Friday, September 17, 2010

Cernak, 19 September 2010




Kembali Sekolah

Dita duduk santai di sofa ruang tengah. Di depannya, tergeletak mangkok bakso yang sudah tandas. Kini, Dita beralih menghabiskan cokelat batang kesukaannya. Seminggu setelah lebaran, di rumah masoih banyak makanan.

“Dita, besok masuk sekolah, kan?” tanya Dina, kembarannya.

“Ya iyalah. Kamu juga pasti tahu,” timpal Dita.

“Maksudku, kok belum beres-beres? Sepatu sekolah terakhir dipakai kan masih kotor kena lumpur. Buku-buku sekolah juga belum dirapikan,” kata Dina.

Dita terdiam. Saat libur lebaran banyak sepupunya yang berkunjung. Mereka mengacak-acak rak buku Dita karena ingin membaca buku seri Kecil-Kecil Punya Karya. Tapi sekarang Dita belum sempat merapikannyalagi.

“Nanti repot lho,” ujar Dina lagi.

“Ih, kamu cerewet banget kayak Ibu, nenek, dan yang lainnya. Tenang aja, pasti aku bereskan rak buku aku. Memangnya kamu sudah?” tanya Dita.

“Sudah dari kemarin.”

“Nah, kalau begitu rapikan sekalian rak buku punyaku.”

Dina melempar bantal kursi. “Enaknya. Kata Ibu, nanti kebiasaan,” sergah Dina sambil melihat di sekiatr Dita. Ya, ampun! Bukan Cuma mangkuk bakso, tapi juga ada bungkus keripik pedas dari Badung, mangkok kecil bekas empek-empek.

“Kamu kok makan yang pedas-pedas melulu? Nanti sakit perut lho,” kata Dina.

“Nggak mungkin. Aku ini hobi makanan pedas. Memangnya kamu. Makan tekwan aja mules,” ledek Dina.

“Biar saja. Yang penting aku masih bisa makan sayur dan buah-buahan,” kata Dina.

“Kalo cokelat mau nggak?” tanya Dita sambil menyodorkan cokelat di tangannya.

“Tadi sudah. Terlalu banyak juga bisa bikin mules,” kata Dina.

“Uh, dasar usus tipis. Dikit-dikit mules!” ledek Dita.

Dina dan Dita memang saudara kembar. Tapi dalam beberapa hal mereka sangat berbeda. Dita sangat tomboy, sementara Dina halus dan lembut. Dita sangat berantakan, sementara Diana sangat rapi. Yang pasti, keduanya saling menyayangi. Buktinya, beberapa jam kemudian ketika Dita merasa sakit perut, Dina tidak menyalahkannya.

“Aku buatkan teh pahit hangat ya,” kata Dina.

“Iya. Sekalian obatnya,” kata Dita yang terbaring di sofa menahan sakit perutnya.

Dina membuatkan teh pahit hangat dan obat sakit perut. Dita meminumnya sambil berdoa sakit perutnya segera hilang. Tapi ternyata sakit perutnya belum hilang-hilang juga. Dita malah sekarang bolak-balik ke toilet.

Dina langsung memberi tahu Ibu ketika Ibu dan Ayah pulang dari acara halal bi halal. Ibu langsung khawatir dengan kondisi kesehatan Dita.

“Kita ke rumah sakit ya. Ini hari Minggu, dokter praktik pasti masih pada tutup,” kata Ayah.

DIta kemudian dibawa ke rumah sakit. Dina ikut mengantar. Sepanjang jalan Dina berdoa, sesekali menghibur Dita yang terus menahan sakit perutnya.

“Coba tadi aku tidak ngatain kamu usus tipis,” gumam Dita menyesal.

“Ah, kayaknya bukan karena kamu ngatain aku deh. Tapi karena kamu terlalu banyak makan yang pedas dan cokelat,” kilah Dina.

Dita dirawat sebentar di ruang UGD rumah sakit. Setelah menghabiskan satu botol caira infus, Dita diijinkan pulang. Sakit perutnya sudah berkurang. Hanya badannya saja yang masih lemas.

Dita berbaring di kamar.

“Duh, aku belum siap-siap utuk sekolah besok,” gumam Dita.

“Kalau masih belum sehat benar, jangan sekolah dulu ya,” kata Ibu.

Dina mengiyakan. Dina kemudian merapikan rak buku Dita yang berantakan.

Keesokan harinya Dita ternyata sudah sehat. Dita memaksa untuk sekolah karena ingin segera bertemu teman-temannya. Ayah dan Ibu mengijinkan selama Dita tidak lari-larian di sekolah.

Saat melihat sepatunya, Dita kaget karena sudah bersih. Dita tahu kepada siapa harus berterimakasih.

“Dina, terima kasih ya. Aku menyayangimu. Jangan bosan ya menasehati aku agar jadi anak baik sepertimu,” ucap Dita saat berangkat sekolah.

“Aku juga menyayangimu, Dita,” jawab Dina.

^-^

HORE, 19 September 2010


Akuarium Unik di Dunia


Akuarium merupakan wadah atau tempat untuk memelihara berbagai jenis komunitas kehidupan dalam air, seperti: ikan, amphibi, tanaman air, moluska, koral, dan berbagai jenis invertebrata lainnya.

Umumnya dinding akuarium terbuat dari kaca karena transparan memungkinkan kita untuk menikmati aktifitas kehidupan dalam air secara horisontal. Selain kaca, bahan transparan lain yang kerap digunakan untuk akuarium adalah akrilik. Akrilik mempunyai kelemahan antara lain mudah tergores, dan bisa mengalami deformasi bentuk akibat tekanan air, sehingga bisa terjadi distorsi pandangan kedalam akuarium. Hal ini bisa mengurangi kenyamanan dalam menikmati keindahan sebuat akuarium.

Akuarium Terbesar

Akuarium Georgia dibangun di atas kawasan seluas 81.000 m2. Untuk menampung 100.000 lebih satwa air laut dan tawar dari 500 spesies, dibutuhkan 30.000 meter kubik air dan 680 ton garam. Sarana wisata yang diresmikan pada tanggal 23 November 2005 ini merupakan akuarium terbesar di dunia. Pembangunannya memakan waktu 27 bulan dan menelan biaya lebih dari 300 juta US dolar (2001). Dana tersebut terutama berasal dari sumbangan pribadi Bernie Marcus, salah seorang pendiri Home Depot.

Panorama dasar laut digelar dalam lima ruangan pameran, yaitu Georgia Explorer, River Scout, Cold-Water Quest, Ocean Voyager, dan Tropical Diver. Di samping itu, disediakan pula ruang pesta (Oceans Ballroom), toko cendera mata, ruang pemutaran film 3-D, dan kafetaria ala Amerika.

Akuarium Terbesar di Jepang

Akuarium Churaumi Okinawa adalah akuarium yang terletak di Taman Ocean Expo, barat laut Okinawa. Akuarium Churaumi adalah akuarium terbesar nomor dua di dunia setelah dibukanya Akuarium Georgia di Atlanta pada 2005.


Akuarium ini memamerkan kehidupan biologi laut di terumbu karang, laut dalam, dan arus Kuroshio yang mengalir melintasi Kepulauan Jepang. Dari keseluruhan 77 tangki akuarium,tangki terbesar disebut Akuarium Laut Kuroshio yang dapat menampung 7.500 m³ air (panjang 10 m, lebar 35 m, kedalaman 27 m), atau setara dengan kapasitas tiga kolam renang ukuran Olimpiade.

Dari balik kaca akrilik dinding akuarium berukuran tinggi 8,2 m, lebar 22,5 m, tebal 60 cm, dan berat 135 ton, pengunjung dapat menyaksikan sejumlah 70 spesies ikan, di antaranya ikan hiu paus, hiu, dan pari manta sebagai atraksi utama. Akuarium lainnya di Laboratorium Riset Hiu berisi hiu banteng dan hiu harimau.

Terbesar di Afrika

UShaka Marine World, yang terletak di strip tanah antara pantai dan pelabuhan di Durban, KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, sebuah taman hiburan yang indah. Akuarium ini merupakan terbesar kelima di dunia dengan 32 tangki air. Makhluk-makhluk laut yang ditemukan dalam rentang akuarium dari kuda laut kecil semua jalan sampai hiu dan lumba-lumba. Aquarium dibangun untuk terlihat seperti tempat yang antic berupa ruangan kapal yang karam di lautan

Aquarium Silinder Terbesar di Dunia

AquaDom berada di sebuah hotel bernama Radisson Hotel Aquarium, Berlin, Jerman. Aquadom merupakan akuarium dengan tinggi 25 meter, dengan kapasitas sebesar 260.000 galon air dan lebih dari 2.500 ikan (56 jenis). Pengunjung dapat berjalan melalui akuarium menggunakan lift dan pergi ke puncak dimana ada restoran dan pandangan terbuka kota. Kamar hotel ini juga dilengkapi dengan panorama tampilan bawah laut.

Wah, seru ya kalau kita bisa melihat akuarum besar itu. Mudah-mudahan saja nanti akan ada akuarium besar di kota kita tercinta ini. Isinya, jenis-jenis ikan yang hidup di sungai Musi. Hm, soalnya kita kan tidak bisa melihat langsung isi sungai musi.

(ben)


Friday, September 03, 2010

CERNAK, 5 September 2010


De Javu

Oleh Benny Rhamdani

Akhir pekan ini mas Widi mengajak Tia menengok kampung kelahiran kak Anis, tunangannya. Agar ada teman berlibur, Tia diperbolehkan mengajak sahabatnya, Becky. Tentu saja Becky senang. Sebab ia juga belum pernah mengunjungi daerah Lembang yang berada di utara kota Bandung.

"Aku sudah dengar daerah itu sangat sejuk dan tenang," kata Becky saat mobil yang dikendarai mas Widi mulai melaju.

"Aku malah penasaran pengen minum susu murni. Dan kalau malam hari , kita bisa makan jagung bakar empat rasa," tambah Tia tak mau kalah.

"Empat rasa bagaimana? Rasa kaldu ayam, rasa baso sapi, rasa..."

"Bukan begitu, Bek," timpal kak Anis menahan senyum. "Jagungnya sebelum dibakar diolesi mentega dulu, lalu sambal manis yang pedas. Jadi waktu kita makan jagung bakar itu akan terasa gurih, asam, manis dan pedas."

Becky hanya cengengesan. Mereka kemudian mengisi waktu perjalanan dengan main teka-teki. Banyak teka-teki baru yang dilontarkan Becky tak dapat dijawab oleh Tia. Seperti ketika Becky melontarkan pertanyaan, "Kalau sapi jadi rumput, manusia jadi apa ayo?"

"Manusia jadi nasi. Soalnya rumput itu makanan sapi, sedangkan nasi itu makanan manusia," jawab Tia memberikan alasan.

"Salah. Kalau sapi jadi rumput, manusia jadi pada bingung. Kan ajaib ada sapi bisa jadi rumput," kilah Becky.

Tia garuk-garuk kepala, sementara mas Widi dan Kak Anis tertawa kecil.

Permainan teka-teki mereka terhenti ketika kak Anis mengatakan bahwa mereka sudah memasuki daerah Lembang.

"Wah, benar kata orang. Udaranya sejuk meski matahari bersinar terang," komentar Becky sambil memandang ke luar jendela mobil.

"Terang saja sejuk. Mobil kita kan pakai ac," celetuk Tia.

"Iya, juga," sadar Becky sambil cekikikan. Matanya terus memperhatikan pemandangan yang ada. Namun ketika mobil ke luar dari jalan raya menuju jalan desa, Becky tercekat kaget melihat sebuah menara tua di sudut belokan. "Rasa-rasanya aku pernah melihat tempat seperti ini," gumamnya keras.

"Deja vu!" seru kak Anis.

"Apaan?" Becky dan Tia bertanya bareng.

"Deja vu. Itu seruan orang-orang Prancis kalau melihat sesuatu yang sepertinya pernah mereka lihat. Padahal sesungguhnya mereka memang baru pertama kali melihatnya," jelas mas Widi sambil terus menyupir.

"Kok bisa begitu, mas?" tanya Tia penasaran.

"Ya, mungkin dia pernah melihatnya di teve, di dalam mimpi, atau saat menghayal."

"Kalau tak salah setelah ini kita akan melewati jembatan," gumam Becky lagi.

"Jangan sok tahu! Kamu kan baru sekali ini kemari," cela Tia.

"Becky benar. Tuh di depan jembatannya," timpal kak Anis.

Tia terperanjat. Ia memandang Becky takjub. "Bagaiman kamu bisa mengetahuinya?" tanyanya kemudian.

"Aku tidak mengerti. Tiba-tiba saja aku merasa pernah melihat semuanya."

"Jangan-jangan kamu sekarang berubah jadi paranormal. Kamu bisa tahu lebih dulu apa yang akan terjadi, seperti cerita yang pernah kulihat di teve," ujar Tia sambil memegang bahu sahabatnya. "Coba, tebak sekarang, kalau besar nanti aku jadi apa?"

Becky memejamkan matanya sebentar. "Jadi tukang sapu," katanya sambil membuka mata.

Tia langsung melotot. Becky tertawa melihat sahabatnya kesal. "Aku bercanda. Sungguh, aku tidak tahu kamu nanti jadi apa," kata Becky meredakan kekesalan Tia. "Lagi pula apa yang kuketahui tadi mungkin hanya kebetulan saja. Aku tidak mau jadi paranormal. Mendingan jadi orang kaya."

"Yey, kalau begitu sih semua juga mau!" rutuk Tia.

Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di pelataran parkir sebuah rumah yang luas. Mereka segera turun dan berkenalan dengan kedua orangtua kak Anis. Pak Wiryanegara ternyata pemilik perkebunan palawija yang luas di Lembang. Tia, mas Widi dan Becky menempati sebuah paviliun yang asri di samping rumah Pak Wiryanegara.

Saat sore tiba mereka duduk di beranda sambil menikmati susu murni yang sudah diolah menjadi yoghurt. Kak Anis juga mengolah susu itu dengan tambahan coklat agar tidak terlalu asam.

"Rasanya aku juga sudah pernah berada di tempat ini. Kak Anis, apakah tidak jauh dari tempat ini ada telaga kecil dengan bebek Bali yang berenang setiap hari?" tanya Becky sambil menghabiskan yoghurtnya.

"Ya, telaga itu memang ada. Tapi bebek Bali yang biasa berenang itu tidak ada lagi. Mungkin sekitar lima tahun lalu kamu bisa melihatnya dan...." Kak Anis memotong kalimatnya untuk berpikir beberapa saat.

Sementara Tia semakin kagum dengan sahabatnya yang punya keajaiban.

"Kakak tahu sekarang, apa sebabnya Becky seolah pernah datang ke tempat ini," cetus Kak Anis kemudian. "Kamu pasti suka baca buku cerita, kan? Coba ingat-ingat, apakah kamu pernah membaca buku cerita yang berjudul Kampung Kami Tercinta?"

Becky berusaha mengingatnya. "Ya. Tapi sudah lama sekali. Waktu kelas tiga dulu," sahutnya.

Kak Anis tersenyum. "Buku itu ditulis paman kak Anis empat tahun lalu. Isi buku cerita itu banyak melukiskan keadaan desa ini. Termasuk telaga kecil dengan bebek Balinya. Karena bebek Bali itu memang milik paman kakak. Kamu ingat nama pengarangnya? Herdian. Itu nama samarannya," jelas kak Anis.

Becky manggut-manggut. "Ya, benar. Aku ingat sekarang. Bahkan aku juga ingat kembali semua bagian cerita buku itu. Soalnya buku itu bagus sekali," ujar Becky.

"Ya, begitulah kerja otak kita. Dia akan menyimpan ke dalam bagian dari otak yang disebut memori, untuk apa saja yang kita alami lewat panca indera kita. Sesekali apa yang disimpan dalam memori itu keluar tanpa sengaja, seperti yang dialami Becky hari ini," mas Widi membantu menjelaskan.

"Wah, kalau begitu tadi bukan keajaiban dong. Kupikir Becky benar-benar akan jadi paranormal. Kan hebat kalau dia bisa jadi orang sakti," gerutu Tia.

"Apalagi kalau aku bisa menyihir. Akan kusihir kamu jadi bebek Bali!' sambung Becky.

Semuanya langsung tertawa. Tia yang semula kesal akhirnya ikutan tertawa.

Hore, 5 September 2010



Lebaran di Sana-Sini


Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah.

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui.

Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan.

Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan "halal bi-halal", memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Duit Raya

Di Malaysia, Singapura, dan Brunei, Idul Fitri dikenal juga dengan sebutan Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidil Fitri. Masyarakat di Malaysia dan Singapura turut merayakannya bersama masyarakat Muslim diseluruh dunia. Seperti di Indonesia, malam sebelum perayaan selalu diteriakkan takbir di masjid ataupun mushala, yang mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Tuhan.

Diperkampungan, biasanya banyak masyarakat yang menghidupkan pelita atau panjut, atau obor di Indonesia. Banyak bank, perkantoran swasta ataupun pemerintahan yang tutup selama perayaan Idul Fitri hingga akhir minggu perayaan. Masyarakat disini biasanya saling mengucapkan "Selamat Hari Raya" atau "Salam Aidil Fitri" dan "Maaf lahir dan batin" sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama. Di Malaysia juga ada tradisi balik kampung, atau mudik di Indonesia. Disini juga ada tradisi pemberian uang oleh para orang tua kepada anak-anak, yang dikenal dengan sebutan duit raya.

Umat Muslim adalah minoritas di Filipina, sehingga sebagian besar masyarakat tidak begitu familiar dengan perayaan ini. Namun, perayaan Idul Fitri sudah diatur sebagai hari libur nasional.

Menghias Tangan

Di Bangladesh, India, dan Pakistan, malam sebelum Idul Fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak mereka. Para perempuan, terutama yang muda, seringkali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional henna dan serta memakai rantai yang warna-warni.

Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idul Fitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. Didalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi, dari para orang tua.

Di pagi Idul Fitri, setelah mandi dan bersih, setiap Muslim didorong untuk menggunakan pakaian baru, bila mereka bisa mengusahakannya. Sebagai alternatif, mereka boleh menggunakan pakaian yang bersih, yang telah dicuci. Orang tua dan anak laki-laki pergi ke masjid atau lapangan terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, salat Ied, berterimakasih kepada Allah karena diberi kesempatan beribadah di bulan Ramadhan dengan penuh arti. Setiap Muslim diwajibkan untuk membayar Zakat Fitri atau Zakat Fitrah kepada fakir miskin, sehingga mereka dapat juga turut merayakan hari kemenangan ini.

Setelah salat, perkumpulan itu dibubarkan dansetiap Muslim saling bertamu dan menyambut satu sama lain termasuk anggota keluarga, anak-anak, orang tua, teman dan tetangga mereka.

Sebagian Muslim juga berziarah ke makam anggota keluarga mereka untuk berdoa bagi keselamatan almarhum. Biasanya, anak-anak mengunjungi sanak keluarga dan tetangga yang lebih tua untuk meminta maaf dan mengucapkan salam.

Setelah bertemu dengan teman dan sanak keluarganya, banyak orang yang pergi ke pesta-pesta, karnaval, dan perayaan khusus di taman-taman (dengan bertamasya, kembang api, mercon, dan lain-lain). Di Bangladesh, India, dan Pakistan, banyak dilakukan bazar, sebagai puncak Idul Fitri. Sebagian Muslim juga memanfaatkan perayaan ini untuk mendistribusikan zakat mal, zakat atas kekayaannya, kepada orang-orang miskin.

Dengan cara ini, umat Muslim di Asia Selatan merayakan Idul Fitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga mereka, teman, dan para fakir miskin, sebagai rasa kebersamaan.

Daging Domba

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul Fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, pertunjukan musik, dan sebagainya. Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Di Cina, tepatnya di Xinjiang, perayaan Lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Idul Fitri, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan.

Lebaran di Iran justru kurang semarak. Hal ini karena mayoritas umat Islam di sana adalah pengikut ajaran Syiah. Setelah salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, mereka cukup melanjutkannya dengan acara silaturahmi bersama keluarga dan ditutup dengan acara pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang kurang mampu.

Sederhana

Di Eropa, perayaan Idul Fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idul Fitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idul Fitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idul Fitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh Imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu area dimana terdapat banyak kaum Muslimin disana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di area tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idul Fitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan rukyat hisab untuk menentukan hari raya Idul Fitri.


Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan "Bayramınız Kutlu Olsun", "Mutlu Bayramlar", atau "Bayramınız Mübarek Olsun". Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.

Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, dimana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.

Imigran

Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Karena penetapan hari raya bergantung pada peninjauan bulan, seringkali banyak masyarakat tidak sadar bahwa hari berikutnya sudah Idul Fitri. Masyarakat menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan penghujung Ramadhan dan permulaan Syawal. Orang Amerika Utara yang berada di wilayah timur bisa jadi merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda dibanding mereka yang di wilayah barat. Pada umumnya, penghujung Ramadhan diumumkan via e-mail, website, atau melalui sambungan telepon.

Umumnya, keluarga Muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim disana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal.

Salat Idul Fitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah dimana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan kutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.

(ben)