Friday, May 08, 2015

Areka KKPK, 10 May 2015

 Diary Ajaib



Judul: Magical Diary

Penulis : Hafidza

112 halaman


Jennifer dan Allysa bersahabat akrab. Sayangnya, persahabatan keduanya dihancurkan oleh geng Cuties Girl. Bahkan, Allysa terpengaruh dan akhirnya masuk menjadi anggota geng tersebut. Untunglah, datang Hanami, seorang anak perempuan Jepang yang cantik dan baik hati. Ke mana-mana mereka selalu bersama.

Jennifer menuliskan kisah persahabatannya itu dalam sebuah diary. Saat diary Jennifer penuh terisi, dia menemukan sebuah diary yang bagus di taman kota. Kata Hanami, itu adalah diary ajaib. Setiap harapan yang ditulis dalam diary ajaib tersebut akan terwujud.

Geng Cuties Girl yang mengetahui hal tersebut, berusaha merebut diary ajaib itu. Benarkah diary itu adalah diary ajaib? Berhasilkan geng Cuties Girl merebutnya? Kita ikuti cerita serunya di buku ini, yuk!

(Geus Rama S, Palembang)

Friday, May 01, 2015

Cernak, 3 Mei 2015

Hantu Hotel

 

Inilah untuk pertama kalinya aku diajak orangtuaku diajak menginap di hotel. Sebuah hotel di luar kota yang sebanarnya sudah cukup tua. Tak apalah hotel tua juga. Karena Ayah bilang, lingkungan sekitar hotel itu sangat indah.

Menjelang tengah hari kami berangkat ke luar kota. Aku, Kak Ryan dan kedua orangtuaku. Di perjalanan aku tak henti mengagumi keindahan alam. Sekali-kali kami melihat sawah yang padinya mulai menguning, lalu perkebunan palawija, dan kemudian hutan pinus nan hijau.

Kami beristirahat sebentar di sebuah masjid besar. selain shalat dzuhur, kami makan siang di sebuah rumah makan. Sambil menunggu makanan yang dipesan Ibu datang, seperti biasa aku tak mau duduk diam. Aku berjalan ke sekitarnya sendiri.  Ada beberapa kios oleh-oleh dan kedai makanan yang kecil.

"Hantu di Hotel Pinus katanya terlihat lagi ya?" kata seorang pedagang.

Aku terkejut. Hotel Pinus adalah yang akan kami kunjungi.

"Katanya Hantu Putih," kata yang lain.

Aku penasaran ingin tahu lebih jauh lagi. Tapi Kak Ryan keburu memanggilku. "Ryu, makanannya sudah siap. Ayo!" ajaknya.

Aku mengikuti Kak Ryan kembali ke rumah makan. Sambil makan ikan bakar aku masih meikirkan ucapan pedagang tadi. Ah, jadi hotel yang akan aku inapi berhantu? Ingin rasanya aku tanyakan kepada Ayah, tapi aku tidak berani.

Seusai makan siang kami meneruskan perjalanan. Setengah jam kemudian kami sudah tiba di dekat hotel. AKu melihat bentuk hotel itu. Sangat besar dan tua. Itu sebabnya akau sedikit bergidik. Apalagi ketika aku terus ke lobinya. Ayah dan Ibu mengurus administrasinya.

"Ayo kita jalan-jalan ke sekitar hotel ini," ajak kak Ryan.

"Nggak ah. Cape. Kak Ryan aja sendiri," aku menolak karena mulai ketakutan. 

 Aku menunggu ayah dan ibu beres, alu mengikuti mereka menuju ke kamar di lantai tiga. Liftnya tua dan menurutku sih menyeramkan. Begitu juga lorong menuju ke kamar hotel kami. Sepi dan seram. APalagi kalau di malam hari.

Betapa leganya aku ketika sampai kamar. Ayah istirahat sebentar di tempat tidur karena letih mengemudi. Ibu merapikan pakaian. Aku berjalan ke jendela. Ingin melihat pemandangan di luar.

Ya, aku melihat sebuah tanah lapang dengan beberapa tanaman bougenvile, lalu ada hamparan hutan serta danau. Kami memang liburan ke sini untuk bermain di danau itu. Ayah dan kak Ryan akan memancing, aku berenang, Ibu membaca buku.

Eh siapa itu?

Aku melihat seorang anak berambut panjang. Pakaiannya putih-putih. Dia berjalan di taman dan ... dia melihatku.

Aku tersentak kaget.

"Kenapa Ryu?" kamu seperti yang kaget.

"Tidak apa-apa," kataku. Lalu melirik ke jendela. Anak berbaju putih itu sudah tidak ada.

"Tolong dipanggil kakakmu biar siap-siap. Kita akan ke danau. Ayah coba hubungi  lewat handphone tiak nyambung. Sinyal di sini jelek sekali," [inta Ayah.

Aku tidak suka membantah Ayah. Tapi keluar kamar dan berjalan di lorong hotel lalu turun pakai lift tua itu adalah hal yang menakutikan aku.

"Kenapa, Ryu?" tanya Ibu.

"Iya, Bu. Aku segera ke bawah."

Aku meninggalkan kamar, melewati lorong dengan cemas. Setelah itu menekan tombol lift ke bawah. Puntu lift terbuka, aku masuk. Pintu lift tertutup. Dan aku kemudian baru sadar ada sesosok ....

"Aaah ... hantu!" teriakku.

"Aku bukan hantu. Namaku Mia."

Hah dia bicara seperti aku. Aku melihatnya lagi. Ya, dia bukan hantu. Anak biasa berbaju putih. Dia adalah anak perempuan tadi yang kulihat.

"Kamu sungguh bukan hantu putih?" tanyaku.

"Hantu putih?"

"Ya aku dengar dari pedagang di bawah tadi, di hotel ini ada hantu putih."

"Oh itu," anak perempuan itu tertawa." Kamu tahu yang dimaksud hantu putih itu bukan hantu? Hnatu putih itu adalah burung hantu warna putih yang biasanya datang dari sekitar hutan di hotel ini. Orang sini menyebutnya hantu putih. Biasanya mereka hanya datang pada waktu-waktu tertentu ke sekitar sini," kata Mia.

"Benarkah? Wah aku salah duga."

Pintu lift terbuka. Aku melangkah keluar lift. Aku berjalan ke lobi dan melihat Kak Ryan sehabis meotret kolam-kolam di dekatnya.

Saat itulah aku melihat sebuah lukisan besar di dekatnya.

"Lukisan yang bagus ya. Tadi aku tanya petugas hotel tentang lukisan itu. Kata petugas hotel, itu adalah anak kesyangan pemilik hotel ini. Sayang beberapa tahun lalu meninggal karena kanker. Namanya Mia," jelas Kak Ryan.

Lututku langsung lemas mendengarnya. Apalagi wajah di lukisan itu sama dengan gadis kecil yang satu lift denganku tadi. Kemana daia ya?


^_^



Arena KKPK, 3 Mei 2015

Rumah Misterius




Judul: Misteri Rumah Mia

Penulis: Anjali

112 halaman

 


Franda dan Ariana adalah dua sahabat yang ingin menjadi detektif. Suatu hari, Ariana melihat sebuah rumah aneh yang tidak jauh dari rumahnya. Ariana mengajak Franda menyelidiki rumah kosong itu.

Kebetulan sekali, teman baru mereka ternyata akan menempati rumah itu. Kesempatan untuk menyelidiki rumah itu pun terbuka lebar. Apalagi, Mia, si anak baru itu mengajak mereka menginap di rumahnya.

Nah, apa yang terjadi selanjutnya? Benarkah rumah itu berhantu? Mengapa boneka kelinci Mia bisa mengeluarkan bunyi dan melambaikan tangan? Benarkah boneka itu hidup? Kamu penasaran? Tunggu apalagi? Baca saja petuangan seru mereka hanya di buku ini!

(Gues rama S, Palembang)

Hore, 3 Mei 2015



Yuk, Kita Kenali Sejarah Hotel



Kalian pernah diajak orangtua kalian menginap di hotel? Hotel mulai dikenal sejak permulaan abad masehi, saat  dimulai usaha penyewaan kamar untuk orang yang melakukan perjalanan.

Hotel berasal dari kata “Inn” yang dapat diartikan sebagai usaha menyewakan sebagian dari rumahnya kepada orang lain yang memerlukan kamar untuk menginap.Pada umumnya  kamar yang disewakan  dihuni oleh beberapa orang secara bersama-sama.

Pada mulanya  inn, sering juga disebut dengan  lodge yang hanya menyediakan tempat beristirahat  bagi mereka yang melakukan perjalanan, karena sudah larut malam  terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanannya.  Kemudian peradaban semakin maju maka terdapat berbagai peningkatan dengan menambahkan fasilitas penyediaan  bak air  untuk mandi yang kemudian disusul  dengan penyediaan makanan dan minuman walaupun masih dalam tahap yang sangat sederhana.

Pada abad ke  enam masehi,  mulai diperkenalkan  uang sebagai alat penukar yang sah, maka jenis usaha penginapan ini semakin berkembang dan mencapai puncaknya pada masa Revolusi Industri di Inggris pada tahun 1750  hingga tahun 1790.


Pada tahun 1129 telah tercatat adanya Inn di kota Canterburry, Inggris sedangkan di Amerika Serikat Inn tertua dibangun  pada tahun 1607.

Pada tahun 1794 di kota New York dibangun sebuah hotel yang diberi nama  City Hotel yang mempunyai kamar sebanyak 73 kamar. Walaupun pada awalnya dirasa janggal dengan dioperasikannya Hotel City tersebut namun akhirnya dengan cepat menjadi buah bibir  yang pada gilirannya menjadi pusat kegiatan segala acara  di kota tersebut.

Selanjutnya disusul di kota Boston Amerika Serikat. Sedangkan pada tahun 1829 dibangun Hotel dengan nama”The Tremont  House” yang kemudian oleh sebagian para ahli dianggap sebagai cikal bakalnya Perhotelan Modern. Hotel tersebutlah yang pertama kali memperkenalkan jenis-jenis kamar Single dan Double, yang pada setiap kamar dilengkapi kunci masing-masing, air minum di setiap kamar, pelayanan oleh Bellboy serta memperkenalkan masakan Perancis ke dunia perhotelan. Hotel inipun menjadi sangat terkenal dan menjadi tempat persinggahan yang sangat ramai. Yang terpenting  mulai disadari bahwa Industri Hotel adalah industri  penjualan jasa.
The Tremont House adalah Hotel yang pertama yang memberikan pendidikan dan menyeleksi karyawannya untuk lebih meningkatkan mutu dalam upaya memberikan pelayanan yang memuaskan kepada tamunya. Pada saat itu hotel belum menyediakan layanan kamar mandi dan pendingin atau penghangat untuk setiap kamarnya. Saat sekarang ini hal tersebut sudah menjadi suatu keharusan.  Setelah 20 tahun beroperasi hotel ini kemudian ditutup untuk diperbarui. Tidak disangsikan lagi bahwa keberasilan  the Tremont telah mendorong lahirnya hotel-hotel baru yang kemudian saling bersaing dalam meningkatkan mutu baik pelayanannya maupun fasilitas fasilitasnya.

Pada Permulaan abad 20 mulai terjadi perubahan yang cukup berarti  pada Industri perhotelan  yaitu mulai diperkenalkannya hotel-hotel kelas menengah yang tidak begitu mewah dan mahal bagi parapengusaha atau wisatawan  yang betul-betul membutuhkannya, dengan ciri-ciri yang lebih mengutamakan kepraktisan dan hotel inipun berkembang dengan pesatnya.

Tercatat  seorang yang bernama Ellswort M. Statler  yang berjasa dalam menemukan  ide-ide baru seperti penyediaan koran pagi, cermin di kamar, dan lain-lain. Dalam kurun waktu  40 tahun berikutnya, hotel-hotel milik Statler menjadi contoh dalam pembangunan  kontruksi hotel-hotel baik di Amerika Serikat  maupun  diseluruh  dunia. Industri perhotelan pernah mengalami kejayaannya, selama dan sesudah perang Dunia ke dua (II), dimana banyak sekali orang orang yang melakukan perjalanan apakah itu serdadu atau orang-orang yang sedang cuti untuk berlibur, pindah tempat tinggal, kesibukan dalam membuka usaha baru atau yang mengungsi dan lain sebagainya. Mereka semuanya memerlukan jasa perhotelan.

Pada masa  bangkitnya industri perhotelan, secara alamiah hotel- hotel membagi dalam jenis menurut pengguna jasanya dan lokasi dimana hotel itu berada. Terdapat dua kelompok besar jenis hotel  yakni City Hotel yang terletak di tengah kota besar yang digunakan oleh kebanyakan usahawan dan resort hotel yang diperuntukkan bagi para wisatawan dan yang berlokasi di daerah tujuan wisata seperti pantai, pegunungan dan pulau, danau dan lain-lain.

Baru diawal tahun 1950-an, khususnya di daratan Eropa dan Amerika, dengan adanya persaingan yang semakin ketat yang dibarengi dengan semakin mahalnya upah buruh dan ongkos-ongkos operasionalnya, para pengelola hotel mulai menyadari bahwa mereka harus meningkatkan kemampuan manajemen mereka dan melipatgandakan upaya penjualan agar mereka dapat bersaing dalam industri hotel.

Di Indonesia


Di Indonesia sendiri di zaman penjajahan Belanda dan pada masa sebelum kemerdekaan di tahun 1945 telah banyak didirikan hotel besar berskala internasional, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta,  dan lain-lainnya. Tercatat Hotel Des Indes di Jakarta dan Hotel Savoy Homann di Bandung, Hotel Bali Beach di  Bali sering digunakan untuk menerima tamu-tamu negara.
Perkembangan hotel-hotel bersejarah di Indonesia dapat di catat setelah Indonesia Merdeka tahun 1945, Presiden pertama Indonesia Ir. Sukarno yang lebih akrab dipanggil bung Karno mulai membangun beberapa Hotel atas kepemilikan Pemerintah yang belakangan menjadi Hotel dibawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN ). Hotel tersebut antaralain:  Hotel Indonesia di Jakarta, Bali Beach di Bali, dan Samudra Beach Hotel, di Yogyakarta.

Saat ini di Indonesia ada kecenderungan terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, pada saat banjir sebagian masyarakat pindah ke Hotel. Begitu juga saat-saat libur seperti liburan lebaran, pembantu pulang kampung maka ada sebagian anggota masyarakat memilih tinggal di Hotel. Dewasa ini telah banyak bermunculan berbagai tipe hotel dari yang berbintang lima, diamond, apertemen sampai hotel melati atau losmen, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Saturday, April 25, 2015

Cernak, 26 April 2015

Sebentar Lagi




oleh Benny Rhamdani


Sudah sejak tiga hari lalu Ibu membuat aturan yang membuat aku tersiksa.

"Sebentar lagi UAS. Ibu tidak mau kamu SMS-an atau BBM-an dulu. Mulai hari ini BB kamu ibu pegang dulu sampai UAS selesai," begitu kata Ibu.

"Tapi aku perlu untuk tanya-tanya teman-teman," kilahku kecewa.

"Kalau mau tanya, kamu boleh pakai telepon rumah. Tapi seperlunya," jawabku.

"Tapi kalau buka Facebook di komputer masih boleh kan, Bu?" pintaku.

"Itu juga tidak boleh. Dilarang main Facebook dan games dulu sampai UAS selesai," tambah Ibu.

Ya, ampun. Lalu aku harus melakukan apa? Masa sih belajar terus?

"Baca buku KKPK juga istirahat dulu. Hanya boleh baca buku pelajaran," Ibu masih menambah aturan.

Ingin rasanya aku teriak. Masih ada tiga buku KKPK baru yang belum aku baca di lemari buku kamarku.

"Tenang, Sania. UAS tidak lama," kata Ayah yang ikut bicara.

Aku terdiam. Tidak mungkin memprotes aturan Ibu. Salahku juga. Semester lalu nilaiku turun. Aku keasyikan main Facebook. Bukannya belajar. Aku juga malah melahap habis buku KKPK terbaru, bukannya menghapal buku pelajaran. Tapi teman-temanku yang lain juga masih melakukan hal yang sama denganku.

Esok harinya di sekolah aku mengadukan hal itu kepada sahabatku, Winda.

"Apa? Jadi ibumu melarang juga? Wuah, kalau begitu sama dengan aku dong," kata Winda. "Mulai hari ini aku tidak bawa BB dan tidak boleh membuka komputer kecuali untuk mengerjakan tugas."

"Kamu sedih?" tanyaku.

"Tadinya sih sedih. Tapi sekarang nggak. Aku pikir, kadang-kadang kita harus menahan diri dengan hal-hal yang kita sukai.Apalagi yang bisa mengacaukan nilai pelajaran kita," tambah Winda.

"Ih, kamu kayak orangtua deh."

"Soalnya aku melihat sendiri ayahku. Kamu tahu kan, Ayah tuh suka banget memancing di hari Minggu. Tapi saat aku sakit atau ada keperluan, Ayah berhenti memancing. Begitu juga Ibu. Tahu sendiri ibuku itu suka sekali olahraga sepeda. tapi saat hamil adikku, ibuku menghentikannya," jelas Winda.

"Jadi?"

"Ya, jadi kita juga boleh dong bersabar menghentikan hobi kita. Apalagi UAS itu kan sebnarnya buat kita juga. Bukan buat orang lain. Dari pada aku kesal, nanti malah malas belajar. Atau menghapal setengah hati, aku ikuti saja aturan Ibu," tambah Winda.

Aku manggut-manggut. "Iya juga sih. Kalau kita belajar dengan rajin menjelang UAS ini, nilai kita akan bagus. Kalau nilai kita bagus, Ibu pasti senang. Ayah juga. Kalau mereka senang, kita bisa minta apa saja. Aku pengen beli beberapa judul KKPK terbaru," kataku.

"Huaaa! Buku KKPK kamu kan sudah banyak!" sergah Winda.

"Biar. Aku ingin punya semua judul," kataku.

Setelah itu kami ngobrol soal KKPK. Hatiku pun lega. Inilah enaknya punya sahabat. Bisa saling meringankan pikiran dan beban di hati. Kini aku mau menerima aturan Ibu. Aku yakin Ibu bermaksud baik dengan aturannya itu.

^_^

Hore Aku tahu, 25 April 2015


Siapa Suka Kerupuk?




Kerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udangatau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sampai matang, kemudian dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.
Kerupuk tidak selalu berbahan dasar tepung tapioka, tetapi lebih kepada 3 proses persiapan. Pembuatan, pengeringan, dan pemasakan (bisa digoreng dengan minyak ato pasir, atau dibakar).
Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng dan gado-gado.
Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan, dan vetsin.


Kerupuk udang adalah kerupuk yang terbuat dari adonan tepung tapioka dan udang yang ditumbuk halus yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Kerupuk udang berasal dari Sidoarjo. Biasanya udang yang digunakan adalah udang-udang kecil atau udang rebon yang ditumbuk hingga halus. Adonan mentah ini kemudian dikukus dan setelah matang dan kenyal diiris tipis-tipis, setelah itu dijemur hingga kering. Pengeringan dengan terik matahari biasanya sekitar 2-3 hari. Kerupuk mentah yang kering ini siap digoreng kapan saja agar bisa menjadi kerupuk yang siap dihidangkan.
Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.
Kerupuk kulit atau kerupuk ikan yang sulit mengembang perlu digoreng sebanyak dua kali. Kerupuk perlu digoreng lebih dulu dengan minyak goreng bersuhu rendah sebelum dipindahkan ke dalam wajan berisi minyak goreng panas.
Kerupuk kulit (kerupuk jangek) adalah kerupuk yang tidak dibuat adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi atau kerbau yang dikeringkan.

Kerupuk Melarat


Kerupuk melarat adalah salah satu makanan khas Cirebon dan sekitarnya. Makanan ini disajikan dengan menambahkan sambal asam. Jajanan kerupuk melarat sangat cocok disantap pada musim kemarau, selain menambah selera makan juga dapat membangkitkan semangat kerja. Tepung tapioka adalah bahan dasarnya, dengan bentuk seperti tali rafia yang ruwet (urak-urakan) dengan beragam warna, di antaranya merah mudah, kuning, putih, dan hijau. Melarat berarti miskin
Kerupuk melarat digoreng tidak memakai minyak goreng, tapi memakai pasir yang sudah dibersihkan terlebih dahulu, yang melalui proses pengeringan dan penyaringan dengan cara diayak.


Kerupuk Gendar


Kerupuk gendar terkadang disebut gendar saja, adalah kerupuk yang terbuat dari adonan nasi yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Untuk menambah kekenyalan kadangkala ditambahkan bleng, tetapi jika tidak menggunakan bleng bisa ditambahkan tepung tapioka agar adonan mentahnya menjadi kenyal dan padat. Setelah adonan ditumbuk halus dan merata kemudian diiris tipis dan dijemur sampai kering. Kurang lebih 2-3 hari penjemuran kerupuk mentah ini bisa digoreng dan siap dihidangkan sebagai kerupuk gendar.

Keripik

Ada satu makanan saudaranya kerupuk yakni keripik.
Keripik atau kripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati. Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan adonan tepung yang diberi bumbu rempah tertentu.
Secara umum keripik dibuat melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula dengan hanya melalui penjemuran, atau pengeringan. Keripik dapat berasa dominan asinpedasmanisasam,gurih, atau paduan dari kesemuanya. Keripik singkong banyak diproduksi di kota Bandung dengan berbagai macam rasa dan varian. Di Yogyakarta terdapat keripik berbahan baku jamur tiram.

Arena KKPK, 26 April 2015


Hari Ibu



Judul: Mother's day
Penulis: Azmi
112 halaman

Lupa dengan Hari Ibu? Tidak tahu harus memberikan apa untuk Ibu? Pernahkah kamu mengalaminya? Aiko dan Aila pernah! Untungnya mereka masih memiliki waktu satu minggu untuk mempersiapkannya.
Namun, mereka tidak mau dibantu oleh siapa pun, termasuk dibantu Ayah. Mereka ingin memberikan hadiah dari uang mereka sendiri. Tapi, kan, waktu mereka tidak banyak!!
Bagaimana caranya, ya? Bisakah mereka memberikan yang terbaik untuk Ibu seperti harapan 
(Geus Rama S, aplembang)

Friday, April 17, 2015

Cernak 19 April 2015

Menjaga Kios
Oleh Benny Rhamdani




Hari ini libur. Aku berharap bisa main futsal dengan teman-temanku. Tapi aku harus menutup keinginanku, sebab ibu semalam sudah memintaku menjaga kios Ibu di pasar.
“Bang Arif harus pulang kampung dulu. Ibu ada keperluan mengunjungi acara. Tidak lama. Paling sekitar dua atau tiga jam,” kata Ibu.

Ibu memiliki kios buah di pnggir jalan. Tak jauh dari rumah kami. Setiap hari Ibu berjualan di kios kecil itu ditemani kakak sepupuku yang membantu.

Aku tidak bisa menolak. Anak Ibu hanya aku. Ayahku sudah meninggal lama sekali.

Pukul sembilan pagi aku ke kios. Ibu sudah lebih dulu sampai sejak subuh tadi.

“Ibu berangkat dulu ya, Fian. Daftar harga Ibu simpan di laci. Ingat, jangan melebihkan dan mengurangi timbangan,” pesan Ibu sebelum kembali ke rumah untuk bersiap pergi.
“Iya, Bu. Jangan lama-lama ya.”

Lalu aku sendiri di kios.

Kiosku bukan di dekat pasar, jadi tidakterlalu ramai. Ada dua kios lain di sebelah kiosku. Satu kios sembako. Satunya kios pulsa. Dibandingkan kios lainnya, kiosku tak seberapa ramai. Karena itu aku sering merasa bosan jika diminta menjaga kios. Bahkan aku selalu meminta teman-temaku menemani. Tapi teman-temanku sekarang sedang latihan futsal.

Aku mengambil buku gambarku.  Belakangan ini aku sedang suka sekali meggambar. Sengaja tadi kubawa buku gambar dan alat gambarku.

Gambar apa, ya?

Aku melihat sekeliingku. Yang ada hanya buah-buahan. Pisang, apel, anggur, jeruk, pepaya, … hmmm.

Aku pun menggambar pisang. Tapi bukan pisang biasa. Aku menggambar pisang terbang seperti imajinasiku. Menyerupai pesawat terbang.  Lalu aku menggambar sebuah kota di bawahnya.

“Beli pisangnya, Dik.”

Aku berhenti menggambar. Seorang pria mebeli sesisir pisang. Setelah itu aku lanjut menggambar. Kuhapus beberapa goresan pinsil yang tak rapi. Lalu aku mulai mewarnainya perlahan. Aku suka cat air. Tapi menggambar dan mewarnai dengan cat air harus sabar. Karena kita harus menunggu usapan kering sebelum mengusap yang baru. Kita uga harus pandai mecapur warna agar hasilnya bagus.

“Beli jeruknya tiga kilo, Dik.”

Aku berhenti sebentar. Melayani pembeli.  Setelah itu kembali melanjutkan menggambar.

“Beli apelnya dua kilo, dk.”

Aku berhenti lagi. Lalu menggambar lagi.

Tak terasa waktu berlalu. Suara Ibu menyapaku bersamaan dengan aku menyelesaikan gambarku.

“Waduh maaf Ibu lebih dari tiga jam perginya” kata Ibu.

“Oh ya? Kok kayak yang sebentar ya?” tanyaku.

“Soalnya kamu lagi meggambar sih,” kata Ibu. “Kenalkan ini Tante Mira, teman Ibu. Mau belanja buah-buahan.”

Aku menyalami Tante Mira.

“Ini gambanya ya? Wah sangat bagus. Imajinatif. Warnanya juga bagus. Les menggambar di mana?” tanya Tante Mira.

“Nggak les. Saya suka lihat di Internet video tentang melukis. Ada cara-caranya, lalu saya ikuti,” jelasku.

“Bagus sekali. Memanfaatkan internet untuk belajar. Bukan main game saja.”

Aku tersenyum.

“Boleh Tante bawa gambarnya. Kebetulan Tante kerja di majalahanak-anak. Ada kolom karya anak-anak.
Kalau dimuat nanti dapat honor ho.”

“Honor apaan?”

“Uang,” jawab Ibu.


Oooh uang. Iya aku mau. Kaau dapat uang nanti akan aku tabung. Buat membeli keperluanku biar tidak selalu merepotkan Ibu.

Arena KKPK, 19 April 2015


Kucing yang Hilang


Judul: Cannie Hilang?Penulis: Naila Inayah112 Halaman

Cannie hilang! Kucing imut dan pintar itu tiba-tiba lenyap. Berkat ketelatenan Azura melatih Cannie, kucing itu menyabet juara pertama kontes kucing imut di sekolah. Padahal saingan mereka adalah kucing persia cantik milik Sandra. Azura menuduh adiknya yang menyembunyikan karena iri. Azura menangis sedih. Cannie adalah kucing yang dia temukan di taman bersama Audi dan teman-temannya.

Azura berusaha menemukan Cannie. Tapi mencari ke mana? Saat Cannie berjalan-jalan pagi, dia melihat Sandra sedang bermain dengan seekor kucing. Warna bulu dan dua garis yang melintang membuat mirip Cannie. Apakah itu memang Cannie? Mengapa bisa bersama Sandra? Tak disangka, berkat Cannie, ada kejadian seru dan mengharukan lainnya. 
Kalao kamu penasaran, baca sendiri saja, ya!

(Geus Rama Sa, Palembang)

Hore Aku Tahu 19 April 2015

Lintah atau Pacet ya?




Seringkali kita bingung dengan istilah LINTAH dan PACET. Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya.

Lintah (Hirudo medicinalis) adalah binatang melata yang berdasarkan habitatnya hidup di air untuk menjaga kelembaban dan suhu tubuhnya. Sedangkan pacet (Haemodipsa zeylanica) adalah binatang melata yang hidup melekat pada daun-daun, batang-batang pohon, dan ada di dalam tanah yang lembab atau basah.

Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda). Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.

Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga, hewan seperti babi rusa, sapi, kerbau, bahkan manusia.

Pada umumnya anggota Hirudinea ini memiliki zat anti koagulan dari air liurnya, sehingga sewaktu lintah menghisap darah mangsanya, darah tersebut tidak langsung membeku.

Bila Digigit Lintah

Dalam ekosistem suatu taman atau danau, baik yang asli maupun buatan manusia, lintah ini sangat berguna untuk mengendalikan jumlah dari binatang lainnya, seperti cacing, kaki seribu, keong, ikan, serangga dan sebagainya. Tetapi, jika jumlah lintah ini sangat banyak, maka ia juga akan merusak tumbuhan, akar-akar pohon, pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Untuk mengendalikan jumlah lintah, biasanya dipergunakan air sabun atau garam secukupnya.

Berbahaya sekali jika seseorang tertelan lintah dan lambat laun seseorang akan bisa meninggal, dikarenakan sifat dari lintah yang hermaprodit. Lintah akan berkembang biak dengan mudah dalam lambung atau usus manusia. Oleh sebab itu, harus berhati-hati ketika Anda menikmati masakan dari kangkung. Misalnya saja cah kangkung, petis kangkung, kangkung cos, atau lain-lain yang berkaitan dengan kangkung. Saran kami, Anda harus mencuci bersih dan membelah batang kangkung atau sayur lainnya untuk membersihkan dari telur-telur dan bahkan bakteri lainnya yang menempel pada sayuran tersebut.

Lintah atau pacet dapat hidup di payau, sawah atau takungan air. Hewan ini punya kebiasaan menghisap darah hewan lain atau manusia. Karena itu anda harus berhati2 bila berada di genangan air, rawa-rawa atau sungai-sungai. Kalau sudah menghisap darah manusia, hewan ini akan terus melekat di kulit takkan terlepas walau anda mencabutnya dengan sekuat tenaga, ia baru melepaskan korbannya bila sudah merasa puas dan tubuhnya menggelembung penuh dengan darah mangsanya.

Bila digigit lintah cepatlah ambil abu rokok, taburkan abu tersebut, atau alkohol pada tubuhnya maka lintah akan mati. Lintah ini walau tubuhnya putus jadi dua, ia tidak akan mati, potongan tubuhnya akan menjadi lintah baru.

Sisi lain, lintah dapat dipergunakan untuk pengobatan, meringankan rasa sakit sekaligus melancarkan peredaran darah. untuk mengatasi perdarahan, penderita skizofrenia maupun depresi, juga untuk merangsang mata, mengempiskan lidah bengkak, dan meringankan sakit usus buntu serta perdarahan.

Lintah Raksasa



Lintah biasanya menghisap darah. Di pedalaman hutan Kalimantan, ada sebuah lintah besar berwarna merah yang bisa menelan mangsanya hidup-hidup.

Hal ini digambarkan dalam sebuah video yang diproduksi BBC yang bertajuk 'Wonders of the Monsoon'. Dalam video tersebut, lintah besar berwarna merah itu melumat cacing berwarna biru, mirip dengan ular yang memangsa korbannya.

Mahluk ini tergolong baru dalam dunia ilmu pengetahuan sehingga belum ada nama untuk mewakilinya. Namun penduduk di Gunung Kinabalu mengenalnya sebagai Lintah Merah Besar.

Lintah merah ini tergolong sebagai yang terbesar di dunia. Spesimen yang tertangkap kamera memiliki panjang sekitar 30 sentimeter. Namun para ahli percaya jika lintah ini bisa tumbuh lebih besar lagi.

Saking telah tumbuh besar, lintah merah ini tidak lagi bisa bertahan hidup hanya dengan menghisap darah. Mereka memakan cacing biru besar dan menelannya seperti manusia memakan mi instan. Cacing yang dimakannya bisa lebih panjang, sekitar 78 sentimeter.

Sebelum menemukan korbannya, lintah mendeteksi keberadaan cacing dengan cara mengendus. Dia berdiam sebentar, mengamati dan akan menelan cacing dengan cepat. Saat memakan, mulut lintah menganga dan langsung menyedot seluruh tubuh cacing biru itu.

Spesies ini ditemukan di Gunung Kinabalu, sebuah gunung tertinggi di Kalimantan. Temuan ini diwarnai dengan banyak tantangan. Tim dokumenter bekerja sama dengan Ekolog Alim Bium untuk menemukan lintah itu.

(Ben/net)

Friday, April 03, 2015

Cernak, 5 April 2015

APRIL MOP



Minggu pagi setelah menyapu halaman, aku   menuju ke kamar abangku, Erwin.

"Bang, Miko mati. Tadi aku lihat di halaman tergeletak," kataku langsung.

Abangku yang lagi malas-malasan di tempat tidur langsung terbangun. Mukanya panik. Dia langsung menerobos pintu kamar. Aku mengikutinya.

Abang menuju halaman. Dan dia melihat anjing kesayangannya sedang berjalan santai di halaman.

"APRIL MOP!" teriakku.

"Uh! Kena aku dikerjain!" kata Bang Erwin.

Ya, hari ini adalah tanggal satu April. Katanya sih hari berbohong sedunia untuk ngerjain siapapun. Dan aku senang sekali sepagi ini berhasil mengerjai abangku.

"Awas ya, nanti aku balas!" ancam Bang Erwin.

Aku mencibir dan balik masuk ke rumah. Tentunya aku akan hati-hati hari ini.

Agak siang aku pergi menuju rumah temanku, Winda.

"Sisil, tumben main ke rumahku," sapa Winfa menyambutku. "Terus kenapa wajahmu murung begitu?"

"Ada yang ingin aku ceritakan kepadamu. Kamu mau dengar, kan?" tanyaku.

"Ah, tentu saja. Langsung ke kamarku ya."

Aku mengikuti Winda ke kamarnya. Aku sengaja memasang wajah sedih mungkin.

"Nah, sekarang ceritakanlah padaku. Kamu punya masalah?"

"Ya. Aku ... Tapikamu janji tidak menceritakannya kepada siapapun, ya."

"Ya, aku janji."

"Winda, aku baru tahu kalau aku ini ternyata bukan anak kandung."

"Apa?"

"Iya. Aku juga kaget. Ternyata aku anak adopsi."

"Dari panti asuhan?"

"Bukan. seseorang meninggalkan aku di depan rumah orang yang menjadi orangtuaku sekarang."

Kulihat mata Winda berkaca-kaca. Dia memang gampang tersentuh hatinya. Kalau pelajaran agama dia sering menangis mendengar kisah-kisah teladan para Nabi.

"Jadi kamu tidak tahu siapa orangtua sesungguhnya."

"Begitulah. Oh, betapa malangnya aku."

Winda mendekapku erat. matanya berlinang. Sementara aku mati-matian menahan tawa.

"Aku memutuskan kabur hari ini. Aku akan berpetualang mencari ibu kandungku," lanjutku.

"Bagaimana caranya? namanya saja tidak tahu. Sebaiknya kamu bersyukur dengan orangtuamu sekarang. jangan tinggalkan mereka," saran Winda sungguh-sungguh.

Aku sungguh tidak kuat lagi. Tiba-tiba saja aku meutuskan untuk tertawa lebar.

"APRIL MOP!" teriakku.

Winda bingung sebentar, kemudian dia baru sadar telah aku kerjain.

"Sisil, kamu keterlalu ih!"

"Maaf ya, Win. Aku bohong," kataku.

Lalu, kamu ngobrol santai. Baru setengah jam kemudian aku mendengar bunyi ponsel-ku. Ternyata abangku yang menelepon.

"Sisil, kamu di mana? cepat pulang. Rumah kita kebakaran!" kataBang erwin.

"April mop yang konyol!"

"Abang serius. Cepat. Kamu di mana?"

"Di rumah Winda."

Aku mendengar suara sirine mobil pemadam kebakaran. Langsung saja aku ke luar rumah. Kulihat dari rumah Winda asap mengepul dari arah rumahku.

Aku langsung berlari menuju rumah. Kulihat dari kejauhan rumahku kebakaran.

^_^

Hore, 5 April 2015

Banyak Cara Menangkap Ikan

Tahukah kalian, banyak cara yang digunakan untuk menangkap ikan?Ada yang dengan tangan kosong, tombak, jaring, rawai, dan jebakan ikan. Istilah ini tidak hanya ditujukan untuk ikan, namun juga untuk penangkapan hewan air lainnya seperti mollusca, cephalopoda, dan invertebrata lainnya yang bisa dimakan.

Tangan Kosong



Menangkap ikan dengan tangan kosong termasuk mengambil kerang atau kelp dari pantai, menggali, bahkan mengejar kepiting. Awal sejarah penangkapan hewan laut dengan tangan dilakukan sejak tahun 300 ribu tahun yang lalu di situs Terra Amata di Prancis, dilakukan oleh manusia purba.

Di Skotlandia,  Ikan flounder ditangkap dengan menginjak ikan tersebut.

Penangkapan lele di Amerika Serikat, disebut dengan Noodling. Dilakukan dengan memasukkan tangan ke dalam lubang tempat ikan lele bersembunyi. Lele akan menggigit jari karena dianggap sebagai makanan, dan ketika itu terjadi, pemancing akan menggenggam mulut lele dan menariknya.

Cara ini tentu saja dapat menimbulkan luka.Ikan lele yang ditangkap di alam liar umumnya berukuran lebih besar dari ikan lele yang dibudi dayakan.

Menjaring Ikan

Jaring ikan adalah jaring yang dibuat dengan cara menyulam atau menganyam benang tipis hingga membentuk jaring-jaring. Penjaringan adalah prinsip utama penangkapan ikan komersial.

Penjaringan ikan memiliki dampak ekologis yang berbahaya ketika seluruh atau sebagian dari jaring hilang di laut dan menjadi jaring hantu. Jaring hantu akan melayang di perairan mengikuti arus air dan memerangkap satwa laut, atau dimakan satwa laut yang besar karena terlihat seperti ubur-ubur dan mengganggu sistem pencernaannya. Jika jaring ikan terbuat dari plastik, jaring itu akan bertahan di laut selama ratusan tahun.

Jaring penangkap ikan Cina , digunakan di tepian secara mekanik sederhana.Jaring dengan diameter 20 meter atau lebih ditenggelamkan ke air lalu kemudian diangkat.
Penjaringan lampuki, metode penangkapan ikan sederhana di Malta. Nelayan memotong ranting palem dan membentuk anyaman yang mampu mengapung di atas air seperti rakit. Rakit tersebut menjadi umpan bagi sekelompok ikan Coryphaena hippurus (disebut Lampuki dalam bahasa Malta). Setelah ikan lampuki berkumpul, jaring dilempar dan ikan ditangkap. Ikan ini bermigrasi ke kepulauan Malta di musim gugur.



Jaring lempar adalah jaring berbentuk lingkaran dengan pemberat yang tersebar di sisi jaring. Jaring tersebut dilemparkan ke air hingga tersebar dan tenggelam di air. Ikan yang tertangkap oleh jaring lalu ditarik. Metode ini telah berkembang dan termodifikasi selama ribuan tahun.

Jaring hanyut (drift net) adalah jaring yang tidak tenggelam sampai ke dasar, namun melayang dengan bantuan pengapung dan pemberat secukupnya. Jaring ini berkibar vertikal ke bawah di dalam air hingga ikan menabrak jaring dan tersangkut di antara celah jaring. Ukuran ikan yang tertangkap amat tergantung pada ukuran (mesh) jaring.

Jaring insang, mirip dengan jaring hanyut namun khusus memerangkap insang ikan.

Jaring tangan (hand nets, landing nets), berukuran cukup kecil hingga bisa digenggam oleh tangan atau terikat pada ujung batang di mana ujung batang yang lain digenggam dengan tangan. Biasanya jaring ini digunakan dalam aktivitas memancing rekreasi untuk membantu pemancing menarik ikan ke atas. Secara komersial, jaring ini dipakai untuk menangkap ikan untuk dijual sebagai ikan hias karena jaring ini cenderung tidak melukai ikan.
Pukat adalah jaring berat yang tenggelam hingga ke dasar laut. Kapal pukat lalu menarik pukat yang sudah mencapai dasar laut, dengan gerakan seperti menyeret. Pukat merusak ekosistem dasar laut seperti terumbu karang.

Pukat kantong (purse seiner) adalah jaring ikan yang melebar dengan pemberat hampir sampai ke dasar lalu jaring ditarik untuk menggiring dan mengurung ikan, lalu diangkat. Berbeda dengan pukat yang seluruh jaring berada di dasar laut sepanjang waktu, sebagian pukat kantong berada di permukaan ketika digunakan karena bantuan pengapung atau tegangan tali yang ditarik di kedua sisi. Pukat kantong cenderung tidak merusak ekosistem dasar laut.

(Ben)

Arena KKPK, 5 April 2015

Rahasia Diary


Judul: My Inspiration 

Penulis: Relani Fevtyana

112 halaman


Shena memiliki dua orang kakak, Kak Chika dan Kak Febby. Shena sangat sayang pada Kak Chika. Apalagi, Kak Chika tinggal berbeda kota dengannya. Sehingga, kedatangan Kak Chika selalu ditunggu-tunggu Shena. Shena tidak menyadari, Kak Febby tidak suka dengan sikap Shena. Akibatnya, Kak Febby suka cemberut dan memarahi Shena. Shena bingung. Apalagi ketika tanpa sengaja Shena membaca diary Kak Febby.
Apa yang ditulis Kak Febby di buku diary-nya? Mengapa Shena begitu menyayangi Kak Chika? Aku juga penasaran. Tapi aku sudah tahu ceritanya karena aku sudah membaca.
Cerita tentang adik kakak memang selalu menarik hati. Karena mereka adalah orang-orang terdekat dengan kita.

(Geus Rama S, Palembang)