Friday, December 02, 2016

Cernak, 4 Des 2016




Dahulu kala, hiduplah sepasang suami isteri yang  berusia lanjut dan tanpa kehadiran sang buah hati. Keluarga ini selalu kesepian. Untuk itu, mereka berusaha memelihara seekor anjing dan mereka berdua sangat mencintai anjing tersebut.

Suatu hari, sang anjing menggali tanah di taman, dan mereka menemukan sebuah kotak yang berisi kepingan uang koin emas didalamnya.

"Wuah, ini emas banyak sekali," kata Nenek.

"Ini harta temuan. Ayo kita bagi-bagikan kepada warga desa," kata Kakek.

Seorang tetangga mengetahui hal tentang semua itu. Dia  mengira sang anjing tersebut bisa menemukan harta karun di taman rumahnya juga. Tetangga itu berusaha membujuk sang pemilik anjing untuk meminjam anjingnya, akhirnya dia pun berhasil membujuknya.

"Nanti aku akan kembalikan anjing kalian," kata tetangga.

Ketika sang anjing disuruh menggali di taman kebunnya, anjing hanya menemukan tulang-belulang saja, dan dia lalu marah serta memukulnya karena kecewa atas penemuan itu. Dia mengatakan kepada pasangan pemilik anjing, bahwa anjing baru saja terjatuh ke lubang dan langsung mati.

Pemilik anjing sangat sedih dan berduka lalu menguburkannya di bawah pohon ara tempat dulu sang anjing telah menemukan harta karunnya.

"Apakah kita harus mencari anjing lainnya?" tanya Nenek sedih.

"Ya, tapi tidak sekarang. TUnggu sampai aku bisa melupakan anjing kita," kata Kakek.

Suatu malam sang kakek bermimpi anjing menyuruhnya untuk menebang pohon dan membuat lesung dari kayu pohon ara tersebut (lesung  adalah  tempat untuk menumbuk padi menjadi beras). Sang Kakek mengatakan kepada istrinya dan mereka harus melakukan seperti perintah anjing dalam mimpinya.

Ketika mereka memasukkan beras ke dalam lesung seketika beras berubah menjadi butiran emas yang berkilauan.

"Banyak sekali emas ini," kata Nenek.

"Iya. Ayo kita bagikan sebagian untuk penduduk di sini," saran Kakek.

Sang tetangga jahat pun mendengarnya dan lalu meminjam lesung. Tetapi beras yang dimasukkan kedalamnya malah beralih menjadi berbau busuk. Tetangga dan istrinya lalu menghancurkan dan membakar lesung tersebut dengan sengaja.

Dan pada malam berikutnya,  sang kakek bermimpi kembali. Dalam mimpinya  anjingnya menyuruh kepada Kakek untuk mengambil abu dan  menaburkannya ke pohon ceri yang ada di sekitar rumahnya.

Ketika dia melakukannya, pohon ceri langsung bermekaran bunganya. Kakek pemilik lahan mendapatkan pujian. Orang yang melewati rumahnya kagum dan memberinya banyak hadiah.

Tetangga yang jahat mencoba melakukan hal yang sama, tetapi abu dari  kebun cerinya telah tertiup ke arah mata seorang pejabat istana. Akibatnya tetangga serakah itu dijebloskan ke penjara. Sedangkan sang kakek hidup bahagia selamanya bersama sang nenek.


Hore, 4 Desember 2016

Lukisan Ini Mahal Sekali


Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat dengan alat kuas lukis, pisau palet atau peralatan lain. 
Manusia telah melukis selama enam kali lebih lama berbanding penggunaan tulisan. Sebagai contoh lukisan-lukisan yang berada di gua-gua tempat tinggal manusia prasejarah.
Harga lukisan juga bisa sangat mahal. Apa saja lukisan yang mahal?

Harga: US$ 140 juta / Rp 1,62 triliun 

Jackson Pollock adalah seorang pelukis asal Amerika yang menjadi sangat populer karena kontribusinya di bidang abstrak impresionisme. Lukisan ini ditandai dengan cokelat tebal dan cat kuning. Menurut para ahli seni, lukisan ini adalah representasi abstrak dari sebuah sarang. Pada awalnya lukisan ini ditampilkan di Museum of Modern Art dan dimiliki oleh Samuel Irving Newhouse. Pada akhirnya dia menjual lukisan ini kepada David Geffen.

Harga: US$ 120 juta / Rp 1,4 triliun

Lukisan ini merupakan versi keempat yang diciptakan oleh Edvard Munich. Lukisan tersebut dibuat dengan menggunakan minyak, tempera dan pastel. Edvard menyelesaikan lukisan ini pada tahun 1895 dan merupakan karyanya yang dibilang sangat mahal. Lukisan ini dijual pada Sotheby’s Impressionist dan Modern Art Auction pada tahun 2012 dan dibeli oleh Leon Black.

Harga: US$ 82,5 juta / Rp 959 miliar

Vincent van Gogh menyelesaikan lukisan ini pada tahun 1890 dan dia melukis pada sebuah kanvas berukuran 23,4 x 22,0 inci menggunakan minyak. Lukisan ini menggambarkan seseorang bernama Dr Paul Gachet. Dia dikenal sebagai orang yang merawat van Gogh sebelum ia meninggal. Lukisan ini sebenarnya memiliki dua versi yang berbeda dan sama-sama menggambarkan Dr Gachet pada posisi yang sama. Namun skema warna yang digunakan untuk masing-masing lukisan ini sangat berbeda. Lukisan ini adalah versi pertama.

Nah, apakah kalian mau jadi pelukis agar bisa menjualnya dengna harga mahal? Ya, siapa tahu saja bisa.

Arena KKPK, 4 Des 2016

Pengalaman Dania

Judul: Pelukis CilikPenulis: Zumrah98 halaman



Selama ini, Dania tak pernah percaya kalau lukisan yang dibuatnya sangatlah bagus. Sampai akhirnya, Dania mengikuti perlombaan melukis dalam Ajang Lomba Melukis Nasional. 

Untuk mencapai tingkat nasional, Dania harus berusaha memenangkan lomba melukis tingkat kota dan tingkat provinsi. Saingannya superduper berat, yaitu Atika, teman satu sekolahnya. Ternyataaa ... Dania menang!

Dania akhirnya percaya kalau dirinya mempunyai bakat melukis yang hebat. Lukisannya banyak dipuji orang. Dengan semangat, Dania pun maju ke tingkat nasional. Lagi-lagi, Dania menang! Wow, hebat! 

Dania berencana untuk meneruskan perjuangannya mengikuti lomba melukis dalam Ajang Kompetisi Melukis Tingkat Nasional. Tapi, rencana tersebut terancam batal. Kebahagiaan masa lalu Dania yang menjadi penyebabnya. Ada apa, ya? Apakah Dania akan terus berlomba dan menjadi pelukis cilik terkenal? Jawabannya ada di dalam buku ini. 

Aku suka sekali membaca buku pengalaman dania di sini. Membuat aku tambah semangat berkarya.

(Salsa, Palembang)


Friday, November 25, 2016

Cernak, 27 November 2016

Kisah Sepasang Gajah



Ratusan tahun lalu di negeri Thailand yang terkenal sebagai negeri Gajah Putih ini, sebelumnya wilayah ini tidak mempunyai binatang yang namanya Gajah. Di hutan-hutan negeri tersebut tidak ada hewan tersebut. Gajah pada zaman itu di Thailand hanya sebuah binatang yang di anggap sebuah legenda dongeng saja.

Sampai akhirnya sang Maharaja negeri itu mengutus abdi kepercayaannya untuk pergi ke negeri lain, hanya untuk membeli binatang  atau hewan yang namanya Gajah ini, agar seluruh rakyat dan para pembesar negeri ini tahu bahwa Gajah itu memang ada. Bukan hanya sekedar kabar isapan jempol saja.

"Belikanlah aku sejodoh atau sepasang Gajah dan bawalah binatang dari negeri nun jauh disana, ke negeri kita tercinta ini." Titah sang Maharaja Thailand.

Sepasang atau sejodoh Gajah yang gemuk dan sehat telah datang di negeri ini, Thailand. Namun kedatangan Sang Gajah terjadi pada malam hari atau sudah larut malam, gajah-gajah itu tidak langsung dipamerkan kepada seluruh rakyat.

"Besok hari baru kalian bawa sepasang gajah itu untuk dipertontonkan kepada seluruh khalayak negeri." Perintah sang Maharaja.

"Tetapi aku ingin seluruh abdi negeri para pembesar negeri ini duluan yang melihat malam ini juga, biar seluruh rakyat negeri ini tahu bahwa kita semua adalah orang yang berpengetahuan lebih banyak dari seluruh khalayak ramai." Inilah titah atau perintah sang Maharaja, ditujukan untuk para menteri dan pembesar negeri untuk lebih dulu melihat binatang ini.

Berkumpullah para pembesar serta para menteri atas perintah sang Maharaja. Karena situasi malam yang begitu gelap-gulita maka para pembesar itu memerintahkan untuk dibuatkan obor-obor atau pelita untuk penerangan kala melihat sang Gajah itu.

Tetapi perintah itu di tolak oleh pawang Gajah dengan alasan yang mereka kemukan, bahwa Gajah  akan mengamuk bila di kagetkan oleh cahaya yang tiba-tiba terang. Gajah adalah binatang raksasa yang begitu besar tenaganya, bila mengamuk pasti akan menghancurkan kandangnya. Itulah alasan sang pawang itu ketika didesak untuk dinyalakan pelita dilokasi kandang Gajah tersebut.

Sampailah seluruh pembesar kerajaan itu di tempat kandang Gajah yang di buat begitu kokoh dengan balok-balok besar yang kuat untuk menjaga Gajah tersebut lepas dari kandangannya. Namun keadaan yang begitu gelap itulah yang akhirnya semua pejabat itu hanya dapat memegang bagian-bagian tubuh saja, mereka semua tidak bisa melihat Gajah tersebut.

Pejabat kerajaan yang dari bagian negeri sebelah utara yang pertama memegang bagian dari kaki paha Gajah tersebut, "Tidak salah lagi apa yang di katakan orang selama ini, memang benar Gajah itu besar sampai tanganku saja tidak sanggup memeluknya" pikir pejabat itu dalam hatinya.


Pejabat kerajaan yang dari bagian negeri sebelah selatan maju dan memasukan tanganya kedalam kandang Gajah tersebut untuk memegangnya, "Ternyata kabar tersebut bohong adanya, Gajah hanyalah binatang yang kecil namun sekeras tulang." Karena pejabat iut memegang gading Gajah tersebut, sehingga hatinya berpikir binatang Gajah tidak besar hanya keras saja.

Maka majulah pejabat dari bagian negeri barat, dan mengikuti langkah pejabat yang lain. "Wah besar sekali ini binatang Gajah, sampai tanganku ini tidak bisa menemukan ujung binatang ini." Teriakan pejabat ini, dan ternyata sang pejabat memegang perut dari Gajah itu.

Terakhir giliran pejabat dari timur, melangkah sang pejabat ini terus meraba-rabanya. Ternyata dia hanya bisa meraba bagian dari ekor binatang itu, "Wah semua rekan pejabatku tidak ada yang benar kalau bicara" gerutunya dalam hati, Gajah tidak besar juga tidak pula keras.

Setelah semua pejabat itu mendapat gilirannya, maka pulang para pembesar. Sesampainya dirumah masing-masing, mereka telah di tunggu oleh khalayak yang tidak sabar ingin mengetahui tentang bagaimana kabarnya bitanang tersebut dari pejabat tersebut.

Semua masyarakat sudah tidak sabar ingin mengetahuai bagaimana bentuk dan rupanya dari Gajah yang menjadi idaman negeri Thailand kala zaman tersebut berlangsung. Maka berpidatolah sang pembesar para menteri dan pejabat kerajaan itu di daerah jabatan masing-masing. Mereka berpidato dengan kenyakinan dari apa yang mereka pikirkan tentang Gajah yang hanya dirabanya saja, bukan melihat atau mengenal sebelumnya binatang tersebut.

Semua pejabat dengan pengetahuan yang sedikit itu akhiranya menimbulkan salah paham antar rakyat. Rakyat yang berada dari belahan utara menceritakan Gajah yang menurut pejabatnya demikian. Sementara rakyat dari belahan negeri selatan mencerita Gajah menurut pejabatnya bukan begitu. Juga dari barat dan timur juga berbeda, tidak ada kesamaan dari seluruh pejabat yang memberi tahu rakyatnya tantang sang Gajah. Maka timbullah bentrokan antar rakyat seluruh negeri membela keterangan yang telah disampaikan pembesar dari daerah masing-masing.

Maharajapun akhirnya turun tangan untuk menyesaikan masalah yang sedang berlangsung malam itu. Disuruhnya seluruh Khalayak ramai rakyat negeri Thailand untuk berkumpul keesokan harinya di depam pendopo istana alun-alun kerajaan negeri.
Tak hanya itu sang Maharajapun memerintahkan seluruh pembesar, pejabat dan abdi kerajaan untuk mempersiapkan acara besok harinya.

Pagi-pagi buta sekali berbondong-bondong seluruh rakyat negeri kerajaan saat itu menuju pendopo istana untuk menyaksikan sepasang Gajah yang di beli dari negeri seberang lautan nun jauh disana. Berkumandanglah perintah sang Maharaja untuk membuka kandang Gajah. Semua khalayak rakyat negeri dapat melihat sang Gajah binatang yang sangat besar dan gagah tersebut dengan mata kepala sendiri, bukan kabar dari sang pembesar daerahnya yang bohong itu. Yang semalam mereka bela keterangan mengenai Gajah tersebut, Semua rakyat sangat kecewa terhadap pembesar-pembesar itu.

Dan akhirnya Maharajapun memecat seluruh pejabat yang sok pintar, yang pengetahuannya sedikit tetapi mengaku pintar dari pada yang lain.

"Mulai saat ini rawatlah sepasang Gajah ini. Kembang biakkan menjadi banyak dan terus banyak, memenuhi seluruh negeri ini". Titah sang Maharaja kepada seluruh khalayak rakyat kerajaan saat itu.

Dan Maharaja pun berpesan supaya menjaga kedamaian antar sesama rakyat Thailand, jangan terjadi keributan antar saudara senegeri gara-gara berita dari pejabat yang tidak bertanggung jawab.

Semenjak dari saat itu negeri Thailand menjadi negeri kerajaan yang damai aman sentosa tak terdengar lagi keributan antar daerah satu negeri. Serta pada akhiranya kita mengenal Thailand sekarang dengan sebutan negeri Gajah Putih.

Hore, 27 Nov 2016

Sepedaku Sepedamu




Kalian suka naik sepeda, kan? Nah, apakah kalian tahu sejarah sepeda? Nah, siapa tahu kalau tahu sejrahnya kalian termotivasi menemukan alat transportasi alain yang berguna.

Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.
Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa pedal tongkat itu (tatocipede) bisa bergerak tetapi bagaimana? Rick Boneshaker akan menjawabnya. Katanya "Oh,ini jawabannya. Dua orang harus memutar engkol di sisi kanan dan kiri sepeda "primitif" tersebut dengan pedoman kecepatan mendekati 109 km/jam. Setelah itu, tatocipede akan bergerak sesuai kecepatan engkol berputar dengan urutan sebagai berikut: kiri,kanan,berputar,atas,depan,bawah,belakang,barat laut. Tidak sulit kan?"
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.


Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan pedal khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tetapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).


Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Nah, tahukah kalian bahwa menaiki sepeda itu sangat sehat bagi tubuh kita? Ayo, kita ke sekolah naik sepeda.






KKPK, 27 November 2016

Lorong Misterius







Judul: Lorong berhantu

Penulis: Fayana
80 halaman


"AAAAAAAAA!"

Tiba-tiba terdengar teriakan. Karima, Karin, Putra, Kiki, dan beberapa murid lainnya yang baru selesai pendalaman materi, segera melihat ke arah tangga. Terlihat seorang anak yang tergesa-gesa menuruni anak tangga dengan panik dan ketakutan. Wajahnya pucat. Setelah ditanyai, ternyata anak itu mendengar denting piano di Lab Musik. Awalnya, dia mengira ada yang latihan musik di dalamnya.Tetapi saat dilihat, tak ada siapa pun. Kondisi di dalamnya gelap.

Hari berikutnya, peristiwa menyeramkan juga terjadi pada murid-murid yang lain berturut-turut. Hal ini menyebabkan murid-murid di SD Ceria Bangsa menjadi waswas dan ketakutan ketika melewati Lab Musik.

Bagaimana cara Karima, Karin, Putra, dan Kiki memecahkan misteri ini? Benarkah ada hantu gentayangan seperti desas-desus yang beredar?

Aku suka buku ini karena membuat aku penasaran ingin terus membacanya sampai tamat.

(Salsa, PAlembang)

Friday, November 18, 2016

cernak, 20 Nov 2016

Puteri Bambu



Alkisah, di sebuah desa di negeri Jepang, hiduplah seorang bapak tua dan istrinya. Mereka tidak mempunyai anak. Mereka sangat ingin memiliki anak. Setiap malam, mereka berdoa kepada dewa agar diberikan anak. Namun, dewa belum juga memberinya.

Bapak tua bekerja sebagai penebang bambu. la menebang dan memotong-motong bambu, lalu menjualnya ke kota.

Suatu hari, saat hendak menebang bambu, bapak tua melihat seberkas cahaya di antara rimbunan batang bambu. la mendekati cahaya itu. Cahaya itu ternyata datang dari sebuah batang bambu.

Dengan hati-hati, bapak tua membelah bambu yang bercahaya itu. Di dalam batang bambu, bapak tua menemukan seorang bayi.

Dengan senang hati, bapak tua mengangkat bayi itu dan membawanya pulang. la menceritakan pada istrinya bagaimana menemukan bayi mungil nan cantik itu. lstri bapak tua senang sekali. Mereka yakin bayi itu adalah jawaban atas doa-doa mereka selama ini.

Karena mereka menemukan bayi perempuan itu dalam sebuah bambu, mereka memberinya nama Putri Bambu. Mereka merawat Putri Bambu dengan baik dan penuh cinta.

Tahun demi tahun berlalu, Putri Bambu tumbuh menjadi seorang gadis yang mempesona. Tidak hanya cantik jelita, ia juga gadis yang baik hati dan suka membantu orangtua.

Kabar tentang kecantikan Putri Bambu mulai tersebar ke seluruh negeri . Para pemuda berdatangan dari berbagai daerah untuk melihat kecantikan Putri Bambu.

Tersebutlah lima orang pangeran yang sangat mengagumi kecantikan Putri Bambu. Mereka ingin menikahi Putri Bambu dan membawanya ke istana mereka. Lalu, mereka mengirimkan surat lamaran kepada bapak tua penebang bambu.

Sebenarnya, Putri Bambu belum mau menikah. Sebab, jika menikah ia harus meninggalkan bapak tua dan istrinya. Putri Bambu ingin mengurus kedua orang tua itu selamanya.

la pun mencari akal untuk menolak lamaran kelima pangeran. la harus menolak mereka secara halus. Jika tidak, nyawanya dan nyawa orangtuanya bisa terancam.

"Suruh mereka datang," kata Putri Bambu kepada ayahnya. "Aku akan mengajukan syarat yang sulit mereka penuhi."

Pada hari yang disepakati, kelima pangeran datang ke rumah Putri Bambu secara bersamaan. Mereka senang sekali. Mereka membawa berbagai perhiasan, seperti emas dan permata. Semua pangeran berharap dirinya bisa menikahi Putri Bambu.

Saat kelima pangeran berkumpul, Putri Bambu memberikan syarat kepada masing-masing pangeran. Pangeran pertama mendapat syarat untuk pergi ke India dan menemukan mangkuk batu besar peninggalan sang Budha. Pangeran kedua mendapat syarat mengambil dahan pohon emas yang tumbuh mengambang di Gunung Horai.

Kemudian, pangeran ketiga diminta untuk membuat tali dari kulit tikus api. Pangeran keempat diminta untuk membawakannya sebuah kalung dari leher naga laut. Terakhir, pangeran kelima diberi syarat agar membawakan kulit kacang yang disembunyikan oleh burung layang-Iayang di sarangnya.

Kelima pangeran bersemangat sekali untuk memenuhi syarat yang diajukan Putri Bambu. Padahal, semua syarat itu hanyalah siasat Putri Bambu agar kelima pangeran tidak jadi menikahinya.


Salah satu dari kelima pangeran yang melamar Putri Bambu adalah Pangeran Angkuh. la mendapat tugas untuk merebut kalung milik naga laut.

Pangeran Angkuh adalah seorang yang sombong dan pengecut. la mengajak prajuritnya untuk mencari naga laut dan merebut kalungnya. Para prajurit kebingungan. Mereka tahu cerita naga laut hanya bohong belaka. Jika memang ada, naga laut pasti akan membunuh mereka. Mereka pun memohon agar Pangeran Angkuh tidak melakukannya.

"Pengecut kalian! Aku tidak takut pada seekor naga," teriak Pangeran Angkuh. Mendengar hal itu, mereka pun terpaksa berangkat bersama Pangeran Angkuh.

Awalnya, semua berjalan baik-baik saja. "Benar tidak, naga itu takut kepadaku," kata Pangeran Angkuh dengan nada sombong.

Pada malam ketiga, badai besar datang. Perahu Pangeran Angkuh terombang-ambing di tengah lautan. Hujan deras disambung kilat dan guntur bergemuruh menciutkan hati.

Pangeran Angkuh yang awalnya sombong kini menjadi takut. la menggigil di sudut perahu. "Huhuhu, mengapa kalian membawaku ke tempat yang mengerikan ini?" kata Pangeran Angkuh sambil menangis tersedu-sedu.

Para prajurit tidak kuasa menahan tawa melihat tingkah Pangeran Angkuh. "Pasti naga laut yang mengirim badai ini. Sebaiknya, Anda berjanji tidak akan membunuhnya. Mungkin, ia akan membiarkan kita hidup," kata mereka.

Dengan terbata-bata ketakutan, Pangeran Angkuh pun berjanji tidak akan membunuh naga laut. Lalu, setelah beberapa saat badai berhenti. Namun, Pangeran Angkuh sudah pingsan karena ketakutan. Akhirnya perahu berlabuh di sebuah pulau. Ketika Pangeran Angkuh siuman, ia menangis sekerasnya. la berjanji tidak akan lagi pergi melaut selamanya walaupun demi seratus putri secantik Putri Bambu.

Sementara itu, nasib keempat pangeran lain yang melamar Putri Bambu tidak jauh berbeda dengan Pangeran Angkuh. Mereka tidak mampu memenuhi syarat yang diajukan Putri Bambu.



HORE, 20 Nov 2016

Nempel Karena Lem



Siapa yang suka main gunting tempel? Salah satu alat yang dipakai adalah lem. Tahukah kalian lem apakah sebenarnya lem itu?

Lem adalah bahan lengket (biasanya cairan) yang dapat merekatkan 2 benda atau lebih. Lem bisa dibuat dari bagian tumbuhan atau hewan, maupun bahan kimia dari minyak.

Lem pertama mungkin adalah cairan alami yang berasal dari pohon saat ditebang. Kemudian orang belajar membuat lem dengan merebus kaki, tulang, ataupun tulang rawan binatang. Beberapa lem yang kuat pertama kali dibuat dari tulang ikan, karet, atau susu.

Lem sederhana dapat dibuat di rumah dengan mencampur tepung terigu dan air. Lem ini akan merekatkan potongan-potongan kertas bersama. Banyak seni yang dapat dibuat menggunakan lem. Kliping adalah karya seni yang dibuat dengan menggunakan lem untuk merekatkan benda-benda berwarna ke kertas.

Beberapa lem dapat dibuat untuk menahan air masuk perahu, bangunan, atau kendaraan. Dalam kasus ini, lem bisa disebut ca(u)lk. Beberapa bahan buatan manusia, seperti bahan seperti kayu, dibuat menggunakan lem untuk merekatkan potongan-potongan kecil bahan atau bubuk.

Lem yang terbuat dari bahan alami biasanya menggunakan campuran air sebagai pelarutnya sehingga kekuatannya akan melemah ketika terkena air akan tetapi jenis lem ini tidak mudah terbakar. Lem paling sederhana dibuat dari pasta campuran tepung dan air. Kita juga bisa membuat lem dari pasta tepung maizena atau bahkan susu. Semuanya mudah dibuat, tidak beracun, dan sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan prakarya dari kertas atau bubur kertas. Lem susu dapat merekatkan lebih kuat dibanding lem berbasis tepung. Lem ini juga menyenangkan untuk dibuat karena Anda bisa menyaksikan reaksi kimia yang berlangsung selama pembuatannya. Semua jenis lem ini bisa dibuat bersama dengan anak-anak dan hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk dibuat.

Sedangkan lem sintetis menggunakan pelarut kimia dan lem akan mengering setelah pelarutnya menguap akan tetapi jenis lem ini sangat mudah terbakar.

Untuk jenis lem yang terbuat dari bahan alami waktu keringnya cenderung lambat tapi hasilnya lebih kuat dan awet.Sedangkan jenis lem yang terbuat dari bahan sintetis waktu keringnya lebih cepat akan tetapi hasilnya kurang kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis lem dari bahan alami.

Lalu ada juga jenis lem yang terdiri dari dua bagian yaitu epoxy dan hardener.Epoxy berisi lem yang sebenarnya sedangkan hardener berfungsi sebagai katalis atau pengeras.Lem jenis ini sangat bagus untuk merekatkan logam misalnya untuk pengisi bagian yang penyok pada bodi mobil tetapi lem ini harus dicampur dengan benar agar bisa bekerja dengan baik.



KKPK, 20 November 2016

Agar Menang Game






Judul: Benteng Kemenangan
Penulis: Nasha
80 halaman


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini SD Ceria Bangsa mengadakan berbagai perlombaan tradisional untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Yaitu, lomba engklek, benteng, lari kelereng, dan gobak sodor.
Karima, Kiki, Putra, dan Karin dipilih oleh wali kelas untuk mengikuti lomba banteng. Satu tim terdiri atas 6 orang. Karima dan Kiki bergabung di Tim A. Putra dan Karin berada di Tim B. Kedua tim itu sudah harus berhadapan pada babak penyisihan.
Hari perlombaan pun tiba. Kedua tim mengeluarkan strategi masing-masing untuk memenangkan pertandingan. Saking serunya pertandingan, tidak ada yang menyadari jika Revan, anggota Tim A, menghilang. Setelah pertandingan berjalan sekian lama, Kiki yang pertama kali mengetahuinya langsung melaporkannya kepada wasit. Spontan, pertandingan pun dihentikan.
Apa yang terjadi pada Revan? Apakah ada unsur mistis dalam permainan benteng, sehingga Revan sulit ditemukan?

(Salsa, Palembang)

Friday, November 11, 2016

Cernak, 13 November 2016

 Kisah Pangeran dan Peri Air




Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja yang memiliki tiga putera. Anak pertama yang diberi nama Pangeran Bintang, anak yang kedua bernama Pangeran Bulan dan yang terakhir bernama Pangeran Matahari. Sang raja sangat senang pada kelahiran pengeran yang terakhir sampai sang raja pun memberikan janji kepada sang ratu untuk memenuhi segala permintaannya.

Dengan mengingat janjiya sang raja kepada ratu, sehingga sang ratu harus menunggu sampai putera ketiganya tumbuh dewasa.

Pada saat ulang tahun Pangeran Matahari yang ke duapuluh satu tahun, berkatalah sang ratu kepada raja, ”Yang mulia, pada saat anak ketiga kita lahir dulu, kau telah memberikan janji akan memberiku hadiah. Dan sekaranglah waktunya aku meminta kepada Yang Mulia untuk memberikan kerajaan ini kepada si bungsu Pangeran Matahari.”

Tiba-tiba Sang raja menolaknya dan berkata bahwa kerajaan harus diberikan kepada putera pertama, karena itulah yang akan menjadi haknya. Apabila putera pertama nggak bisa menjadi raja, kerajaan akan jatuh kepada anak nya yang kedua. Namun kedua kakaknya meninggal, barulah putera ketiganya yang berhak memimpin kerajaan.

Kemudian pergilah sang ratu setelah mendengar jawaban dari raja, dengan melihat sang ratu pergi begitu saja. Perasaan khawatir dari raja pun keluar, yang mengkhawatirkan kalau ratu akan mengerjakan sesuatu agar dapat membuang putera pertama dan kedua.

Di panggillah putera pertama dan keduanya. Sang ratu pun mengusir mereka pergi dan menyuruh tinggal di hutan sampai ayah mereka meninggal. “Setelah itu datanglah dan pimpinlah sesuai dengan hakmu didalam kerajaan ini.”

Kemudian berjalanlah mereka keluar istana, Pangeran Matahari melihat dan bertanya pada mereka, “Kak, kalian mau pergi kemana?”

" Aku akan ikut bersama kalian pergi, kak." Pangeran Matahari berkata setelah mendengar alasan kedua kakaknya kenapa harus pergi.

Mereka berjalan terus sampai masuk ke hutan. Sesampainya di hutan mereka mengambil keputusan untuk istirahat sebentar sehingga mereka melihat sebuah kolam. Pangeran pertama berkata dan menyuruh Pangeran Matahari “Hai Dik, pergilah kamu ke kolam untuk mandi dan minum. Kami menunggu kamu disini dan jangan lupa bawakan sedikit air.”
Di berikanlah kolam itu oleh Raja Peri kepada seorang Peri Air. Raja peri berkata “Kau adalah orang yang berkuasa di kolam ini dan kau pun boleh melakukan apa saja kepada siapa pun yang menghampiri kolam ini dengan syarat bila ia dapat menjawab pertanyaanku.” Peri air mendengarkan dengan seksama. Pertanyaan yang diberikan yaitu,”Seperti apa peri yang baik itu?”

Masuklah Pangeran Matahari ke dalam kolam itu, kemudian peri air betanya kepadanya,”Seperti apa peri yang baik itu?”

Sejenak Pangeran Matahari berfikir dan berkata kepada peri air, “Peri yang baik itu seperti matahari dan bulan.”

“Ternyata, kau tidak tahu seperti apa peri yang baik,” di bawalah pemuda malang itu oleh peri air ke guanya yang ada di dasar kolam.

- Dengan cukup lama kedua kakaknya menunggu tetapi tidak datang juga, Pangeran Bintang menyuruh Pangeran Bulan menyusul untuk melihat adiknya si Pangeran Matahari.

Sesampainya di kolam Pangeran Bulan tidak melihat adiknya. Dengan air kolam yang bersih membuat hasratnya ingin mandi. Kemudian, masuklah Pangeran Bulan ke dalam kolam. Tiba-tiba munculah peri air dengan langsung bertanya, “Katakan, seperti apa peri yang baik?”

Dan Pangeran Bulan pun menjawab, “Seperti langit di atas kita.”

Dengan kesal peri air itu berkata dan membawanya ke gua, “Ternyata kau juga tidak tahu."

Pangeran Bintang pun berkata dalam hati, “Pasti telah terjadi sesuatu pada adik-adikku.” Bergegaslah Pangeran Bintang pergi ke kolam. Terlihatlah jejak kaki adik-adiknya menuju ke dalam kolam. Ia pun mengetahuinya bahwa ada peri air yang tinggal di dalam kolam tersebut. Dengan sabar ia menunggu sambil megeluarkan pedangnya dan menyiapkan busurnya.

Muncullah si Peri Air dan menyamar seperti seorang pencari kayu. ”Kau terlihat lelah, teman,” berkatanya kepada Pangeran. “Kenapa kau tidak mandi di kolam kemudian berbaring di tepi sana?”

Tetapi Pangeran Bintang telah mengetahui bahwa si pencari kayu itu adalah peri air. Kemudian ia berkata,”Kau sudah mengambil kedua adikku.”

"Ya," jawab Peri Air.

"Kenapa kau mengambil mereka?"

"Sebab mereka tidak bisa menjawab pertanyaanku,"  jawab peri air, “karena raja peri telah memberiku kuasa untuk melakukan apa saja dan kepada siapa pun yang telah masuk ke dalam air dengan syarat mereka yang bisa menjawab pertanyaanku dengan benar."

Dengan lantang Pangeran Bintang berkata, "Baiklah, aku akan menjawabnya. Peri yang baik ialah yang memiliki hati yang murni, yang takut dengan dosa dan berbuat baik dalam kata-kata dan perbuatan."

"Duhai Pangeran yang bijaksana,” jawab Peri Air. “Tetapi aku hanya satu adikmu saja yang kubalikkan. Yang mana yang harus kubalikkan kepadamu?"

"Balikkan si bungsu," kata Pangeran,”Sebab ialah kami disuruh pergi oleh ayah kami, Dan aku tidak bisa pergi bersama Pangeran Bulan kemudian meninggalkan Pangeran Matahari yang malang di sini.”.

“Sungguh kau bijaksana,Pangeran.” jawab  Peri Air, “Kau sangat mengetahui apa yang harus kau kerjakan dan baik hati. Dan aku akan balikkan kedua adikmu."

Bersama-samalah mereka tinggal di dalam hutan sampai ayah mereka meninggal. Lalu mereka datang ke istana lagi. Akhirnya, Pangeran Bintang menjadi raja dan ia mengajak kedua adiknya memerintah bersamanya, Di buatkanlah sebuah rumah di dalam istana untuk Peri Air tinggal.

Hore, 13 November 2016

Pilih Makanan Ini Saat Musim Hujan



Tik-tik bunyi hujan. Kira-kira makanan apa yang sehat untuk musim hujan ya?

Hujan dengan intensitas tinggi dan terkadang datang tiba-tiba, bisa berdampak buruk pada kesehatan kita. Tangkal dengan beberapa jenis makanan berikut, yang bisa menjadi pilihan menyehatkan untuk menemani hari-hari kita di musim penghujan.

Sup ayam. 
 Semangkuk sup panas adalah makanan yang lazim diburu kala musim hujan. Tak hanya menghangatkan, sup yang berisi wortel, daging ayam, dan kuah kaldu juga terasa enak dan menambah stamina. Selain sup, Anda mungkin juga bisa menyantap makanan panas dan berkuah lainnya seperti model, tekwan, ramen, bakso, atau soto mie, yang berfungsi membuat tubuh mudah berkeringat, suhu tubuh terasa hangat, sehingga mampu menangkal hawa dingin.



Variasi teh.
Misalnya teh hijau atau teh chamomile, yang mengandung antioksidan, sekaligus sifat antivirus dan antibakteri, yang bisa membantu menguatkan kekebalan tubuh Anda. Diminum dua hingga lima kali sehari, teh bisa menjadi pelindung tubuh dari cuaca tak menentu.

Buah-buahan.
Khususnya buah yang kaya antioksidan dan vitamin C. Misalnya apel, jeruk, delima, dan pir. Buah-buah ini kaya antioksidan dan juga vitamin C, yang bermanfaat menambah sistem kekebalan tubuh, juga membantu kulit tetap sehat, tidak kering, dan bercahaya.



Chestnuts.
Sebab kaya serat, sejenis kacang-kacangan yang berwarna cokelat ini bisa membantu menjaga kulit Anda tampak muda dan bercahaya. Selain itu, membantu tubuh kita untuk berenergi secara cepat.

 Madu dan yoghurt.
Kandungan senyawa dalam madu yang bersifat antibakteri, telah lama dikenal menjadi bahan sederhana dan aman untuk mengatasi penyakit flu dan demam selama musim hujan. Begitu juga dengan yoghurt yang mengandung antioksidan dan bakteri sehat, berguna sebagai pertahanan dari berbagai virus. Cara konsumsinya: campur secangkir susu hangat dengan madu, atau campur madu dengan jus maupun smoothie. Hmm, enaknya.

Nah, apakah kalian juga punya makanan favorit saat musim hujan?

KKPK, 13 November 2016

 Mengaji Bersama



 
 
Judul: Cinta Kepada Allah
Penulis: Hiradini
112 Halaman


Karima, Kiki, Putra, dan Karin bersahabat baik. Mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Mengaji pun di tempat yang sama. Di pengajian, mereka mendapat banyak ilmu tentang agama Islam. Mulai dari bimbingan shalat, membaca Al-Quran, hingga mendengarkan kisah para nabi. 
 
Guru-guru di tempat pengajian sangat baik dan pintar. Karima, Kiki, Putra, dan Karin jadi cepat paham dengan semua pelajaran yang diberikan
 
Wah, sungguh menyenangkan, ya, persahabatan Karima, Kiki, Putra, dan Karin! Selain cerita seru tentang persahabatan mereka, di buku ini ada bonus cerpennya, lho! Yuk, dibaca semuanya!

(Salsa, Palembang)

Friday, November 04, 2016

Crnak, 6 November 2016


 Sepatu Merah


Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang lelaki di India. Ia hidup seorang diri, pembantunya tak ada. Untuk mencari nafkahnya ia bekerja sebagai tukang sepatu. Sepatu buatannya sangat kuat dan indah.
Persediaan berasnya hampir habis, karena belakangan ini pelanggannya tidak pernah membeli sepatu buatannya. Tukang sepatu itu merasa sedih. Ia tak mempunyai uang lagi untuk membeli beras dan kulit yang baru. Ia jatuh sakit karena kurang makan.
Tukang sepatu mempunyai sehelai kulit yang indah sekali, yang ia beli beberapa tahun yang lalu. Karena indahnya kulit itu tidak ia jadikan sepatu. Tapi sekarang ia berpikir lain. Karena merasa putus asa, ia bermaksud membuat sepatu yang indah dengan kulit itu.
Bibirnya bergumam sendiri, “Aku akan membuat sepatu yang istimewa. Barangkali saja ada orang yang mau membeli dengan harga yang cukup mahal. Aku akan dapat membeli makanan dan bahan kulit lain.”
Dengan tekun dan hati-hati ia mulai bekerja. Lama-lama selesailah sepatu itu. Bagus sekali. Ia selanjutnya letakkan sepatu itu dalam etalase tokonya. Dengan sabar ia menunggu datangnya pembeli. Tetapi tak seorang pun mau membeli sepatu itu. Orang-orang merasa terlalu mahal.
Tukang sepatu itu merasa bingung. Suatu malam penuh duka, ia duduk sendiri di kursi rumahnya. Ia tak punya uang lagi untuk membeli makanan dan kopi. Ia mengeluh, “Ah, darimana aku dapat makan besok? Ya, Tuhan begitu besar cobaan-Mu kepadaku yang hina ini...”
Di luar hujan turun dengan derasnya. Angin dingin menghembus. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk orang. Ia berdiri membukanya. Yah, seorang pengemis miskin berdiri di muka pintu. Pengemis itu berkata perlahan, “Berilah aku sedikit uang. Aku kedinginan dan lemas sekali. Sehari ini aku belum makan...”
“Aku tak ada uang dan makanan, tapi masuklah dan keringkan bajumu dekat perapian. Malam ini kau dapat tidur di sini”, ujar tukang sepatu itu dengan ibanya.
Masuklah pengemis itu ke dalam dan duduk dekat api. Ia tak bersepatu. Telapak kakinya koyak-koyak dan belah-belah karena gigitan batu-batu tajam.
“Mengapa kau tak punya uang, Pak Tua?” tanya pengemis. Tukang sepatu itu menjawab, “Aku sudah tua sekali. Langganan-langganaku tak mau membeli sepatu lagi. Sepatu-sepatuku tahan lama...”
Pengemis itu mengambil sepasang sepatu istimewa dan berkata, “Sepatu ini bagus sekali, mengapa tak kau jual?”
“Tak seorang pun membelinya. Mereka merasa terlalu mahal.” Jawab tukang sepatu itu dengan wajah penuh kesedihan.
“Aku ingin sepatu seperti ini, kakiku pecah-pecah dan berdarah. Tetapi ah... aku tak ada uang sama sekali”, ujar pengemis.
“Ambillah sepatu itu, tak seorang pun mau membelinya. Ambilllah jika kau menyukainya”.
Sambil berkata begitu tukang sepatu itu pergi meninggalkan pengemis sendiri dan pergi tidur. Pagi-pagi sekali ia bangun. Pengemis itu sudah pergi, sepatu merah dibawanya juga.
Tukang sepatu itu memasak air untuk minum. Tak ada makanan sama sekali. Duduklah ia tenang-tenang menunggu apa yang mungkin terjadi pada dirinya.
Kira-kira jam satu siang pintu rumahnya diketuk orang. Ia buka pintu sambil ia terheran-heran. Di depan pintu berdiri seorang Menteri Kerajaan dengan pakaian kebesarannya. Di belakangnya berdiri seorang pelayan membawa makanan yang lezat-lezat. Menteri itu berkata dengan senyumnya tersungging di bibirnya.
“Saya membawa makanan untuk Anda!”
“Makanan ini untuk saya?” kata tukang sepatu itu dengan rasa keheranan. “Mungkin ini suatu kekeliruan?”
“Bukan kekeliruan, makanlah dahulu nanti saya ceritakan”, kata Perdana Menteri Kerajaan itu. Maka tukang sepatu itu pun makan dengan lahapnya. Selesai makan Perdana Menteri itu berkata, “Tadi malam Anda telah memberi Baginda sepatu merah dan kini beliau akan membayarnya kembali.”
“Tetapi, saya berikan sepatu merah itu kepada seorang pengemis. Siapa Tuan Anda?”, tanya tukang sepatu itu dengan penuh keheranan.
“Tuanku adalah Maharaja KerajaanWirata. Desa ini masuk wilayahnya. Untuk lebih mengenal kehidupan rakyatnya dari dekat, beliau menyamar sebagai seorang pengemis. Anda tentu mengira beliau seorang pengemis sungguhan. Anda berikan kepada beliau satu-satunya kekayaan Anda. Mulai hari ini Anda diminta tinggal di Istana Wirata. Nah, cukup penjelasan saya mari kita berangkat sekarang!”
Kini tukang sepatu itu hidup berbahagia di Istana raja. Tetapi ia tidak sombong dan congkak

Hore, 6 November 2016



Lima Tarian Terkenal di Sumatera Selatan


Kalian suka menari? Mungkin kalian lebih suka tarian moden. Tapi jangan lupakan juga ya tarian tradisional. Sebab tarian tradsional biasanya mengandung cerita dan patut untuk dilestarikan. Tarian merupakan bagian dari budaya yang merupakan identitas sebuah bangsa


Tari Gending Sriwijaya



Gending Sriwijaya merupakan lagu daerah dan juga tarian yang cukup populer dari kota Palembang Sumatera Selatan. Lagu Gending Sriwijaya ini dibawakan untuk mengiringi tari Gending Sriwijaya. Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara Lirik lagu ini juga menggambarkan kerinduan seseorang akan zaman di mana pada saat itu Sriwijaya pernah menjadi pusat studi agama Buddha di dunia.
Tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan ini dibawakan untuk menyambut tamu-tamu agung. Biasanya tarian ini dibawakan oleh sebanyak 13 orang penari, yang terdiri dari 9 orang penari inti dan 4 orang pendamping dan penyanyi.

Tari Tanggai

Tari Tanggai merupakan tarian tradisional dari Sumatera Selatan yang juga dipersembahkan untuk menyambut tamu kehormatan. Berbeda dengan tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang, dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga.
Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah. Tarian ini menggambarkan masyarakat Palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya.

 Tari Mejeng Basuko

Tarian mejeng basuko adalah tarian khas muda mudi Sumatera Selatan (Sumsel). Tarian ini menggambarkan muda mudi yang berkumpul dan bersenda gurau untuk menarik hati lawan jenisnya. Tak jarang ada yang sampai jatuh hati dan mendapatkan jodoh dari pertemuan tersebut.

Tari Rodat Cempako

Tarian Rodat Cempako adalah tarian khas masyarakat Sumsel yang dipengaruhi oleh gerakan dari Timur Tengah. Tarian Rodat Cempako ini merupakan tarian masyarakat Sumsel yang bernafaskan Islam.

Tari Tenun Songket

Tarian Tenun Songket dari Sumatera Selatan ini menggambarkan masyarkat Sumsel khususnya kaum wanita yang memanfaatkan waktu luangnya untuk menenun kain songket dan kerajinan tangan.

KKPK, 6 November 2016


Rahasia Geng Girl



Judul: Clumsy Girl

Penulis: Putri Sekar

96 halaman




Kalian menulis diary atau buku harian? Siapa saja yang kamu tulis di diary kamu itu? Bagimaan kalau kamu membaca isi diary seperti ini?

Diaryku,
ini adalah hari saat aku bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Orang yang biasa mem-bullyku kini sudah meminta maaf dan menyesal atas perbuatan mereka, termasuk Jessica dan Sherly. Aku senang sekali. Apalagi aku sudah tahu siapa Girl yang sebenarnya. Aku sudah berhasil membalas semua kebaikannya dengan cara mempertemukannya dengan ibunya ....
Thanks
 
Freya
 
Hmmm ... kenapa Freya sangat senang ketika mengetahui Girl? Siapa sebenarnya Girl? Kisah apa yang dialami Freya? Pasti penasaran, kan? Aku juga suka cerita ini. Makanya aku membaca berulang kali. Sebab aku juga punya buku harian lho.

(Salsa, Palembang)
 

Saturday, October 29, 2016

Cernak, 30 Oktober 2016


 Lo Sun


Pada zaman dahulu kala, ada seorang anak buta bernama Lo Sun. Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah gubuk tua. Saat Lo Sun berusia lima tahun, ayahnya mengusirnya. Sebab, ia sudah tak sanggup membiayai hidup Lo Sun.

"Kau pergi saja mengemis. Nanti, akan banyak orang memberi sedekah. Mereka pasti kasihan padamu karena kau buta," begitu sang ayah mengusir Lo Sun.

Lo Sun meninggalkan rumah tanpa bekal apa pun. Ia ditemani Fan, anjingnya yang pandai dan setia. Mereka pergi ke kota dan mencari nafkah dengan meminta-minta. Lo Sun berjalan memakai tongkat dan Fan menjadi penunjuk jalan.

Lima tahun sudah Lo Sun hidup dari belas kasihan orang lain. Suatu malam, Fan menuntun majikannya ke sebatang pohon berdaun lebat di tepi jalan. Setelah lahap makan, Lo Sun tertidur di bawah pohon itu.

Dalam tidurnya, Lo Sun bermimpi seorang peri datang dan berbicara lembut padanya, "Lo Sun, apa kau dapat melihatku?"

La Sun menjawab sedih, "Tidak bisa, aku buta."

"Kasihan, tapi jangan sedih. Kau tahu, kau bisa menolong dirimu sendiri. Aku hanya membantu. Kalau kau berbuat baik maka secercah cahaya kecil akan memasuki matamu. Semakin banyak kau beramal kebaikan, semakin bertambah baik penglihatanmu. Tapi ingat, apabila kau berbuat buruk, sinar itu akan meredup dan kau akan kembali buta," kata peri.

Suara itu hilang dan Lo Sun terbangun. "Fan, bantulah aku agar bisa melihat lagi," kata Lo Sun yang disambut gonggongan anjingnya.

Mereka berjalan bersama menelusuri jalan-jalan di kota. Tanpa disadari, mereka melintas di depan seorang pengemis tua buta dan lumpuh di tepi jalan. Pengemis itu berkata, "Kasihani aku. Aku seorang pengemis buta."

Lo Sun menjawab, "Tapi, aku juga buta, Kek. Aku juga pengemis, seperti Kakek."

"Tapi, kau lebih beruntung," sahut pengemis tua.

"Kau masih bisa berjalan. Tapi, aku lumpuh," kata pengemis itu lagi.

"Oh, ya," pekik Lo Sun. Ia segera memberi si kakek sekeping uang receh. Itu satu-satunya uang yang dimilikinya. Pengemis tua pun mengucapkan terima kasih.

Tiba-tiba, Lo Sun merasakan secercah cahaya melintas di depan matanya. Dunia tampak sedikit terang. Ia sudah tidak buta total.

Sejak saat itu, Lo Sun selalu berbuat baik dan matanya semakin terang dan mulai bisa melihat. Suatu hari, Lo Sun dan Fan sedang duduk di pinggir sungai. Tiba-tiba, terdengar suara orang meminta tolong.

Samar-samar Lo Sun melihat seorang laki-laki terbawa arus deras sungai. Lo Sun ingat, Fan pandai berenang. "Fan! Selamatkan lelaki yang tenggelam itu!" kata Lo Sun.

Lo Sun hanya bisa diam dan berdoa. Sementara, Fan yang menolong laki-laki itu.

Akhirnya, terdengar suara si Lelaki naik ke tepian dan merebahkan tubuhnya di tepi sungai. Lo Sun bertanya, "Apakah Anda baik-baik saja? Di mana anjingku?"

Lelaki itu berkata pelan, "Menyesal sekali, anjingmu terseret arus. Aku telah berusaha menariknya, tapi kami berdua sama-sama lemah."

Lo Sun menangis meraung-raung. "Fan, apa yang bisa kulakukan tanpa kau di sampingku? Kau satu-satunya sahabatku," teriak Lo Sun.

Lelaki yang ditolong Fan mencoba menenangkan Lo Sun, "Jangan menangis! Pulanglah pada ayahmu. Aku yakin dia akan membelikanmu anjing lain."

"Aku tak punya rumah. Ayah mengusirku lima tahun lalu," jawab Lo Sun.

Lelaki itu turut menangis, "Angkatlah wajahmu, Nak," katanya.

Lo Sun menengadah dan memandangi laki-laki itu. Ternyata, ia dapat melihat wajah lelaki itu. Matanya tidak buta lagi. Perbuatan baiknya yang terakhir telah menyembuhkan kebutaannya.

Lelaki itu bicara dengan suara pelan, "Apakah namamu Lo Sun?"

"Ya, benar. Darimana Anda tahu?"

"Lo Sun, anakku. Maafkan aku," ujar laki-laki itu sambil menangis.

"Aku ayahmu. Aku telah berlaku kejam kepadamu. Pulanglah bersamaku!" katanya menyesal.

Lo Sun marah. Laki-laki di depannya ternyata ayahnya yang telah membuat hidupnya sengsara. Tapi, Lo Sun kemudian sadar, "Aku maafkan, Ayah. Aku akan pulang bersama Ayah."

Keduanya pun pulang dan hidup bahagia selamanya. Ayah Lo Sun membelikannya anjing baru yang diberi nama Min.

Hore, 30 Oktober 2016



Apa Itu Banjir Bandang?

Banjir sebenarnya merupakan peristiwa terbenamnya daratan oleh air yang disebabkan oleh hal-hal tertentu. Yang mana air tersebut menggenangi daratan yang tadinya kering, bahkan merupakan tempat tinggal masyarakat. Tetapi akhir-akhir ini, fenomena banjir termasuk kategori bencana alam yang merugikan masyarakat dan pemerintak termasuk Indonesia.

Beberapa faktor yang mempengaruhi banjir sebenarnya berasal dari dua sisi, yaitu alam dan manusia sendiri. Faktor alam seperti gunung meletus misalnya, yang mengakibatkan banjir lahar. Sedangkan faktor lainnya seperti penebangan hutan liar misalnya, tak lain merupakan kesalahan dan keserakahan manusia sendiri.

Banjir pada akhir-akhir ini memang akrab sekali dikategorikan sebagai bencana alam karena merugikan masyarakat. Dari merusak bangunan tempat tinggal, mengganggu aktivitas sehari-hari hingga mendatangkan penyakit dan mendatangkan korban jiwa. Penyakit yang menjangkit masyarakat karena adanya banjir biasanya disebabkan karena air banjir sudah terkontaminasi atau tercampur dengan sampah, kotoran hewan dan juga manusia. Penyakit yang menjadi tren biasanya adalah diare, kolera, tipus, dan lainnya.

Peristiwa banjir yang terjadi tentunya bermacam-macam tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, terjadinya banjir dilihat dari penyebabnya terbagi menjadi beberapa jenis,  antara lain:

Banjir Air
Banjir air merupakan banjir yang sering sekali terjadi saat ini. Penyebab dari banjir ini adalah kondisi air yang meluap di beberapa tempat, seperti sungai, danau maupun selokan. Meluapnya air dari tempat-tempat tersebut yang biasanya menjadi tempat penampungan dan sirkulasinya membuat daratan yang ada di sekitarnya akan tergenang air. Banjir ini biasanya terjadi karena hujan yang begitu lama sehingga sungai, danau maupun selokan tidak lagi cukup untuk menampung semua air hujan tersebut.

Banjir Cileuncang
Banjir ini sebenarnya hampir sama dengan banjir air. Tetapi banjir cileuncang ini terjadi karena hujan yang derat dengan debit/aliran air yang begitu besar. Sedemikian sehingga air hujan yang sangat banyak ini tidak mampu mengalir melalu saluran air (drainase) sehingga air pun meluap dan menggenangi daratan

Banjir Rob (Laut Pasang)
Banjir laut pasang atau dikenal dengan sebutan banjir rob merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh naiknya atau pasangnya air laut sehingga menuju ke daratan sekitarnya. Banjir jenis ini biasanya sering menimpa pemukiman bahkan kota-kota yang berada di pinggir laut, seperti daerah Muara Baru di ibukota Jakarta. Terjadinya air pasang ini di laut akan menahan aliran air sungai yang seharusnya menuju ke laut. Karena tumpukan air sungai tersebutlah yang menyebabkan tanggul jebol dan air menggenangi daratan.

Banjir Bandang
Banjir bandang merupakan banjir yang tidak hanya membawa air saja tapi material-material lainnya seperti sampah dan lumpur. Biasanya banjir ini disebabkan karena bendungan air yang jebol. Sehingga banjir ini memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi daripada banjir air. Bukan hanya karena mengangkut material-material lain di dalamnya yang tidak memungkinkan manusia berenang dengan mudah, tetapi juga arus air yang terdakang sangat deras.

Banjir Lahar
Banjir lahar merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh lahar gunung berapi yang masih aktif saat mengalami erupsi atau meletus. Dari proses erupsi inilah nantinya gunung akan mengeluarkan lahar dingin yang akan menyebar ke lingkungan sekitarnya. Air dalam sungai akan mengalami pendangkalan sehingga juga akan ikut meluap merendam daratan.

Banjir Lumpur
Banjir ini merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh lumpur. Salah satu contoh identic yang masih terjadi sampai saat ini adalah banjir lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Banjir lumpur ini hampir menyerupai banjir bandang, tetapi lebih disebabkan karena keluarnya lumpur dari dalam bumi yang kemudian menggenangi daratan. Tentu lumpur yang keluar dari dalam bumi tersebut berbeda dengan lumpur-lumpur yang ada di permukaan. Hal ini bisa dianalisa dari kandungan yang dimilikinya, seperti gas-gas kimia yang berbahaya.

Arena KKPK, 30 Oktober 2016


Kisah Tentang Bunda


Judul: Surga di Tangan Ibu

Penulis: Anisa

112 halaman



Rahma berhasil membawakan lagu indah melalui petikan gitarnya. Semua penonton bertepuk tangan dan memuji penampilan Rahma. Tapi, saat Rahma turun dari panggung, tak ada ayah dan bunda yang menyambutnya. Hanya ada Pak Farhan, guru belajar gitarnya. 

Rahma langsung mengambil handphone dan menelepon. Di ujung sana, terdengar suara bunda yang terdengar lemah. Rahma merasa tak nyaman dan bergegas pulang. Ah, Rahma cemas. Dia meminta bunda untuk terus berbicara dengannya via telepon dan bersama-sama menghitung mundur. Sepuluh, sembilan, delapan ... satu. Sepuluh detik saja. Hanya sepuluh detik.

 Ada apa dengan bunda? Mengapa sepuluh detik itu sangat berharga buat Rahma?

Cerita cerpen itu sangat  mnyentuh hatiku dan aku sangat menyukai. Dan selain cerpen di atas, masih ada sembilan cerpen lagi yang keren, lho! Baca yuk.

(Salsa, Palembang)