Friday, November 04, 2016

KKPK, 6 November 2016


Rahasia Geng Girl



Judul: Clumsy Girl

Penulis: Putri Sekar

96 halaman




Kalian menulis diary atau buku harian? Siapa saja yang kamu tulis di diary kamu itu? Bagimaan kalau kamu membaca isi diary seperti ini?

Diaryku,
ini adalah hari saat aku bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Orang yang biasa mem-bullyku kini sudah meminta maaf dan menyesal atas perbuatan mereka, termasuk Jessica dan Sherly. Aku senang sekali. Apalagi aku sudah tahu siapa Girl yang sebenarnya. Aku sudah berhasil membalas semua kebaikannya dengan cara mempertemukannya dengan ibunya ....
Thanks
 
Freya
 
Hmmm ... kenapa Freya sangat senang ketika mengetahui Girl? Siapa sebenarnya Girl? Kisah apa yang dialami Freya? Pasti penasaran, kan? Aku juga suka cerita ini. Makanya aku membaca berulang kali. Sebab aku juga punya buku harian lho.

(Salsa, Palembang)
 

Saturday, October 29, 2016

Cernak, 30 Oktober 2016


 Lo Sun


Pada zaman dahulu kala, ada seorang anak buta bernama Lo Sun. Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah gubuk tua. Saat Lo Sun berusia lima tahun, ayahnya mengusirnya. Sebab, ia sudah tak sanggup membiayai hidup Lo Sun.

"Kau pergi saja mengemis. Nanti, akan banyak orang memberi sedekah. Mereka pasti kasihan padamu karena kau buta," begitu sang ayah mengusir Lo Sun.

Lo Sun meninggalkan rumah tanpa bekal apa pun. Ia ditemani Fan, anjingnya yang pandai dan setia. Mereka pergi ke kota dan mencari nafkah dengan meminta-minta. Lo Sun berjalan memakai tongkat dan Fan menjadi penunjuk jalan.

Lima tahun sudah Lo Sun hidup dari belas kasihan orang lain. Suatu malam, Fan menuntun majikannya ke sebatang pohon berdaun lebat di tepi jalan. Setelah lahap makan, Lo Sun tertidur di bawah pohon itu.

Dalam tidurnya, Lo Sun bermimpi seorang peri datang dan berbicara lembut padanya, "Lo Sun, apa kau dapat melihatku?"

La Sun menjawab sedih, "Tidak bisa, aku buta."

"Kasihan, tapi jangan sedih. Kau tahu, kau bisa menolong dirimu sendiri. Aku hanya membantu. Kalau kau berbuat baik maka secercah cahaya kecil akan memasuki matamu. Semakin banyak kau beramal kebaikan, semakin bertambah baik penglihatanmu. Tapi ingat, apabila kau berbuat buruk, sinar itu akan meredup dan kau akan kembali buta," kata peri.

Suara itu hilang dan Lo Sun terbangun. "Fan, bantulah aku agar bisa melihat lagi," kata Lo Sun yang disambut gonggongan anjingnya.

Mereka berjalan bersama menelusuri jalan-jalan di kota. Tanpa disadari, mereka melintas di depan seorang pengemis tua buta dan lumpuh di tepi jalan. Pengemis itu berkata, "Kasihani aku. Aku seorang pengemis buta."

Lo Sun menjawab, "Tapi, aku juga buta, Kek. Aku juga pengemis, seperti Kakek."

"Tapi, kau lebih beruntung," sahut pengemis tua.

"Kau masih bisa berjalan. Tapi, aku lumpuh," kata pengemis itu lagi.

"Oh, ya," pekik Lo Sun. Ia segera memberi si kakek sekeping uang receh. Itu satu-satunya uang yang dimilikinya. Pengemis tua pun mengucapkan terima kasih.

Tiba-tiba, Lo Sun merasakan secercah cahaya melintas di depan matanya. Dunia tampak sedikit terang. Ia sudah tidak buta total.

Sejak saat itu, Lo Sun selalu berbuat baik dan matanya semakin terang dan mulai bisa melihat. Suatu hari, Lo Sun dan Fan sedang duduk di pinggir sungai. Tiba-tiba, terdengar suara orang meminta tolong.

Samar-samar Lo Sun melihat seorang laki-laki terbawa arus deras sungai. Lo Sun ingat, Fan pandai berenang. "Fan! Selamatkan lelaki yang tenggelam itu!" kata Lo Sun.

Lo Sun hanya bisa diam dan berdoa. Sementara, Fan yang menolong laki-laki itu.

Akhirnya, terdengar suara si Lelaki naik ke tepian dan merebahkan tubuhnya di tepi sungai. Lo Sun bertanya, "Apakah Anda baik-baik saja? Di mana anjingku?"

Lelaki itu berkata pelan, "Menyesal sekali, anjingmu terseret arus. Aku telah berusaha menariknya, tapi kami berdua sama-sama lemah."

Lo Sun menangis meraung-raung. "Fan, apa yang bisa kulakukan tanpa kau di sampingku? Kau satu-satunya sahabatku," teriak Lo Sun.

Lelaki yang ditolong Fan mencoba menenangkan Lo Sun, "Jangan menangis! Pulanglah pada ayahmu. Aku yakin dia akan membelikanmu anjing lain."

"Aku tak punya rumah. Ayah mengusirku lima tahun lalu," jawab Lo Sun.

Lelaki itu turut menangis, "Angkatlah wajahmu, Nak," katanya.

Lo Sun menengadah dan memandangi laki-laki itu. Ternyata, ia dapat melihat wajah lelaki itu. Matanya tidak buta lagi. Perbuatan baiknya yang terakhir telah menyembuhkan kebutaannya.

Lelaki itu bicara dengan suara pelan, "Apakah namamu Lo Sun?"

"Ya, benar. Darimana Anda tahu?"

"Lo Sun, anakku. Maafkan aku," ujar laki-laki itu sambil menangis.

"Aku ayahmu. Aku telah berlaku kejam kepadamu. Pulanglah bersamaku!" katanya menyesal.

Lo Sun marah. Laki-laki di depannya ternyata ayahnya yang telah membuat hidupnya sengsara. Tapi, Lo Sun kemudian sadar, "Aku maafkan, Ayah. Aku akan pulang bersama Ayah."

Keduanya pun pulang dan hidup bahagia selamanya. Ayah Lo Sun membelikannya anjing baru yang diberi nama Min.

Hore, 30 Oktober 2016



Apa Itu Banjir Bandang?

Banjir sebenarnya merupakan peristiwa terbenamnya daratan oleh air yang disebabkan oleh hal-hal tertentu. Yang mana air tersebut menggenangi daratan yang tadinya kering, bahkan merupakan tempat tinggal masyarakat. Tetapi akhir-akhir ini, fenomena banjir termasuk kategori bencana alam yang merugikan masyarakat dan pemerintak termasuk Indonesia.

Beberapa faktor yang mempengaruhi banjir sebenarnya berasal dari dua sisi, yaitu alam dan manusia sendiri. Faktor alam seperti gunung meletus misalnya, yang mengakibatkan banjir lahar. Sedangkan faktor lainnya seperti penebangan hutan liar misalnya, tak lain merupakan kesalahan dan keserakahan manusia sendiri.

Banjir pada akhir-akhir ini memang akrab sekali dikategorikan sebagai bencana alam karena merugikan masyarakat. Dari merusak bangunan tempat tinggal, mengganggu aktivitas sehari-hari hingga mendatangkan penyakit dan mendatangkan korban jiwa. Penyakit yang menjangkit masyarakat karena adanya banjir biasanya disebabkan karena air banjir sudah terkontaminasi atau tercampur dengan sampah, kotoran hewan dan juga manusia. Penyakit yang menjadi tren biasanya adalah diare, kolera, tipus, dan lainnya.

Peristiwa banjir yang terjadi tentunya bermacam-macam tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, terjadinya banjir dilihat dari penyebabnya terbagi menjadi beberapa jenis,  antara lain:

Banjir Air
Banjir air merupakan banjir yang sering sekali terjadi saat ini. Penyebab dari banjir ini adalah kondisi air yang meluap di beberapa tempat, seperti sungai, danau maupun selokan. Meluapnya air dari tempat-tempat tersebut yang biasanya menjadi tempat penampungan dan sirkulasinya membuat daratan yang ada di sekitarnya akan tergenang air. Banjir ini biasanya terjadi karena hujan yang begitu lama sehingga sungai, danau maupun selokan tidak lagi cukup untuk menampung semua air hujan tersebut.

Banjir Cileuncang
Banjir ini sebenarnya hampir sama dengan banjir air. Tetapi banjir cileuncang ini terjadi karena hujan yang derat dengan debit/aliran air yang begitu besar. Sedemikian sehingga air hujan yang sangat banyak ini tidak mampu mengalir melalu saluran air (drainase) sehingga air pun meluap dan menggenangi daratan

Banjir Rob (Laut Pasang)
Banjir laut pasang atau dikenal dengan sebutan banjir rob merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh naiknya atau pasangnya air laut sehingga menuju ke daratan sekitarnya. Banjir jenis ini biasanya sering menimpa pemukiman bahkan kota-kota yang berada di pinggir laut, seperti daerah Muara Baru di ibukota Jakarta. Terjadinya air pasang ini di laut akan menahan aliran air sungai yang seharusnya menuju ke laut. Karena tumpukan air sungai tersebutlah yang menyebabkan tanggul jebol dan air menggenangi daratan.

Banjir Bandang
Banjir bandang merupakan banjir yang tidak hanya membawa air saja tapi material-material lainnya seperti sampah dan lumpur. Biasanya banjir ini disebabkan karena bendungan air yang jebol. Sehingga banjir ini memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi daripada banjir air. Bukan hanya karena mengangkut material-material lain di dalamnya yang tidak memungkinkan manusia berenang dengan mudah, tetapi juga arus air yang terdakang sangat deras.

Banjir Lahar
Banjir lahar merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh lahar gunung berapi yang masih aktif saat mengalami erupsi atau meletus. Dari proses erupsi inilah nantinya gunung akan mengeluarkan lahar dingin yang akan menyebar ke lingkungan sekitarnya. Air dalam sungai akan mengalami pendangkalan sehingga juga akan ikut meluap merendam daratan.

Banjir Lumpur
Banjir ini merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh lumpur. Salah satu contoh identic yang masih terjadi sampai saat ini adalah banjir lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Banjir lumpur ini hampir menyerupai banjir bandang, tetapi lebih disebabkan karena keluarnya lumpur dari dalam bumi yang kemudian menggenangi daratan. Tentu lumpur yang keluar dari dalam bumi tersebut berbeda dengan lumpur-lumpur yang ada di permukaan. Hal ini bisa dianalisa dari kandungan yang dimilikinya, seperti gas-gas kimia yang berbahaya.

Arena KKPK, 30 Oktober 2016


Kisah Tentang Bunda


Judul: Surga di Tangan Ibu

Penulis: Anisa

112 halaman



Rahma berhasil membawakan lagu indah melalui petikan gitarnya. Semua penonton bertepuk tangan dan memuji penampilan Rahma. Tapi, saat Rahma turun dari panggung, tak ada ayah dan bunda yang menyambutnya. Hanya ada Pak Farhan, guru belajar gitarnya. 

Rahma langsung mengambil handphone dan menelepon. Di ujung sana, terdengar suara bunda yang terdengar lemah. Rahma merasa tak nyaman dan bergegas pulang. Ah, Rahma cemas. Dia meminta bunda untuk terus berbicara dengannya via telepon dan bersama-sama menghitung mundur. Sepuluh, sembilan, delapan ... satu. Sepuluh detik saja. Hanya sepuluh detik.

 Ada apa dengan bunda? Mengapa sepuluh detik itu sangat berharga buat Rahma?

Cerita cerpen itu sangat  mnyentuh hatiku dan aku sangat menyukai. Dan selain cerpen di atas, masih ada sembilan cerpen lagi yang keren, lho! Baca yuk.

(Salsa, Palembang)

Friday, October 21, 2016

Cernak, 23 Oktober 2016


Dheda Dan Lima Butir Kentang



Dahulu kala, di sebuah dusun hiduplah seorang pencari kayu bakar bernama Dheda. Dia tinggal bersama istri dan ketiga anaknya. Mereka sangat miskin. Untuk makan sehari-hari saja mereka sering kekurangan.

Sudah seminggu ini hujan terus-menerus turun dengan lebatnya. Dheda tidak bisa pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.

Mereka bertahan dengan persediaan makanan yang ada. Tentu saja, lama-lama persediaan mereka semakin sedikit, hingga suatu hari istri Dheda berkata, "Ayah, kita tidak punya persediaan makanan lagi. Makanan yang tersisa tinggal lima butir kentang. Itu tidak cukup untuk makan kita berlima," katanya.

"Aku tahu," kata Dheda.

“Tapi bagaimana lagi? Hujan tidak juga mau berhenti. Aku tidak bisa mencari kayu ke hutan. Bersabarlah, mudah-mudahan besok tidak hujan dan aku bisa bekerja! Biarlah persediaan terakhir kita untuk makan anak-anak saja," ujar Dheda.

Menjelang sore, ada yang mengetuk pintu rumah Dheda. Ternyata, seorang pengemis tua yang basah kuyup kehujanan. Dheda segera menyuruhnya masuk.

“Terima kasih, Tuan," kata pengemis tua.

"Saya sudah berhari-hari kehujanan. Perut saya lapar sekali. Kalau boleh, saya ingin minta makanan untuk mengganjal perut," pintanya.

Dheda terdiam. Dia kasihan sekali melihat pengemis tua itu. Tapi, mereka tidak punya persediaan makanan lagi. "Sayang sekali aku tidak memiliki sisa makanan. Kami pun sedang kekurangan makanan,” kata Dheda.

"Oh, kasihanilah saya, Tuan. Sudah tiga hari ini saya belum makan," kata pengemis.

Dheda merasa sangat iba. Dia menghampiri istrinya dan berkata, "Bu, aku kasihan melihat pengemis itu. Bagaimana kalau kita berikan saja persediaan makanan terakhir kita."

"Baiklah, Pak. Aku akan segera memasak kentangnya," kata istrinya.

Akhirnya, istri Dheda merebus kentang yang tinggal lima butir tersebut dan menghidangkannya kepada si pengemis tua. Pengemis itu memakan keempat kentangnya dan menyisakan sebutir kentang saja.

Kemudian, si pengemis itu pun berpamitan, "Terima kasih, Tuan."

"Sama-sama, Kek. Hati-hati di jalan ya, Kek," kata Dheda.

“Oh iya, tadi aku menyisakan sebutir kentang di piring. Jika nanti kalian ingin makan, iris-iris kentang itu rnenjadi lima iris! Pasti akan cukup untuk kalian berlima. Nah, selamat tinggal," kata pengemis tua.

Setelah pengemis tua itu pergi, Dheda memandangi satu butir kentang yang tersisa di piring dan berpikir, "Maria mungkin satu butir kentang ini bisa cukup untuk kami berlima?"

Namun karena penasaran, dia mengajak keluarganya untuk berkumpul dan kemudian mengiris-iris kentang itu menjadi lima iris. Ajaib! Ternyata, kelima iris kentang itu berubah menjadi lima butir kentang. Saat sebutir kentang itu diiris menjadi lima iris lagi, akan berubah menjadi lima butir kentang lagi. Demikian seterusnya.

Sejak itu, Dheda dan keluarganya tidak pernah kekurangan makanan lagi. Bahkan, persediaan makanan mereka sekarang berlimpah. Dheda membagi-bagikannya kepada tetangga-tetangga mereka yang kekurangan.

Hore, 23 Oktober 2016



Apa itu Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia?


Sudah tahu kan kalau Hari Sumpah Pemuda juga merupakan hari lahir bahasa Indonesia? Nah, untuk memperingatinya, pemerintah Indonesia melalui Badan Bahasa rutin menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra. Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra dihelat pada Oktober setiap tahun.

Kenapa sih harus ada Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia?

Jawabannya begini. Bahasa Indonesia lahir sebagai jembatan atas kemajemukan Nusantara. Di Indonesia kan ada ratusan bahasa daerah, jumlahnya sekira 442 bahasa daerah. Kebayang dong kalau kita ngomong dengan orang lain menggunakan bahasa daerah masing-masing? Pasti ribet. Makanya, bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa penghubung (lingua franca) dan menjadi alat pemersatu bangsa.

Seiring perjalanan bangsa Indonesia, bahasa Indonesia juga turut berkembang dan menjadi modern. Akibatnya, bahasa Indonesia mulai tergusur penggunaan bahasa asing. Belum lagi bermunculan berbagai varian bahasa Indonesia lain seperti bahasa prokem, bahasa gaul hingga yang sekarang tren: vickisisasi. Karena itulah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) menggelar kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra sebagai salah satu upaya pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Tentu saja, tugas ini juga menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya diemban BPPB.

"Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap tahun adalah upaya BPPB untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu," demikian dinukil dari laman Badan Bahasa.

Selama sebulan, banyak kegiatan kebahasaan yang menarik kita ikuti. Kategori kegiatannya adalah sebagai ajang berkarya atau berekspresi, ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia dan ajang perlombaan.Lingkup pesertanya pun tidak sebatas siswa, mahasiswa, guru dan dosen, tetapi juga masyarakat luas. Bahkan, warga negara asing bisa berpartisipasi melalui kegiatan lomba keterampilan berbahasa Indonesia bagi peserta Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Biasanya, kegiatan pada Bulan Bahasa meliputi sepuluh agenda utama:

1. Pemberian Penghargaan Adibahasa. Penghargaan diberikan kepada pemerintah provinsi yang menunjukkan kesungguhannya dalam pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum dan di dalam ranah kedinasan.

2. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak (Tingkat Nasional).

3. Debat Bahasa Antarmahasiswa.Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah kemahiran berbahasa para mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara kritis dan argumentatif, terutama tentang isu kebahasaan dan kesusastraan mutakhir.

4. Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional).Kegiatan duta bahasa dilaksanakan sebagai upaya melibatkan para pemuda dalam menjaga dan menyebarluaskan semangat kebangsaan melalui bahasa.

5. Parade Mural Cinta Bahasa Indonesia.Badan Bahasa mengajak berbagai pihak untuk mengisi ruang-ruang kosong di perkotaan dengan grafiti kebahasaan atau mural yang berisi imbauan atau ajakan untuk mencintai bahasa Indonesia dengan kata-kata bijak.

6. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasa an dan Kesastraan (Tingkat Nasional).Peserta yang proposal penelitiannya terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang sebagai bantuan biaya penelitian.

7. Sayembara Penulisan Cerpen Remaja (Tingkat Nasional).

8.Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (Tingkat Internasional).Forum bagi
pelajar asing agar dapat mempraktikkan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia.

9. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional)Pemberian penghargaan kepada pembuat blog kebahasaan dan kesastraan yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, informatika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.

10. Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA se-Jabodetabek.Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk apre siasi puisi melalui musik. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra.

11. Puncak Acara.Dalam acara tersebut akan dilaksanakan, antara lain, pengumuman hasil kegiatan, pementasan seni budaya, serta persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.

Nah, kegiatan apa yang kamu ikuti di Bulan Bhasa dan sastra Indonesia tahun ini?

Arena KKPK, 23 Oktober 2016

Geng Anak Berjilbab


Judul: The Hijab Girls

Penulis: Najmah

104 halaman





Adakah di antara kalin yang berjilbab? Nah, ini ada satu judul buku tentang kumpulan anak-anak berjilbab. Rentu saja anak perempuan.

Tujuh gadis cantik berkerudung sepakat untuk membentuk kelompok persahabatan dengan nama The Hijab Girls. Mereka adalah Katya, Fila, Qia, Zee, Zahra, Qila, dan Naifah. Persahabatan mereka memberikan aura positif bagi kelompok mereka dan teman-teman lainnya. Namun, ada saja yang tidak menyukai The Hijab Girls. 

Shinta, Lala, Kaira, Keyla, dan Lila yang tergabung dalam Geng Felfet selalu saja iri kepada The Hijab Girls. Segala cara mereka lakukan untuk memecah belah The Hijab Girls. Handphone Katya yang disimpan di laci meja pun menjadi sasarannya. Shinta, ketua Geng Felfet, diam-diam melakukan sesuatu terhadap handphone Katya itu. Akibatnya, seluruh anggota The Hijab Girls memusuhi Katya. 

Wah, jadi penasaran! Apakah The Hijab Girls bisa rukun dan bersatu kembali, ya? Yuk, baca ceritanya sampai tamat!

(Salsa, Palembang)

Friday, October 14, 2016

Cernak, 16 Oktober 2016

Kisah Rakyat Jepang Momotaro


Pada zaman dahulu kala di suatu tempat hiduplah sepasang kakek dan nenek.
Sang kakek pergi mencari kayu bakar ke gunung, sementara sang nenek pergi mencuci di sungai. Tatkala nenek mencuci di sungai, dari arah hulu sungai mendekatlah sebuah buah persik yang besar, berayun-ayun di air sungai..
“Kalau buah persik manis, datanglah ke sini, tapi kalau pahit menjauhlah.”
Begitu nenek berkata, buah persik besar yang kelihatannya manis itu mengalir mendekat ke arah nenek.
Nenek memungut buah persik itu dan membawanya pulang. Menjelang malam, kakek pulang dari gunung. Mereka berdua yang bermaksud akan memakan buah persik itu meletakkan buah persik di atas talenan, dan sewaktu akan memotongnya, tiba-tiba saja buah itu membelah dengan sendirinya. Dari dalamnya muncullah seorang anak laki-laki yang lucu, “Hoa…hoa,” suara tangisnya. Meskipun kakek dan nenek kaget, tapi mereka sangat senang sekali. Mereka kemudian membesarkannya dan memberi nama Momotaro.
Momotaro tidak rewel dalam hal makanan, ia hanya makan berapapun yang diberikan, dan tumbuhlah ia menjadi seorang anak yang kuat.. Jika diajarkan satu dia akan ingat sampai 10, dan jika diajarkan 10 dia akan ingat sampai 100. Begitulah, Momotaro lama-kelamaan tumbuh menjadi anak yang kuat dan cerdas.
Pada saat itu, datanglah gerombolan raksasa yang mengacau di desa, mengambil barang-barang milik penduduk desa dan menculik anak gadis mereka. Para penduduk desa sangat kesusahan karena ulah gerombolan raksasa tersebut.
Pada suatu hari, Momotaro datang ke hadapan kakek dan nenek, duduk dengan takzim dan menghaturkan sembah.
“Berkat kakek dan nenek saya telah tumbuh besar seperti ini, oleh karena itu izinkanlah saya pergi ke Pulau Raksasa untuk mengusir para raksasa tersebut. Dan buatkanlah untuk saya kibidango (kue tradisional Jepang) yang paling besar di seluruh Jepang,” pinta Momotarou.
Kakek dan nenek terkejut dan mencoba untuk menghentikan, tapi Momotaro tetap pada niatnya  pergi ke Pulau Raksasa untuk mengusir para raksasa. Apa boleh buat, akhirnya kakek dan nenek membekali Momotaro dengan banyak sekali kibidango yang sangat besar., menyampirkannya di pinggang Momotaro  memakaikan ikat kepala baru, memasangkan sebilah pedang dan memberikan sebuah bendera dengan tulisan “Momotaro yang terkuat se-Jepang”, dengan begitu mereka melepas Momotaro untuk pergi ke Pulau Raksasa.
Begitu Momotaro telah jauh dari desa, datanglah seekor anjing mendekat, menggonggong pada Momotaro.
“Momotaro, Momotaro. Kamu pergi ke mana?”
“Saya pergi mengusir raksasa ke Pulau Raksasa.”
“Biarkanlah saya ikut denganmu, dan bolehkah saya minta kibidango yang tersampir di pinggangmu agak sebuah?”
“Baiklah. Dengan memakan kibidango ini kamu akan mendapatkan tenaga 10 orang,”berbicara begitu Momotaro memberikan sebuah kibidango pada anjing dan memperbolehkan anjing mengikutinya ke Pulau Raksasa. Mereka berdua berjalan semakin mendekati gunung, datanglah seekor burung kiji yang berkicau menyapa.
“Momotaro, Momotaro. Kamu pergi ke mana?”
“Mengusir raksasa ke Pulau Raksasa.”
“Biarkanlah saya ikut denganmu, dan bolehkah saya minta kibidango yang tersampir di pinggangmu agak sebuah?”
“Baiklah.” Momotaro memberi burung kiji sebuah kibidango dan memperbolehkannya menyertainya.
Momotaro berjalan disertai anjing dan burung kiji, dan di tengah jalan datanglah seekor monyet menghampiri mereka. Seperti halnya anjing dan burung kiji, monyet pun menyertai Momotaro ke Pulau Raksasa. Momotaro menjadi pemimpin mereka bertiga untuk pergi ke Pulau raksasa.
Begitu sampai di Pulau Raksasa, berdirilah sebuah pintu gerbang besar berwarna hitam. Monyet mengetuk pintu gerbang, dan dari dalam keluarlah Raksasa Merah, “Siapa?”
“Saya adalah Momotaro yang terkuat se-Jepang. Datang untuk mengusir kalian para raksasa. Bersiaplah untuk itu,” jawab Momotaromengeluarkan pedangnya dan memotong Raksasa Merah.
Raksasa kecil yang ada di sana dan melihat kejadian itu, berteriak-teriak sambil berlari masuk ke dalam. Di dalam para raksasa sedang berpesta minum sake.
“Apa? Momotaro? Ah ternyata hanya seorang anak kecil.” Mereka menertawakan Momotaro.
Tetapi, Momotaro telah memiliki kekuatan 1000 orang karena telah memakan kibidango. Momotaro mengayunkan pedangnya, anjing menggigit para raksasa, monyet menarik-narik mereka, dan burung kiji mematuki mereka dari atas. Serangan mereka sangat hebat. Akhirnya lama kelamaan para raksasa kalah menghadapi Momotaro.
Pemimpin raksasa menyembah pada Momotaro, meminta maaf dengan air mata yang berlinangan.
“Tolong jangan singkirkan kami, kami berjanji tidak akan  berbuat jahat lagi. Dan seluruh harta akan kami berikan.”
“Baiklah, saya akan mengampuni  kalian,” jawab Momotaro.

Momotaro menerima harta pemberian para raksasa sebagai oleh-oleh untuk kakek dan nenek. Ia memasukkannya ke dalam gerobak dengan dibantu oleh anjing, monyet dan burung kiji. Rakyat desa pun sangat senang. Mereka mengelu-elukan kekuatan dan keberanian Momotaro.

^_^

Hore, 16 oktober 2016



Tahukah kalian bulan Oktober adalah bulan Bahasa? Nah, cocok sekali bila kita membahas sedikit tentang bahas di dunia yang sulit dipelajari. Apa saja ya? Nah, ini ada tujuh bahasa yang menurut eebrapa angket dianggap sulit dipelajari.


1. Bahasa India 
India sebenarnya tidak memiliki bahasa nasional yang resmi. Bahasa Hindi merupakan bahasa yang di pergunakan dalam keseharian mereka bersamaan dengan bahasa Inggris. Maka dari Itu banyak warga negara asing yang kesulitan mempelajari bahasa yang di pergunakan oleh India. Karena tidak semua warga negara India yang menggunakan bahasa tersebut. Seperti di ketahui India merupakan sebuah negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah China.

2. Bahasa Jepang 
Jepang merupakan sebuah negara yang memiliki bahasa yang cukup sulit di pahami. Belajar bahasa jepang tidak cukup hanya dengan membaca saja. Di tambah lagi kebanyakan masyarakat Jepang menulis buku tutorial dengan aksara jepang seperti kanji, hiragana, dan juga katakana. Mungkin bahasa Jepang terlihat simple akan tetapi bahasa ini sangat sulit di pelajari.

3. Bahasa Rusia 
Rusia memang sebuah negara yang menggunakan huruf alfabet yang berbeda. Rusia menggunakan huruf alfabet Cyrillic yang sangat membingungkan bagi para pemula yang ingin belajar bahasa Rusia. Selain itu penggunaan kata kerja dan poin dalam tata bahasa juga menjadi masalah bagi pemula, di tambah lagi nada dalam pengucapan sebuah kata juga mempengaruhi arti dari kata tersebut. 

4. Bahasa Arab 
Bahasa Arab merupakan sebuah bahasa yang di gunakan di lebih dari 20 negara. Akan tetapi di setiap negara memiliki dialek sendiri sendiri. Bahasa arab sendiri terdiri dari 28 huruf. Akan tetapi huruf–huruf tersebut dapat berubah bunyi bila bertemu huruf lain yang ada di sekitarnya. Selain itu nada dan intonasi pengucapan memiliki aturan masing masing. 

5. Bahasa Jerman
Kata kerja dan kata benda dalam bahasa jerman memiliki aturan sendiri. Maka dari itu bahasa Jerman sangat sulit di pelajari. Di tambah lagi bahasa Jerman menggunakan Verba yang di letakkan di akhir kalimat. Dan hal itulah yang membuat banyak pemula mengalami kebingungan. 
Mandarin 

6. Bahasa Mandarin 
Bahasa mandarin merupakan sebuah bahasa yang memiliki empat nada berbeda. Dalam bahasa ini banyak terdapat kata yang memiliki arti yang berbeda sesuai dengan kalimat pengikutnya. Maka dari itu bahasa mandarin menjadi sangat sulit untuk di pahami. 

7. Bahasa Spanyol
Spanyol merupakan sebuah bahasa yang di gunakan oleh banyak negara seperti sebagian Amerika serikat, dan juga Amerika tengah dan Amerika selatan. Meskipun banyak di gunakan di berbagai negara bahasa ini sangat sulit untuk di pelajari. 

Arena KKPK, 16 Oktober 2016

Petualangan di Desa



Judul: Lili dan Lyliu
Penulis: Queen
108 halaman


Lyliu kesal. Bunda mengubah rencana mereka berlibur ke Australia menjadi ke desa kakek.
Lyliu pasti akan kesepian. Dia, kan, tidak mengenal siapa pun di sana selain kakek dan neneknya. Enggak seru dan enggak asyik! Apa yang akan Lyliu alami di desa?
"Tolong … tolooong!" Tangan Lyliu menggapai-gapai minta tolong.
Melihat Lyliu berteriak minta tolong, Mang Ujang dengan gesit melompat ke dalam sungai.
Nah, kejadian apa lagi yang akan dialami Lyliu di desa? Maukah Lyliu berteman dengan dua anak usil itu? Akankah keajaiban terjadi pada Lyliu? Aku sangat suka mengikuti serunya petualangan Lyliu di desadalam buku ini. Kalian baca saja biar tahu lebih banyak keseruannya.

(Salsa, Palembang)

Friday, October 07, 2016

Cernak, 9 Oktober 2016


 Pedagang Yang Tamak



Di kota bernama Sultanpur. Pada suatu masa, hiduplah dua pedagang keliling yang menjual perkakas yang terbuat dari kuningan. Kedua pedagang itu memiliki watak yang berbeda. Pedagang yang pertama merupakan orang yang tamak dan rela melakukan hal-hal yang tidak balk demi mendapatkan keuntungan yang sebesarbesarnya. Sementara pedagang kedua merupakan orang yang sabar, rajin, tekun, jujur, dan balk hati.

Suatu hari, pedagang tamak melewati seorang nenek dan cucunya. Sang nenek memanggil dan menghampiri pedagang itu, lalu berkata, "Cucuku ingin perkakas makan baru. Maukah kau menukar perkakas itu dengan mangkuk tuaku ini?"



Si pedagang mengamati mangkuk tua si nenek dengan saksama. Ia membatin, "Hmmm... mangkuk ini terbuat dari emas. Harganya pasti mahal sekali. Tapi, sepertinya nenek ini tidak mengetahuinya."

Muncul niat jelek di hati si pedagang tamak. Ia ingin mendapatkan mangkuk itu dengan harga yang murah dengan memanfaatkan ketidaktahuan si nenek. Ia berkata kepada si nenek, "Mangkuk ini tidak ada harganya karena terlalu tua. Tapi kalau kau mau, aku akan menukarnya dengan sendok."

Si nenek mendesah kecewa. "Apakah tidak terlalu murah? Mangkuk ini merupakan warisan dari suamiku," katanya.

"Kalau tidak mau ya sudah," sahut si pedagang tamak, pura-pura cuek. Ia berjalan pergi meninggalkan si nenek. Tapi, dalam hati ia berencana untuk kembali menemui nenek keesokan harinya.

Tidak lama kemudian, pedagang kedua (pedagang yang jujur) juga melewati tempat si nenek dan cucunya.

"Hai, maukah kau menukar mangkuk tua ini dengan peralatan makan yang kau jual?" tanya nenek kepada si pedagang jujur.

Pedagang tersebut mengambil mangkuk antik dari tangan nenek, lalu mengamatinya dengan teliti. Keningnya tampak berkerut-kerut. Setelah selesai, ia berkata kepada si nenek, "Mangkuk ini terbuat dari emas. Harganya sangat mahal. Semua barang yang aku bawa ini tidak akan cukup untuk membayarnya."

"Tidak apa-apa," jawab si nenek sambil tersenyum, senang dengan kejujuran pedagang itu. "Ambillah mangkuk itu, dan berikan aku perkakas makan dengan jumlah yang pantas."

"Baiklah. Aku berikan semua barangku dan uangku," jawab si pedagang. Setelah berterima kasih, ia pun berpamitan kepada si nenek.

Keesokan harinya, si pedagang tamak kembali mendatangi si nenek. la hendak menawar mangkuk yang kemarin hendak dijual oleh si nenek. Namun, betapa kecewanya ia saat mengetahui bahwa mangkuk berharga itu sudah di jual kepada pedagang lain. Ia menyesal sekali karena bersikap tamak sehingga akhirnya malah gagal mendapatkan mangkuk emas yang di jual oleh si nenek. Ia pun pulang dengan langkah gontai. Dalam hati, ia berjanji untuk tidak bersikap tamak lagi.

Sementara itu, si pedagang jujur hidup berkelimpahan setelah menjual mangkuk emas yang diterimanya dari si nenek. Meskipun sudah kaya raya, namun si pedagang jujur tetap bekerja dengan tekun setiap hari, menjajakan dagangannya dengan penuh kejujuran.



Hore, 8 Oktober 2016


Mengenal Rumah Adat di Sumatera

Rumah Adat di Indonesia Keragaman arsitektur hunian suku-suku di Indonesia yang beragam dapat kita buktikan dengan banyaknya bentuk dan model rumah adat suku-suku di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

 Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam


Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh ini keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern. Alasannya, selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah Krong Bade juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.

Rumah Adat Bolon, Sumatera Utara 

Rumah Bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah adat di Indonesia tersebut antara lain Rumah Bolon Toba, Bolon Mandailing, Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Karo, Bolon Angkola. Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun, saat ini mereka sudah sulit ditemukan.


 Rumah Adat Gadang, Sumatera Barat 

Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah adat ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, jika suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri tetangga, jangan anggap jika mereka mencuri kebudayaan kita.

 Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau 

Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah.

Rumah Adat Panggung Kajang Leko, Jambi 

Rumah Panggung Kajang Leko adalah rumah adat di Indonesia khas Jambi yang terbuat dari kayu dan terbagi menjadi 8 ruangan. Kedelapan ruangan tersebut antara lain Ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan sebagai tempat untuk menyimpan air. Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu laki-laki. Ruangan ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak laki-laki. Ruang keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin. Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang belum menikah. Ruang keenam (laren) berfungsi sebagai tempat menerima tamu perempuan. Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat untuk memasak makanan dan sebagai tempat menyimpan air. Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan.


 Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan 

Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas. Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1000 meter2. Bangunan didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedang pintu, dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu.

Arena KKPK 9 Oktober 2016

Sahabat Keren

Gambar : http://mizanstore.com/inc/assets/buku/covRK-1343.jpg

Judul: My Sweetheart

Penulis: Amira B

116 halaman.


"Eh, kalian percaya nggak, ada anak yang mirip banget sama aku?" tanyaku. 
"Aku sih percaya aja. Kan wajah kamu tuh pasaran," ujar Nami. "Kalau wajahku sih langka. Iya, nggak? Hahaha ...." 
"Ah nggak juga kok. Wajah yang kayak kamu tuh banyak. Cari aja tuh di Ragunan!" gurau Fadli. 
"Ih, Fadli!" Nami marah lalu menjitak kepala Fadli. Aku dan Sarry tertawa. "Tapi, ini sungguhan lho. Aku pernah baca di buku, lho. Katanya, di dunia ini ada tiga orang yang wajahnya sama persis seperti kita," jelas Nami dengan mimik wajah yang serius. 
Sebenarnya, aku agak terpengaruh juga sih dengan perkataan Nami. Kira-kira benar tidak, ya? Aku jadi ingin bertemu langsung dengan anak yang mirip denganku itu Kmau pasti penasaran dengan cerita ini. Sama seperti aku. Dan cerita buku KKPK ini memang membuat kita ingin membaca sampai habis.

(Salsa, Palembang)

Friday, September 30, 2016

Cernak, 2 Oktober 2016




Puteri Purbasari



Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung. Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.

Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa.

Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. 

Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang.

Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari.
Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.

Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.

Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku?” pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin di telaga tersebut.

Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !” kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.

“Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu?”.

Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.

Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.

Hore, 2 Oktober 2016

11 Fakta Tentang Komodo

Berbanggalah Indonesia karena kaya dengan jenis flora dan faunanya. Salah satu yang paling terkenal adalah komodo. Naha, mau taku tentang komodo? Baca yuk informasi menarik ini.


1. Komodo termasuk binatang purba yang hanya ada di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

2. Komodo di Indonesia hidup dengan cara-cara asli alias berburu sendiri tanpa bantuan manusia. Biasanya mereka memangsa kijang, kerbau, kuda, monyet, dan lin-lain. Komodo kecil memakan serangga.

3. Komodo memangsa langsung tanpa mengunyah (sama seperti ular). Binatang ini cukup makan satu kali dalam satu bulan.


4. Air liur merupakan senjata utama komodo. Mengandung bakteri luar biasa banyak dan berbahaya. Mangsa yang lebih kuat cukup mendapat gigitan, beberapa minggu kemudian akan lumpuh, baru dimangsa. Namun penelitian terbaru menyebutkan, komodo memiliki tujuh saluran bisa di gusinya. Racun itulah yang membunuh, bukan bakteri di dalam air liur.

5. Komodo dewasa mampu berlari dengan kecepatan 18 km per jam.

6. Komodo binatang soliter, tetapi jika ada mangsa mereka datang dan berebut.

7. Usia komodo bisa mencapai 50 tahun.

8. Populasi komodo betina lebih kecil dibanding jantan. Perbandingannya satu betina, tiga jantan.

9. Masa kawin komodo antara Juli dan Agustus. Tiga komodo jantan akan memperebutkan satu komodo betina. Saat itu, komodo jantan menjadi lebih agresif dan sering berkelahi memerebutkan betina. Hanya saat itulah, komodo bisa berdiri di atas dua kaki belakangnya.

10. Satu bulan setelah kawin, komodo bertelur. Jumlahnya antara 15-30 butir. Telur-telur itu disembunyikan di satu lubang sedalam dua meter. Untuk mengelabui predator, biasanya sang induk membuat dua lubang palsu.

11. Telur-telur itu ditunggui selama 3 bulan kemudian ditinggal. Genap Sembilan bulan. setelah dikubur, lahirlah anak-anak komodo. Biasanya tingkat kelahiran mencapai 85%, tapi tingkat hidup sesuai dengan seleksi alam sekitar 10%-15%.

Arena KKPK, 2 Oktober 2016

Cermin Misterius



Judul: Jangan Bercermin Malam Ini

Penulis: Nurlailan Syahara

156 halaman


Kalian perrcaya hantu cermin? Jika tidak percaya, sebaiknya membaca buku ini dulu ya. Soalnya aku juga begitu.

Tidak ada perasaan yang lebih mengerikan daripada rasa takut, ketakutan menerima perlakuan buruk yang berulang. Diejek, di-bully, dijahili dan yang lebih parah dari itu semua adalah dianggap tak ada. Karena itulah Achiell bersedia pindah ke satu-satunya sekolah umum berasrama di kotanya. Benar saja, di sekolah baru, Achiell mengalami perlakuan berbeda. Berteman dengan siswa populer, menjadi bahan perbincangan satu sekolah, juga mendapat senyuman manis dari gadis cantik penuh misteri.

Hingga suatu pagi, Al, teman satu kamar Achiell tiba-tiba menghilang. Tidak hanya teman satu kamar, semua teman di sekolahnya kemudian menjauhi Achiell. Mereka menuduh Achiell penyebab hilangnya Al dan beberapa siswa di sekolah. Achiell tidak terima dituduh tanpa alasan. Bahkan ketika Achiell tiba-tiba harus percaya mitos hantu cermin demi mengungkap kehilangan itu, dia akan melakukannya. Yang tidak dia sadari selalu ada pengorbanan besar demi pertemanan dan kepercayaan.

Aku nilai buku ini keren dan menarik untuk dibaca.

(Salsa, Palembang)

Friday, September 23, 2016

Cernak, 25 September 2017

Asal-Usul Ikan Patin




   Alkisah di zaman dulu kala hiduplah seorang pemuda yang bernama Awang Gading. Ia tinggal di gubuk tua seorang diri, gubuknya tepat di tepi sungai yang sangat jernih. Mata pencaharian Awang Gading ialah menangkap ikan di sungai.

Pasa suatu sore, Awang Gading mencari ikan di sungai. Ia berharap akan mendapat ikan besar kali ini. Ia mulai memancing, setelah menunggu beberapa lama, ternyata ia tak mendapatkan ikan juga.

“Mungkin belum rejekiku hari ini” gumam Awang Gading.

Ia pun membereskan semua perlatannya lalu pulang karena hari sudah gelap, namun saat ia melangkahkan kaki, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Tak berapa lama ia berhasil menemukan bayi itu diatas batu besar. Seorang bayi perempuan yang lucu.

Awang Gading bingung harus berbuat apa, karena ia kasihan dengan bayi lucu ini, akhirnya Awang Gading membawanya pulang. Karena hatinya masih penasaran dan ragi-ragu, ia membawa bayi itu ke sesepuh desa.

“Tetua, saya menemukan bayi ini di atas batu tepi sungai” ucap Awang Gading.

“Nak, Yang Kuasa telah mempercayaimu, sekarang rawatlah bayi ini baik-baik” jawab sesepuh desa.

“Baiklah, tetua. Saya akan merawat bayi ini. Terima kasih atas petuahnya” jawab Awang Gading.

Setelah menemui sesepuh desa, Awang gading pun kembali ke rumah dan mengadakan syukuran untuk bayi itu. Bayi itu diberi nama Dayang Kumunah. Awang Gading menimang-nimang Dayang Kumunah sambil mendedangkan lagu sehingga ia tertidur.

Dayang Kumunah  tumbuh menjadi gadis yang cantik dan baik hati. Ia sangat penurut dan selalu membantu ayahnya. Walaupun Dayang Kumunah memiliki kepribadian yang baik, namun ia seorang yang pendiam.

Suatu saat saat Dayang Kumunah sedang menjemur kayu di depan rumah, ada seorang pemuda yang tampan lewat, ia langsung jatuh cinta kepada Dayang Kumunah. Pemuda tampan itu bernama Awangku Usop. Esok harinya Awangku Usop datang kerumah Dayang Kumunah untuk melamarnya.

“Nama saya Awangku Usop dari desa sebelah, maksud kedatangan saya kemari ingin melamar dan meminang Putri anda” ucap Awangku Usop.

“Keputusan ada pada Dayang sendiri. Bagaimana anakku?Apakah kamu menerima pinangan pemuda ini?” kata Awang Gading.

“Baiklah ayah, saya menerima pinangan pemuda ini. Namun ada syarat yang harus kamu penuhi setelah aku jadi istrimu, kanda Usop” ” jawab Dayang.

“Apa syarat itu, Dayang?” tanya Usop.

“Jangan pernah menyuruh dan memaksa saya tertawa” jawab Dayang.

“Baiklah, aku berjanji akan menyanggupi syaratmu itu” ucap Usop.

Beberap hari kemudian Dayang dan Usop pun menikah, pesta pernikahan mereka berlangsung sangat meriah. Satu bulan setelah mereka menikah, Awang Gading sakit keras dan akhirnya meninggal. Dayang Kumunah sangat sedih ditinggalkan ayah yang telah merawat dan mendidiknya dari kecil walapun sebenarnya bukan ayah kandungnya.

Dayang Kumunah memiliki anak, mereka sekeluarga pun bahagia sekali. Pada saat anaknya beru belajar berjalan, semua tertawa gembira kecuali Dayang Kumunah. Usop tanpa sadar meminta istrinya untuk ikut tertawa, hingga ia lupa syarat yang dulu diajukan. Dayang menolak untuk tertawa, namun Usop tetap memaksa. Karena takut menyakiti hati suaminya, Dayang Kumunah akhirnya ikut tertawa. Tiba-tiba kejadian aneh terjadi, Pada mulut Dayang Kumunah keluar insang ikan.


Dayang Kumunah segera berlari ke sungai, dan menceburkan diri. Awangku Usop dan anaknya mengikuti Dayang ke sungai.

“Maafkan aku istriku, karena aku telah melanggar janjiku” ucap Usop.

“Suamiku, rawatlah anak kita dengan baik” jawab Dayang.

Awangku Usop sangat menyesal, namun nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi. Akhirnya Dayang Kumunah berubah menjadi seeokor ikan patin dan menyelam di sungai. Sejak saat itu, mereka berjanji tidak akan makan ikan patin.

Hore, 25 September 2017

Lima Macam Cara Memasak

Siapa yang suka memasak? Memasak adalah kegiatan menyiapkan makanan untuk dimakan dengan cara memanaskan pada bahan makanan agar bahan makanan tersebut bisa dikonsumsi. 

Memasak terdiri dari berbagai macam metode, teknik, peralatan, dan kombinasi bumbu dapur untuk mengatur rasa memudahkan makanan untuk dicerna dan mengubah makanan dari segi warna, rupa, rasa, tekstur, penampilan dan nilai nutrisi. 

Memasak secara umum adalah persiapan dan proses memilih, mengatur kuantitas, dan mencampur bahan makanan dengan urutan tertentu dengan tujuan untuk medapatkan hasil yang diinginkan. Memanaskan bahan makanan umumnya, walaupun tidak selalu, perubahan bahan makanan tersebut secara kimiawi, mengakibatkan adanya perubahan rasa, tekstur, penampilan, dan nilai nutrisi.

Nah, berikut adalah cara memasak yang umum.

 Menggoreng, yaitu mengolah makanan dengan cara memasukkan bahan makanan ke dalam minyak panas. Biasanya makanan yang digoreng cepat dihidangkan. Kalian pasti sering melihat seperti ayam goreng, pisang goreng, dan sebagainya. Hati-hati jangan terlalu banyak makanan yang digoreng ya.
 
Merebus, yaitu mengolah bahan makanan dengan merendam bahan atau masakan ke dalam air yang panas. Paling sering kita lihat adalah jenis sayur, seperti sop, sayur asem, dan banyak lagi. Paling mudah untuk belajar memasak adalah merenus telur.


Mengukus, yaitu memasak dengan menggunakan uap air dan menggunakan alat seperti kukusan, dandang, panci, dan lain-lain. Cara memasak seperti ini dianggap paling sehat karena gizinya tidak banyak yang hilang.
    
Menumis, yaitu memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah. Cara ini biasanya juga sangat dianjurkan karena tidak merusak gizi makanan. Sebab biasanya cara memasaknya tidak memakan waktu lama.
    
Membakar, yaitu memasak secara langsung di atas bara api, biasanya teknik ini disebut memanggang. Nah, kalian juga pasti menyukai cara memasak yang satu ini. Paling mudah adalah membakar sate. Kalian tinggal membolak-balik agar tidak gosong. Tapi jangan banyak-banyak makan daging yang terbakar ya.


    
Memanggang dengan oven (bake), yaitu memasak makanan dengan memasukkan ke dalam alat pembakaran seperti oven dan Oven mikrogelombang dan alat lainya. Biasanya yang menggunakan cara ini adalah kue, roti, dan banyak lagi. Kalian pasti akan melihat saat ibu memasak kue untuk lebaran ataupun natalan.

Menyangrai, yaitu memasak di wajan tanpa air maupun minyak goreng, tetapi langsung tersentuh dengan wajan, ada juga yang menggunakan media pasir untuk menyangrai.