Friday, November 28, 2008

Hore, 30 November 2008

Mengenal Sosok Fiktif Vampir


Kalian pernah melihat film-film horor asing? Kalau kalian berjiwa pemberani tentu tidak akan terpengaruh menjadi penakut setelah menyaksikan film itu. Dan karena film itu sebagian besar adalah hayalan (fiktif), kita juga tidak perlu memercayai seratus persen. Termasuk kepada tokoh-tokoh horornya.


Vampir Barat


Di barat saat ini tengah digandrungi film bertema vampire. Bahkan buku-buku anak, remaja dan dewasa di sana banyak berkisah tentang vampire ini. Apa sih vampire itu?

Vampir adalah tokoh fiksi berupa setan yang suka menghisap darah manusia. Vampir umumnya diceritakan keluar dari makamnya pada malam hari. Ia menyamar sebagai kelelawar untuk menghisap darah orang-orang yang sedang tidur. Korbannya akan menjadi vampir juga.


Menurut beberapa mitos, vampir tidak tampak di cermin karena mereka tidak memiliki jiwa.Dongeng modern mengatakan bahwa vampir bisa menjelma menjadi kelelawar, serigala, bahkan gumpalan gas. Mereka mempunyai taring yang panjang untuk menggigit darah manusia. Mereka harus menjauhkan diri dari sinar matahari. Vampir dapat dibunuh dengan cara menikam jantungnya.kaum vampire memiliki satu musuh yaitu werewolf (manusia serigala).


Vampir Cina


Untuk vampire di film-film berbahasa mandarin ini kerap disebut sebagai jiang-shi. Sebenarnya cerita tentang vampire ini merupakan semacam cerita legenda di masyarakat. Memang ada literatur sejarahnya namun cuma tercatat di dalam sejarah tidak resmi jadi cuma berupa catatan pengalaman dari seseorang. Perlu diketahui, catatan sejarah di Tiongkok dibagi atas 2 bagian besar, catatan resmi dari kamar sejarah kekaisaran dan catatan tidak resmi yang sumbernya dari masyarakat. Yang terakhir ini disebut "Wai-shi" atau "Ye-shi" yang artinya Catatan Tak Resmi.


Vampire dalam kebudayaan Tionghoa sebenarnya adalah sebutan untuk jenazah yang dikuburkan di tempat yang sangat kering, kurang lembab untuk memungkinkan organisme kecil membusukkan jenazah sehingga beberapa tahun berlalu, jenazah tadi tetap saja seperti sediakala. Jenazah seperti ini mengandung dan menyebarkan sejenis racun. Ini tidak heran karena mayat biasapun memang mengandung racun.


Karena ketakutan psikologis masyarakat zaman dulu terhadap kegelapan, kemudian ada cerita bahwa jenazah tadi dapat bangun dan mencari mangsanya berupa manusia hidup untuk dihirup darahnya dan dimakan dagingnya. Bila terkena racun jenazah tadi, korbannya juga akan menjadi vampire sejenis. Hal ini lumrah dalam kehidupan masyarakat zaman dulu dan ada di kebudayaan manapun tidak terkecuali.


Pakaian vampire hitam-hitam yang seperti kita lihat di film-film berbahasa mandarin adalah pakaian pejabat kekaisaran Dinasti Qing, jadi itu cuma semacam skenario film dan bukan pakaian seragam dari vampire Tiongkok. Jadi, sampai di sini jelas sudah. Vampire melompat2 seperti yang digambarkan dalam film2 buatan Hong Kong itu tidak pernah ada dan hanya rekaan manusia saja.


Drakula


Drakula adalah tokoh fiksi ciptaan Bram Stoker dalam novelnya Dracula yang diterbitkan pada tahun 1897. Drakula adalah seorang vampir yang diceritakan berasal dari kota Transylvania yang berada di Rumania. Kelemahan Drakula ialah sinar matahari, benda terbuat dari perak, dan bawang putih. Tokoh ini kemungkinan terinspirasi Raja Vlad III yang memerintah Walakia pada abad ke-15 dengan tangan besi. Jika ada yang bertanya apa bedanya drakula dan vampire, sudah jelas bahwa drakula adalah vampire, tapi vampire belum tentu drakula.


Manusia Serigala


Manusia serigala (bahasa Inggris: werewolf) adalah makhluk siluman jadi-jadian setengah manusia, setengah serigala. Konon manusia serigala akan berubah pada saat bulan purnama tiba. Ketika itu kekuatan mistiknya mencapai pada puncaknya. Manusia serigala senantiasa memburu manusia. Barang siapa yang tergigit atau terkena cakarannya akan menjadi salah satu dari manusia serigala pula. Dia konon hanya bisa mati jika ditembak dengan silver bullet (peluru perak)manusia serigala memiliki nama lain yaitu lychantrops atau lycans dan ceritanya werewolf bermusuhan dengan kaum vampire.


Nah, di film-film Indonesia juga ada cerita-cerita horror yang mengangkat tokoh imajinasi makhluk halus. Kalian pasti apa saja, kan? Nah, sebenarnya hanya sedikit yang pernah menyaksikan sendiri kehadiran mereka, tapi kemduian dikemas dalm cerita film seperti kejadian nyata, maka jadi banyak yang percaya. Dalam agama manapun, makhluk halus memang dikenal. Tapi kita diajarkan untuk tidak takut terhadap mereka karena manusia selalu dilindungi Tuhan.

(ben)

Friday, November 21, 2008

Hore, 23 November 2008

Yuk, Kita Mandi!

Ayo ngaku siapa di antara kalian yang belum mandi? Hm, kalau belum mandi, kalian janji ya harus segera mandi setelah membaca tulisan ini. Soalnya, mandi itu penting loh bagi kita.

Mandi adalah mencuci tubuh dengan air dengan cara menyiramkan air ke badan atau merendam badan di dalam sungai, danau, telaga, laut, kolam, atau bak mandi.

Manusia perlu mandi untuk menghilangkan bau, debu, dan sel-sel kulit yang sudah mati. Mandi bermanfaat untuk memelihara kesehatan, menjaga kebersihan, serta mempertahankan penampilan agar tetap rapi. Setelah mandi, manusia biasanya merasa segar, bersih, dan santai.

Dua Kali Sehari

Kebiasaan sewaktu mandi, frekuensi, tempat mandi, dan perlengkapan mandi yang digunakan bergantung pada kebudayaan dan kondisi geografis tempat tinggal. Pendapat orang di berbagai negara tentang kebersihan dan bau badan selalu berbeda-beda dan tidak ada yang benar atau salah.

Kebersihan bisa merupakan prioritas utama bagi orang yang tinggal di suatu negara, tapi kebutuhan pangan dan tempat berteduh bisa lebih penting bagi orang di negara lain.

Sebagian orang mandi setiap hari, tapi banyak juga orang yang tidak terlalu sering mandi. Di tempat air merupakan barang langka, air mungkin lebih baik dipakai untuk minum, memasak, atau bertani daripada mandi. Orang yang tinggal di tempat yang mengenal musim dingin sering tidak mengenal mandi dengan air dingin.

Orang Indonesia mempunyai kebiasaan mandi dua kali sehari dengan air dan sabun. Mandi pagi dilakukan di pagi hari sebelum melakukan berbagai kegiatan, sedangkan mandi sore dilakukan di sore atau malam hari. Di kamar mandi yang tidak mempunyai keran air panas, air yang dipakai untuk mandi adalah air dingin.

Selain air panas untuk berendam, tempat pemandian rekreasi (spa) sering menyediakan bak mandi berisi cairan lain, seperti susu, coklat cair, hingga lumpur. Spa dengan pendekatan tradisional menawarkan mandi air panas bercampur buah jeruk, madu, bubuk kari, atau bubuk kunyit.

Selain manusia, beberapa jenis binatang seperti burung, kerbau, dan gajah juga senang mandi. Badak, babi, dan babirusa perlu mandi lumpur untuk merontokkan parasit yang ada di kulit dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.




Basah dan Kering

Pada umumnya kamar mandi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu "basah" dan "kering".

Kamar mandi basah biasanya mempunyai sebuah tempat penampungan (bak) air. Dari bak ini orang mencidukkan air dengan gayung yang kemudian disiramkan ke tubuhnya. Kamar mandi seperti ini paling umum digunakan di Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena aliran air tidak selalu terjamin, atau di tempat itu tidak terdapat aliran air, sehingga dibutuhkan sebuah bak penampungan dengan air yang siap digunakan setiap saat.

Kamar mandi kering biasanya menyediakan sebuah tempat khusus untuk orang yang mandi. Cara mandinya pun berbeda, biasanya menggunakan pancuran (bahasa Inggris: "shower") atau dengan duduk atau setengah berbaring berendam di sebuah bak mandi.
Bak besar ini kadang-kadang juga ditambah dengan pancuran sehingga orang tidak harus selalu berendam di bak tersebut. Ini dilakukan untuk lebih menghemat penggunaan air.

Kamar mandi kering paling banyak ditemukan di negara-negara Barat, terutama karena aliran airnya lebih terjamin.

Mandi di Sungai

Di Indonesia, juga di beberapa negara lainnya, masih banyak orang mandi di sungai. Sebenarnya jika sungainya masih bersih tidak ada masalah. Tapi sungai-sungai saat ini, terutama yang melintas di kota sudah banyak tercemar. Namun karena tidak setiap orang punya kamar mandi, terpaksa mandi di sungai yang kotor.

Jika memang ingin memanfaatkan sungai untuk kepentingan mandi, marilah kita sama-sama menjaga kebersihan sungai. Jangan jadikan sungai seperti tempat sampah. Sebab ketika memakainya untuk mandi, sama saja kita mandi di tempat sampah. Jadi tyujuan kita mandi untuk kebersihan sama sekali tidak ada gunanya. Malah jadi mengundang penyakit.

(ben)

Friday, November 14, 2008

Cernak, 16 November 2006




Misteri Lemon Tea

Kalian tahu lemon tea? Itu lho, sejenis minuman teh tapi disertai rasa lemon. Nah, kebetulan ada lima sahabat yang semuanya suka dengan lemon tea. Terutama lemon tea yang dijual di Kafe Hijau di kompleks rumah mereka. Jadilah mereka membuat geng persahabatan bernama Lemon Tea.

“Geng ini akan lebih seru jika kita tidak hanya kumpul-kumpul ngobrol,” kata Bella berambut pendek dan paling nggak betah duduk berlama-lama..

“Jadi ngapain lagi dong?” tanya Salsa.

“Bagaimana kalau kita naik gunung bersama?” saran Ifa yang berkacamata.

“Nggak ah. Di gunung nggak ada mall, nggak ada Disney Channel. Aku nggak mau ketinggalan serial Hana Montana,” ucap Nisa yang selalu ingin jadi selebritis.

“Kita bikin grup band saja,” usul Rere.

Empat lainnya langsung menggeleng kompak. Rere bersuara sumbang, tapi selalu ingin jadi vokalis. Dia tidak pernah peduli jika kuping teman-temannya sakit karena suaranya.

“Bagaimana kalau kita mencari misteri yang kita pecahkan?” usul Salsa.

“Wah pasti seru! Tapi misteri apa di sini ya?” ucap Bella.

“Bagaimana kita cari dulu misterinya?” kata Rere.

Akhirnya mereka berdiskusi mencari misteri yang akan mereka pecahkan. Akhirnya menemukan sebuah misteri: Kenapa lemon tea di Kafe Hijau rasanya enak dan berbeda dengan lemon tea di tempat lainnya?

Kedengarannya memang konyol. Tapi ini serius bagi mereka. Apalagi memang tidak ada kasus misteri lainnya. Tidak ada rumah tua di sekitar mereka, tidak ada rumah hantu, tidak ada kasus pencurian atau yang aneh-aneh lainnya. Jadi, misteri lemon tea di Kafe Hijau adalah kasus pertama mereka.

Minggu sore seperti biasa mereka kumpul di Kafe Hijau untuk berkumpul sambil menyeruput lemon tea. Ada yang suka dingin pakai es, ada yang sukanya hangat.

“Kita catat dulu bukti-bukti pendukungnya,” ucap Rere.

Masing-masing kemudian mengeluarkan buku kecil dan mencatat hal-hal yang menarik perhatian.

Bella malah menemui Tante Rista, pemilik Kafe Hijau. Dia menanyakan tentang resep lemon tea di kafe Hijau. Tante Rista ternyata tidak merahasiakannya. Yang lain mengajak ngobrol pelayan dan kasir di Kafe Hijau. Rere bahkan mewawancarai tukang parkir.

Setelah banyak data didapat mereka kemudian berdiskusi.

“Alhirnya, kita bisa mengambil kesimpulan juga …,” kata Salsa.

“Ya, Lemon tea di sini enak rasanya karena dibuat dari seduhan teh asli dan lemon segar. Bukan serbuk lemon tea instant seperti di tempat lainnya,” simpul Bella.

“Pelayanannya tidak terlalu lama. Jadi kita nggak kesal,” ucap Ifa.

“Tempatnya juga bersih dan rapi,” ucap Nisa.

“Minum di kafe hijau juga asyik karena musiknya juga asyik,” tambah Rere.

Semuanya menarik nafas.

“Akhirnya misteri ini terpecahkan,” tutup Bella.

Selesaikah? Belum.

Malam harinya Kafe Hijau terbakar. Tim pemadam kebakaran datang menghentikan kobaran api agar tak menjalar ke bangunan lainnya. Akhirnya ketika api itu berhasil dipadamkan hanya Kafe Hijau yang hangus.

Ayah Salsa yang wartawan meliput kejadian dan mengumpulkan data. Ayah Bella yang kepala polisi juga mendata kebakaran itu.

Salsa dan Bella mendengar di meja makan, bahwa kebakaran itu sepertinya di sengaja seseorang. Saat ini tengah diselidiki pelakunya.

Pagi harinya di sekolah Geng Lemon Tea mendiskusikan misteri kebakaran itu.

“Wah, rupanya ada yang sengaja membakar. Kira-kira siapa ya?” tanya Rere.

“Pasti kasirnya. Dia ketahuan mencuri, lalu dipecat. Kaisr itu kemudian dendam dan membakar Kafe Hijau,” kata Ifa.

“Bisa juga tukang parkir. Mungkin masih saudara dengan kasir itu,” tmbah Rere.

“Jangan disimpulkan dulu. Itu namanya Siapa tahu salah. Kita hasul mengumpulka datanya dulu,” kata Salsa.

“Bagaimana kalo nanti sore kita ke Kafe Hijau. Siapa tahu ada bukti tertinggal, lalu kita bisa kita cari tahu pelakunya,” ucap Bella.

Yang lainnya setuju.

Sore hari mereka ke Kafe Hijau yag kini tinggal puing-puing menghitam. Mereka baru saja hendak melewati pita kuning dari kepolisian ketika tahu-tahu ada suara di belakang mereka.

“Kalian tidak boleh masuk ke sana. Bahaya. Nanti kalian tertimpa reruntuhannya,” ternyata itu suara Ayah Bella.

“Ayah, izinkan kami masuk sebentar,” kata Bella.

“Untuk apa?” tanya Ayah Bella.

“Kami ingin menyelidiki siapa pelaku kebakaran ini. Kata Ayah tadi pagi, kebakaran ini sepertinya disengaja,” jawab Bella.

Ayah Bella tersenyum. “Ya, itu baru dugaan. Tapi ternyata tadi sudah diselidiki. Kebkaran ini murni karena konsleting listrik. Bukan kebakaran disengaja. Jadi tidak ada pelaku pembakarnya,” jelas Ayah Bella.

Geng Lemon Tea menarik nafas kecewa. Tenyata mereka tidak jadi memecahkan kasus misteri kebakaran Kafe Hijau. Dan yang lebih mengecewakan, mereka akan lama sekali bisa menikmati lemon tea yang nikmat itu!

^-^

Hore, 16 November 2008

Si Pemangsa Bersisik


Kalian tahu, hewan apa yang tak berkaki dan memanjang? Ya, jawabannya tepat. Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang.

Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup.


Berkelana

Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Di gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, dapat ditemukan ular. Hanya, sebagaimana umumnya hewan berdarah dingin, ular semakin jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung, di daerah Irlandja dan Selandiabaru dan daerah daerah padang salju atau kutub.

Banyak jenis-jenis ular yang sepanjang hidupnya berkelana di pepohonan dan hampir tak pernah menginjak tanah. Banyak jenis yang lain hidup melata di atas permukaan tanah atau menyusup-nyusup di bawah serasah atau tumpukan bebatuan. Sementara sebagian yang lain hidup akuatik atau semi-akuatik di sungai-sungai, rawa, danau dan laut.

Ular memangsa berbagai jenis hewan. Ular-ular perairan memangsa ikan, kodok, berudu, dan bahkan telur ikan. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain, termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti ular sanca kembang dapat memangsa kambing, kijang, rusa dan bahkan manusia.


Menelan Langsung

Ular memakan mangsanya bulat-bulat; artinya, tanpa dikunyah menjadi keping-keping yang lebih kecil. Gigi di mulut ular tidak memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan sekedar untuk memegang mangsanya agar tidak mudah terlepas. Agar lancar menelan, ular biasanya memilih menelan mangsa dengan kepalanya lebih dahulu. Nah, kalau kalian biasa makan sesuatu tanpa dikunya, berarti sama dengan ular dong.

Beberapa jenis ular, seperti sanca dan ular tikus, membunuh mangsa dengan cara melilitnya hingga tak bisa bernapas. Ular-ular berbisa membunuh mangsa dengan bisanya, yang dapat melumpuhkan sistem saraf pernapasan dan jantung (neurotoksin), atau yang dapat merusak peredaran darah (haemotoksin), dalam beberapa menit saja. Bisa yang disuntikkan melalui gigitan ular itu biasanya sekaligus mengandung enzim pencerna, yang memudahkan pencernaan makanan itu apabila telah ditelan.

Untuk menghangatkan tubuh dan juga untuk membantu kelancaran pencernaan, ular kerap kali perlu berjemur di bawah sinar matahari.

Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.

Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil.

Sejenis ular primitif, yakni ular buta atau ular kawat Rhampotyphlops braminus, sejauh ini hanya diketahui yang betinanya. Ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan (partenogenesis).


Ular dan Manusia

Dalam kitab-kitab suci, ular kebanyakan dianggap sebagai musuh manusia. Salah satunya dalam Mahabharata, Kresna kecil sebagai penjelmaan Dewa Wisnu mengalahkan ular berkepala lima yang jahat.

Anggapan-anggapan ini, bagaimanapun, turut berpengaruh dan menjadikan kebanyakan orang merasa benci, jika bukan takut, kepada ular. Meskipun sesungguhnya ketakutan itu kurang beralasan, atau lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang umumnya terhadap sifat-sifat dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh ular.

Pada kenyataannya, kasus gigitan ular –apalagi yang sampai menyebabkan kematian– sangat jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus kecelakaan di jalan raya, atau kasus kematian (oleh penyakit) akibat gigitan nyamuk.

Pada pihak yang lain, ular pun telah ratusan atau ribuan tahun dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh manusia. Ular kobra yang amat berbisa dan ular sanca pembelit kerap digunakan dalam pertunjukan-pertunjukan keberanian. Empedu, darah dan daging beberapa jenis ular dianggap sebagai obat berkhasiat tinggi, terutama di Tiongkok dan daerah Timur lainnya. Sementara itu kulit beberapa jenis ular memiliki nilai yang tinggi sebagai bahan perhiasan, sepatu dan tas. Seperti halnya biawak, kulit ular (terutama ular sanca, ular karung, dan ular anakonda) yang diperdagangkan di seluruh dunia mencapai ratusan ribu hingga jutaan helai kulit mentah pertahun.

Dalam kenyataannya, ular justru kini semakin punah akibat aneka penangkapan, mematikannya dengan alasan yang tidak berdasar, serta kerusakan habitat dan lingkungan hidupnya. Ular-ular yang dulu turut serta berperan dalam mengontrol populasi tikus di sawah dan kebun, kini umumnya telah habis atau menyusut jumlahnya. Maka tidak heran, di tempat-tempat yang sawah dan padinya rusak dilanda gerombolan tikus, seperti di beberapa tempat di Kabupaten Sleman, Jogjakarta, petani setempat kini memerlukan untuk melepaskan kembali (reintroduksi) berjenis-jenis ular sawah dan melarang pemburuan ular di desanya.

Sisik Perut

Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunya keistimewaan ada ketajaman indera mata maupun telinga. Matanya selalu terbuka dan dilapisi selaput tipis sehingga muda melihat gerakan disekelilingnya, sayangnya ia tidak dapat memfokuskan pandangnnya. Ular baru dapat melihat dengan jelas dalam jarak dekat.

Indera yang menjadi andalan ular adalah sisik pada perutnya, yang dapat menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya.

Lubang yang terdapat antara mata dan mulut ular dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas) - organ ini biasa disebut ceruk atau organ Jacobson. Ular juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya, contohnya ular tanah memiliki ceruk yang peka sekali.

Manusia sebenarnya tidak usah takut pada ular karena ular sendiri yang sebenarnya takut pada manusia. Ular tidak dapat mengejar manusia, gerakannya yang lamban bukan tandingan manusia. Rata rata uar bergerak sekitar 1,6 km per jam, jenis tercepat adalah ular mambaa di Afrika yang bisa lari dengan kecepatan 11 km per jam. Sedangkan manusia, sebagai perbandingan, dapat berlari antara 16-24 km per jam.

Saturday, November 08, 2008

HORE, 9 November 2008



Pahlawan di Sekitar Kita


Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan. 10 November merupakan salah satu dari hari bersejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Kenapa sih 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan? karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya.

Kalian tahu nggak Pahlawan itu apa? Pahlawan adalah orang yang berjuang karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran dan kebaikan atau pejuang yang gagah berani

Asal kata pahlawan diambil dari kata pahala. Jadi pa(ha)lawan adalah orang yang berpahala. Orang berpahala karena berbuat baik. Sehingga dapat diartikan, pahlawan adalah seorang atau orang-orang yang telah melakukan perbuatan yang baik. .

Selama ini kita mengenal Pahlawan adalah orang-orang yang berjuang melawan penjajah sebelum merdeka, seperti Imam Bonjol, K.H Hasyim As’ari, K.H Ahmad Dahlan, HOS Cokroaminoto, H.Agus Salim, Ir. Soekarno, Muh Hatta, Jend Soedirman, Bung Tomo, dan lainnya.. Mereka berani melawan penindasan dan kekejaman penjajah. Tetapi sebenarnya pada masa sekarangpun di lingkungan kita sehari-hari juga banyak orang yang bisa kita sebut Pahlawan, misalnya tukang sampah bisa disebut sebagai pahlawan lingkungan hidup. Mereka mengangkut sampah dari setiap rumah untuk dibuang ke tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA), dengan begitu lingkungan kita tetap bersih, jauh dari segala macam penyakit dan mencegah terjadinya bencana alam sepeti banjir, longsor, dsb.

Selain pahlawan lingkungan hidup, kalian juga punya pahlawan pendidikan, yaitu para guru yang setiap hari memberikan bekal ilmu pada kalian di sekolah, seperti guru matematika, bahasa Indonesia, olah raga, dsb. Mereka memiliki jasa di bidang pendidikan, sehingga kalian menjadi pintar dan kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Ada juga pahlawan lalu lintas, yaitu pak polisi yang selalu mengatur lalu lintas di jalan raya, bahkan ketika adanya kemacetan, polisilah yang mengatur ketertiban kendaraan , sehingga lalu lintas bisa berjalan dengan tertib dan aman.

Oh iya enggak usah jauh-jauh, kalian juga memiliki pahlawan di rumah, ayah yang turut serta mengantarkan kalian menjadi anak yang pintar dengan menyekolahkan kalian, memberikan bimbingan, mengajarkan tentang kebaikan dan keburukan, sehingga menjadi anak yang soleh dan berguna di masyarakat.

Jadi orang-orang seperti pak polisi, guru, tukang sampah, orang tua adalah sebagian dari orang-orang yang bisa kita sebut sebagai pahlawan, karena mereka telah berjasa memberikan sesuatu yang berguna, itulah pahlawan.

Kalian juga sebetulnya bisa menjadi pahlawan, misalnya dengan membantu teman yang kesulitan dalam belajar, melerai teman-teman yang berseteru, menjaga adik ketika bapak dan ibu sibuk bekerja, dsb.

Selamat berjuang untuk menjadi pahlawan di lingkungan kalian sendiri yaa…..

Cernak, 9 November 2008


My Hero

oleh Benny Rhamdani

Hari ini Salsa mendapat tugas mengarang. Temanya Pahlawanku. Huuh! Sebenarnya Salsa suka mengarang, tapi paling menyebalkan kalau temanya ditentukan.


"Kamu akan menulis tentang apa?" tanya Iren di perjalanan pulang sekolah.


"Aku belum ada ide. Kalau kamu?" Salsa balik bertanya.


"Aku ingin cerita tentang dokter Danu. Dia adalah pahlawanku. Kamu ingat kan, sewaktu aku sakit demam berdarah tinggi. Dokter Danu itu yang mengobatiku," jawab Iren.


"Kalau pahlawanku adalah Pak Firman, kepala petugas pemadam kebakaran. Sewaktu kompleks rumahku kebakaran, Pak Firman dan pasukannya memadamkan api yang berkobar. Hebat sekali. Akhirnya api itu berasil dipadamkan. Huh, aku nggak kebayang kalau nggak

ada Pak Firman. Pasti rumahku terbakar, dan aku nggak tahu harus tinggal dimana," celetuk Gina tanpa diminta.


"Memangnya kamu tidak pernah merasa dibantu seseorang?" tanya Iren.


"Pernah dan sering. Sama Tukang parkir aku suka dibantu menyebrang jalan. Sama Pak Polisi aku pernah juga dibantu ketika tersesat mencari rumah tanteku di Bandung. Sama tukang bubur aku pernah ditolong menemukan dompetku yang hilang. Saking banyaknya yang pernah menolongku, aku jadi bingung mana yang lebih pantas kutulis," alasan Salsa.


"Pilih saja yang paling berkesan bagimu. Yang pernah sampai menyelamatkan nyawamu, misalnya," kata Iren.


"Atau yang pernah menjaga harta benda paling berharga," tambah Gina.


Salsa mengggigit bibir bawahnya, tanda berpikir. "Iya, deh. Aku akan pakai cara kalian," kata Salsa.


"Kira-kira siapa?" tanya Gina penasaran.


"Iya, siapa?" tanya Iren ingin tahu.


"Aku belum menemukannya sekarang. Nanti saja di rumah," ucap Salsa.


"Nanti SMS aku ya kalau sudah menemukan siapa yang akan kamu tulis," pinta Gina.


"Aku juga," tambah Iren.


"Memangnya kenapa sih kalian ingin tahu?" Salsa bingung.


"Kamu kan jago ngarang. Nanti kalau orang yang kamu tulis sama denganku, wah aku bakal kalah bagus," kata Iren.


"Atau nanti aku bisa mengikuti kamu menulis hal yang sama," kata Gina.


"Tapi aku tidak janji SMS kalian ya. Soalnya pulsaku lagi habis," kata Salsa.


Dua sahabat itu langsung merengut kesal. Salsa langsung tertawa kegelian.


Sampai sore harinya, di rumah Salsa belum menemukan ide apapun untuk ditulisnya. Padahal Salsa sudah berusaha membolak-balik buku hariannya. Di sanalah kisah-kisah hidupnya yang menarik dicatat. Tapi menurut Salsa orang yang layak dianggap pahlawan belum terlalu pantas bila menggunakan kriteria Gina dan Iren.


Sementara itu Gina dan Iren sudah mengirim SMS berulang kali.


"Mana?"


"Sudah belum?"


"Ayo dong!"


"Jangan bohong ya!"


"Pasti sudah ya?"


Dan Salsa hanya menjawab dengan SMS yang sama.


"Belum. Sabar."


Ketika malam makin larut, Salsa masih duduk di meja belajarnya. Mama masuk ke kamar.


"Lho, kok belum tidur?" tanya Mama.


"Ada tugas mengarang dalam sehari. Besok harus dikumpulkan," kata Salsa. Dia lalu membuka album foto keluarga di meja belajar. Di awal halaman ada saat Mama mengandung Salsa. Ada foto saat Salsa belajar berjalan bersama Mama. Ada saat belajar berenang bersama Mama. Ada saat sakit ditemani Mama.


"Mama buatkan susu mau? Barangkali bisa membantu Salasa memancing ide?" tawar Mama.


Salsa menatap Mama lama. "Tidak usah, Ma. Sekarang Salsa sudah punya idenya. Tinggal menulisnya. Tuasnya hanya dua halaman. Pasti cepat selesainya," kata Salsa.


"Oh bagus kalau begitu. Nanti kalau sudah selesai, segera tidur ya." Mama mengecup kening Salsa, lalu meninggalkan kamar.


"Terima kasih, Mama."


Salsa kemudian mulai menulis judul karangannya:

Mamaku Pahlawanku.

Friday, October 31, 2008

Hore, 2 November 2008

Serunya Cosplay!


Kalian pernah mendengar istilah Cosplay? Tenang, kalian tidak akan disebut ketinggalan informasi meskipun belum mengetahuinya. Lagipula Cosplay ini bukan permainan asli Indonesia, tapi diimpor dari Jepang.

Cosplay adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, manhwa, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan kartun Nickelodeon. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer.

Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar, seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia.

Haloween

Sejak paruh kedua tahun 1960-an, penggemar cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika Serikat sering mengadakan pertemuan penggemar fiksi ilmiah. Peserta mengenakan kostum seperti yang yang dikenakan tokoh-tokoh film fiksi ilmiah seperti Star Trek. Budaya Amerika Serikat sejak dulu mengenal bentuk-bentuk pesta topeng (masquerade) seperti dalam perayaan Haloween dan Paskah. Inilah yang konon jadi awalnya.

Tradisi penyelenggaraan pertemuan penggemar fiksi ilmiah sampai ke Jepang pada dekade 1970-an dalam bentuk acara peragaan kostum. Di Jepang, peragaan "cosplay" pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa dalam bentuk pesta topeng konvensi fiksi ilmiah Nihon SF Taikai ke-17.

Kritikus fiksi ilmiah Mari Kotani menghadiri konvensi dengan mengenakan kostum seperti tokoh dalam gambar sampul cerita A Fighting Man of Mars karya Edgar Rice Burroughs. Tidak hanya Mari Kotani menghadiri Nihon SF Taikai sambil ber-cosplay. Direktur perusahaan animasi Gainax, Yasuhiro Takeda memakai kostum tokoh Star Wars.

Pada waktu itu, peserta konvensi menyangka Mari Kotani mengenakan kostum tokoh manga Triton of the Sea karya Osamu Tezuka. Kotani sendiri tidak berusaha keras membantahnya, sehingga media massa sering menulis kostum Triton of the Sea sebagai kostum cosplay pertama yang dikenakan di Jepang.

Selanjutnya, kontes cosplay dijadikan acara tetap sejak Nihon SF Taikai ke-19 tahun 1980. Peserta mengenakan kostum Superman, Atom Boy, serta tokoh dalam Toki o Kakeru Shōjo dan film Virus. Selain di Comic Market, acara cosplay menjadi semakin sering diadakan dalam acara pameran dōjinshi dan pertemuan penggemar fiksi ilmiah di Jepang.

Majalah anime di Jepang sedikit demi sedikit mulai memuat berita tentang acara cosplay di pameran dan penjualan terbitan dōjinshi. Liputan besar-besaran pertama kali dilakukan majalah Fanroad edisi perdana bulan Agustus 1980. Edisi tersebut memuat berita khusus tentang munculnya kelompok anak muda yang disebut "Tominoko-zoku" ber-cosplay di kawasan Harajuku dengan mengenakan kostum baju bergerak Gundam.

Kelompok "Tominoko-zoku" dikabarkan muncul sebagai tandingan bagi Takenoko-zoku (kelompok anak muda berpakaian aneh yang waktu itu meramaikan kawasan Harajuku). Istilah "Tominoko-zoku" diambil dari nama sutradara film animasi Gundam, Yoshiyuki Tomino, dan sekaligus merupakan parodi dari istilah Takenoko-zoku. Foto peserta cosplay yang menari-nari sambil mengenakan kostum robot Gundam juga ikut dimuat. Walaupun sebenarnya artikel tentang Tominoko-zoku hanya dimaksudkan untuk mencari sensasi, artikel tersebut berhasil menjadikan "cosplay" sebagai istilah umum di kalangan penggemar anime.

Sebelum istilah cosplay digunakan oleh media massa elektronik, asisten penyiar Minky Yasu sudah sering melakukan cosplay. Kostum tokoh Minky Momo sering dikenakan Minky Yasu dalam acara temu darat mami no RADI-karu communication yang disiarkan antara lain oleh Radio Tōkai sejak tahun 1984. Selanjutnya, acara radio yang sama mulai mengadakan kontes cosplay. Dari tahun 1989 hingga 1995, di tv asahi ditayangkan ranking kostum cosplay yang sedang populer dalam acara Hanakin Data Land.

Sekitar tahun 1985, hobi cosplay semakin meluas di Jepang karena cosplay telah menjadi sesuatu hal yang mudah dilakukan. Pada waktu itu kebetulan tokoh Kapten Tsubasa sedang populer, dan hanya dengan kaus T-shirt pemain bola Kapten Tsubasa, orang sudah bisa "ber-cosplay". Kegiatan cosplay dikabarkan mulai menjadi kegiatan berkelompok sejak tahun 1986. Sejak itu pula mulai bermunculan fotografer amatir (disebut kamera-kozō) yang senang memotret kegiatan cosplay.

Di Indonesia sangat jarang ditemukan Cosplayer yang mengenakan pakaian dari komik luar asia, beberapa menggunakan tipe eropa tetapi dikarenakan di ambil dari manga/manwa bukan dari komik luar asia.

Pembagian cosplay

Secara umum cosplay dinilai sama. Tetapi tak langsung dalam beberapa event yang terjadi di Indonesia sering dilakukan pembagian/kategori cosplay:

* Cosplay anime/manga. Cosplay yang berasal dari anime maupun manga. Biasanya manhwa termasuk didalamnya termasuk comic dari amerika.

* Cosplay Game. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di Game.

* Cosplay Tokusatsu. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di film tokusatsu.

* Cosplay Gothic. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter bernuansa gelap atau Gothic.

* Cosplay Original. Cosplay yang benar-benar original tidak ada di anime, tokusatsu dan lainnya. Atau memiliki dasar yang sama seperti tokoh game Kingdom heart misalnya: Sora (Kingdom Heart) tetapi berbentuk metalic (modern).

* Harajuku Style. Beberapa cosplayer sering menduga Harajuku style adalah bagian dari cosplay. Beberapa Harajuku style muncul di manga/anime seperti Nana.

* Kartun Nickelodeon, Biasanya yang bermain cosplay yang berasal dari kartun Nickelodeon adalah anak kecil usia taman kanak-kanak


Di Indonesia sangat jarang ditemukan Cosplayer yang mengenakan pakaian dari komik luar asia, beberapa menggunakan tipe eropa tetapi dikarenakan di ambil dari manga/manwa bukan dari komik luar asia.

Cosplay dinilai sangat kreatif karena membutuhkan imajinasi dan keterampilan pembuatnya. Nah, mungkin sesekali kalau kita ikutan cosplay bisa juga ya dimunculkan tokoh fantasi asli Indonesia, seperti Gatot Kaca.

(ben)

Cernak, 2 November 2008


Warung Paman Joko

oleh Benny Rhamdani

Farhan diminta Ibu mengantar jahitan ke rumah Paman Joko. Farhan tampak senang.


“Lho, memangnya ada apa di Paman Joko sampai kamu senang?” tanya Ibu.


“Paman Joko kan baru seminggu ini punya warung. Nah, Farhan ingin sekali membantu Paman Joko menjaga warungnya. Pasti asyik meladeni pembeli di warung,: kata Farhan.



Ibu hanya tersenyum lalu membalas salam Farhan yang pergi ke luar rumah sambil membawa sepedanya.


Jarak ke rumah Paman Joko sekitar tiga kilomenter. Lumayan jauh. Tapi dengan sepeda bisa jadi lebih cepat ketimbang jalan kaki. Sambil mengayuh sepedanya, Farhan teringat ketika sebulan lalu membantu Paman Joko mengisi warungnya dengan berbagai barang dagangan.


“Warung di sekitar sini hanya ada satu di utara. Nah, kalau paman buka, maka banyak warga di selatan belanja di sini. Tidak perlu jauh-jauh,” kata Paman Joko bersemangat. Paman Joko sebelumnya karyawan sebuah pabrik tekstil. Tapi pabrik itu kemudian bangkrut dan menghentikan semua karyawannya. Uang pesangon yang diperoleh Paman Joko dipakai untuk membuka warung.


Begitu mendekati warung Paman Joko, Farhan mempercepat kayuhan sepedanya.


“Assalamualaikum!” sapa Farhan sambil melihat warung yang tampak sepi.


“Wa’alaikumsalam,” balas Paman Joko.


“Farhan mau mengantar jahitan Paman. Ini, disimpan di sini saja ya>” kata Farhan sambuil meletakkan bungkusan titipan dari Ibu di atas meja. “Kok sepi warungnya, Paman?”


Paman menghela nafasnya. “Ya, sudah tiga hari ini warung ini sepi. Padahal sebelumnya ramai sekali,” kata Paman Joko.


“Lho, memangnya kenapa bisa begitu, Paman?” tanya Farhan.


“Warung di sebelah utara, kata orang-orang harga-harganya lebih murah. Mereka jadinya belanja di sana,” jelas Paman Joko.


“Lho, kenapa Paman tidak ikut-ikutan menurunkan harga?” tanya Farhan.


“Kalau Paman menurunkan harga, paman bisa tidak mendapat untung. Mneurut perhitungan Paman, harga-harga di sini sudah wajar. Tidak dimahalkan. Apalagi Paman cuma mengambil untung sedikit,” kata Paman.


“Tapi kenapa warung di utara itu bsia lebih murah?” tanya Farhan.


Paman Joko mengangkat bahu. “Paman juga tidak tahu,” jawab Paman Joko sambil garuk-garuk kepala.


Beberapa menit kemudian, seorang anak datang ke warung. Farhan mengenal anak sebayanya itu karena sekelas dengannya. Namanya Arif.


“Farhan, sekarang kamu kerja di sini?” tanya Arif.


“Ah, nggak kok. Aku hanya membantu pamanku,” jawab Farhan. “Kamu mau belanja?”


“Ah, sebenarnya sih bukan belanja. Aku kesini ingin minta tolong sama Paman Joko,” kata Arif.


“Minta tolong apa?” tanya Paman Joko.


“Minta tolong pinjam timbangn. Barusan aku di suruh ibu membeli telur, gula, terigu. Masing-masing satu kilo. Tapi ketika Ibu memeriksa, Ibu merasa timbangannya kurang. Karena di rumah nggak ada timbangan, aku diminta ke sini.”


“Lho, memangnya tadi kamu belanja di mana?” tanya Farhan.


“Di Pak Soma. Di utara. Aku belanja ke sana karena harganya murah.”


“Mari ditimbang,” kata Paman Joko.


Arif membiarkan barang belanjaannya ditimbang ulang di timbangan milik Paman Joko. Ketiganya takjub ketika melihat hasilnya. Semua belanjaan Arif timbangannya kurang dari satu kilogram.


“Wah, pantas saja lebih murah harganya,” komentar Arif. “Aku harus lapor ke ibuku nih. Terima kasih ya.”


Arif pun pergi ke rumahnya. Dia menceritakan apa yang diketahuinya kepada ibunya. Tentu saja Ibu Arif marah. Arif diminta mengambalikan barang belanjaan itu ke warung Pak Soma.


“Ibu mau bikin kue. Kalau takarannya dikurang-kurangi begitu nanti kuenya gagal,” kata Ibu Arif. “Lebih baik belanja di warung Paman Joko saja yang takarannya pas walaupun nggak pakai potongan harga.”


Arif pun menuruti permintaan Ibunya. Kemudian Ibu Arif memberitahukan soal timbangan yang kurang di warung Pak Soma kepada para tetangga. Hal itu membuat sejumlah orang langsung menimbang belanjaannya. Ternyata benar terbukti barang yang mereka timbangan ataupun takarannya dikurangi.


Keesokan harinya warung Paman Joko kembali ramai didatangi pembeli. Warga yang kapok dengan kecurangan Pak Soma tak mau lagi berbelanja di warung seblah utara itu.


Farhan senang ketika beberapa hari kemudian kembali ke warung Paman Joko. Kali ini dia benar-benar bisa membantu Paman Joko meladeni para pembeli karena ramainya.

^-^

Friday, October 24, 2008

Cernak, 26 Oktober 2008



Aku takut sekali dengan hewan yang namanya kucing. Jangankan untuk membelainya, berada di dekatnya saja sudah membuat aku keringat dingin. Aku takut sekali kucing itu mencakar mukaku, menggigit tanganku, lalu bulu-bulunya terhirup hidungku hingga membuat nafasku tercekik.

Aku tidak tahu kenapa membenci kucing. Yang jelas aku senang sekali jika nonton film Tom and Jerry, melihat kucing nakal itu dikalahkan si tikus. Oh iya, aku juga pernah membaca tulisan tentang berbahayanya virus yang ditularkan kucing. Terutama buat perempuan seperti aku.

Jika ada temanku yang mengajak ke rumahnya, aku pasti selalu bertanya,”di rumahmu ada kucing nggak?”

Kalau dijawab tidak ada, maka aku main ke rumahnya. Kalau ada, aku lebih baik cari alasan agar tidak main ke rumahnya. Dan aku jadi tahu siapa saja temanku di kelas yang memelihara kucing. Dian, Hana, Muti dan Hafidz.

“Ayolah, Intan, main ke rumahku. Kucingku bukan kucing kampung kok. Kami selalu membawanya ke dokter hewan sebulan sekali biar tidak kena virus,” ajak Muti. Tapi aku ettap menggeleng.

“Kucingku akan kukurung di kandangnya,” janji Hana yang minta diajarkan matematika di rumahnya. Aku tetap menggeleng jarena membayangkan jika kucing itu bisa lepas dari kandangnya dan menerkamku.

“Kamu konyol deh takut sama kucing!” ledek Hafidz.

Biarlah. Aku lebih baik dikatakan konyol.

Suatu hari aku pulang les sendirian. Aku biasanya naik sepeda, tapi karena bannya bocor aku harus jalan kaki. Saat menapaki trotoar aku melihat seekor kucing hitam di tengah trotoar. Aku langsung menghentikan langkahku.

Kutunggu beberapa menit, sambil berharap kucing itu berlalu dari trotoar yang akan kulewati. Eh, kucing itu malah berabring di trotoar. Menyebalkan. Aku menunggu siapa tahu ada orang yang akan melalui trotoar ini. Aki akan memintanya mengusir kucing itu. Tapi harapanku tidak kunjung tiba.

Aku melotot ke arah kucing itu. Tapi si kucing melotot ke arahku lebih tajam. Aaaaaargh! Aku langsung berbalik arah, lalu mencari jalan lain menuju rumah. Ya biarpun memutar dan lebih jauh, tapi tetap akan kulakukan ketimbang melewati kucing itu.

Sampai di rumah aku kaget Mama tengah menungguku. Begitu melihat aku, Mama langsung memelukku.

“Kamu tidak apa-apa, kan? Mama baru saja mau minta Bang Fahri menjemputmu,” kata Mama.

“Memangnya ada apa, Ma?” tanyaku bingung.

“Di jalan Seroja tadi ada tawuran anak-anak sekolah. Katanya keadaan kacau. Banyak orang yang kena lempar batu dan botol. Mama cemas ada apa-apa denganmu,” jelas Mama.

“Intan tadi nggak jalan sana. Intan memutar lewat jalan Pelangi. Agak jauh. Makanya jadi capek nih,” kataku.

“Tumben. Biasanya nggak mau lewat Pelangi?” tanya Mama.

“Tadi … ada kucing di trotoar yang menghalangi jalan. Makanya ambil jalan memeutar,” kataku.

“Wah, kucing itu jadi penyelamatmu.”

Aku hanya mengangkat bahu. Hal itu tidak membuatku jadi menyukai kucing. Bagiku kucing itu hanya kebetulan saja membuatku terhindar melewati kekacauan di jalan Seroja. Dan aku pun tidak tahu jika beberapa hari kemudian ….

Saat itu aku pulang sendirian dari toko buku. Aku memilih berjalan kaki karena udara sore yang sejuk. Lagipula aku hanya membeli satu buku cerita jadi tidak terbebani apapun.

Ketika berjalan di trotoar, lagi-lagi aku melihat seekor kucing di depanku. Kucing itu mirip dengna kucing yang menghalangi langkahku beberapa hari lalu. Dan lagi-lagi kucing itu berbaring di trotoar, memaksaku untuk berbalik arah.

Tapi baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba aku melihat seekor kucing belang berjalan menujuku. Aku jadi ketakutan setengah mati. Aku pun meutuskan untuk menyeberangi jalan. Tapi lagi-lagi dari jalanan ada seekor kucing yang berjalan ke arahku.

Keringat dingin membasahiku. Buru-buru aku berbalik, dan kini jalan satu-satunya adalah masuk ke halaman rumah orang yang ada di pinggir jalan terdekat. Aku pun membuka pintu pagar dengan buru-buru. Kumasuki halamna rumah itu lalu masuk ke teras rumah.

“Ahhh!” aku kaget ketika melihat sejumlah kucing melompati pagar dan berjalan menuju ke arahku.

Aku langsung mengetuk pintu rumah. Karena kucing-kucing itu terus mendekat, aku pun membuka pintu itu tanpa menunggu orang membukanya dari dalam. Untunglah pintu itu tidak terkunci. Aku pun masuk dengan jantung berdebar.

“Permisi! Boleh aku masuk?” tanyaku ketakutan.

Tidak ada jawaban. Dan aku kaget ketika melihat kucing-kucing itu ternyata bisa mendorong pintu dan terus berjalan mendekatiku.

Aku lang sung masuk lebih dalam. Ketika aku menuju sebuah kamar yang pintunya terbuka, aku langsung masuk ke sana.

Oh …!

“Tolong … tolong aku …”

Aku terkejut mendengar suara itu. Ternyata di kamar itu ada seorang wanita tua yang tengah terbaring kesakitan.

“Tolong teleponkan dokterku. Aku sudah tidak bisa bergerak menuju telepon. Namaku Nyonya Halimah,” kata wanita tua itu.

Aku merasa kasihan melihatnya. Buru-buru aku mencari telepon di rumah itu. Kulihat dekat telepon itu ada secarik kertas berisi nomor-nomor telepon darurat, termasuk nomor telepon dokter. Saat kutelepon dokter dan menyebutkan nama Nyonya Halimah, sang dokter tidak banyak bertanya lagi. Dia berjanji akan segera datang.

Aku kembali masuk ke kamar menemani Nyonya Halimah sampai dokter itu datang.

“Terima kasih, nak. Siapa namamu?” tanya Nyonya Halimah.

“Intan.”

“Kenapa kamu masuk ke mari?”

“Aku sangat takut kucing. Tadi aku dikejar-kejar kucing di depan rumah ini. Ada tiga ekor kucing. Kucing cokelat, belang dan hitam. Maaf jika aku lancang masuk ke rumah ini.”

“Tidak apa-apa. Aku malah bersyukur. Jika kamu tidak masuk, bagaimana aku bsia mencari pertolongan dokter. Oh iya tentang kucing-kucing itu, dua yang kau sebutkan itu memang penghuni rumah ini. Tapi kamu jangan takut. Tenang saja,” kata Nyonya Halimah.

Hah! Aku langsung melihat sekelilingku takut kalau-kalau ada kucing di sekitarku.

“Dulu aku punya kucing hitam. Sangat pintar dan baik. Tapi dia mati terlindas pengendara mobil yang tidak bertanggungjawab,” kata Nyonya Halimah. “Itu dia fotonya!”

Aku melihat foto kucing yang tertempel di dinding. Hah! Kucing itu mirip banget dengan kucing yang mencegat langkahku di trotoar. Apakah ….?

Aku merinding. Sepertinya aku akan bertambah takut dengan kucing …..

"Dulu aku juga takut dengan dengan kucing. Tapi aku kemudian melwan rasa takut itu. Aku pelatih keberanianku. Rasa takut itu harus dilawan. Jika tak keberatan, kamu bisa sering main ke rumah ini. Nanti aku akan melatihmu agar tidak takut dengan kucing."

Aku tidak langsung menjawab. Nah, menurut kalian kuterima atau tidak ya tawaran Bu Halimah itu?


^-^

Hore, 26 Oktober 2008

Benda Kecil Tapi Berarti

Teman-teman, tahukah kalian bahwa benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari tidak akan pernah ada jika tak ada penemunya? Ya, bahkan peniti pun ada penemunya Lho. Para penemu ini adalah orang-orang kreatif yang menemukan benda-benda berguna bagi banyak orang.

Jins

Jins (atau jengki pada tahun 1950-an) adalah sejenis celana yang dibuat dari bahan yang keras dan kuat yang disebut denim. Jins sering dikenakan sebagai pakaian kerja. Jins diperkenalkan di Amerika Serikat oleh Levi Strauss pada tahun 1872. Pada akhir 1800-an, jins dikenakan oleh buruh.

Pada tahun 1950-an, menjadi mode populer bagi remaja. Di masa itu pula, jins menjadi bagian mode rockabilly bagi mereka. Pada dasawarsa 2000-an, jins menjadi jenis celana terkenal, dan dikenakan sebagai pakaian kerja dan pakaian mode tidak tetap. Jins dibuat dalam banyak bentuk dan warna.

Kata "jins" berasal dari nama Perancis bagi kota di Italia di mana kain katun dibuat. Nama kota itu, Genoa, dieja "jene" dalam bahasa Inggris Pertengahan dan "Gênes" dalam bahasa Perancis. Lalu bahasa Indonesia memiliki kata jins.

Resleting

Tahun 1893 Whitcomb Judson (Amerika) menemukan alat dengan gigi saling berpaut satu sama lain. Alat itu digunakan untuk mengaitkan sepatu botnya. Tapi, benda ini sering macet dan terbuka. Tahun 1914, Gideon Sundback membuat ritsleting pertama pada pakaian.

Nah, salah satu percobaan resleting juga diterapkan pada celana jins yang sebelumnya menggunakan kancing. Jadi, kadang-kadang satu penemuan terkait erat juga dengan penemuan lainnya.

Peniti

Peniti adalah sebuah alat yang sering digunakan untuk menggabungkan bahan kain. Peniti kuno berasal dari Mycenaeans sejak abad ke-14 sebelum masehi (akhir jaman Mycenaean III). Dikenal dengan nama fibulae (fibula) dan digunakan untuk fungsi yang sama seperti peniti modern. Faktanya, fibulae pertama pada abad 14 dan 13 sebelum masehi berbentuk seperti peniti. Fibulae asli dijelaskan dalam buku karya Chr. Blinkenberg's 1926 Fibules grecques et orientales.

Peniti diciptakan kembali pada Juli 1849 oleh Walter Hunt, seorang penemu asal Amerika. Hak cipta peniti ini telah dijual seharga $400.

Tusuk Gigi

Tusuk gigi adalah sebatang kayu atau plastik yang digunakan untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dari gigi, biasanya setelah makan. Tusuk gigi biasanya mempunyai satu atau dua ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi.

Tusuk gigi adalah alat yang sangat penting sehingga versi plastik alat ini dijadikan komponen dari pisau Swiss Army.

Tusuk gigi telah ada selama ribuan tahun, mungkin sebagai alat tertua untuk membersihkan gigi. Tusuk gigi dikenal di semua budaya. Sebelum sikat gigi diciptakan, orang membersihkan giginya dengan kayu pembersih gigi yang keras maupun lembut. Tusuk gigi yang terbuat dari perunggu telah ditemukan di antara barang-barang yang dikuburkan dalam makam-makam pra-sejarah di Italia Utara dan di Alpen Timur. Tusuk gigi juga dikenal luas di Mesopotamia.

Konon sang tiran Agatokles dibunuh pada 289 SM melalui racun yang bekerja lambat, yang ditaruh oleh seorang budak kesayangannya pada sebatang tususk gigi.

Ada contoh-contoh tusuk gigi yang artistik dan halus dari bahan perak di zaman kuno, atau dari kayu mastis di kalangan bangsa Romawi.

Pada abad ke-17 tusuk gigi dianggap barang mewah yang setara dengan perhiasan permata. Mereka dibuat dari logam mulia dan dihiasi dengan batu-batu berharga. Seringkali mereka dibuat secara artistik dan dilapisi email.

Kini, dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi modern, penggunaan tusuk gigi agak ditolak, dan alat-alat bantu lainnya seperti benang gigi dan sikat gigi lebih disukai. Namun karena terobosan mutakhir dalam teknologi rasa, tusuk gigi tetap populer di kalangan banyak orang.

Di Korea Selatan, untuk mendorong orang agar lebih ramah lingkungan, beberapa perusahaan menciptakan tusuk gigi yang dapat dimakan. Tusuk gigi ini dibuat dari ubi jalar, tampak jernih dan melunak perlahan-lahan apabila terkena air panas.

Penghapus

Penghapus (juga disebut setip) merupakan salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.

Penghapus kenyal seperti karet, dan seringkali bewarna putih atau hitam (walaupun ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai pemanfaatan teknologi). Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastik sebagai tambahan kepada karet.

Penghapus juga merujuk kepada penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi panjang yang dibuat dari kain berbahan wol.

Pada tahun 1770, pakar sains Joseph Priestley menyatakan, "Saya telah melihat bahan yang amat sesuai untuk digunakan bagi menghilangkan tanda arang pensil pada kertas." Di seluruh Eropa pada saat itu, tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet. Kubus-kubus kecil ini masih digunakan untuk tujuan ini di Inggris dan Australia.

Juga pada tahun 1770, Edward Naime, insinyur Inggris, disebut sebagai pencipta penghapus karet pertama. Sebelum penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus. Naime berkata bahwa dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan ciri-ciri menghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet.

Bagaimanapun juga, karet dalam bentuk mentah sulit disimpan, kerana ia mudah dan akan rusak. Pada tahun 1839, Charles Goodyear, seorang penemu, menemukan proses vulkanisasi, kaedah yang merawat karet dan menjadikannya bahan yang tahan lama. Penghapus menjadi benda yang umum dengan perkembangan karet yang divulkanisasi.

Pada tahun 1858, Hyman Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, AS, menerima paten pertama untuk pelekatan penghapus pada ujung pensil. Paten itu kemudian dibatalkan karena ditetapkan bahwa hal tersebut hanya merupakan gabungan dua peralatan dan bukannya produk baru sepenuhnya.

Nah, kalian pun bisa jadi penemu lho. Carilah sesuatu yang dibutuhkan banyak orang. Mulailah dari yang kecil-kecil dahulu. Ssst, jangan lupa memberi nama yang bagus untuk penemuan kalian. Bisa juga memberi nama kalian.

(ben)