Friday, January 29, 2016

Hore, 31 januari 2016

Mengenal Kota Perbatasan



Apakah kalian pernah mengunjungi kota perbatasan negeri ini? Apa itu ya kota perbatasan? Nah, kali ini mari kita sam-sama belajar tentang kota peratasan yuk.

Kota perbatasan adalah kota yang dekat ke perbatasan antara dua negara, negara bagian atau wilayah. Biasanya istilah ini menyiratkan bahwa kota perbatasan merupakan kota yang paling terkenal. Kota perbatasan dapat memiliki komunitas yang sangat kosmopolitan, ciri mereka berbagi dengan kota-kota pelabuhan. Mereka juga bisa menjadi titik lintas untuk konflik internasional.

Perbatasan Indonesia dan Malaysia




Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Asia Tenggara mencakup perbatasan darat yang memisahkan kedua negara di Pulau Kalimantan dan perbatasan maritim di sepanjang Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Laut Sulawesi.

Perbatasan darat antara Indonesia-Malaysia membentang sepanjang 2.019 km dari Tanjung Batu di Kalimantan baratlaut, melewati dataran tinggi pedalaman Kalimantan, hingga ke Teluk Sebatik dan Laut Sulawesi di sebelah timur Kalimantan. Perbatasan ini memisahkan provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat di Indonesia dengan negara bagian Sabah dan Sarawak di Malaysia.

Perbatasan maritim di Selat Malaka umumnya ditetapkan berdasarkan garis tengah antara dasar benua Indonesia dan Malaysia, membentang ke arah selatan dari perbatasan Malaysia–Thailand hingga ke titik pertemuan perbatasan Malaysia–Singapura. Sebagian perbatasan ini ditetapkan melalui Perjanjian Perbatasan Landas Benua pada tahun 1969 dan Perjanjian Perbatasan Wilayah Laut pada 1970. Perbatasan landas benua antara Indonesia dan Malaysia di Laut Cina Selatan juga ditarik di sepanjang garis dasar benua antara kedua negara berdasarkan perjanjian 1969.

Perbatasan di Laut Sulawesi telah menjadi subjek persengketaan antar kedua negara. Persengketaan tersebut diselesaikan melalui putusan Mahkamah Internasional dalam kasus Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002. Meskipun demikian, kedua negara ini masih memiliki klaim yang saling tumpang tindih sehubungan dengan perbatasan, misalnya Ambalat.



Terdapat sejumlah transportasi laut yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia, sebagian besarnya antara Sumatra dan Semenanjung Malaysia, dan sebagian kecil antara Kalimantan Utara dan Sabah. Satu-satunya perlintasan darat yang menghubungkan kedua negara ini terdapat di Entikong (Indonesia)/Tebedu (Malaysia). Perbatasan Indonesia–Malaysia, baik darat atau laut, memiliki celah yang menyebabkan masuknya sejumlah besar pekerja imigran ilegal dari Indonesia ke Malaysia.

Perbatasan Indonesia dan Singapura


Perbatasan Indonesia-Singapura merupakan batas maritim di Selat Singapura antara Kepulauan Riau di Indonesia yang terletak di sebelah selatan perbatasan, dan pulau-pulau Singapura yang terletak di utara.Selat Singapura merupakan salah satu perairan tersibuk di wilayah ini karena merupakan saluran utama untuk Pelabuhan Singapura.


Perbatasan Indonesia dan Australia

Perbatasan Indonesia dan Australia  adalah perbatasan maritim antara Indonesia dan Australia yang membentang dari Papua Nugini di sebelah timur hingga ke Selat Torres, Laut Arafuru, Laut Timor, dan berakhir di Samudra Hindia. Namun, perbatasan ini dikaburkan oleh "Celah Timor", tempat perairan Australia dan Timor Leste bertemu dan saling diklaim oleh kedua negara.

Australia dan Indonesia juga berbagi perbatasan maritim di Samudra Hindia antara wilayah seberang laut Australia Pulau Christmas dan Pulau Jawa di Indonesia.

Karakteristik unik dari perbatasan maritim antara Australia dan Indonesia adalah dipisahkannya kepemilikan dasar laut (landas benua) dan perairan (zona ekonomi eksklusif), yang masing-masingnya memiliki batas tersendiri. Kepemilikan atas dasar laut memberikan kedua negara ini hak untuk menguasai semua mineral di dasar laut, sedangkan kepemilikan perairan memungkinkan kedua negara untuk menangkap ikan dan sumber daya laut lainnya di wilayah yang mereka kuasai. 

Perjanjian yang mengatur mengenai perbatasan maritim antara Pulau Christmas dan Jawa ditandatangani pada tahun 1997. Akan tetapi, perjanjian ini belum diratifikasi dan tidak lagi berlaku; setelah kemerdekaan Timor Leste, perjanjian ini memerlukan amandemen, sedangkan kesepakatan antara kedua negara ini masih tertunda.
 

 Masih ada lagi perbatasan dengan Timor Leste dan Papua New Guine. Tapi kita bahas kapan-kapan ya.

 
 

Arena KKPK, 31 Januari 2015

 Sebuah Pintu Misterius

Judul: Rahasia Pintu Merah

Penulis: Egi Dia, dkk

128 halaman

 

Apa bacaan kesukaanmu? APakah suka membaca cerita fantasi misteri? Aku suka. Termasuk komiknya. Salah satu komik fantasi misteri yang aku suka adalah buku satu ini. Apa ya ceritanya?

Luna pernah bermimpi tentang sebuah rumah yang di dalamnya terdapat sebuah pintu merah. Dalam mimpinya, jika masuk ke pintu merah tersebut, maka Luna akan terjebak di dunia yang sangat menyeramkan. Saat ini Luna dan keluarganya pindah rumah, karena Luna sakit dan harus tinggal di tempat yang sejuk untuk pengobatannya. Rumah baru Luna persis seperti yang muncul di mimpinya, dan di dalam rumah tersebut benar-benar ada pintu berwarna merah.

Nah, kamu pastinya penasaran dengan kelanjutan cerita ini, kan? Aku nggak akan memberi tahu akhirnya karena kamu sebaiknya membaca sendiri. Yang jelas bikin penasaran. Ada cerita lainnya yang tak kalah menariknya di buku ini. Selamat membaca ya.

(Gaus Rama, Palembang)

Friday, January 22, 2016

Cernak, 24 Januari 2016

Gadis Biola


Rumah itu berdiri megah di sisi jalan yang sepi. Rumah bertingkat dengan jendela kaca yang indah.Aku sering melewatinya setiap kali Ibu menyuruhku mengantar pakaian yang dijahitnya ke komplek ini. Aku sendiri tinggal di luar komplek mewah ini.

Aku biasanya berhenti sesaat karena mendengar suara biola yang digesek dengan merdu dan terfengar sampai keluar. Aku ingin sekali tahu siapa yang memainkannya.

Saat itulah aku melihat seorang gadis kecil sepantar denganku ke luar dari dalam rumah. Dia kemudian berjalan ke luar pintu pagar dan menghampiriku yang duduk di atas sepeda.

"Hai, namaku Winda. Aku sering melihatmu di luar pagar saat aku berlatih biola," katanya.

"Namaku Astri. Ya, aku sengaja berhenti sebab aku menyukai suara permainan biolamu,"  jawabku.

"Ayo, masuklah. Jangan hanya di luar. Kamu sedang tidak terburu-buru pulang, kan?" tanya Winda.

Aku mengikutinya masuk ke rumah besar itu. Rumahnya tentu saja jauh dari rumah ini besarnya. Rumahku sederhana saja.

Di dalam rumah besar hanya ada Winda dan dua orang pembantu. Kedua orangtuanya sedang bekerja. Tiga kakaknya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah mereka masing-masing di luar negeri.

Sambil berlatih biola, Winda kadang berhenti mengajakku ngobrol. Sepertinya dia memang suka bercerita. Sehingga aku jadi tahu banyak tentang Winda. Kata Winda, dia sebenarnya anak angkat dari sebuah panti asuhan. Bapak dan Ibu Wingga mengangkatnya karena merasa kesepian setelah ditinggal anak-anak mereka.

"Tapi justru aku yang sering kesepian. Di panti asuhan, banyak orang," ungkap Winda.

Agar tidak kesepian, Winda dikursuskan biola sepulang sekolah. Kursus privat di rumah. Hari ini dia seharusnya kursus, tapi gurunya berhalangan hadir.

"Aku sendiri sebenarnya tidak suka main biola. Aku lebih suka main bola atau sepeda sepertimu. Tapi kedua orangtuaku ingin aku mahir main biola seperti kakak-kakakku. Ya, aku berusaha menyenangkan mereka, jadi aku turuti," lanjut Winda.

Aku tersenyum. Aku sebenarnya suka bermain biola. Dulu, ketika kakekku punya biola. Saat liburan aku sering belajar bersama kakek. Tapi sebuah bencana banjir di desa kakek menghanyutkan biola itu. Kakek juga meninggal sebulan setelahnya. Aku sendiri ingin punya biola dan les. Tapi aku tidak punya uang.

"Apa aku boleh mencoba biolamu?" tanyaku.

"Ya, tentu saja," ujar Winda sambil menyodorkan biolanya yang cantik. Pasti mahal.

Aku menggesek biola, memainkan lagu Bubuy Bulan yang sering aku mainkan saat liburan di rumah Kakek. Sambil memainkannya aku ingin menangis karena teringat Kakek. Dan saat di ujung lagu aku tak sadar sudah meneteskan air mataku.

Plok-plok-plok.

Aku terkejut. Kupikir yang bertepuk tangan Winda. Tapi sepasang Ibu dan bapak melakukannya di pintu masuk.

Winda kemudian mengenalkan aku kepada orangtuanya. Aku memanggilnya Om dan tante Wingga. Mereka memuji permainan biolaku. Katanya, aku bermain biola dengan penuh penghayatan, sehingga orang yang mendengarnya ikut tersentuh.

Mereka tidak percaya saat kuceritakan aku hanyalah anak tukang jahit yang tinggal di luar komplek ini. Aku juga tidak punya ayah sejak setahun lalu. Hanya berdua bersama Ibu di rumah sederhanaku. AKu juga cerita tentang bermain biola yang aku pelajari dari kakekku.

"Kalau begitu kamu bisa berlatih dan bermain biola bersama Winda jika kamu mau. Kami masih punya beberapa biola yang bisa kamu pakai, Astri," kata Tante Wingga.

Oh betapa senangnya aku mendengarnya. Tak lama kemudian aku pamit pulang. Kuceritakan kemudian tentang Winda kepada Ibu. Dia sepertinya senang melihat aku gembira.

Hari demi hari kami berlatih bersama. Bahkan Om dan Tante Wingga berencana membuat kami sebuah konser di kota kami. Hal ini emmbuat kami semangat.

"Ayo, kita harus semangat," kata Winda.

"Siap! Aku semangat!" sambungku.

Sampai satu hari, Winda jatuh pingsan saat kami berlatih. Tante Wingga kemudian membawanya ke rumah sakit. Lalu, Winda harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Aku sempat menjenguknya.

"Kamu teruskan berlatih ya. Konser kita jangan sampai gagal,"  kata Winda.

Aku tak tahu maksudnya. Tapi beberapa hari kemudian Tante Wingga memanggilku. Lalu, aku menangis setelahnya. Ya, air mataku ingin kuhabiskan rasanya. Tante Wingga bercerita tentang Winda yang ternyata sakit kanker darah.

"Dokter bilang usianya tak lama lagi. Kami sudah pernah membawanya berobat ke luar negeri. Tapi tidak bisa menolongnya," kata Tante Wingga.

Aku jadi tak semangat lagi. Bahkan ketika aku menjenguk Winda lagi, aku tidak bisa menahan tangisku. Winda sepertinya mengerti aku sudah tahu tentangnya.

"Jika aku tiada, terus berlatih, ya. Aku ingin melihat konsermu saat di atas sana," kata Winda.

Beberapa hari setelah itu Winda meninggalkan kami. Aku benar-benar tak bisa berhenti menangis selama tiga hari.Untunglah Ibu terus menghiburku. Om dan Tante Wingga juga demikian. Mereka malah meminta aku agar mau menjadi anak angkat mereka.

"Kami juga sangat terpukul. Kami tahu Winda sangat ingin bermain bola dan sepeda. Tapi sejak tahu dia sakit parah, kami menahannya agar mengisi hari-hari di rumah," kata Tante Wingga.

Ibu mengizinkan aku sesekali bermain di rumah Om dan Tante Wingga. Lalu aku disemangati untuk terus berlatih biola.

Sampai sebulan kemudian konser yang semula disiapkan untuk aku dan Winda akhirnya digelar. Aku merasa terharu sekali saat berdiri di atas panggung dan memainkan biola dihadapan para penonton. Dan aku benar-benar seperti melihat Winda sedang menyaksikan konser ini, tapi entah di mana.

^-^

Hore, 24 Januari 2016

Sekolah di Korea Selatan

 

 

Teman-teman, yuk kita intip dunia sekolah di Korea Selatan.

Sekolah di Korea Selatan mewajibkan siswanya belajar selama 18 jam sehari. Rata-rata sekolah masuk pukul 08.00 dan berakhir pukul 21.30. Pelajar lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Katanya, tujuan utama mereka adalah agar dapat masuk ke universitas terbaik. Akibatnya, mereka kebanyakan memilih masuk ‘hagwon’. Hagwon adalah semacam bimbingan atau pelajaran sepulang sekolah.

Di Indonesia,  kota besar seperti Jakarta  meliburkan sekolah di hari Sabtu. Tetapi di Korea, hari Sabtu tetaplah hari sekolah. Sejak 2010, barulah sekolah-sekolah Korea Selatan meliburkan sekolah di hari Sabtu. Tetapi, hanya dua hari Sabtu dalam sebulan.



Orang Korea mengatakan sangat menghormati guru mereka. Guru dianggap sebagai utusan Dewa.  Usia maksimal seorang guru adalah 65 tahun. Bagaimana dengan Indonesia?

Ada etika bersepatu di dalam kelas. Hampir sama dengan budaya sekolah di Jepang yang mewajibkan ‘uwabaki’ atau sepatu selop khusus di kelas, Korea juga begitu. Setiap siswa memang memiliki sepatu outdoor. Tetapi ketika memasuki ruang kelas, mereka harus memakai sepatu selop atau slipper seperti di rumah.

Makan siang yang lezat dan menyehatkan. Rata-rata sekolah di Korea selalu menyediakan makan siang bagi seluruh siswanya. Menu makanan selalu berbeda tiap harinya dan semuanya fresh tanpa pemanas microwave.



Toilet sekolah tak menyediakan tisu! Beberapa sekolah tak selalu menyediakan tisu toilet. Jadi, siswa harus membawa tisu sendiri. Suatu stategi agar siswa berlatih mandiri.

Seperti sekolah-sekolah di Indonesia,  sistem sekolah Korea mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab atas perawatan sekolah mereka. Sementara petugas kebersihan cenderung melakukan tugas-tugas utama seperti membersihkan kamar mandi, membersihkan lorong-lorong, ruang kelas, tangga, dan soal memungut sampah di halaman sekolah, semua dilakukan oleh siswa di pagi hari sebelum bel berbunyi.



Kebiasaan Gosok Gigi. Setiap nonton drama Korea, kita selalu melihat adegan menggosok gigi. Faktanya, guru-guru di Korea pun selalu membawa sikat giginya ke sekolah. Kebiasaan baik ini selalu dilakukan setelah makan siang. Bersih itu sehat!

Arena KKPK, 24 Januari 2016

Tamu dari Korea





Judul: Incredible Adventure
Penulis :Alfatira
148 halaman




Kalau kamu tak sengaja masuk ke kelas kami, kemungkinan besar kamu menemukan Averie sedang tertawa. Matanya sipit, kulitnya kuning terang. Konon keluarga Averie berasal dari Korea--liburan lalu mereka pulang ke sana. Aku sering memperhatikan sosoknya dari jauh. Averie ramah kepada semua orang. Meskipun begitu, aku enggan mendekatinya. Averie seperti tidak punya masalah. Dan kurasa, dia tidak butuh lagi teman.

Sampai suatu sore, aku menemukan sebuah buku yang tertinggal. Melihat isinya, aku segera mengenali tulisan tangan Averie. Aku membacanya acak:

Kamu pasti penaaran dengan kelanjutan cerita ini, kan? Biar nggak penasaran sebaiknya baca sendiri. Sebab membaca membuat kita juga ikut merasakan petualangan si tokoh dalam buku cerita ini. Baca yuk.

(Salsa, Palembang)

Friday, January 15, 2016

Cernak, 17 Januari 2016

Terjebak 
Oleh Benny Rhamdani




“Jangan main terlalu jauh sendiri ya! Kalau bosan, nanti Nenek carikan teman anak ellaki sebaya denganmu.”

Pesan Nenek seperti kulupakan begitu saja. Aku keasyikan mengejar seekor kelinci putih di belakang rumah nenek. Tanpa sadar aku sudah begitu jauh bermain. Sampai akhirnya kelinci yang kukejar lari masuk ke sebuah perkarangan rumah tua.

Masuk atau tidak ya? Aku bingung karena kulihat di dalam perkarangan itu si kelinci terduduk diam. Seperti menantangku untuk menangkapnya. Aku memutuskan untuk melewati pagar kayu yang sudah tua dan bolong-bolong pada beberapa bagian.

“Hei, mengapa kamu masuk ke sini?”

Aku kaget karena mendengar suara nyaring yang mendadak. Kutengok ke samping kiri dan kanan , tapi tak ada orang. Ke belakang juga tak ada orang.

“Aku di atas pohon mangga,” kata suara itu lagi.

Aku menengadahkan kepalaku. Seorang anak lelaki tengah asyik memakan mangga. Dia pasti mengupas kulitnya menggunakan gigi karena tak memegang pisau.

“Kamu nggak takut main ke sini?” tanya anak lelaki itu setelah turun. “Rumah tua itu kan kosong.”

“Kamu sendiri nggak takut, kenapa aku harus takut?” aku balik bertanya.

“Hebat. Oh iya, namaku Igo. Kamu siapa? Sepertinya pendatang ya?”

“Indra. Aku liburan di rumah nenekku. Kamu bukan penghuni rumah itu?”

“Bukan. Aku anak kampung. Kebetulan aku lewat sini. Kulihat mangganya matang, jadi aku ambil saja,” ucap Igo santai. “Eh kamu tadi ngejar-ngejar kelinci ya? Di dalam rumah itu banyak kelincinya kalau kamu mau.”

“O ya?” Karena penasaran aku berjalan mendekati rumah tua itu.

“Lewat samping saja,” kata Igo memintaku membuntutinya. “Aku kebetulan beberapa kali main ke sini jadi aku tahu keadaannya.”

“Hatsyih!” aku bersin karena hidungku tergelitik debu.

“Guriparas!” timpal Igo.

Aku tersenyum geli. Seperti nenekku, orang-orang di daerah ini selalu mengatakan kata asing itu setiap mendengar orang bersin. Mungkin kebiasaan atau tradisi. Tapi kata Nenek, itu semacam doa agr cepat sembuh.

Igo mendorong pintu samping. Ternyata tak dikunci. Igo memberiku isyarat agar masuk. Semula aku ragu. Tapi Igo kemudian menarikku masuk. Suasana di dalam tak separah yang kubayangkan. Tampak bersih, walaupun tak banyak perabotan. Aku melihat beberapa bingkai foto di dinding.

“Itu!” tunjuk Igo. Dua ekor kelinci menjauh ketika melihat kami. Aku mengejar. Kelinci itu menuju ruangan bawah tanah. Aku ragu-ragu menuruni tangga.

“Masuklah!” Igo mendorongku hingga aku menuruni tangga. Tapi ternyata Igo tak ikut. Dia malah menutup pintu ke ruang bawah tanah. Mungkin semacam gudang.

BRUK!

“IGO! Apa yang kamu lakukan?” aku langsung berteriak nyaring. “Jangan bercanda! Aku nggak suka!”

Sama sekali tak ada sahutan dari balik pintu. Aku meraba-raba dinding mencari saklar lampu. Tapi aku gagal. Akhirnya, aku menaiki tangga dan duduk di undakan teratas sambil terus menggedor pintu. Barangkali ada yang mendengar.

Oh, apa yang terjadi ini?

Entah berapa puluh menit kemudian, pastinya aku sudah putus harapan, tiba-tiba pintu dibuka dari luar. Kupikir Igo yang mengerjaiku, makanya aku sudah bersiap menghajarnya. Ternyata bukan.

“Siapa kamu? Mengapa ada di rumah kami?”

“Kalian siapa?” tanyaku.

“Kami Rahmi dan Rahma. Kami tinggal di sini. Dan kamu?”

Tanpa berlama-lama aku segera menceritakan segalanya sambil duduk di kursi. Kulihat dua anak kembar itu hanya terbengong-bengong tak percaya.

“Igo? Jadi kamu bertemu Igo? Tidak mungkin. Dia itu orang kampung yang sudah meninggal setahun lalu,” kata satu dari mereka. Entah Rahma atau Rahmi.

“O ya?” Kali ini aku yang terkejut. Tapi tak terlalu lama. Mataku tertuju pada deretan figura foto. Ada foto keluarga rumah ini. Di sana jelas ada dua anak perempuan kembar dan satu anak lelaki.

“Hatsyih!” aku bersin karena hidungku gatal.

“Guriparas!” aku mendengar suara kedua anak kembar mendoakanku. Ah, bukan cuma dua tapi ada tiga suara. Dan aku tahu di mana asalnya. Di salah satu kamar. Aku langsung membuka pintu kamar itu. dan kutemukan Igo tengah berdiri.

“Apa maksudmu mengurungku di bawah tanah tadi?” aku langsung mendorong Igo. Meskipun tubuhnya sedikit lebih besar, aku tidak takut.

Tiba-tiba pintu depan dibuka. Aku lihat seorang wanita setengah baya masuk bersama… nenekku!

“Lho, Indra sudah kenal sama Igo? Baru nenek mau ajak Igo ke rumah buat nemanin kamu selama liburan di sini,” kata Nenek bingung.

“Siapa yang mau main dengan dia?” kataku sambil menjauhi Igo.

“Lho, katanya kamu mau belajar naik kuda. Igo ini punya kuda dan pandai naik kuda. Dia bisa mengajarimu,” kata Nenek.

Aku menghentikan langkahku. Menurut kalian kuterima atau tidak permintaan Nenek agar aku bersahabat dengan Igo? Memang benar, aku ingin belajar menunggang kuda. Tapi aku juga masih jengkel sama Igo! 

Hore Aku tahu, 17 Januari 2016

Rompi Antipeluru yang Berguna

Teman-teman, kalian tahu tidak benda yang dipakai tentara atau polisi saat bertugas? ya, namanya rompi antipeluru.

Rompi anti peluru (Bulletproof vest) adalah baju pelindung atau baju zirah yang melindungi bagian tubuh seperti dada, perut, dan punggung orang yang memakainya dari proyektil peluru dan serpihan dari ledakan granat. Umumnya digunakan oleh personel militer, polisi dan orang-orang yang memiliki risiko terkena tembakan.

Jenis rompi anti peluru

Rompi anti peluru dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Soft Body Armor dan Hard Body Armor.


Soft body armor adalah rompi anti peluru yang terbuat dari serat aramid (aramid fibres). Satu lapisan Kevlar tebalnya kurang dari 1 mm, umumnya standar baju terdiri hingga 32 lapisan dan beratnya biasa mencapai 10 kg. Rompi ini cenderung lebih ringan sehingga menguntungkan untuk digunakan dalam tugas-tugas penyamaran, atau pengamanan bagi personel intelijen.

Dengan menambahi soft body armor dengan lapisan tertentu, dapat dihasilkan rompi anti peluru hard body armor. Umumnya lapisan terbuat dari keramik (Al2O3 "Alumina"), lempengan logam atau komposit. Bentuknya yang tebal dan berat menjadikannya tidak comfort, hingga jarang dikenakan dalam tugas keseharian. Hanya dalam tugas khusus yang beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi tim SWAT yang akan mengenakan hard body armor.


Bahan yang digunakan untuk membuat rompi anti peluru selalu mengalami perkembangan seiring hasil penemuan-penemuan baru. Secara umum bahan-bahan yang digunakan adalah:

Aramid (Kevlar)


Material ini ditemukan oleh Stephanie Kwolek pada tahun 1964, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont. Aramid adalah akronim dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam yang bagus (vibration damping), tahan terhadap asam (acid) dan basa (leach), selain itu dapat menahan panas hingga 370°C, sehingga tidak mudah terbakar. Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi.

Vestran


Vestran adalah polymer kristal cair (liquid crystal polymer). Seratnya memiliki kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kevlar.

Jaring Benang Laba-laba (Spider Silk)


Jaring benang laba-laba terdiri dari ikatan molekul protein yang panjang. Benang ini tidak hanya memiliki kemampuan dapat menahan beban yang ekstrem, tapi juga sekaligus memiliki sifat elastisitas yang sangat tinggi, hingga kalau ditarik dapat memanjang sebanyak 40%. Sifat elastis ini berasal dari butiran-butiran cairan kecil yang terdapat pada benang, yang kalau dilihat bentuknya seperti kalung mutiara atau tasbih.


CNT (Carbon Nanotubes)

Kandidat material selanjutnya adalah CNT. Ditemukan tahun 1991 oleh Professor Sumio Iijima dari Jepang. CNT merupakan susunan ukuran karbon C yang berukuran sangat kecil "nano" (0,000000001) dan berbentuk seperti pipa (tube), yang dindingnya tersusun seperti rumah lebah. Diperkirakan material ini lebih kuat dibandingkan dengan benang laba-laba.


Prinsip Kerja Rompi Anti Peluru


Prinsip kerja rompi anti peluru adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan serat untuk menyerap energi laju tersebut dan memecahnya ke penampang rompi yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru dapat menembus rompi.

Dalam menyerap laju energi peluru, rompi mengalami deformasi yang menekan kearah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna. Batas maksimal penekanan ke dalam tidak boleh lebih dari  4,4 cm (44 mm). Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna baju akan mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.

Rompi anti peluru, baik yang soft maupun hard hanya berfungsi untuk menahan peluru agar tidak menembus tubuh pemakai rompi anti peluru. Tetapi daya dorong dari peluru tetap akan terasa dan bisa berdampak kurang baik, misalnya memar dan patah tulang. Kedepan diharapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia dapat menggunakan rompi anti peluru dengan teknologi nano.


KKPK, 17 januari 2016

Rahasia Sahabat


Judul: Kejutan bntangPenulis: Fani112 halaman





Aku memiliki tiga sahabat. Kami berjanji akan selalu bersama dalam suka dan duka. Tapi, Mikha harus pergi ke Prancis mengikuti orang tuanya. Meski berpisah dengan Mikha, kami masih selalu merindukannya.

Entah kenapa, Bintang mulai bersikap aneh. Bintang yang humoris jadi melankolis. Bintang lebih suka duduk melamun di depan jendela. Beberapa kali aku melihat Bintang memegang kepalanya sambil meringis kesakitan.


Lalu, kabar mengejutkan datang padaku. Bintang terbaring di rumah sakit. Berbagai peralatan terpasang di tubuhnya. Aduuh, ada apa dengan Bintang? 

Membaca buku ini, membuat aku terus ingin menamatkannya. Sakiing serunya, aku malah ingin buku ini terus bertambah halamannya. Tapi tidak mungkin. Nah, kalian coba baca sendiri ra ya.

(Salsa, Palembang)

Friday, January 08, 2016

Cernak, 10 Januari 2016





Kemping Pertama

Ini adalah kemping pertamaku. Dita dan Siren yang mengajakku. Akhirnya kami jadi kemping malam ini bertiga.

Tenda sudah didirikan, lalu api unggun sudah pula dinyalakan. Kami bertiga melingkari api unggun.

"Biar seru kita tukar cerita seram yuk!" kata Dita.

"Jangan ah," kataku.

"Kamu sih penakut, Mimi."

"Iya, biar seru," sambung Siren. "Aku dulu ya."

Lalu Siren bercerita tentang pengalamannya ke rumah neneknya. Sebuah rumah tua yang luas.

"Di sana ada lukisan wanita tua yang masih leluhurku. Orang Belanda," lanjut Siren.

Malam harinya Siren kehausan. Dia melewati lukisan itu. Tiba-tiba Siren melihat lukisan itu menangis, mengeluarkan air mata berdarah. Siren berteriak ketakutan. Seisi rumah menghampirinya.

"Ternyata lukisan itu tak menangis. Tapi aku yakin melihatnya," tutup Siren mengakhiri ceritanya.

"Ah, kurang seru. Giliran aku ya," kata Dita.

Dita bercerita tentang kejadian saat liburan di Pantai. Dia sedang berada di pantai. Tiba-tiba dari laut muncul seorang anak lelaki. Dita ketakutan, tapi dia tidak bisa bergerak.

"Anak lelaki itu mengenalkan diri bernama Danis. Dia cerita tenggelam di laut dan tubuhnya terkait di karang hingga belum ditemukan. Setelah itu dia menghilang," papar Dita.

Dita kemudian menceritakan kepada orangtuanya. Lalu orangtuanya melapor ke polisi. Pencarian di karang dilakukan. Ternyata memang ada mayat seorang anak lelaki yang tenggelam sehari sebelumnya.

Aku agak ketakutan mendengarnya.

"Sekarang giliran kamu. Mimi!"

Aku batuk kecil dulu. Lalu mulailah aku berkisah.

"Siang tadi aku hendak ke pasar membeli perlengkapan untuk kemping ini. Tapi di persimpangan jalan ada otor kencang menabrakku. Aku terluka. Aku teringat janjiku untuk meping bareng dua sahabatku. Tapi aku merasa tidak bisa bergerak. Lalu, kudengar orang-orang membawaku ke mobil. Kudengar pula suara dokter. Lalu adayang bilang,'anak ini sudah meninggal'.... itulah yang kuingat."

Dita dan Siren berpelukan menatapku aneh. "Mimi...."

"Ya, aku Mimi sahabat kalian ..."

Dita dan Siren berdiri alalu berlari masuk ke dalam rumah Dita. Kami memang hanya kemping di halaman samping rumah Dita.

Dan aku sangat senang sekali karena bisa membuat Dita dan Mimi lari ketakutan.

*_*








Hore, 10 Januari 2016


Kincir Angin, Cantik dan Bermanfaat



Kincir angin adalah sebuah alat yang mampu memanfaatkan kekuatan angin untuk dirubah menjadi kekuatan mekanik. Dari proses itu memberikan kemudahan berbagai kegiatan manusia yang memerlukan tenaga yang besar seperti memompa air untuk mengairi sawah atau menggiling biji-bijian. Kincir angin modern adalah mesin yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik, disebut juga dengan turbin angin. Turbin angin kebanyakan ditemukan di Eropa dan Amerika Utara.


Sampai saat ini belum diketahui secara pasti siapa penemu kincir angin. Kekuatan angin sudah lama menjadi perhatian utama manusia. Pengembangan Kincir angin dimulai dari bentangan layar yang menampung angin untuk menggerakan kapal.

Dari sinilah, pengetahuan terus dikembangkan hingga terciptalah alat yang dinamakan kincir angin. Naskah tertua tentang kincir angin terdapat dalam tulisan Arab dari abad ke-9 Masehi yang menjelaskan bahwa kincir angin yang dioperasikan di perbatasan Iran dan Afganistan sudah ada sejak beberapa abad sebelumnya, kadang disebut Persian windmill.

Jenis yang sama juga digunakan di Cina untuk menguapkan air laut dalam memproduksi garam. Terahir masih digunakan di Crimea, Eropa dan Amerika Serikat. Fungsi pertama kali Kincir angin adalah untuk menumbuk biji-bijian tanaman padi. Seiring berjalannya waktu, Kincir angin mengalami pergeseran fungsi. Saat ini, Kincir angin dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik.



Kincir angin pertama kali digunakan untuk membangkitkan listrik dibangun oleh P. La Cour dari Denmark diahir abad ke-19. Setelah perang dunia I, layar dengan penampang melintang menyerupai sudut propeler pesawat sekarang disebut kincir angin type propeler' atau turbin. Eksperimen kincir angin sudut kembar dilakukan di Amerika Serikat tahun 1940, ukurannya sangat besar yang disebut mesin Smith-Putman, karena dirancang oleh Palmer Putman, kapasitasnya 1,25 MW yang dibuat oleh Morgen Smith Company dari York Pensylvania. Diameter propelernya 175 ft(55m) beratnya 16 ton dan menaranya setinggi 100 ft (34m). Tapi salah satu batang propelernya patah pada tahun 1945.

Kincir Angin Belanda



Belanda tidak hanya terkenal dengan bunga tulip tetapi juga kincir angin. Kincir angin merupakan warisan budaya yang memesona bangsa-bangsa lain sehingga menjadi ikon Belanda dengan sebutan Negeri Kincir Angin.

Orang Indonesia sudah sangat kenal dengan ikon kincir angin Belanda. Karena, sebuah toko roti terkemuka di Indonesia menggunakan nama negara tersebut dengan ikon kincir angin di atas bangunan tokonya.

Menemukan kincir angin di negara asalnya Belanda sesungguhnya tidak sulit. Sebab bangunan khas kincir angin yang sudah ada di Belanda sejak ratusan tahun yang lalu ini masih banyak  tersebar di seluruh wilayah Belanda .

Kincir angin pada awal keberadaannya di Belanda sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Dengan perkembangan teknologi, sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung.

Jumlah kincir angin beberapa abad lalu ada sekitar 10.000 kincir angina. Sekarang, kurang lebih 1000 kincir angin. Sebagian kincir angin yang ada sekarang masih berfungsi serta menjadi  obyek wisata yang sangat menarik. 

Ada di dua tempat dan sudah menjadi obyek wisata yang terpopuler di Belanda.Tempat ini adalah kawasan wisata yang dilestarikan atau dilindungi yaitu Zaanse Schans di Provinsi Belanda Utara (Province North Holland) dan Kinderdijk di Provinsi Belanda Selatan (Province South Holland).

Kumpulan kincir angin di kawasan wisata Zaanse Schans tampaknya belum banyak dikenal warga Indonesia yang berkunjung ke Belanda. Padahal lokasinya hanya 30 menit perjalanan dengan mobil, bus atau kereta api dari Bandara Schiphol Amsterdam atau 15 menit dari Centrum Amsterdam.


Berkunjung ke kawasan wisata Zaanse Schans seyogyanya tidak dilewatkan saat mengunjungi Belanda karena lokasinya tidak jauh dari Amsterdam, terutama saat udara tidak dingin khususnya pada musim panas.

Mengunjungi kawasan wisata Zaanse Schans yang  dilestarikan ini selain menambah pengetahuan tentang fungsi kincir angin juga akan mengenal sekaligus menikmati keindahan daerah yang mempresentasikan cara hidup orang Belanda abad 17-18 atau dikenal juga sebagai Open Air Museum.

Wisatawan bisa menikmatinya dengan berjalan kaki di sepanjang tepi Sungai Zaan, mengunjungi berbagai obyek wisata di kawasan tersebut. Bisa juga dengan menaiki kapal wisata menyusuri sungai (rondvaart) merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga yang hanya ada di negeri kincir angin ini.

Kawasan wisata Zaanse Schans terletak di wilayah pemerintahan Zaanstad  yang ibukotanya di Zaandam dan terkenal  juga sebagai kota industri pertama di Eropa. Kawasan wisata Zaanse Schan berada di kota Zaandijk yang berdekatan dengan Zaandam.

Setiba di Zaandijk setelah menggunakan transporatasi kereta api yang berhenti di stasiun Koog aan de Zaan akan terlihat Sungai Zaan yang besar dan banyaknya kincir angin dengan aneka bentuk dan ukuran besar atau kecil. 

Kemudian kita akan menghirup bau coklat yang sangat tajam dari suatu pabrik coklat yang juga sudah berumur ratusan tahun. Sebelum tiba di kawasan wisata Zaanse Schans akan melewati pemukiman yang sebagian besar rumahnya masih berasitektur kuno (Oud Zaandijk).

Kemudian menyebrangi jembatan yang sangat modern. Salah satu bagian jalan jembatan akan terangkat ke atas apabila kapal laut yang berukuran besar akan melewati bawah jembatan. Memasuki kawasan wisata Zaanse Schans tidak dipungut biaya. 


 

Arena KKPK, 10 Januari 2016

Anggrek Misterius



Judul: Ghost Dormitory in Den Haag

Penulis: Melsah

148 halaman

Kali ini bagaiaman kalau kita baca buku misteri? Nama tokohnya Vanda.

Vanda tak pernah menyangka hidupnya berubah sejak menemukan anggrek kelabu yang misterius itu. Dia melihat bunga itu tergeletak  di atas tanah dan nyaris terinjak. Dia ambil dan dia rawat.
Karena ketika dia menghirup wanginya ... dia bisa menemukan ketenangan yang memabukkan.  Hanya saja, pertumbuhannya agak abnormal dibandingkan anggrek lain. Bahkan, teror pembunuhan terjadi tak lama sejak anggrek kelabu itu Vanda bawa ke asrama.

Korban memiliki aroma yang sama dengan wangi khas yang dikeluarkan sang anggrek kelabu. Vanda percaya, ini bukan ulah anggrek itu. Mana mungkin sekuntum bunga yang dia tanam dalam pot, dan dia rawat baik-baik di antara tanaman-tanaman hias, bisa berbuat sekeji itu. Mungkin kebetulan saja pembunuhan itu terjadi setelah dia membawanya ke sini.

Namun tunggu ... mengapa sejak saat itu Vanda mulai sering kehilangan kesadarannya? Dan mengapa ketika dia menatap anggrek kelabu dalam pot itu ... dia merasa anggrek itu sedang tersenyum kepadanya?

Aku nggak akan bocorkan ceritanya. Kalin baca sendiri ya. Pokoknya, tegang dan seru.

(Salsa, Palembang)

Friday, January 01, 2016

Cernak, 3 januari 2016







Sebuah Titipan
Oleh Benny Rhamdani

“Sudah siap?”
“Tunggu sebentar. Tinggal pakai kaos kaki,” kujawab pertanyaan Mama.
“Salsa, pakai kaos kakinya jangan sambil nonton televisi. Jadinya lama,” protes Kak Aga.
“Ini seru banget. Ada lima penghuni penjara yang lepas tadi malam. Tuh, orang-orangnya. Mukanya ada yang seram, ada juga yang tidak seperti penjahat,” kataku.
“Sayang, tidak semua orang jahat itu mukanya menyeramkan. Juga, tidak semua orang yang mukanya menyeramkan itu hatinya jahat,” kata Mama.
“Hihihi, misalnya Kak Aga ya?” kataku sambil melirik kakakku yang langsung melotot.
Kak Aga langsung mematikan teve agar aku segera bersiap. Kami hendak pergi ke rumah nenek di luar kota akhir pekan ini.

Lima menit kemudian kami sudah berada di dalam mobil yang dikendarai Papa. Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah. Saat melintasi perempatan jalan, Papa sempat membeli koran Berita Pagi. Aku melihat di halaman paling depan terpampang wajah lima tahanan yang kabur.

“Buronan apaan sih, Pa?” tanyaku ketika membaca judul berita.

“Artinya orang yang sedang diburu oleh petugas polisi. Biasanya orang yang menjadi burona ini pernah berbuat jahat dan dianggap meresahkan masyarakat,” jelas Papa.

“Wah, Kak Aga buronan dong. Soalnya suka mencui kue di kulkas,” ledekku.

Kak Aga mencibir kepadaku.

Mobil pun melaju dan mulai meninggalkan kota. Di tengah perjalanan Papa harus mengisi bensin lebih dulu. Kebetulan di sampingnya ada rumah makan. Jadi kami sekalian istirahat.

Kami pun memesan makanan yang kami suka. Sambil menunggu hidangan, aku tak mau duduk diam. Aku pun berjalan-jalan di sekitar rumah makan. Bahkan aku ke luar untuk melihat pemandangan sekitar. Saat itulah aku melihat sorang lelaki sedang keletihan di bawah pohon.

“Pak, sedang apa di sini?” tanyaku.

“Ng … anu, sedang istirahat,” jawab lelaki itu.

“Kayaknya kecapekan. Sudah makan atau minum?”

Lelaki itu menggelengkan kepalanya. Kasihan …

“Tunggu sebentar, Pak.” Aku kembali ke dalam. Kubelikan sekotak minuman dingin juga sebungkus roti pakai uangku. Tapi saat hendak berjalan kembali, tiba-tiba aku terngat sesuatu.

Wajah lelaki itu mirip dengan foto salah satu buronan yang aku lihat di teve dan koran. Jadi … dia buronan itu kah? Atau hanya mirip?

Aku jadi ragu-ragu melangkah. Bagimana kalau orang itu bebuat jahat kepadaku?

Setelah berdoa sebentar, kuputuskan untuk tetap bertemu lelaki itu. Dia membutuhkan air dan roti untuk mengisi perutnya.

“Pak, ini roti da minuman kotak. Mudah-mudahan cukup untuk mengisi perut,” kataku sambil menyodorkan makan dan minuman kepadanya.

“Terimakasih, nak.” Lelaki itu kemudian menghabiskan minuman kotak dan rotinya. Dia kemudian menatap kepadaku. “Nak, maukah kau menolongku sekali lagi?”

“Aaapa, Pak? Pertolongan apa?” tanyaku.

“Tapi berjanjilah, kau tak akan memberitahu siapapun.”

Aku mengangguk.

“Sebenarnya aku ini kabur dari tahanan semalam. Semula aku tak mau ikut. Tapi hari ini adalah ulangtahu anakku. Aku ingin bertemu dengannya dan memberinya hadiah. Tapi …. Sepertinya keluargaku tidak akan membiarkan aku menemui anakku. Jadi … aku ingin menitipkan hadiah untuk anakku kepadamu. Tolong sampaikan. Ini sudah kutulis nama dan alamatnya.”

Aku menerima sebuah kalung sederhana juga sepotong kertas bertulisakan nama dan alamat. Nama puterinya Zahra.

“Bapak sekarang mau kemana?” tanyaku.

“Aku ingin menyerahkan diri kembali ke polisi,” katanya sedih.

Aku mengangguk, lalu pamit.

“Bilang pada Zahra, ayahnya minta maaf. Suatu hari pasti akan menemuinya dalam keadaan bebas,” pesan lelaki tua itu.

Aku kembali ke rumah makan. Hidangan sudah siap. Papa dan mama menanyakan kepergianku. Kubilang saja lihat-lihat pemandangan di sekitar.

Setelah menghabiskan makanan dan membayarnya, kami melanjutkan perjalanan. Saat itulah aku menyodorkan kertas kepada Papa.

“Pa, apakah kita bisa menemui Zahra di tempat ini?” tanyaku.

“Ya, tentu saja. Kita akan melewati alamat itu sebelum sampai rumah nenek.”

“Terima kasih, Pa.”

“Dia temanmu?”

“Iya.”

Mobil pun terus melaju. Papa kemudian keluar dari jalan raya menuju jalan perkampungan. Setelah menyamakan sebuah nomor rumah dengan keterangan di kertas, kami pun turun.

Aku paling depan menuju pintu rumah itu. Kuketuk pntu rumahnya. Seorang anak perempuan keluar. Dia memakai kruk. Kakinya lumpuh sebelah. Seorang ibu mengikutiya di belakang.

“Apakah ini rumah Zahra?” tanyaku.

“Iya, benar. Aku Zahra.”

“Oh, selamat ulangtahun, Zahra. Namaku Salsa. Aku … hanya ingin menyampiakan titipan hadiah ulangtahun untukmu. Ini dia.” Aku emnyodorkan seuntai kalung untuk Zahra. Dia kelihatan senang.

“Terima kasih. Dari siapa ini?” tanya Zahra.

“Orang yang sangat mencintaimu. Dia hanya berpesan, suatu hari nanti akan bertemu denganmu dalam keadaan bebas.”

Zahra terpana. Dia mulai menangis. Aku tak tahan melihatnya menangis. Buru-buru aku pamit.

Di mobil aku terus berterima kasih kepada Tuhan, karena hingga saat ini bisa selalu berada di dekat kedua orangtuaku, Papa dan Mama. Juga Kak Aga. Ya walaupun kadang aku sedikit kesal kepadanya.
^_^

Hore Aku Tahu, 3 Januari 2016

Lezatnya Kue Terang Bulan





Martabak merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Bergantung pada lokasinya, nama, dan komposisi martabak dapat bervariasi.

Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin yang terbuat dari campuran telur dan daging serta martabak manis (kue terang bulan) yang biasanya diisi cokelat.

Berbeda dengan martabak telur, martabak manis adalah sejenis kue atau roti isi selai yang biasa dimakan di saat santai sebagai makanan ringan. Di Malaysia, martabak manis (yang dikenal dengan nama Apam Balik) sering dijadikan sebagai hidangan sarapan dengan ditemani segelas teh tarik.

Martabak Manis

Kue Terang Bulan adalah penganan sejenis kue dadar yang biasa dijajakan di pinggir jalan di seluruh Indonesia dan Malaysia, khususnya Sabah. Juga dikenal sebagai apam pulau pinang atau martabak manis/martabak bangka (Jakarta), terang bulan (Bandung), Kue Bandung (Semarang) apam pinang (Pontianak), apam balik (Malaysia), atau kue bulan (daerah timur Indonesia).

Berbeda dengan Martabak (atau Moortaba) yang berasal dari (dipengaruhi oleh budaya) India, makanan ini sebenarnya asli kuliner Melayu-Nusantara, diduga berasal dari kue Hok Lo Pan yang diciptakan oleh orang-orang suku Hakka (Khek) yang banyak bermukim di Bangka dan Belitung. Arti harfiahnya Hok Lo Pan adalah Kue Orang Hok Lo. Padahal orang Hok Lo bukan orang Hakka (Khek).

Ada dua sebab mengapa demikian. Pertama, dengan menggunakan kata Hok Lo maka gengsi dari kue tersebut lebih tinggi. Kedua, kue ini jenis baru, belum pernah ada sebelumnya di Tiongkok maupun di Bangka Belitung. Bukan juga kue Hakka (Khek) dan tidak pernah dimakan oleh orang Hakka (Khek) sebelumnya. Jadi asumsi tidak mungkin kue orang Hakka (Khek). Karena kedekatan suku Hakka (Khek) dan suku Hok Lo, Nah, jika bukan Hakka (Khek) maka Hakka (Khek) Bangka menduga mungkin ini jenis kue Hok Lo.

Nama penganan ini bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Di kota Semarang dikenal dengan sebutan Kue Bandung. Padahal kue tersebut bukan berasal dari Bandung. Hal ini disebabkan kue tersebut dibuat oleh orang Bangka yang menetap di Semarang, yaitu keluarga Cen, generasi ke-4 dari leluhur yang bernama Cen Khian Sam. Nah keluarga Cen ini berjualan martabak manis di Jalan Gajah Mada, bersebelahan dengan seorang Hakka (Khek) bernama Moi Yan yg berdagang Mie Bandung, yang sangat laris di masanya. Biar sama-sama laris, maka martabak manis buatan Koh Cen disebutlah Kue Bandung.

Di Yogyakarta dan sebagian besar Indonesia bagian Timur, orang menamakannya Kue bulan atau terang bulan, karena bentuknya yg bulat seperti bulan. karena bentuknya yang bulat seperti bulan.

Di Indonesia bagian Timur, penggemarnya merasa bingung mengapa kue ini dinamakan "martabak" karena sama sekali berbeda dengan penganan lain yang juga bernama martabak. Namun bagi daerah yang terbiasa menamakannya martabak manis, maka penganan martabak terbagi dua menjadi martabak manis atau martabak asin.

Di Malaysia penganan ini dinamakan apam balik, kue atau martabak terang bulan, Martabak Bangka, kue pinang, kue bandung, atau Martabak Jepang. Di Pontianak makanan ini dinamakan apam pinang.

Cara Membuat

Adonan kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu, soda kue, telur ayam, santan, air, dan ragi yang dipanggang di atas penggorengan besi tebal khusus hingga adonan kue menjadi matang dan bersarang. Sebagai pengisi biasanya diberikan taburan gula butir, coklat butir (meses, muisjes), dengan biji wijen dan kacang tanah yang dicacah, atau parutan keju, yang disiram susu kental manis, dan diolesi mentega dan margarin yang cukup banyak.

Beberapa pedagang menggunakan mentega Wysman untuk menambah kelezatan rasa martabak buatannya.

Arena KKPK, 3 Januari 2016

Tentang Alya



Judul: The Days with My Sister

Penulis: Shiha

112 halaman


Apakah kalian masih liburan? Aku juga masih liburan. Dan saat jalan-jalan mengisi liburan aku tetap membaca buku. Salah satu buku yang kubaca adalah buku KKPK satu ini. Ceritanya seperti apa?

Sejak Alya datang dan tinggal di rumahnya, Vella merasa tersisih. Kasih sayang Mom sepertinya hanya tercurah kepada Alya. Karena merasa tidak disayangi Mom, Vella pun kabur dari rumah.
Seiring waktu, Alya mengetahui kalau Vella kabur dari rumah karena dirinya. Alya pun berniat kembali ke desanya. Setelah menitipkan surat, Alya pergi dari rumah Vella.

Nah, lho … kok, pada pergi? Bagimana cerita selanjutnya? Bisakah Vella dan Alya memperbaiki hubungan mereka? Banyak hikmah yang bisa kalian ambil dengan membacanya.Aku sendiri kadang merasa terharu, tapi juga senang saat membaca buku ini.

Buat kalian yang mengisi liburan di rumah, salah satu yang paling seru adalah dengan membaca buku.

(Salsa, Palembang)