Friday, December 16, 2016

Cernak, 18 Desember 2016


Mengalahkan Monster

Satu ketika, petani memeriksa tanaman singkong di ladangnya.Tapi, tanaman singkongnya telah dirusak binatang hutan.
Petani pun membuat lubang perangkap untuk menangkap binatang yang merusak tanaman singkongnya. Tiba-tiba, monster yang berwajah seram datang. "Aku akan membantumu menggali perangkap dan kita berbagi binatang yang terjebak," kata monster.
Petani yang ketakutan tidak bisa menoIaknya. Jika aku melawannya, dia pasti akan memakan aku, pikir petani.
"Semua binatang jantan yang masuk perangkap, jadi milikmu. Lalu, binatang betina yang masuk perangkap, jadi milikku," kata monster mengatur.
Ternyata, setiap hari hanya binatang jantan yang masuk perangkap. Semuanya jadi milik petani. Monster tidak mendapatkan apa-apa walaupun setiap hari dia berharap.
"Tentu saja selalu binatang jantan yang masuk perangkap karena binatang jantanlah yang mencari makanan," pikir petani sambil tertawa puas. Itu pasti karena monster tidak pernah mempelajari kehidupan di alam ini.
Kini, petani punya banyak persediaan daging. Tapi, ia dan keluarganya tetap butuh singkong sebagai makanan pokok. 
"Aku akan ke Iadang. Barangkali masih ada singkong tersisa. Kau jagalah anak kita," kata istri petani.
Lama menunggu, petani pun menyusul ke Iadang bersama anaknya. Mereka melihat monster di ladang.
"Akhirnya ada binatang betina yang masuk perangkap," kata monster sambil tertawa.
Petani kaget melihat istrinya berada dalam lubang perangkap. "Dia manusia, bukan binatang," katanya.
Tapi, monster tidak mau peduli. "Dia binatang betina. Dia milikku," kata setan.
Petani mulai takut kehilangan istrinya. Tiba-tiba, anak petani berkata, "Biarkanlah monster mengambil haknya, Ayah!"
"Ah, kau anak yang bijaksana," kata monster sambil masuk ke dalam lubang perangkap hendak mengambil istri petani.
Saat monster masuk lubang perangkap, si anak kembali berkata. "Lihat, Ayah! Ada binatang jantan di dalam perangkap," kata anak petani sambil menunjuk monster.
Monster kebingungan. Menurut perjanjian yang la buat, semua binatang jantan jadi milik petani. la tidak mau jadi budak petani. Akhirnya, ia setuju untuk melepaskan istri petani asal petani juga membebaskannya.
Sejak itu monster menjauh dari kehidupan petani, sebab ia tahu petani sangat cerdik dan sulit untuk dijebak.

No comments: