Friday, March 17, 2017

Cernak, 19 Maret 2017




Yong Tu dan Pot Bunga


 
Tersebutlah pada zaman dahulu kala tentang seorang Raja yang telah lanjut usianya. Sayang sekali sang Raja ini tidak mempunyai anak lelaki untuk menjadi putra mahkota sebagai pengantinya, pewaris tahta kerjaannya.

Dicarinya jalan keluar yang terbaik dan tepat untuk masalah yang sedang dihadapinya ini. "Dapatkah aku menemukan seorang anak lelaki yang pantas menjadi anak angkatku, dan akan duduk di singgsana mengantikanku!" pikir sang baginda Raja.

Akhirnya sang Raja pun menemukan sebuah ide yang menurutnya akan berhasil menemukan jalan keluar dari masalah ini. 

Sang Raja pun mengutus abdi kerajaan kepercayaan untuk mengumpulkan seluruh anak lelaki di seluruh negerinya tercinta di alun-alun kerajaan.

Setelah semua anak-anak lelaki dari seluruh pelosok negeri terkumpul maka sang Raja pun membagi-bagikan bibit benih tanaman kepada semua anak lelaki. Dan sang Raja sendiri nanti yang akan menilainya siapa saja yang berhasil dengan baik, menumbuhkan bibit yang bagus dan tumbuh menjadi bunga yang paling indah dilihat, maka dialah yang berhak menjadi anak angkatnya dan menjadi pewaris tahta kerajaannya.

Semenjak saat itulah seluruh anak lelaki di kerajaan itu sangat rajin memelihara tanaman bunga yang bibitnya diberikan sang Raja mereka.

Termasuk seorang anak lelaki yang bernama Yong Tu, sudah dua pekan sang Yong Tu merawat benih yang diberikan sang Raja. Namun benih bibit itu belum ada tanda untuk bertunas, maka sang anak lelaki itupun bertanya pada ibundanya.

"Bunda mengapa bibit benih bunga yang saya tanam sampai sekarang belum bertunas?" Yong bertanya.
Sang ibunda pun menjawab supaya anaknya mengantikan tanah yang di dalam pot dengan tanah yang lebih gembur, dan lebih baik.

"Gantilah anak ku media tanah didalam port itu dengan tanah yang lebih baik!" Ibunda tercinta sang Yong Tu memberikan saran terhadap anaknya.

Dituruti nasehat dari sang ibundanya namun apa yang terjadi sang bibit benih itupun tetap tidak tumbuh dengan semestinya.

Hari yang dinantikan pun akhirnya tiba juga, semua anak-anak lelaki itu telah berkumpul dengan pakaian yang paling bagus yang mereka punya. Seluruh anak negeri ingin sekali menjadi anak angkat sang Raja dan menjadi pewaris tahta.

Di tangan masing-masing sang anak telah membawa pot bunga yang berbunga sangat indah sekali, namun sang Raja tidak merasa senang melihat semua itu.

Namun kejadian itu tidak berlangsung lama setelah sang Raja melihat seorang yang hanya diam dan sedih dengan pot bunga di tangan yang tidak ditumbuhi bunga.

Sang Raja menghampirinya namun sang anak malah menangis malu karena tidak bisa membuat bibit benih pemberian sang Raja tidak bisa tumbuh di tangannya.

"Mengapa kamu membawa pot kosong sementara yang lain membawa pot dengan bunga yang indah-indah?" Sang Raja bertanya.

"Setiap hari hamba selau merawat dan menjaga benih ini, namun benih ini tidak pernah tumbuh!" Sang anak menjawab sambil menangis sedih. Dan anak itu tidak lain dan tidak bukan adalah sang Yong Tu.

Raja pun meraih tangan dan membimbing anak tersebut ke atas mimbar kerajaan dan mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa beliau telah menemukan seorang anak angkat pewaris tahta kerajaan.

"Apakah Tuanku tidak salah memilih orang yang hanya membawa pot yang tidak ditumbuhi bunga? Permintaan tuan Raja adalah anak yang dapat merawat benih menjadi bunga yang indah."

"Baiklah biar kalian semua tidak menjadi heran akan keputusanku," sang baginda menjawab. Bahwa sebenarnya benih yang kalian tanam itu tidak akan tumbuh karena sebelumnya telah aku rebus dulu dalam air mendidih, berarti benih bunga yang kalian bawa semuanya telah diganti karena tumbuh berbunga.

"Hanya anak inilah yang jujur tidak menggantikan bibit benih yang telah aku berikan, aku hanya memilih anak yang jujur."

Yong Tu sang anak yang jujur dan polos akhirnya menjadi anak angkat sang Raja dan menjadi pewaris tahta kerajaan.

Hore, 19 Maret 2017

Agar Fokus Belajar




Masa ujian tengah semester sudah berakhir. Tak lama lagi akan ada ujian kenaikan kelas. Bagi yang akan lulus akan ada ujian kelulusan. Kita harus fokus belajar. Bagaimana ya caranya?



Suasana

Cari suasana yang cocok untuk belajar. Kamar tidur atau ruang kelas tidak selalu cocok. Cari tempat yang nyaman dan tenang yang memiliki kursi besar seperti di ruang tamu; lebih bagus lagi kalau jauh dari TV, komputer atau telepon seluler.

Perpustakaan biasanya tempat yang bagus untuk belajar karena suasananya sunyi. Barangkali kantor orang tua juga lokasi yang memungkinkan jika cukup sunyi dan tidak mengalihkan perhatian kita.

Siapkan

Kumpulkan materi belajar sebelum memulai. Jangan mencari-cari pena, stabilo, penggaris, dan lainnya. ketika sedang belajar karena hal ini bisa mengalihkan perhatian kita. Jadi, persiapkan semuanya sebelum mulai belajar.

Teman
Cari teman belajar. Pilih seseorang yang bertenggang rasa dan berfokus pada hal yang sama. Jangan selalu pilih teman dekat  karena konsentrasi  bisa buyar. Bukannya belajar malah mengobrol. Memiliki teman belajar itu ide yang bagus karena kita bisa saling bertukar pikiran dan mendapatkan perspektif yang berbeda.

    Tidak semua orang dapat berfokus dengan adanya teman belajar.  Jika kita seorang introver, alias cenderung menyendiri dan pemalu, teman belajar bisa jadi sangat bermanfaat. Pastikan saja teman belajar  bukan seseorang yang terlalu ekstrover, jika tidak, ia akan mengajak  mengobrol saat kita berusaha belajar.
    Cari orang yang lebih pintar. Tampaknya ini urusan sepele, namun banyak orang yang mengabaikan hal ini. Jika ingin belajar, pilihlah teman yang pintar, berdedikasi dan tidak keberatan mengajar. 

Camilan

Kumpulkan kudapan yang sesuai. Jangan pilih minuman  bersoda karena sebentar saja kita akan lemas lagi. Buah-buahan dan air putih bagus karena sederhana dan efektif dalam mengeluarkan karbohidrat.
Istirahat sejenak. Setelah 45 menit belajar, istirahatlah 10 menit dan lakukan hal lain. Usahakan kembali belajar setelah beristirahat, jangan sampai waktu istirahat melebihi 20 menit.

Istirahat
 
    Atur pola istirahat  dengan menggunakan alarm. Jika istirahatnya diatur, kita jadi lebih tepat waktu dan tidak berlebihan dalam beristirahat. Mengapa perlu beristirahat? Otak kita memerlukan waktu untuk pulih kembali setelah memproses banyak informasi. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa beristirahat dan berjalan-jalan dapat memperkuat kemampuan mengingat dan meningkatkan skor saat ujian.

Motivasi

Dapatkan motivasi yang tepat. Jika kita mengulang pelajaran dengan baik dan bersiap-siap untuk ujian, kita akan dapat menjalankannya dengan baik. Tetapkan tujuan ketika mengulang pelajaran supaya nyaman ketika ujian. Jangan menganggap ujian sebagai beban, anggap saja ujian itu sebagai tantangan dalam proses belajar.

   
Lakukan

 
    Gunakan flash cards (kartu memori) dan catatan singkat. Flash cards bermanfaat bagi beberapa orang karena mengandung informasi penting secara ringkas. Gunakanlah jika kita menganggapnya bermanfaat. Urutkan kartunya atau atur dengan cara lain jika ingin mendapatkan makna tertentu.
    Gunakan alat bantu ingatan. Ubah suatu informasi menjadi lagu yang lucu atau atur informasinya menjadi singkatan  untuk membantu ingatan. Misalnya warna pelangi dengan mejikuhibiniu.
    Pastikan kita tahu untuk memprioritaskan informasi yang terpenting.

Selamat belajar.

Arena, 19 Maret 2017



 Pangeran yang Hilang


Judul: Miss You My Prince

Penulis: Alya F

172 halaman



Namaku Putri, aku punya sahabat bernama Pangeran. Pangeran sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Dia selalu menghibur dan menjagaku. Sayang, kami terpisah sejak berumur enam tahun. Sebelum kepergiannya, dia memberiku bandana dari ranting yang dia buat sendiri. Bentuknya aneh, tapi aku menyukainya. Bahkan, sampai sekarang aku masih menyimpannya. 

Aku sangat merindukannya, berharap suatu saat aku bertemu dengannya lagi.

Di Sekolah ada siswa yang mirip sekali dengan pangeran. Namanya Iqbal. Dia siswa baru. Iqbal ganteng dan jago basket. Banyak siswi yang memperhatikannya. Tapi bagiku, dia menyebalkan. Sudah dua kali dia menabrakku. Aku sering mengira Iqbal adalah Pangeran. Tapi aku tidak yakin, mungkin karena aku terlalu merindukan Pangeran. 

Siapakah sebenarnya Iqbal? Jika kalian membacanya, pasti akan terkejut. Ceritanya seru.

(Salsa, Palembang)

Friday, March 10, 2017

Cernak, 12 maret 2017

Hore Aku Tahu, 12 Maret 2017

Sejarah Pajak di Dunia




Apakah kalian semua tahu tentang sejarah  pajak??Pajak, sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala.Pada saat itu, pajak biasanya ditarik untuk kebutuhan bersama, terutama untuk dana sebuah peperangan. Karena pada saat itu, masyarakat masih melakukan perang dan perang guna memperebutkan wilayah kekuasaan.

Seperti di Mesir contohnya, penarikan pajak sudah dilakukan sejak zaman Fir’aun.Pada saat itu, nama penarik pajak disebut dengan Scribe.

Di Yunani, pemungutan pajak disebut dengan Eisphora, yaitu pajak yang dikenakan guna membiayai suatu peperangan.

Romawi, ada yang namanya Portoria, yaitu pemungutan pajak yang berhubungan dengan bea masuk barang Ekspor Impor.

Inggris

Pada saat abad pertengahan, Inggris terkenal dengan perang yang berlangsung selama 100 tahun dengan Perancis yang berakhir sekitar tahun 1453 M. Saat itulah mulai dikenal sistem pajak yang dikenakan atas penghasilan, pajak kekayaan, kantor dan pajak seorang pendeta. Pada saat itu, pajak tanah juga mulai muncul pajak atas kepemilikan tanah dan bangunan.



Amerika

Di Amerika, sejarah pajak nampaknya sudah menjadi pelopor pajak di era modern saat ini. Sejarah pajak di Amerika berlangsung sangat panjang.Saat itu, rakyat Amerika dikenakan pajak atas penghasilan mereka, yakni sekitar tahun 1812 M. Pajak ini menggunakan tarif progressif, yaitu 0,08% untuk penghasilan diatas 60 pound dan 10% untuk penghasilan diatas 200 pound.

Perkembangan Pajak Di Indonesia
 Sejarah pajak di Indonesia dimulai sejak diberlakukannya ‘huistaks’  yaitu pada tahun 1816.Huistaks adalah  pajak yang dikenakan bagi suatu warga negara yang mendiami suatu wilayah/tempat tertentu di atas bumi. Seperti sewa tanah,bangunan atau atau yang sekarang dikenal dengan Pajak Bumi dan Bangunan(PBB).Tapi saat itu,kita harus menyetornya ke pemerintahan Belanda.

Berikutnya jenis-jenis pajak bertambah lagi,yaitu :
  • Tahun 1920 ada Ordonantie op de Herziene Inkomstenbelasting alias Pajak Penghasilan
  • Tahun 1925 ada Ordonantie op de Vennootschapbelasting alias Pajak Perseroan atau sekarang dikenal dengan nama PPh Badan.

Belanda dan saat penjajahan Jepang.Mereka  memungut pajak dari berbagai hasil bumi yang ada di Indonesia.Jauh sebelum itu,kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara ini,juga sudah menerapkan pajak pada masyarakatnya untuk keberlangsungan kerajaan.

Hingga saat ini,pajak sudah mengalami perkembangan yang begitu pesat.Hal ini dapat kita liat dari banyaknya jenis pajak yang ada.Dan,sebagai warga Negara yang baik,tentunya kita akan membayar pajak yang sudah menjadi kewajiban kita.Karena semuanya juga untuk kesejahteraan kita bersama.

Nah, bila kita dewasa nanti kita wajib lho bayar pajak sebagai warga negara yang baik.

Arena KKPK, 12 Maret 2017


Kisah Puteri Duyung






Judul: Me and Mermaid
Penulis :Vira
112 halaman






Kitty bersama Sani, Lyss, dan Lutfy berenang di sebuah selokan yang dalam. Mereka merasa heran karena air selokan itu benar-benar bersih dan belum tercemar. Ketika mereka sedang asyik-asyiknya menyelam, tiba-tiba mereka melihat sebuah pintu di selokan itu.

Siapa yang menduga bahwa pintu tersebut dapat menghubungkan dunia mereka dengan dunia bawah laut. Melalui pintu itu, mereka pun menemukan kerajaan Lelfil yang dikuasai oleh Queen Natasya, Ratu Putri Duyung. Di kerajaan Lelfil, mereka berkenalan dengan Kuiter, putrid bungsu Queen Natasya, yang harus mereka selamatkan dari kejahatan ikan Bribod.

Mau tahu serunya petualangan di bawah air? Yuk, kita ikuti cerita lengkapnya.

(Salsa, Palembang)

Friday, March 03, 2017

Cernak, 5 Maret 2017

Puteri Salju dari Jepang



Alkisah di sebuah desa, tinggalah dua orang pemuda bernama Mosaku dan Minokichi. Mosaku adalah seorang pria yang saat ini berumur 36 tahun dan Minokichi adalah pemuda yang baru berumur 18 tahun. Kedua pemuda ini bekerja menebang pohon di kaki gunung dan kemudian menjualnya kembali untuk menyambung hidup.

Setiap harinya Minokichi dan Mosaku selalu pergi bersama-sama mendaki gunung untuk mencari kayu. Untuk bisa mencapai gunung, mereka harus melalui sebuah sungai yang besar.

Pada suatu hari yang dingin turunlah salju. Pada hari itupun sejak pagi hari Minokichi dan Mosaku tetap pergi ke gunung untuk mengambil kayu di hutan. Ketika langit kemudian menjadi semakin gelap, mereka berdua kemudian memutuskan untuk menghentikan pekerjaan mereka dan bergegas pulang ke rumah.

Mereka berdua dengan cepat berjalan menuruni gunung ditengah badai salju yang semakin lama semakin kencang. Karena begitu lebatnya salju yang turun, dengan cepat seluruh permukaan tanah telah seluruhnya tertutupi oleh salju. Ketika mereka berdua telah mencapai tepian sungai, mereka begitu kaget karena tidak mendapati kapal yang biasanya ada di tepian sungai.

Mereka berdua kemudian berinisiatif untuk mencari si tukang kapal di gubuk dekat sungai. Mereka bergegas menuju gubuk tersebut, namun sayang bahwa mereka tidak mendapati si tukang kapal berada disana. Mereka berdua berpikir bahwa si tukang kapal menghentikan pekerjaannya setelah melihat kondisi cuaca yang semakin lama semakin memburuk.

Ditengah badai salju yang semakin kencang, kondisi udara yang semakin dingin, mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya mereka berdua tidak punya pilihan lain selain menunggu esok hari untuk pulang. Mereka berdua kemudian bermalam di gubuk tersebut. Gubuk tersebut sangatlah kecil, tidak memiliki jendela, dan hanya mempunyai satu pintu masuk.

Pada saat itu, Mosaku dengan cepat langsung terlelap. Akan tetapi Minokichi pada saat itu tidak bisa tertidur sama sekali. Udara semakin lama semakin bertambah dingin. Minokichi yang saat itu tidak bisa tidur menjadi menggigil kedinginan dan merasa ketakutan. Namun karena kemudian merasa kelelahan, Minokichi pun akhirnya tertidur. Entah berapa lama tertidur saat itu, tiba-tiba saja Minokichi terbangun. Ketika terbangun dan merasakan kedinginan, Minokichi melihat bahwa pintu di gubuk telah terbuka dan angin meniup salju masuk ke dalam gubuk.

Minokichi hanya bergumam saja saat itu. Siapakah yang sudah membuka pintu gubuk tersebut. Ketika mengalihkan pandangannya ke sekeliling gubuk, Minokichi yang tetap berbaring saat itu melihat bahwa ada seseorang yang mengenakan kimono putih dan berambut panjang berada diatas tubuh Mosaku. Melihat keadaan saat itu Minokichi ingin bersuara dan menanyakan apa yang sedang diperbuat oleh wanita tersebut. Namun seolah-olah kekuatan mistis dari sang wanita tersebut, tubuh Minokichi tidak dapat digerakkan sama sekali dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

Dengan perlahan-lahan “Wanita Salju” tersebut mendekatkan wajahnya ke wajah Mosaku. Kemudian “Wanita Salju” tersebut menghembuskan nafas dan keluarlah semacam awan putih yang kemudian menutupi seluruh wajah Mosaku. Tak lama kemudian dari dalam mulut “Wanita Salju” tersebut keluar semacam benang mirip sarang laba-laba. Pada saat itu pula tiba-tiba saja cahaya berkilauan keluar dari tubuh Mosaku.


“Wanita Salju” tersebut meninggalkan Mosaku dan kemudian mendekati Minokichi. Bermaksud untuk melakukan hal yang sama, wanita tersebut kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Minokichi. Mendapat perlakuan seperti itu, Minokichi ingin berteriak kencang. Namun kondisi dirinya tidak bisa bergerak ataupun mengeluarkan suara sedikitpun.

Minokichi yang merasa sangat ketakutan karena wanita tersebut memandang wajah Minokichi dalam waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya wanita cantik bermata dingin tersebut berucap bahwa Minokichi masih terlalu muda. “Wanita Salju” itu kemudian mengurungkan niatnya dan berpesan kepada Minokichi supaya jangan menceritakan kepada siapapun kejadian yang sudah dilihatnya malam. Jika sampai Minokichi menceritakan kejadian malam itu, dia nantinya akan langsung mati. Wanita itu kemudian meninggalkan Minokichi dan pergi menghilang.


Keesokan paginya tukang kapal menghampiri gubuk tempat Mosaku dan Minokichi berada. Tukang kapal berusaha membangunkan Mosaku dan Minokichi pada saat itu. Minokichi segera terbangun saat itu. Namun sayang, Mosaku sudah meninggal. Pada saat itu Minokichi langsung teringat akan kejadian semalam. Namun karena ancaman dari “Wanita Salju” membuatnya mengurungkan niat menceritakan hal ini kepada si tukang kapal.


Tahun demi tahun telah berlalu, ingatan akan “Wanita Salju” semakin lama semakin hilang dari pikirannya. Hingga pada suatu hari di musim salju setelah pulang menebang kayu, Minokichi melihat seorang gadis berjalan pulang seorang diri. Melihat hal itu Minokichi mendekati wanita tersebut dan mengajaknya berkenalan. Wanita tersebut bernama Oyuki (Yuki dalam bahasa Jepang berarti salju)

Minokichi jatuh cinta kepada Oyuki yang pada saat itu masih sangat muda dan sangat cantik. Hingga mereka pun akhirnya menikah. Setelah menikah mereka pun hidup bahagia bersama dan dikaruniai 10 orang anak. Dan semakin lama anak-anak Oyuki dan Minokichi bertumbuh semakin besar. Minokichi pun semakin lama terlihat semakin tua. Namun berbeda dengan Oyuki yang setiap tahun wajahnya tidak pernah berubah dan tetap cantik. Hingga penduduk sekitar mengatakan bahwa kecantikan Oyuki adalah sebuah keajaiban.

Pada suatu malam dimusim dingin, disaat anak-anak sudah lelap tertidur, Minokichi dan Oyuki pun duduk berdua di dekat perapian. Oyuki yang mengenakan kimono putih saat itu tiba-tiba saja mengingatkan Minokichi akan kejadian pada saat dirinya berumur 18 tahun. Mereka berdua pun terlibat dalam sebuah percakapan.

“Wanita itu adalah saya…. saya…” teriak Oyuki dengan nada yang sangat menakutkan.

Minokichi langsung kaget dan kemudian menjadi sangat ketakutan. Melihat wajah Oyuki yang berubah menjadi menyeramkan membuat Minokichi tidak bisa bergerak ataupun berkata-kata, sama seperti waktu itu.


“Saya sudah pernah bilang bahwa kamu tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapapun. Kalau kamu menceritakannya, maka pada saat itu pula kamu akan mati.” ucap Oyuki yang sudah menjelma menjadi Wanita Salju.

“Saya ingin sekali membunuhmu.. Akan tetapi… Kita sudah memiliki anak, jadi saya tidak bisa melakukan ini. Karena itu, saya harus pergi. Sampai jumpa dan tolong jaga anak-anak kita…” ucap wanita salju lagi.

Seketika itu pula tubuh wanita salju itu perlahan-lahan menghilang. Kemudian muncul semacam awan putih dan cahaya berkilauan yang kemudian menghilang ke atas langit.

Melihat hal itu Minokichi pun berteriak dan memanggil nama Oyuki dengan sangat keras. Minokichi segera berlari keluar rumah dan terus memanggil-manggil nama Oyuki. Pada saat itu pula tiba-tiba saja turun salju lebat. Minokichi menyesal dan terus menerus memanggil nama Oyuki ditengah salju. Terlambat sudah… Oyuki sudah meninggal dan tidak pernah kembali…”

(cerita dari jepang)

Hore aku Tahu, 5 Maret 2017



Beberapa waktu silam, Polisi Kehutan (Polhut) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Provinsi Lampung yang sedang berpatroli, tak sengaja memergoki belasan manusia kerdil yang tengah berjalan menyusuri rawa.

Manusia katai tersebut tingginya sekitar 50 cm, berambut panjang dan gimbal, tidak memakai pakaian, dan memegang tombak kayu. Petugas tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang kerdil tersebut pada sore itu. Apakah mereka sedang mencari ikan atau berburu burung rawa. Namun, dari belasan orang kerdil itu, satu di antaranya mereka tampak menggendong bayinya.

Rombongan Polhut sempat memantau keberadaan mereka sekitar 5 menit pada jarak pandang sekitar 35 meter. Namun, ketika petugas hendak mendekat, manusia kerdil  btersebut langsung menyelinap ke balik pohon dan segera menghilang ke dalam rimba. Manusia kerdil itu larinya cepat dan bisa meloncat cukup jauh.

Tiga hari kemudian, petugas Polhut TNWK yang sedang berpatroli kembali melihat mereka di tempat yang sama. Tetapi kali ini, jaraknya lebih jauh dan waktunya juga lebih singkat.
Dari dua kali perjumpaan itu, petugas Polhut yakin bahwa ada komunitas manusia katai  yang tinggal di dalam hutan TNWK.

Untuk merekam dan membuktikan keberadaan mereka, pihak Balai TNWK kini memasang beberapa  kamera tersembunyi. Jika kelompok orang kerdil tersebut bisa ditemukan, pihak TNWK ingin sekali bisa melindungi mereka.

Uhang Pandak di Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi.


Keberadaan uhang pandak atau orang pendek atau manusia katai di Taman Nasional Kerinci Seblat, Provinsi Jambi, menjadi misteri sejak ratusan tahun yang lalu.

Pada tahun 1292, uhang pandak sudah menjadi salah satu catatan menarik penjelajah Italia, Marco Polo. Namun, hingga sekarang keberadaan uhang pandak masih menjadi misteri. Para penutur yang mengaku pernah melihat uhang pendek menggambarkan orang pendek bentuknya seperti manusia, tetapi badannya berbulu. Jalannya tegak, tinggi sekitar 80 cm, dan membawa peralatan berburu seperti tombak.

Bagi masyarakat Suku Anak Dalam yang tinggal di hutan Taman Nasional Kerinci Seblat, uhang pandak sudah menjadi legenda sejak zaman dahulu. Mereka percaya, uhang pandak ini sering terlihat dan tinggal di sekitar mereka. Meski begitu, mereka tidak pernah bisa bertemu dan mendekatinya.

Pada tahun 1923, Van Heerwarden, seorang peneliti zoologi yang sedang mengadakan penelitian  di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, secara tidak sengaja sempat melihat beberapa uhang pandak dengan ciri-ciri badannya berbulu, berjalan tegak, tingginya seperti anak usia 4 tahun, wajahnya tampak tua, rambut kepalanya hitam sebahu, dan membawa senjata tombak. Sayang sekali, orang-orang pendek tersebut cepat menyelinap di antara kelebatan hutan sehingga tidak ditemukan lagi.

Penasaran dengan kisah orang pendek yang menghuni hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat, dua peneliti Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden, pada 1990 mulai mengadakan penelitian tentang uhang pandak selama beberapa tahun.

Dengan mengumpulkan informasi dari penduduk sekitar, mereka mencari tahu lokasi-lokasi dimana uhang pandak sering muncul. Kemudian dengan metode memasang kamera tersembunyi, mereka berusaha mencoba mencari bukti keberadaan mereka. Sayangnya, penelitian selama bertahun-tahun itu tidak satu pun berhasil merekam jejak atau bentuk uhan pandak.

Siwil di Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi

Masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional Meru Betiri juga mempercayai adanya orang kerdil yang disebut siwil atau owil. Beberapa saksi mata yang pernah melihat siwil juga menemukan jejak kaki-kaki kecil di tanah di pinggi kali.

Pada tahun 1987, seorang pemburu babi hutan secara tidak sengaja melihat sekelompok manusia katai ini. Konon, waktu itu ia tengah mengejar buruan babi hutan yang berlari ke arah sungai. Saat berada di tebing sungai, tiba-tiba ia mendengar suara riuh di sungai. Setelah mengendap-endap mendekati sungai, ia melihat puluhan manusia katai sedang asyik menangkap ikan. Seorang laki-laki katai yang sudah sangat tua duduk di atas batu besar sambil mengawasi mereka.  Mereka mengeringkan lubuk dengan mbendung bagian sungai dengan tumpukan batu, lalu mengalirkan airnya ke bagian lain. Anak-anak yang ikut mencari ikan tak sabar menyantap mentah-mentah ikan-ikan kecil dan udang hasil tangkapan mereka.

Ciri-ciri orang katai di hutan Meru Betiri, tingginya sekitar 80 cm, tidak berpakaian, berbulu tetapi tidak lebat seperti monyet, perutnya buncit, dan rambutnya keriting. Mereka mengeluarkan suara kwek…kwek… Mungkin itu bahasa mereka.

Bagi pemburu babi hutan atau pencari burung, pengalaman melihat orang katai adalah hal yang biasa. Namun, perjumpaan mereka biasanya hanya sekilas sehingga para pemburu tidak sempat memotretnya.


Homo floresiensis (manusia flores) adalah nama ilmiah yang diberikan oleh peneliti untuk penemuan fosil orang kerdil di sebuah gua di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Pulau Flores, di Nusa Tenggara Timur.

Manusia mini ini juga sering dijuluki hobbit dari Flores.  Homo floresiensis memiliki tubuh setinggi 100 cm dengan tengkorak yang kecil. Sejumlah fosil manusia mini ini ditemukan pada 2003. Fosil ini diperkirakan sudah berusia 13.000 saampai 94.000 tahun.

Di daerah Rampasasa sendiri sampai sekarang masih dijumpai manusia mini. Jumlah mereka sekitar 200 orang. Apakah fosil homo floresiensis merupakan nenek moyang manusia mini dari Rampasasa ataukah merupakan spesies yang lain?

Oni di Hutan Tanjung Pallette, Bone, Sulawesi Selatan

Penduduk di daerah pegunungan Bone percaya, bahwa di tengah lebatnya hutan di kawasan Tanjung Pallete tinggal manusia  kerdil yang disebut Oni. Suku Oni tinggal di dalam gua-gua tersembunyi. Konon, pada zaman dahulu, suku Oni sering muncul dan sangat baik membantu warga di Dusun Dekko. Kalau ada hajatan, suku Oni dengan sedang hati meminjamkan perabotan seperti piring dan mangkuk untuk pesta adat.  Sayangnya, warga yang dipinjami perabot tidak mau mengembalikan barang-barang tersebut, sehingga suku Oni memilih menghindar dari warga desa. Menurut cerita seorang penduduk dari Desa Mappesangka yang pernah mengunjungi gua tempat tinggal suku Oni, konon orang suku Oni tingginya hanya sekitar 70 cm.  Beberap warga setempat juga mengaku pernah melihat orang-orang kerdil ini keluar dari gua membawa obor untuk mengambil air.

Nyata atau Bayang-bayang?

Penemuan fosil Homo floresiensis membuktikan bahwa manusia mini itu ada karena memiliki bukti nyata dan bisa diteliti secara ilmiah. Namun, bagaimana dengan orang kerdil di Taman Nasional Way Kambas, uhang pandak di Taman Nasional Kerinci Seblat, dan siwil di Taman Nasional Meru Betiri?

ARENAK KKPK, 5 Maret 2017


Kisah Shie





Judul: Best Star
Penulis: Asfia
104 halaman




Ketika ayahnya ditugaskan bekerja di Belanda, Shie memilih untuk tetap tinggal di Melbourne bersama ibunya. Shie ingin menjadi penyanyi dulu di Melbourne, baru kemudian menyusul ayahnya.

Atas usul Richa, Shie dan teman-temannya mengikuti lomba menyanyi. Mereka berlatih sungguh-sungguh. Pada saat bersamaan, mereka juga mendapat tambahan pelajaran akting di sekolah. Bila berprestasi, mereka akan dikirim ke sekolah khusus seni di Belanda.

Tapi karena kecapaian berlatih, Shie malah jatuh sakit! Bagaimana mereka bisa berlomba jika Shie sakit? Apakah Shie akan berhasil memenuhi janjinya kepada sang ayah? Bisakah Shie menemui ayahnya di Belanda? Yuk, kita cari tahu jawabannya dalam novel ini.

Aku sih sangat suka sama buku ini. Soalnya menginspirasi/

(Salsa, Palembang)

Friday, February 24, 2017

Cernak, 26 Februari 2017

Raksasa dalam Panci


Di waktu yang sudah lama berlalu, di sebuah lembah hiduplah satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak bernama Zambo. Meskipun tidak kaya, tapi mereka hidup bahagia.

Suatu waktu, bapak pergi ke gunung untuk mencari kayu bakar. Seharian berlalu, bapak tak kunjung kembali. Zamboo dan ibunya jadi khawatir.

“Bu, kenapa bapak belum pulang?” tanya Zamboo. Ibu menggeleng tidak tahu – bapak tidak pernah pulang sebelum matahari tenggelam, tapi lihatlah matahari sudah digantikan bulan.

“Ambil lampu. Kita cari bapak di gunung,” pinta ibu. Zamboo dan ibunya pun pergi dari rumah untuk mencari bapak. Kesana kemari mencari dan berteriak, tak ada tanda-tanda keberadaan bapak.


Besoknya, Zamboo mencoba sekali lagi mencari di gunung. Tetap saja bapak tidak diketemukannya. Karena lelah, Zamboo memutuskan untuk istirahat di bawah pohon. Dia bermimpi bertemu pria tua berjanggut putih. Pria tua itu berkata, “Kamu seperti anak yang sangat menyayangi orangtuamu. Karena kutaksir kamu baik, akan kubantu dirimu menemukan bapakmu. Pulanglah dan cari kutu, kutu busuk, dan jarum. Jika kamu kembali dengan benda-benda yang kusebutkan tadi, kamu akan bisa menemukan bapakmu.”

“Benarkah?” tanya Zamboo, kemudian terbangun dari tidurnya. Dia heran mendapatkan mimpi yang sedikit aneh itu. Meski begitu, dia berniat mendapatkan kutu-kutu busuk-jarum yang diberitahukan dalam mimpinya itu.


Zamboo membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan kutu, kutu busuk, dan jarum. Setelah mendapatkan semuanya, dia lalu kembali ke gunung untuk menemukan bapak. Namun keberadaan bapak tetap belum diketahuinya. Zamboo pun mencari tempat bernaung karena hari sudah malam.

Zamboo menemukan sebuah rumah yang terdapat cahaya di dalamnya. Dia menghampiri rumah tersebut dan tak menemukan siapa-siapa di dalamnya. Karena itu, dia pun memutuskan menginap di sana.


Waktu mau tidur, Zamboo mendengar suara langkah kaki di luar. Dia mengintip dan melihat ada raksasa berjalan ke arah rumah tempatnya bermalam.

Sebelum masuk, raksasa itu menuju gudang untuk memastikan makanannya masih ada di sana. Begitu membuka pintu, dia menemukan jumlah makanannya masih lengkap – itu adalah manusia-manusia yang hilang, termasuk bapaknya Zamboo. Melihat bapaknya ada di sana, jantung Zamboo berdegub kencang. Raksasa pun menutup pintu kembali.


Raksasa masuk ke rumah dan tidur seketika itu juga. Zamboo yang berniat menyelamatkan bapaknya segera beraksi. Dia pun mulai membongkar tas berisi-kutu di dekat raksasa tidur. Segera kutu-kutu ini menyerang raksasa.

Raksasa berguling-gulingan di lantai. “Hah, rasakan kau!” pekik Zamboo, lalu mengeluarkan kutu busuk yang dibawanya yang segera mengerubungi tubuh raksasa hingga hitam pekat. Raksasa berteriak meraung-raung. Dia kabur ke hutan sambil menggaruk seluruh tubuhnya.


Zamboo mengeluarkan jarum-jarumnya. Dia melemparkannya ke arah raksasa pergi. Ajaib, jarum-jarum itu seolah hidup dan segera menusuk tubuh raksasa. “Aw, aw, aw, ini sungguh sakit, hentikanlah!” pekik raksasa sambil berguling-gulingan di atas rumput.

Pada akhirnya, raksasa pergi ke arah dapur rumahnya. Dia masuk ke dalam panci, dimana tak satupun akan mengganggunya. Zamboo cepat-cepat menutup panci dan meletakkan banyak bebatuan di atasnya. Setelah itu, dia menyalakan api di bawah panci. Raksasa itu berteriak-teriak, tapi karena tidak bisa keluar dia akhirnya mati di sana.


Setelah memastikan raksasa sudah tidak berkutik lagi, Zamboo pergi ke gudang untuk menyelamatkan bapaknya. Dia membuka pintu gudang dan mengeluarkan bapak dan orang-orang lainnya.

Zamboo membuka gudang lain dan menemukan banyak harta yang dicuri raksasa. Dia membagikan semuanya secara rata dan adil. Zamboo dan bapak kembali ke rumah menemui ibu. Mereka kembali berbahagia.

(dongeng Korea)

Hore, 26 Februari 2017

Mengenal Macam Bubur
 


Bubur merupakan sejenis masakan yang menggunakan banyak air. Pada kebiasaannya bubur adalah cair. Terdapat pelbagai jenis bubur, yang biasanya dinamakan menurut bahan yang digunakan bagi menghasilkan bubur tersebut.

Ada banyak macam kuliner bubur di Indonesia. Apakah kalian sudah pernah mencicipinya?

Bubur Ayam



Bubur ayam adalah salah satu jenis makanan bubur dari Indonesia. Sebenarnya dulu bernama bubur nasi karena sebenarnya merupakan beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat. Bubur ayam disajikan dengan irisan daging ayam dengan beberapa bumbu, seperti kecap asin dan kecap manis, merica, garam, dan kadang-kadang diberi kaldu ayam. Bubur dilengkapi dengan taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, tongcai (sayur asin), kedelai goreng, cakwe, dan kerupuk. Bubur ayam cocok bagi mereka yang kurang menyukai masakan Indonesia yang pedas, karena bubur umumnya tidak pedas; sambal atau saus cabe disajikan secara terpisah.

Bubur ayam kerap menjadi pilihan makanan untuk sarapan, tetapi bubur ayam sebenarnya dapat dimakan kapan saja. Selain sarapan, bubur ayam kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Karena teksturnya yang lembut, disajikan hangat-hangat, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik, bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan.

Bubur Kacang Hijau



Bubur kacang hijau adalah makanan khas Nusantara yang terbuat dari kacang hijau yang dimasak dengan air dan gula aren bersama seikat daun pandan. Bahan-bahan tersebut dimasak sampai mendidih sampai kacang hijau menjadi lunak. Lalu disajikan dengan tambahan santan. Dalam versi yang lain, beberapa orang menambahkan tepung tapioka ke dalam bubur. Makanan yang satu ini dapat dimakan saat masih hangat maupun dingin dengan cara memasukkan es batu ke dalamnya.

Bubur Ketan Hitam



Bubur ketan hitam (disebut juga bubur pulut hitam atau bubur injit) merupakan hidangan penutup, dengan cita rasa manis, yang terbuat dari beras ketan yang direbus dengan air berlebih hingga lunak, dan biasa disajikan dengan santan.Bubur ketan hitam merupakan sebutan yang dipakai di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Di daerah dengan pengaruh budaya Melayu yang kuat, bubur ini disebut "bubur pulut hitam". Sementara di Bali dan di Nusa Tenggara Timur, nama dari makanan ini adalah "bubur injit". Makanan ini dapat disajikan dingin maupun hangat.

Bubur Sumsum


Bubur sumsum adalah sejenis makanan berupa bubur warna putih yang dimakan dengan kuah manis (air gula merah). Dibuat dari bahan tepung beras. Makanan ini selain terdapat di Indonesia juga terdapat di Malaysia.


Bubur Manado



Tinutuan atau biasa disebut  Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara.Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antarkelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.

Nah musim hujan seperti ini, makan kuliner bubur di atas sangat asik lho.