Friday, May 28, 2010

30 Mei 2010


Princess Rosella

oleh Benny Rhamdani

Princess Rosella tengah bersedih hati. Dia baru saja mendengar salah satu daerah di kerajaannya dilanda bencana banjir. Penyebabnya, sebuah bendungan yang sudah lama berdiri, tiba-tiba jebol.

Princess Rosella segera minta izin kepada Baginda Raja untuk mengunjungi wilayah yang dilanda bencana itu. “Ayahanda, bolehkah aku pergi ke sana membantu rakyat yang menjadi korban bencana banjir?” pinta Rosella.

Ayahanda mengizinkan Princess Rosella asalkan tetap waspada dan berhati-hati.

Princess Rosella kemudian pergi dengan rombogan prajurit istana yang akan member bala bantuan keesokan harinya. Jaraka yang jauh membuat Princess Rosella harus berada di atas keta kuda selama seharian.

“Lihatlah di luar sana, ada air terjun yang indah sekali,” seru seorang dayang yang menemani Princess Rosella.

“Ya, sangat indah,” puji Princess Rosella.

“Bagaimana kalau kita berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan indah ini?” pinta dayang lainnya.

“Jangan sekarang. Kita harus segera tiba di daerah bencana,” tolak Princess Rosella.
Rombongan terus berjalan. Tak berapa lama mereka melewati daerah padang unga yang snagat indah.

“Princess Rosella, bunga-bunga itu cantik sekali. Bagaimana kalau kita erenti sebentar untuk memetik bunga-bunga itu?” pinta seorang dayang.

“Nanti saja. Kita jangan membuang waktu untuk segera menolong orang yang dilanda bencana,” kata Pincess Rosella.

Rombongan terus berjalan. Mereka kemudian melewati sebuah hutan yang ditumbuhi pohon jeruk dan apel. Pohon-pohon jeruk dan apel itu sedang berbuah lebat.

“Princess Rosella, bisakah kita berhenti sebentar untuk memetik buah-buahan?” pinta dayang.

“Tidak, dayang-dayang. Kita harus segera tiba di lokasi bencana,” lata Princess Rosella.

“Tapi kita bisa membawakan uah-buahan itu untuk korban bencana,” kata dayang lainnya.

“Bekal b antuan yang kita bawa sudah banyak. Kita tidak perlu memetik buah-buahan itu. Walau nanti makanan yang dibawa banyak, tapiuntuk apa jika terlambat tiba di sana?” balik Princess Rosella.

Rombongan terus berjalan sampai menjelang sore tiba di daerah bencana.

Para penduduk yang menjadi korban bencana tampak bahagia ketika melihat rombongan pemberi batuan tiba. Apalagi mereka melihat Princess Rosella juga datang.

Tenda-tenda darurat segera didirikan. Princess Rosella tidak tinggal diam. Dia ikut membantu korban bencana yang terluka dan sakit.

Saat matahari tenggelam, para korban sudah dimasukan ke tenda sehingga terlindung dari angin.

“Princess, segeralah masuk ke tenda khsuus. Hari sudah malam,” kata dayang.

Princess kemudian melihat sebuah tenda besar berdiri dengan warna yang mencocolk. Begitu masuk ke dalam tenda itu, ia melihat aneka perabotan mewah di dalam,nya, bahkan ada ranjang empuk yang mewah dan makanan mewah pula.

“Bagaimana aku bisa tinggal di tenda mewah ini sementara yang lain kesakitan?” tanya Princess Rosella.

Dia malah meminta sejumlah korban yang sudah tua renta untuk tinggal di tenda mewahnya. Princess Rosella malah tidur satu tenda dengan korban bencana lainnya.

Melihat semangat yang dilakukan Princess Rosella, para parjurit dan dayang-dayang jadi ikut bersemangat. Mereka terus membantu para korban bencana.

Bukan cuma itu,para korban bencana pun jadi ikut smengat. Mereka tidak mau bersedih terlalu lama dengan bencana yang telah menelan harta benda mereka.

Ya, itulah kehebatan Princess Rosella. Semua rakyat jadi mencintainya. Beberapa tahun kemudian ketika Princess Rosella emimpin kerajaan, semua rayat menyambut gembira. Mereka tahu, pemimpin kerajaan mereka adalah seorang yang berhati mulia.

^_^

Hore, 30 Mei 2010




Balon, Mulanya Persembahan Dewa

Balonku ada lima … Kalian tahu lagu itu, kan? Nah, sekarang bagaimana kalau kita cari tahu tentang balon. Soalnya, benda satu ini warna dan bentuknya makin lama semakin menggemaskan.

Balon adalah sebuah kantung fleksibel yang umumnya berisikan gas seperti helium, hidrogen, nitrat oksida dan udara, Beberapa jenis balon benar-benar murni digunakan sebagai elemen dekorasi, sedangkan jenis lainnya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu.

Balon-balon pertama dibuat dari bahan mirip membran yang berasal dari hewan (animal bladder). Balon-balon modern dibuat dari bahan semacam karet, lateks, chloroprene dan nilon. Balon modern ditemukan oleh Michael Faraday pada tahun 1800-an, akan tetapi produksi massal balon belum terjadi sampai akhir tahun 1930-an.

Sejarah pembuatan balon

Meski mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, referensi tentang balon ternyata sulit ditemukan. Namun menurut Jean Merlin, Kaufman, dan Greenverg (1994), masyarakat Aztec-lah yang pertama kali membuat balon. Bahan bakunya usus besar kucing, dan tujuannya sebagai persembahan bagi dewa.

Namun ada pendapat lain, balon sederhana zaman dulu dibuat dari kandung kemih hewan yang diisi air. Kabarnya itu pernah dicatat selama masa Renaisans (abad XIV - XVI) di Eropa.
Karena kesulitan itu, tak jarang, kisah dongeng pun jadi acuan. Salah satunya, kisah "Moby-Dick" (1851) yang menyebut, "… gas dimasukkan di dalamnya. Ia pun membengkak mencapai ukuran luar biasa, menjadi semacam balon binatang."

Bagian-bagian tubuh binatang, khususnya kandung kemih, usus, dan perut menjadi "bahan" utama balon kuno. Konon, usus punya kelebihan. Bisa fleksibel dibentuk. Namun tentunya binatang berbeda akan memberikan ukuran yang berbeda pula.


Bagaimana cara membuatnya? Jean Merlin, Kaufman, dan Greenverg menuturkannya begini, "Bersihkan usus besar dengan hati-hati, baliklah, lalu jahit dengan serat tanaman khusus. Hebatnya, serat ini akan kuat lekat menempel setelah mengering karena dijemur sinar matahari. Hasilnya, 'balon' yang benar-benar kedap udara. Selanjutnya, tiuplah.

Menurut Jacques Dupin Grouvhard dalam The Mayanaise Connection, proses pembuatan demikian perlu waktu beberapa hari. Betapa pun dalam pemilihan bahan utama suku Maya juga menggunakan organ yang sama, meski memilih mengambil dari anjing atau keledai.

Balon berbahan baku karet

Bagaimana dengan bahan utama karet, seperti yang kita kenal sekarang? The Book of First karya Patrick Robertson, Bramhall House, NY (1978), menyebut nama Michael Faraday sebagai pembuat balon karet pertama tahun 1824. Pembuatan balon itu sebenarnya dalam kaitan dengan percobaannya menggunakan hidrogen di Royal Institution di London.

"Karet lateks amat elastis. Maka, kantung lateks bisa melar, dinding kantungnya sampai menjadi cukup transparan. Malah, bila diisi hidrogen, ia menjadi ringan dan bisa terbang," ujarnya dalam "Quarterly Journal of Science" di tahun yang sama.

Cara membuatnya pun sederhana. Dua lembar karet dipotong bulat, ditumpuk, lalu dipres sisinya. Otomatis karet melunak, dan menempel. Bagian dalam antara dua lembaran itu dibedaki tepung agar tidak saling lengket.

Evolusi balon karet sebagai mainan ternyata tidak perlu menunggu terlalu lama. Pada tahun berikutnya, balon mainan sebagai produk massal baru sudah diperkenalkan oleh produsen perintis karet Thomas Hancock. Tapi bentuknya berupa satu set alat yang terdiri atas sebotol karet cair dan alat tiup. Baru tahun 1847 balon mainan yang lebih tahan terhadap perubahan temperatur, dibuat pertama kali oleh J.G Ingram dari London. Balon itu bisa disebut prototipe balon modern.

Balon terus berkembang, baik variasi bentuk maupun kualitasnya, sehingga tidak mudah meletus. Malah ada produsen yang menyebut balonnya modern, karena " … dibuat dari karet alami ramah lingkungan, yakni lateks pohon Hevea. Dengan proses alamiah ia akan hancur. Secepat membusuknya dedaunan, karet itu akan menjadi vitamin bagi tanah."

Lalu, muncul seni "patung" balon dari balon panjang. Seni itu dimulai sejak tahun 1920-an, tapi baru populer setelah PD II. Terlebih setelah diproduksi balon pensil, yang amat langsing.
Mengenai bentuknya balon? Apapun bisa dibuat. Malah di beberapa negara sering digelar kontes yang menunjukkan begitu beragamnya hasil olah kreativitas dan keterampilan peserta.

Balon sebagai kendaraan

Balon dapat pula digunakan sebagai kendaraan, misalnya balon udara panas dan balon Zeppelin. Balon udara panas adalah teknologi penerbangan pertama oleh manusia, ditemukan oleh Montgolfier bersaudara di Annonay, Perancis pada 1783. Penerbangan pertama dengan manusia diadakan pada 21 November 1783, di Paris oleh Pil√Ętre de Rozier dan Marquis d'Arlandes. Balon udara panas dapat dikendalikan dan bukan hanya dibawa angin yang dikenal dengan airship atau thermal airship.


Rekor ketinggian yang dicapai oleh balon berawak adalah 34,668 m. Balon tersebut dibuat oleh Malcom D. Ross dan Victor E. Prather yang terbang melewati teluk Mexico pada tahun 1961
Rekor ketinggian yang dicapai oleh balon tidak berawak adalah 51,8 km seperti tercantum dalam buku Guinnes edisi 1991. Kendaraan ini adalah suatu Balon-Winzen dengan volume 1,35 juta meter kubik, yang diluncurkan pada bulan Oktober 1972 di Chico, Kalifornia, Amerika Serikat. Hal ini adalah nilai ketinggian paling besar yang sampai saat ini pernah dicapai oleh suatu obyek terbang yang memerlukan udara di sekitarnya. Ketinggian yang lebih besar nilainya hanya dapat dicapai oleh kendaraan balistik seperti roket, pesawat roket dan projektil.


Nah, kalian suka balon warna apa?

(ben)

Friday, May 21, 2010

Cernka, 23 Mei 2010


Princess Lotusya


Princess Lotusya sangat senang bermain di sisi telaga yang letaknya agak jauh di luar istana. Princess Lotusya bermain selalu ditemani dayang-dayang.


Suatu hari ketika Princess Lotusya sedang bermain sendiri, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi dari tengah telaga.


“Suara bayi siapa itu? Sepertinya dari tengah telaga,” kata para dayang.


Princess Lotusya segera mendayung sampannya ke tengah telaga. Ia terkejut ketika melihat sebuah keranjang mengapung di telaga. Keranjang itu berisi seorang bayi. Princess Lotusya segera membawa bayi itu bersamanya ke sisi telaga.


“Aduh, bayi siapa ini?” tanya para dayang sambil mendekat.


“Sepertinya dia kehausan atau kelaparan. Kita harus membawanya ke istana,” ajak Princess Lotusya bingung.


Mereka kemudian kembali ke istana dengan tergesa-gesa. Langkah pertama yang dilakukan Princess Lotusya adalah menenangkan bayi itu. Seorang pelayan istana kebetulan memiliki bayipula yang sedang menyusui. Karenanya Princess Lotusya meminta pelayan bernama Bu Yuka untuk menyusui bayi itu.


“Baiklah, aku akan menyusuinya,” kata Bu Yuka sambil menggendong bayi lelaki itu.


Tapi ketika Bu Yuka melihat gelag di kak bayi itu, Bu Yuka langsung menolak menyusuinya.


“Maaf, Princess Lotusya. Bayi ini berasal dari Suku Berryz, sedangkan saya dari Suku Simyan. Peraturan suku kami adalah tidak boleh membantu suku mereka sekecil apapun,” kata Bu Yuka.


Princess Lotusya menarik nafas. Dia memang pernah mendengar, di negerinya ada dua suku yang selalu berselisih. Keduanya sama-sama merasa suku paling unggul dari yang lain. Akhirnya, mereka justru saling memusuhi.


“Bayi ini mungkin memang dari Suku Berryz. Tapi percayalah, bayi ini tidak tahu apa-apa soal permusuhan ayah, ibu, kakak, atau bahkan nenek moyangnya dengan suku lainnya. Dia juga tidak minta dilahirkan di Suku Simyan. Tolonglah dia. Anggaplah dia adalah bayimu sendiri,” kata Princess Lotusya.


Bu Yuka berpikir sebentar. Akhirnya, dia mau juga menyusui bayi yang masih menangis itu.


“Tapi tolong, jangan katakan kepada siapapun dari suku saya soal ini,” kata Bu Yuka.


Princess Lotusya mengangguk. Untunglah di istana hanya ada lima orang sesuku dengan Bu Yuka. Mereka juga tidak tahu yang telah dilakukan Bu Yuka.


Setelah bayi itu disusui, tangsinya pun mereda. Princess Lotusya kemudian menitahkan pengawal kerajaan mencari tahu orangtua dari bayi itu. Untunglah tanda gelang di kakinya memudahkan pencarian. Para prajurit istana segera mendatangi wilayah suku Simyan.


Ternyata bayi itu adalah cucu dari Kepala Suku Simyan. Dia sangat senang mendengar kabar cucunya selamat.


“Anakku bersama isterinya sedang bermain di telaga dengan perahu. Tapi tiba-tiba perahu bocor. Padahal mereka tidak bisa berenang. Akhirnya mereka tenggelam. Kami sudah mencari bayinya, tapi rupanya diselamatkan Princess Lotusya,” kata Pak Hatiche.


Pak Hatiche kemudian ke istana. Untuk menejemput cucunya. Bayi itu masih bersama Princess Lotusya.


“Terima kasih, Princess Lotusya. Cucvuku selamat karena pertolongan Princess,” kata Pak Hatiche.


“Berterimakasihlah kepada Bu Yuka. Dia yang menyusui bayi ini ketika kelaparan tadi,” kata Princess Lotusya sambil menunjuk Bu Yuka.


Pak Hatiche menatap Bu Yuka. Dari anting yang dipakai Bu Yuka, Pak Hatiche segera mengenali Bu Yuka dari Suku Berryz.


“Bu Yuka, terima kasih kuucapkan. Mengapa kau mau menolong bayi ini? Padahal kamu pasti tahu bayi ini dari suku yang bersleisih dengan suskumu,” kata Pak Hatiche.


“Saya adalah seorang ibu dan tahu benar bagaimana perasaa ibu bila melihat bayinya menangis karena lapar dan haus. Karena itu saya mau menyusui bayi itu. Tadi Princess Lotusya juga mengingatkan saya agar tidak memikirkan perselisihan yang ada. Biarlah orangg tuanya tidak mau berdamai, tapai anak-anak jangan sampai ditumbuhi bibit kebencian,” kata Bu Yuka.


Pak Hatiche mengangguk haru.


Princess Lotusya kemudian meminta Baginda Raja untuk mengumpulkan tokoh penting dari kedua suku. Mereka kemudian diminta membuat perjanjian perdamaian.Kedua suku ini tidak boleh lagi berselisih karena akan menimbulkan kebencian, dan kebencian akan menimbulkan dendam yang terus menerus.

^_^

HORE, 23 Maret 2010




Kecap Si Penyedap

Kalian tahu rasanya kecap? Manis, kan? Sebenarya rasa asli kecap tidak manis. Tapi karena kebanyakan orang Indonesia suka rasa manis, maka lahirlah kecap manis.

Kecap sudah dikenal di Negeri Tiongkok sejak sekitar 2500-3000 tahun yang lalu. Aromanya yang harum dan citarasanya yang gurih membuat kecap diterima luas sebagai bumbu masak utama dalam budaya kuliner Asia. Kecap dianggap sebagai kondimen dan bumbu masak yang dapat meningkatkan gairah makan. Di Indonesia, kecap tersedia mulai dari penjaja makanan di kaki lima, hingga di meja restoran hotel berbintang. Dapatkah kita bayangkan sate, soto, tahu goreng, atau bubur ayam tanpa kecap?




Kecap diduga berasal dari koechiap atau ke-tsiap. Dalam dialek Kanton modern diucapkan sebagai gwaijap. Secara umum berarti kuah ikan atau saus ikan. Istilah ketchup di dalam bahasa Inggris pun diduga keras berasal dari koechiap karena dalam dialek Hanzi artinya saus terong kecil alias tomat.

Proses Pembuatan Kecap

Bahan utama kecap adalah kedelai. Kecap dapat dibuat dengan cara fermentasi kedelai atau hidrolisis asam. Namun, cara fermentasi merupakan cara yang paling populer. Hidrolisis berpotensi menimbulkan kerusakan gula dan asam amino, sehingga citarasanya kurang baik.


Kedelai dicuci dan direndam selama 12 jam di dalam air, kemudian direbus selama 4-5 jam sampai lunak. Setelah direbus, kedelai ditiriskan di atas tampah. Di masa lalu, kedelai yang ditiriskan ditutup dengan karung goni. Karena karungnya sudah sangat sering dipakai, maka tumbuh spora atau kapang yang berfungsi sebagai ragi. Sekarang, dalam skala industri, dipergunakan ragi yang lebih higienis.

Setelah dua minggu, kedelai terfermentasi diremas-remas agar terpisah dari kulitnya, kemudian dimasukkan ke dalam tong dari kayu atau plastik, dan dicampur dengan larutan garam. Campuran kedelai terfermentasi dan larutan garam ini dibiarkan selama dua minggu lagi – atau bisa juga lebih lama, tergantung pada kualitas yang diingini. Proses fermentasi inilah yang membuat kandungan zat gizi kedelai lebih mudah dan lebih cepat dicerna, sehingga bermanfaat bagi manusia.

Setelah cukup waktu, cairan disaring menjadi kecap asin – kadang-kadang juga ditambah sedikit gula dan rempah-rempah. Kecap asin dari kedelai adalah bentuk umum kecap di Asia.

Karena bahan utamanya adalah kedelai, kecap mengandung zat gizi – lemak, karbohidrat, vitamin, mineral – yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.



Sejarah Kecap Manis


Di Indonesia – khususnya di Jawa – populer satu jenis kecap yang rasanya manis dan konsistensinya kental.

Tidak tercatat secara persis bagaimana sejarah kelahiran kecap manis di Jawa. Tetapi, di dalam buku tulisan Sir Thomas Stamford Raffles berjudul The History of Java, sudah ada catatan tentang kedelai dan kecap. Bahkan, naskah klasik Serat Centhini pun menyebut adanya tempe yang dibuat dari kedelai. Artinya, kedelai, tempe, dan kecap sudah ada di Jawa pada abad ke-18. Diduga, pelaut dan peniaga dari Negeri Tiongkok yang mencari sirip hiu di perairan Indonesia juga memerkenalkan kedelai kepada petani di negeri kita.

Sayangnya, kultuurstelsel yang dijalankan Pemerintah Hindia-Belanda di masa lalu hanya berfokus pada tebu, karet, tembakau, teh, dan kopi. Kenyataan sejarah inilah yang mungkin membuat Indonesia hingga kini mengalami kekurangan pasokan kedelai.

Kecap manis adalah campuran dari kedelai fermentasi, larutan garam, dan gula merah atau gula jawa yang dibuat dari tetes kelapa. Selain gula jawa, ditambahkan juga berbagai rempah untuk meningkatkan kegurihan dan aromanya. Diduga, kecap manis pada awalnya dibuat oleh kaum Tionghoa untuk menyesuaikan dengan lidah Jawa yang menyukai masakan bernuansa manis.

Di Tangerang, dekat Jakarta, kaum Cina Benteng (sebutan bagi keturunan Tionghoa di kawasan ini, berwarna kulit agak gelap) memiliki tradisi pembuatan kecap manis yang khas dan dipertahankan hingga kini dengan sebutan “kecap benteng”. Selain di Tangerang, di Jawa Tengah dan Jawa Timur pun masih banyak pabrik kecap yang dioperasikan keluarga Tionghoa secara turun-temurun.

Di kawasan Pecinan Jakarta, juga ada kecap manis merk Jembatan yang masih banyak diburu penggemar favoritnya. Merk ini masih dibuat dalam skala rumahan dan tidak ada jaminan akan berlangsung lama lagi. Beberapa pabrik kecap rumahan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pun mulai menghentikan operasi.

Kecap manis dapat disimpulkan merupakan produk khas Indonesia – secara lebih khusus: Jawa. Di Negeri Tiongkok sendiri tidak ada kecap manis, begitu juga di negara-negara Asia lainnya. Di luar Jawa pun kecap manis tidak cukup populer. Di Makassar dan Manado, kecap manis disebut sebagai “kecap jawa”.

Beberapa pabrik kecap juga membuatnya dari kedelai hitam. Kedelai hitam bukanlah elemen yang membuat warna cairan kecap lebih pekat. Kepekatan warna kecap diperoleh dari mutu gula merah yang dipakai.




Kecap di Malaysia

Pada dasarnya, semua kecap di Malaysia adalah “kicap masin” (kecap asin) yang secara turun-temurun diproduksi secara rumahan oleh orang-orang keturunan Tionghoa. Konsentrasi produksi “kicap masin” ini berlokasi di sekitar Kuala Lumpur, Ipoh, dan Perak.

Di Melaka, sebuah kota yang terkenal dengan masakan peranakan (fusion Tionghoa-Melayu), kecap manis pun tidak dikenal. Di semua dapur restoran peranakan hanya dapat dijumpai “kicap masin”.

Sejak pertengahan 1970-an, ketika makin banyak buruh migran dari Indonesia bermukim di Malaysia, kecap manis mulai populer di negeri ini. Kecap ABC, misalnya, sangat banyak dicari dan tersedia di berbagai kedai di Malaysia.

Popularitas kecap manis di Malaysia menginspirasi Pemerintah Kerajaan Malaysia untuk mempromosikan produksi kecap manis di kalangan pengusaha bumiputra. Beberapa pengusaha bumiputra dibina oleh Pemerintah, bahkan dikirim ke Jepang untuk belajar teknik fermentasi dan ekstraksi kedelai. Bila dilihat dari hasil akhirnya, tampak nyata bahwa “kicap lemak manis” di Malaysia adalah tiruan dari kecap manis Indonesia.

Ada dua merk “kicap lemak manis” yang populer di Malaysia, yaitu Cap Kipas Udang buatan Habhal’s di Johor bahru. Merk lain adalah Jalen yang juga dibuat di Johor Bahru. Kedua pabrik ini dimiliki pengusaha bumiputra dan baru berdiri pada pertengahan dasawarsa 1980-an. Di Kedah juga ada merk populer lain, Mudim. Selain disukai oleh orang Melayu, orang-orang keturunan India di Malaysia pun menyukai kecap manis.

Kesimpulannya, Malaysia tidak punya sejarah kecap manis dan hanya meniru Indonesia dalam pembuatan kecap manis. Kecap manisnya kurang kental dan kurang hitam. Hanya dikonsumsi oleh orang Melayu. Pemasaran juga terbatas.

Nah, sekarang sebutkan lima masakan yang kalian tahu selalu dibumbui kecap?


(ben)

Friday, May 14, 2010

Cernak, 16 Mei 2010


Princess Alamanda

Princess Alamanda tidak bisa bermain di luar istana karena hari ini hujan. Akhirnya dia hanya bisa menghabiskan waktu dengan membaca di kamar. Namun lama kelamaan bosan juga. Sementara hujan di luar masih turun walau tak seberapa deras.

“Dayang, apakah aku boleh bermain di luar?” tanya Princess Alamanda kepada kepala dayang yang menjaganya.

“Belum, Princess. Di luar masih hujan,” jawab Dayang.

Princess Alamanda kemudian mengambil teropong. Di amelihat-lihat ke luar istana dari jendela. Tampak olehnya beberapa anak lelaki dan perempuan sedang bermain hujan-hujanan. Mereka sepertinya sangat senang.

Mengapa aku tidak boleh bermain di bawah hujan? Tanya Princess Alamanda heran. Ah, aku ingin bermain hujan-hujanan juga sepert mereka. Kalau mereka bisa, mengapa aku dilarang.

Diam-diam Princess Alamanda keluar dari istana. Dia kemudian menyelinap melalui pintu belakang meninggalkan istana. Mulanya, Princess Alamanda masih memakai paying.
Ufh! Princess Alamanda mengelurukan telapak tangannya untuk merasakan rintik hujan. Hmm, dingin dan menyegarkan.

Princess Alamanda kemudian menurunkan payungnya. Kali ini dia benar-benar berada di bawah hujan.

“Wow! Rasanya menyenangkan!” seru Princess Alamanda sambil meretangkan tangannya. Dia kemudian berputar di bawah hujan.

Belum lama Princess Alamanda hujan-hujanan, beberapa dayang langsung menemukannya. Mereka langsung menutupi tubuh Princess Alamanda dengan selimut tebal. Ada juga yang membawa payung lebar. Princess Alamanda langsung di bawa ke istana.

Ibunda Ratu begitu cemas ketika mengetahui Princess Alamanda hujan-hujanan. Dia meminta Princess Alamnda mandi dengan air hangat dan segera mengeringkan tubuhnya.

“Ah, kenapa sih aku tidak boleh hujan-hujanan?” tanya Princess Alamanda kepada dayang yang mengurusnya.

“Kami khawatir kalau nanti Princess sakit,” kata dayang.

“Masa sih hujan-hujanan bisa membuat sakit? Aku lihat banyak anak-anak yang hujan-hujanan di luar sana,” kata Princess Alamanda.

“Mereka bebrbeda dengan Princess. Anak-anak itu sudah terbiasa dengan udara dingin dan kehujanan. Tubuh mereka sudah terbiasa. Kalau Princess kan jelas berbeda. Di istana ini, kalau terasa dingin, akan segera dihidupkan penghangat ruangan. Kalau panas sedikit, akan dinyalakan pendingin ruangan,” jelas dayang.

Princes ALamnda pun menyadarinya. Sebagai puteri raja, hidupnya memang selalu dibuat nyaman. Tidak boleh kepanasan atau kedinginan.

“Hatsyh!” tiba-tiba Princess Alamanda bersin.

“Tuh,baru hujan-hujanan sebentar saja, Princess bisa langsung flu,” kata dayang.

Untunglah Ibunda Ratu sudah meminta pelayan menyiapkan sup ayam yang hangat. Princess Alamanda kemudian diminta menghabiskan sup itu. Tak berapa lama, Princess Alamanda merasa tubuhnya lebih segar setelah menghabiskan sup ayam.

Saat Princess Alamanda merasa lebih baik, tiba-tiba masuk beberapa orang ke kamarnya. Wuah, kan anak-anak yang hujan-hujanan tadi.
Princess Alamanda berkenalan dengan mereka. Kemudian mereka bermain bersama di taman dalam istana.

“Wuah, kalau kami punya taman bermain seperti ini, kamia tidak akan hujan-hujanan,” kata anak-anak itu gembira.

Princess Alamanda ikut bahagia karena dia bisa bermain bersama meskipun di luar hujan.
^_^

Hore, 16 Mei 2010




Monster Baja Tangguh

Kalian pernah melihat tank? Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun kendaraan yang mahal , tank adalah senjata darat paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun.

Tank adalah kendaraan tempur yang sangat kuat. Walau begitu, tank tidak beroperasi sendirian. Tanpa dukungan prajurit yang hebat, tank tetap bisa dilumpuhkan oleh ranjau, helikopter atau pesawat. Tank juga tidak efektif di medan hutan dan perkotaan, di mana kemampuan jarak jauh tank jadi tidak bisa dipakai, penglihatan pengendara tank jadi terbatas, dan meriam tank mungkin tidak bisa berputar secara maksimal.

Pengangkut Air

Tank pertama kali dipakai pada Perang Dunia I untuk memecahkan kebuntuan perang parit, dan peran tank lama-kelamaan berevolusi untuk mengantikan peran kavaleri. Istilah tank (tangki) muncul pada saat pembuatan tank-tank pertama di pabrik-pabrik di Inggris: para pekerja diberitahukan bahwa mereka sedang membuat sebuah kendaraan pengangkut air beroda rantai, jadi pembuatan kendaraan tempur ini bisa dirahasiakan

Kondisi pertempuran Perang Dunia I di Front Barat membuat Angkatan Darat Inggris berpikir untuk mengembangkan kendaraan yang bisa menyeberangi parit, menghancurkan kawat berduri, dan tidak mempan ditembak senapan mesin. Prototipe tank pertama kali diuji oleh militer Inggris pada 6 September 1915.

Tank pertama kali dipakai dalam perang ketika Kapten H. W. Mortimore membawa tank Mark I dalam Pertempuran Somme pada 15 September 1916. Perancis mengembangkan tank Schneider CA1 yang dibuat dari traktor Holt Caterpillar, dan pertama kali digunakan pada 16 April 1917. Penggunaan tank secara besar-besaran dalam pertempuran terjadi pada Pertempuran Cambrai pada 21 November 1917.

Perubahan-perubahan pada medan perang dan buruknya kinerja tank memaksa Sekutu untuk terus mengembangkan konsep tank ini. Tank terus berkembang pada Perang Dunia I, misalnya tank Mark V, yang dibuat sangat panjang sehingga bisa melewati parit-parit yang lebar sekalipun.

Tiga Jenis

Pada masa antara Perang Dunia I dan II , dikembangkan berbagai macam kelas tank, khususnya di Inggris. Tank ringan, yang beratnya kurang dari sepuluh ton, digunakan untuk tugas pemantauan, dan hanya dipersenjatai senapan mesin ringan yang hanya ampuh digunakan melawan tank ringan lainnya. Tank sedang atau tank cruiser, lebih berat dan bertujuan untuk perjalanan cepat jarak jauh. Dan yang terakhir, tank berat atau tank infanteri, adalah tank dengan lapisan pelindung yang berat, yang berjalan lambat.

Tank berat dibuat untuk digunakan untuk menembus pertahanan bersama-sama dengan infanteri. Pelindungnya yang berat membuatnya bisa tahan ditembak senjata anti-tank. Setelah tank berat dan infanteri berhasil melubangi garis pertahanan lawan, tank sedang akan dikirim melalui lubang tersebut dan menyerang jalur logistik dan satuan komandan. Taktik seperti ini akhirnya dikembangkan oleh Jerman.

Perang Dunia II mendapati perkembangan pesat pada tank. Jerman misalnya, menggunakan tank-tank ringan seperti Panzer I yang sebelumnya digunakan hanya untuk latihan. Tank-tank ringan dan kendaraan lapis baja lainnya menjadi unsur paling penting dalam blitzkrieg. Namun, tank ringan ini kalah menghadapi tank Inggris dan lebih lagi melawan tank legendaris T-34 milik Uni Soviet.

Pada akhir perang semua pihak telah secara drastis menambah ukuran meriam dan pelindung tank. Misalnya, Panzer I hanya memakai dua senapan mesin, dan Panzer IV, tank paling berat Jerman pada awal Perang Dunia II menggunakan meriam 75 mm kecepatan rendah, dan beratnya dibawah 20 ton. Pada akhir perang, tank sedang standar Jerman, Panther, menggunakan meriam 75 mm kecepatan tinggi, dan beratnya 45 ton.

Senjata

Senjata utama tank adalah meriam. Biasanya ukuran kaliber tank Barat adalah 120 mm dan tank Timur 125 mm. Meriam tank bisa menembakkan peluru penetrator energi kinetik (KE) dan peluru high explosive (HE). Beberapa tank juga bisa menembakkan rudal atau roket melalui meriamnya, yang dapat memperjauh jarak jangkauan dan memungkinkan untuk menghancurkan target udara.

Pada umumnya tank memiliki senapan mesin yang sejajar (coaxial) dengan meriam utama. Senapan mesin ini umumnya berkaliber kecil , tetapi ada beberapa tank Perancis yang menggunakan senjata coaxial kaliber besar yang bisa digunakan untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan. Selain meriam utama dan senjata sekunder, tank juga biasa dilengkapi dengan senapan mesin anti pesawat udara yang berada di atap tank.

Dahulu, meriam tank dibidik menggunakan mata saja sehingga kurang akurat, apalagi bila tank sedang berjalan ketika meriam akan ditembakkan. Sekarang tank modern memiliki banyak peralatan canggih untuk membantu meningkatkan akurasi. Giroskop digunakan untuk menstabilkan meriam utama; pengukur laser digunakan untuk menghitung jarak ke target; komputer digunakan untuk mengkalkulasikan ketinggian dan sudut tembak, dengan memperhitungkan kecepatan angin, suhu udara, dan faktor-faktor lainnya.

Hampir semua tank tempur utama memiliki pelontar granat asap, yang dengan cepat bisa menyebarkan sebuah selimut asap yang akan melindungi tank bila sedang mundur atau disergap. Selimut asap ini tidak dipakai secara ofensif, karena asap juga akan menutupi penglihatan para penyerang, dan asap ini dapat memberitahukan kepada musuh bahwa serangan akan segera dilakukan. Tetapi pada beberapa tank seperti tank Perancis Leclerc, pelontar granat asap ini juga bisa digunakan untuk menembakkan gas air mata dan granat anti personel.

Wow, keren ya monster baja yang satu ini. Hm, sepertinya syik juga kalau sekali-kali kita bisa jalan-jalan keliling kota menaiki tank.

(ben)

Friday, May 07, 2010

HORE, 9 Mei 2010

Mengenal Jenis-Jenis Raket

Raket adalah peralatan olahraga yang terdiri dari pegangan dan lingkaran senar. Raket digunakan untuk memukul bola dalam permainan seperti squash, tenis, dan bulu tangkis. Secara keseluruhan, permainan ini dikenal sebagai olahraga raket.

Rangka raket untuk semua olahraga tradisional terbuat dari kayu yang dilaminasi dan usus binatang. Ukuran tradisional raket dibatasi oleh kekuatan dan berat bingkai kayu yang harus cukup kuat untuk menarik senar dan cukup untuk memukul bola. Pembuat raket kemudian menggantikan kayu rengan baja. Berikutnya menggantikan dengan aluminium dan serat karbon. Kayu masih digunakan untuk tenis. Kebanyakan sekarang raket dibuat dari bahan komposit termasuk serat karbon, fiberglass, logam seperti paduan titanium atau keramik.

Usus binatang telah digantikan oleh bahan sintetis seperti nilon, poliamida, dan polimer lainnya.

Raket Bulutangkis


Awalnya, pada zaman pertengahan, di Inggris dikenal sebuah permainan yang menggunakan shuttlecock dengan pemukul berupa dayung atau tongkat yang kala itu disebut battledores. Dayung atau tongkat tersebut digunakan untuk memulul shuttlecock dan menjaga agar tetap di udara serta mencegahnya menyentuh tanah.


Raket bulutangkis tergolong ringan , dengan kualitas terbaik berat raket antara 80 dan 100 gram (dengan senar). Raket modern terdiri dari komposit serat karbon (plastik bertulang grafit), yang dapat ditambah dengan berbagai bahan. Serat karbon memiliki kekuatan yang sangat baik untuk perbandingan berat, kaku, dan memberi transfer energi yang sangat baik.

Ada beragam desain raket, walaupun ukuran dan bentuk raket dibatasi oleh Undang-Undang. Pemilihan raket tergantung karakteristik pemain. Bentuk kepala raket tradisional adalah oval, sedangkan yang modern adalah isometric (mendekati bundar) .


Raket Tenis


Raket tenis memiliki bagian kepala, bibir, wajah, leher, dan pegangan. Raket tenis modern bervariasi panjang, berat, dan ukuran kepala. Mulai 21 inci sampai 26 inci untuk pemain junior, sementara 27 inci atau 27,5 inci untuk dewasa. Bobot raket juga bervariasi antara 8 ons dan 12,5 ons. Ukuran kepala raket bervariasi antara 88 inci persegi dan 137 inci persegi.

Awalnya kepala raket dibuat dari kayu lapis. Pada akhir 1960-an, Wilson menghasilkan raket T2000 kawat baja dengan lubang di sekitar frame untuk membuat pengikat senar. Ini dipopulerkan oleh pemain top Amerika Jimmy Connors. Pada 1975, konstruksi aluminium diizinkan untuk pengenalan raket besar yang diproduksi oleh Weed. Pada awal 1980, "grafit" (serat karbon) diperkenalkan dan bahan-bahan lain ditambahkan.

Rangkaian senar (material, pola, ketegangan) merupakan faktor penting dalam kinerja sebuah raket tenis. Seorang pemain elit bisa saja menggunakan usus alam, tetapi sebagian besar memilih senar nilon atau sintetis poliester. Petenis Amerika Pete Sampras adalah contoh petenis ya ng lebih suka senar alam.

Raket Squash

Secara tradisional raket squash terbuat dari kayu lapis (biasanya Ash), dengan bagian kepala disertai senar dari usus halus alam. Setelah perubahan peraturan pada pertengahan 1980-an, dibuat dari bahan komposit atau logam (grafit, Kevlar, titanium, dan boron) dengan senar sintetis. raket modern panjang 70 cm, dengan luas tegang maksimum 500 sentimeter persegi (sekitar 75 inci persegi) dan berat antara 110 dan 200 gram (4-7 ons).

Di Indonesia permainan squah belum terkenal seperti bultangkis dan tenis. Namun setiap tahun peminatnya semakin banyak, sehingga jenis raketnya pun makin dikenal.

Nah, kalian suka raket yang mana?

(ben)