Friday, August 14, 2015

Hore, 16 Agustus 2015




Aneka Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun diisi berbagai perlombaan. Pesertanya bisa dari anak sampai orang dewasa. Eh, tapi tidak semua lomba cocok untuk anak-anak. Lomba gigit uang logam misalnya, khawatir logamnya nanti tertelan.

Nah ini ada lima lomba yang biasanya diperutukkan untuk anak-anak. Apa saja ya?



Makan Kerupuk


Panitia perlombaan menyiapkan kerupuk sejumlah jumlah peserta yang digantung dengan tali secara berjejer kepada sebuah tali panjang. Para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing, dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya. Tantangan dari lomba ini adalah, peserta tidak diperbolehkan menggunakan tangan - dalam memakan kerupuk, peserta hanya diperbolehkan menggunakan mulutnya.




Balap Karung


Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.



Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk.


Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini


Lari Kelereng


Lari kelereng adalah salah satu perlombaan yang dilaksanakan pada perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Peserta harus menggigit sendok lalu menyimpan kelereng di atas sendok. Peserta harus berjalan cepat setengah lari menjaga kelereng agar tidak jatuh. Apabila kelereng jatuh dari sendok dinyatakan kalah. Siapa yang sampai lebih dulu dinyatakan menang.


Tarik Tambang


Pertandingan melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih peserta. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah.

 

Taktik permainan terletak pada penempatan pemain, kekuatan tarik dan pertahanan tumpuan kaki di tanah. Pada umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ditempatkan di ujung tali, untuk menahan ujung tali saat bertahan atau menghentak pada saat penarikan.

 Tangkap belut

Siapa saja bisa melakukan permainan ini asal peserta lomba tidak takut atau geli dengan binatang ini. Tahu kan bagaimana rasanya memegang belut yang sangat licin. Bayangan kita pasti ke ular... Sedangkan membayangkan ular pasti nyali kita akan semakin menciut.



 Jika bermain belut pasti peserta pertama akan mengalami kesulitan karena belutnya masih lincah dan gesit, sedangkan untuk peserta berikutnya pasti akan jauh lebih mudah memegangnya daripada peserta sebelumnya karena belut pasti sudah lemas. Kecuali jika setiap partai atau setiap ganti peserta lomba,belut juga diganti dengan yang baru. Ini baru adil namanya,




No comments: