Thursday, December 15, 2016

Hore, 18 Desember 2016



Bagaimana tidur kalian malam ini? Sst, tahukah kalian mengapa kita tidur di malam hari atau saat lelah?

Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusuiburungikan, dan binatang tidak bertulang belakang seperti lalat buah Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur penting untuk kesehatan.
Tanda tanda kehidupan seperti kesadaran, puls, dan frekuensi pernapasan mengalami perubahan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik juga saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade, sehingga pada saat tidur cenderung tidak bergerak dan daya tanggap pun berkurang
Fase peralihan dari sadar ke tidur disebut sebagai pradormitium dan fase peralihan dari tidur kembali ke sadar disebut sebagai postdormitium. Di dalam ilmu kedokteran ilmu yang mempelajari gangguan tidur disebut sebagai somnologie.

Dalam dunia hewan tidur adalah hal yang umum walaupun begitu ini tidak universal. Hewan darat misalnya tidur dengan menutup mata, sedangkan hewan laut belum dapat 100 persen dibuktikan, walau banyak yang mengganggap bahwa mereka juga tidur. Lumba-lumba atau paus bahkan mengorok. 
Lumba-lumba misalnya tidur dengan satu bagian otak saja atau hemisphare, hal ini dikarenakan penyesuaian kebutuhan seekor lumba-lumba bernapas dalam air. Oleh sebab itu lumba lumba tidak melalui fase tidur REM. Contoh lain misalnya singa laut dan anjing laut; mereka dapat tidur di darat maupun di laut. jika di darat mereka mengalami fase tidur yang sama seperti manusia, jika di laut mengalami fase tidur yang sama seperti lumba-lumba.
Saat ini, semua hewan bertulang belakang (lebih tepatnya bertulang rahang) dipercaya ilmuwan mengalami fase tidur yang sama seperti manusia (perkecualian: echidna). Burung juga menunjukkan tidur, walau tidak pasti apakah mereka tidur dengan menonaktifkan sebagian otak. Pada beberapa binatang lain seperti ular, kadal atau ikan sulit ilmuwan percaya mereka juga tidur. Penilaian dalam eksperimen menjadi semakin sulit ketika harus membedakan istirahat biasa suatu organisme dari keadaan tidur.
Manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya dengan tidur. Tidur bukan saja karena kelelahan tetapi juga karena kebiasaan dan pola hidup. Faktor keamanan harus dibangun untuk mengatasi kemungkinan terjadinya kriminalitas ketika kita sedang tidur. Untuk itu selalu periksa keamanan rumah sebelum tidur.

 Rekor Tidak Tidur

Guinness Book of World Record pernah mencatat, pada Mei 2007, seorang warga negara Inggris bernama Tony Wright pernah memecahkan rekor 'melek' selama 266 jam, atau hampir 11 hari lamanya. Dia berusaha untuk tetap terbangun dengan cara memakan jus wortel, pisang, alpukat, nanas dan kacang.

Rekor ini mengalahkan catatan sebelumnya yang ditorehkan Randy Gardner pada tahun 1964 dengan kemampuan 'melek' selama 254 jam.


Para ilmuwan tentu saja tidak merekomendasikan kegiatan seperti ini berlangsung terhadap seluruh manusia di bumi. Pasalnya, para ilmuwan menemukan bahwa kurang tidur mampu menghilangkan konsentrasi pada diri manusia sehingga berakibat pada ketidakmampuan mengambil keputusan dalam bekerja.





Rekor Tidur Terlama

Nicole Delien, seorang remaja yang berusia 17 tahun, remaja ini berasal  dari Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Remaja ini pernah mengalami penyakit aneh yang disebut Kleine-Levine atau Sindrom Putri Tidur.
Nicole Deilen pernah tidur selama 64 hari, sejak bulan November sampai dengan Januari. Ibu Nicole  mengatakan bahwa putrinya dapat tertidur pelas selama 18 hingga 19 jam. Selama 64 hari Nicole hanya bangun untuk makan saja, setelah makan ia langsung tidur lagi.
Setelah diperiksa ke dokter, baru lah ibu Nicole mengetahui bahwa putrinya terkena penyakit aneh tersebut, dan  dokter menyarankan agar putrinya menjalani beberapa pengobatan untuk menangani kelainan Nicole.

No comments: