Wednesday, September 02, 2009

cernak, 6 September 2009


Dua Tamu Istimewa


Oleh Benny Rhamdani


Princess Humayra mendapat kabar akan kedatangan dua tamu dari kerajaan tetangga. Mereka adalah Princess Salihara dan Princess Priyanka. Karena Princess Humayra belum pernah mengenal mereka, dia meminta seorang menteri menceritakan tentang dua calon tamunya.


“Apakah Pak Menteri tahu seperti apa sifat mereka?” tanya Princess Humayra.


“Ya, tentu saja aku tahu,” jawab Pak Menteri.


Princess Salihara bertubuh gemuk. Dia sangat suka sekali makan dan tidur. Dia terkenal sangat pemalas. Kemanapun dia berjalan, di sekitarnya harus ada dayang-dayang yang membawakannya makanan.


Princess Priyanka bertubuh kurus. Dia lebih suka berdandan dibandingkan makan. Dia terkenal karena senang sekali karena sebentar-bentar haru berganti pakaian. Kemanapun dia pergi, di dekatnya harus ada dayang-dayang yang membawakan pakaian ganti.


Princess Humayra berterimakasih atas penjelasan Pak Menteri. Dia kemudian mempersiapkan diri menyambut mereka. Satu jam kemudian kedua tamu Princess Humayra tiba di depan pintu istana.


“Assalammualaikum. Selamat datang di istana kami,” sambut Princess Humayra


Kedua princess hanya mengangguk sedikit sebagai balasan salam. Tapi Princess Humayra tak kesal. Dia mengajak kedua tamunya ke ruang tengah.


“Kalian pasti lelah sekali di perjalanan. Silakan duduk istirahat sambil menikmati jamuan seadanya,” ucap Princess Humayra.


Princess Salihara langsung mengambil kue yang dihidangkan meskipun di mulutnya masih penuh makanan.


“Pfuah! Kue apa ini? Kok rasanya asam begini,” tanya Princess Salihara.


“Ini namanya kue kayu manis. Kita tidak bisa memakannya begitu saja,” jelas Princess


“Begini caranya. Bismillahirohmanirohim,” ucap Princess Humayra sambil memotong kue lalu meletakkannya di atas tiga piring kecil. Kue itu kemudian disiram saus strawberry yang manis.


“Nah, sekarang kita makan bersama yuk!” ajak Princess Humayra sambil membaca basmalah sebelum menyuapkan kue ke mulutnya.


Princess Salihara langsung menghabiskan kuenya. Sementara, Princess Priyanka hanya menggigitnya sedikit.


“Bagaimana kalau kita sekarang bermain di taman istana?” ajak Princess Humayra agar kedua tamunya senang.


“Aku mau saja. Tapi aku tidak membawa gaun di taman,” kata Princess Priyanka.


“Pakai saja punyaku. Ada beberapa gaun untuk di taman yang belum pernah kupakai,” kata Princess Humayra.


Mereka menuju kamar pakaian yang besar. Princess Priyanka langsung memilih gaun yang disukainya.


Princess Salihara tak ikut berganti pakaian. Dia terus asik makan. Tak peduli sedikit pun dengan gaunnya yang terkena cokelat dan aneka selai.


Princess Humayra hanya mengambil penutup kepala yang lebar agar wajahnya tak kepanasan. “Bismillahirohmanirohim,” ucapnya sambil mengenakan topi lebar.


“Aduh, resletingnya susah sekali. Sepertinya rusak,” keluh Princess Salihara.


“Mari kubantu,” kata Princess Humayra. “Bismillahirohmanirohim,” ucapnya sebelum menarik resleting. Nah! Ternyata tidak rusak seperti dikatakan Princess Salihara.


“Ayo kita ke taman!” ajak Princess Humayra kemudian.


Ketiganya menuju taman istana. Di taman itulah terhampar aneka tanaman berbunga, serta beberapa tumbuhan berbuah.


Princess Salihara langsung memetik bunga tercantik yang dilihatnya.Wah, padahal Princess Humayra belum mengizinkannya untuk memetik. Tapi Princess Humayra tak mau marah.


Princess Priyanka malah mencari tanaman berbuah. “Siapa tahu ada buah enak yang bisa kumakan,” katanya.


Lihat, ada apel emas!” seru Princess Priyanka sambil menujuk ke sebuah apel berwarna emas.


Princess Humayra dan Princess Salihara segera mendekat.


“Oh itu buah apel emas yang hanya tumbuh setahun sekali. Siapa saja yang memakannya akan membuat wajahnya cantik berseri,” jelas Princess Humayra.


“Kalau begitu buah itu untukku karena aku yang menemukannya,” teriak Princess Priyanka.


“Tidak bisa. Aku juga melihatnya, jadi buah itu harus dibagi denganku,” kata Princess Salihara


Pluk! Tiba-tiba apel emas itu jatuh ke tanah. Princess Salihara dan Princess Priyanka langsung bergumul di tanah memperebutkan buah apel emas itu.


“Sudah, tidak usah berkelahi. Malu sama pengawal dan dayang-dayang yang melihat,” pinta Princess Humayra.


Princess Salihara dan Princess Priyanka pun berhenti berkelahi. Princess Humayra kemudian mengambil apel emas itu, lalu memotongnya menjadi dua.


“Kurasa yang paling adil adalah membagi apel ini menjadi dua,” kata Princess Humayra sambil membagi belahan apel itu kepada dua tamunya.


Begitu apel emas itu diterima, Princess Salihara dan Princess Priyanka langsung memakannya hingga tak bersisa. Setelah itu mereka menunggu reaksi yang terjadi pada wajah mereka.


“Kok, tidak ada reaksi apa-apa?” tanya Princess Salihara dan Princess Priyanka.


“Tentu saja tidak akan terjadi apa-apa. Sebab tadi kalian langsung menghabiskannya tanpa membaca basmalah dulu,” jelas Princess Humayra.


Princess Salihara dan Princess Priyanka tersipu malu.


“Tapi apakah apel emas tadi benar-benar bisa membuat wajah cantik sepertimu?” tanya Princess Salihara.


“Terus terang aku belum pernah memakan apel emas itu sedikit pun. Aku punya kalimat ajaib yang diajarkan ibuku. Sehingga, aku selalu dilindungi dari keburukan dan diberikan kebaikan oleh Allah,” jelas Princes Humayra.



“Kalimat apakah itu?” tanya Princess Priyanka.


“Bismilahhirohmanirohim,” jawab Princess Humayra singkat.



Princess Salihara dan Princess Priyanka tersadarkan. Pantas saja sejak tadi Princess Humayra mengucapkan basmalah.


“Insya Allah, kami juga akan mengikuti jejakmu,” janji Princess Priyanka.


“Aku juga. Terutama jika aku mau makan,” kata Princess Salihara.


“Jika kita mengucapkan basmalah sebelum makan, Allah juga akan menjaga makanan kita,” kata Princess Humayra tersenyum, senang.


^-^

1 comment:

pelangi anak said...

Subhanallah, kalimat toyyibah itu memang ibarat mantra tiada tandingannya. Sungguh mujarab dan manjur.