Friday, February 24, 2017

Cernak, 26 Februari 2017

Raksasa dalam Panci


Di waktu yang sudah lama berlalu, di sebuah lembah hiduplah satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak bernama Zambo. Meskipun tidak kaya, tapi mereka hidup bahagia.

Suatu waktu, bapak pergi ke gunung untuk mencari kayu bakar. Seharian berlalu, bapak tak kunjung kembali. Zamboo dan ibunya jadi khawatir.

“Bu, kenapa bapak belum pulang?” tanya Zamboo. Ibu menggeleng tidak tahu – bapak tidak pernah pulang sebelum matahari tenggelam, tapi lihatlah matahari sudah digantikan bulan.

“Ambil lampu. Kita cari bapak di gunung,” pinta ibu. Zamboo dan ibunya pun pergi dari rumah untuk mencari bapak. Kesana kemari mencari dan berteriak, tak ada tanda-tanda keberadaan bapak.


Besoknya, Zamboo mencoba sekali lagi mencari di gunung. Tetap saja bapak tidak diketemukannya. Karena lelah, Zamboo memutuskan untuk istirahat di bawah pohon. Dia bermimpi bertemu pria tua berjanggut putih. Pria tua itu berkata, “Kamu seperti anak yang sangat menyayangi orangtuamu. Karena kutaksir kamu baik, akan kubantu dirimu menemukan bapakmu. Pulanglah dan cari kutu, kutu busuk, dan jarum. Jika kamu kembali dengan benda-benda yang kusebutkan tadi, kamu akan bisa menemukan bapakmu.”

“Benarkah?” tanya Zamboo, kemudian terbangun dari tidurnya. Dia heran mendapatkan mimpi yang sedikit aneh itu. Meski begitu, dia berniat mendapatkan kutu-kutu busuk-jarum yang diberitahukan dalam mimpinya itu.


Zamboo membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan kutu, kutu busuk, dan jarum. Setelah mendapatkan semuanya, dia lalu kembali ke gunung untuk menemukan bapak. Namun keberadaan bapak tetap belum diketahuinya. Zamboo pun mencari tempat bernaung karena hari sudah malam.

Zamboo menemukan sebuah rumah yang terdapat cahaya di dalamnya. Dia menghampiri rumah tersebut dan tak menemukan siapa-siapa di dalamnya. Karena itu, dia pun memutuskan menginap di sana.


Waktu mau tidur, Zamboo mendengar suara langkah kaki di luar. Dia mengintip dan melihat ada raksasa berjalan ke arah rumah tempatnya bermalam.

Sebelum masuk, raksasa itu menuju gudang untuk memastikan makanannya masih ada di sana. Begitu membuka pintu, dia menemukan jumlah makanannya masih lengkap – itu adalah manusia-manusia yang hilang, termasuk bapaknya Zamboo. Melihat bapaknya ada di sana, jantung Zamboo berdegub kencang. Raksasa pun menutup pintu kembali.


Raksasa masuk ke rumah dan tidur seketika itu juga. Zamboo yang berniat menyelamatkan bapaknya segera beraksi. Dia pun mulai membongkar tas berisi-kutu di dekat raksasa tidur. Segera kutu-kutu ini menyerang raksasa.

Raksasa berguling-gulingan di lantai. “Hah, rasakan kau!” pekik Zamboo, lalu mengeluarkan kutu busuk yang dibawanya yang segera mengerubungi tubuh raksasa hingga hitam pekat. Raksasa berteriak meraung-raung. Dia kabur ke hutan sambil menggaruk seluruh tubuhnya.


Zamboo mengeluarkan jarum-jarumnya. Dia melemparkannya ke arah raksasa pergi. Ajaib, jarum-jarum itu seolah hidup dan segera menusuk tubuh raksasa. “Aw, aw, aw, ini sungguh sakit, hentikanlah!” pekik raksasa sambil berguling-gulingan di atas rumput.

Pada akhirnya, raksasa pergi ke arah dapur rumahnya. Dia masuk ke dalam panci, dimana tak satupun akan mengganggunya. Zamboo cepat-cepat menutup panci dan meletakkan banyak bebatuan di atasnya. Setelah itu, dia menyalakan api di bawah panci. Raksasa itu berteriak-teriak, tapi karena tidak bisa keluar dia akhirnya mati di sana.


Setelah memastikan raksasa sudah tidak berkutik lagi, Zamboo pergi ke gudang untuk menyelamatkan bapaknya. Dia membuka pintu gudang dan mengeluarkan bapak dan orang-orang lainnya.

Zamboo membuka gudang lain dan menemukan banyak harta yang dicuri raksasa. Dia membagikan semuanya secara rata dan adil. Zamboo dan bapak kembali ke rumah menemui ibu. Mereka kembali berbahagia.

(dongeng Korea)

Hore, 26 Februari 2017

Mengenal Macam Bubur
 


Bubur merupakan sejenis masakan yang menggunakan banyak air. Pada kebiasaannya bubur adalah cair. Terdapat pelbagai jenis bubur, yang biasanya dinamakan menurut bahan yang digunakan bagi menghasilkan bubur tersebut.

Ada banyak macam kuliner bubur di Indonesia. Apakah kalian sudah pernah mencicipinya?

Bubur Ayam



Bubur ayam adalah salah satu jenis makanan bubur dari Indonesia. Sebenarnya dulu bernama bubur nasi karena sebenarnya merupakan beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat. Bubur ayam disajikan dengan irisan daging ayam dengan beberapa bumbu, seperti kecap asin dan kecap manis, merica, garam, dan kadang-kadang diberi kaldu ayam. Bubur dilengkapi dengan taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, tongcai (sayur asin), kedelai goreng, cakwe, dan kerupuk. Bubur ayam cocok bagi mereka yang kurang menyukai masakan Indonesia yang pedas, karena bubur umumnya tidak pedas; sambal atau saus cabe disajikan secara terpisah.

Bubur ayam kerap menjadi pilihan makanan untuk sarapan, tetapi bubur ayam sebenarnya dapat dimakan kapan saja. Selain sarapan, bubur ayam kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Karena teksturnya yang lembut, disajikan hangat-hangat, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik, bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan.

Bubur Kacang Hijau



Bubur kacang hijau adalah makanan khas Nusantara yang terbuat dari kacang hijau yang dimasak dengan air dan gula aren bersama seikat daun pandan. Bahan-bahan tersebut dimasak sampai mendidih sampai kacang hijau menjadi lunak. Lalu disajikan dengan tambahan santan. Dalam versi yang lain, beberapa orang menambahkan tepung tapioka ke dalam bubur. Makanan yang satu ini dapat dimakan saat masih hangat maupun dingin dengan cara memasukkan es batu ke dalamnya.

Bubur Ketan Hitam



Bubur ketan hitam (disebut juga bubur pulut hitam atau bubur injit) merupakan hidangan penutup, dengan cita rasa manis, yang terbuat dari beras ketan yang direbus dengan air berlebih hingga lunak, dan biasa disajikan dengan santan.Bubur ketan hitam merupakan sebutan yang dipakai di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Di daerah dengan pengaruh budaya Melayu yang kuat, bubur ini disebut "bubur pulut hitam". Sementara di Bali dan di Nusa Tenggara Timur, nama dari makanan ini adalah "bubur injit". Makanan ini dapat disajikan dingin maupun hangat.

Bubur Sumsum


Bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur warna putih yang dimakan dengan kuah manis (air gula merah). Dibuat dari bahan tepung beras. Makanan ini selain terdapat di Indonesia juga terdapat di Malaysia.


Bubur Manado



Tinutuan atau biasa disebut  Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara.Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antarkelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.

Nah musim hujan seperti ini, makan kuliner bubur di atas sangat asik lho.

ARNA KKPK, 26 Feb 2017

Ramalan Misterius



Judul: Ramalan Madam Remona

Penulis: Laily, dkk

120 hal




Kalian percaya ramalan? Kalau aku sih tidak. Kecuali ramalan cuaca. Namun kalau baca komik satu ini, aku senang banget lho. Apa ya kisahnya?

Luscy yang baru masuk sekolah lagi karena sakit, melihat teman-temannya mengenakan gelang yang sama. Karena penasaran, dia akhirnya mencari tahu dari mana gelang-gelang itu berasal. Ternyata gelang itu diberikan oleh seorang peramal yang bernama madam Remona. Luscy menginginkan gelang tersebut, hanya saja syaratnya harus mau diramal oleh madam Remona. Konon ramalannya selalu membawa celaka, apakah Luscy bersedia diramah demi sebuah gelang?

Siap-siap saja untuk merasakan ketegangan. Oh iya, masih banyak cerita seru lainnya di komik ini lho.

(Salsa, Palembang)

Friday, February 17, 2017

Cernak, 19 Februari 2017

Kisah Aladin




Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya.

Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir.

Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera.

"Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.

Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu," seru si penyihir.

"Tidak, aku takut turun ke sana," jawab Aladin.

Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. "Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu", kata si penyihir.

Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian.

"Cepat berikan lampunya!" seru penyihir.

"Tidak! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar," jawab Aladin.

Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!" pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. "Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !" ucap Aladin.

Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan.

"Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan," saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang ke rumah."

"Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini," ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan."

Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya?" kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul  raksasa peri lampu.

"Sebutkanlah perintah Nyonya," kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami". Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu," kata si peri lampu.

Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja.

"Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya." Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku."

Raja amat senang. "Wah, anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku."

Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya".

Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?" tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.

Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "Tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru!"

Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku," seru Aladin.

"Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin.

"Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana," seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung.

"Penyihir itu sedang tidur," ujar sang Putri.

"Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang," jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada peri lampu.

Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membuang penyihir tu jauh ke luar angkasa dan tidak bisa kembali ke bumi.

"Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

Hore, 19 Februari 2017

Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.

Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.




Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan biasanya dianggap yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat dihargai.

Manfaat

Bentuk pohon yang kokoh dan besar, serta kualitas kayu yang sangat baik, tidaklah salah apabila kayu cendana merupakan salah satu kayu yang sangat diperhitungkan dalam pembuatan furniture. Banyak sekali furniture yang terbuat dari bahan dasar kayu cendana.

Selain menjadi bahan baku furniture dan meubel, manfaat hutan yang menghasilkan kayu cendana juga sering dibuat menjadi bahan baku kerajinan tangan dan menjadi bahan baku hiasan-hiasan, seperti  keris.


Salah satu manfaat kayu cendana bagi tubuh kita adalah dapat menjadi obat herbal. Biasanya bagian yang digunakan sebagai obat herbal adalah bagian kulit kayu serta minyak dari pohon cendana.


Kayu cendana juga ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan parfum dan jenis wewangian yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti manfaat lengkuas.




Ternyata bagian dari pohon cendana yang dapat membantu mengendalikan stress dan kecemasan adalah minyak cendananya. Minyak cendana memiliki efek alami sebagai anti depressant yang dapat mengurangi, bahkan menghilangkan jenis kecemasan, stess dan depresi.

Minyak cendana ternyata juga mampu membantu anda dalam memperlancar buang air kecil. Minyak cendana mampu menekan rasa sakit yang muncul ketika tubuh melakukan proses buang air kecil atau ekskresi. Hal ini dapat berguna bagi orang-orang yang menderita gangguan ketika buang air kecil.

Minyak cendana memiliki fungsi sebagai zat antiseptik dan zat antimikroba yang berguna bagi ketahanan dan daya tahan tubuh. Hal in membuat tubuh menjadi lebih sulit untuk terinfeksi bakteri, mikroba dan virus-virus yang membawa penyakit berbahaya. 9. Manfaat kecantikan

Minyak kayu cendana juga memiliki fungsi yang sangat baik sebagai salah satu zat yang dapat memberikan efek kecantikan bagi tubuh.

Arena KKPK, 19 Februari 2017

Hadiah Berharga


Judul: Peci Untuk Kakek

Penulis; Nurin, dkk

104 halaman

Kalian punya kakek? Kakek adalah salah satu anggota keluarga yang sangat menyayangi kita. Bahkan saat kakek tidak bekerja lagi, masih mau memberikan uangnya untuk membelikan seusuatu buat kita. Kakek juga yang bercerita tentang masa kecil ayah dan ibu kita.

Nah buku ini bercerita tentang Kakek dan Risa. Seperti apa?

Risa sedih melihat peci yang sering dipakai Kakek sudah sobek. Risa ingin membelikan peci baru untuk Kakek, tapi uang tabungannya cuma sedikit. Ini pasti gara-gara Risa yang hobi jajan. Kalau gitu, ia harus mulai berhemat supaya bisa memberikan hadiah peci untuk Kakek.  Berhasil enggak ya, Risa mengumpulkan uang untuk membeli peci untuk Kakek?

Kisah mengharuskan yang harus kita baca agar kita lebih mencintai kakek.

(Salsa, Palembang)



Friday, February 10, 2017

Cernak, 12 Feb 2017

Batu Menangis


Dahulu sekali, hiduplah seorang janda miskin pada masa lampau, Mak Dasah namanya. Ia tinggal di sebuah gubuk reyot di pinggir hutan. Mata pencahariannya sehari-hari adalah bekerja di ladang sempit peninggalan mendiang suaminya. Sepulang dari berladang, Mak Dasah biasa mencari kayu bakar di hutan. Kayu-kayu bakar itu lantas dijualnya di perkampungan penduduk yang jauh letaknya dari tempat tinggalnya.
Mak Dasah mempunyai seorang anak gadis. Jelita namanya. Sesuai namanya, wajah Jelita amatlah cantik. Sayang, Jelita sangat pemalas. Hari-harinya dihabiskannya untuk berdandan dan bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan dirinya. Meski berulang kali Mak Dasah mengingatkan agar dia merubah kelakuannya itu, namun Jelita enggan menuruti nasihat ibunya. Ia tetap sangat malas, enggan membantu kerepotan ibunya.
Selain pemalas, Jelita juga sangat manja. Apapun yang dikehendakinya harus dituruti ibunya. Jika tidak dituruti, Jelita akan marah¬marah. Meski begitu buruk kelakuan anaknya, Mak Dasah tetap sayang dengan anak perempuannya itu. Meski sangat kerepotan, namun Mak Dasah akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi setiap permintaan Jelita. Namun, Jelita senantiasa meminta dan terus meminta, dia tidak peduli dengan keadaan ibunya.
Pada suatu hari Mak Dasah mengajak Jelita ke pasar. Jelita mau diajak ke pasar dengan memberikan syarat, "Aku tidak mau berjalan bersama dengan Ibu. Ibu harus berjalan di belakangku." Mak Dasah terpaksa menuruti permintaan anak gadisnya itu.
Jelita berangkat ke pasar dengan mengenakan pakaian terbaru sekaligus terbaik yang dimilikinya. Ia juga berdandan secantik-cantiknya seperti jika ia hendak menghadiri sebuah pesta. Ia lantas berjalan di depan ibunya yang mengenakan pakaian lusuh. Ibu dan anak itu begitu jauh berbeda dalam penampilan hingga orang yang tidak mengenal mereka tentu tidak akan menyangka jika mereka sesungguhnya ibu dan anak.
Tersebutlah seorang pemuda yang bertanya pada Jelita, "Wahai gadis cantik, apakah wanita berbaju lusuh yang berjalan di belakangmu itu ibumu?"
Jelita sejenak memandang pemuda yang bertanya padanya Tampan wajah pemuda itu. Melihat ketampanan pemuda itu, Jelita tiba-tiba merasa sangat malu mengakui Mak Dasah selaku ibu kandungnya. "Bukan!" katanya. "Ia bukan ibuku, melainkan pembantuku."
Betapa sedih dan sakit hati Mak Dasah ketika mendengar jawaban anak perempuannya. Dinasihatinya agar Jelita tidak berani lagi berkata seperti itu. "Jelita, anakku. Aku ini ibumu, orang yang melahirkanmu. Sungguh, sangat durhaka kelakuanmu jika engkau berani menganggapku sebagai pembantumu! Sadarlah engkau, wahai anakku."
Namun, Jelita tak menganggap nasihat ibunya. Ia bahkan kian menjadi-jadi. Kepada orang-orang yang bertanya padanya selama dalam perjalanan itu, Jelita senantiasa tegas menjawab jika perempuan tua yang berjalan di belakangnya itu adalah pembantunya.
Hati dan perasaan Mak Dasah sangat seperti teriris sembilu. Ketika ia tidak lagi dapat menahan kesakitan hatinya, berdoalah Mak Dasah, kepada Tuhan, "Ya Tuhan, hamba tidak lagi menahan penghinaan anak harnba ini! benar telah membatu hati anak hamba ini, karena itu, Ya Tuhan, hukumlah anak hamba durhaka itu menjadi batu!"
Doa Mak Dasah dikabulkan.
Tak berapa lama kemudian kedua kaki Jelita berubah menjadi batu. Jelita sangat takut. Betapa mengerikannya perasaan yang dialaminya ketika mendapati kedua kaki berubah menjadi batu. la kian ketakutan mendapati pinggangnya pun berubah membatu. Sadarlah ia, semua itu terjadi karena kedurhakaan besarnya kepada ibunya. Maka dia pun berteriak-teriak, "Mak, ampuni aku! Ampuni aku! Ampuni kedurhakaan anakmu ini, Mak"
Namun, semuanya telah terlambat bagi Jelita. Mak Dasah hanya terdiam. Sama sekali Mak Dasah tidak berusaha mengabulkan permohonan anaknya yang telah berbuat durhaka terhadapnya. Ia merasa telah cukup mengalami penderitaan yang diakibatkan anaknya itu. Hingga akhirnya seluruh tubuh Jelita berubah menjadi batu.
Batu jelmaan Jelita itu terus meneteskan air seperti air mata penyesalan yang menetes dari mata Jelita. Orang-orang yang mengetahtui adanya air yang terus menetes dari batu itu kemudian menyebutnya Batu Menangis.

Hore, 12 Februari 2017

11 Fakta Menarik Hujan




Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara tropis, ciri umum wilayah yang disebut tropis adalah memiliki curah hujan yang banyak. Dalam artikel ini akan kita bahas tentang fenomena keunikan hujan dan fakta yang mungkin terlewatkan dari kita.

1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.



2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.



3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.



4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.



5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.



6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.



7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.



8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.



9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang dibekukan di freezer/kulkas.



10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.



11. Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk mebghadirkan ingatan masa lalu. 




Thursday, February 09, 2017

Arena, KKPK, 12 Februari 2017

Pesan Mama




Judul: Permintaan Terakhir Mama
Penulis; Alisha
108 halaman

Apakah kalian suka memasak? Awalnya m emang membingungkan. Tapi cobalah mulai dengan membantu mama di dapur lebih dulu. Seperti halnya kisah Rania ini.

Menjadi anak seorang koki terkenal tentu menyenangkan. Rania bisa menikmati makanan lezat setiap hari. Sayangnya, Rania tak pernah mau belajar memasak meskipun sering dibujuk oleh mamanya. Kehidupan mereka yang normal akhirnya berubah. Mama sakit keras. Mama mengajukan permintaan terakhir kepada Rania. Apakah permintaan mama?

Buku ini mengajarkan kita untuk berbakti kepada orangtua, terutama ibu. Ya, tentu saja ibu yang melahirkan dan membesarkan kita. Memang terkadang kita ini bandel. Tapi dengan membaca buku ini kita akan lebih tahu cara berterima kasih kepada ibu.

(Salsa, Palembang)

Friday, February 03, 2017

Cernak, 5 Februari 2017

       Kasih Sayang si Kembar





Ribuan tahun yang lalu, di negeri Vietnam hidup saudara kembar Tan dan Lang. Keduanya sangat tampan, jujur, dan suka menolong orang. Keduanya saling menyayangi dan amat rukun hidupnya. Di mana ada Tan, pasti di situ ada Lang. Mereka kiranya tak mau berpisah.

Orang tuanya mendidik Tan dan Lang dengan baik dan penuh kesabaran. Tan dan Lang tumbuh menjadi pemuda yang berbudi luhur dan dermawan.

Pada usia duapuluh tahun, Tan dan Lang meninggalkan desanya untuk berguru kepada Pendeta Ho yang terkenal pandai dan saleh itu. Pendeta Ho menerima Tan dan Lang dengan ramah dan gembira.

Tan dan Lang kiranya cepat pandai, ilmu yang dipelajarinya cepat pula dikuasai. Namun, ia tak segera kembali ke desanya. Dan selidik demi selidik kiranya kedua pemuda itu jatuh cinta pada putri Pendeta Ho yang cantik jelita itu. Gadis itu bernama Mei, ia gadis lembut dan berbudi luhur.

Mei terpaksa minta bantuan kepada ayahnya. Pendeta Ho terpaksa memilih Tan sebagai calon suami Mei. Meskipun pilihan jatuh kepada Tan, Lang tidak iri hati kepada saudara kembarnya.

Sementara Lang merasa kesepian juga, sebab Tan selalu bersama Mei. Lang jadi sedih hatinya. Untuk menghilangkan kesedihan hatinya itu ia ingin berkeliling dunia. Dengan membawa rasa sayang terhadap saudaranya Lang ia memulai pengembaraannya.

Hutan belukar ia masuki, gunung dan ngarai ia telusuri. Berbulan-bulan sudah Lang mengembara untuk menggembirakan hatinya. Suatu hari, Lang tiba di sebuah hutan belantara. Pohon-pohonnya amat rapat dan sinar matahari tak dapat menembus. Lang serasa terperengkap di situ. Tak bisa keluar dari hutan. Akhirnya Lang meninggal dalam perjalanan.

Tapi anehnya, setelah meninggal tubuh Lang berubah menjadi gunung putih berkilauan. Suatu pertanda kesucian kasih sayang Lang kepada saudara kembarnya Tan dan isterinya Mei terlalu dalam.

Sementara itu, Tan bermimpi bahwa Lang telah meninggal. Yah, firasat menjadi sebuah kenyataan. Tan kiranya ingin berziarah ke makam Lang adiknya.

Tiba-tiba saja Tan terbangun dari mimpi buruknya, lalu meninggalkan isterinya yang masih tertidur pulas itu. Tan berjalan menerobos kegelapan malam yang sepi itu, niatnya hanya satu mencari kuburan Lang adiknya di tengah hutan sesuai petunjuk mimpinya.

Setelah tiba di tengah hutan Tan sangat lelah sekali. Sudah beberapa hari ia tak makan dan minum. Oleh karena itu, tak terasa ia pun jatuh tertidur. Anehnya Tan tak dapat bangun lagi, dia meninggal sewaktu tertidur pulas. Tubuh Tan tak terduga tertimbun tanah yang sedikit demi sedikit longsor dari Gunung Putih. Kemudian keajaiban terlihat lagi manakala kuburan Tan itu berubah menjadi pohon pinang.

Di rumah, isteri Tan sangat sedih atas kepergian Tan suaminya yang tak tentu arah itu. Mei lalu pergi meninggalkan rumahnya dan berjalan tak tentu arah. Mei tak kembali jika tak bertemu suaminya. Tan adalah dambaan siang dan malam.

Beberapa hari kemudian Mei tiba di kaki Gunung Putih. Mei ingin mendaki Gunung Putih agar dapat melihat perjalanan Tan suaminya dari ketinggian gunung.

Sayang, ketika ia melangkahkan kakinya di dekat pohon pisang, kakinya pun terpelosok. Mei jatuh dan meninggal seketika. Aneh, tubuhnya kemudian beruabah menjadi pohon sirih.

Tak lama kemudian kira-kira lima bulan Raja Hung Voung yang memerintah negeri Vietnam, berburu ke hutan Gunung Putih. Ketika melihat pohon pinang dan pohon sirih tumbuh di atas bukit kapur putih, Raja termenung sejenak. Tiba-tiba hatinya tergerak memetik beberapa helai daun sirih, lalu memetik buah pinang dan mengambil kapur sedikit. Ketiganya lalu diramu dan disantap seketika.

Demikianlah, Raja Hun Voung mulai menciptakan kebiasaan makan sirih, untuk memperingati cinta kasih yang abadi antara Tan, Lang, dan Mei. Kebiasaan itu menyebar ke seluruh Asia Tenggara termasuk di Negara Indonesia juga.

“Budi luhur seseorang akan selalu diingat, walau raganya tak ada lagi di dunia ini”

Hore, 5 Februari 2017

Mengenal Jenis Anyaman



Kalian tahu anyaman? Anyaman adalah serat yang dirangkaikan hingga membentuk benda yang kaku, biasanya untuk membuat keranjang atau perabot. Anyaman seringkali dibuat dari bahan yang berasal dari tumbuhan, namun serat plastik juga dapat digunakan.

Bahan yang digunakan bisa bagian apapun dari tanaman, misalnya inti batang tebu atau rotan atau keseluruhan ketebalan tanaman, seperti misalnya dedalu. Bahan lainnya yang terkenal digunakan sebagai anyaman adalah gelagah dan bambu. Biasanya rangkanya dibuat dari bahan yang lebih kaku, setelah itu bahan yang lebih lentur digunakan untuk mengisi rangka.

Anyaman bersifat ringan tetapi kuat, menjadikannya cocok sebagai perabot yang sering dipindah-pindah. Anyaman sering digunakan untuk perabot di beranda dan teras. Berikut adalah jenis-jenis anyaman.

Anyaman Mengkuang, terbuat dari daun mengkuang, contoh: tikar, tudung saji, dan lain-lain.



Anyaman Pandan, terbuat dari daun pandan duri, contoh: tikar sembahyang, hiasan dinding.

Anyaman Buluh, terbuat dari jenis-jenis buluh yang sesuai, contoh: bakul untuk bekas pakaian, nyiru, beg dan lain-lain.

Anyaman Rotan, terbuat dari rotan yang telah diproses, contoh: bakul untuk bekas pakaian, tempat buaian anak dan lain-lain.

Anyaman Lidi, terbuat dari lidi kelapa, contoh: lekar.

Anyaman Ribu-ribu, terbuat dari tanaman paku pakis ribu-ribu, contoh: tempat tembakau, bakul, dan lain-lain.

Ayaman juga bisa dipelajari lho. Biasanya kita belajar di sekolah dengan menggunakan kertas terlebih dahulu. Belakangan juga sering kita lihat karya daurulang berupa tas yang sebnarnya anyaman dari plastik kemasan.

Nah, adakah kalian yang ingin belajar menganyam?

Arena KKPK, 5 Februari 2017

Rahasia Kakek


Judul: Misteri Lukisan Tua

Penulis:  Violita

112 halaman

 Apakah kamu menyukai buku dengan tema misteri? Kalau iya, kamu harus baca buku satu ini.

Ryoko mencari keberadaan Kakek. Ternyata Ryoko menemukannya di sebuah museum! Bagaimana bisa? 
Awalnya Ryoko tidak berminat mendatangi museum. Kunjungan bersama teman-teman sekolah, membuat Ryoko ketagihan untuk datang dan datang lagi ke museum. Tak ada tujuan lain, kecuali melihat sebuah lukisan misterius.

Tak ada keterangan nama pelukis dalam karya lukis itu. Hingga akhirnya Ryoko membuat sketsa lukisan dan membawanya pulang. Lalu apa hubungan lukisan dan pencarian Kakek Ryoko? Temukan jawabannya dalam buku ini.
(Salsa, Palembang)

 

Friday, January 27, 2017

Hore Aku tahu, 29 Januari 2017

Yuk, Mengenal Jenis Ayam di Indonesia


Tahukah kalian saat ini disebut tahun ayam api oleh warna Tionghoa? Di Indonesia ayam bukanlah hewan yang aneh. Di Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras, atau kampung).

Ke dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan sebagai ayam sabung, ayam timangan , atau untuk acara ritual.

Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk penampilan tertentu:

  •     ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang memiliki kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;
  •     ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;
  •     ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;
Terdapat pula beberapa istilah untuk menyebut penampilan tertentu namun sifat itu tidak selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti

  •     ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri;
  •     ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan;
  •     ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam "normal"), terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini;
  •     ayam ketawa, ayam (jantan) seleksi dengan suara kokok terputus-putus seperti orang tertawa, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi Selatan, tetapi sekarang telah tersebar di berbagai tempat.

Cernak, 29 Januari 2017

Penyesalan Katak Muda



Di suatu masa, hiduplah seekor Katak Muda dan Ibunya yang sudah ditinggal meninggal suaminya di sebuah kolam besar. Katak Muda ini adalah seekor katak pembuat onar, yang sama sekali tidak pernah mendengarkan ucapan Ibunya. Sehingga, menyebabkan banyak kesedihan dan rasa malu Ibunya.

Si Katak Muda ini selalu saja melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kata-kata Ibunya. Jika Ibunya memintanya bermain di bukit, maka katak muda ini pergi ke pantai. Jika Ibunya memintanya pergi ke lingkungan atas, maka katak muda ini pergi ke bawah.

"Apa yang sebaiknya kulakukan dengan anak itu?" tanya Ibu katak pada dirinya sendiri, "Kenapa dia sama sekali berbeda dari anak-anak lainnya yang selalu menurut apa kata orang tua? Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika dia bersikap keras kepala seperti ini. Meski begitu, aku harus melakukan sesuatu supaya kebiasaan buruknya hilang."


Sayangnya, setelah melakukan segala upaya untuk mengubah anaknya, Ibu katak tidak mendapati anaknya berubah. Katak muda tetap saja bersikap semaunya. "Hahaha..." terkekeh katak muda melihat Ibunya yang sudah putus asa dengan sikapnya, "Kau tidak usah mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja dengan sikapku ini!"

"Apakah iya?" kata Ibu katak, "Lalu kenapa suaramu tidak terdengar seperti katak? Mari kuajari..." Sambil tersenyum Ibu Katak bersuara kwok! kwok! sebagaimana biasa dilakukan oleh katak pada umumnya. "Sekarang, cobalah bersuara sepertiku."

Si katak muda menyombongkan dirinya bahwa itu mudah saja dilakukannya. Namun ketika bersuara, yang terdengar dari dalam mulut Katak Muda adalah suara, "Kok! Kok!"

"Aduh, kenapa kau bersuara seperti seekor katak tidak baik? Kau akan membuat Ibumu ini sedih!" pekik Ibu Katak, "Dengarkan aku jika aku sedang memberitahumu tentang hal yang baik untukmu. Sekarang kau..."

Belum Ibunya selesai berbicara, si Katak Muda melompat-lompat menjauh sambil bersuara, "Kok! Kok!"


Hari demi hari, Ibu Katak terus saja memberi nasihatnya, tapi Katak Muda terus melakukan apa yang diinginkannya - kebalikan dari apa yang dikatakan Ibunya. Berpikir tentang nasib Katak Muda kelak, Ibu Katak jatuh sakit. Hal ini membuat Ibu Katak memanggil Katak Muda di sisi tempat tidurnya.

"Anakku," kata Ibu Katak, "Kurasa aku takkan hidup lebih lama lagi. Ketika aku meninggal, jangan kuburkan jasadku di gunung, tapi kuburlah aku di sisi sungai." Ibu Katak mengatakan itu karena tahu Katak Muda akan melakukan hal sebaliknya yang dikatakannya.

Beberapa hari kemudian Ibu Katak benar-benar meninggal. Hal ini menyisakan kesedihan mendalam bagi Katak Muda. "Oh, Ibuku yang malang. Aku merasa dia terlalu khawatir dengan kenakalanku. Kenapa aku tak mendengarkannya?" kata Katak Muda menyesal, "Kini, dia sudah tiada. Aku telah membuatnya meninggal."

Katak Muda merasa Ibunya meninggal karena dirinya. "Aku selalu tidak melakukan apa yang Ibu katakan karena merasa itu menyenangkan aku. Tapi kali ini aku akan melakukan apa yang dia katakan." Maka, Katak Muda memakamkan Ibunya di sisi sungai, walaupun dia merasa itu tidaklah bijaksana.

Beberapa kemudian badai turun, menyebabkan air sungai meluap. Katak Muda tidak bisa tertidur karena khawatir makam Ibunya akan hanyut. Akhirnya, dia pergi ke makam Ibunya di sisi sungai untuk berjaga-jaga.

Di tengah hujan lebat, Katak Muda duduk. Dia menangis berulang-ulang dan bersuara dengan benar, "Kwok! Kwok! Jangan hanyutkan jasad Ibuku." Itulah yang selalu dilakukan Katak Muda setiap kali hujan turun. Sejak itu, katak hijau menangis sambil berteriak,"Kwok! Kwok!" pada waktu hujan turun.


Arena KKPK, 29 Januari 2017

Kota Musik



Judul: Sahabat Musik
Penulis: Alizza
100 halaman

Alifa tinggal di Musical City. Di kota itu, setiap orang harus bisa memainkan salah satu alat musik. Sayangnya, Alifa tidak bisa satu pun! Suatu hari, ayah dan bunda Alifa pergi meninggalkan Musical City. Alifa dan ketiga kakaknya ditinggal bersama Tante Meliana, kakak ibu mereka.

Sayangnya, Tante Meliana tidak sebaik yang Alifa bayangkan! Alifa dan kakak-kakaknya diharuskan mengikuti aturan baru yang dibuat oleh Tante Meliana! Halini membuat Alifa tidak betah. Dia ingin kembali ke kota aslanya.

Benarkah orangtua Alifa pergi karena Alifa tidak bisa memainkan alat musik? Apa yang dilakukan sahabat-sahabat Alifa? Simak petualangan seru Alifa dengan kelima sahabatnya hanya di buku ini!

(Salsa, Palembang)

Friday, January 20, 2017

Cernak, 22 Januari 2017

Tiga Penenun

 
Dahulu kala ada seorang gadis yang sangat malas dan tidak pernah mau menenun kain, dan ibunya tidak pernah bisa membujuk gadis tersebut untuk melakukan apa yang harus dilakukan. Akhirnya ibunya menjadi sangat marah dan kehilangan kesabaran dan mulai memukul anak gadisnya dengan keras. 
 
Pada saat itu Ratu yang kebetulan lewat, berhenti di depan rumah gadis tersebut karena mendengar gadis itu menangis. Ratu kemudian masuk ke dalam rumah dan bertanya apa yang terjadi pada gadis itu dan mengapa ibunya memukuli anak gadisnya sampai-sampai semua orang yang berada di jalan dapat mendengarkan gadis tersebut menangis.
 
Ibu gadis tersebut menjadi sangat malu untuk mengakui kemalasan anak gadisnya, sehingga dia berkata,
“Saya tidak bisa menghentikan dia menenun, dia selalu ingin mengerjakannya setiap waktu dan saya terlalu miskin sehingga tidak bisa menyediakan dia rami – bahan untuk ditenun yang cukup.”
 
Kemudian Ratu menjawab, “Saya sangat senang mendengar suara roda alat pemintal, dan saya merasa senang mendengarkan mereka bersenandung, biarkanlah saya membawa putrimu ke istana, saya mempunyai banyak rami dan bahan tenung, di sana dia dapat memintal dengan hati gembira.”
 
Ibu gadis tersebut sangat senang mendengarkan tawaran itu, dan Ratu pun kemudian membawa gadis tersebut bersamanya. Ketika mereka mencapai istana, Ratu memperlihatkan tiga ruangan yang penuh dengan rami dan bahan tenun yang terbaik yang ada di kerajaannya.
 
“Sekarang kamu dapat menenun rami ini,” Katanya, “dan bila kamu berhasil menyelesaikannya, kamu akan saya nikahkan dengan putra tertua saya; kamu mungkin miskin tapi saya tidak akan memperdulikan hal itu, kain yang kamu buat dari rami ini cukup sebagai emas kawin,”
 
Gadis itu ketakutan dalam hati, karena dia sama sekali tidak dapat menenun, biarpun dia hidup seratus tahun dan duduk menenun setiap hari selama hidupnya dari pagi sampai malam. Dan ketika dia berada sendirian dia mulai menangis, dan duduk selama tiga hari tanpa menyentuh alat tenun. 
 
Pada hari ketiga, Ratu datang, dan ketika dia melihat tidak ada satupun tenunan yang selesai, dia lalu terkejut; tetapi gadis tersebut beralasan bahwa dia belum bisa mulai menenun karena dia masih bersedih akibat perpisahan dengan rumah dan ibunya. 
 
Alasan itu membuat Ratu menjadi tenang, tetapi ketika Ratu akan beranjak pergi, dia mengatakan “Besok pekerjaan kamu harus dimulai.”
 
Ketika gadis itu sendirian lagi, dia tidak dapat berbuat apa apa untuk menolong dirinya sendiri atau melakukan apapun yang sudah seharusnya dilakukan. Dalam kebingungannya dia cuma keluar dan menatap keluar jendela. 
 
Saat itu dilihatnya tiga orang wanita lewat didepannya, dan wanita yang pertama memiliki kaki yang lebar dan rata, yang kedua mempunyai bibir yang tergantung turun sampai ke dagunya, dan yang ketiga memiliki ibu jari tangan yang sangat lebar. 
 
Mereka kemudian berhenti di depan jendela, dan mencoba bertanya apa saja yang gadis itu inginkan. Gadis itu menjelaskan apa yang dibutuhkannya, dan mereka berjanji akan membantunya, dan berkata, “Kamu harus mengundang kami ke pesta pernikahanmu, dan tidak malu karena kehadiran kami, menyebut kami sebagai sanak keluarga dan sepupumu, dan diperbolehkan duduk satu meja dengan kamu; jika kamu berjanji akan memenuhi hal ini, kami akan menyelesaikan tenunan tersebut dalam waktu singkat.” 
 
“Saya berjanji sepenuh hati,” jawab si gadis; “masuklah dan mulailah sekarang.”
 
Lalu, ketiga wanita itu masuk, dan mereka membersihkan sedikit ruangan pada kamar pertama untuk mereka agar mereka dapat duduk dan menempatkan alat tenun mereka.  Wanita yang pertama menarik keluar benang dan mulai menapakkan kakinya ke tuas yang memutar roda alat tenun, wanita yang kedua membasahi benang,  dan wanita yang ketiga memilin dan meratakannya dengan ibu jarinya diatas meja, perlahan-lahan gulungan-gulungan benang yang indah berjatuhan diatas lantai, dan ini menghasilkan tenunan yang sangat indah. 
 
Gadis itu menyembunyikan ketiga wanita penenun itu dari pandangan mata sang Ratu sehingga setiap kali Ratu berkunjung, sang Ratu hanya melihat dia sendirian bersama tumpukan tenunan yang sangat indah; dan tidak terhingga pujian-pujian yang diterimanya dari Ratu. 
 
Ketika kamar pertama sudah kosong, mereka mulai menenun di kamar kedua, lalu ke kama ketiga sampai semua rami telah selesai di tenun. Lalu saat ketiga wanita penenun itu akan pergi, mereka berkata pada sang Gadis, “Jangan lupa dengan apa yang kamu janjikan, dan semuanya akan menjadi lebih baik untuk kamu.”
 
Ketika sang Gadis memperlihatkan pada Ratu ruangan yang telah kosong, dan sejumlah besar tenunan, Ratu langsung mengatur pernikahan gadis itu dengan putranya yang tertua, dan mempelai pria itupun sangat senang karena mendapatkan calon istri yang sangat pandai dan rajin.
 
“Saya mempunyai tiga orang sepupu,” kata Gadis itu, “dan karena mereka sangat baik kepada saya, Saya tidak akan pernah lupa kepada mereka disaat saya mendapatkan keberuntungan; bisakah saya mengundang mereka datang ke pesta, dan meminta mereka duduk satu meja dengan kita?”
 
Ratu dan putra tertuanya yang akan menjadi calon suami berkata bersamaan, “Kamu boleh mengundangnya datang, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengundangnya kesini,” 
 
Ketika perjamuan dimulai, ketiga wanita penenun tersebut datang tanpa menyembunyikan keburukan rupa mereka, dan sang Gadis berkata, “Sepupuku yang baik, selamat datang.”
 
“Oh,” kata mempelai pria, “bagaimana kamu bisa mempunyai sanak keluarga yang sangat buruk rupa?”
 
Kemudian dia menemui wanita penenun yang pertama dan bertanya kepadanya, “Bagaimana kamu bisa mempunyai kaki yang begitu lebar dan rata?” 
 
“Saya selalu menapakkan kaki saya pada alat tenun,” katanya.
 
 Ketika dia menemui wanita yang kedua dan bertanya, “Bagaimana kamu bisa mempunyai bibir yang bergantungan sampai ke dagumu?” 
 
“Dengan menjilati benang.” katanya,
 
Dan kemudian dia bertanya kepada wanita yang ketiga, “Bagaimana kamu bisa mempunyai ibu jari yang sangat besar dan lebar?” 
 
“Dengan memuntir dan memilin benang,” katanya.
 
Kemudian mempelai pria berkata bahwa semenjak saat itu, sang gadis yang menjadi istrinya ini harus berhenti untuk menenun dan jangan pernah menyentuh alat tenun lagi.

Dan begitulah akhirnya sang gadis lepas dari pekerjaan menenun yang melelahkan.

Hore, 22 Januari 2017

 Yuk, Tahu Sejarah Sedotan



Sedotan merupakan benda yang sangat bermanfaat. Minum susu atau jus teras lebih nikmat dengan sedotan. Selain untuk minum, sedotan pun dapat digunakan untuk bermain balon-balon sabun. Bahkan sedotan dapat dapat digunakan untuk membuat kerajian tangan.

Sedotan sudah menjadi hal yang sangat biasa dalam aktifitas kita sehari hari, khususnya saat kita sedang minikmati minuman.Tapi tahukah Anda awal sejarah sedotan?

Lima ribu tahun yang lalu, orang-orang Sumeria sudah menggunakan sedotan dari bahan rumput jerami. Sedotan tersebut digunakannya untuk meminum minuman fermentasi. Saat diminum  masih bercampur dengan sisa-sisa proses fermentasi sehingga untuk meminumnya harus menggunakan sedotan jerami. Namun, dengan sedotan jerami, sisa rasa rumput yang tidak enak masih terasa di lidah.

Sejarah sedotan di Dunia

Argentina menggunakan perangkat serupa metalik yang disebut bombilla dan digunakan untuk meminum mate. Kemudian, pada tahun 1800an, sedotan rumput rye menjadi mode. Namun, meski murah dan lembut, rumput rye ketika digunakan untuk menyedot akan morat-marit dan bercampur dengan minuman.

Setelah tahun 1880, seorang pemilik pabrik kertas rokok di Amerika Serikat bernama Marvin Chester Stone membuat sedotan dari selembar kertas yang digulungkan pada sepotong pensil, kemudian dilem, tetapi belum dapat digunakan karena basah bila terkena air. Selanjutnya, ia menggunakan kertas manila yang dilapisi lilin sehingga tahan air. Ia meneliti ukuran ideal sebuah sedotan.

Menurut pendapatnya, sebaiknya panjang sedotan sekitar 21,25 cm (menyesuaikan jarak meja dengan bibir) diameter lubangnya lebih kecil dari biji lemon guna menghindari biji jeruk turut terisap dari minuman. Pada tanggal 3 Januari 1888, ia pun mengubah pabrik kertas rokok miliknya menjadi pabrik sedotan di mana ia kemudian berhasil menciptakan mesin otomatis untuk membuat sedotan. Produksi massal tersebut membuat Stone mendapatkan keuntungan besar.

Seiring dengan perkembangan jenis minuman, sedotan juga ikut berkembang menjadi berbagai macam bentuk dan fungsi:



Sedotan bengkok, sedotan yang dapat dibengkokan ujung bagian atas yang gunanya untuk kenyamanan.
Jenis sedotan ini ditemukan oleh Joseph Friedman. Sedotan ini terbuat dari plastik dan mempunyai beberapa liukan. Ketika minuman disedot, maka cairan akan mengikuti alur liukan sedotan tersebut.

Spoon straw, sedotan yang membentuk sendok pada salah satu ujung sedotan.yang berguna untuk meminum ice cream.

Candy straws, berbentuk seperti kayu manis. dan terbuat dari beberapa jenis permen kenyal.

Sedotan mini, sedotan mini biasa ditemukan di kotak minuman.

Wide straw, sedotan berbentuk seperti sedotan biasa namun memiliki diameter yang lebih besar.
 Ini digunakan untuk meminum bola jeli yang ada di minuman.

Sanitary straw, adalah sedotan yang dibungkus terpisah untuk menghindari kontaminasi. Sedotan ini awalnya dipasarkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengurangi risiko tertular penyakit dari gelas, atau cangkir.

 Sipahh straw, sipahh adalah sedotan yang berisi manik-manik rasa tapioka yang akan larut jika tercampur dengan air susu.

Cereal straw, cereal straw adalah sedotan berbentuk kue yang panjang dan berlubang pada setiap ujungnya. seperti astor.

Polypropylene straws, polypropylene straws adalah sedotan yang lebih padat atau berat daripada air yang menyebabkan sedotan tenggelam ketika ditempatkan di dalam minuman.

Color-changer straw, sedotan yang dapat berubah warna ketika ada cairan dingin melewatinya.
Extendo-straw, adalah sedotan yang dibungkus plastik seperti halnya sedotan mini dan dapat diperpanjang untuk menjangkau bagian bawah dari minuman kotak.

LifeStraw, merupakan sebuah sedotan plastik sepanjang 31 cm dan berdiameter 30 mm. Apabila air permukaan yang mengandung Salmonela, Shigella, Enterococcus dan Staphylococcus serta bakteri-bakteri dari air lainnya dihisap lewat sedotan ini, bakteri-bakteri berbahaya tersebut akan terjebak di dalam dan air bersih yang aman bisa langsung diteguk.