Friday, September 05, 2014

Hore, 7 September 2014

Lima Sungai Terindah di Dunia




Kota Palembang terkenal dengan Sungai Musi. Di neara lain juga terdapat banyak sungai. Nah, berikut ini ada lima sungai yang oleh banyak petualang disebut sebagai sungai paling indah di dunia.


Sungai Pelangi





Cano Cristales River juga disebut Sungai Pelangi terletak di utara Kolombia benar-benar seperti permata di negara yang liar dan indah.

Dengan panjang sekitar 100 km dan lebar 20 m. Sulit untuk mencapai tujuan ini, Kita harus terbang dengan pesawat kesana untuk mencapai Macarena dan kemudian dengan perahu boat melalui hutan untuk menemukan sungai warna warni ini. Siapa puntak akan menyesal ketika  telah sampai ditempat ini.



Rio Futaleufu


Kota kecil Futaleufu di Chili memberi nama sungai yang menakjubkan ini  Rio Futaleufu. Sungai yang mengalir melalui dua negara, yakni Chili dan Argentina. Sungai ini juga dikenal karena popularitas di kalangan penggemar olahraga kayak.

Sungai ini meruapakan  salah satu tempat paling terkenal dan paling menarik karena. keindahan air yang jernih. Warna biru airnya juga  memberi sungai ini pesona khusus yang akan membuat pengunjung  menahan nafas jika  menatap cukup lama



Sungai Zambezi

Sungai Zambezi adalah sungai  di Afrika yang terkenal  karena  mengalir melalui enam negara di Afrika. Sebagian tahu titik sungai ini adalah Victoria Falls yang sangat indah juga dikenal sebagai air terjun terbesar di dunia. Sekitar dua juta orang setiap tahun mengunjungi air terjun yang menakjubkan ini . Tempat Populer di sini juga adalah kolam setan.





 Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia, mengalir 6.418 kilometer. Dengan pemandangan tebing dan pegunungan yang sangat menakjubkan, sungai ini pantas masuk dalam daftar sungai terindah di dunia.



 








Sungai Danube

Sungai Danube mengalir melalui sepuluh negara Eropa. Hal ini memberikan penampilan yang berbeda pada Budaya negara yang mengalir melaluinya. Perjalanan melalui Danube terinspirasi dengan semangat abad pertengahan dan modern Eropa. Pengunjung  akan menikmati istana mediaval ketika datang ke Austria dan semangat Eropa Timur ketika melewati Kroasia, Serbia dan Rumania. Banyak budaya yang berbeda memberi sungai ini lebih banyak keindahan



Arena KKPK, 7 September 2014


KKPK: Sweet Home Sweet Kyra 

Penulis: Anindi Faraz Cantika 

88 halaman



Kehidupan Shera dan orangtuanya berubah total. Mereka kehilangan rumah mewah di Spycen View, akibat penipuan yang dilakukan oleh rekan kerja ayah Shera. Mereka kemudian pindah ke Poorylen Home, yaitu perumahan khusus untuk orang kurang mampu. Tapi, baru sebentar tinggal di sana, perumahan itu digusur. Akhirnya, mereka harus tinggal di kolong jembatan. Tidak hanya itu, Kyra, adik Shera satu-satunya menghilang. Untunglah, Shera mempunyai dua sahabat yang baik hati, yaitu Rachel dan Shiva. Keduanya sering membantu Shera. Hingga suatu hari, ketika Shera berada di rumah Rachel, dia mendengar suatu rahasia. Deg! Rahasia apa? Jadi penasaran!

 Aku suka cerita ini karena tidak mudah ditebak ceritanya. Setiap halamn selalu membuat aku bertanya. Bagaimana akhir ceritanya, ya? Apakah Kyra berhasil ditemukan?Baca sendiri saja ya.

(Geus Rama s, Palembang)




Friday, August 29, 2014

Hore Aku tahu, 30 Agustus 2014

Mengenal Alat Minum


Sebagai manusia modern, kita tidak pernah lepas dari yang namanya perlatan. Termasuk peralatan minum. Ada berapa alat untuk minum ya? Yuk kita kenali satu persatu.


Cangkir





Cangkir adalah wadah kecil untuk minum teh atau kopi dengan pegangan di salah satu sisi yang digunakan sewaktu memegang dengan ibu jari dan jari tangan yang lain. Cangkir kadangkala berisi teh atau kopi yang panas sehingga pegangan pada cangkir berguna agar tangan tidak kepanasan sewaktu mengangkat cangkir.

Cangkir biasanya dibuat dari porselen dan mempunyai pasangan berupa piring kecil yang juga dikenal dengan nama tatakan. Cangkir dan tatakannya biasanya merupakan bagian dari perangkat minum teh  yang terdiri dari teko, cream jug, mangkuk gula bertutup, dan slop bowl.

Di Indonesia, cangkir masih sering digunakan sebagai satuan ukuran pada resep kue, 1 cangkir kira-kira sama dengan 150 cc dan tidak sama dengan 1 cup.


Cangkir harus berpasangan dengan tatakan yang memiliki motif yang sama. Cangkir yang berkualitas tinggi dan mahal biasanya dibuat dari porselen yang hampir bening dengan motif bunga yang indah. Kolektor sering menghabiskan waktu mencari pasangan dari cangkir dengan tatakan yang hilang atau pecah. Cangkir antik yang pernah dipakai tokoh ternama selalu menjadi incaran kolektor. Sendok teh dari perak dengan tangkai yang memiliki sedikit keramik berhias motif yang serupa dengan cangkir juga merupakan barang incaran kolektor.

Cangkir pertama yang dikenal Eropa berasal dari pusat produksi keramik Imari di Jepang. Cangkir diimpor oleh orang Eropa khusus untuk minum teh yang merupakan minuman baru pada masa itu. "Cangkir" teh (mangkuk teh) yang digunakan di Asia Timur tidak mempunyai pegangan. Cangkir pertama yang dibuat orang Eropa di Meissen juga tidak mempunyai pegangan karena sekadar meniru "cangkir" teh dari Asia.


Gelas



Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.

Ada beberapa sifat gelas yang bisa dikatakan memiliki kelebihan dibanding dengan material lainnya, antara lain: estetika atau keindahan, tembus pandang secara optik (transparan), elastic, dan ketahanan terhadap zat/reaksi kimia. Namun kekurangan dari gelas adalah sifat nya yang getas dan mudah pecah.


Mug

Mug adalah tipe alat minum sejenis cangkir yang umumnya digunakan untuk meminum minuman panas, seperti kopi, teh, atau coklat panas. Mug memiliki pegangan dan mampu menampung sejumlah fluida yang lebih banyak dari jenis alat minum lainnya. Umumnya mug menampung sekitar 12 ons fluida atau 350 ml cairan, setara dengan dua cangkir teh. Mug merupakan alat minum yang biasanya tidak ditempatkan di acara formal.

Mug zaman dulu dibuat dengan cara memahat kayu atau tulang, atau tanah liat yang dibentuk. Mug modern


dibuat dari keramik. Beberapa dibuat dengan menggunakan kaca yang diperkuat, pyrex, polimer, baja, dan enamel. Beragam teknik dikembangkan untuk menghias mug.

Mug tanah liat berdekorasi yang ditemukan di Yunani bertanggal 4000 sampai 5000 SM.Kekurangan terbesar dari mug tanah liat adalah tebalnya dinding mug sehingga tidak cocok untuk mulut. Dinding mug kemudian ditipiskan dengan menggunakan logam. Selain itu, mug yang terbuat dari logam juga diproduksi, yaitu terbuat dari perunggu, perak, emas dan bahkan timah hitam,yang dimulai sekitar tahun 2000 SM, yang umumnya sulit digunakan untuk meminum minuman panas.

Mug kayu kemungkinan telah lama dibuat sebelum mug tanah liat dan mug logam, namun tidak dapat bertahan lama karena mudah lapuk seiring waktu. Penemuan porselen sekitar tahun 600 M di Cina membawa era baru mug berdinding tipis yang cocok untuk minuman panas maupun dingin.


(ben/net)

Friday, August 22, 2014

Cernak, 24 Agustus 2014




Jo & Jim Jerami
       
        Hari masih gelap karena matahari masih malu-malu menyembul. Jo sudah bangun membantu ayah mengangkat barang-barang dagangannya ke atas kereta kuda.
        “Sudah semua, Ayah!” teriak Jo setelah meletakkan gentong terakhir berisi selai stroberi.
        Ayah mengangguk. “Terima kasih. Kalau begitu, kita sarapan dulu, yuk!” ajak Ayah sambil merangkul kepala Jo.
        Jo menyiapkan telur dadar istimewa untuk ayah. Ia selalu melakukan hal itu bila ayah akan berdagang ke kota karena ibu telah meninggal sebulan lalu.
        “Berapa lama Ayah akan pergi kali ini?” tanya Jo sambil menghabiskan sarapannya.
        “Sekitar satu minggu,” jawab Ayah.
        Mata Jo melebar. “Satu minggu? Lama sekali!” Ya, kalau masih ada ibu, maka Jo tidak akan merasa kesepian ditinggal selama itu.
        “Tak usah sedih begitu. Ayah sudah menyiapkan teman untukmu,” kata Ayah kemudian.
        Selesai sarapan, Ayah mengajak Jo ke kamarnya. Ia lantas menunjukkan sebuah boneka dari jerami setinggi Jo.
        “Bagus sekali boneka jerami ini. Sayang, ia tidak bisa kuajak bermain jika aku kesepian,” gumam Jo.          
        “Boneka jerami ini akan hidup seperti manusia jika matahari bersinar dan kembali seperti ini kalau matahari tenggelam. Jadi, sepanjang siang kamu bisa berteman dengannya,” kata Ayah sambil tersenyum.
        “Wah, hebat benar!”
        Ayah mengangguk. Ia sebentar melihat keluar jendela.
        “Fajar hampir menyingsing. Ayah berangkat dulu agar bisa secepatnya sampai ke kota,” kata Ayah.
        “Terima kasih atas bonekanya, Ayah!” kata Jo saat Ayah naik ke atas kereta kudanya.
        “Ya. Jangan lupa memberinya nama. Dan, jangan menyalakan api di dekatnya,” pesan Ayah sebelum berangkat.
        Jo mengamati kereta kuda ayahnya hingga lenyap dari pandangan. Ia lalu melihat ke ufuk timur. Tampak olehnya fajar telah menyingsing.
        “Cihuuui …, boneka jerami itu pasti sudah hidup,” teriak Jo.
        Ia bergegas menuju rumah. Ternyata, boneka jerami itu sedang menengok-nengokkan kepalanya, seperti sedang kebingungan berada di kamar sendirian.
        “Hai, selamat pagi! Kata ayah, mulai hari ini kamu menjadi sahabatku,” sapa Jo seraya mengulurkan tangannya.
        “Aku bersedia. Tapi, kamu harus memberiku nama dulu,” sahut boneka jerami.
        Jo kebingungan. “Ah, bagaimana kalau kupanggil Jim? Kamu suka nama itu?”
        “Ya, aku suka. Jim si Boneka Jerami. Hahaha …,” Jim tertawa riang.
        “Bagus, kalau kamu suka.”
        “Lantas, apa yang harus kita lakukan sepagi ini?” tanya Jim.
        “Bagaimana kalau kita membersihkan rumah? Sejak ibuku meninggal, kami tidak pernah membersihkan rumah ini.
        “Aku setuju!”
        Mereka pun bekerja membersihkan rumah sambil bernyanyi riang.
        Jim ternyata punya kekuatan ajaib lainnya. Ia bisa merayap naik ke dinding untuk membersihkan sudut-sudut rumah. Ia juga dapat mengangkat lemari besar dengan satu tangan. Wah, dalam waktu singkat semuanya sudah beres.
        “Rumahku sekarang bersih sekali. Ayah pasti senang. Tanpamu aku tak mungkin mengerjakan ini dalam sehari,” ungkap Jo.
        “Aku juga senang dapat melakukan semua ini. Sekarang, apalagi yang akan kita kerjakan?” tanya Jim.
        “Kita memerah susu dulu, mengumpulkan telur ayam, dan memetik jagung di ladang. Setelah itu, baru kita makan siang,” usul Jo.
        Mereka lantas menjalankan rencana itu. Karena Jim punya kekuatan ajaib, semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat.
        “Aku akan menyiapkan hidangan istimewa untukmu, Jim,” kata Jo usai memetik jagung di ladang. Ia segera ke dapur memasak.
        “Jo, tunggu dulu. Jangan menyalakan api di dekatku,” tiba-tiba terdengar teriakan Jim.
        “Oh, maaf. Aku lupa. Tapi, aku harus masak untuk makan siang kita,” kata Jo.
        “Kalau begitu, biarkan aku menjauh dari sini dulu.”
        Belum sempat Jo menyahut, Jim sudah pergi. Jo pun segera memasak. Begitu Jo membawa masakannya ke meja makan, Jim datang.
        Jo dan Jim menghabiskan makan siang mereka. Setelah selesai makan, mereka istirahat sebentar.
        “Boleh kutahu, kenapa aku tidak boleh menyalakan api di dekatmu?” tanya Jo.
        “Ada satu hal yang memusuhiku. Namanya si Lidah Api.  Ia selalu berusaha memusnahkan aku,”jelas Jim.
        Jo akhirnya mengerti. Lalu, ia mengajak Jim bermain bola. Menjelang matahari terbenam Jim masuk ke kamar ayah. Ia kembali menjadi boneka jerami ketika matahari tenggelam.
        Jo yang kesepian memandang bintang di langit. Tubuhnya letih dan ingin segera tidur. Tapi, brrrr … udara malam terasa dingin.
        “Ah, sebaiknya kunyalakan perapian saja,” pikir Jo. Sebentar, ia teringat pesan ayah agar tidak menyalakan api di dekat Jim.
        “Tapi, Jim berada jauh di kamar ayah,” gumam Jo. Ia segera menyalakan perapian. Tubuhnya pun mulai hangat. Pelan-pelan ia tertidur pulas.
        Tanpa  disadari Jo, angin berembus masuk dari sela-sela rumah. Si Lidah Api kegirangan. Apalagi kamar tidur ayah tak tertutup pintunya. Bara dari perapian  beterbangan ditiup angin. Bara itu beberapa ada yang hinggap di tubuh Jim.
        Ketika esok paginya Jo terbangun, ia kaget melihat tubuh Jim sudah menjadi abu. Jo menyesal dan bersedih. Tak disangka sahabatnya harus jadi abu karena keteledorannya.

KKPK, 24 Agustus 2014

Komik Detektif Cilik




Judul: Penelepon Misterius

Penulis: Shofiyya Aliyatunnisa, dkk

104 halaman



Pernah baca komik Conan dari Jepang, kan? Nah, kali ada komik KKPK deteketif cilik asli Indonesia lho. Siapa ya namanya?
 
Kumy adalah anggota dari Det-Lik (Detektif Cilik). Namun sudah beberapa hari Kumy mengurung diri di kamar karena takut setelah menerima telepon misterius. Melihat Kumy seperti ini, anggota Det-Lik yang lain seperti Amanda, Meimy, dan Depi berusaha mencari tahu penelepon misterius itu. Apa saja yang mereka lakukan untuk memecahkan kasus ini? Yuk, ikuti kisah Det-Lik!

Cerita di komik ini nggak cuma tentang KUmy. Masih ada empat cerita lainnya yang tak kalah seru. Tapi jadi nggak seru kalau dioecritakan di sini. Kita baca aja yuk.


(Geus Rama S, Palembang)

Hore 24 Agustus 2014




Sehat di Musim Pancaroba


Akhir-akhir ini sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim pancaroba. Jika siang hari matahari bersinar sangat terik sehingga suasana terasa amat panas, namun tiba-tiba cuaca dapat berubah seketika menjadi hujan dan udara menjadi terasa dingin. Perubahan cuaca yang tiba-tiba inilah yang disebut dengan musim pancaroba.
 
Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) kita berkurang, sehingga sering menyebabkan orang sakit di musim pancaroba.

Selain itu temperatur yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.
  
Kita bisa mencegah atau mengantisipasinya,sehingga tubuh kita mampu bertahan menghadapi musim pancaroba seperti saat ini.

Berikut ini adalah solusi agar tubuh tetap fit di tengah cuaca yang kurang bersahabat :


1. Konsumsi makanan bergizi. Daya tahan tubuh yang baik selain butuh makanan yang cukup jumlahnya, juga harus memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh yaitu : karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

2. Cukup Istirahat. Kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh kita. Tidur 6-8 jam sehari, memberikan tubuh kita istirahat yang cukup.

3. Sempatkan untuk berolahraga. Usahakan berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu selama 30 menit. Pilih olahraga yang bersifat aerobik seperti jogging, senam,  bersepeda, atau sekedar berjalan kaki berkeliling kompleks.



4. Kelola Stress dengan baik. Dewasa ini sangat sulit untuk menghindari stress. Hanya dengan belajar mengelolanya secara tepat, kita dapat terhindar dari dampak negatif stress seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi daya tahan tubuh kita.

5. Konsumsi Suplemen yang tepat. Sebagian besar dari kita sulit memenuhi kebutuhan gizi harian dengan diet yang seimbang, sehingga suplemen tambahan diperlukan terutama di musim pancaroba. Vitamin C, Zinc, dan Echinachea adalah sebagian dari suplemen yang telah dibuktikan mampu mendongkrak daya tahan tubuh kita. Pilih suplemen yang tepat dan minumlah sesuai kebutuhan kita.

6. Kurangi minum minuman dingin dan perbanyak minum air putih (suhu normal) minimal 8 gelas sehari. Minuman dingin dapat menurunkan daya tahan tubuh kita terhadap peralihan cuaca.

Ya, lakukan tips di atas secara rutin dan berkelanjutan maka kita sudah menutup pintu masuk bagi penyakit pancaroba untuk masuk ke dalam tubuh.

Friday, August 08, 2014

Cernak, 10 Agustus 2014

Penghuni Rumah Hantu
Murid baru di kelas lima menarik perhatian Fira. Anak perempuan bernama Winda itu nyaris tidak pernah berkata sedikit pun, kecuali bila seseorang bertanya padanya. Itu pun dijawabnya hanya sepotong kata. Selebihnya, cuma kepalanya yang menggeleng dan mengangguk.
“Sepertinya dia enggak suka sekolah di sini,” lapor Yuli yang baru saja mencoba mengajak Winda bicara, tapi gagal.
“Pasti ada sesuatu yang membuatnya begitu. Aku jadi penasaran, nih. Di mana anak baru itu sekarang?” tanya Fira.
“Di belakang. Dekat kebun sekolah,” jawab Yuli.
Fira langsung berjalan ke kebun belakang gedung sekolah. Benar saja. Fira menemukan Winda tengah duduk sendirian di atas bangku kayu.
“Hei, ngapain bengong sendirian? Nanti digodain setan, lho!” sapa Fira sambil mendekat.
Tiba-tiba, mata Winda membelalak kaget. Tapi, setelah melihat sekelilingnya, ia tampak tenang. Apalagi yang datang hanyalah Fira.
“Gara-gara kamu menyendiri terus selama istirahat, teman-teman jadi merasa bersalah, lho. Mereka khawatir ada perkataan mereka yang membuatmu tersinggung,” lanjut Fira.
Winda memandangi Fira. “Teman-teman enggak ada yang salah, kok. Maaf ya, kalau sikapku kurang menyenangkan kalian. Soalnya …,” Winda memotong kalimatnya ragu.
 “Kenapa? Rahasia, ya. Tenang, aku enggak akan bilang ke siapa-siapa, kok,” desak Fira ingin tahu.
“Karena aku sangat ketakutan tinggal di rumah baru yang ditempati keluarga kami. Di rumah itu … ada … hantunya!”
Fira melongo. “Hantu? Kayak apa hantunya?” tanyanya kemudian.
“Hantu yang bisa menampakkan diri jadi manusia. Dia sangat sering muncul menyerupai … aku,” jawab Winda.
Fira melongo lebih lebar. “Sudah berapa kali kamu melihatnya?”
”Sering. Pokoknya, sejak aku mengisi rumah itu seminggu lalu.”
“Dia mengganggumu?”
“Sebenarnya sih, enggak. Hantu itu hanya menampakkan diri. Tapi, biar bagaimanapun, aku tetap saja takut.”
Fira berpikir sebentar.
“Pasti kamu enggak percaya. Kalau pengin bukti, nanti pulang sore main saja ke rumahku.”
“Boleh, ya? Nanti, aku datang bersama teman-teman yang lain.
Winda buru-buru menggelengkan kepala. “Kamu tadi udah janji, bakal menjaga rahasiaku ini!”
Bel berbunyi. Mereka segera masuk kelas. Penghuni kelas lima berusaha mengorek keterangan dari Fira. Namun, Fira memegang teguh janjinya.
Setelah sekolah bubar, Winda memberika alamat rumahnya, lengkap dengan nomor telepon. “Khawatir kalau kamu nyasar,” katanya.
“Aku datang pukul dua, ya! Setannya kalau siang mau nongol, kan?’
“Iya. Mau!”
**
“Sebenarnya, setan itu ada apa enggak sih, Nek?”
Fika bertanya setelah makan siang kepada Nenek Tomboi. “Dalam Al-Quran, kan, dijelaskan ada,” jawab Nenek Tomboi.
“Apa kita bisa melihatnya?”
“Dulu, waktu Nenek masih kecil diajari cara melihat setan.”
“Oya? Gimana caranya?”
“Ambil arang, lalu, kita coretin wajah kita dengan arang itu. Kalau wajah kita udah tercoreng, kita tinggal menghadap ke cermin ….”
“Setannya kelihatan ya, Nek?”
“Hihihi … sebenarnya bukan setan. Tapi, bayangin kita sendiri yang jelek karena dicoret arang. Konon, wajah setan seperti itu … hihihi ….”
“Uuuh, Nenek. Fira tanya serius, jawabannya bercanda.”
“Habisnya, Fira nanya soal setan, sih. Nenek kan, bukan temennya setan.”
“Idih, siapa yang bilang begitu …. Kalau memang Nenek enggak tahu, kan, tinggal bilang aja enggak tahu.”
Nenek Tomboi bingung melihat Fira bersiap-siap hendak pergi. “Mau pergi ke mana panas-panas begini?” tanya Nenek Tomboi.
“Mau ke rumah teman baru. Mau melihat hantu ….”
**
Letak rumah Winda lumayan jauh dari rumah Fira. Tapi, Fira bisa mencapainya hanya dengan sekali naik angkot. Begitu tiba di teras rumah, Fira langsung disambut Winda ramah.
Rumah Winda terbilang besar, dengan model seperti rumah peninggalan Belanda. Pintu dan jendelanya lebar. Tangga menuju ke lantai dua juga terbilang lebar.
“Duduk dulu, Fira. Aku ke dapur dulu bikin minuman buat kamu,” pinta Winda di ruang tamu.
“Enggak usah repot-repot. Sirup jeruk pake es di gelas yang besar aja, Win,” timpal Fira.
Winda meninggalkan Fira sambil tersenyum. Sementara Fira duduk sambil memerhatikan isi ruangan. Mata Fira terbelalak ketika melihat Winda menuruni tangga sambil memainkan biola.
“Lho, kamu kok, ada di atas? Bukannya tadi masuk dapur? Cepat banget sih, kamu ganti baju?”
Winda tak menjawab. Dia malah kembali ke loteng sambil terus memainkan biola. Sedetik kemudian, muncul Winda melalui pintu depan berjalan sambil menunduk.
“Win … da?” Fira gemetar.
Winda tak menjawab. Ia masuk ke salah satu kamar. Belum habis rasa heran Fira, Winda masuk sambil membawa gelas minuman untuk Fira.
“Kenapa mukamu pucat, Fira? Ah … pasti hantu itu sudah menampakkan diri, ya?” tanya Winda.
Fira tak langsung menjawab. Benarkah itu hantu? Fira berdiri sebentar melihat dinding, seolah hendak membuktikan hantu-hantu tadi tak akan nongol dari dinding. Kemudian, ia berjalan ke jendela rumah dan memerhatikan pemandangan di luar. Keningnya berkerut ketika melihat pakaian yang berjajar di tali jemuran.
“Sekarang kamu percaya, kan, di rumah ini ada hantunya. Itu sebabnya aku jadi takut. Hmmm … kira-kira bagaimana menangkap hantunya, ya?” tanya Winda.
Fira tertawa kecil. “Hantu itu enggak perlu kamu usir, karena memang enggak ada hantu di rumah ini. Aku tahu, kok, kamu pasti membuat sandiwara seolah di rumah ini ada hantunya, kan? Sandiwara itu kamu buat dengan saudara-saudaramu. Kalian pasti kembar tiga, kan?”
Winda tercengang. Dia tak menyangka permainan rahasianya terbongkar dengan mudah oleh Fira. Dia lantas memberi isyarat dengan bertepuk tangan. Dua saudara kembarnya muncul. Saat mereka berjajar bertiga, wajah mereka tampak persis. Winda pun mengenalkan Fira dan dua saudara kembarnya, Windi dan Wendi.
“Bagaimana kamu tahu kami kembar tiga?” tanya Winda kemudian.
“Sebenarnya ada dua petunjuk, sih. Pertama, di tembok rumah kalian enggak ada foto keluarga. Tapi, aku menemukan paku untuk mengaitkan bingkai foto. Jadi aku mengira, kalian sengaja menyembunyikan anggota keluarga kalian. Lalu, aku berjalan ke jendela dan melihat ke tiang jemuran. Di sana, aku melihat tiga baju dengan model dan ukuran yang sama sedang dijemur. Biasanya, cuma orang kembar yang demikian,” jelas Fira.
“Ooo …,” tiga saudara kembar itu memberi komentar kompak.
“Ngomong-ngomong, mengapa kalian tidak satu sekolah?” tanya Fira kemudian.
“Ibu kami yang mau. Tapi, kami sih senang aja. Jadi, kami bisa ngerjain teman-teman baru kami. Sejauh ini, udah ada tiga orang yang lari terbirit-birit dari rumah ini,” jelas Winda.
“Untung aku enggak.”
“Tapi, kalau bisa jangan bocorkan pada teman-teman yang lain. Soalnya, aku masih pengin ngerjain yang lain.”
“Oke. Itu urusan gampang. Cuma aku suka lupa menyimpan rahasia kalau sehari saja enggak makan cokelat.”
“Huuuh, dasar!” ledek Winda dan dua kembarannya sambil cekikikkan.
**

kkpk, 10 Agustus 2014

KEMAH MENAKUTKAN







Judul: Scary Camping
Penulis: M. Faza Fauzan Adzim, Dkk
94 halaman


Liburan sudah tiba, Raihan, Dani dan Ardi berencana untuk berkemah di kaki gunung. Mereka menikmati perjalanan dan bermain-main di hutan. Hingga ketiganya berada di hutan menjelang sore, tiba-tiba Ardi mendengar suara di balik semak-semak. Raihan dan Dani pun terkejut. Kira-kira suara apakah yang terdengar? Ikuti perkemahan Raihan, Danu dan Ardi, yuk

Masih ada empat cerita komik seru lainya di buku ini. Yang pasti, bakal bikin kamu ketagihan baca ceritanya. Oh iya, jangan lupa, ada caranya juga agar komik kamu dibukukan seperti teman-temanmu lainnya lho.

Selamat membaca dan berkarya.

Geus Rama S, Palembang

Hore, 10 Agustus 2014

Lima Kucing Terkenal di Internet

Kalian suka kucing? Berikut ini adalah lima dari ribuan ekor kucing di dunia ini yang memperoleh kepopuleran di dunia maya karena foto-fotonya yang di-upload di internet berhasil menarik perhatian jutaan pasang mata pengguna internet di seluruh dunia. Masing-masing dari mereka memiliki keunikannya masing-masing yang menjadi ciri khas ataupun daya pikat yang luar biasa.


 1. Colonel Meow (kucing paling sadis di dunia)

Ekspresi wajah serta penampilannya yang dibuat begitu antagonis tidak membuat orang-orang membencinya, tetapi malah justru menganggapnya menggemaskan. Ditambah lagi dengan narasi kocak yang ditulis di profil Facebook Fanspage-nya

 2. Spangles (si kucing bajak laut yang juling)


 Kondisi matanya yang tidak normal justru menjadi daya tarik tersendiri bagi kucing yang mulai terkenal di internet karena kostum bajak laut yang dikenakannya ini. Kucing lucu ini memiliki Fanspage sendiri yang sudah di-Like oleh lebih dari 30.000 penggemar.

3. Maru (kucing yang suka duduk)




 Kucing jenis Scottish Fold memang terkenal karena hobinya yang suka duduk dengan posisi budha. Namun sepertinya Maru berhasil mendulang kepopuleran yang lebih dari yang lain berkat hobinya itu.

4. Gua Gua (kucing Costplay)


Pemiliknya adalah seorang seniman dan pecinta kucing. Menggabungkan dua kesukaannya tersebut, menghasilkan sebuah karya seni unik yang menggabungkan antara sketsa dan ekspresi kucing. Seperti apa jadinya?

5. Snoopy kucing paling imut di dunia
Kucing-kucing paling terkenal di internet (Snoopy the cutest cat)
Kucing Exotic ini berhasil mencuri banyak sekali perhatian dari para pengguna internet di dunia setelah foto-foto lucunya di-upload di internet. Kucing paling lucu di dunia ini juga memiliki Facebook Fanspage sendiri loh!


Nah, sekarang gilirang kamu publikasikan kucingmu lewat sosial media. Siapa tahu bisa terkenal seperti mereka. Boleh kucing, maupun hewan peliharaanmu lainnya.


(ben/net)

Friday, July 25, 2014

KKPK, 27 Juli 2014

Annabelle Liburan

 

 

Judul: Annabelle School Holiday

Penulis: Tania

Tebal: 108 halaman



Annabelle dan Claura kembali lagi dalam petualangan serunya. Kini mereka mengajak kita berjalan-jalan ke Bali, berkunjung ke Perth Australia, hingga menjelajah California, Amerika Serikat. Wuih, asyiknyaaa ...! Apalagi kini mereka tidak hanya berdua. Ada anggota baru dalam persahabatan mereka. Namanya Claudy. Tapi, petualangan mereka tidak selalu berjalan mulus. Annabelle dan Claura pernah terlibat dalam pembongkaran kasus korupsi. Mereka berhasil menemukan pelakunya. Terungkapnya kasus ini menyebabkan hidup Claura berubah. Dia menjadi tahu jati dirinya yang sesungguhnya. Untung, selalu ada Annabelle di sampingnya. Ditambah dukungan dari Claudy yang menghiburnya. Duh, jadi penasaran! Cepat buka dan baca bukunya saja, yuk! Dijamin seru abis!

(Geus Rama S, Palembang)

H0re, 27 Juli 2014

Hidangan Lebaran di  Luar Negeri



Menu Lebaran ala Indonesia kurang lengkap tanpa kehadiran ketupat. Ketupat dengan berbagai variasi pelengkapnya, seperti opor, semur daging, sayur kacang selalu menghiasi setiap rumah di Indonesia ketika Hari Raya Idul Fitri.

Lalu bagaimana dengan di negara lain. Meskipun tidak semeriah di Tanah Air, setiap negara berpenduduk muslim di dunia juga banyak memiliki panganan khas yang disajikan ketika Lebaran, dari mulai bubur, roti hingga nasi.

Saudi Arabia


Nasi kabsa merupakan salah satu jenis nasi khas di daerah jazirah Arab yang dihidangkan dalam 1 piring/ nampan besar untuk dimakan oleh 4-7 orang.

Hidangan ini dibuat dari Beras (beras Basmati), cabe, daging, dan sayuran. Terdapat berbagai jenis nasi kabsa yang ditentukan dari bumbu dan cabai yang digunakan pada hidangan tersebut.

Adapun jenis-jenis nasi kabsa tersebut antara lain Nasi kabsa (Lada hitam, cengkeh, kayu manis, Jeruk hitam, Cardamom, almond).

Daging yang digunakan pada menu nasi kabsa ini bisa berupa daging ayam, daging sapi, daging unta, daging kambing, serta terkadang digunakan ikan dan udang.

Nasi ini juga sering disajikan pada momen-momen spesial, seperti Ramadan dan Idul Fitri.



India


India juga mempunyai menu khas bubur.

Seperti contohnya di Hyderabad yang merupakan tempat tinggal mayoritas kaum muslim di India.

Hyederabad mempunyai makanan khas yaitu bubur gandum tradisional bernama Hyderabad Haleem.

Bubur ini memiliki cita rasa pedas dan gurih. Umumnya Hyderabad Haleem tersaji dengan suwiran daging domba.

Rasanya gurih lezat karena menggunakan beberapa bumbu tradisional, Seperti jahe, bawang putih, kunyit, jinten, kayu manis, kapulaga, cengkeh, lada hitam dan lainnya.

Sedangkan bahan utama yang digunakan yaitu daging sapi atau kambing, kacang lentil dan gandum, ketiga bahan utama ini ditumbuk hingga menjadi butiran halus.

Secara tradisional Hyderabadi Haleem dimasak di api kecil dengan kayu bakar selama 12 jam dalam kuali.

Saat memasaknya, Haleem harus diaduk terus dengan kayu, biasanya membutuhkan dua orang untuk mengaduk hingga teksturnya lengket dan halus.

Untuk penyajiannya, harus dihidangkan selagi panas dan ditaburi bawang goreng yang renyah garing dan air jeruk lemon.

Namun bisa juga diberikan irisan telur rebus dan ketumbar cincang.

Turki



Turki adalah salah satu negara di Eropa dengan mayoritas kaum muslim. Makanan Turki sangat beragam akibat perpaduan budaya sehingga menghasilkan menu unik yang rasanya sedap.

Menu khas di Turki ini biasanya dimulai dengan Iftariye.

Iftariye adalah platter yang terdiri dari kurma, zaitun, keju, pastirma, sujuk, roti pide dan kue-kue lainnya.

Roti pide adalah roti spesial yang dijual khusus pada bulan Ramadan. Bentuknya menyerupai pizza dengan berbagai topping.

Dengan proporsi umat muslim mencapai 98 persen di negara tersebut, menu-menu khas tradisional semacam itu mendominasi sejumlah restoran dan rumah makan di kota-kota besar seperti Istanbul.

Beberapa restoran mewah bahkan mengemasnya dalam format fine dining yang dipadukan dengan suguhan musik khas Timur Tengah.



Di Istanbul, salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah Sultanahmet Square, tak jauh dari Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque). Di tempat itu, puluhan tenda-tenda restoran menyajikan aneka menu tradisional dengan berbagai hiburan seni yang khas.

Yordania





Menu Lebaran khas Yordania adalah Qatayef. Panganan ini semacam pancake atau serabi dengan aroma kayu manis. Biasanya terisi dengan kenari dan gula.

Orang Yordania juga menyajikan qatayef dengan sirup madu agar.

Makanan tradisional ini banyak dijual oleh pedagang kaki lima. Teksturnya yang lembut dan manis diselingi krenyes renyah butiran kacang saat dikunyah.

Untuk membuatnya, adonan Qatayef dituangkan ke dalam hot plate bulat mirip dengan pancake. Setelah matang adonan dilipat.

Kue ini juga diisi potongan keju tawar, jenis kacang yang bisa dicampurkan yaitu hazelnut, walnut, almond, dan pistachio.

Agar rasa Qatayef lebih sempurna, biasanya ditambahkan juga kismis, gula bubuk, vanili dan kayu manis.

Setelah itu dimasak kembali dengan digoreng atau dipanggang. Sentuhan akhirnya disiram sirup panas atau madu.

Friday, July 18, 2014

Cernak, 20 Juli 2014

Luki Temanku

oleh Benny Rhamdani



      "Panggil aku Luki," begitu ia selalu memperkenalkan dirinya. Nama panjangnya Yuli Lukita. Tetapi ia tak mau dipanggil Yuli ataupun Ita. Katanya, nama Luki lebih bagus, mirip-mirip nama anak lelaki.

       Luki temanku memang agak aneh. Ia senang melakukan apa yang dilakukan anak lelaki. Memanjat pohon, main kelereng, atau main layang-layang. Bahkan waktu istirahat di sekolah, ia tak pernah mau bergabung dengan anak perempuan sepertiku untuk main lompat karet. Luki lebih suka main benteng-bentengan atau galasin di halaman sekolah, bergabung dengan anak lelaki.

      Hubunganku dengannya tidak terlalu akrab. Lucu, ya? Soalnya kami duduk sebangku. Pernah sekali aku menegurnya karena rambutnya yang biasa dikuncir dua itu tahu-tahu dipotong pendek.

      "Kenapa kamu potong, Luk? Sayang kan. Rambut kamu kemarin itu bagus," kataku waktu itu.

      "Ah, aku malas berambut panjang. Gerah."

      "Tapi..."

      "Ala, sudah jangan cerewet kaya nenek-nenek! Ini kan rambutku. Jadi mau kuapakan rambut ini, ya terserah aku," sungut Luki.

      Sejak itu aku tidak mau lagi mengusiknya. Kubiarkan saja Luki dengan kebiasaan dan kesenangannya, selama kupikir tak mengganggu aku. Luki tetap aneh bagiku, sampai sekarang.

      Hari Rabu, jam pelajaran pertama adalah olah raga. Kami sekelas tentu saja senang. Setelah berganti pakaian olah raga, kami langsung berkumpul di halaman. Aku kaget ketika yang menghimpun kami bukannya Pak Jadi, guru olah raga kami, melainkan Bu Yayuk, Ibu Kepala Sekolah.

      "Pagi ini kalian olah raga sendiri. Pak Jadi tak bisa mengajar karena mesti mengikuti penataran. Nah, buat anak lelaki kalian boleh main bola kaki. Sedang anak putrinya boleh olah raga apa saja," seru Bu Kepala Sekolah.

      "Anak putrinya boleh ke ruang senam, Bu?" tanya Asti.

      "Boleh saja. Nah, Ibu harap tidak ada yang meninggalkan lapangan sebelum Ibu beri tahu," pesan Bu Yayuk. Setelah itu ia pergi meningalkan kami.

      Kami pun bersorak girang. Anak-anak lelaki langsung mengambil bola kaki dari ruang olah raga. Sementara aku bergabung dengan teman-teman perempuanku ke ruang senam.

      "Sandra, aku tidak ikut ke ruang senam ah," ujar Luki mencegat langkahku.

      "Memangnya kamu mau olah raga apa, Luk?" tanyaku heran.

      "Aku mau main bola kaki saja."

      Aku membelalakkan mata. "Itu kan mainan anak lelaki," timpalku.

      "Biar saja, aku juga bisa kok menendang bola. Atau jadi penjaga gawang."

      “Terserah kamu deh, kalau memang itu maupun. Eh, aku boleh nonton kamu main bola?" tanyaku sambil berbalik arah.

      "Kenapa tidak ikut main saja?" Luki malah balik bertanya.

      Aku merinding sambil membayangkan bola kulit yang siap menghantam tubuhku. 'Tidak, ah! Aku takut sama bolanya. Bola yang tidak kutakuti cuma bola bekel dan bola pingpong," jawabku setengah bergurau.

      Akhirnya aku tidak jadi ke ruang senam. Aku duduk di sisi lapangan. Luki benar-benar ikut main bola. Mulanya Joko menolak. Tetapi setelah adu mulut dengan Luki, akhirnya Joko memperbolehkan Luki ikut main bola kaki. Luki kelihatan senang sekali. Apa lagi ia menjadi penjaga gawang. Biarpun lapangannya lebih kecil dari lapangan sepak bola yang sebenarnya, tetapi aku tetap tidak mau seandainya diajak main bola.

      Pertandingan berjalan seru. Kedua kelompok saling menyerang bergantian. Sampai tiba ketika gawang yang dijaga Luki diserang. Luki tampak siap. Di depannya tampak Edwin menggiring bola. Kaki Edwin kemudian menendang bola itu dengan keras ke gawang. Aku melihat Luki berusaha menangkap bola itu, tetapi gagal. Bola itu menumbur pada perutnya.

Aku menjerit kaget. Mendadak aku kuatir karena kulihat Luki kesakitan memegang perutnya. Buru-buru kuhampiri Luki.

      "Sakit ya, Luk? Sudah jangan main lagi," usulku cemas.

      Luki mengangguk. Ia lalu bilang pada Joko tidak mau main lagi. Aku menuntunnya ke sisi lapangan.

      "Sakit sekali, Luk? Kita ke ruang P3K saja yuk. Kamu bisa berbaring di sana," aku memberi usul lagi.

      “Tidak usah. Kita duduk di sini saja." Ia lalu duduk di atas kursi yang tersedia di sisi lapangan. Aku memandangnya dengan penuh kecemasan.

      "Tadi kan sudah kubilang kalau permainan itu buat anak lelaki. Tapi kamu ngotot juga. Akibatnya begini. Perutmu tidak kuat kena serudukan bola," kataku. Kulihat Luki tidak begitu peduli dengan ucapanku. Ia malah asyik memandang ke tengah lapang menyaksikan permainan bola kaki.

      "Kamu kapok kan, Luk?" tanyaku.

      "Sama sekali tidak. Besok-besok aku pasti main bola lagi dengan mereka. Hari ini aku memang sedang sial saja, hingga perutku kena bola," jawab Luki membuatku terperanjat kaget.

      Ah, Luki... Luki. Ternyata kamu memang temanku yang aneh. Apa yang dikatakannya memang menjadi kenyataan. Besok-besok ia masih tetap menjadi Luki yang suka dengan permainan anak lelaki. Bahkan ia jadi tambah sering main bola kaki.

      Apakah di antara kalian ada yang mempunyai teman seperti Luki, temanku itu?

ARENA KKPK, 20 Juli 2014

Restoran yang Aneh


Judul: Restoran Horor

Penulis Wainadriya dkk

86 halaman





Saat sedang jalan-jalan di kota sambil menikmati lolipop, Nisa mendapatkan selebaran dari orang yang tidak dikenal tentang restoran baru. Restoran baru itu menawarkan makanan yang menggugah selera. Hari mulai sore. Nisa yang lapar dan lelah datang ke restoran tersebut. Ternyata, Nisa mengalami kejadian-kejadian aneh.

Selain cerita Winandriya Hanun Sadida di atas, ada juga kisah  dari Nada Laila Ayunindia  berjudul Es Va Trencar yang nggak kalah seu. Lalu,  Hafizah Salsabila dengan cerita Muffin Contest dan Helen Priskila dengan judul  Jail Putri.

Kayak apa ya cerita lainnya.  Aku nggak akan ngasih tahu biar kalian baca sendiri komik KKPK ini ya.


(Geus Rama S, Palembang)

 

HORE, 20 Juli 2014





Yuk, Kita Kenali Dampak Pertambangan

Adik-adik pernah mendengar istilah pertambangan? Ternyata meskipun banyak manfaatnya, pertambangan juga mengundang resiko yang tidak kecil bagi alam skitarnya. Apa saja ya?

Pertambangan merupakan proses pengambilan mineral dan logam dari bumi. Beberapa contoh jenis mineral yang menguntungkan bagi perusahaa tambang adalah emas, berlian, dan nikel. Umumnya, perusahaan tambang juga memberikan pendapatan bagi pemerintah serta kompensasi bagi para pekerjanya . Dibalik itu, operasi pertambangan memiliki efek negatif terhadap lingkungan .

Pembabatan Hutan


Sebelum sebuah situs ditambang umumnya berada di kawasan yang masih asri dan sulit untuk mendapat akses ke sana. Maka dibukalah jalur agar properti yang akan dipakai bisa sampai tujuan. Bisa dibayangkan sendiri apa yang harus dilakukan oleh perusahaan tambang. Ya, betul sekali. Pembabatan hutan (deforestasi). Padahal yang namanya pembabatan hutan akan mengurangi area layak huni bagi satwa liar. Bahkan kegiatan deforestasi skala besar juga dapat menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap kepunahan spesies langka serta endemik flora dan fauna . Dalam kasus banjir besar, masyarakat sekitar lebih rentan menderita akibat tanah longsor dan kerusakan infrastruktur .


Pencemaran Air


Bahan kimia yang digunakan untuk menggabungkan ekstraksi merupakan sumber penyakit lain. Apalagi bahan kimia sejenis merkuri dan sianida , yang memiliki efek berbahaya pada kesehatan manusia ketika tidak sengaja dikonsumsi . Dan itu terjadi ketika bahan kimia tersebut melewati pipa dari tambang yang dibuang ke sekitar area sumber mata air. Jelas, air yang terkontaminasi bisa menyebabkan ikan-ikan mati dan bisa membahayakan populasi mereka. Ketika ikan yang terkontaminasi dikonsumsi oleh hewan lain atau manusia, besar kemungkinan akan menderita masalah kesehatan juga.

Pengerukan Tanah dan Sungai 



Pengerukan tanah membuat lubang besar yang diisi dengan air terkontaminasi dari tambang . Lubang itu akan menjadi sarang berkembang biak nyamuk dan serangga pembawa penyakit lainnya, yang kemudian dapat menyebabkan penyebaran penyakit seperti demam berdarah. Ditambah pengerukan sungai sudah jelas menyebabkan pencemaran air juga.

Itu baru sebagian masalah yang ditimbulkan pertambangan untuk lingkungan. Tambang juga mengundang konflik perusahaan tambang dengan masyarakat sekitar mengenai perebutan lahan dan ruang publik.
Belum lagi ihwal kepemilikan perusahaan tambang yang mengeruk alam Indonesia. Mayoritas pertambangan di Indonesia dikuasai bangsa asing. Berarti keuntungan hasil tambang bukan dinikmati bangsa Indonesia, tapi negara lain. Hanya sedikit yang bisa dinikmati bangsa ini/

Nah, kalian pilih menyelamatkan lingkungan atau membiarkan operasai pertmbangan?

Friday, July 11, 2014

Arena KKPK, 13 Juli 2014

Ify dan  Tsunami

 


Judul: The Humming Sea
Penulis: Sesy Widya
108 halaman


Plaing enak mengisi bulan puasa dengan membaca buku. Sering nggak terasa waktunya. Apalagi kalau membaca buku KKPK yang ceritanya seru dan menegangkan. Contohnya kisah Ify ini.

Ify bersama keluarganya pindah dari kota Bandung ke kota Bengkulu. Ayah Ify pindah tugas ke sana. Di Bengkulu, mereka tinggal di tepi pantai yang indah. Ify sangat senang. Setiap hari dia dapat melihat indahnya pantai dan bermain pasir bersama teman-temannya. Hingga suatu hari, terjadi gempa bumi di tempat tinggal Ify. Diramalkan, gempa bumi itu menimbulkan tsunami. Semua panik. Suasana menjadi kacau balau. Ify dan keluarganya berusaha menghindar. Tapi, di belakang mereka, gelombang laut yang tinggi tampak mengejar. Suaranya bergemuruh. Tiba-tiba ... semuanya menjadi gelap.

Tsunami! Tsunami! Tsunami! Peristiwa itu selalu terbayang dalam ingatan Ify. Bagaimana kisah Ify saat mengalami bencana tersebut? Apakah dia berhasil selamat?

Kalau pengen tahu cerita kompletnya, baca sendiri ya. Nggak seru kalau diceritakan semua di sini.


(Geus Rama S, Palembang)

Cernak, 13 Juli 2014

Sehari di Rumah Tami



Sudah lama sebenarnya Tami mengajak aku untuk menginap di rumahnya. Tapi baru kemarin aku berani mengajukan izin pada Papa. Senang sekali rasanya ketika Papa mengizinkanku untuk menginap sehari di rumah Tami .


   "Tapi kamu jangan sampai I merepotkan orang tua Tami nanti," pesan Mama ketika aku bertanya padanya.

    Berita itu segera kusampaikan pada Tami pagi tadi di sekolah. Ia kelihatan senang sekali. Selama ini kami memang bersahabat akrab. Sayang kami cuma bisa bermain bersama di sekolah saja, lantaran jarak rumahku dan rumah Tami berjauhan.

    Dan Sabtu sore ini, Papa mengantarkan aku ke rumah Tami. Sebelum pulang Papa sempat berbincang-bincang dengan Pak Surya, ayah Tami. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, soalnya Tami sudah menarik tanganku menuju kamarnya.

    "Ini kamarku. Kecil kan? Tapi kuharap kamu suka menginap di sini," kata Tami begitu sampai di kamar.

    'Tentu saja," balasku. Kamar Tami memang tidak sebesar kamarku, perabotan yang ada pun cuma lemari yang juga berfungsi sebagai meja belajar, lemari kecil tempat pakaian, dan tempat tidur berukuran sedang. Semuanya teratur rapi.

    "Apakah kamarmu selalu dalam keadaan rapi begini?" tanyaku, setelah membandingkan dengan kamarku yang selalu acak-acakan. Kamarku baru rapi jika Bik Sum merapikannya.


    "Ya. Kamar yang acak-acakan akan membuat kita tidak betah berada di situ. Lagi pula Ibu akan menegurku bila kamarku acak-acakan. Seperti kandang ayam, kata ibuku," tutur Tami membuatku jadi malu sendiri membayangkan keadaan kamarku. Untung Tami tidak tahu kamarku. Kamarku seperti kapal pecah, buku-buku kadang bergeletakan di mana-mana, juga boneka dan mainan yang sering tidak kukembalikan ke tempatnya lagi.

    Sampai menjelang makan malam, aku dan Tami berada di kamar. Bermacam yang kami lakukan, mulai dari membaca buku cerita sampai main halma. Rasanya waktu cepat berjalan, tahu-tahu Bu Surya sudah memanggil kami untuk makan malam. Saat makan malam itulah aku dikenalkan pada keluarga Tami. Ada Mas Widi, Mbak Nuri, dan orang tua Tami tentunya.

    Usai makan malam, kami berkumpul di ruang tengah. Ada sedikit perdebatan seru di antara mereka. Keluarga Tami rupanya sedang merencanakan apa yang akan dilakukan hari Minggu besok.

    "Ayah putuskan besok kita melakukan korpre" kata Pak Surya akhirnya. Kulihat yang lain tidak ada yang membantah. Semua setuju.

    Aku sendiri masih bingung, apa sih korpre itu? Malam sebelum tidur aku langsung menanyakan kata asing itu kepada Tami.

    "Oh, korpre itu artinya kerja bakti. Aku sendiri tidak tahu bahasa apa itu. Tapi Ayah sering rriemakai kata itu, jadi kebiasaan," jelas Tami.

    "Oh, jadi besok kita akan kerja bakti. Wah, pasti melelahkan ya?" gumamku. Di rumah aku kan tidak pernah bekerja apa pun. Ada Bik Sum yang mengurus rumah, juga Mang Aam yang mengurus halaman rumah.

    'Tidak capek sekali. Pekerjaan yang berat dilakukan oleh Ayah dan Mas Widi. Kita yang kecil-kecil saja. Biasanya, setelah korpre kita akan makan bersama di kebun samping," tambah Tami.

    Aku manggut-manggut. Ya, kutunggu saja apa yang akan terjadi besok.

    Pagi harinya aku bangun setelah tubuhku diguncang-guncang oleh Tami.

    "Di rumah kamu biasa tidur sampai siang ya?" tanya Tami setelah aku bangun.

    "lya, kalau hari Minggu aku malas bangun pagi."

    "Wah, itu kebiasaan buruk. Sudah bangun! Kita rapikan tempat tidur dulu!" Seru Tami kemudian. Kami segera merapikan tempat tidur. Kalau di rumah pekerjaan seperti itu adalah urusan Bik Sum.

    "Kita jangan mandi dulu. Cuci muka dan gosok gigi, sarapan, dan bersiap-siap untuk mulai korpre. Mandinya setelah korpre nanti," kata Tami begitu melihat aku mengambil perlengkapan mandiku yang kubawa dari rumah.

    Aku menuruti kata-kata Tami.

    Tepat pukul tujuh acara kerja bakti dimulai. Pak Surya dan Mas Widi kerja bagian luar, memangkas pohon, membersihkan pekarangan dan membakar sampah. Sementara aku, Tami, dan Mbak Nuri mengerjakan pekerjaan di bagian dalam. Menyapu, mengepel, membersihkan kaca, serta membersihkan perabotan-perabotan rumah dari debu. Meski capek, tapi aku senang sekali. Apalagi sesekali Tami melucu.

    Pekerjaan membereskan pekerjaan rumah selesai bertepatan dengan Bu Surya tiba dari pasar. Segera saja kami beralih ke dapur membantu Bu Surya. Aku kagum sekali melihat Tami cekatan membantu ibunya. Ia hapal sekali beraneka ragam jenis bumbu dapur. Sedangkan aku, sewaktu Mbak Nuri meminta aku mengambilkan jahe, malah memberikan kunyit.

    "Makanya harus sering membantu di dapur," kata Mbak Nuri kemudian membuat mukaku pucat.

    Beres membantu di dapur kami membersihkan badan. Huh, segar rasanya badan. Dan lebih menyenangkan lagi karena setelah itu aku ikut bergabung dengan keluarga Tami makan di kebun samping rumah. Benar-benar nikmat.

    Sayang Papa menjemputku tidak lama kemudian. Mau tidak mau aku segera pamit kepada Tami dan orang tuanya.

    "Jangan kapok main ke sini, Yuli," pesan Tami sebelum aku meninggalkannya.

    Dari dalam mobil aku melambaikan tangan. Rasanya berat juga pulang ke rumah saat ini.

    "Bagaimana? Menyenangkan, Yuli?" tanya Papa.

    "Senang sekali. Kapan-kapan gantian Yuli yang ngundang Tami, boleh kan, Pa?" tanyaku berbalik.

    "Boleh saja. Tapi kamu harus berusaha agar nanti Tami senang menginap di rumah," pesan Papa.

    Aku mengangguk. Aku berjanji akan segera menyiapkan hal itu. Banyak sudah yang kudapatkan setelah menginap di rumah Tami , meskipun cuma sehari. ***  

oleh Benny Rhamdani

HORE, 13 Juli 2014



Dua Jam Keliling Thailand

Berkunjung ke Thailand dalam waktu terbatas tapi ingin melihat banyak bangunan bersejarah? Mudah. Datanglah ke Ancient Siam (Siam Kuno) yang berada di Samuth Prakan, pinggir kota Bangkok. Lokasi ini belum begitu popular bagi pelancong Indonesia, bahkan beberapa warga Bangkok ketika  ditanya mengaku belum pernah ke sana.

Dari Bangkok untuk menuju lokasi yang lebih dikenal dengan nama Muang Boran ini bisa dengan naik BTS menuju Bearing dengan ongkos 40 baht, lalu melanjutkan dengan taksi.

Setelah membayar tiket masuk seharga 500 baht,  pengunjung dipersilahkan memilih kendaraan yang dipakai untuk mengelilingi Ancient Siam. Dengan luas 320 hektar, taman yang mulanya akan dibangun lapangan golf ini, tidak mungkin dikelilingi dengan jalan kaki. Pengunjung bisa memilih naik bus terbuka atau bersepeda. Naik kereta memang nyaman, tapi tidak bisa berlama-lama di satu anjungan. Akhirnya, pilihan saya adalah bersepeda.




Bersepeda tidak disarankan bagi yang jarang berolahraga karena jarak yang cukup panjang serta suhu udara yang panas. Pengunjung bisa menyewa mobil golf dengan tarif 150 baht untuk dua kursi, 300 baht untuk 4 kursi, dan 450 baht untuk yang 6 kursi. Tarif dihitung per jam.

Ancient Siam dijuluki juga museum  outdoor terbesar di dunia. Ketika masuk pengunjung dari Indonesia pasti akan merasa seperti ke Taman Mini di Jakarta. Bedanya, di Taman Mini menonjolkan anjungan provinsi dengan rumah adatnya. Sementara di Ancient Siam menampilkan 116 replikasi bangunan dan monumen bersejarah di seluruh Thailand yang jika ingin ditemui aslinya tidak akan cukup waktu 2-3 hari. Ukuran replikasi ada yang sesuai aslinya, ada pula yang diperkecil skalanya.

Anjungan pertama yang bisa disinggahi adalah The Stupa of Phra Maha That, Ratchaburi, kemudian model pasar gaya lama di pedesaan Thailand lengkap dengan rumah adatnya. Di tempat ini pengunjung bisa membawa oleh-oleh khas Tahiland. 

 
Pengunjung juga bisa melihat  duplikasi komplek Dusit Maha Prasat Palace  atau yang lebih dikenal dengan nama The Grand Palace yang nyaris mirip dengan aslinya, termasuk taman di sekitarnya. Begitu pula dengan istana putih bernama Sanphet Prasat Palace. Meskipun hanya duplikasi, pengunjung pasti akan terkagum dengan detail yang dibuat mirip dengan aslinya.

Tak seberapa jauh, pengunjung dapat menemukan bangunan unik terdiri dari susunan bata merah. Rupanya inilah replika reruntuhan Kerajaan tua  Ayutthaya. Nah, kalau turis Indonesia mau ke tempat aslinya, butuh waktu berjam-jam untuk sampai dari Bangkok.

Selain bangunan istana dan kuil, di taman luas yang bentuknya menyerupai siluet peta negara Thailand ini dapat juga dilihat begitu banyak patung menawan. Misalnya saja patung kisah Ramayana berwarna putih dilengkapi danau dan air terjun kecil.

Dari semua anjungan, banyak pengunjung menyukai replikasi The Hall of the Enlightened. Atapnya yang berwarna keemasan dan hijau langsung menarik mata dari kejauhan. Untuk masuk ke bangunan utama, pengunjung harus menapaki jembatan melewati danau. Di bangunan utama terdapat sejumlah patung Budha. Tempat ini sangat cocok untuk lokasi pemotretan.

Floating Market

Katanya, belum ke Thailand kalau tidak pasar terapungnya. Tapi dari Bangkok cukup memakan waktu. Untunglah di Ancient Siam ini ada tiruannya.

Di anjungan floating market, pengunjung benar-benar bisa merasakan hal yang sama dengan aslinya. Ada danau buatan dikelilingi bangunan khas Thailand. Tentu saja lengkap dengan pedagang jajanan di atas perahu dan tempat makan di sekitarnya. Ada pula jembatan yang membuat lokasi ini benar-benar menyenangkan, terutama untuk foto-foto narsis. Jika dipasang di Facebook, orang akan mengira kita benar-benar berkunjung ke floating market asli.

Sepanjang perjalanan mengelilingi Ancient Siam, sebagian besar bangunan yang dilihat berhubungan dengan agama Budha dan Hindu. Tapi jangan khawatir, pengunjung yang ingin sholat  bisa menemukan mushola di anjungan floating market. Walaupun kecil, tapi bersih. 

Berkeliling ke Ancient Siam, selain mendapat pengetahuan sejarah dan budaya Thailand, juga mendapat sehat karena mengelilinginya sambil bersepeda. Tapi disarankan datang di pagi hari, biar tidak merasa kepanasan.