Friday, December 02, 2016

Cernak, 4 Des 2016




Dahulu kala, hiduplah sepasang suami isteri yang  berusia lanjut dan tanpa kehadiran sang buah hati. Keluarga ini selalu kesepian. Untuk itu, mereka berusaha memelihara seekor anjing dan mereka berdua sangat mencintai anjing tersebut.

Suatu hari, sang anjing menggali tanah di taman, dan mereka menemukan sebuah kotak yang berisi kepingan uang koin emas didalamnya.

"Wuah, ini emas banyak sekali," kata Nenek.

"Ini harta temuan. Ayo kita bagi-bagikan kepada warga desa," kata Kakek.

Seorang tetangga mengetahui hal tentang semua itu. Dia  mengira sang anjing tersebut bisa menemukan harta karun di taman rumahnya juga. Tetangga itu berusaha membujuk sang pemilik anjing untuk meminjam anjingnya, akhirnya dia pun berhasil membujuknya.

"Nanti aku akan kembalikan anjing kalian," kata tetangga.

Ketika sang anjing disuruh menggali di taman kebunnya, anjing hanya menemukan tulang-belulang saja, dan dia lalu marah serta memukulnya karena kecewa atas penemuan itu. Dia mengatakan kepada pasangan pemilik anjing, bahwa anjing baru saja terjatuh ke lubang dan langsung mati.

Pemilik anjing sangat sedih dan berduka lalu menguburkannya di bawah pohon ara tempat dulu sang anjing telah menemukan harta karunnya.

"Apakah kita harus mencari anjing lainnya?" tanya Nenek sedih.

"Ya, tapi tidak sekarang. TUnggu sampai aku bisa melupakan anjing kita," kata Kakek.

Suatu malam sang kakek bermimpi anjing menyuruhnya untuk menebang pohon dan membuat lesung dari kayu pohon ara tersebut (lesung  adalah  tempat untuk menumbuk padi menjadi beras). Sang Kakek mengatakan kepada istrinya dan mereka harus melakukan seperti perintah anjing dalam mimpinya.

Ketika mereka memasukkan beras ke dalam lesung seketika beras berubah menjadi butiran emas yang berkilauan.

"Banyak sekali emas ini," kata Nenek.

"Iya. Ayo kita bagikan sebagian untuk penduduk di sini," saran Kakek.

Sang tetangga jahat pun mendengarnya dan lalu meminjam lesung. Tetapi beras yang dimasukkan kedalamnya malah beralih menjadi berbau busuk. Tetangga dan istrinya lalu menghancurkan dan membakar lesung tersebut dengan sengaja.

Dan pada malam berikutnya,  sang kakek bermimpi kembali. Dalam mimpinya  anjingnya menyuruh kepada Kakek untuk mengambil abu dan  menaburkannya ke pohon ceri yang ada di sekitar rumahnya.

Ketika dia melakukannya, pohon ceri langsung bermekaran bunganya. Kakek pemilik lahan mendapatkan pujian. Orang yang melewati rumahnya kagum dan memberinya banyak hadiah.

Tetangga yang jahat mencoba melakukan hal yang sama, tetapi abu dari  kebun cerinya telah tertiup ke arah mata seorang pejabat istana. Akibatnya tetangga serakah itu dijebloskan ke penjara. Sedangkan sang kakek hidup bahagia selamanya bersama sang nenek.


No comments: