Friday, December 21, 2012

ARENA KKPK, 23 desember 2012




Hadiah untuk Sahabat
Judul: Chocolate Party
Penulis: Naya
124 halaman
Kalian pernah bingung memberi hadiah untuk yang berulang tahun. Apalagi jika itu adalah sahabat kita.
Nah, KKPK kali ini bercerita tentang hal tersebut.

Sebentar lagi Triana ulang tahun. Sebagai sahabat, Gladis bingung mau kasih hadiah. Boneka dan buku sudah sering. Hadiah apa, ya, yang belum pernah dikasih dan berkesan? Nah, Clarisa, sepupu Gladis, member usul. Bagaimana kalau mereka mengadakan Chocolate Party? Triana, kan, paling suka makan cokelat!

Gladis setuju. Bisa dibayangkan betapa meriahnya suasana Chocolate Party nanti! Tapi, mereka salah duga! Kekacauan terjadi. Apakah Chocolate Party untuk Triana gagal? Apakah Triana marah kepada Gladis dan Clarisa? Yuk, baca kelanjutan ceritanya dalam buku ini!

Terkadang membaca KKPK kita jadi tahu memecahkan masalah yang kita hadapi. Aku suka buku ini.

Geus rama, SD Az Zahra Palembang

HORE, 23 Desember 2012

-->
Liburan tetapi hujan. Jangan cemas, karena kita bisa tetap bermain di rumah. Salah satu yang paling digemari adalah permainan papan. Permainan papan merupakan jenis permainan yang dimainkan di atas papan yang khas bagi permainan tersebut.  Di tingkat dasar, terdapat banyak jenis dan gaya permainan papanmisalanya saja catur.
Permainan papan sudah ada sejak zaman kuno, misalnya pada peradaban Jiroft dan Mesir Kuno pada milenium ke-3 SM. Banyak permainan papan sekarang hadir dalam bentuk komputer, yang dapat termasuk komputer itu sendiri sebagai salah satu dari beberapa pemain, maupun lawan tunggal. Beberapa permainan papan menggunakan komponen sebagai tambahan - atau pengganti - papan dan pemain.




Dam Inggris

Dam Inggris, yang kadang-kadang juga disebut Dam Amerika, biasanya disebut dam saja di Amerika Serikat, adalah sejenis permainan papan dam yang dimainkan di atas papan berukuran 8×8 kotak dengan 12 buah permainan di masing-masing pihak yang hanya diizinkan melangkah dan menangkap sambil maju.

Seperti halnya dalam semua jenis permainan dam, dam Inggris dimainkan oleh dua orang yang berhadap-hadapan dengan sebuah papan permainan, dengan melangkah bergantian. Pemain yang satu memainkan buah berwarna hitam, yang lainnya berwarna putih. Biasanya, papan permainan dibagi-bagi dalam kotak-kotak yang berwarna hitam dan merah. Buah-buah permainan melangkah diagonal dan buah-buah lawan ditangkap dengan melangkahinya.

Aturan permainan:

    * Papan - Papan permainan dibagi menjadi 8×8 kotak, dengan warna-warna hitam dan merah berganti-ganti. Permukaan yang dapat dimainkan terdiri atas 32 kotak hitam saja.Akibatnya, dari perspektif masing-masing pemain, sudut-sudut kiri dan kanan menuntut strategi-strategi yang berbeda.
    * Buah permainan - Buah-buah permianan biasanya dibuat dari kayu, berbentuk bulat dan pipih. Mereka biasanya dibagi menjadi buah yang berwarna gelap dan yang lebih terang. Biasanya, warna-warnanya merah dan putih. Ada dua jenis buah permainan: "orang" dan "raja". "Raja" dibedakan dari "orang" dengan cara menumpukkan dua buah permainan yang berarna sama.
    * Posisi awal - Masing-masing pemain mulai dengan 12 buah permainan yang ditempatkan dalam tiga barisan yang terdekat dengan mereka, seperti terlihat dalam diagram. Baris terdekat dengan masing-masing pemain disebut "kepala mahkota" atau "barisan raja". Buah hitam (atau yang berwarna lebih gelap) membuka permainan.

Backgamm
on

Backgammon adalah sebuah permainan papan untuk dua pemain. Setiap pemain memiliki limabelas biji yang digerakkan di atas papan yang terdiri dari duapuluh empat segitiga menurut lemparan dua dadu. Tujuan permainan adalah menjadi pemain pertama yang menempatkan semua bijinya di luar papan permainan.

Backgammon adalah permainan tertua yang pernah dicatat dalam sejarah. Secara tradisional, permainan ini dianggap berasal dari Mesopotamia  (sekarang terletak di Irak). Dalam bahasa Inggris, kata backgammon dianggap berasal dari back (kembali) dan kata bahasa Middle English gamen  (game/permainan).

Scrable

Pada tahun 1948, pengacara James Brunot, penduduk asal Newtown, Connecticut membeli hak memproduksi permainan "Criss-Crosswords" dengan janji memberi Butts royalti dari setiap unit yang terjual. Sebagai pemilik yang baru, Brunot mengganti nama permainan menjadi "Scrabble", sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti "berjuang membanting tulang". Brunot hanya sedikit mengubah kotak-kotak "bonus" pada papan permainan, dan menyederhanakan aturan permainan. Permainan Scrabble ternyata laku dijual. Salah satu pembelinya adalah toko serba ada Macy's yang berhasil mengangkat Scrabble menjadi mainan yang ingin dibeli konsumen.

Pada tahun 1953, Brunot menjual hak produksi permainan Scrabble kepada Selchow and Righter, karena kapasitas produksi tidak mampu lagi memenuhi permintaan. Seperti halnya Parker Brothers dan Milton Bradley, Selchow and Righter adalah salah satu dari pabrik mainan besar yang dulu pernah menolak untuk membeli permainan Scrabble. Di Britania Raya dan Australia, Scrabble mulai dipasarkan J. W. Spear & Sons tanggal 19 Januari 1955. Perusahaan J. W. Spear & Sons sekarang merupakan anak perusahaan dari Mattel Pada tahun 1986, Selchow and Righter menjual permainan ini kepada Coleco yang kemudian menjualnya lagi kepada Hasbro.
(ben/net)

CERNAK, 23 DESEMBER 2012

Rahasia Tarian Mohini

Ratu Raveena sangat senang menyaksikan tarian. Itu sebabnya, setiap tahun ia mengundang empat penari terbaik dari beberapa sanggar tari di negerinya untuk jadi penari istana. Tahun ini, Ratu Raveena mengundang penari Madhuri, Menakshi, Manisha, dan Mohini untuk jadi penari istana.
Seminggu dua kali, Ratu Raveena menyaksikan tarian mereka. Seperti biasa, Ratu Raveena meminta mereka menari bersama lebih dulu, setelah itu ia akan meminta salah seorang penari yang dianggapnya terbaik untuk menari seorang diri.
Akhirnya, semua mengetahui bahwa Ratu Raveena sangat menyukai tarian Mohini karena menari seorang diri. Hal ini diam-diam menimbulkan kecemburuan pada penari lainnya.
“Aku heran, bagaimana mungkin Ratu Raveena menganggap Mohini lebih baik dari kita bertiga,” ujar Madhuri di tempat tinggal para penari. Saat itu, Mohini sedang pergi keluar.
“Mungkin, Mohini menggunakan pengaruh sihir dalam tariannya sehingga Ratu Raveena terpikat padanya,” hasut Menakshi.
“Tapi, sihir itu sudah dilarang di negeri ini,” timpal Manisha.
“Kalian tahu sendiri, setiap sore seperti sekarang ini ia selalu pergi ke hutan kecil di belakang istana. Mungkin ia menemui seseorang yang bisa memberikannya kekuatan sihir pada tariannya,” kata Menakshi.
Madhuri dan Menakshi hanya menganggukkan kepala. Mohini kembali tak lama kemudian. Semua bersikap wajar di depan Mohini. Namun, kecemburuan mereka makin mendalam.
Ketika Mohini berada di kamarnya mempersiapkan diri untuk menari, secara tak sengaja kakinya menginjak duri di lantai. Duri itu cukup dalam menembus kakinya. Darah menetes ketika Mohini mencabut duri itu. Ia berusaha menahan sakit di telapak kaki dan membalutnya dengan kain tipis sehingga tak terlalu kentara.
Mohini bertekad untuk tetap menari malam itu. Sambil menahan sakit, ia berusaha menari sebaik mungkin. Namun rupanya darah terus mengalir, hingga akhirnya Mohini pingsan di tengah tariannya.
Ratu Raveena segera menitahkan dayang-dayang membawa Mohini ke tempat peristirahatan. Sambil meunggu tabib istana merawat luka Mohini, Ratu Raveena menitahkan penasihat istana untuk menyelidiki apa yang terjadi.
“Hamba menemukan duri di lantai kamar Mohini. Rupanya, ada seseorang yang sengaja meletakkan duri itu untuk mencelakai Mohini. Menurut hamba, pelakunya adalah seorang dari tiga penari lainnya,” lapor penasihat  istana kemudian.
Ratu Raveena segera memanggil tiga penari lainnya untuk menghadapnya.
“Kalian segera akui kesalahan kalian. Siapa di antara kalian yang telah sengaja mencelakai Mohini?” tanya Ratu Raveena.
Tiga penari itu tak ada yang berani membuka mulut.
“Baiklah, jika kalian tidak ada yang mengaku. Maka, kalian bertiga akan dihukum,” putus Ratu Raveena kesal.
“Ja … ngan, Ibu Ratu,” tiba-tiba terdengar suara Mohini yang mulai sadar dari pingsannya. Ia berusaha bicara sekuat tenaga untuk mencegah ketiga temannya dihukum.
 “Semua karena keteledoran hamba sendiri. Sore tadi, hamba pergi ke hutan di belakang istana. Mungkin, saat itu ada duri yang nyangkut di pakaian hamba tanpa hamba sadari. Duri itu kemudian jatuh di lantai kamar dan mencelakai kaki hamba sendiri,” papar Mohini.
“Sebenarnya, apa yang kau lakukan di hutan belakang istana?” tanya Ratu Raveena.
“Hamba hanya mematuhi nasihat guru hamba agar tidak memanjakan diri dengan duduk bermalas-malasan di tempat yang disediakan Ibu Ratu. Hamba senang bermain di hutan karena di sana hamba bisa mengamati dengan jelas gerak-gerik binatang seperti kelinci, kijang, kupu-kupu, dan lainnya. Dengan demikian, hamba dapat menari seperti gerakan mereka. Karena tarian yang diciptakan para guru kami banyak yang berasal dari gerakan yang ada di alam sekitar,” ungkap Mohini.
“Jadi, kamu berlatih menari di hutan?” Ratu Raveena terkejut.
“Benar, Ibu Ratu. Aku menari dengan iringan bunyi gesekan dedaunan serta kicauan burung hutan,” tambah Mohini.
 “Oh, sekarang aku baru mengerti mengapa tarianmu lebih baik dari yang lainnya,” ujar Ratu Raveena.
Setelah itu, Ratu Raveena mencabut keputusannya menghukum tiga penari lainnya. Ia juga meminta tiga penari lainnya agar tetap berlatih meski telah menjadi penari mahir.
Tengah malam, ketika para penari mulai terlelap, tiba-tiba Madhuri membangunkan Mohini.
“Mohini, bangunlah, Aku mau minta maaf padamu. Sekaligus aku berterima kasih atas pembelaanmu siang tadi. Sesungguhnya, akulah yang menyimpan duri-duri di kamarmu,” bisik Madhuri menyesal.
“Sudahlah, Madhuri. Kita lupakan kejadian tadi. Yang penting, kita semua harus kompak dan bersahabat,” timpal Mohini setengah mengantuk.
“Tentu saja. Aku juga ingin berlatih tari di hutan agar bisa sehebat kamu,” janji Madhuri sambil merangkul Mohini.

Friday, December 14, 2012

ARENA KKPK, 16 Desember 2012



SAUDARA KESAYANGAN

Judul; My Fav Sister
Penulis: Naura
124 halaman


Kalian punya saudara? Entah kakak atau adik. Nah, siapa yang paling dekat dengan kalian dan paling kalian suka?

Jassy dan Jannie adalah dua artis cilik bersaudara yang cantik dan pintar. Fisik mereka yang mirip membuat para penggemar mengira mereka anak kembar. Padahal bukan. Umur Jannie lebih tua daripada Jassy.
Suatu hari, Jassy bertengkar dengan Jannie dan menyebabkan mereka mesti berpisah. Jassy pindah dengan mama dan papa ke kota lain. Sementara, Jannie tinggal di rumah Michelle, sepupunya. Wah, kenapa bisa begitu, ya? Akankah mereka bersama-sama lagi? Nah, supaya jangan penasaran, yuk, baca buku ini! Nikmati juga serunya aksi mereka saat mengagalkan rencana Stevanie dalam Lomba Pemilihan Putri dan Pangeran Sekolah.

Setelah membaca buku KKPK ini, aku jadi makin sayang dengan adik dan kakakku lho.

Geus Rama, SD Az Zahra Palembang

HORE, 16 Desember 2012





Mengenal Perahu Bidar


Palembang adalah ibukota provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Di daerah ini ada sebuah perlombaan perahu khusus yang disebut dengan bidar. Ada beberapa versi mengenai asal usul perahu lomba yang dinamakan bidar ini. Versi pertama mengatakan bahwa kata bidar pada zaman dahulu berarti perahu. Jadi “bidar julung” berarti “perahu julung”, “bidar pancalang” berarti “perahu pancalang”, dan lain sebagainya. Kemudian, karena sering digunakan dalam ajang perlombaan perahu di sungai-sungai, khusunya di Sungai Musi, maka sebutan bidar akhirnya hanya diperuntukkan bagi jenis perahu yang khusus untuk perlombaan.

Versi kedua mengatakan bahwa perahu bidar berasal dari sebuah legenda pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Waktu itu terjadi persaingan antarputeri raja dalam menentukan pasangan hidup mereka. Agar persaingan tidak berlarut-larut, maka raja memutuskan untuk mengadakan perlombaan perahu yang disebut bidar. Dan, bagi para pemuda yang berhasil menjadi juara dapat mengawini puteri-puteri raja.

Versi ketiga mengatakan bahwa lomba perahu bidar berasal dari legenda Puteri Dayang Merindu. Konon, waktu itu di Kabupaten Muara Enim ada sejumlah pangeran yang bermaksud hendak mempersunting seorang puteri yang bernama Dayang Merindu. Namun setelah mengadakan pertandingan bela diri tidak juga ada yang kalah karena sama-sama kuat, akhirnya salah seorang diantara mereka mengusulkan untuk mengadakan perlombaan perahu. Dan, bagi pemenangnya dapat mengawini sang puteri.

Versi yang lainnya lagi mengatakan bahwa perahu bidar berasal dari perahu patroli yang disebut pancalang1 . Pada masa Kesultanan Palembang perahu pancalang digunakan oleh sultan untuk berpesiar atau sebagai angkutan kurir dalam menyampaikan perintah sultan ke daerah-daerah kekuasaannya. Namun, dalam Ensiklopedia Indonesia terbitan W. Van Hoeve Bandung Graven Hage perahu pancalang ini digunakan sebagai perahu untuk mengangkut penumpang dan menjajakan dagangan di sungai. Bentuk perahu pancalang tidak beruas, beratap kajang dan didayung menggunakan galah bambu.

Struktur Perahu Bidar

Di daerah Sumatera Selatan terdapat berbagai macam jenis perahu bidar, namun yang paling terkenal hanya ada tiga, yaitu: (1) bidar kecik atau bidar mini, adalah jenis perahu bidar yang paling kecil yang hanya beranggotakan 11 orang. Bidar jenis ini umumnya dipergunakan oleh para pelajar dalam perlombaan atau untuk latihan mendayung perahu; (2) bidar pecalangan, yaitu bidar jenis menengah yang beranggotakan 35 orang. Bidar jenis ini biasa diperlombakan di Kota Palembang (Sungai Musi) dan juga di daerah-daerah lain seperti Kabupaten Ogan dan Kabupaten Muara Enim di Sungai Lematang; dan (3) perahu bidar, yaitu perahu yang dipergunakan setiap tahun sekali untuk merayakan hari besar kemerdekaan Indonesia di Sungai Musi. Perahu jenis ini berukuran besar yang panjangnya dapat mencapai 26 meter dan diawaki oleh 57 atau 58 orang. Dalam tulisan ini akan diuraikan bidar jenis ketiga yaitu perahu bidar yang dibuat oleh para perajin perahu di Desa Sungai Lebong, Kecamatan Ogan dan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang biasa dipergunakan untuk perlombaan bidar di Sungai Musi, Palembang.

Sebuah perahu bidar yang didesain sebagai perahu lomba rata-rata memiliki panjang sekitar 26 meter (dari haluan ke buritan), lebar 1,37 m (bagian yang terlebar), dan tinggi sekitar 0,70 meter (bagian yang paling dalam). Pada bagian jalur atau lunas perahu yang berukuran panjang sekitar 20 meter dan lebar 0,09 meter terbuat dari kayu utuh jenis kempas, bungus atau rengas. Ketiga jenis kayu yang banyak terdapat di pedalaman Kabupaten Ogan dan Komering Ilir tersebut dianggap sebagai kayu yang kuat dan tahan terhadap air.

Pada bagian tulang atau kerangka perahu yang berbentuk balok-balok melengkung dengan ukuran sekitar 7x15 meter terbuat dari kayu bungus atau rengas. Bagian kerangka ini gunanya untuk memperkuat perahu dan sekaligus sebagai penghubung antara lunas dengan pinggiran atau dinding perahu yang terbuat dari kayu merawan dengan ukuran panjang sekitar 26 meter, lebar 0,12 meter dan tebal 0,03 meter.

Di sepanjang pinggiran bagian dalam perahu (kiri dan kanan), terdapat balok-balok kayu yang disebut buayan. Buayan pada sebuah bidar umumnya terbuat dari kayu jenis slumer dan gunanya ialah sebagai tempat dudukan palangan perahu dengan ukuran panjang sekitar 26 meter, lebar 0,5 meter dan tinggi 0,10 meter. Palangan pada perahu bidar yang gunanya adalah sebagai tempat duduk para pedayung berbentuk papan selebar 15 centimeter yang dipasang melintang tepat diatas buayan.

Pada bagian haluan dan buritan perahu terdapat dudu’an, yaitu lantai papan yang terbuat dari kayu merawan dengan ukuran sekitar 70x30 centimeter. Dudu’an pada bagian haluan digunakan sebagai tempat duduk juru batu (komandan atau pemberi aba-aba), sedangkan dudu’an bagian buritan digunakan sebagai tempat duduk penyibur (orang yang memberi semangat kepada para pedayung dengan jalan menyiburkan air ke kiri dan ke kanan dengan menggunakan dayungnya).

Sebagai catatan, pada bagian haluan perahu bidar biasanya berukir motif kepala naga atau buaya dan diberi warna semarak agar menarik. Tiap bidar juga diberi nama seperti: Aki Gede Ing Suro, Sigentar Alam, Keramasan dan lain sebagainya. Tujuan dari pengukiran, pewarnaan dan pemberian nama pada setiap bidar tersebut adalah agar dapat “tampil beda” dari yang lain.

Selain itu, perahu bidar juga dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti: timba yang berbentuk setengah silinder dengan panjang sekitar 32 centimeter dan garis tengah 30 centimeter yang digunakan untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam bidar; beberapa buah dayung yang terbuat dari kayu merawan; dan sebuah gong sebagai pengatur irama agar gerakan para pedayung menjadi serentak.

(ben/net)

CERNAK, 16 Desember 2012

 
 
Jo & Jim Jerami
       
        Hari masih gelap karena matahari masih malu-malu menyembul. Jo sudah bangun membantu ayah mengangkat barang-barang dagangannya ke atas kereta kuda.
        “Sudah semua, Ayah!” teriak Jo setelah meletakkan gentong terakhir berisi selai stroberi.
        Ayah mengangguk. “Terima kasih. Kalau begitu, kita sarapan dulu, yuk!” ajak Ayah sambil merangkul kepala Jo.
        Jo menyiapkan telur dadar istimewa untuk ayah. Ia selalu melakukan hal itu bila ayah akan berdagang ke kota karena ibu telah meninggal sebulan lalu.
        “Berapa lama Ayah akan pergi kali ini?” tanya Jo sambil menghabiskan sarapannya.
        “Sekitar satu minggu,” jawab Ayah.
        Mata Jo melebar. “Satu minggu? Lama sekali!” Ya, kalau masih ada ibu, maka Jo tidak akan merasa kesepian ditinggal selama itu.
        “Tak usah sedih begitu. Ayah sudah menyiapkan teman untukmu,” kata Ayah kemudian.
        Selesai sarapan, Ayah mengajak Jo ke kamarnya. Ia lantas menunjukkan sebuah boneka dari jerami setinggi Jo.
        “Bagus sekali boneka jerami ini. Sayang, ia tidak bisa kuajak bermain jika aku kesepian,” gumam Jo.          
        “Boneka jerami ini akan hidup seperti manusia jika matahari bersinar dan kembali seperti ini kalau matahari tenggelam. Jadi, sepanjang siang kamu bisa berteman dengannya,” kata Ayah sambil tersenyum.
        “Wah, hebat benar!”
        Ayah mengangguk. Ia sebentar melihat keluar jendela.
        “Fajar hampir menyingsing. Ayah berangkat dulu agar bisa secepatnya sampai ke kota,” kata Ayah.
        “Terima kasih atas bonekanya, Ayah!” kata Jo saat Ayah naik ke atas kereta kudanya.
        “Ya. Jangan lupa memberinya nama. Dan, jangan menyalakan api di dekatnya,” pesan Ayah sebelum berangkat.
        Jo mengamati kereta kuda ayahnya hingga lenyap dari pandangan. Ia lalu melihat ke ufuk timur. Tampak olehnya fajar telah menyingsing.
        “Cihuuui …, boneka jerami itu pasti sudah hidup,” teriak Jo.
        Ia bergegas menuju rumah. Ternyata, boneka jerami itu sedang menengok-nengokkan kepalanya, seperti sedang kebingungan berada di kamar sendirian.
        “Hai, selamat pagi! Kata ayah, mulai hari ini kamu menjadi sahabatku,” sapa Jo seraya mengulurkan tangannya.
        “Aku bersedia. Tapi, kamu harus memberiku nama dulu,” sahut boneka jerami.
        Jo kebingungan. “Ah, bagaimana kalau kupanggil Jim? Kamu suka nama itu?”
        “Ya, aku suka. Jim si Boneka Jerami. Hahaha …,” Jim tertawa riang.
        “Bagus, kalau kamu suka.”
        “Lantas, apa yang harus kita lakukan sepagi ini?” tanya Jim.
        “Bagaimana kalau kita membersihkan rumah? Sejak ibuku meninggal, kami tidak pernah membersihkan rumah ini.
        “Aku setuju!”
        Mereka pun bekerja membersihkan rumah sambil bernyanyi riang.
        Jim ternyata punya kekuatan ajaib lainnya. Ia bisa merayap naik ke dinding untuk membersihkan sudut-sudut rumah. Ia juga dapat mengangkat lemari besar dengan satu tangan. Wah, dalam waktu singkat semuanya sudah beres.
        “Rumahku sekarang bersih sekali. Ayah pasti senang. Tanpamu aku tak mungkin mengerjakan ini dalam sehari,” ungkap Jo.
        “Aku juga senang dapat melakukan semua ini. Sekarang, apalagi yang akan kita kerjakan?” tanya Jim.
        “Kita memerah susu dulu, mengumpulkan telur ayam, dan memetik jagung di ladang. Setelah itu, baru kita makan siang,” usul Jo.
        Mereka lantas menjalankan rencana itu. Karena Jim punya kekuatan ajaib, semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat.
        “Aku akan menyiapkan hidangan istimewa untukmu, Jim,” kata Jo usai memetik jagung di ladang. Ia segera ke dapur memasak.
        “Jo, tunggu dulu. Jangan menyalakan api di dekatku,” tiba-tiba terdengar teriakan Jim.
        “Oh, maaf. Aku lupa. Tapi, aku harus masak untuk makan siang kita,” kata Jo.
        “Kalau begitu, biarkan aku menjauh dari sini dulu.”
        Belum sempat Jo menyahut, Jim sudah pergi. Jo pun segera memasak. Begitu Jo membawa masakannya ke meja makan, Jim datang.
        Jo dan Jim menghabiskan makan siang mereka. Setelah selesai makan, mereka istirahat sebentar.
        “Boleh kutahu, kenapa aku tidak boleh menyalakan api di dekatmu?” tanya Jo.
        “Ada satu hal yang memusuhiku. Namanya si Lidah Api.  Ia selalu berusaha memusnahkan aku,”jelas Jim.
        Jo akhirnya mengerti. Lalu, ia mengajak Jim bermain bola. Menjelang matahari terbenam Jim masuk ke kamar ayah. Ia kembali menjadi boneka jerami ketika matahari tenggelam.
        Jo yang kesepian memandang bintang di langit. Tubuhnya letih dan ingin segera tidur. Tapi, brrrr … udara malam terasa dingin.
        “Ah, sebaiknya kunyalakan perapian saja,” pikir Jo. Sebentar, ia teringat pesan ayah agar tidak menyalakan api di dekat Jim.
        “Tapi, Jim berada jauh di kamar ayah,” gumam Jo. Ia segera menyalakan perapian. Tubuhnya pun mulai hangat. Pelan-pelan ia tertidur pulas.
        Tanpa  disadari Jo, angin berembus masuk dari sela-sela rumah. Si Lidah Api kegirangan. Apalagi kamar tidur ayah tak tertutup pintunya. Bara dari perapian  beterbangan ditiup angin. Bara itu beberapa ada yang hinggap di tubuh Jim.
        Ketika esok paginya Jo terbangun, ia kaget melihat tubuh Jim sudah menjadi abu. Jo menyesal dan bersedih. Tak disangka sahabatnya harus jadi abu karena keteledorannya.
*****
       

Friday, December 07, 2012

ARENA KKPK, 9 Desember 2012

Geng Persahabatan


Judul: Sweety Geng
Penulis: Siva

124 halaman


Punya geng dan seru-seruan, asyik bangeet! Tapi ini bukan tentang geng mototr yang bikin masalah. Bukan juga geng pembuat keributan yang tidak disukai. Ini geng yang yang disukai banyak orang. Yang elas, setelah membaca buku ini, bisa jadi kalian bakal pengen bikin geng juga deh.

KKPK kali ini bercerita banyak tentang geng persahabatan. Mulai dari ikut Lomba ini-itu, hidup mandiri di asrama, sampai bertualang ke Dunia Kembar. Wuih… di sana mereka menemukan kembarannya masing-masing, lho. Aduh, jadi bingung, deh!

Tapi, persahabatan tak melulu penuh kesenangan. Carlayse Cs. Juga harus menerima kenyataan pahit, kehilangan salah satu sahabat mereka yang ternyata sakit ginjal. Dari senang, seru, lucu, kisah ini berakhir haru dan syahdu. Ihiks.

Aku sarankan kalian membaca sendiri cerita KKPK yang keren ini. Tapi jangan pas besoknya mau ulangan ya.

Geus Rama Syarif, SD Az Zahra, Palembang

HORE, 9 Dessmber 2012

Jas Hujan, sahabat Kita


Di kala hujan, ada beberapa benda yang menjadi sahabat kita. Selain payung ada juga yang namanya jas hujan. Biasanya orang memilih jas hujan karena tidak mau repot membawa payung. ANak lelaki apalagi, paling malas membawa payung.

Jas hujan adalah mantel tahan air yang dipakai untuk melindungi tubuh dari hujan. Kalau jaket hujan adalah jas yang dibuat dengan model panjang sampai pinggang. Sebuah jaket hujan biasanya dikombinasikan dengan sepasang celana hujan.

Jas hujan yang pertama dibuat pada tahun 1823 oleh Charles Macintosh. Pada waktu itu jas hujan buatannya adalah berupa dua lembar kain katun yang di tengahnya disekat dengan lapisan karet. Sayangnya ada kekurangan pada saat pembuatannya. Selain mempunyai berat yang lebih jas tersebut juga mempunyai bau yang tidak sedap saat kondisi basah





Tips memilih jas hujan

Selama musim penghujan sepertinya jas hujan merupakan perangkat yang wajib dipersiapkan oleh para pengguna kendaraan roda dua. Namun agar nyaman dan aman sebaiknya tidak asal memilih jas hujan. Memang sepertinya memilih jas hujan itu adalah persoalan yang remeh namun bila tidak tepat, bisa mengakibatkan akibat yang fatal. beberapa tips yang digunakan dalam memilih jas hujan adalah :

1. Jangan jas hujan yang jahitannya kuat dan rapi
Mengapa demikian? karena apabila jas hujan tidak dijahit secara rapi atau dipres, air hujan dapat mengguyur dan merembes ke badan pemakai. Selain itu jahitan yang kuat akan memungkinkan jas hujan kita menjadi lebih awet.

2. Pilih jas yang berbahan PVC
Jas hujan yang menggunakan bahan dari polyvinyl chloride (PVC) lebih kedap air ketimbang yang berbahan dari plastik biasa dan parasut. Pilihan itu tentu sangat berasalan karena kita menggunakan jas hujan agar badan tetap kering dan terlindungi dari guyuran air hujan.
Bahan PVC juga berpori-pori sangat rapat, sehingga air hujan sulit menembus ke dalam. Hal itu berbeda dengan bahan parasut yang berpori lebih longgar. Memang umumnya jas hujan dari parasut dilapisi filament untuk mencegah air meresap ke bagian dalam jas. Tapi seiring dengan waktu lapisan filament tersebut bisa habis atau terkikis,

3. Model pres lebih kedap
Setelah memastikan memilih bahan dari PVC, pastikan jas hujan itu menggunakan sambungan yang dipres, bukan jahitan. Pasalnya jahitan masih menyisakan celah bagi air untuk merembes ke bagian dalam.

4. Pastikan resleting dari bahan yang kuat
Masalah lain yang kerap dialami oleh pemilik jas hujan adalah resleting yang rontong atau lepas pada bagian tengah. Masalah seperti itu tak hanya dialami oleh resleting dari bahan plastik, tapi juga dari besi.

5. Pilih warna terang
Sejatinya jas hujan tak hanya berfungsi melindungi badan dari guyuran air hujan. Jas hujan juga berfungsi sebagai penunjang keamanan berkendara baik bagi diri sendiri maupun orang lain.Pada saat air hujan mengguyur deras, pandangan pengguna kendaraan baik motor maupun mobil juga terbatas karena terhalang air hujan. Karena itu bila jas hujan yang kita gunakan berwarna terang--lebih baik lagi bila mencolok dengan bagian tertentu memancarkan cahaya seperti rompi polisi--akan terlihat jelas oleh pengguna jalan lain.

(ben/net)

CERNAK, 09 Desember 2012

Paparazi Cilik
oleh Benny Rhamdani

Mita mendapat kiriman dari Paman Eko di Jepang. Sebuah kamera saku otomatis lengkap dengan telenya. Warnanya seperti pelangi dan bisa dilipat. Bukan alang-kepalang, girangnya Mita mendapat kamera itu.
"Akhirnya, cita-cita Mita menjadi paparazzi akan segera terwujud," gumam Mita sambil mengelilingi ruang tamu.
"Kalau anak perempuan namanya bukan paparazzi, Kak Mita, tetapi mamarazzi," sela Ugi yang mendapat kiriman sepatu kelinci.
"Hush, ya, tidak bisa. Paparazzi, ya paparazzi. Tidak ada mamarazzi, anakrazzi, kakekrazzi, nenekrazzi .…" timpal Mita.
"Memangnya papalaci itu apaan?" tanya si bungsu Tio.
“Paparazi itu, wartawan foto yang suka mencari berita sensasi. Bukan papalaci!”
"Iya, papalaci. Tio kan, masih cadel."
Mita makin merasa beruntung ketika Mama memberinya satu rol film untuk dimasukkan ke dalam kamera. "Ingat, kameranya harus terbuka lensanya," pesan Mama.
"Ini kan, kamera otomatis. Kalau lensanya tertutup, tidak akan bisa dipencet tombolnya," jelas Mita. Ia sudah tidak sabar lagi ke luar rumah. Sambil menenteng kamera barunya, Mita berkeliling di Kampung Cemara.
Wini yang sedang keselek makan bakso langsung difotonya. Klik! Dodi yang sedang kesakitan kena lempar bola kasti. Klik! Toto yang sedang diseret ibunya untuk mandi sore. Klik! Andi yang terbirit-birit dikejar anak anjing. Klik! Lupita dengan sepeda roda tiga adiknya. Klik! Klak! Kluk! Klok! Tidak terasa, Mita seharian telah menghabiskan satu gulungan film.
Akhirnya, Mita terpaksa membuka celengannya untuk mencuci dan mencetak film. Tak apa-apa, nanti aku kan mendapat gantinya, pikir Mita yang sudah punya rencana. Selain itu, ia memang sudah tidak sabar melihat hasil foto buruannya.
Di rumah, Ugi dan Tio tidak hentinya tertawa melihat foto-foto yang dipamerkan Mita. Semuanya begitu lucu.
"Lantas, mau dikemanakan foto-foto ini?" tanya Ugi.
"Tunggu saja besok. Aku akan menjadi kaya karena foto-foto itu," pikiran Mita melayang jauh.
Besok siang, selepas sekolah Mita langsung mendatangi teman-teman yang difotonya satu per satu. Hampir semuanya langsung pucat dan malu melihat hasil foto Mita.
"Jangan takut, aku tidak akan menunjukkan foto ini kepada orang lain. Pokoknya, aku tunggu sore nanti di rumah untuk menebus foto ini," kata Mita kemudian.
"Wah, ini namanya pemerasan," kata Dodi.
"Ih, memangnya baju diperas segala," timpal Mita tidak memedulikan.
Keruan saja, teman-teman Mita jadi saling mengunjungi. Kemudian, mereka berkumpul untuk memecahkan persoalan mereka. Yang jelas, mereka tidak ingin Mita mendapat untung, sedanngkan mereka mengalami kerugian yang memalukan.
"Kita biarkan saja foto-foto itu. Jangan ada yang menebusnya. Nanti dia akan mengulanginya lagi," usul Toto.
"Tetapi, bagaimana kalau fotoku tersebar kepada anak-anak yang lain?" keluh Wini yang menyadari betapa jelek wajahnya di foto itu.
"Ya, kita ingatkan teman-teman yang lain agar tidak melihat foto-foto kita. Diberi tahu saja bahwa mereka juga nanti akan mendapat giliran," sahut Andi.
Akhirnya, semua bersepakat untuk tidak menebus foto mereka ke rumah Mita. Sementara, Mita terbengong-bengong di rumah menunggu kedatangan teman-temannya. Rupanya cita-cita Mita jadi paparazzi tidak terkabulkan.
Kling … klong! Bel rumah berbunyi. Mita dengan penuh harap memburu pintu depan. Ia mengintip dari jendela. Mukanya mendadak pucat ketika mengetahui yang datang, ternyata dua orang lelaki berseragam polisi. Mita membatalkan niatnya membuka pintu.
"Ma, ada tamu di luar," teriak Mita di depan kamar Mama. Ia sendiri kemudian masuk ke dalam kamar. Mengapa ada polisi datang ke sini? Mita membatin. Jangan-jangan, teman-temannya melaporkan kegiatannya ke polisi? Ah, masa sih, sampai sejauh itu.
"Mita ... Mita," seru Mama terdengar dari luar kamar.
Mita bukan keluar kamar, malah masuk ke kolong tempat tidur. Tubuhnya seperti kian menciut ketika Mama masuk ke dalam kamar.
"Mita di mana kamu? Itu ada Pak Polisi mencari kamu. Aduh, sedang apa kamu di kolong ranjang, Mita? Nanti ada kecoak, lho!" ujar Mama yang menemukan Mita saat berjongkok.
Mendengar Mama menyebut kecoak, Mita langsung keluar dari kolong ranjang.
"Mau apa Pak Polisi mencari Mita, Ma?" tanya Mita kemudian.
"Kamu pasti belum mendengar berita pencurian di rumah Pak Broto kemarin. Nah, Pak Polisi itu sedang menyelidiki pelakunya. Tadi, Pak Polisi sudah wawancara beberapa orang. Ternyata, Andi memang melihat ada mobil berhenti di depan rumah Pak Broto. Tetapi, karena ia sedang dikejar anjing, Andi tidak begitu mengingat persis mobilnya. Lantas, Andi menyebutkan bahwa kamu juga ada di sana saat itu. Malah, sempat memotret di sana," tutur Mama.
"Mobil di depan rumah Pak Broto? Tunggu sebentar … kalau tidak salah, mobil itu terfoto kemarin." Mita segera memeriksa hasil fotonya kemarin di atas meja. Diambilnya foto saat Andi dikejar anjing. Di bagian pinggir foto itu, jelas terlihat sebuah mobil berwarna cokelat dari belakang terparkir di depan rumah Pak Broto. Nomor plat mobilnya meski kecil masih dapat dilihat. "Ini fotonya, Ma. Biar Mita yang berikan kepada Pak Polisi."
Mita mengikuti Mama ke ruang tamu. Kali ini, ia tidak cemas lagi. Malah, Mita memberanikan diri bercerita panjang lebar mengenai foto hasil bidikannya itu.
"Boleh kami minta foto ini untuk bahan penyelidikan?" pinta Pak Polisi kemudian.
"Wah, sebenarnya foto ini mau saya jual, Pak," kata Mita.
"Mita, masa untuk kebaikan mau kamu jual juga. Biar nanti Mama yang ganti," sela Mama.
Mita tersenyum. "Tidak usah, Ma. Pak Broto kan, orangnya sering menolong. Mita dengan senang hati juga mau menolong," timpal Mita kemudian.
Kedua Pak Polisi itu segera pamit. Mita kembali ke kamarnya dengan hati riang. Biarlah, teman-temannya tidak perlu menebus foto-foto mereka, Mita berniat memberikannya secara cuma-cuma. Namanya juga paparazzi kampung. Yang jelas, ia merasa bangga bisa membantu Pak Polisi menangkap pencuri di rumah Pak Broto.