Friday, June 16, 2017

Cernak, 17 Juni 2017

Legenda Air Mata Putri Meng Jiang




Putri Meng Jiang dikabarkan pernah hidup pada 2.200 tahun yang lalu semasa dinasti Qin. Keberadaannya telah menjadi legenda dimasyarakat hingga kini, berikut kisahnya.

Sebuah keluarga yang bermarga Meng suatu ketika menanam labu manis disepanjang pagar rumahnya. Tumbuhan tersebut tumbuh dengan pesat dan merambat melewati pagar pembatas yang bersebelahan dengan keluarga bermarga Jiang. Sebuah labu manis besar tumbuh didekat pagar tersebut, saat keluarga Meng membelah labu itu, tiba-tiba muncul seorang gadis cilik dari dalam labu.

Gadis cilik ini kemudian bernama putri Meng Jiang. Dia tumbuh menjadi seorang gadis cantik laksana dewi kayangan, dia juga terkenal ramah dan cerdas, piawai dalam membuat puisi dan bermain musik serta mendalami nilai-nilai Konfusius. Pasangan tua Meng memperlakukannya seperti anak mereka sendiri.

Kaisar pertama dinasti Qin sangat kejam dan lalim. Demi mempertahankan keutuhan dinasti yang baru tumbuh ini, dia memerintahkan ratusan pemuda bekerja sebagai budak untuk membangun Tembok Besar disisi utara tanpa memperdulikan keselamatan jiwa mereka. Banyak pemuda yang meninggal karena kelelahan.

Tersebutlah seorang pelajar bernama Wan Xiliang yang melarikan diri dari rumahnya untuk menghindari kerja paksa tersebut, dia bersembunyi dihalaman belakang keluarga Meng. Tanpa sengaja Putri Meng Jiang menemukannya, dan memberitahu ayahnya. Ayah putri Meng adalah orang yang berhati baik, beliau memutuskan untuk menolong Wan menghindar dari pemerintah.

Selama dalam persembunyiannya dirumah Meng, keluarga Meng akhirnya mengenal dan menyadari bahwa Wan Xiliang adalah seorang pelajar yang cerdas dan baik budi, sehingga mereka menjodohkannya dengan puri Meng Jiang.

Tiga hari setelah perkawinan secara sembunyi-sembunyi mereka, sekelompok petugas pemerintah menggeledah rumah keluarga Meng dan membawa pergi Wan Xiliang. Putri Meng Jiang tahu kalau suaminya akan dijadikan budak pembangunan Tembok Besar. Setahun lamanya dia menunggu, airmata seringkali membasahi bantalnya. Namun tak ada kabar berita dari sang suami.

Akhirnya dia memutuskan untuk mencari suaminya. Namun seberapa jauhkah Tembok Besar itu? Setelah berjalan kaki berhari-hari lamanya, putri Meng Jiang bertanya kepada seorang kakek tua. Kakek itu menjawab, “Ada suatu tempat yang sangat jauh bernama propinsi You; Tembok Besar itu ada jauh disebelah utaranya.”

Selama dalam perjalanan putri Meng Jiang mengalami banyak penderitaan. Dia berjalan seharian dan bermalam dimanapun dia berhenti. Dia makan roti dingin dan minum air dari sungai yang dia jumpai. Seringkali dia kelelahan dan kedinginan, namun dia tetap melanjutkan perjalanan, tak peduli hujan dan terik mentari, tanah lapang ataupun pegunungan berbatu. Seringkali dia dibantu oleh beberapa keluarga yang ditemui selama perjalanannya.

Akhirnya putri Meng Jiang tiba di Tembok Besar pada suatu hari musim gugur yang dingin. Hatinya tersayat saat melihat para pekerja membawa muatan yang berat di bawah pengawasan penjaga. Dia lalu bertanya kepada orang-orang dimana suaminya Wan Xiliang berada, namun yang didapat hanyalah kabar suaminya telah meninggal beberapa hari setelah ditangkap. Tubuhnya dikubur dibawah Tembok Besar.

Seketika putri Meng Jiang terguncang oleh kesedihan yang teramat dalam; dia menangis dan menangis di atas Tembok Besar tersebut, airmatanya mengalir bagaikan sungai. Dia memukul-mukul Tembok Besar itu, menyesali kematian suami dan takdir dirinya. Tangisannya membuat trenyuh para pekerja dan penjaga, sehingga menghentikan pekerjaan mereka dan ikut mencucurkan airmata bersamanya. Langit menjadi gelap dan angin dingin musim gugur menjadi lebih menyengat seperti ikut berduka.

Tiba-tiba sebuah dentuman keras memecah keheningan, sebagian Tembok Besar runtuh, memperlihatkan sisa-sisa tubuh pekerja yang terkubur dibawahnya. Melihat tulang belulang itu, putri Meng Jiang berpikir bagaimana dia dapat mengenali milik suaminya. Kemudian dia teringat perkataan orang kuno bahwa tulang orang yang meninggal hanya dapat menyerap darah anggota keluarganya. Dia lalu menggores ujung jarinya dan membiarkan darahnya jatuh mengucuri tulang belulang itu. Akhirnya dia menemukan tulang belulang suaminya, lagipula dia mengenali kancing baju yang pernah dia jahit untuknya. Putri Meng Jiang mengubur mayat suaminya menurut ritual layaknya sorang istri yang sangat mencintai suaminya.

Menurut legenda, bagian Tembok Besar yang runtuh akibat airmata putri Meng Jiang tidak pernah dibangun lagi (jika dibangun kembali akan segera runtuh). Kisah putri Meng Jiang menjadikan dirinya sebagai sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat Tiongkok dari generasi ke generasi. Kuil persembahan putri Meng Jiang berdiri pertama kali pada waktu dinasti Song, kira-kira 1000 tahun yang lalu, terus terpelihara dan disembah dari permulaan berdirinya Tembok Besar hingga hari ini didaerah Timur.

Hore 18 Juni 2017

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri mungkin jadi peristiwa sekali setahun yang paling dirindukan. Lebaran paling dinantikan  karena ada beberapa tradisinya yang tidak mudah ditemui setiap hari, baik itu hari-hari biasa maupun hari besar lainnya.


Bermaaf-maafan



Salah satu hal yang identik dengan Idul Fitri pastinya adalah saling bermaaf-maafan. Tradisi yang biasanya dilakukan mayoritas umat muslim Indonesia ini biasanya dimulai sesaat setelah Salat Ied selesai. Momen ini jadi sangat dirindukan karena saat itu semua orang terasa berbaur, baik itu sesama anggota keluarga, tetangga, bahkan orang yang baru kita temui di masjid sekali pun. Dan momen inilah yang dirasa paling hikmat.

Makan ketupat dan opor ayam


Hmmm, setelah selesai saling haru saat bermaaf-maafan, perut yang mulai keroncongan pasti sudah tahu apa yang akan diterimanya. Tak lain dan tak bukan adalah sajian khas lebaran berupa ketupat lengkap dengan opor ayamnya. Hidangan ini biasanya akan dengan mudah ditemukan di setiap rumah saat lebaran tiba. Dan beda daerah biasanya juga akan berbeda penyajiannya, terkadang ditambahkan petis, kerupuk, dan lainnya.

Ziarah 



Tradisi lain yang erat kaitannya dengan lebaran adalah berziarah ke makam saudara atau dikenal dengan nama nyekar dalam istilah Jawa. Ada beberapa orang yang menjalankan tradisi ini satu hari sebelum hari raya ada juga yang menjalankannya setelah salat Idul Fitri. Tradisi ini biasanya juga tidak berlaku di semua daerah di Indonesia,

Mudik


Nah, ini yang mungkin menjadi favorit banyak orang. Tradisi mudik yang selalu dilaksanakan setiap lebaran tiba ini memang dipergunakan untuk ajang silaturahmi. Dan tradisi ini biasanya semua rumah orangtua akan dipenuhi oleh kedatangan anak cucu mereka untuk berbagi keceriaan. Aaaah, kangen!

Nah, kalau kalian apakah yang disukai saat lebaran tiba?

Arena KKPK, 18 juni 2017

Serunya Bermain di Kamar



Judul:  It's My Bedroom
Penulis : Bella
108 halaman


“Aku akan bangunkan Layla,” kata Laila. “Laylaaaa, bangun!!!” 

“ Huhh … siapa, sih?” Layla mengucek-ngucek matanya. “Hhh …,” 


Laila pergi ke wastafel. Ia mencari gayung. CURRR …!  Air memancur begitu keran ditekan. Setelah gayung agak penuh, ia mengguyur kepala Layla. Crss … air yang dingin segar itu mengalir dari kepala Layla ke kasur mereka yang empuk, luas, enak, dan berwarna hijaun muda totol putih itu. Bantal motif bunga-bunga yang dipakai Layla akhirnya basah. 


“Aaah!!!” Layla pun terbangun.



Ini adalah kisah si Kembar layla dan Laila. Seru sekali. Tentu kalian juga punya cerita seru dengan kamar kalian. Ya, walaupun kalian nggak punya saudara kembar, tapi punya akaka atau adik, atau saudara yang bisa diajak seru-seruan di dalam kamar, Nah, buku ini bercerita hal-hal seru di kamar. kalian pasti akan menyukainya.

(Salsa, Palembang)

Friday, June 09, 2017

Cernak, 11 Juni 2017

Sejarah Kolintang




Pada jaman dahulu di daerah Minahasa (Sulawesi Utara) ada sebuah desa yang indah bernama To Un Rano yang sekarang dikenal dengan nama Tondano. Di sana tinggalah seorang gadis yang kecantikannya tersohor ke seluruh pelosok desa. Tak heran banyak pemuda yang jatuh hati kepadanya. Gadis itu bernama Lintang, ia pandai menyanyi, suaranya pun nyaring dan merdu.

Pada suatu hari di desa To Un Rano,diselenggarakan pesta muda-mudi. Saat itu seorang pemuda gagah dan tampan memperkenalkan diri kepada Lintang, "Makasiga namaku. Aku berasal dari desa Kelabat Atas". Makasiga adalah seorang pemuda yang ahli ukir-ukiran.

Suatu waktu, Makasiga ingin meminang Putri Lintang. Putri Lintang menerima pinangan Makasiga,tetapi dengan satu syarat".Buatkan aku musik yang lebih merdu dari bunyi seruling emas", kata Putri Lintang kepada Makasiga.

Akhirnya Makasiga berkelana mencari alat musik yang dimaksud Putri Lintang. Makasiga berkelana keluar masuk hutan, ternyata alat musik yang dimaksud Putri Lintang belum didapatkan.

Untuk mengusir hawa dingin dimalam hari, Makasiga membelah-belah kayu dan menjemurnya. Setelah belahan kayu itu kering,lalu diambil satu persatu dan dilemparkannya ketempat lain.Sewaktu belahan kayu itu dilempar dan jatuh ketanah,saat itulah belahan-belahan kayu itu mengeluarkan bunyi-bunyian yang amat nyaring dan merdu.

"Ha, belahan-belahan kayu ini pasti dapat dibuat alat musik", pikir Makasiga.

Dari jauh ada dua orang pemburu yang mendengarnya.Mereka ketakutan karena dikiranya setan penunggu hutan sedang bermain musik. Namun setelah pemburu itu mendekatinya,ternyata mereka mengenalnya, ia adalah Makasiga dari desa Kelabat Atas.

Kedua pemburu sangat terkejut melihat Makasiga yang telah menjadi kurus kering dan lemah.Sebab selama di hutan Makasiga tidak pernah makan dan minum. Yang ia cari adalah alat bunyi bunyian yang dapat diterima dan menyenangkan hati Lintang.

Saat itu kedua pemburu membawa Makasiga dengan tandu pulang ke Desa Kelabat Atas. Makasiga jatuh sakit yang amat parah. Akhirnya Makasiga meninggal dunia.

Putri Lintang yang mendengar bahwa Makasiga telah meninggal dunia, langsung jatuh sakit parah dan akhirnya menyusul Makasiga di alam baka. Mereka telah meninggalkan jasa tiada tara yaitu telah menemukan alat musik yang dikenal dengan nama kolintang.

Kolintang berasal dari Minahasa. Kolintang dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: "Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata "kolintang".

Hore, 11 Juni 2017

Mengenal Dua Pakaian Adat Palembang


Kerajaan Sriwijaya yang kokoh dan termasyhur di masa silam telah mewariskan beragam adat dan kebudayaan secara turun temurun, terutama bagi masyarakat Melayu yang tinggal di Sumatera Selatan.

 Salah satu warisan budaya tersebut misalnya dapat kita temukan pada pakaian adat Palembang yang hingga kini masih sering digunakan para pengantin dalam upacara adat pernikahannya.


Ada dua jenis gaya busana yang menjadi pakaian adat Palembang. Keduanya yaitu Aesan Geda dan Aesan Pasangko. Aesan sendiri dalam bahasa Palembang berarti baju atau pakaian.

Aesan Gede 



Aesan Gede atau baju gede adalah pakaian yang melambangkan kebesaran. Pakaian ini merupakan perlambang keagungan kerajaan Sriwijaya di masa silam. Berbalut dengan warna merah jambu yang dipadukan sulaman berwarna keemasan, aesan gede memiliki nilai filosofis bahwa Sumatera memang layak dijuluki sebutan swarnadwipa atau pulau emas.

Gemerlap dan mewahnya pakaian adat Palembang dalam gaya aesan gede semakin bertambah dengan dikenakannya beberapa aksesoris. Aksesoris seperti mahkota, bungo cempako, kelapo standan, kembang goyang, baju dodot serta songket bermotif napan perak adalah beberapa pernik yang terdapat dalam aesan gede.


 Aesan Paksangko 



Berbeda dengan aesan gede, aesan pasangko dianggap sebagai pakaian adat Palembang yang mencirikan keanggunan. Gaya busana laki-laki dalam aesan asangko biasanya berupa penggunaan songket lepus sulam emas, selempang songket, jubah dengan motif taburan bunga emas, seluar atau celana, dan sebuah songkok emas yang dikenakan di kepala.

Sementara gaya busana perempuannya berupa baju kurung (dodot) merah yang bertabur motif bintang emas, teratai penutup dada, mahkota aesan paksangko sebagai penutup kepala, dan kain songket bersulam emas.

Kain tenun songket adalah kain tentun khas Sumatera Selatan. Kain ini terbuat dari benang emas yang ditenun membentuk motif-motif tertentu. beberapa motif di antaranya adalah lepus, bunga inten, jando beraes, tretes midar, kembang suku hijau, pulir biru, bungo cino, dan motif bunga pacik.
Beberapa aksesoris yang dikenakan dalam aesan gede seperti perhiasan bercitrakan keemasan, kelapo standan, kembang goyang, serta kembang kenango juga dikenakan dalam gaya pakaian aesan paksangko.

Baik aesan gede maupun aesan paksangkong, saat ini umumnya hanya digunakan saat upacara perkawinan saja. Pengantin pria dan pengantin wanita dihias bersama pakaian adat Palembang tersebut sedemikian rupa sehingga layaknya seperti seorang raja dan ratu. Penggunaan pakaian adat Palembang tersebut juga kerap ditemukan pada acara-acara adat, kendati pemakainya terbatas misalnya pada para penari atau pembawa acara.

Arena KKPK, 11 Juni 2017

Anak Penakut




Judul: Aku Enggak Takut
Penulis: Dinar
104 halaman


Apakah kalian anak penakut? Jangan sedih. Banyak kok yang penakut. Bahkan anak yang pemberani pun kadang-kadang memiliki rasa takut juga. Bku kali ini bercerita tentang anak penakut karena suatu sebab. Apakah?

Karena menolak diajak liburan ke wahana rumah hantu, Kakak jadi menjuluki Chika penakut. Chika jelas saja enggak mau dibilang penakut. Untuk itu, Chika nekat menerima tantangan Kakak untuk main game paling seram. Tapi, apa benar Chika enggak akan takut?

Cerita ini membuat kita sadar bahwa rasa takut dimiliki semua anak. Hanya tergantu anaknya takut kepada hal apa. Kalau kalian takutnya sama apa?

(Salsa, Palembang)

Friday, June 02, 2017

Cernak, 4 Juni 2017

Kelinci di Bulan




Konon, di bulan hiduplah seorang lelaki tua. Dia sering mengamati bumi. Lelaki tua itu melihat tiga binatang yang memiliki sifat yang sangat baik. Tiga binatang itu adalah monyet, rubah, dan kelinci. Lelaki tua itu penasaran, ia ingin tahu siapa binatang paling baik di antara ketiga binatang itu.

"Lebih baik aku mendatangi mereka saja. Aku harus tahu siapa binatang yang paling baik," ujar lelaki tua penghuni bulan.

Lelaki itu lalu turun ke bumi. Ia menyamar menjadi seorang pengemis tua. Ia mengubah pakaiannya menjadi pakaian yang kumal dan berjalan dengan memakai tongkat. Lelaki itu mendatangi ketiga binatang itu.

Kebetulan sekali ketiga binatang itu sedang berkumpul di tengah hutan.

"Tolonglah aku. Aku sangat lapar. Bisakah kalian memberikan makanan untukku?" tanya lelaki tua itu.

"Di rumah kami sudah tak ada makanan. Tetapi, tunggulah di sini sebentar. Kami akan mencarikan makanan untukmu," ujar Monyet. Ketiga binatang itu lalu pergi mencari makan.

Monyet pergi ke sebuah tempat yang ia ketahui dipeunhi pohon dengan banyak buah-buahan. Ada pepaya, pisang, dan mangga. Beberapa saat kemudian, datanglah monyet dengan membawakan buah-buahan segar. Monyet segera memberikan buah-buahan itu kepada lelaki tua. Lelaki tua sangat senang dan berterima kasih.

"Aku hanya mendapatkan buah-buahan ini. Semoga kamu suka," kata Monyet.

"Oh terima kasih banyak. Ini sudah cukup," kata lelaki itu.

Rubah pergi ke arah sungai terdekat. Dengan kepandaiannya, dia bisa menangkap bebebrapa ekor ikan di sana. Tak berapa lama kemudian,  Rubah menemui  Lelaki  itu sambil membawakan ikan segar dari sungai.

"Aku mendapatkan ikan segar ini untukmu, terimalah," ujar Rubah.

"Kau baik sekali, Ruba. Aku sangat berterima kasih kepadamu," kata lelaki itu.

Lelaki tua itu sangat senang. Rupanya mereka memang sangat baik. Lelaki tua masih menunggu kedatangan kelinci. Pada sore hari, Kelinci baru kembali. Olala... Kelinci tak membawa apa pun. Lelaki tua itu sedikit kaget. Apakah kelinci malas untuk mencarikannya makanan?

Ternyata tadi Kelinci mencari madu. Dia sudah mendapatkan sarang lebah madu. Tapi di jalan dia bertemu seorang anak beruang yang kel;aparan.

"Aku kelaparan dan belum makan sejak kemarin. APakah kamu mau meberi madu itu?" tanya anak beruang.

Kelinci taktega hatinya. Dia pun memberikan madu ditangannya. Lalu, kelinci pergi lagi mencari madu. Tapi tak berhasil.

"Maafkan aku Pak Tua. Aku tak memperoleh makanan untukmu. Aku sudah mencarinya ke penjuru hutan. Tapi sulit sekali mendapatkan makanan," ujar Kelinci sedih.

"Tidak apa-apa, makanan dari Monyet dan Rubah cukup untuk membuatku kenyang," balas lelaki tua.

"Tapi aku ingin sekali membantumu," ucap Kelinci.

Kelinci lalu berpikir sejenak. Kemudian ia meminta Monyet dan Rubah untuk menyalakan api. Olala... ia akan mengorbankan dirinya untuk lelaki tua itu. Alangkah kagetnya si lelaki tua.

"Makan saja  aku. Dagingku sangat enak," ucap Kelinci.

Lelaki tua penghuni bulan itu lalu sadar bahwa kelincilah binatang yang paling baik di antara ketiga binatang itu. Ia rela mengorbankan dirinya untuk menolong orang lain, Seketika itu juga lelaki tua itu berubah wujud. Ia mengenakan pakaian yang sangat indah. Kemudian ia langsung membawa Kelinci ke bulan. Ia ingin agar kelinci bisa menemaninya di bulan.

Nah, sejak itulah masyarakat Jepang percaya jika melihat bulan purnama akan tampak kelinci di sana.

Hore, 3 Juni 2017

Asal Usul Nama Bulan Ramadan


Tahukah kalian, sejak sebelum datangnya agama Islam, bangsa Arab telah menggunakan tahun qomariyah. Tahun qomariyah berdasarkan hitungan hadirnya bulan.

Saangnya, tidak semua masyarakat jahiliyah di seluruh penjuru jazirah Arab sepakat dalam menentukan kalender tertentu. Sehingga penanggalan mereka berbeda-beda. Meskipun demikian, mereka mengenal kalender qamariyah, dan mereka gunakan konsep ini untuk membuat penanggalan bagi suku mereka masing-masing.

Kalender qamariyah yang mereka kenal sejak zaman dahulu sama dengan kalender qamariyah yang berlaku saat ini. Dalam satu tahun ada dua belas bulan, dan awal bulan ditentukan berdasarkan terbitnya hilal (bulan sabit pertama). Mereka menetapkan bulan Muharram sebagai awal tahun. Mereka juga menetapkan empat bulan haram (bulan suci). Mereka menghormati bulan-bulan haram ini. Mereka jadikan empat bulan haram sebagai masa dilarangnya berperang antar-suku dan golongan.

Kemudian, sebagian informasi menyebutkan, ada lima bulan, yakni  Rabiul awal dan akhir, Jumadil awal dan akhir, serta Ramadan yang namanya ditetapkan berdasarkan keadaan musim yang terjadi di bulan tersebut.

Rabiul awal dan akhir diambil dari kata rabi  yang artinya semi. Karena ketika penamaan bulan Rabi bertepatan dengan musim semi.

Jumadil Ula dan Akhirah, diambil dari kata: jamad, yang artinya beku. Karena pada saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim dingin, dimana air membeku.

Sedangkan Ramadan diambil dari kata Ramdha, yang artinya sangat panas. Karena penamaan bulan ini bertepatan dengan musim panas.

Namun demikian ada beberapa pendapat ahli bahasa, terkait asal penamaan Ramadan,

Pertama, diambil dari kata ar-Ramd  yang artinya panasnya batu karena terkena terik matahari. Sehingga bulan ini dinamakan ramadhan, karena kewajiban puasa di bulan ini bertepatan dengan musim panas yang sangat terik.

Kedua, diambil dari kata ar-Ramidh, yang artinya awan atau hujan yang turun di akhir musim panas, memasuki musim gugur. Hujan ini disebut ar-Ramidh karena melunturkan pengaruh panasnya matahari. Sehingga bulan ini disebut Ramadhan, karena membersihkan badan dari berbagai dosa.

Ketiga, nama ini diambil dari pernyataan orang arab, yang artinya mengasah tombak dengan dua batu sehingga menjadi tajam. Bulan ini dinamakan ramadhan, karena masyarakat arab di masa silam mengasah senjata mereka di bulan ini, sebagai persiapan perang di bulan syawal, sebelum masuknya bulan haram.

Berdasarkan keterangan al-Azhari, nama  ramadhan adalah sudah ada sejak zaman Jahiliyah.

Sejarah Puasa Ramadan pertama kali 

Sejarah puasa RamadanPuasa Ramadhan mulai disyariatkan pada tanggal 10 Sya`ban tahun kedua Hijriah atau satu setengah tahun setelah umat islam berhijrah dari Mekah ke Madinah, atau setelah umat islam diperintahkan untuk memindahkan kiblatnya dari masjid Al- Aqsa ke Masjidil Haram.

Perintah puasa ramadhan ini didasarkan pada firman Allah di dalam surah Al-Baqarah ayat 183. Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa puasa telah dilakukan sebelum masa kerasulan Muhammad saw. Hanya saja praktiknya tidak seperti yang kita lakukan sekarang ini.

Setelah ayat tersebut turun, Puasa Ramadhan menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat muslim selama satu bulan dengan memenuhi syarat dan dan rukun yang telah di syariatkan.

Arena KKPK, 4 Juni 2017

Sekolah Baru





Judul: Sekolah Alam Seru
Penulis: Safina
108 halaman

"Kita akan pindah ke Jakarta. Nanti, kalian bersekolah di sekolah alam," kata bunda.

"Sekolah alam itu apa, Bunda?" tanya Safina.

"Sekolah alam itu bangunannya lebih banyak terbuat dari kayu dan lebih banyak ruang terbukanya. Kalian akan lebih banyak belajar di luar kelas," jelas bunda.

Safina mengangguk-angguk mengerti. Dalam hati, dia merasa penasaran. Seperti apa, ya, wujud asli sekolah alam itu?


Wow, ternyata menyenangkan bersekolah di sekolah alam! Seminggu sekali, di sekolah alam ada outbound. Ada banyak permainannya. Ada Two Line Bridge, Flying Fox, Bamboo Bridge, Landing Net, Tire Bridge, dan lain-lain. Seruuu ...! Ada apa lagi, ya, di sekolah alam? Yuk, ikuti cerita-cerita dari Safina! Kalo aku sih suka banget buku cerita ini.


(Salsa, Palembang)

Friday, May 26, 2017

Cernak, 28 Mei 2017


Puasa Yuk

Hari ini adalah hari pertama bagi Syamil untuk melaksanakan salah satu kewajibannya yaitu berpuasa di bulan suci Ramadhan. Betapa senang dan bangganya  Syamil bisa berpuasa dengan tanpa ada unsur  paksaan dari kedua orang tuanya. Abi,Umi, dan Kak Iffa  pun sangat bangga padanya.

Ketika tengah berduduk santai di ruang keluarga sembari mengerjakan PR dari sekolah, Syamil bertanya kepada Uminya yang sedang merapikan buku dan majalah yang berserakan diatas meja.

“Umi, apakah semua orang islam di dunia sekarang ini juga berpuasa seperti Syamil?” Ketika mendengar pertanyaan Syamil. Umi hanya tersenyum dan menganggukkan kepala sejenak sebagai suatu jawaban atas pertanyaan Syamil.

Merasa kurang puas akhirnya Syamil pun bertanya lagi. “Tapi mengapa mereka mau berpuasa , Umi?Apakah mereka tidak merasa lapar dan haus?”.

“Adikku sayang. Puasa di bulan ramadhan itu hukumnya wajib bagi umat muslim yang sudah baligh. Makanya hampir semua umat muslim di dunia yang berpuasa di  bulan Ramadhan termasuk Abi, Umi, Syamil dan kakak juga” jelas Kakak.

“Ooo, begitu ya kak.” Jawab Syamil dengan mengangguk-anggukkan kepala seolah-olah sudah paham betul dengan penjelasan Kak Iffa.

Tanpa terasa PR Syamil pun selesai. Segeralah ia merapikan buku-buku pelajarannya kembali. Beranjak dari tempat duduk, Kak Iffa menghampiri Syamil dengan membawa Al Qur’an dan mengajaknya bertadaruz.

“Ayo, dik…tadaruz dulu, jangan sia-siakan bulan yang penuh berkah ini.” ajak Kakak.

“Baik, Kak…” jawab Syamil sembari tersenyum.

Belum begitu lama bertadaruz, tiba-tiba Syamil berhenti sejenak dan memandangi perutnya yang sudah mulai bertabuh ria pertanda lapar.

“Ada apa ,Nak?” Tanya Umi dengan penuh perhatian.

“hehehe…tidak apa-apa, Umi.” Jawab Syamil seraya menggeleng-gelengkan kepala menutupi laparnya itu.

Melihat tingkah laku adiknya itu, Kak Iffa hanya diam tersenyum.

Sambil berjuang menahan lapar, Syamil melanjutkan tadaruznya hingga sampai di ayat ke -10  dari QS. Al Baqarah. Merasa tak tahan lagi dengan kondisi perutnya, tak canggung-canggung lagi Syamil bertanya kepada Umi.

“Waktu berbuka puasa apa sudah dekat , Umi?”tanya Syamil

“Hahaha…Syamil, ini kan baru jam setengah sembilan pagi, sedangkan waktu berbuka puasanya nanti memasuki pukul enam. Masih lamaaa adik” sahut Kak Iffa.

Merasa kasihan dengan Syamil, Umi pun memberikan penjelasan singkat .

“Begini, nak…Kita berpuasa itu wajib. Berpuasa itu menahan diri dari segala hawa nafsu termasuk nafsu amarah, nafsu makan, nafsu minum, dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Jadi, Syamil harus bisa bersabar.”

“Ow, begitu ya Umi. Ya sudah, kalau Syamil tidur sebentar apakah boleh, Umi?” tanya Syamil

“Tentu saja boleh ,dik.Kan tidurnya orang berpuasa itu ibadah.” Jawab Kak Iffa.

Syamil pun bergegas menuju tempat tidur dan mulai beristirahat sejenak. Waktu pun berjalan hingga tidak terasa sudah masuk sholat dzuhur. Syamil terbangun ketika suara adzan terdengar.

“Umi, apakah ini suara adzan sholat maghrib? Tanya Syamil dengan wajah polosnya.

“Bukan, Syamil. Ini adalah adzan untuk sholat dzuhur” jawab Umi dengan sabar.

“Kenapa lama sekali,Umi?” Tanya Syamil merengek.

“Bersabarlah, Syamil. Orang sabar itu disayang Allah. Apalagi Syamil sedang berpuasa, jadi harus bisa bersabar, bersabar dan bersabar” jawab Umi

Mendengar penjelasan Umi, semangat Syamil bangkit kembali dan bersiap mengambil air wudlu untuk segera melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di masjid bersama Abi. Waktu bergulir begitu cepat, hingga tibalah saatnya untuk menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Ketika Umi sedang memasak di dapur bersama Kak Iffa, Syamil datang dengan pertanyaan yang sama.

“Apakah ini sudah tiba saatnya berbuka puasa, Umi?”tanya Syamil lagi.

“Belum adik, masih satu setengah jam lagi, bersabarlah” jawab Kak Iffa sembari tersenyum.

Kemudian Syamil kembali bersama Abi yang sedang mencuci sepeda di samping rumah. Mencium aroma masakan Umi dan Kak Iffa di dapur, perut Syamil pun tak kuasa menahan betapa ia ingin makan.

”Umi, bolehkah Syamil mencicipi sedikit saja masakannya?”teriak Syamil.

“Tidak boleh Syamil, bersabarlah, sebentar lagi sudah tiba waktu berbuka puasa. Bersiaplah untuk berbuka”. Jawab Umi dengan bijak.

Dengan penuh semangat, Syamil pun ikut membantu Umi dan Kak Iffa menyiapkan hidangan berbuka di meja makan. Hingga terdengarlah suara adzan pertanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.

Baca juga : dongeng anak silami miskin tapi dermawan

“Alhamdulillah…” celetuk Syamil dengan sumringah. Mendengar celetuk Syamil, Abi, Umi dan Kak Iffa pun tersenyum sambil menikmati hidangan berbukanya.

Hore, 28 Mei 2017


Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Puasa tidak sekadar melaksanakan kewajiban, tapi sarat dengan manfaat. Berikut enam manfaat puasa bagi kit.


• Membatasi makanan camilan.

Manfaat puasa bagi kita adalah membatasi kebiasan mencamil makanan sambil menonton TV atau main games dapat menyebabkan kita mempunyai kebiasaan sedikit-sedikit makan. Nah, di saat berpuasa, kebiasaan mencamil  ini sementara waktu dihilangkan.

• Mengontrol makan.

Saat berpuasa, kita sebenarnya tetap makan sebanyak 3 kali makan utama,  hanya saja dengan jadwal bergeser. Konsumsi makanannya pun tidak berarti dilebihkan atau dikurangi. Porsi makan kita tetap seperti biasa dengan memerhatikan komposisi gizi seimbang. Namun istimewanya, dengan berpuasa kita belajar mengontrol makanannya. Demikian manfaat puasa bagi kita yang kedua.

• Mengendalikan berat badan.

Bukan berarti berpuasa dijadikan ajang untuk menurunkan berat badan kita, lo. Tidak demikian. Tetap harus ada target yang dicapai. Artinya, orangtua harus memerhatikan asupan kalori kitanya selama berpuasa. Bagaimana caranya agar selama berpuasa kita gemuk bisa dapat diturunkan berat badannya. Juga bagi kita kurus tetap tidak membuatnya bertambah kurus. Karena itulah, berpuasa dapat membantu mengendalikan berat badan kita. Manfaat puasa bagi kita ini tentunya dengan cara yang benar.

Bagi kita yang kelebihan berat badan, hindari sajian banyak lemak (seperti junkfood) di saat berbuka atau sahur, namun sajikan  banyak hidangan sayur mayur dan buah-buahan. Pengurangan berat badan pun harus secara bertahap, tidak drastis. Jangan mengharapkan penurunan terlalu besar. Dengan berpuasa paling tidak kita dapat menurunkan BB ser 0,5—1  kg.  



• Organ pencernaan bisa beristirahat.

Selama sebulan penuh, usus yang biasanya selalu bekerja terus, diberi kesempatan untuk beristirahat. Demikian pula dengan kerja hormon-hormonnya. Tak perlu khawatir kita akan terserang mag. Sakit mag pada kita berbeda dan tak spesifik seperti halnya orang dewasa yang umumnya lantaran terlambat makan. Sakit mag pada kita umumnya lebih karena faktor makanan yang tidak sehat. Banyak mengonsumsi makanan berpengawet atau menggunakan pewarna dapat menyebabkan dinding lambung kita menjadi rusak dan kita sakit mag. Manfaat puasa bagi kita ini dapat dirasakan semua orang dari berbagai kalangan usia.

• Untuk detoksifikasi.

Di saat berpuasa, hormon dan organ tubuh tidak bekerja keras seperti biasanya. Pada saat ini tubuh juga melakukan pengeluaran zat-zat yang tak berguna lewat keringat, air seni, maupun BAB. Untuk kelancaran pembuangan zat-zat sisa tersebut hendaknya kita mendapatkan kecukupan cairan saat sahur maupun berbuka puasa.



• Kita dilatih makan pagi.

Bila kita biasanya malas-malasan untuk sarapan, maka dengan berpuasa ia dilatih bangun pagi dan makan pagi. Tentunya, kebiasaan-kebiasaan semacam ini tak hanya berlaku selama sebulan saja, melainkan menjadi kebiasaan kita di usia-usia selanjutnya. Manfaat puasa bagi kita adalah membiasakannya untuk makan pagi.


ARENA KKPK 28 Mei 2017

Puteri Imut

cover:http://mizanstore.com/inc/assets/buku/covRK-1385.jpg


Judul: Princess Cherry
Penulis: Amira
104 halaman

Rebecca langsung memamerkan gaunnya. Gaunnya bagus, warnanya hijau, ada bandul liontin berbentuk hati berwarna emas di tengah-tengahnya. Ada pita emas besar di bagian belakangnya. 

"Bagaimana bajumu Cherry-Gerry?'' ejek Rebecca. 

Cherry kesal. Lalu, ia mengeluarkan bajunya. Semua anak terkejut ketika melihat baju Cherry. "Ini bajuku. Lalu, kenapa Rebecca Proudgirl?'' balasnya. 

Rebecca menggeram. "Beraninya kamu! Gaun ini dari Paris, harganya mahal! Jauh lebih mahal dari gaun murahanmu!'' kata Rebecca. 

"Gaunmu kan biasa saja," kata Cherry. 

"Heh, kamu pikir gaunmu beli di mana?" tanya Rebecca mengejek. 

"Di butik 'The Clink Wings'," jawab Cherry. 

Semua anak tercengang. "Aku tak tahu kamu beli di sana," kata Summer, "Bu ... butik itu kan ... butik terkenal di Paris ...," kata Janet kagum.

Wuah ini dia cerita seru. Aapa sih yang mereka bicarakan? Mendingan baca sendiri ya. Aku sudah membaca berulang kali dan tetap seru.

(Salsa, Palembang)

Friday, May 19, 2017

Cernak, 21 Mei 2017



Pilihan Pangeran


Tersebutlah seorang raja yang sudah lanjut usia dan dirinya sudah merasa cukup hidup di dunia ini. Raja ini arif bijaksana dan selalu sayang kepada seluruh rakyatnya. Merasa dirinya sudah tua dan harus ada yang meneruskan tahta kepemimpinannya, yaitu anaknya seorang putra Mahkota Pangeran Hasan. Untuk itu dipanggillah sang pangeran menghadap ke istana kerajaan.

Sampailah pangeran Hasan sang Putra mahkota dihadapan sang baginda raja, ayahandanya tercinta.

"Wahai putraku pangeran Hasan, pergilah dan bawakan aku seorang putri yang berbudi luhur yang akan mendampingi hidupmu kelak menjadi permaisurimu. Sebab umurku yang sudah tua dan tidak akan lama lagi meninggal. Otomatis seluruh kerajaan akan turun kepadamu sebagai pewaris seluruh tahta kerajaan ini. Dan tentu saja aku yang sudah tua ini ingin memeluk cucu-cucuku yang lucu-lucu, sebagai generasi penerus keturunan dinastiku." Sang raja panjang lebar memberikan perintah dan nasehat kepada pangeran Hasan.

Dengan berat hati sang pangeran memohon doa restu kedapa kedua orang tuanya itu, sebelum berangkat berkelana ke manca negera untuk mencari sambatan hati seorang putri yang soleh dan baik budi pekertinya. Berat rasanya meninggalkan negeri tercinta ini, yang telah membesarkannya selama ini. Namun Hasan adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, harus taat kepada permintaan dan perintah ayahnya.

Berangkatlah sang pangeran diiringi doa restu kedua orang tuanya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dalam pengembaraan itu sampailah sang putra mahkota di suatu kerajaan. Negeri yang mempunyai taman yang sangat indah dan luas, dan sebuah istana yang terletak di tengah-tangah taman bunga yang indah. Berhentilah sang putra mahkota di negeri itu, serta menyuruh para pengawalnya untuk bersiap-siap menghadap raja negeri tersebut. Setelah dipersilahkan masuk ke istana kerajaan tersebut dan memperkenalkan diri, mereka menjelaskan maksud perjalanannya selama ini.

Sang raja negeri itupun sangat simpati kepada pangeran Hasan yang sopan dalam tutur kata dan tidak sombong seperti kebanyakkan seorang putra mahkota dari negeri lainnya. Kebetulan sang raja, mempunyai empat orang putri yang cantik-cantik. Maka rajapun memerintahakan kepada putri-putrinya untuk berhias diri supaya tampil cantik dan lebih menarik. Walaupun begitu sang raja juga menyuruh seluruh putrinya untuk berdandan dengan memakai pakaian yang sopan. Empat putri telah datang dihadapan sang raja, semuanya berpenampilan sempurna dan cantik-cantik.

"Kini telah hadir didepanmu, putri-putriku, manakah yang akan kamu ambil dan dijadikan istrimu?" Bertanya sang baginda raja itu kepada sang putra mahkota pangeran Hasan.

Terkesimak, bingung, terpesona melihat kecantikan yang begitu memancar dari keempat putri yang cantik-cantik itu. "Bagaimana aku bisa memilih satu dari keempat putri ini yang tidak ada cela sama sekali semuanya, mereka bisa merawat diri dengan baik. Belum pernah aku melihat perempuan dengan kecantikan yang begitu memukau ini. Cantik alami yang mempesona setiap mata lelaki yang memandangnya."

Tangan putri yang sulung terlihat sangat elok yang selalu dilindungi dari sengatan matahari sehingga tangan tersebut sehalus gading gajah. Sang putri cantik yang kedua menghiasi seluruh jemari kuku-kukunya yang lentik dengan memberi warna-warna yang indah untuk dilihat. Putri cantik yang ketiga selalu rajin mencuci tangan dan merendamnya dengan air dari bunga-bunga yang wangi. Dan yang terakhir sang putri bungsu dia hanya merawatnya saja, tidak pernah memakai apa-apa tetapi paling rajin dalam membersihkan, sehingga sangat kelihatan kerapihannya.

Tak ada yang tercela dari semua putri yang cantik jelita elok mempesona, keraguan menghinggapi pikiran sang putra mahkota hari itu.

"Siapakah yang akan menjadi istriku" membatin hati sang pangeran saat itu. Kemudian beliau pun pamit kepada sang raja meminta waktu untuk berpikir dengan tenang dan jernih. Sebab menurut hemat sang pangeran memilih istri bukan hal yang mudah, ini harus di pikirkan masak-masak, istri adalah pendamping seumur hidup. Dan sang pangeranpun tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya, meraka layak mendapat seorang mantu yang berbudi luhur, yang akan menjadi permaisuriku nanti.

Malam telah berganti pagi yang cerah, fajarpun menyingsing dengan memancarkan cahaya merah menyala. Pangeran Hasan telah melapisi pakaian kebesaran kerajaannya dengan kostum pakaian yang tambal-tambalan disana-sini, memakaikan kumis dan jenggot palsu, jadilah seorang pengemis peminta-minta yang kumal. Hanya di kawal dari kejauhan oleh para pengawal, sang pangeran mendatangi kerajaan tersebut. Sampailah ditaman dimana keempat putri raja yang cantik-cantik itu sedang bersenda gurau dengan riang gembira.

Sang pengemis itupun datang meminta sedekah dari tembok taman kerajaan itu, diulurkannya tangan yang sengaja dikotor-kotori kedalam tembok taman istana tersebut.

Dan apa yang terjadi putri-putri cantik itu kaget dibuatnya, putri sulung segera memanggil pengawal untuk mengusir sang pengemis dari temapat itu diikuti putri kedua dan ketiga. Ketiga putri itu serentak memanggil pengawal istana untuk mengusir orang yang minta-minta itu dengan jijik sekali melihatnya. Tetapi apa yang dilakukan sang putri bungsu ini diluar dugaan ketiga kakak-kakaknya itu. Si putri bungsu malah memberikan pengemis itu uang emas logam yang tentu saja waktu itu sangat mahal harga. Dan uang tersebut langsung diberikan dari tangan sang putri bungsu dengan tidak ada rasa jijik sama sekali. Serta berkata sang putri bungsu, "Dengan uang ini bapak bisa membeli pakaian yang layak dan makanan yang cukup."

Akhirnya pengemis itupun tersenyum sambil mencopot kumis palsu, janggut palsu serta baju rombengnya, nampaklah siapa dibalik baju rombeng itu sebenarnya.

Dengan baju kebesarannya sang putra mahkota berdiri di hadapan keempat putri-putri nan cantik jelita itu. Dan dengan lantang sang pangeran Hasan berkata, "Bukan seputih gading, dan bukan jari-jemari bak duri landak yang harum semerbak mewangi bau tangannya, tetapi tangan yang bersih, yang sudi menngulurkan tangan buat orang lain yang membutuhkan pertolongan".

Jatuhlah pilihan yang tidak akan salah lagi, sang putri bungsu akhirnya dibawa ke istana dan diperkenalkan kepada kedua orang tuanya. Sang raja pun menyambut kedatangan sang putri bungsu dengan sangat senang hati. Setelah dinobatkan menjadi raja, sang putri bungsu pun menjadi permaisuri pendamping hidup sang raja Hasan yang terkenal dengan kebaikannya dan bijaksana terhadap seluruh rakyat. Itulah takdir sang putri bungsu yang berhati mulia.

Hore, 21 Mei 2017

Mengenal Tanaman Teratai



Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja dengan genus Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi.

Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air.

Bunga terdapat pada tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang. Diameter bunga antara 5–10 cm.

Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir.


Manfaat

Teratai menjadi tanaman di kebun-kebun karena bunganya yang indah. Pelukis Perancis bernama Claude Monet terkenal dengan lukisan bunga teratai.
Keunikan

Teratai merupakan tanaman air yang unik. Teratai yang tumbuh di air yang sangat berlumpur (kotor, coklat), warna bunganya lebih cemerlang. Warna bunga bila putih lebih putih, bila merah lebih merah, bila merah muda makin terang warnanya.

Sejarah

Pada zaman Mesir kuno, teratai dan lotus banyak tumbuh di pinggir Sungai Nil. Nymphaea caerulea dan Nymphaea lotus adalah dua spesies yang berasal dari Mesir. Bunga N. caerulea hanya berumur sehari, mekar di pagi hari dan tenggelam di bawah air di senja hari. Bunga dari N. lotus mekar pada malam hari dan menguncup di pagi hari. Peninggalan dari kedua jenis teratai asli Mesir ini ditemukan di makam Ramses II.
Perbedaan dengan Nuphar

Teratai masih satu suku dengan genus Nuphar yang perbedaannya terletak pada besar daun mahkota. Bunga teratai memiliki daun mahkota yang lebih besar dari daun kelopak, sedangkan genus Nuphar memiliki daun mahkota yang lebih kecil daripada daun kelopak. Pematangan buah Teratai terjadi di bawah permukaan air, berbeda dengan pematangan buah dari genus Nuphar yang terjadi di atas permukaan air.

KKPK, 21 Mei 2017

Buku Ajaib


Judul: The Magic Book

Penulis: Aini

110 halaman





Gusraaakkk ...! Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di rerumputan yang tidak jauh dariku. Aku kaget. ”Jangan-jangan, ada alien yang jatuh dari angkasa?” pikirku ngelantur. Hihihi ... kayaknya nggak mungkin, deh! Tapi, entah kenapa, tak ada orang yang mendengarnya ataupun berjalan ke arah suara itu. Aku bergegas turun dari ayunan dan berjalan ke arah rerumputan. Aku berusaha mencari benda apa yang jatuh itu.
 
”Eh, ada buku!” ucapku sambil memperhatikan buku itu. Sudah agak usang, warnanya cokelat tua dan cokelat muda. The Magic Book, itulah yang tertulis di kovernya. Di pinggir buku itu ada sebuah lubang kecil. Di situ tergantung sebuah kunci berwarna emas. Bukunya sangat tebal.

Aku suka buku ini karena menceritakan tentang sebuah buku. Ya bukan buku sembarangan. Tapi buku ajaib. Seperti apa ajaibnya? KAlian harus membaca sendiri. Pokoknya, kalian sakan menyukainya karena dibawa ke petualangan seru.

(Salsa, Palembang)