Friday, August 19, 2016

Hore, 21 Agustus 2016

Siapa Suka Naik Angkot?



Kalian pernah naik angkot alias angkutan perkotaan? Yuk, kita kenali sejarah angkot.

Dewasa ini, kian banyak angkutan-angkutan massal yang jadi moda transportasi masyarakat, baik di kota maupun daerah. Mengingat sejarahnya, angkutan publik pernah jadi primadona buat rakyat di zaman ‘kuda gigit besi’ ketika masih kesulitan punya kendaraan sendiri.
Angkutan berpelat merah (milik negara) masih bisa bertahan, meski mulai dikepung armada-armada angkutan lain, baik itu milik swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), macam Transjakarta misalnya.
Sejarah singkat angkutan umum (angkot) di Indonesia bisa dikatakan berawal sejak era pendudukan Jepang, 1943. Saat itu, pemerintahan militeris Jepang membentuk dua institusi angkutan berbayar, yakni Jawa Unyu Zigyosha berupa kendaraan truk, gerobak atau cikar (sejenis dokar).
Sedangkan satu angkutan lainnya, Zidosha Sokyoku, lebih kepada kendaraan dengan mesin bermotor dan bus. Ketika Jepang menyerah dan Republik Indonesia lahir dengan pembacaan proklamasi 17 Agustus 1945, dua jawatan itu diambil alih Jawatan Perhubungan (kini Kementerian Perhubungan).
Jawa Unyu Zigyosha diubah namanya jadi Djawatan Pengangkoetan yang dikhususkan untuk angkutan barang, serta Zidosha Sokyoku diubah jadi Djawatan Angkutan Darat untuk penumpang. Kedua jawatan ini pun digabungkan pada 25 November 1946 menjadi Damri.
Di banyak daerah, angkutan Damri tetap menjelajahi sejumlah rute angkutan seperti biasa. Tapi di Ibu Kota, Damri lebih dikhususkan untuk pengangkutan penumpang menuju dan ke Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halimperdanakusuma, serta tujuan antara provinsi.
Angkutan kota atau angkot di Indonesia memiliki berbagai macam istilah tergantung daerah masing-masing. Di Jakarta angkutan kota dikenal dengan istilah mikrolet. Di Surabaya angkutan kota lebih dikenal dengan istilah bemo. Di Kota Makassar dikenal dengan istilah pete-pete. Sementara, di Di Bandung angkutan kota lebih dikenal dengan sebutan angkot. Medan dikenal sebutan sudako. Malang dikenal sebutan angkota. Beberapa kota lain seperti Samarinda dan Bengkulu dikenal istilah taksi.



Tips Aman naik angkot.

1. Jangan naik angkot sendirian. Coba ajk temanmu naik angkot bersama.
2. Jangan membawa barang berharga
3. Jangan tertidur di angkot.
4. Jangan mau menerima makanan dan minuman dari orang asing.
5. Tetap berhati-hati di dalam angkot dan saat turun.


(Ben)




Arena KKPK, 21 Agustus 2016

Liburan Ke Jepang



Judul: I Love Japan
Penulis: Nasyiwa
92 halaman





Naya, gadis cilik ini bermimpi bisa pergi jalan-jalan ke negeri sakura, Jepang. Mimpinya akhirnya terkabul. Papanya mengajak mereka sekeluarga berlibur ke Jepang. Wah, tentu saja Naya sangat senang. Di Jepang, mereka mengunjungi banyak tempat dan melihat indahnya bunga sakura. Namun, liburan harus berakhir. 

Mereka harus kembali pulang ke Indonesia. Tetapi, saat mereka sudah berada di bandara, papa Naya memberikan kabar mengejutkan yang selama ini disembunyikannya. Mereka akan tinggal di Jepang selama satu tahun. 

Wow, sungguh kejutan yang menyenangkan bagi Naya! Bagaimana Naya menjalani hari-harinya di Jepang, ya? Kita ikuti cerita Naya selama berada di negeri sakura. Saya sangat cerita ceritanya.

(Salsa, Palembang)

Friday, August 12, 2016

Cernk 14 Agustus 2016


Belanja Baru Sendiri 




Oleh Bennny Rhamdani

“Ma, katanya mau belikan Fia baju baru hadiah kenaikan kelas?” tanya Fia sabil mendekati Mama di depan komputer.

“Maafin mama ya. Mama belum sempat. Banyak pekerjaan yang belum Mama terjemahkan,” kata Mama sambil menatap Fia.

Fia garuk kepala. Dia tahu Mama tengah sibuk. Walaupun bekerja di rumah sebagai penerjemah buku, tapi Mama selalu sibuk. Apalagi kalau ada penerbit yang meminta Mama menerjemahkan dalam waktu singkat, padahal bukunya tebal.

“Jadi kapan?” tanya Fia yang sudah tak sabar. Rosa, teman dan tetangganya, sudah dibelikan baju dari orangtuanya karena naik kelas.

“Bagaimana kalau tiga hari lagi?” tanya Mama berbalik.

“Ah, Mama. Kelamaan. Nanti keburu Mama dapat orderan baru,” kata Fia.

“Terus gimana?” Mama bertanya lagi.

“Fia beli baju sendiri boleh, kan?” tanya Fia berbalik.

Mama tersenyum. “Kamu yakin bisa beli baju sendiri?” Mama juga balik bertanya.

“Bisa dong. Fia udah sering belanja bareng Mama. Jadi sudah tau caranya,” jawab Fia.

“Kalau begitu malah lebih baik.” Mama kemudian mengambil dompetnya lalu memberi dua lembar uang seratus ribu dan beberapa lembar lima ribuan. “Yang lima ribuan buat ongkos. Hati-hati uangnya jangan sampai hilang.”

Fia tertawa. “Beres, Ma!” Fia kemudian mengganti pakaiannya. Tak lama kemudian Fia pamit kepada Mama.

Fia naik kendaraan umum menuju mal di pusat kota. Begitu di depan mal, Fia mulai memikirkan baju yang akan dibelinya. Tiba-tiba Fia ingat pakaian yang pernah dilihatnya di majalah. Baju bermotif kotak-kotak yang lucu.

Fia pun masuk ke mall. Dia segera berjalan ke counter pakaian anak perempuan. Matanya beredar mencari pakaian yang diinginkannya.

“Ada yang bisa dibantu, dek?” tiba-tiba sales penjaga menghampiri Fia.
“Saya mau beli baju kotak-kotak,” kata Fia.

“Oh, coba di sebelah kanan sana,” tunjuk sales itu.

Fia pun berjalan ke arah yang ditunjukkan. Tapi ternyata baju kotak-kota ada bermacam model. Warnanya pun tidak hanya satu.

Aduh, pilih yang mana ya? Fia mulai memilih. Dia kebingungan. Tidak ada Mama yang ikut membantu memilihkan. Ketika menemukan model yang disukai, Fia bingung memilih warnanya. Lama sekali Fia menimbang-nimbang, akhirnya dia melilih warna biru. Baju itu pun dibawanya ke ruang coba pakaian.

Di ruang coba pakaia, Fia kembali bingung. Tak ada yang mengomentari bajunya cocok atau tidak. Fia juga tidak tahu bagian maa yang harus lebih diperhatyikan. Biasanya Maama akan memerhatikan bagian pinggangnya, lengannya, dan … apalagi ya?

Tok-tok-tok.

Wuah, Fia kelamaan diruang pas. Sampai ada pembeli lain yang ingin mencoba, tidak sabar menunggunya.

“Maaf ya kelamaan,” kata Fia ketika keluar. Ternyata ada tiga orang yang antre.
“Gimana, dek? Jadi beli yang itu?” tanya sales.

Fia tidak menjawab. Yang ada kepalanya malah bingung. “Boleh lihat-lihat dulu, kan?” tanya Fia.

“Ya,” kata si sales. Tapi tidak seramah tadi. Sepertinya dia kesal karena Fia sudah mengacak-acak baju tapi tidak jadi mengambilnya.

Fia kembali memilih. Semakin banyak yang dilihat, Fia malah semakin bingung. Ada yang disukainya, tapi harganya mahal sekali. Tidak cukup dengan uang pemberian Mama.
Akhirnya Fia mencoba beberapa baju. Sampai lebih satu jam tak ada yang yakin di hatinya. Sampai akhirnya dia menemukan baju kotak-kotak berwarna ungu. Setelah mencobanya, Fia memutuskan membelinya.

Fia pun menuju kasir. Lumayan antri. Sambil menunggu giliran Fia hendak menyiapkan uangnya. Dia membuka dompet.

Tidak ada!

Ya, Fia tidak menemukan dua lembar uang seratus ribu dari Mama. Fia bingung. Apakah ada yang mengambil uangnya? Ataukah terjatuh?

“Dek, silakan maju,” kata orang di belakang Fia.

“Bu, silakan duluan. Saya tidak jadi belinya. Uang saya di dompet hilang,” kata Fia.

Ibu itu langsung maju. Sama sekali tidak peduli dengan keterangan Fia. Tidak ada rasa kasihan sedeikit pun. Fia keluar antrian.

Tiba-tiba Fia teringat sesuatu. Ya, dia tadi memang tidak menyimpan uang di dompet! Fia membuka sepatunya. Sebelum berangkat, Fia menyimpannya diinjakan sepatunya. Saking khawatir uangnya itu hilang dicopet.

Ah, Fia merasa lega. Dia kembali antrian dan membayar bajunya ketika di depan kasir.
Begitu beres, Fia langsung pulang ke rumah.

“Bagaimana acara belanjanya bajunya tadi?” tanya Mama yang masih di depan komputer.

“Nggak seru! Nggak asyik! Pokoknya, Fia kapok belanja baju tanpa ditemani Mama,” kata Fia.

Mama tersenyum sambil membuka tas belanjaan Fia. Ketika Mama membuka baju yang dibeli Fia, Mama langsung mengerutkan alisnya. “Lho, Fia kok beli baju kayak gini?” tanya Mama

“Kenapa, Ma? Jelek ya?” tanya Fia.

“Bukan. Tapi baju ini kan sama seperti yang dibeli Rosa dua hari lalu,” kata Mama.
Fia terbelalak. “Wuaduh, nanti dikira Fia ikuta-ikutan nih,” kata Fia menyesal.

“Ya, sudah dibeli mau gimana lagi. Nanti kamu bilang aja sama Rosa, kalau mau pakai bajunya jangan barengan. Nanti dikra anak kembar lagi,” ledek Mama.
Fia makin tertunduk lesu.

^_^

Hore, 14 Agustus 2016


Kita Main Yuk!


 Apakah kalian ska bermain? Tahukah jika bermain itu bisa membuat kita cerdas? Nah belum tahu, kan. Yuk kita cari tahu alasannya.


Belajar bagaimana dunia ‘bekerja’.
 


Penah main sekolah-sekolahan atau dokter-dokteran? Permainan ‘pura-pura’  ini memperagakan apa yang kita lihat dalam dunia orang dewasa. Dari permainan ini, kita akan tahu bagaimana dunia itu ‘bekerja’ dan belajar bagaimana orang dewasa berinteraksi.

 Berhubungan dengan orang lain

Tak hanya membantu dalam pengembangan kemampuan sosial saja, bermain peran juga akan mendorong kita untuk bisa belajar menempatkan diri pada posisi orang lain dan memiliki perasaan terhadap orang lain.
Permainan ini akan membuat kita melatih perilaku, sopan santun, dan bahasa yang diperlukan ketika  berinteraksi dengan dunia sebenarnya kelak. Termasuk mengetahui tingkah laku apa saja yang tidak diterima dalam masyarakat.

  Perkembangan bahasa.

Bermain juga akan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. Karena kita dilatih terus berbicara dengan teman-teman. Juga mengenal kata-kata baru. Apalagi jika kita mengulang-ulang terus kata-kata baru itu.

 Mengasah imajinasi.

Bermain juga mengasah imajinasi kita. Jadi kita mendapatkan ide apa saja. Tak hanya penting untuk masa anak-anak saja, tapi imajinasi juga sangat krusial dalam menjalani hidup kelak. Bayangkan dunia tanpa ada imajinasi, maka kita tidak akan mengenal ilmuwan yang dapat menemukan temuan baru, atau seniman yang menciptakan karya baru yang luar biasa.

 Memupuk rasa percaya diri.

Bermain juga membuat kita tambah percaya diri. Kita tidak takut melakukan kesalahan asal nanti diperbaiki. Kita akansemakin berani melakukan hal-hal baru.


nah, ternyata bermain itu ada positifnya. Tapi tentu saja asal ingat waktu. Kita kan harus belajar juga.

KKPK, 14 Agustus 2016

Hadiah Impian


Judul: Al Quran Impian

Penulis: Aida

102 halaman



Atika merasa Allah tidak memahami keinginannya. Dia hanya ingin Al-Quran baru. Al-Quran satu-satunya peninggalan ayah telah rusak karena kehujanan. Tapi, kenapa sulit sekali untuk mendapatkannya? Usaha terakhir Atika untuk mendapatkan Al-Quran adalahdengan mengikuti Lomba Hafalan Al-Quran. Apakah Atika berhasil memenangkan lomba tersebut? Apakah Al-Quran impian Atika bisa didapatkannya?

Baca cerita serunya, yuk! Selain cerita di atas, ada sembilan cerita lain yang tak kalahseru, lho! Semuanya mengajarkan tentang cinta Al-Quran. Aku suka dengan buku KKPK kali ini yang temanya sangat bagus. Aku juga suka cerita tentang Atika.


(Salsa, Palembang)

Friday, August 05, 2016

Cernak, 7 Agustus 2016

Sekolah Lagi



Dita duduk santai di sofa ruang tengah. Di depannya, tergeletak mangkok bakso yang sudah tandas. Kini, Dita beralih menghabiskan cokelat batang kesukaannya. Seminggu setelah lebaran, di rumah masoih banyak makanan.
“Dita, besok masuk sekolah, kan?” tanya Dina, kembarannya.
“Ya iyalah. Kamu juga pasti tahu,” timpal Dita.
“Maksudku, kok belum beres-beres? Sepatu sekolah terakhir dipakai kan masih kotor kena lumpur. Buku-buku sekolah juga belum dirapikan,” kata Dina.
Dita terdiam. Saat libur lebaran banyak sepupunya yang berkunjung. Mereka mengacak-acak rak buku Dita karena ingin membaca buku seri Kecil-Kecil Punya Karya. Tapi sekarang Dita belum sempat merapikannyalagi.
“Nanti repot lho,” ujar Dina lagi.
“Ih, kamu cerewet banget kayak Ibu, nenek, dan yang lainnya. Tenang aja, pasti aku bereskan rak buku aku. Memangnya kamu sudah?” tanya Dita.
“Sudah dari kemarin.”
“Nah, kalau begitu rapikan sekalian rak buku punyaku.”
Dina melempar bantal kursi. “Enaknya. Kata Ibu, nanti kebiasaan,” sergah Dina sambil melihat di sekiatr Dita. Ya, ampun! Bukan Cuma mangkuk bakso, tapi juga ada bungkus keripik pedas dari Badung, mangkok kecil bekas empek-empek.
“Kamu kok makan yang pedas-pedas melulu? Nanti sakit perut lho,” kata Dina.
“Nggak mungkin. Aku ini hobi makanan pedas. Memangnya kamu. Makan tekwan aja mules,” ledek Dina.
“Biar saja. Yang penting aku masih bisa makan sayur dan buah-buahan,” kata Dina.
“Kalo cokelat mau nggak?” tanya Dita sambil menyodorkan cokelat di tangannya.
“Tadi sudah. Terlalu banyak juga bisa bikin mules,” kata Dina.
“Uh, dasar usus tipis. Dikit-dikit mules!” ledek Dita.
Dina dan Dita memang saudara kembar. Tapi dalam beberapa hal mereka sangat berbeda. Dita sangat tomboy, sementara Dina halus dan lembut. Dita sangat berantakan, sementara Diana sangat rapi. Yang pasti, keduanya saling menyayangi. Buktinya, beberapa jam kemudian ketika Dita merasa sakit perut, Dina tidak menyalahkannya.
“Aku buatkan teh pahit hangat ya,” kata Dina.
“Iya. Sekalian obatnya,” kata Dita yang terbaring di sofa menahan sakit perutnya.
Dina membuatkan teh pahit hangat dan obat sakit perut. Dita meminumnya sambil berdoa sakit perutnya segera hilang. Tapi ternyata sakit perutnya belum hilang-hilang juga. Dita malah sekarang bolak-balik ke toilet.
Dina langsung memberi tahu Ibu ketika Ibu dan Ayah pulang dari acara halal bi halal. Ibu langsung khawatir dengan kondisi kesehatan Dita.
“Kita ke rumah sakit ya. Ini hari Minggu, dokter praktik pasti masih pada tutup,” kata Ayah.
DIta kemudian dibawa ke rumah sakit. Dina ikut mengantar. Sepanjang jalan Dina berdoa, sesekali menghibur Dita yang terus menahan sakit perutnya.
“Coba tadi aku tidak ngatain kamu usus tipis,” gumam Dita menyesal.
“Ah, kayaknya bukan karena kamu ngatain aku deh. Tapi karena kamu terlalu banyak makan yang pedas dan cokelat,” kilah Dina.
Dita dirawat sebentar di ruang UGD rumah sakit. Setelah menghabiskan satu botol caira infus, Dita diijinkan pulang. Sakit perutnya sudah berkurang. Hanya badannya saja yang masih lemas.
Dita berbaring di kamar.
“Duh, aku belum siap-siap utuk sekolah besok,” gumam Dita.
“Kalau masih belum sehat benar, jangan sekolah dulu ya,” kata Ibu.
Dina mengiyakan. Dina kemudian merapikan rak buku Dita yang berantakan.
Keesokan harinya Dita ternyata sudah sehat. Dita memaksa untuk sekolah karena ingin segera bertemu teman-temannya. Ayah dan Ibu mengijinkan selama Dita tidak lari-larian di sekolah.
Saat melihat sepatunya, Dita kaget karena sudah bersih. Dita tahu kepada siapa harus berterimakasih.
“Dina, terima kasih ya. Aku menyayangimu. Jangan bosan ya menasehati aku agar jadi anak baik sepertimu,” ucap Dita saat berangkat sekolah.
“Aku juga menyayangimu, Dita,” jawab Dina.
^-^

Arena KKPK, 7 Agustus 2016

Petualangan Seru di Desa



Judul: Lili dan Lyliu

Penulis: Queen

108 halaman




Lyliu kesal. Bunda mengubah rencana mereka berlibur ke Australia menjadi ke desa kakek.
Lyliu pasti akan kesepian. Dia, kan, tidak mengenal siapa pun di sana selain kakek dan neneknya. Enggak seru dan enggak asyik! Apa yang akan Lyliu alami di desa?
"Tolong … tolooong!" Tangan Lyliu menggapai-gapai minta tolong.
Melihat Lyliu berteriak minta tolong, Mang Ujang dengan gesit melompat ke dalam sungai.
Nah, kejadian apa lagi yang akan dialami Lyliu di desa? Maukah Lyliu berteman dengan dua anak usil itu? Akankah keajaiban terjadi pada Lyliu? Ikuti serunya petualangan Lyliu di desadalam buku ini. Aku suka sekali buku tentang liburan di desa ini. Sungguh di luar dugaanku.
(Geus, Palembang)


Hore Aku tahu 7 Agustus 2016

Yuk, Makan Sayuran








Kalian suka makan sayur? Makanan yang paling sehat dikonsumsi untuk tubuh yaitu sayuran. Mengonsumsi sayuran memang salah satu syarat utama dalam melakukan pola hidup sehat.

Sayuran Hijau memang sangat diperlukan tubuh, karena kaya dengan nutrisi bermanfaat dalam mengontrol berat badan dan menghambat perkembangan jenis penyakit tertentu. Apa saja ya ya sayuran yang paling baik?



1. Asparagus


Asparagus merupakan anggota keluarga Lily (Liliaceae) yang meliputi bawang putih dan bawang merah. Sayuran tersebut mengandung folat dan vitamin B. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin B dalam asparagus sangat bermanfaat untuk memerangi tekanan darah tinggi.

2. Bayam


Bayam menjadi salah satu sayuran bervitamin yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Faktanya, bayam memiliki berbagai kandungan nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh. Berbagai nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam bayam yaitu sumber vitamin A dan K. Sayuran hijau ini tidak hanya dipercaya sebagai sumber energi, tetapi dapat menurunkan peluang Anda terkena diabetes tipe 2.



3. Kacang Polong


Sayuran yang bentuknya mungil memiliki khasiat yang banyak. Setidaknya terdapat tujuh macam mineral, delapan jenis vitamin, dan juga kaya akan serat protein di dalamnya.

Sekira 150 gram kacang polong mengandung 6 gram serat. Serat membantu Anda merasa kenyang, sehingga membuat Anda makan lebih sedikit. Serat baik untuk pencernaan dan membantu menurunkan kolesterol.

4. Paprika


Sayuran yang juga merupakan keluarga dari Cabe ini banyak mengandung nutrisi. Kandungan gizi yang paling umum pada paprika adalah karoten, vitamin B serta vitamin C. Selain itu, satu buah paprika ukuran sedang kaya vitamin B, beta karoten, dan memenuhi dua kali lipat kebutuhan harian vitamin C Anda. Sehingga Anda terhidnari sariawan yang dimana penyakit ini sering sekali terjadi di sekitar mulut.

6. Brokoli


Sayuran yang termasuk dalam jenis kubis-kubisan ini, kandungan vitamin C yang terdapat dalam brokoli membuat sayuran ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Salah satu manfaat brokoli bagi kesehatan tubuh adalah mencegah kanker.

Saturday, July 23, 2016

Cernak 24 Juli 2016


 Tas Ajaib 



Seluruh murid senang kepada Bu Beryl. Sebab bila mereka dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bu Beryl, mereka akan mendapat hadiah darinya.

       "Emil, berapa kembang gula yang akan kau peroleh bila kau mempunyai dua orang kakak dan seorang adik, sementara ibumu ingin membagi adil enam belas kembang gula yang dimilikinya?" tanya Bu Beryl kepada Emil.

       Emil diam sebentar sambil menghitung di atas kertas. "Empat kembang gula, Bu!" serunya tak lama kemudian.

       "Pintar kau!" Maka seperti biasa Bu Beryl merogoh tas ajaibnya. Dari dalam tas itu ia mengambil empat butir kembang gula dan memberikannya kepada Emil.

       Ya-ya, tentu saja semua murid mendapat pertanyaan. Bila mereka tidak bisa menjawab, mereka tetap akan mendapat hadiah. Tetapi, tak sebanyak hadiah untuk mereka yang bisa menjawab. Itu sebabnya semua murid berusaha rajin belajar agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan Bu Beryl.

       Tidak cuma karena itu saja Bu Beryl disukai murid-muridnya. Bu Beryl baik hati, mau menolong mereka yang kesulitan. Seperti hari ini, Emil dan Rani lupa membawa jas hujan mereka, padahal ketika bel pulang sekolah berbunyi, di luar sedang hujan deras.     "Kenapa kalian tidak membawa jas hujan?" tanya Bu Beryl di pintu kelas. "Kami lupa, Bu! Oh, padahal kami ingin cepat pulang ke rumah. Perut kami sudah lapar," jawab Rani.


  Bu Beryl tersenyum. Ia merogoh tasnya. Dua buah jas hujan yang diambilnya dari tas itu segera diberikan kepada Emil dan Rani. "Cepat kalian pakai. Lain kali, di musim hujan seperti ini jangan lupa membawa jas hujan," pesan Bu Beryl.

       "Terima kasih, Bu," ucap Emil dan Rani serempak. Mereka meninggalkan sekolah dengan riang.

       Tas Bu Beryl memang ajaib. Ya, karena dari tas itu ia dapat memperoleh barang apa saja yang diinginkannya. Hampir semua orang tahu kabar tentang keajaiban tas Bu Beryl. Bahkan akhirnya kabar itu sampai juga ke telinga dua orang pencuri.

       Dua pencuri itu tinggal di rumah kayu dekat tumpukan rongsokan mobil di tengah kota. Rencananya, malam ini mereka hendak mencuri tas ajaib milik Bu Beryl.

       Lewat tengah malam mereka mengendap masuk ke dalam rumah Bu Beryl. Mereka tidakmengalami kesulitan untuk menemukan kamar Bu Beryl.

       "Kalau perempuan itu bangun, kita pukul saja!" bisik pencuri yang berjanggut tebal.

       "Beres. Ia 'kan tinggal sendirian di rumah ini," sahut si Kepala Botak.

       Ternyata, mereka berhasil mendapatkan tas ajaib itu tanpa membangunkan Bu Beryl. Mereka segera ke luar rumah dan kembali ke tempat tinggal mereka.

       "Hahaha, dengan mendapatkan tas ini kita tidak perlu mencuri lagi. Kita akan menjadi kaya,"seru si Botak sambil terbahak-bahak.

       "Ya, dan perempuan tua itu akan panik melihat tas ajaibnya tidak ada di tempatnya. Kita kembalikan nanti kalau kita sudah kaya," usul si Janggut Lebat.

       "Kurasa tidak perlu," si Botak menolak usul temannya.

       Mereka berdua diam. Memandangi tas yang baru mereka curi.

       "Bagaimana kalau kita minta uang emas kepada tas ini," usul si Janggut Lebat.

       "Jangan sekarang! Lebih baik kita minta roti saja dulu. Perutku belum diisi sejak tadi," sahut si Botak.

       "Ya, perutku juga lapar."

       Si Botak memegang tas ajaib itu. Kemudian ia berkata keras, "Tas ajaib berilah kami roti yang banyak!"

       Ajaib! Sewaktu si Botak merogoh tas itu, ia mendapatkan roti di dalamnya. Mereka memakan roti itu.

       "Heh, lihat tas itu mengeluarkan roti lagi. Satu ... dua ... tiga ... wah, wah, wah, tas itu tidak mau berhenti mengeluarkan roti," si Janggut Lebat keheranan.

       "Bagaimana cara menghentikannya?" gumam si Botak.

       "Mana aku tahu. Tadi 'kan kau yang minta roti kepadanya!"

       Si Botak kebingungan. Kemudian ia berteriak, "Hei tas ajaib, berhentilah mengeluarkan roti!"

       Berhentikah tas itu mengeluarkan roti? Oh, ternyata tidak. Semakin lama, semakin banyak roti yang dikeluarkan tas itu. Kedua pencuri itu malah jadi ketakutan.

       "Ayo, kita lari saja!" ajak si Botak. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, mereka berlari meninggalkan tempat itu.

       Lalu apa yang terjadi esok paginya? Penduduk kota dikejutkan oleh gundukan roti yang menyerupai sebuah bukit. Anak-anak kecil kegirangan mengerumuni bukit roti itu.

       "Heh, lihat! Bukankah itu tas milik Bu Beryl?" teriakEmil yang ikut berkerumun dengan anak-anak di gundukan roti. Tangannya menunjuk ke sebuah tas yang dikenalnya di antara gundukan roti.

       "lya. Mari kita kembalikan kepada Bu Beryl. Pasti ada yang mencuri tas ini! Kasihan Bu Beryl, pasti ia kebingungan karena tasnya hilang," timpal Rani.

       Mereka berlari menuju rumah Bu Beryl sambil membawa tas ajaib itu. Ternyata Bu Beryl baru bangun dari tidurnya.

       "Bu Beryl, kami menemukan tas ini di gundukan roti itu," tutur Emil seraya menunjuk ke arah bukit roti yang puncaknya terlihat dari rumah Bu Beryl.

       "Astaga rupanya tasku telah dicuri," Bu Beryl tersentak kaget ketika menyadarinya.

       "Ya, rupanya si pencuri tidak tahu bagaimana menggunakan tas ajaib ini," tambah Rani . "Akibatnya, ia jadi kerepotan."

       Bu Beryl tersenyum senang. "Tidak ada seorang pun yang bisa menggunakan tas ini, selain aku sendiri. Apalagi orang yang berhati jahat," kata Bu Beryl kemudian.

       Emil dan Rani mengangguk tanda mengerti. Ya, mereka lebih senang kalau tas ajaib itu tetap di tangan Bu Beryl. Sebab Bu Beryl baik hati dan tahu benar bagaimana menyenangkan mereka dengan membagi-bagikan hadiah dari tas ajaib itu.

Hore AKu Tahu, 24 Juli 2016


Tas Sekolah Kesayangan




Saat libur sekolah sudah usai, ingatlah dan praktikkan beberapa hal di bawah ini. Agar kita terhindar dari nyeri punggung.

Pilih tas punggung
Sekali lagi, hindari tas selempang. Kenapa? Karena penggunaan tas selempang membuat beban hanya tertumpu pada satu bagian pundak, sehingga tidak seimbang. Membuat pundak tertarik, dan memicu sakit leher, pundak, punggung. Sebaliknya, tas punggung akan membagi beban ke kedua punggung. Jadi, jangan  menggunakan tas selempang, sekalipun bentuknya lucu.

Gunakan tas beroda
Selain tas punggung biasa, kita juga bisa memilih tas punggung beroda sehingga dapat memudahkan  untuk membawa tasnya. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa kita tidak perlu melewati tangga untuk sampai ke dalam kelasnya. Karena penggunaan tas sekolah beroda dan mengangkatnya pada saat menaiki tangga juga bisa memicu sakit punggung.

Gunakan tas dengan benar.
Penggunaan tas punggung juga perlu ditunjang dengan pemakaiannya yang benar. Atur kedua tali ransel sehingga pas dengan tubuh. Atur juga tinggi tas setidaknya 5 cm dari atas pinggang. Jika tas punggung sekolah kita memiliki sabuk pinggang, kencangkan dengan baik namun tetap tidak terlalu ketat. Sehingga kita dapat merasa nyaman.

Perhatikan beratnya.
Selain cara penggunaan, perhatikan juga apa saja yang anak kita bawa. Jangan sampai  membawa beban berlebih.Guna menghindari nyeri punggung, jangan membawa tas dengan berat lebih dari 10% berat badan kita. Bisa kan menghitungnya?

Pilih bentuk tas dengan tali yang tepat.
Tas punggung juga harus dipilih dengan benar. Pilih tas punggung dengan tali pundak agak lebar dan memiliki bantalan yang empuk. Selain itu, cari tas yang memiliki rangka plastik. Rangka ini dapat membantu dalam membagi beban di dalam tas, sehingga  merasa nyaman saat membawa tasnya.

. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar cedera penggunaan ransel terjadi karena penggunaannya yang tidak benar. Misalnya karena tersandung ransel, cedera bahu karena salah dalam mengangkat ransel yang berat, atau kita bermain-main dengan mengayunkan tasnya hingga mengenai tubuh sendiri.

Selamat menyayangi tas kamu.



Arena KKPK 24 Juli 2016



Ada Apa dengan Dirly?



Judul: Dirly Girly

Penulis: Nadia

100 Halaman




“Anak-anak, berbarislah yang rapi!” seru Bu Zerti sambil mengatur murid-murid membuat barisan. Setelah itu, mereka berjalan menuju tempat tes kepekaan mata di halaman sekolah.
“Minum jus wortel,” begitu nasihat petugas tes kepekaan mata setiap kali ada anak yang salah dalam menyebutkan huruf-huruf itu.
Kini, tibalah giliran Dirly untuk maju.
Ups! Ternyata Dirly banyak salah dalam menyebutkan huruf-huruf pada layar kertas itu.
“Minum jus wortel,” kata petugas kepada Dirly. Dirly terlihat lemas. Dia tidak suka wortel. Apalagi kata Mama, jus wortel itu bau.
Hmmm ... bagaimana kelanjutan cerita Dirly? Baca aja, yuk! Jangan lewatkan sembilan cerita pendek keren lainnya, di buku KPK yang seru ini.

(Salsa. Palembang)

Friday, July 15, 2016

Cernak, 17 Juli 2016

Terjebak di Pantai

Liburan telah tiba. Tiga sahabat Tom, Ram dan Sandi, sedang bermain video game di rumah Sandi. Mereka berumur 12 tahun.

"Mari kita pergi ke pantai," ajak Tom. "Kita bisa berenang, nggak kepanasan kayak sekarang. Cuaca benar-benar panas di kota kita ini."

Ram dan Sandi setuju, dan mendapat izin orang tua mereka.

"Tolong hati-hati, dan patuhi larangan penjaga pantai," perintah ibu Sandi.

Ram memiliki sepasang kacamata berenang. Dia membawa kacamata itu. Sandi membawa bola voli dari rumahnya untuk bermain di pantai.

Mereka naik bus pukul setengah dua siang dari pusat kota dan mencapai pantai pukul tiga sore. Mereka segera turun dari bus, dan berjalan di sepanjang pantai. Mereka berjalan melewati toko, hotel dan restoran untuk wosatawan. Tapi semakin mendekati pantai, semakin sepi.

"Aku lebih suka bermain dan berenang jauh dari restoran dan keramaian," kata Sandi.

Dua temannya sepakat. Mereka melewati mercusuar, dan menemukan pantai yang lebih baik, tetapi lebih kecil.

"Kita bisa bermain di sini," kata Tom.

Untuk beberapa waktu, anak-anak bermain bola voli di pantai. Kemudian mereka mulai menceburkan diri ke laut.

"Ada seorang pria menyewakan papan selancar di pantai pertama," kata Ram. "Mari kita coba surfing."

Tom dan Sandi setuju. Ram berlari kembali ke pantai untuk menyewa papan selancar. Dia datang segera kembali, juga membawa snorkel dan kacamata untuk menyelam.

Bermain papan selancar ternyata tidak mudah. Tom dan Sandi berulang kali jatuh dari papan ketika gelombang besar datang. Akhirnya mereka mengembalikan papan selancar. Ram memakai snorkel dan kacamata untuk melihat dan bernapas di bawah air.

Karena pantainya kecil, tidak ada orang lain di sana,. Sehingga mereka benar-benar menikmati pantai itu seolah milik betiga.

Setelah beberapa waktu, Tom bertanya,” Sekarang jam berapa ya?”

"Pukul enam kurang," kata Ram sambil melihat jam tahan airnya.

"Ayo kita pulang," kata Sandi. "Acara main kita sudah terlalu lama."

"Benar!" kata yang lain.

Mereka berjalan kembali sepanjang pantai. Namun air laut sudah pasang. Hanya ada sisi pantai yang sempit untuk berjalan karena di sisi lain ada tebing tinggi. Tak lama berjalan, akhirnya mereka menemukan jalan buntu dengan batu di depan mereka.

"Air pasang membuat kita terperangkap di sini," kata Ram.

Mereka mencoba untuk mencari jalan di sekitar batu, tetapi ombak besar datang dan menghempas batu. Ram yang berada di depan hampir jatuh.

"Mari kita kembali ke tempat bermain tadi," kata Sandi.

Tetapi ketika mereka kembali, air pasang telah datang dengan cepat, dan hanya sekitar tiga meter lebar pantai yang tersisa. Bahkan itu pun mulai tertutup secara bertahap karena ombak besar mulai masuk. Karena air pasang makin tinggi, mereka mencengkeram depan tebing.

"TOLOOONG!" teriak mereka, tapi tampaknya tidak ada satu orang pun yang mendengar mereka.

Tiba-tiba, sebuah perahu mendekat dari arah mercusuar. Dengan hati-hati, pria yang mendayung perahu itu melempar tali.

"Ayo naik ke sini!" ia berteriak di atas deru ombak.

Tiga sahabat itu meuruti perintah pria itu.

"Kami melihat kalian berada dalam kesulitan," jelas pria itu. “Untung saja kami bisa datang dan menyelamatkan kalian. Tapi kalian harus belajar dari kejadian ini. Selau ingat waktu ketika bermain di pantai lagi. Jangan sampai terkepung air pasang."

Pria itu mengantar ketiga sahabat sampai terminal bus.

"Sangat menakutkan terjebak di pantai," kata Sandi di bus.

"Ya, tapi jadi semacam petualangan juga," kata Ram.

Hore, 17 Juli 2016



Asa-usul Kacamata


Apakah kalian memakai kacamata? Atau mungki teman kalian, orangtua dan gurumu? Apakah kaliantahu asl-usul kcamata? Kita cari tahu yuk.

Kacamata adalah lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan. Sekarang selain menjadi alat bantu penglihatan, kacamata juga sudah menjadi pelengkap gaya serta menjadi alat bantu khusus untuk menikmati hiburan seperti kacamata khusus tiga dimensi.

Sejarah kacamata pertama kali dimulai dari Nero, seorang kaisar Roma, yang berkuasa pada tahun 54 sampai 68 Masehi. Nero selalu menggunakan batu permata cekung untuk membaca hingga menonton pertunjukan, walaupun tidak diketahui dengan pasti apakah Nero memiliki masalah dengan penglihatannya,

Bangsa Cina mungkin yang pertama kali menggunakan kacamata seperti kacamata yang lazim digunakan sekarang ini. Biasanya kacamata itu terbuat dari lensa yang berbentuk oval sangat besar dan terbuat dari kristal batu serta bingkai dari tempurung kura-kura. Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dicantolkan ke telinga mereka atau lensanya diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis mereka. 

Bagi bangsa Cina waktu itu, kacamata hanya digunakan sebagai jimat keberuntungan atau alat untuk membuat mereka terlihat lebih keren dan berwibawa sehingga kadang mereka hanya mengenakan bingkai kacamatanya saja tanpa lensa,

Kacamata mulai dikenal di Eropa pada abad ke 13. Namun berbeda dengan bangsa Cina, orang Eropa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan mereka. Kacamata yang dikenakan masih menyerupai dengan kacamata bangsa Cina yakni terbuat dari kristal batu atau batu transparan.


Kacamata Abad 16 di Jerman



Kacamata pertama yang dipergunakan oleh orang Eropa hanyalah kaca pembesar yang dipegang dengan satu tangan. Setelah itu barulah digunakan lensa kaca ganda yang diberikan gagang supaya bisa dikaitkan ke telinga. Lalu, gagangnya pun dihilangkan dan digantikan dengan pita atau tali agar bias diikatkan ke kepala. Untuk beberapa waktu, orang menggunakan kacamata per, yakni kacamata yang dijepit dengan alat sejenis peniti ke atas hidung. Akhirnya, lama kelamaan, munculah ide untuk menggunakan kawat bengkok yang dikeraskan supaya menjadi gagang di telinga.

Lensa yang digunakan untuk mengoreksi penglihatan konon digunakan oleh Abbas Ibn Firnas [3] pada abad ke sembilan. Abbas Ibn Firnas menemukan cara untuk memproduksi lensa yang amat jernih. Lensa ini ada dibentuk dan diasah menjadi batu bulat yang dapat digunakan untuk membaca sehingga terkenal dengan istilah batu membaca.

Pada akhir abad ke tiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian ilmuan dan sejarawan Inggris yang bernama Sir Joseph Needham. Penelitiannya menunjukan bahwa kacamata ditemukan 1000 tahun lalu di Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kedatangan Marco Polo pada tahun 1270. Hal ini juga disebutkan oleh Marco Polo dalam bukunya tersebut. Walau tidak diketahui secara pasti, namun orang percaya bahwa tukang kaca lah yang menjadi penggagas hal ini.

Arena KKPK, 16 Juli 2016

 Indahnya Persahabatan

 

 

Judul: Beautiful Friendship

Penulis: Yoviena

92 halaman




Marissa murid baru di SD Smart. Dia sombong banget. Bicara selalu memakai Bahasa Inggris. Dia juga selalu merendahkan teman-teman yg lain di sekolah.

"Mulai hari ini & seterus aku enggak mau dudu dgn orang yg sombong!" bentak Vinta dgn wajah yg memerah.

"Dasar! Anak enggak tahu sopan santun!" kata Fanda.

"It's okay! I don't like you. I don't like wanna sit beside you Vinta!" balas Marissa dgn wajah merah padam. Kemudian dia pun pergi meninggalkan kelas sambil meneteskan air mata.

Hmmm … bisakah sifat sombong Marissa itu berubah? Bisakah Marissa menjadi bagian dari persahabatan Vero Vinta Fanda & Firdasari? Yuk kita baca! Kecil-Kecil Punya Karya Beautiful Friendship. Kalo aku sih suka sekali bacanya


(Salsa, Palembang)

Saturday, July 09, 2016

Hore, 10 Juli 2016

Hati-Hati Makan Gula


Kalian suka makan gula? atau minuman yang manis mengandung gula? Hati-hati ya. Kalau terlalu banyak bisa menimbulkan penyakit.



1. Gula merusak jantung
Meski sudah lama diketahui sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung, studi dalam Journal of American Heart Association tahun 2013 akhirnya menemukan bukti kuat tentang mekanisme bagaimana gula merusak jantung. Studi menyatakan, molekul pada gula yang disebut glukosa 6-fosfat menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung pada gagal jantung.

2. Gula membentuk lemak perut
Prevalensi obesitas meningkat beberapa tahun terakhir, baik pada dewasa maupun anak-anak. Salah satu penyebabnya yaitu tingginya konsumsi minuman manis. Sebuah studi menemukan, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) berlebih menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

3. Gula membunuh diam-diam
Sebuah studi tahun 2008 mengungkap, konsumsi fruktosa berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin. Leptin merupakan hormon yang memberi tahu otak jika perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan meski tubuh sebenarnya sudah kenyang. Akibatnya, kita tidak bisa menghentikan keinginan untuk makan. Dalam jangka panjang hal ini tentu menyebabkan obesitas. Hal tersebut terjadi perlahan, sehingga orang sering kali tidak sadar sudah mengalaminya.

4. Gula memberi makan sel kanker
Setiap manusia berisiko kanker karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Meskipun begitu, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker sehingga sel tersebut tidak lantas berkembang menjadi kanker yang mematikan. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan merusak mekanisme tersebut. Ditambah lagi, studi baru-baru ini mengungkap, gula merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang.

5. "Ketagihan" gula bisa diturunkan
Gula juga bersifat aditif sehingga mungkin ada istilah untuk ketagihan gula. Sayangnya, ketagihan gula ini bisa bersifat genetik yang dapat diturunkan, karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengatakan pada otak saat tubuh lapar. Namun, perubahan pada hormon ini akan mengakibatkan tubuh lapar dan ingin makan terus menerus.

Arena KKPK. 10 Juli 2016

Bukan Gadis Istimewa




Judul Ordinary Girl

Penulis Esa Kharinia

180 halaman



Pernahkah kamu bertanya bagaimana rasanya menjadi bintang? Ketika semua mata tertuju padamu. Ketika semua elu-elu semangat ditujukan untukmu. Ketika semua surat sayang dari penggemar didedikasikan hanya untukmu. kamu mungkin mengira kebahagiaanmu sudah sempurna. 

Semua teman iri padamu, semua sahabat ingin tinggal di rumahmu yang bagai istana. Aku tak perlu bertanya-tanya, karena aku tahu persis rasanya bagaimana. Aku memiliki semua fantasi itu, bahkan dengan mudahnya. namun, maaf kalau ini akan membuatmu terkejut ... yang kuinginkan hanyalah satu: Aku ingin menjadi gadis bias-biasa saja.

Buku ini punya cerita yang luar biasa dan bikin aku ingin terus membacanya hingga akhir.

(Salsa, Palembang)

Cernak 10 Juli 2016

Usai Lebaran si Kembar



Dita duduk santai di sofa ruang tengah. Di depannya, tergeletak mangkok bakso yang sudah tandas. Kini, Dita beralih menghabiskan cokelat batang kesukaannya. Seminggu setelah lebaran, di rumah masoih banyak makanan.
“Dita, besok masuk sekolah, kan?” tanya Dina, kembarannya.
“Ya iyalah. Kamu juga pasti tahu,” timpal Dita.
“Maksudku, kok belum beres-beres? Sepatu sekolah terakhir dipakai kan masih kotor kena lumpur. Buku-buku sekolah juga belum dirapikan,” kata Dina.
Dita terdiam. Saat libur lebaran banyak sepupunya yang berkunjung. Mereka mengacak-acak rak buku Dita karena ingin membaca buku seri Kecil-Kecil Punya Karya. Tapi sekarang Dita belum sempat merapikannyalagi.
“Nanti repot lho,” ujar Dina lagi.
“Ih, kamu cerewet banget kayak Ibu, nenek, dan yang lainnya. Tenang aja, pasti aku bereskan rak buku aku. Memangnya kamu sudah?” tanya Dita.
“Sudah dari kemarin.”
“Nah, kalau begitu rapikan sekalian rak buku punyaku.”
Dina melempar bantal kursi. “Enaknya. Kata Ibu, nanti kebiasaan,” sergah Dina sambil melihat di sekiatr Dita. Ya, ampun! Bukan Cuma mangkuk bakso, tapi juga ada bungkus keripik pedas dari Badung, mangkok kecil bekas empek-empek.
“Kamu kok makan yang pedas-pedas melulu? Nanti sakit perut lho,” kata Dina.
“Nggak mungkin. Aku ini hobi makanan pedas. Memangnya kamu. Makan tekwan aja mules,” ledek Dina.
“Biar saja. Yang penting aku masih bisa makan sayur dan buah-buahan,” kata Dina.
“Kalo cokelat mau nggak?” tanya Dita sambil menyodorkan cokelat di tangannya.
“Tadi sudah. Terlalu banyak juga bisa bikin mules,” kata Dina.
“Uh, dasar usus tipis. Dikit-dikit mules!” ledek Dita.
Dina dan Dita memang saudara kembar. Tapi dalam beberapa hal mereka sangat berbeda. Dita sangat tomboy, sementara Dina halus dan lembut. Dita sangat berantakan, sementara Diana sangat rapi. Yang pasti, keduanya saling menyayangi. Buktinya, beberapa jam kemudian ketika Dita merasa sakit perut, Dina tidak menyalahkannya.
“Aku buatkan teh pahit hangat ya,” kata Dina.
“Iya. Sekalian obatnya,” kata Dita yang terbaring di sofa menahan sakit perutnya.
Dina membuatkan teh pahit hangat dan obat sakit perut. Dita meminumnya sambil berdoa sakit perutnya segera hilang. Tapi ternyata sakit perutnya belum hilang-hilang juga. Dita malah sekarang bolak-balik ke toilet.
Dina langsung memberi tahu Ibu ketika Ibu dan Ayah pulang dari acara halal bi halal. Ibu langsung khawatir dengan kondisi kesehatan Dita.
“Kita ke rumah sakit ya. Ini hari Minggu, dokter praktik pasti masih pada tutup,” kata Ayah.
DIta kemudian dibawa ke rumah sakit. Dina ikut mengantar. Sepanjang jalan Dina berdoa, sesekali menghibur Dita yang terus menahan sakit perutnya.
“Coba tadi aku tidak ngatain kamu usus tipis,” gumam Dita menyesal.
“Ah, kayaknya bukan karena kamu ngatain aku deh. Tapi karena kamu terlalu banyak makan yang pedas dan cokelat,” kilah Dina.
Dita dirawat sebentar di ruang UGD rumah sakit. Setelah menghabiskan satu botol caira infus, Dita diijinkan pulang. Sakit perutnya sudah berkurang. Hanya badannya saja yang masih lemas.
Dita berbaring di kamar.
“Duh, aku belum siap-siap utuk sekolah besok,” gumam Dita.
“Kalau masih belum sehat benar, jangan sekolah dulu ya,” kata Ibu.
Dina mengiyakan. Dina kemudian merapikan rak buku Dita yang berantakan.
Keesokan harinya Dita ternyata sudah sehat. Dita memaksa untuk sekolah karena ingin segera bertemu teman-temannya. Ayah dan Ibu mengijinkan selama Dita tidak lari-larian di sekolah.
Saat melihat sepatunya, Dita kaget karena sudah bersih. Dita tahu kepada siapa harus berterimakasih.
“Dina, terima kasih ya. Aku menyayangimu. Jangan bosan ya menasehati aku agar jadi anak baik sepertimu,” ucap Dita saat berangkat sekolah.
“Aku juga menyayangimu, Dita,” jawab Dina.