Friday, August 12, 2011

CERNAK, 14 Agustus 2011


Hilangnya Katrina



Hari makin larut malam. Mama, Papa, dan Salman duduk membisu di ruang tengah.


“Sudah hampir pukul delapan,” bisik Salman.


“Katrina belum juga pulang,” sambung Mama.


“Harusnya dia ngasih kabar. Bisa telepon atau kirim SMS,” kata Papa.


“Aku sudah telepon tapi nggak ada nada sambung. SMS juga nggak sampai,” kata Salman. “Jangan-jangan HPnya mati karena baterenya habis.”


“Mama juga udah tanya-tanya teman-teman sekelasnya, juga teman les baletnya. Tapi semua nggak ada yang tahu pasti,” ucap Mama.


Salman menggaruk bingung. Ke mana ya perginya Katrina, adiknya yang baru kelas lima SD itu?


Sebenarnya Katrina suka juga pulang malam, tapi biasanya bilang dulu. Dan perginya pun tidak jauh-jauh dari sekitar komplek. Paling telat tiba di rumah pukul delapan.

“Sudah pukul delapan. Kita cari lagi ke sekitar komplek dulu,” kata Papa mengajak Salman.


“Mama akan Tanya lagi sama teman-teman di Facebook dan Twitternya,” Mama ikutan cemas.


Semua bergerak mencari Katrina. Tapike mana Katrina?


Semua bermula dari tadi siang. Sepulang sekolah, dia tak langsung pulang ke rumah. Dia berjalan ke sebuah toko buku tua di sudut alun-alun kota. Katrina menyusuri rak buku untuk anak-anak. Lalu, matanya tiba-tiba tertumpu kepada sebuah buku berjudul Dunia Ajaib.

“Hm, kayaknya menarik buku ini,” gumamnya. Dia lalu membeli buku itu.


“Apakah kau benar-benar pembaca buku yang baik?” tanya pemilik toko di meja kasir.


“Maksud, Bapak?” tanya Katrina.


“Karena buku itu harus dibaca langsung sampai tamat. Tidak boleh ditunda membacanya, kalu tidak ….”


“Kenapa?”


“Aku tidak bisa bilang.”


Huh, Pak Tua yang aneh! Katrina tidak percaya. Dia membelinya. Di tengah jalan dia melewati taman. Saat itulah dia memutuskan untuk membaca buku di bawah pohon. Asyik juga …


Ternyata dari halaman pertama, buku itu sudah sangat seru. Katrina sampai tak sabar membaca halaman berikutnya. Hanya, angin yang bertiup dan udara segar membuat mata Katrina berat. Dia berusaha menyingkirkan rasa kantuknya. Tapi di halaman 120, matanya tak kuat membaca. Dia tertidur.


Saat itulah tiba-tiba Katrina menghilang bersama buku yang di pangkuannya. Katrina tak sadar karena tertidur. Ketika terbangun dia ternyata berada di sebuah negeri yang aneh.


“Di mana aku?” Katrina bertanya bingung.


Semua di sekelilingnya berisi warna putih. Tak ada satu pun benda. Katrina berjalan. Tiba-tiba dia melihat seekor bebek.


“Hai, kamu mau ke mana?” bebek itu menyapa.


“Aku nggak tahu ada di mana ini. Jadi aku nggak tahu mau ke mana. Aku mau pulang.”


“Kalau begitu jalanlah lurus.”


Katrina terus berjalan lurus. Tak lama kemudian dia bertemu seekor kucing.


“Kamu mau ke mana?” tanya kucing itu.


“Aku mau pulang ke rumahku.”


“Kalo begitu jalan lurus saja.”


Begitulah seterusnya. Katrina bertemu bintang-bintang lainnya. Katrina terus berjalan. Sampai akhirnya dia melihat sebuah ranjang. Katrina memutuskan untuk tidur dulu sebentar karena lelah.


Katrina merasa baru sebentar tertidur. Dia terbangun dengan kaget. Katrina mendapatkan dirinya berada di kamarnya.


Katrina buru-buru keluar dari kamarnya. Hampir saja dia menubruk kakaknya, Salman.


“Katrina, dari mana kamu?” tanya Salman bingung. “Mama sama Papa sampai bingung nyari kamu. Barusan berangkat ke kantor polisi mau laporan.”


“Aku baru saja dari sebuah negeri yang aneh.”


“Jangan ngawur kamu.”


“Beneran. Tadi tuh aku lagi baca buku di taman, terus ketiduran, tahu-tahu aku berada di negeri serba putih. Lalu aku tertidur dan terbangun di kamarku ….”


“Hahahaha…. Sudah jangan berbohong.”


“Kalau tidak percaya….” Katrina mengambil buku cerita yang tergeletak di ranjangnya. “ Baca buku ini, tapi jangan sampai tamat.”


Salman mengambil buku itu. Dia membaca buku itu beberapa halaman. “Sudah, lihat… aku tidak apa-apa kan?” katanya kemudian sambil mengangkat buku itu.


BUZZ!


Tiba-tiba Salman menghilang dari hadapan Katrina. Begitu pula dengan buku itu. Katrina bingung. Untunglah dia mendengar suara mobil Papa masuk halaman rumah.


“Papa … Mama ….” Teriak Katrina sambil memeluk Papa dan Mama.


Papa dan Mama memeluk senang. “Oh, Katrina kamu sudah di rumah. Dari mana saja?” tanya Mama?”


“Nanti saja, Ma. Sekarang ada hal penting yang harus kita lakukan.”


“Apaan?”


“Kak Salman hilang …..”


^_^

HORE, 14 Agustus 2011








Robot, Bukan Sembarang Boneka


Kalian sudan nonton film Transformer? Keren robot-robotnya ya? Hm, apakah kalian tahu, bahwa robot sudah ada sejak lama? Ya,tentunya belum secanggih yang ada sekarang.


Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi.


Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.


Awal munculnya robot diketahui dari bangsa Yunani kuno yang membuat patung yang dapat dipindah – pindahkan. Sekitar 270 SM, Ctesibus, seorang insinyur Yunani membuat organ dan jam air dengan komponen yang dapat dipindahkan. Zaman Nabi Muhammad SAW pun, telah membuat mesin perang yang menggunakan roda dan dapat melontarkan bom.




Pada 1770, Pierre Jacquet Droz, seorang pembuat jam berkebangsaan swiss membuat tiga boneka mekanis. Uniknya, boneka tersebut dapat melakukan fungsi spesifik, yaitu dapat menulis, yang lainnya dapat memainkan musik dan orgen, dan yang ketiga dapat menggambar.


Pada tahun 1898, Nikola Tesla membuat sebuah boat yang dikontrol melalui radio remote control, dan didemokan di Madison Square Garden. Namun usaha untuk membuat autonomus boat tersebut gagal karena masalah dana.


Pada tahun 1967, Jepang yang pada saat itu merupakan negara yang baru bangkit, mengimpor robot dari Versatran dari AMF. Awal kejayaan robot pada tahun 1970, ketika Profesor Victor Scheinman dari Universitas Stanford mendesain lengan standar. Saat ini, konfigurasi kinematikanya dikenal sebagai standar lengan robot. Terakhir, pada tahun 2000 Honda memamerkan robot yang dibangun bertahun – tahun lamanya bernama Asimo, serta disusul oleh Sony yaitu robot anjing Aibo.


Belakangan ini, perkembangan hebat telah dibuat dalam robot medis, dengan dua perusahaan khusus, Computer Motion dan Intuitive Surgical, yang menerima pengesahan pengaturan di Amerika Utara, Eropa dan Asia atas robot-robotnya untuk digunakan dalam prosedur pembedahan minimal. Otomasi laboratorium juga merupakan area yang berkembang. Di sini, robot benchtopdigunakan untuk memindahkan sampel biologis atau kimiawi antar perangkat seperti inkubator, berupa pemegang dan pembaca cairan.



Tempat lain dimana robot disukai untuk menggantikan pekerjaan manusia adalah dalam eksplorasi laut dalam dan eksplorasi antariksa. Untuk tugas-tugas ini, bentuk tubuh artropoda umumnya disukai. Mark W. Tilden dahulunya spesialis Laboratorium Nasional Los Alamos membuat robot murah dengan kaki bengkok tetapi tidak menyambung, sementara orang lain mencoba membuat kaki kepiting yang dapat bergerak dan tersambung penuh.


Robot Mainan


Karakuri ningyo, merupakan istilah Jepang yang berarti boneka mekanik atau automata, ditemukan pada abad ke-18 dan 19 Masehi. karakuri berarti "peralatan mekanik untuk permainan, hiburan, atau memberikan kejutan", sehingga dapat dikatakan bahwa dalam karakuri terkandung hal-hal magis atau elemen misteri, sedangkan ningyo dapat dikatakan sebagai boneka atau patung.






Karakuri dapat dibagi menjadi tiga tipe utama yakni:

1. Butai karakuri (stage karakuri), digunakan untuk keperluan dunia teater

2. Zashiki karakuri (tatami room karakuri), merupakan tipe karalkuri berukuran kecil dan digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan

3. Dashi karakuri (festival car karakuri), digunakan dalam acara atau festival keagamaan, dengan menampilkannya mitos-mitos tradisional atau legenda-legenda Bangsa Jepang.


Ketiga jenis karakuri tersebut dinilai telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dunia teater Jepang seperti Noh, Kabuki, Bunraku.


Berawal dari diciptakannya boneka mekamik karakuri Yumi-hiki doji (pemanah muda) karya Tanaka Hisashige (1799-1881), yang dibuat pertama kali pada akhir zaman Edo (awal tahun 1800-an), dengan menggunakan bantuan benang dan mekanisme mirip kerja timer atau pewaktu, dibantu dengan pegas sehingga dapat menembakan empat anak panah pada sasaran dengan sangat ekspresif layaknya pemanah manusia dalam kyudo (olahraga panahan). beberapa gerakan mekanik karakuri pada masa itu berasal dari mekanisme sederhana, seperti pegas, tali, roda gigi, hingga pemangfaatan beban merkuri (air raksa), air, maupun pasir.


Jadi nggak aneh ya, kalo perkembangan robot di Jepang jauh lebih maju dibandingkan negara lainnya.


Ayo, kalo kamu mau jadi ahli robot, rajin belajar ya!

(ben/net)

Friday, August 05, 2011

CERNAK, 7 AGUSTUS 2011


Setelah Ibu Sakit


Azan subuh berkumandang. Vina bergegas menuju ke masjid yang tak seberapa jauh dari rumahnya. Di tengah jalan dia bertemu dengan Sisil dan Santiana dengan tujuan sama. Bedanya, teman-teman Vina berangkat dengan ayah dan ibunya.


Vina berangkat sendiri. Sahur pun tadi dia hanya ditemani Rahmi, kakaknya.


“Bagaimana kabar ibumu?” tanya Sisil.


“Semalam kata Ayah di telepon sudah membaik,” jawab Vina.


Sudah dua hari Ibu dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Siang hari, Vina dan Rahmi yang menjaga Ibu. Sepulang kerja, Ayah giliran menjaga. Itu sebabnya puasa kali ini Vina tidak bisa sahur bersama Ayah dan Ibu.


“Mudah-mudahan cepat kembali ya,” doa Santiana.


“Amin.”


Vina memasuki masjid, tak lama kemudian iqamat dikumandangkan. Semua jamaah pun menjalankan shalat subuh. Usai shalat berjamaah, Vina berdoa dengan khusyu agar Ibu segera sembuh. Vina merasakan sekali betapa tidak enaknya berpuasa tanpa Ibu.


“Vina, ayo bangun …. Sudah waktunya sahur,” begitu Ibu membangunkannya ntuk sahur. Nadanya lembut.


Vina biasanya sedikit malas bangun. Dia menunggu Ibu membangunkan untuk ketiga kalinya.


“Heh, bangun, anak kebluk! Kalo nggak mau bangun, nggak usah sahur ya!” Begitu kalau Kak Rahmi yang membangunkan. Nadanya kasar. Dan tidak ada kalimat kedua atau ketiga. Malah, karena malas bangun, Vina hampir saja terlambat sahur.


Lalu, masakan Ibu saat sahur sudah pasti enak. Semua kesukaan Vina dan rasanya lezat walau dimakan saat mengantuk. Berbeda dengan Kak Rahmi. Masak tahu saja setengah gosong. Masak oseng-oseng pasti rasanya pedas tak karuan.


“Ya, Allah cepat sembuhkan Ibu ya….” Doa Vina lirih. Amin.


Setelah lama berdoa, Vina kembali ke rumah. Dia harus membantu merapikan rumah dan menyiapkan sendiri semua keperluannya. Vina jadi menyadari betapa beratnya tugas Ibu. Biasanya, setelah shalat subuh sudah pasti Vina tidur lagi. Begitu bangun semua keperluannya sudah disiapkan Ibu.


Kini, saat Ibu sakit, Vina bisa merasakan arti seorang Ibu. Ah, ini baru ditinggal Ibu sakit beberapa hari. Bagaimana jika Ibu meninggal? Vina tidak bisa membayangkannya.


Paginya, Vina mendapat kabar Ibu sudah boleh pulang siang nanti. Vina senang sekali. Dia merapikan seisi rumah agar Ibu senang nanti.


Ketika mobil Ayah masuk ke halaman siang hari, Vina langsung berlari ke teras. Dia menyamut Ibu yang turun dari mobil.


“Alhamdulillah, Ibu sudah kembali,” peluk Vina.


“Iya, Ibu juga nggak betah di rumah sakit. Ibu selalu ingat kamu. Ibu takut kamu nggak ada yang membangunkan sahur, masakin sahur kamu, menyiapkan buka puasa,” kata Ibu.


“Oh, kan ada Kak Rahmi. Kalau buka puasa tinggal beli aja,” jawab Vina agar Ibu tetap tenang.


Vina senang bukan main. Dia memasang status di Facebooknya: Ibuku tersayang sudah kembali ke rumah.


Beberapa jam Ibu di rumah, Ibu mulai merasakan hal yang aneh terhadap Vina. Kini Vina jauh lebih rajin dan mandiri. Bahkan saat sahur, Vina terbangun sendiri tanpa harus dibangunkan Ibu. Vina juga ikut membantu Ibu beres-beres rumah.


“Wuah, anak Ibu sekarang rajin banget. Senang banget deh,” puji Ibu.


“Iya, Bu. Vina nggak mau Ibu sakit lagi karena kecapekan dan kesal sama Vina. Kalau Ibu sakit, semuanya jadi tidak enak,” kata Vina jujur.


Ibu tersenyum. Sakit yang menghampirinya ternyata membawa hikmah untuk Vina di bulan puasa ini.

^_^

CERNAK, 7 AGUSTUS 2011

Serunya Berselancar di Darat


Kalian tahu olahraga berselancar? Ya, biasanya dilakukan di pantai dengan ombak yang tinggi. Mungkin karena banyak yang takut tenggelam, jadi diuatlah olahraga berselancar di darat. Tentu saja papannya lebih pendek. Nah, kalian pasti tahu jika papan itu lebih dikenal dengan nama skate board.





Skateboard pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950, seiring dengan perkembangan era berselancar di daerah pantai California, Amerika Serikat. Pertama kali muncul, skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang gabungkan dengan ban sepatu roda dan disambungakan oleh pengakit dari sepatu roda juga yang sangat tebal dan berat.


Pada saat itu orang juga belum mengenal nama ‘skateboard’, melainkan ‘sidewalk surfing’. Masa-masanya dimulai ketika Marty McFly menggunakannya dalam sebuah film yang berjudul “Back To The Future”, disini Marty menggunakan media skateboard sebagai alat transportasinya.


Pertengahan tahun 1960, skateboard menjadi permainan yang cukup mainstream di Amerika. Dua buah brand, yaitu Hobie dan Makaha melihat celah tersebut dan mulai memproduksi skateboard, jadi para penikmat permainan ini tidak perlu lagi bersusah payah untuk membuat skateboard. Mereka dapat membeli langsung dan langsung memainkannya.


Popularitas skateborad mulai meningkat ketika sebuah majalah lokal yang membahas permainan ini mulai terbit, yaitu Skateboarder Magazine. menjadi sebuah media yang sangat membantu para skateboarder untuk lebih mengetahui secara lengkap mengenai hal ini. Makaha sebagai salah satu brand pada waktu itu benar-benar mengeruk keuntungan yang luar biasa, yaitu sebanyak 4 juta dolar Amerika dalam jangka waktu dua tahun saja (1963-1965).


Papan Pisang


Awal tahun 1970, Frank Nasworthy memulai kariernya di dunia skateboard dnegan merancang skateboard dengan bahan polyurethane yang lebih tenar dengan nama “Cadillac”. Melihat kejayaan skateboard, maka semakin banyak perusahaan-perusahaan yang saling berlomba-lomba untuk menjadikan lahan ini sebagai ladang bisnis mereka.





Salah satunya ialah Tracker Trucks yang berdiri pada tahun 1976. Skateboard yang dihasilkannya pun jauh lebih bagus dari skateboard yang sebelumnya di pasaran. Papan yang mirip pisang atau Banana Board menjadi papan yang cukup menjadi trend pada saat itu, bentuknya yang ringkas dan elastis membuat papan yang satu ini laris di pasaran. Belum lagi permainan warna dan desain yang sangat menarik yang terdapat pada papan tersebut.


Kejayaan tersebut memang tidak bertahan lama, biaya yang sangat besar untuk membuat taman bermain skateboard atau skate park menjadi sebuah masalah pada era tersebut, dan akhirnya pada awal tahun 1980 skateboard mulai tidak terdengar lagi beritanya.


Lebih Ekstrim


Setelah menghilang selama lumayan lama, skateboard mulai bangkit lagi pada pertengahan tahun 1980. Pada era ini banyak skateboarders (pemain sakteboard) yang mulai kreatif dan memiliki dana yang cukup sehingga mereka mampu membuat vert ramp yang menjadi lahan untuk bermain skateboard.


Jika pada awalnya para skateboarder hanya bermain dengan cara meluncur saja, maka sudah saatnya para pemain tersebut berterima kasih kepada Alan Gelfand. Alan adalah orang yang pertama kali menemukan teknik ollie, maka dari itu namanya lebih banyak dikenal dengan sebutan Alan “Ollie” Gelfand.


Setelah Alan Gelfand, maka kini giliran Rodney Mullen yang memberikan sentuhan baru pada dunia skateboard. Mullen menciptakan sebuah gaya baru yang cukup ekstrim yaitu freestyle skating yang merupakan langkah awal dari modern skateboard. Gaya-gaya seperti flatground ollie, the ollie kickflip, the heelflip dan 360 flip merupakan ciptaannya karena bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Setelah itu barulah gaya-gaya yang lainnya tercipta seperti with short noses, slide rails dan large soft wheels.


Bosan dengan skatepark, maka para skateboarder mulai mencari sesuatu yang lebih menantang, hingga akhirnya sarana umum seperti tempat perbelanjaan, trotoar dan taman kota menjadi ladang bagi mereka. Gaya permainan mereka yang cukup ekstrim akhirnya mendapat perhatian yang ekstra ketat dari pihak berwajib, dari terguran hingga sanksi yang berat menjadi hal yang harus diterima oleh para skaters yang tertarngkap. Namun itu semua tidak membuat jera mereka, bahkan di beberapa negara akhirnya mulai mengikuti cara bermain seperti itu bahkan di Indonesia sendiri pun juga ikut terjangkit virus tersebut.




Generasi berikutnya aktivitas papan skate pun mulai menunjukan perubahannya kembali. Lebar papan kini mencapai 8 inci dengan panjang 30 sampai 32 inci dengan ban yang terbuat dari polyurethane. Steve Caballero menjadi salah satu pelopor pada era ini.


Selain bentuk papan baik itu desain, gaya para skaters pun terlihat lebih menarik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Gaya berpakaian mereka secara tidak langsung juga terinspirasi oleh musik-musik yang biasa didengarkan para skaters, mulai dari black music hingga musik cadas. Celana jeans yang dipadukan dengan t-shirt menjadi salah satu pilihan wajib.


(ben/net)