Friday, June 04, 2010

Cernak, 6 Juni 2010





Princess Lavendra

Princess Lavendra sedang berjalan-jalan. Tiba-tiba dia menemukan sebentuk payung tergeletak di dekat bunga-bunga lavender.

“Payung siapa ini ya?” Princess Lavendra bertanya-tanya. Dia melihat sekelilingnya, barangkali ada dayang-dayang yang ketinggalan payung. Tapi Tak ada satu pun orang di sekitarnya.

Princess Lavendra kemduian membuka payung itu. Tiba-tiba …. Wow!

Princess Lavendra terangkat ke udara, melayang bersama payung itu.

“Tolooong!” teriak Princess Lavendra.

Tapi suara Princess lavendra tidak terdengar siapapun karena sudah melayang jauh. Princess L:avendra ingin melepas pegangannya, tapi dia takut. Akhirnya, dia malah memegang erat pegangannya.

“Tahu akan berakibat begini, aku tidak akan membuka payung ini. Uh, inilah kalau memakai benda bukan milik sendiri,” pikir Princess Lavendra.

Setelah berjam-jam melayang di udara, pelan-pelan payung itu turun di halaman rumah petani. Princess tidak mengenali penghuni rumah itu.

Princess Lavendra mengetuk pintu rumah. Dia berharap segera mendapat pertolongan.

“Selamat sore,” kata Princess Lavendra ketika pintu di buka seorang wanita.

“Selamat sore juga. Ada yang bisa aku bantu?” tanya wanita itu ramah.

“Aku sedang tersesat, dan aku ingin minta pertolongan,” kata Princess Lavendra.

“Oh, silakan masuk kalau begitu. Duduklah dulu. Kalau melihat pakaianmu, sepertinya kamu pemain sandiwara keliling di sirkus-sirkus ya? Bagaimana kau bisa tersesat sampai ke sini?” tanya wanita itu sambil duduk.

“Aku sebenarnya ….” Princess Lavendra membatalkan diri untuk menjelaskan siapa dirinya. Wanita di depannya ini adalah rakyat kerajaannya. Mengapa dia tidak menganali princessnya sendiri?

“Ya, aku pemain sandiwara yang tersesat,” kata Princess Lavendra kemudian.

“Ke mana tujuanmu sekarang?” tanya wanita itu kemudian sambil mengambil minuman dan meletakannya di atas meja. Dia lalu mempersilakan Princess Lavendra minum

“Aku ingin ke kota. Dekat istana,” jelas Princess Lavendra.

“Suamiku sedang pergi ke kota juga. AKu bisa mengantarmu sekalian menemui suamiku,” kata wanita itu. “Oh iya, namaku Bu Sabrina.”

“Namaku Lavendra,” kata Princess Lavendra.

Mereka kemudian bersiap berangkat. Bu Lavendra mengeluarkan kereta kudanya yang sudah tua. Dia duduk sambil mengendalikan kuda. Princess Lavendra duduk di sampingnya.

“Namamu cantik sekali. Seperti nama princess kerajaan,” kata Bu Sabrina.

“Oh begitu ya? Aku malah tidak tahu. Maklum, aku kan selalu keliling dengan rombongan sirkus. Bagaimana rupa Princess Lavendra?” tanya Princess Lavendra.

“Aku belum pernah melihatnya. Princess Lavendra sepertinya hanya suka berada di istana. Jadi hanya para bangsawan yang tahu rupanya. Seharusnya sebagai princess, dia sering menemui rakyatnya biar dikenal juga. BIla dikenal, akan tumbuh rasa sayang kepada princess dari rakyat,” kata Bu Sabrina.

“Ya, aku setuju,” kata Princess Lavendra. Sebenarnya Princess Lavendra bukan tak ingin bertemu rakyat kerajaan. Namun, kesibukan di istana membuatnya tak sempat melihat rakyat. Banyak hal yang harus dipelajari di sekolah istana. Sedangkan kalau ada waktu kosong, Princess lebih suka bermain di halaman istana.

“Apa yang kau lakukan jika bertemu princess?” tanya Princess Lavendra.

“Aku akan mendoakannya semoga panjang umur dan mencintai rakyatnya,” kata Bu Sabrina.

Princess Lavendra tersentuh hatinya. Akhirnya, sepanjang jalan Princess Lavendra hanya bernyanyi menghibur hatinya dan Bu Sabrina.

Tiba di kota, Princess Lavendra pun turun. Mereka berpisaha karena Bu Sabrina harus menemui suaminya.

Princess Lavendra kemudian menghapiri salah satu petugas kerajaan yang berkeliling di kota. Dia minta diantar kembali ke istana.

Dua hari kemudian Princess Lavendra mendatangi rumah Bu Sabrina. Kali ini dengan rombongan kerajaan. Princess Sabrina memberikan sebuah hadiah kereta kuda yang baru. Bu Sabrina tak menyangka bahwa perempuan yang ditolonbgnya adalah princess.

Sejak itu pula, Princess Lavendra sering menemui rakyatnya. Dia beramah tamah dengan mereka. Setiap rakyat yang ditemuinya merasa senang. Mereka pun selalu mendoakan kebaikan untuk Princess Lavendra.

^_^

1 comment:

Bunda Joewit said...

saya suka adegan princess lavendra terbawa terbang payung ajaib.payung siapakah ini kira2?