Friday, June 14, 2013

Hore, 16 Juni 2013


Kota Paling Hijau di Dunia
Tidak semua  kota besar identik dengan polusi. Di negara tertentu kota besar terkenal mereka banyak yang hijau alias banyak tumbuhan yang menutupi kota tersebut. Dimulai dari beberapa negara maju yang telah sadar akan pentingnya lingkungan hijau untuk kehidupan sampai negara berkembang yang tekah merencanakan sistem kota hijau.

Vancouver, Canada

Daerah pernah menyelenggarakan olimpiade musim dingin pertama di muka bumi yang mengusung tema sustainable ini, memanfaatkan sampah elektronik sebagai medali, membangun stadion yang sangat “green”. namun ini bukan cuma sebuah usaha karena adanya olimpiade musim dingin. Vancouver telah berbenah sejak dulu. 90% kebutuhan listrik kota ini dipasok dari hydroelectric.

Angin, matahari, gelombang telah digunakan secara luas untuk menjaga kelestarian lingkungan di kota ini. Walikota Vancouver, Gregor Robertson mengatakan di situs resmi kota Vancouver bahwa ”Vancouver akan menjadi kota paling hijau di dunia pada tahun 2020". Untuk itu warga Vancouver yang sering disebut dengan Vancouverites ingin tinggal di sebuah kota yang hidup, terjangkau dan berkelanjutan.


Malmo, Swedia

Ini adalah salah satu kota internasional yang difokuskan pada ruang hijau. Terkenal dengan taman mereka, tetapi juga pada pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Ini adalah salah satu kota terbesar di Swedia dan benar-benar kota yang indah. Mereka telah mengubah lingkungan mereka menjadi daerah yang ramah lingkungan.

Di kota ini kita akan menemukan banyak orang bersepeda dikarenakan di kota ini banyak dibangun jalan khusus untuk mereka yang bersepeda. Kota ini sangat menghargai langit hijau mereka dan tidak ingin langit hijau mereka menjadi berpolusi. Hari ini sekitar 20% dari populasi Malmo berasal dari berbagai negara, membuatnya menjadi kota yang paling kosmopolitan di Swedia.

Hal ini telah berkontribusi terhadap kehidupan budaya yang kaya dan kesempatan menikmati banyak makanan enak dan eksotis. Hari ini kota industri tua telah diganti dengan luas wilayah pinggiran kota kelas menengah modern, perumahan dan lingkungan pemukiman yang ramah lingkungan.

Curitiba, Brazil

Curitiba adalah sebuah kota di selatan Brasil dan ibukota negara bagian Paraná (estado) sejak 1854. Kota ini didirikan pada 1654 sebagai sebuah kamp pertambangan emas. Populasi: 1,8 juta (2007). Dari awal abad ke-19, kota itu telah menerima banyak imigran dari Jerman, Italia, dan Polandia, dan imigrasi terus berlangsung selama abad ke-20 dengan kedatangan bangsa Siria dan Jepang, serta masuknya secara besar-besaran migran dari daerah pedesaan.


Kota ini memiliki banyak sekali ruang hijau seperti taman dan kebun botani yang sangat indah seperti Bosque Alemão, Bosque de Portugal, Bosque Italiano, dan lain-lainnya. Kota ini difokuskan untuk menjadi kota paling hijau dan para penduduk disarankan untuk meninggalkan mobil mereka di rumah.

(ben)

Friday, June 07, 2013

Cernak, 9 Juni 2013




Teman Baru



Pagi-pagi sekali aku berangkat ke rumah Nenek. Papa yang mengantar. Rumah Nenek masih satu kota denganku. Tapi letaknya lumayan jauh.

“Nanti jangan nyusahin Nenek ya,” pesan Papa sambil menyetir.
“Nggak kok, Pa,” kataku.

“Jangan ngacak-ngacak buku di perpustakaan, mengotori lantai, cuci sendiri piring bekas makan. Di rumah Nenek sudah nggak ada pembantu lagi,” tambah Papa.
“Iya, Pa. Tenang saja.” Mama juga sudah berpesan seperti itu.
Begitu mobil sampai di halman rumah Nenek, aku pun turun sambil membawa tas berisi pakaian salinku. LIburan kali ini aku akan menginap selama seminggu di rumah Nenek.
Kalian tahu mengapa aku suka menginap di rumah Nenek? Ya, menang karena buku-buku cerita di rumah Nenek sangat baca, Nenek mengumpulan buku-buku itu sejak Papa kecil. Lalu, halaman rumah Nenek sangat luas. Aku bisa bermain apa saja di sana. Tidak seperti dirumahku, meskipun rumahnya luas, halmannya sempit. Di rumah Nenek juga ada rumah pohon yang dibuatkan Papa.
Pokoknya aku suka sekali liburan di rumah Nenek sejak dulu.
“Assalamualaikum,” salamku ketika masuk ke rumah Nenek.
“Waalaikumsalam,” jawab Nenek menyambutku dnegan memeluk hangat.
Papa hanya mencium punggung telapak tangan Nenek, setelah itu pegi lagi karena harus masuk kantor.
“Nenek senang kamu liburan panjang di sini. Nenek yakin kamu sekarang akan makin senang karena ada teman barumu di sini, sarah,” kata nenek.
“Teman baru?”
“Nanti jam sebilan dia akan datang ke sini,” kata Nenek.
Aku jadi penasaran. Tapi aku sebaiknya ke kamar dulu. Kamar yang kutempati dulunya adalah kamar Papa ketika masih kecil. Jendela kamarnya menghadap ke sungai besar yang mengalir tenang. Sangat indah, apalagi bila melihat kapalkapal kecil yang melintas.
Siapa ya teman baru itu? Aku jadi penasaran.
Tepat pukul Sembilan, aku mendengar suara salam di depan pintu. Nenek segera menyambutnya.
“Sarah, kenakan ini teman barumu. Namanya Prita,” kata Nenek.
Di depanku, berdiri seorang anak perempuan sebaya denganku. Penampilannya sederhana, bola matanya bercahaya.
“Hai Sarah! Nenek sering bercerita tentangmu,” kata Prita.
Oh. Tapi Nenek kok nggak pernah cerita kepadaku, ya? Sejak kapan Nenek berteman dengan Sarah. Rasanya, hamper setiap hari aku menelepon Nenek. Tapi Nenek tidak pernah menyinggung tentang Prita. Memang sih, sudah sebulan lebih aku tidak mengunjungi Nenek. Jadwal les yang padat, membuatku tak bisa ke rumah Nenek.
“Aku dan Nenek baru berteman seminggu yang lalu,” jelas Sarah, seperti yang bisa membaca pikiranku.
“Waktu itu Sarah sedang lewat depan rumah, Nenek sedang menyirami bunga-bunga di dekat pagar. Sarah datang dan menawarkan diri membantu Nenek. Ya, tentu saja Nenek senang,” tambah nenek.
“Sebenarnya aku berharap diizinkan memetik satu bunga mawar. Eh, sewaktu pulang, aku malah diberi satu pot pohon anyelir yang sedang berbunga,” kata Sarah.
Wah, kok bisa ya? Nenek sangat suka dengan pot-pot anyelirnya itu. Mama juga pernah minjta, tapi tidak dikasih.
“Nenek senang memberi tanaman kepada orang yang senang merawat tanaman,” kata Nenek.
Hm, ya dulu aku juga pernah meminta satu pot tanaman bunga seruni. Tapi baru dua hari pohon itu mati. Aku lupa menyiramnya.
“Hari ini kita akan ngapain, Nek?” tanya Prita.
“Kita masak pudding aja. Biar ada makanan untuk kita bertiga sepanjang hari ini,” usul Nenek.
Masak pusing? Wah, aku paling tidak bisa masak kue! Tapi, nggak ada salahnya belajar.
Aku pun mengikuti Neneh dan Prita ke dapur. Aku kagum dengan Prita yang cekatan mebantu Nenek membuat pudding jeruk dan mangga. Sementara aku hanya kebagian ugas membersihkan perlatan yang kotor.
Setelah memasak, Nenek minta izin membaca dulu sebentar. Aku mengajak Prita ke rumah pohon. Saat masuk rumah pohon, aku kaget sekali. Isinya sangat tertata rapi.
“Wah, kok jadi rapi begini ya?” gumamku.
“Ah, aku yang merapikannya. Waktu dtang ke sini, aku melihat acak-acakan sekali. Sayang tempat yang bagus ini kalo acak-acakan.”
Wah, itu pasti ulahku. AKu sering lupa mengembalikan buku ke tempatnya lagi, juga mainan. Kadang aku juga membuang bungkus makanan dan minuman sesukaku.
Di rumah pohon itu kami membaca komik sambil menikmati pudding yang dibuat tadi. Rasany lezat lho.
Setelah bosan di rumah pohon, aku mengajak Prita bermain piano. Untunglah Nenek sudah selsai membaca. Nenek kalau sudah memnaca suka tidak mau diganggu suara apapun. Hehehe, Nenek memang kutu buku sejak lama. Begitu kata Papa.
Aku memainkan piano itu.
“Kamu bisa memainkan piano?” tanyaku kepada Prita.
“Tidak. Tapi aku suka membuat puisi,” kata Prita.
“Kenapa kalian berdua tidak membuat sebuah lagu baru saja,” saran Nenek.
Aku setuju usul Nenek. Prita kemudian menulis syair lagu. Dia benar-benar pandai membuat puisi. Kali ini lagunya bercerita tentang indahnya persahabatan. Setelah syair lagu dibuat Prita, aku mencari nada yang cocok untuk melagukannya.
Setelah berjam-jam, diselingi makan siang tentunya, kami berhasil membuat lagu itu. Nenek sangat senang ketika kami menyanyikannya berdua.
Sore harinya, kami menyanyikan lagu itu bersama sambil bertaman. Nenek menyirami bunga. Prita emetic daun-daun yang kering. Aku malah mengjar kupu-kupu.
Saat petang tiba, Prita pamit pulang. Nenek seperti yang sedih melpasnya pulang.
Setelah Prita tidak ada, aku mendekati Nenek.
“Nek, sekarang Nenek kayaknya udah lebih sayang orang lain dibandingkan Sarah,” kataku.
“Ah, nggak kok.”
“Iya, Sarah rasakan sendiri kok. Mungkin karena Prita lebih pintar dari Sarah. Prita jago masak, jago bersih-bersih, jago bertaman, jago membuat pusi….”
“Bukan. Nenek menyayangi Prita bukan karena itu. Nenek menyayangi Prita karena semangat hidupnya. Dia itu umurnya tak lama lagi. Prita kena kanker. Nenek tahu dari ibunya. Meskipun begitu, Prita tak pernah terlihat sedih dan murung,” kata Nenek.
Aku terkejut. “Kok kelihatannya dia sehat-sehat saja,” kataku.
“Ya, itulah karena semangatnya. Mskipun begitu, nenek tetap sangat menyayangi kamu. Sarah. Kamu pandai memainkan piano, membuat nada yang indah untuk lagu baru. Kamu juga jago bahasa Inggris dan computer. Kamu juga jago membenarkan antene.”
Hehehe. Aku tertawa.
“Setiap anak punya keistimewaan sendiri. Dan semua anak punya hak untuk disayangi,” kata Nenek lagi.
Aku mengangguk, mengeri maksud Nenek.
“I love you, Nenek!” kataku sambil memeluk Nenek yang sudah ditinggal Kakek sebulan lalu.
Malamnya aku menelepon Papa. Berceita tantang Prita.
“Prita? Ah, nama itu kayak nama teman Papa dulu sewaktu kecil. Tapi dia sudah meninggal karena kanker. Anaknya baik, suka menulis puisi dan membantu orang lain.”
“Kok bisa sama sih?” tanyaku.
“Rumahnya di mana? Apakah di jalan Mawar duabelas?”
“Sarah belum tanya. Besok deh sarah tanya.”
Aku jadi penasaran. Ya, besok aku akan bertanya kepada Sarah dimana tinggalnya. Jika dia tinggal di jalan Mawar duabelas, berarti Prita ……

^ ___ ^

ARENA KKPK, 9 Juni 2013










Sekolah Baru Ellina

Judul: Ellina School 

Penulis: Netta

112 halaman


“Dad hanya bisa ngomong! Tapi Dad enggak ngerti perasaanku dan Melly!” teriak Kak Nelly kecil.        

Iya. Mana mungkin Melly dan Nelly mau meninggalkan sekolah dan sahabat mereka untuk pindah ke sekolah baru. Tapi ... kalau sekolahnya keren, fasilitasnya oke, pelajarannya boleh pilih sendiri pula ... hm ... mau, mau, mau! Yeee ....

Apakah Melly dan Nelly mendapat banyak teman baru di Ellina School? Lalu bagaimana sikap teman-temannya ketika Melly menjadi lumpuh karena kecelakaan?

Kalau kalian penasaran, baca deh buku KKPK ini. APalagi sekarang mau kenaikan kelas. Biasanya ada yang pindah sekolah atau mendapat teman baru di kelas. Nah, kalau mau pindahan, kita bisa menyiapkan diri dengan membaca buku ini.
Selamat pindah sekolah ya, eh ... membaca.

(Geus Rama S, SD Az Zahra, palembang)

Hore, 9 Juni 2013


Tidak Naik Kelas, Tapi Sukses

Tidak semua orang dewasa yang sukses, juga sukses pada masa kecil. Ada juga yang pernah tidak naik kelas. Tapi dari sanalah mereka belajar lebih giat untuk sukses. Siapa saja ya?

Adam Khoo

Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV. Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.

Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

Aristotle Onassis
Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:

"Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang."

Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya pria bernama Aristotle Onasis ini menjadi seorang milyuner.

Thomas Alva Edison
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah. Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

Albert Einstein
Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

(ben/net)

Friday, May 31, 2013

Cernak, 2 Juni 2013



Kado Untuk Ibu


Oleh Benny Rhamdani

Seminggu menjelang tahun baru, Vina dan Rizky pasti sibuk menyiapkan kado. Bukan karena sok-sok merayakan tahun baru. Tapi karena ulang tahun Ibu tepat pada 1 Januari.

“Ulangtahun kali ini aku bingung ngasih kado apa ya?” kata Vina di kamar sambil melihat kotak tempatnya menyimpan uang.

“Aku juga masih bingung. Bagaimana kalau kita patungan saja?” usul Rizky.

“Nggak mau ah. Uang tabunganmu pasti sedikit. Nanti malah aku yang harus membayar paling banyak,” tolak Vina.

“Eh, jangan salah ya. Uang tabuangankujuga banyak. Aku sudah menabung sejak lama untuk membeli kado buat Ibu.”

“O ya? Baiklah. Kalau begitu kita patungan,” kata Vina akhirnya.

“Hmm, mencurigakan jawabannya. Sekarang malah aku yang curiga uang tabuanganmu seidkit. Aku nggak jadi ngajak patungan ah,” ucap Rizky sambil berjalan ke luar kamar.

Rizky berpikir sambil berjalan. Benda yang paling diinginkan Ibu apa sih? Rasa-rasanya Ibu adalah orang yang paling tidak pernah menyebutkan suatu benda apapun yang diinginkan. Biasanya benda yang diinginkan Ibu itu untuk kepentingan Vina, Rizky atau Ayah. Sementara Ibu tidak pernah punya keinginan apapun.

Ah, tanya Ayah saja! Pikir Rizky. Dia pun menemui Ayah di ruang baca.

“Ayah, seminggu lagi ulang tahun Ibu. Ayah sudah menyiapkan kado apa?” tanya Rizky begitu mendekati Ayah yang sedang membaca.

“Waduh, untung kamu ingatkan Ayah. Hampir saja Ayah lupa. Hm, Ayah belum tahu mau memberi kado apa untuk Ibu.”

“Rencananya apa, Yah?” tanya Rizky.

“Itu dia. Ayah belum tahu benda apa yang diinginkan Ibu.”

“Wah, masa Ayah nggak tahu sih?”

Ayah hanya tersenyum sambil garuk-garuk kepala. “Kalau kamu mau nagsih apa? Kita barengan yuk belinya?” ajak Ayah.

“Nggak ah. Nanti kado aku dan Ayah sama dong. Lagian aku mau kasih kado rahasia. Nggak boleh ada seorang pun yang tahu di rumah ini,” kata Rizky.

“Waaah!” Ayah kecewa.

Rizky meninggalkan ruang baca. Sayup-sayup dia mendengar suara adzan ashar berakhir. Rizky segera wudhu. Saat menuju mushola di belakang rumah, Rizky melihat Ibu sudah selesai shalat. Rizky segera menunaikan shalat ashar. Selesai shalat, Rizky melihat ibu baru saja berdoa, kemudian melipat mukenanya.

Tring. Rizky mendapat ide.

Segera saja Rizky mencatat ide kado untuk Ibu yang akan dibelinya esok.

Sementara itu Vina baru keluar kamar untuk berwudhu. Dia selalu ingat pesan Ibu agar menyegerakan shalat. Tapi terkadang Vina tak mendengar suara azan. Kadang juga, Vina mendengar suara azan tapi malas. Apalagi memikirkan berjalan ke tempat wudhu lalu menuju mushola.

Vina melihat Ibu keluar dari mushola. Belum ada Ayah, hanya Rizky. Pasti Ibu akan memanggil Ayah yang lagi asyik membaca. Vina mencari mukena untuk dipakainya. Rupanya sedang dicuci oleh Ibu. Vina akhirnya memakai mukena Ibu.

Selesai shalat Vina mendapatkan ide untuk sebuah kado.

Keesokan harinya Rizky dan Vina pergi menuju sebuah toko. Mereka tidak berangkat bersama. Waktunya pun berbeda. Rizky pergi pukul sebelas. Vina pergi pukul dua siang.

“Akhirnya, aku lega sudah punya kado untuk Ibu,” kata Rizky sore harinya.

“Aku juga lega kok. Kado untuk Ibu sudah kubeli dan kubungkus rapi,” kata Vina tak mau kalah.

“Kadomu apa?”

“Kadomu dulu apa?”

“Aku nggak mau kasih tahu kamu.”

“Kalau begitu, aku juga.”

Huh! Keduanya sama-sama sok misterius ya.

Sampai akhirnya, tepat malam tahun baru mereka berkumpul bersama di halaman belakang. Sudah menjadi tradisi keluarga ini merayakan tahun baru dengan membakar daging. Tentu saja Ibu yang paling repot. Apalagi sekalian ulang tahun Ibu.

“Enak ya jadi Ibu, ulangtahunnya dirayakan di seluruh dunia,” kata Ayah.

“Iya benar!” kata Vina dan risky.

“Sebentar lagi tahun baru tiba. Ayo kita sama-sama berdoa agar tahun depan kita semua sehat selalu,” ajak Ibu.

Semua bersiap berdoa. Sepuluh … Sembilan …. Tiga … dua… satu!

“Selamat tahun baru. Selamat ulang tahun, Ibu!” semua bergantian memeluk dan mencium Ibu.

“Nah, sekarang kadonya!” kata Vina.

“Ya, pasti dong!” kata Rizky sambil menuju kamarnya mengambil kado.

“Ayah juga!” kata Ayah tak mau ketinggalan mengambil kado yang disiapka.

Ibu hanya tersenyum. Tak lama kemudian tiga orang yang dicintainya muncul sambil membawa kado masing-masing.

“Ayo dibuka. Kado siapa yang paling Ibu suka!” pinta Vina dan Rizky.

Ibu bingung. Akhirnya, Ibu membuka kado Ayah lebih dulu.

“Sebuah mukena!” teriak Ibu. “Terima kasih, Ayah.”

Vina dan Rizky saling berpandangan.

Ibu membuka kado dari Vina. “Sebuah mukena!” teriak Ibu. “Terima kasih, Vina.”

Rizky menggigit bibirnya.

Ibu membuka kado dari Rizky. “Sebuah mukena!” teriak Ibu. “Terima kasih, Rizky.”

Oh, kenapa semuanya member kado mukena?

“Ibu berterima kasih kepada kalian telah member hadiah yang paling Ibu inginkan. Ibu nggak nyangka kalian
bisa menebaknya. Jadi untuk tahun ini, kado yang terbaik adalah sama,” kata Ibu kemudian.

Mereka saling berangkulan. Mulai hari ini Ibu punya tiga mukena baru yang akan menamani Ibu shalat, berdoa dan mengaji sepanjang siang dan malam.

^_^



ARENAKKPK, 2 Juni 2013




Pecinta Batik


Judul: Batik Girl
Penulis: Tata
112 halaman


Awalnya, Riska, Safa, Amel, Alin, Vidhea, dan Manda, tidak terlalu menyukai batik. Mereka menganggap batik itu kuno dan enggak banget, deh, apalagi buat anak populer seperti mereka. Tapi pertemuan mereka dengan batik dari butiknya Tante Rika, membalikkan pandangan  mereka tentang batik hingga seratus delapan puluh derajat. 

Nah, gimana ceritanya, batik bisa membalikkan jalan hidup keenam gadis kecil itu? Kamu mau tau ceritanya? Baca terus kisah menarik tentang batik dan persahabatan dalam buku yang keren ini, ya.

Aku suka cerita KKPK ini karena memperkenalkan tentang batik. Nggak cuma tentang budaya asing. Kita kan harus bangga dengan bvudaya negeri sendiri. Aku berharap buku ini bisa menimbulkan kebanggaan untuk pmbaca KKPK.
 Soalnya negeri tetangga juga bilang batik sebagai milik mereka. Padahal sudah jelas batik milik Indonesia. Makanya, kita harus menjaga.

(Geus Rama S, SD Az Zahra, Palembang) 

Hore, 2 Juni 2013

Keajaiban di Papua
Pernahkah kalian  ke provinsi nan di ujung timur sana? Benar, Papua. Pasti yang terlintas di benak adalah suku-suku pedalaman. Rupanya, Papua memiliki keajaiban yang belum diketahui banyak orang. Siap-siap terkejut karena selain salju, Papua punya beberapa keajaiban lain!

Salju di negara tropis

Ingin melihat salju di Indonesia? Datanglah ke Gunung Carstenz. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Papua, dengan ketinggian 4.884 mdpl dan menjadi salah satu dari 7 puncak benua atau yang dikenal Seven Summit Continental. Carstenz merupakan rangkaian dari Pegunungan Jaya Wijaya di Taman Nasional Lorentz. Di puncaknya terdapat salju abadi.

Pendakian Carztens dapat dimulai dari Sugapa di kabupaten Puncak Jaya. Dari Sugapa, dapat menyewa porter dengan biaya sekitar Rp 500-1 juta per harinya. Untuk menapakan kaki di Puncak Carstenz,  harus menyeberangi jurang setinggi 100 meter dengan cara menggantungkan diri dan merambat di tali di udara untuk berdiri di tempat turunnya salju di Indonesia ini.
 


Pasir putih di atas bukit



Jika biasanya pasir putih identik dengan pantai, maka berbeda di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Di sini  akan dibuat takjub melihat hamparan pasir putih yang ada di atas bukit. Ajaib!

Bukit tersebut bernama Bukit Sumpula. Cukup mudah untuk datang ke sana. Dari Kota Wamena, hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja. Ada 6 tempat di sini yang memiliki hamparan pasir putih. Rerumputan menjadi alas berpijak setibanya di sana. Namun, pasir putih tersebut akan terlihat saat Anda mendaki bukit tersebut. Pasir putih di sini terhampar luas dan sangat halus.

Mumi di pedalaman Indonesia


Tidak perlu jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi. Di Wamena, terdapat mumi Papua yang rupanya tidak kalah 'seram' dari mumi di Mesir. Warnanya hitam dan lekuk tubuhnya terlihat jelas. Mumi tersebut tidak dalam posisi tidur, melainkan duduk sambil kedua tangan memegang lutut dan kepala yang mendongkak ke atas.


Mumi Papua ini tidak dibalut perban dan jumlahnya sekitar 6 di Wamena, yang paling terkenal adalah di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu. Proses pembuatan mumi ini yaitu dijemur dan dikeringkan di gua. Mayat yang dijadikan mumi pun bukan orang sembarangan. Mumi-mumi tersebut adalah para kepala suku atau panglima perang. Umurnya? Sekitar 300 tahun!

Untuk melihat mumi ini,  diwajibkan untuk membayar uang sekitar Rp 100-150 ribu per rombongan. Uang tersebut pun menjadi pemasukan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, masyarakat sekitarnya juga menjual beragam suvenir untuk dibeli sebagai oleh-oleh.
jaya yang berwarna hijau bagaikan pagar raksasa, dan pasir yang berwarna putih.  Wamena tidak mempunyai pantai. Tapi bukit berpasir putih ini cukup memberitahu tentang anak-anak di Wamena, bagaimana rasanya bermain-main di tepian pantai. Anda akan benar-benar terbius

Lukisan misterius di Gua Kontilola


Satu lagi keajaiban dari Wamena, Gua Kontilola. Gua ini letaknya sekitar 1 jam dari Bandara Wamena. Untuk memasuki gua ini,  kita harus mendaki tangga-tangga alami dan menjelajahi hutan sekitar 10 menit. Setibanya di mulut gua, terdapat aula besar dengan udara lembab dan bau dari kotoran kelelawar.

Gua ini merupakan gua horizontal. Namun, untuk masuk ke dalamnya  harus menyediakan peralatan lengkap seperti senter, sepatu boots, helm, dan pengaman lainnya. Sehingga, kita hanya bisa sampai di aula besarnya saja jika tidak membawa perlengkapan yang lengkap. Tak perlu kecewa, dari aula besar gua ini kita dapat melihat suatu keajaiban yang juga menjadi misteri.

Ya, misteri tersebut adalah beberapa lukisan yang ada di dinding gua setinggi 3 meter. Lukisan itu pun dapat dilihat jelas dengan mata telanjang. Anehnya, lukisan tersebut tidak menggambarkan rupa orang-orang Papua, melainkan menggambarkan manusia dengan bentuk yang aneh.

Bentuknya memang menyerupai bentuk tubuh manusia. Akan tetapi, jika diperhatikan, kepalanya berbentuk bulat seperti bola dan tidak memiliki rambut. Matanya pun bulat sempurna, tidak seperti manusia pada umumnya. Selain itu, jari tangan yang ada pada lukisan tersebut berjumlah empat. Berbeda dengan manusia yang berjari lima. Menurut masyarakat setempat, lukisan ini telah lama ada di dalam gua. Mereka pun percaya bahwa ini adalah peninggalan leluhur.

(ben/net)

Wednesday, May 22, 2013

Hore, 26 Mei 2013




Persiapan Berkemah


Adakah diantara kalian yang merencanakan berkemah atau camping saat liburan nanti. Jika berkemah nanti adalah pengalaman pertama, ada baiknya kita melakukan persiapan yang matang. Nah, kira-kira persiapan apakah yang harus kita lakukan?

Pemilihan Peralatan


    Peralatan yang dipilih harus bermanfaat, mudah dibawa, dan aman bagi diri sendiri maupun anggota kelompok.

*Pakaian : usahakan membawa pakaian yang tipis maupun yang tebal,
                 karena pakaian tipis dapat digunakan untuk cuaca panas, sedangkan
                 pakaian tebal untuk pada malam hari, seperti jacket, selimut, dan lainnya.

*Sepatu : bawalah sepatu dan sandal yang sederhana, jangan terlalu
               mewah. karena pada saat perkemahan nanti biasanya banyak
               rintangan-rintangan seperti sungai, lumpur, dan lainnya. Karena jika
               perkemahan sekolah biasanya ada outbond dan hiking.


*Ransel/Tas : bawalah tas yang berukuran besar/cukup untuk semua bawaan.

*Tenda : bawalah tenda yang berukuran pas dengan jumlah anggota yang berkemah.
              Jika perkemahan sekolah biasanya sudah disediakan.

*Kompor dan perlengkapan masak : jangan lupakan membawa peralatan masak, usahakan membawa kompor yang kecil seperti kompor gas portable. Dan jangan lupa membawa peralatan lainnya seperti spatula, piring, sendok, dll.

*Senter : jangan lupakan membawa alat penerangan yang satu ini, karena
               ini sangat penting pada saat hari gelap.

Persediaan Makanan dan Bahan-Bahan Lainnya

*Beras : bawalah beras yang cukup untuk lama perkemahan,
              misalnya sekitar 10KG beras untuk 10orang/2 hari penuh.

*Air Minum : bawalah air minum yang banyak karena nantinya banyak
                     aktivitas berat dan mengeluarkan banyak cairan.

*Makanan Siap Saji
Bawalah makanan yang siap untuk dimakan, sehingga pada waktu genting
jika kita tidak sempat memasak, anda dapat memakan makanan ini. contoh
: Snack, Roti, biskuit, dll.

Barang Tambahan.
Bawalah tikar, matras, tali untuk mengikat, obat nyamuk(oles), sehingga istirahat  menjadi lebih nyaman. Untuk yang memiliki penyakit tertentu, siapkan obat khusus yang biasa dipakai.

Jika semua sudah disiapkan, selamat berangkat. Jangan lupa berdoa sebelum pergi berkemah ya.

(ben)

Friday, May 17, 2013

ARENA KKPK 19 Mei 2012

Pengalaman Gladys Jadi Koki

Judul: Ashila Resto
Penulis: Ninda
112 halaman


Gladys sangat suka memasak. Sayangnya, hobi memasaknya harus ia sembunyikan. Hingga suatu hari, Gladys ditawari untuk menjadi koki di Ashilla Resto. Tanpa pikir panjang, Gladys menerima tawaran itu dengan senang.

Menjadi koki cilik ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Gladys harus sabar menghadapi Kirana yang selalu mengganggunya. Tetapi ini bukan satu-satunya masalah. Orang tuanya, terutama Mama, melarang Gladys memasak. Jadi, bagaimana kalau mereka tahu Gladys menjadi koki cilik di Ashilla Resto?

Tetapi, kenapa ya, Tante Vaisa, mama Gladys, begitu keras melarang anaknya memasak? Ada rahasia apa di balik itu semua?

Buku KKPK yang satu ini aku suka soalnya cerita tentang akanan. Bikin lapar setelah membacanya.

(Geus Rama S, SD Az Zahra, Palembang)

Cernak, 19 Mei 2013




Senja di Taman Kota
oleh Benny Rhamdani




Angin musim semi bertiup dingin di ujung petang. Aku masih duduk di ujung bangku kayu panjang, di sudut taman kota. Beberapa orang melintas di depanku. Taman ini memang biasa dijadikan jalan pintas oleh warga kota dari selatan ke utara.

"Hai, sendirian?" seorang wanita tua duduk di sampingku.

"Ya. tapi aku sedang menunggu ibuku."

"Ibumu ke mana?"

"Ke rumah sakit itu," jawabku sambil menujuk bangunan di seberang taman kota." Aku tidak boleh masuk, jadi menunggu di sini."

Wanita tua itu mengeluarkan roti dari tasnya. "Kamu mau roti?" dia menawarkan sebngkus roti ukuran kecil.

"Tidak terima kasih. Ibu melarangku menerima sesuatu dari orang asing,"tolakku.

Wanita tua itu tidak marah. ia mengunyah sendiri rotinya. Cuma tiga kali gigitan dia membuang roti itu ke tempat sampah. "Untung kamu tidak mau. Rotinya ternyata tidak enak," katanya. Wanita tua itu lalu meninggalkanku, melanjutkan perjalanannya.

Aku kembali duduk sendiri. Lalu, seorang gadis remaja mengahampiriku. "Kamu sejak tadi di sini? Apakah kamu melihat wanita tua dengan jas beludru cokelat tua?" tanyanya.

"Ya. Tadi dia menawari aku roti, tapi dia membuangnya," kataku.

"Hah! Keterlaluan! Wanita tua itu tadi mengemis padaku meminta roti dari tokoku. Rupanya dia juga mengambil handphoneku," gadis itu marah lalu lari meninggalkanku.

Kasihan sekali gadis itu. Dan aku tidak menyangka wanita tua tadi sejahat itu.

Tak lama kemudian duduk seorang pria di bangku kayu. Di bagian ujung berlawanan denganku. Mukanya tampak letih. Dia memandangku.

"Maaf, aku mencari anakku. Apakah kamu melihat gadis dengan celana jeans dan kaos ungu?"

"Ya. tadi dia ke sini mengejar wanita tua yang mencuri di toko kuenya."

"Ah, seharusnya dia tidak usah menegjar. Wanita tua itu sahabatku. Dia memang kurang sehat," kata pria itu
"Sekarang tak ada yang menjaga toko kue. Padahal banyak orang yang mau membeli."

"Mengapa tidak bapak saja yang menjaga toko itu?" tanyaku.

"Aku sedang sibuk menjaga ibunya sakit," kata pria itu. "Tapi sekarang aku harus kembali ke rumah."

Aku hanya menangguk melihat bapak tua itu berdiri lemas.

Angin masih bertiup dingin. Cahaya senja mulai hilang. Lampu taman separuhnya sudah menyala. Orang-orang yang lewat. Lalu seseorang masuk ke taman lewat pintu masuk. Berjalan ke arahku.

"Bagaimana, Bu?" tanyaku.

"Ayah masih kuat. Sehat. Tidak bisa pulang bersama kita," kata Ibu.

Aku sedih dan menggenggam jemari Ibu. Kami berdua bergerak, melayang, melewati pucuk-pucuk pepohonan, lalu kami menghilang ke sebuah dunia yang kalian tidak bisa masuki.


^_^