di sekolah atau tempat tinggal kalian. Ikutlah kompetisi yang sesuai dengan hobi atau kesukaanmu. Jika suka menyanyi ya ikutlah kompetisi menyanyi, begitu juga bagi yang suka menulis ataupun membaca puisi.

(benny rhamdani)

Friday, January 25, 2008

HORE, 27 Januari 2008


Asyiknya Terjun Payung!

Kalian pernah melihat penerjun payung dengan parasutnya melayang-layang di udara? Kelihatannya asyik ya. Ternyata, terjun paying mereupakan salah satu cabang olahraga di udara lho.

Terjun payung itu sudah ada sejak zaman Kekaisaran Cina. Pada masa itu, orang Cina sudah berpikir untuk meloncat dari ketinggian dan selamat mendarat kembali di bumi. Mewujudkan idenya, mereka memakai payung hujan untuk menahan laju jatuh tubuh. Konsep sederhana itu memang belum bisa disebut sebagai olahraga terjun payung.

Tercatat, Yuan huangtou sebagai manusia yang pertama kali terbang di dunia dengan layang-layang pada tahun 559M, yuan huangtou adalah putra dari kaisar yuan lang dari wei, dihukum oleh gao yang dan diikat ke layang2 raksasa kemudian diterbangkan dari tower ye, berhasil mendarat dengan selamat setelah berputar2 gliding diatas benteng kota.

Konon pula, Armen Firman (ilmuwan muslim) terbang dengan parasut pertama kali di dunia pada tahun 852M, dia meloncat dari tower di Spanyol dengan menggunakan mantel yang diperkuat kayu.

Bapak Parasut

Ilmuwan serba bisa, Leonardo da Vinci, pada abad ke-15 silam disebut-sebut sebagai payung terjun berbentuk piramida. Perangkat ini semula dibuat sebagai alat untuk menyelamatkan diri dari gedung tinggi yang tengah terbakar. Tak banyak yang tahu apakah da Vinci sempat mencoba barang ciptaannya itu, tetapi yang jelas dunia terjun payung menganugerahinya gelar Father of the Parachute (Bapak Parasut ).

Menilik sejarahnya, jelas terjun payung bisa dikelompokkan sebagai salah satu cabang olahraga udara yang tertua. Setelah da Vinci masih ada sejumlah orang yang juga mengembangkan konsep terjun payung ini, seperti Sebastian Le Normand. Tahun 1779, fisikawan Perancis ini mempelajari konsep parasut dan melakukan percobaan dengan menggantungkan hewan di bawah payung buatannya. Beberapa kalangan yakin bahwa Normand merupakan konstruktor parasut yang pertama.

Upaya pengembangan parasut terjun juga dilakukan oleh Jean Pierre Blanchard. Ahli balon Perancis ini sempat mendesain dan mengembangkan parasut berkanopi terbuat dari kain sutera. Berkat pemilihan bahan yang baik, parasut bisa dikemas dalam wadah kecil dan ringkas. Tahun 1793, Blanchard sempat mencoba parasutnya saat nahas menimpa balon udaranya. Ia lompat dan berhasil membuka parasut. Mendarat di tanah, ia hanya mengalami patah tulang kaki.

Sebenarnya masih cukup banyak nama ikut menyumbang perkembangan parasut dunia, tapi penerjunan yang diakui sebagai penerjunan pertama di dunia adalah yang dilakukan oleh Andre Jacques Garnerin. Ketika itu, 27 Oktober 1797, Garnerin lompat dari balon udara yang tengah melayang di atas kota Paris. Setahun kemudian, isteri Garnerin menjadi wanita pertama yang terjun dengan parasut. Keponakannya, Elisa, membukukan 40 kali penerjunan antara tahun 1815-1836.

Sampai saat ini masih ada beberapa pendapat tentang siapa manusia pertama yang melakukan penerjunan dari pesawat terbang dengan payung terjun. Ada yang mengatakan Grant Morton, ada pula yang mengklaim Captain Albert Berry dari AD AS.

Mendebarkan

Terjun bebas (free fall) pertama kali diperkenalkan tahun 1914. Sayangnya hingga tahun 1950-an olahraga ini tidak populer. Awalnya terjun payung merupakan dominasi kalangan militer, baik untuk kepentingan penyelamatan dari pesawat udara yang mengalami kerusakan atau sebagai media untuk menurunkan prajurit di lokasi pertempuran. Olahraga terjun payung berkembang dari sana, termasuk terjun bebas itu.

Terjun bebas mulai populer ketika segelintir orang Perancis menggelutinya sebagai satu kegiatan mengisi waktu senggang pada akhir pekan. Mereka ini yang kemudian menjadi perancang payung terjun, khusus terjun bebas yang mudah dikendalikan. Kini terjun payung telah menjadi cabang olahraga udara yang cukup banyak peminatnya dan sempat beberapa kali mengadakan kejuaraan dunia.

Sebagai olahraga yang menggunakan payung terjun, terjun payung merupakan kegiatan yang mendebarkan. Bayangkan saja, setelah terjun bebas diperkenalkan, orang bisa meluncur secepat kilat. Payung terjun baru dibuka setelah peterjun berada pada ketinggian sekitar satu kilometer di atas permukaan tanah. Free fall-nya itu yang menurut sebagaian besar peterjun sebagai saat-saat yang paling menegangkan sekaligus mengasykkan.

Beberapa penerjun kemudian mencoba mengisi masa-masa free fall-nya dengan berbagai kegiatan, seperti membentuk berbagai macam formasi, boogey (terjun membentuk rangkaian 40 orang atau lebih). Sebagian mereka mengkombinasikannya dengan olahraga ski atau skate board dan membuat terjun payung menjadi olahraga yang lebih membahayakan.

Melihat tingkat bahayanya, beberapa kalangan mengelompokkan terjun payung dan cabang kombinasinya ke dalam permainan yang paling berbahaya atau extreme games.

Parasut

Parasut adalah perangkat dari tekstil lembut yang digunakan untuk memperlambat gerakan suatu objek di atmosfer dengan menciptakan seretan . Parasut umumnya digunakan untuk memperlambat gerak turun seseorang atau suatu objek ke bumi. Parasut drogue juga kadang digunakan untuk membantu penurunan percepatan horizontal suatu kendaraan (pesawat terbang atau pesawat ulang alik sewaktu mendarat atau suatu drag racer). Kebanyakan parasut modern berbentuk sayap semi kaku, mudah bermanuver, dan dapat diterbangkan sebagai glider.

Parasut dulu terbuat dari sutra, tapi kini hampir selalu dibuat dari tekstil nilon, kadang dilapisi dengan silikon untuk meningkatkan kinerja dan konsistensi. Awalnya, sutra digunakan untuk tali parasut, tapi kemudian digantikan oleh nilon pada Perang Dunia II. Sewaktu parasut model persegi diperkenalkan, para produsen berganti ke bahan beregangan rendah seperti Dacron atau bahan tanpa regangan seperti Spectra, Kevlar, dan Vectran.

Kata parasut berasal dari kata bahasa Perancis "para" (melindungi) dan "chute" (jatuh). Karenanya, parasut sebenarnya berarti "perlindungan waktu jatuh". Orang yang melakukan penerjunan dengan parasut sering diistilahkan dengan "penerjun".

Ayo, siapa yang ingin jadi penerjun?

(benny rhamdani)

Friday, January 18, 2008

Hore Aku Tahu, 20 Januari 2008


Yuk, Belajar dari Naruto

Apakah kalian penggemar Naruto? Ya, tokoh manga (komik Jepang) ini sekarang sedang digemari banyak orang di seluruh dunia. Tidak hanya di Jepang ataupun di Indonesia lho. Penggemarnya mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Tapi belakangan, banyak sekali orang yang mengeluh karena menganggap keranjingan Naruto ini sangat banyak ruginya. Banyak sekali anak-anak yang meniru adegan kekerasan dari anime (film kartun) Naruto. Wah, padahal banyak sekali yang dapat kita petik pelajarannya dari Naruto.

Tekun Belajar

Hal yang harus kita pelajari ketika menyukai Naruto adalah ketekunan belajar. Ya, hal tersebut bisa kita lihat dari kisah Naruto yang terus mau berlatih dan belajar hingga dia dapat menjadi tokoh jagoan yang hebat.

Sebenarnya gambaran Naruto tak beda jauh dengan sosok pencipta Naruto yakni Masashi Kishimoto. Pria yang lahir di Daerah Okayama pada 8 November 1974 ini telah berlatih membuat manga sejak sebelum masuk sekolah dasar karena memang sejak kecil dia bercita-cita menjadi pembuat manga terkenal. Salah satu seri komik yang disukainya sejak kecil adalah Doraemon.

Masashi banyak belajar dari tokoh mangaka (pembuat manga) yang disukainya. Termasuk karya Akira Toriyama yang membuat Dragon Ball. Dia tidak pernah marah dan putus asa ketika coretan tangannya banyak dicela orang. Masashi juga terus belajar dengan tekun sesuai hobinya itu, meski banyak majalha yang menolak karyanya.

Barulah pada 1996, Masashi mempublikasikan karyanya untuk pertama kali yakni manga Karakuri peda penerbit Shueisha. Pada 1996, dia menyerahkan manga Naruto untuk diterbitkan majalah manga mingguan Shunen Jump. Tidak diduga karyanya banyak yang menyukai hingga ia mendapat penghargaan khusus Hop Step sebagai mangaka baru yang sangat disukai pembaca.

Ninja Remaja

Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya, Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang berisik, hiperaktif, dan ambisius; dan petualangannya dalam mewujudkan keinginan untuk mendapatkan gelar Hokage, ninja terkuat di desanya.

Dalam tubuh Naruto, tersegel seekor monster rubah ekor sembilan yang pernah menyerang dan hampir menghancurkan desa Konoha. Karena monster yang ada dalam tubuhnya itulah, ia dijauhi oleh penduduk desa di masa kecilnya hingga ia bertekat membuktikan kepada masyarakat di Konoha bahwa ia akan menjadi Hokage agar ia bisa diakui di desa itu, sekaligus menjadi incaran ninja-ninja yang menginginkan kekuatan Kyuubi, si rubah ekor sembilan. Naruto adalah putra dari Hokage ke-4 yang bernama Minato Namikaze.

Kebanyakan nilai-nilai dalam cerita Naruto ditampilkan secara melalui dialog ataupun tingkah laku tokoh-tokohnya, hal ini membuat Naruto menjadi cerita yang menarik dan mudah dipahami. Nilai yang paling sering muncul dalam cerita Naruto adalah persahabatan, perasaan saling memahami dan saling melindungi, kesetiaan, kesepian.

Naruto, pada awal cerita, merupakan seseorang yang terkucil dan tidak memiliki teman. Ia rela berbuat apapun termasuk menjadi badut di kelasnya untuk mendapatkan teman. Begitu juga dengan Kakashi, yang kehilangan semua temannya; Sasuke, yang seluruh anggota keluarganya dibunuh; Gaara, yang dibenci oleh semua orang di desanya bahkan oleh keluarganya sendiri; Iruka, yang orang tuanya terbunuh Kyuubi; Hinata, yang kekurangan kasih sayang dari keluarganya, dan masih banyak yang lain.

Kisah-kisah tentang pengorbanan dan persaingan (rival) juga sering muncul. "Pengorbanan demi sesuatu yang berharga" begitu menonjol pada episode menyelamatkan Kirigakure dan ujian Chuunin. Sementara itu, nilai persaingan diisi dengan persaingan antara Naruto dengan Sasuke, Kakashi dengan guru Guy, Sakura dengan Ino, Jiraiya dan Tsunade dengan Orochimaru dan lain-lain.

Istilah

Buat kalian yang baru menggemari Naruto. Mungkin akan menemukan beberapa istilah yang kurang dimengerti. Nah, untuk membantunya, berikut pengertian beberapa istilah yang sering disebutkan di kisah Naruto

Berikut istilah-istilah yang sering digunakan dalam cerita ini:

Bijuu : Siluman yang berasal dari cakra yg berjumlah besar, berjumlah 9 ekor (Ichibi, Nibi, Sanbi, Yonbi, gobi,rokubi,nanabi, hachibi, dan Kyuubi). Dan menurut para penduduk yang desanya memiliki Bijuu, satu tebasan ekor mereka dapat menyebabkan Tsunami,Gempa, dan bencana besar lainnya.

Chakra: Tenaga yang mengalir dalam tubuh yang tersimpan setelah latihan keras dan bisa digunakan untuk berbagai macam hal; terutama untuk mengeluarkan jutsu.

Hokage: (ho = api) ninja pemimpin/terkuat di negara Api. Negara-negara lainnya memiliki kage-kage yang lain semacam Kazekage dll.

Jinchuuriki: Orang yang ditubuhnya tersegel bijuu.

Jutsu: Jurus, teknik, sesuatu yang digunakan oleh ninja sebagai serangan maupun pertahanan. Dibagi menjadi tiga, yaitu taijutsu, ninjutsu, dan genjutsu. Yang dimaksud dengan taijutsu adalah teknik dasar ninja berupa gerakan fisik seperti melompat, memukul, atau menendang. Ninjutsu adalah teknik ninja yang menggunakan chakra untuk mengeluarkan jutsu-jutsu dengan elemen tertentu. Sedangkan genjutsu adalah teknik ninja yang mampu membawa musuhnya ke dalam dunia ilusi. Sebenarnya masih ada satu jurus lagi yang disebut fuinjutsu atau jurus segel, contohnya segel yang ada pada tubuh sasuke yang bisa membuatnya lebih kuat meski hanya bisa sampai joutai 2 dan segel yang berada pada naruto tempat kyuubi berada.

Kuchiyose: Kuchiyose atau "hewan panggilan" (summon) adalah hewan yang dapat dipanggil untuk kemudian digunakan untuk menyerang sebagai senajta ninja. Contohnya adalah ketika Kakashi memanggil sepasukan anjing (dog pack) untuk membantunya melawan Zabuza (versi anime: episode 6 hingga episode 12 dan versi manga dari jilid 3 hingga jilid 6), Jiraiya memangil keluarga katak Gamabunta (raja katak),Gamaken dll., Orochimaru memanggil Manda (raja ular raksasa), Tsunade memanggil Katsuyu (Siput raksasa) dan Naruto memanggil katak yang merupakan anak dari Gamabunta yaitu Gamakichi (kadang-kadang datang bersama adiknya Gamatatsu yang akhirnya cuma mengganggu saja). Summon juga dapat digabungankan atau berubah bentuk bila bersatu dengan pemanggilnya.

Kunoichi: Ninja perempuan. Seperti Sakura, Ino, Hinata, Tenten, Temari, Tayuya,Tsunade, Shizune, dan masih banyak lagi yang pokoknya ninja perempuan.

Shinobi: Sebutan lain untuk ninja.

Nah, sebaiknya meskipun kalian menyakui Naruto, jangan samapai kalian lupa belajar. Soalnya, kalau sudah baca komik atau menonton filmnya,kita bias keasyikan dan lupa waktu. Kalau sudah begitu, orangtua kita pasti tidak suka.

(benny rhamdani)

Thursday, January 10, 2008

Hore, 14 Januari 2008






Toilet Banyak Macamnya




Ke mana kita kalau ingin buang air besar atau buang air keci: Ya, ke toilet. Hm, mungkin ada di antara kalian yang kurang akrab dengan istilah toilet.
Toilet atau Kloset atau WC (bahasa Inggris: water closet) adalah perlengkapan rumah yang kegunaan utamanya sebagai tempat pembuangan kotoran, yaitu air seni dan feses.
Istilah toilet maupun WC dapat digunakan untuk mengacu pada perlengkapan tersebut maupun ruangan tempat perlengkapan tersebut berada. Istilah kamar kecil biasanya digunakan dalam bahasa Indonesia untuk memperhalus penyebutan tempat tersebut.


Duduk atau Jongkok

Terdapat berbagai jenis toilet di seluruh dunia. Kloset duduk (kloset yang digunakan dengan cara mendudukinya untuk buang air besar) yang memiliki fasilitas untuk menyiram buangan setelah digunakan adalah jenis toilet yang paling umum di Barat. Sedangkan kloset jongkok (kloset yang digunakan dengan cara berjongkok di atasnya untuk buang air besar) cukup lazim di Asia Tenggara, Asia Timur (Tiongkok dan Jepang), India, serta masih dapat dijumpai pada toilet umum di Eropa selatan dan timur (termasuk sebagian Perancis, Yunani, Italia, negara-negara Balkan, dan negara bekas Uni Soviet).
Terdapat pula beberapa cara untuk membersihkan diri setelah menggunakan toilet. Hal ini bergantung pada norma dan adat setempat maupun sumber daya yang ada. Di Asia, air digunakan untuk keperluan tersebut, dan biasanya dengan menggunakan tangan kiri. Di Barat, yang lazim digunakan adalah kertas toilet, dapat juga dengan menggunakan perlengkapan lain mirip toilet yang disebut bidet.
Ruangan toilet kadang dirancang khusus untuk memudahkan orang cacat. Biasanya toilet semacam itu cukup luas untuk dapat dimasuki dengan berkursi roda dan pada dindingnya sering terdapat pegangan yang dapat membantu pengguna toilet menempatkan dirinya.

Fasilitas

Di negara maju, hampir semua tempat tinggal memiliki paling sedikit sebuah toilet. Toilet di tempat tinggal pribadi umumnya tidak dipisahkan menurut jenis kelamin. Toilet dapat berada satu ruangan dengan tempat mandi, dapat pula tidak. Di India baru-baru ini disarankan agar semua politisi wajib memiliki toilet.
Fasilitas umum biasanya menyediakan toilet yang dapat digunakan umum. Biasanya toilet umum semacam itu terdiri atas kamar-kamar toilet dengan fasilitas cuci tangan di tempat terpisah. Toilet umum biasanya dipisahkan (yaitu berbeda ruangan) sesuai jenis kelamin penggunanya, yaitu toilet pria dan toilet wanita. Tempat cuci tangan dapat pula tersedia bagi kedua jenis kelamin.
Toilet umum pria biasanya memiliki tempat buang air kecil terpisah, dapat berupa urinoir berdesain khusus yang melekat pada dinding untuk digunakan satu orang ataupun berupa bak atau selokan yang selalu dialiri air untuk digunakan lebih dari satu orang. Urinoir yang melekat pada dinding biasanya diberi sekat satu sama lain untuk menjaga privasi penggunanya.
Toilet umum di luar ruangan (di tepi jalan, di sekitar taman, dan sebagainya) bisa disebut sebagai perabot jalan. Toilet umum semacam ini biasanya dapat digunakan kedua jenis kelamin, berbentuk kotak yang dapat memiliki peralatan sederhana dan tidak bersaluran air maupun lebih mewah dan dapat membersihkan diri sendiri setelah digunakan.
Ada pula toilet umum yang dapat dipindahkan sehingga bisa ditempatkan bilamana dan di mana diperlukan, misalnya pada suatu konser musik di tempat terbuka.
Toilet umum juga dapat berada dalam kendaraan umum. Biasanya terdapat toilet dalam pesawat terbang, kereta, kapal laut, dan sering pula pada bus dan kapal feri jarak jauh, namun tidak dalam angkutan dalam kota seperti kereta bawah tanah, trem, dan bus kota.

Toilet umum dapat memungut bayaran dari penggunanya. Pembayaran tersebut dapat dilakukan dengan:

* meletakkan uang pada tempat terbuka yang tidak dijaga,
* memasukkan uang ke dalam kotak terkunci berlubang kecil seperti tabungan,
* memasukkan uang melalui lubang khusus di sekitar pintu toilet; pintu toilet hanya dapat dibuka bila uang sudah dimasukkan,
* memberikan uang kepada penjaga toilet (yang kadang juga bertanggung jawab sebagai petugas kebersihan toilet).

India



Toilet telah digunakan sejak awal masa sejarah. Pada abad ke-25 SM, masyarakat Harappa di India memiliki toilet di setiap rumah yang dihubungkan dengan saluran air dari batu bata. Toilet juga ditemukan pada peradaban Mesir dan Tiongkok kuno. Di peradaban Romawi, toilet kadang merupakan bagian dari tempat mandi umum.
Penemuan toilet dengan fasilitas penyiraman diyakini dilakukan oleh Sir John Harington pada tahun 1596, walaupun penggunaannya secara umum baru berkembang setelah berbagai perbaikan atas temuan tersebut pada zaman Victoria di Inggris.
Oh iya, di Indonesia ada pula yang disebut toilet tradisional alias kakus. Biasanya kakus ini berdiri di atas empang ataupun pinggir sungai. Namun, belakangan ini kakus di pinggir sungai belakangan ini mulai dilarang karena dianggap bisa mencemari kebersihan air sungai.
(benny rhamdani)

Friday, January 04, 2008

Hore, 6 Januari 2008


Berjalan di Kiri atau di kanan?

Apa jadinya jika di jalan raya tidak ada aturannya? Ya, angka kecelakaan tentunya akan meningkat. Itu sebabnya, kita harus mengetahui aturan lalu-lintas meskipun kita belum boleh menjalan kendaraan bermesin. Tapi, kalian tentunya suka bermain sepeda , kan?

Aturan lalu-lintas yang paling mendasar adalah mengemudi di lajur kiri atau kanan jalan. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kendaraan terlibat dalam tabrakan dengan yang lainnya. Sekitar 34% negara di dunia berdasarkan populasi mengemudi di lajur kiri, dan 66% di kanan.

Romawi

Pada 1998, arkeolog menemukan sebuah jalur yang mengarah kepada sebuah pertambangan Romawi dekat Swindon, England. Lajur sisi jalan tersebut lebih dalam daripada sisi yang lain, yang berarti bahwa gerobak dapat dikendarai tanpa muatan menuju tambang, tetapi kembali dengan muatan penuh. Lajur-lajur tersebut berarti bahwa orang Romawi mengemudi di sebelah kiri, setidaknya di lokasi ini.

Faktanya, beberapa orang menganggap bahwa penunggang kuda kuno menggunakan lajur kiri jalan. Kebanyakan orang tidak kidal, penunggang kuda dapat memegang tali kekang dengan tangan kiri dan membiarkan tangan kanannya bebas—untuk menghormati satu sama lain atau untuk melindungi diri dengan pedang, apabila mungkin. Ini

Peraturan resmi pertama di Britania untuk perintah lalu lintas di lajur kiri ditetapkan pada 1756 yang ditujukan kepada Jembatan London. Highway Act 1773 berisi sebuah perintah bahwa lalu lintas kuda haris di lajur kiri dan diabadikan pada Highway Act 1835 bagian 78.

Pada 1700-an, perpindahan dari lajur kiri ke kanan terjadi di negara seperti Amerika Serikat, ketika pengemudi mulai menggunakan gerobak muatan besar yang ditarik oleh beberapa pasang kuda. Gerobak tersebut tidak memiliki tempat duduk bagi pengemudi, sehingga pengemudi duduk di kuda belakang sebelah kiri dan cambuknya di tangan kanan. Duduk di kiri, pengemudi secara alami mengira bahwa gerobak lain menyusulnya di lajur kiri sehingga ia dapat berjaga-jaga terhadap gerobak yang datang tiba-tiba. Ia melakukannya dengan mengemudi di lajur kanan jalan.

Orang Inggris, lebih memilih mengemudi di lajur kiri. Mereka memiliki gerobak yang lebih kecil, dan pengemudi duduk di gerobak, umumnya di kursi depan sebelah kanan. Dengan itu, ia dapat menggunakan cambuk panjang di tangan kanannya tanpa menggantungnya pada muatan di belakangnya. Dalam posisi itu, di sebelah kanan gerobak, pengemudi dapat melihat garis aman menyusul lalu lintas dengan mengemudi di lajur kiri jalan.

Negara yang menjadi bagian dari Kerajaan Britania menggunakan peraturan kemudi-kiri juga, tetapi terdapat beberapa pengecualian. Kanada, contohnya, ketika provinsi pinggir laut dan Vancouver (sekarang British Columbia) yang awalnya mengemudi di kiri, berubah ke kanan untuk membuat penyeberangan perbatasan lebih mudah menuju dan dari Amerika Serikat. Nova Scotia mengganti lajur kemudinya ke kanan pada 15 April 1923.

Pada kendaraan bermotor pertama, kursi mengemudi dipasang di tengah. Beberapa pembuat mobil akhirnya memilih untuk memasangnya dekat dengan tengah jalan untuk membantu pengemudi melihat lajur yang berlawanan, sementara lainnya memilih memasang di dekat pinggiran jalan agar pengemudi dapat menghindari tabrakan dengan dinding, pagar tanaman, selokan dan hambatan lainnya. Ide awal tersebut lebih banyak digunakan.

Pindah Karena Peramal

Di Eropa, pada abad ke-20, banyak negara yang memindahkan kemudinya dari lajur kiri ke kanan. Portugal berpindah ke kanan pada abad ke-20. Austria dan Cekoslowakia berpindah ke kanan ketika diduduki oleh Nazi Jerman pada akhir 1930-an, dan Hungaria mengikuti setelahnya. Swedia berganti pada 1967 dan Islandia pada 1968. Hari ini, hanya empat negara Eropa yang masih mengemudi di lajur kiri: Britania Raya, Irlandia, Malta, dan Siprus. Kesemuanya merupakan negara pulau yang tidak memiliki perbatasan dengan negara yang mengemudi di lajur kanan.

Sekitar seperempat hingga sepertiga lalu lintas dunia berjalan di lajur kiri jalan. Beberapa pendapat mengenai ini meningkat dari kelaziman pengguna tangan kanan, tetapi kelaziman tersebut terjadi pada hampir seluruh populasi, tergantung sisi jalan yang digunakan. Dalam masalah apapun, dibutuhkan kesiapan untuk pertahanan diri pada jalan mendaki di pedesaan, kebanyakan penunggang kuda mengemudi di kiri ketika menghadapi musafir yang tiba-tiba datang, sehingga dapat mengambil sebuah pedang atau senjata tangan lainnya lebih mudah dan efektif. Juga, orang yang bekerja pada kendaraan yang ditarik kuda dapat memegang kepala binatang tersebut dengan tangan kanan, dan demikian berjalan di sepanjang sisi jalan sebelah kiri.

Penulis Inggris, C. Northcote Parkinson telah menunjukkan apa yang ia sebut "bukti" bahwa cara mengemudi orang Inggris (pada sisi kiri jalan) merupakan yang asli.

Telah dinyatakan bahwa lalu lintas lajur kiri merupakan kebiasaan tunggal orang Inggris, akibatnya seluruh dunia "secara alami" memilih lajur kanan ketika bertemu. Catatan sejarah menyatakan sebaliknya.

Setelah Perang Dunia I, negara yang menggunakan peraturan lajur kiri telah termasuk sebagian Kanada, Hungaria, Cekoslowakia, sebagian Austria, Swedia, Islandia, Argentina, Uruguay, Paraguay, sebagian Brazil, sebagian Chili, sebagian Italia, Cina, Filipina, dan Burma. Italia berubah ketika Benito Mussolini memimpin, Austria dan Cekoslowakia ketika Adolf Hitler menduduki mereka, negara Amerika Latin pada 1945, Filipina dan Cina pada 1946, dan Myanmar pada 1970 mengikuti saran seorang peramal.

Beberapa bekas koloni Inggris lainnya — seperti India dan Hong Kong — masih mengemudi di lajur kiri, tetapi negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Gambia, Ghana, Kanada, Nigeria, dan Sierra Leone berpindah ke lajur lainnya.

Jauh dari bekas koloni Inggris, beberapa lalu lintas negara telah berpindah ke lajus kanan. Pengecualian bagi Indonesia, Suriname, Jepang, Thailand, Mozambik, Timor Timur, Macau dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

Kiri Lebih Baik

Penelitian pada 1969 oleh J.J. Leeming menunjukkan bahwa negara yang mengemudi di lajur kiri memiliki kemungkinan kecelakaan yang lebih rendah daripada lajur kanan, tetapi penelitian ini dipertanyakan di buku Peter Kincaid mengenai peraturan jalan raya. Beberapa negara yang telah mengganti sistem mengemudinya ke lajur kanan (seperti Swedia), mengalami peningkatan kecelakaan lalu lintas karena volume lalu lintas yang semakin padat.

Telah diusulkan, tetapi tidak terbukti, bahwa kecelakaan tersebut lebih sering disebabkan oleh mata kanan yang dominan. Arus lalu lintas searah jarum jam ketika mengemudi di lajur kiri, yang mana membolehkan orang menggunakan mata kanan untuk melihat lalu lintas yang berlawanan. Ketika menyusul kendaraan pada lajur kanan, pengemudi mata kanan melihat kaca spion dengan mata kiri dan juga melihat lalu lintas yang berlawanan dengan mata kiri, yang mana tidak nyaman bagi mayoritas orang-orang bermata kanan.

Nah, jika kalian bersepeda di Indonesia, gunakanlah lajur kiri agar tidak ditabrak kendaraan lain. Jangan lupa patuhi aturan lalu-lintas lainnya ya!

(benny rhamdani)