Saturday, March 15, 2008

CERNAK, 14 Maret 2008


Ary dan Arie
oleh Benny Rhamdani


Bel tanda istirahat baru berbunyi beberapa menit lalu. Tapi keributan di kelas enam sudah mulai. Pertengkaran mulut antara Ary dan Arie. Seperti biasa, masalah nama mereka. Meski ditulis berbeda, tapi dibaca sama, yakni Ari.
"Pokoknya kamu harus mengganti nama panggilanmu," seru Ary lantang.
"Kenapa aku yang harus mengganti? Kenapa bukan kamu?" balik Arie.
"Karena aku lebih dulu sekolah di sini. Sedang kamu anak baru! Lagipula panggilan itu cuma pantas buat anak laki-laki," sambung Ary.
Arie bertolak pinggang. "Peraturan mana itu?" tantang Arie.
"Peraturannya belum kubuat. Tapi buktinya banyak. Lihat saja bintang sinetron, Ari Wibowo atau Ari Sihasale, itu semuanya cowok. Pokoknya, mulai besok kamu harus mengganti nama panggilanmu," ancam Ary.
"Enak saja. Kamu saja. Nama panjangmu itu Aryanto Sadewa. Ganti saja menjadi Yanto, Sade atau Dewa. Kalau namaku memang Arie Manisha. Jadi panggilanku memang Arie," Arie bersikeras.
Anak-anak kelas enam yang melihat hanya menggelengkan kepala. Sudah dua hari ini kelas mereka selalu ramai saat istirahat. Sejak kehadiran anak baru bernama Arie. Masalahnya hanya sebuah nama. Tapi keduanya sama-sama keras kepala.
Di luar kelas anak-anak mulai mengadu kepada Oben, sang ketua kelas.
"Tidak baik membiarkan mereka terus bertengkar, Ben," desak Rani.
"Aku juga tidak suka melihat mereka bertengkar. Hanya saja kupikir, mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri," sahut Oben.
"Tapi kalau sudah begini...apa kamu mau diam terus?" desak Puput.
"Aku sudah punya rencana. Mulai besok pagi, kita jalankan rencana ini," kata Oben. Ia segera memaparkan rencananya. Ketika sekolah bubar seisi kelas enam sudah memahami rencana itu. Tentu saja selain Ary dan Arie.
Keesokan paginya Ary seperti biasa berangkat dengan sepedanya. Dalam perjalanan ia menjemput Dika dan Asep.
"Kalian sudah bikin pe-er matematika?" tanya Ary sambil mengayuh sepeda.
"Sudah. Kamu, Wa?" balik Dika.
"Dewa, biasanya kamu suka lupa. Hati-hati, nanti kena hukum lagi," susul Asep.
"Dewa...? Kalian memanggilku Dewa? Heh, pasti kalian sudah kena suap anak baru itu, agar memanggilku Dewa."
"Maksudmu, Nisha menyogok kami? Tidak sama sekali!" kilah Asep.
"Nisha? Jadi kalian juga mengganti nama panggilan anak baru itu? Hahaha, ini pasti ulah Oben!"
"Ya, kami sekelas terpaksa sepakat mengganti nama panggilan kalian. Habis, tak ada yang mau mengalah, sih," jelas Dika.
"Hmmmm, tapi tak semudah itu. Aku tidak akan menyahut dengan nama panggilan itu," Ary bersikeras.
"Ayolah...apa jeleknya sih nama panggilan Dewa. Malah kelihatan lebih gagah untukmu," bujuk Dika.
"Hmm, kedengarannya tidak enak saja..." Ary mengayuh sepedanya lebih cepat. Ia meninggalkan kedua temannya itu. Sampai di kelas, teman yang lain ternyata memanggilnya dengan nama Dewa.
Kejanggalan pun dirasakan oleh Arie. Ia kaget ketika teman-temannya mulai memanggilnya Nisha. Arie tidak berani protes, karena semua teman sekelasnya memanggilnya begitu.
Oben sedikit lega ketika tahu rencananya berjalan mulus. Tapi benarkah?
Ternyata tidak! Tiba-tiba di saat istirahat seisi kelas enam terkejut melihat Arie menangis sesegukkan di bangkunya.
"Kenapa kamu menangis, Nisha?" tanya Rani yang sebangku dengannya.
"Aku sedih...karena...kalian memanggilku...Nisha...."
"Oh... itu kami lakukan karena kau dan Ary selalu bertengkar," jelas Rani.
"Tapi aku sedih jika dipanggil Nisha. Nama panggilan itu membuat aku teringat pada nenekku. Dulu sebelum pindah ke sini, aku tinggal di kota Lembang bersama nenekku. Ia selalu memanggilku Nisha. Tapi belum lama ini nenekku meninggal. Aku merasa kehilangan dan harus pindah ke sini dengan orang tuaku. Kini setiap orang memanggilku dengan nama Nisha...aku jadi sedih," papar Arie.
Puput dan Rani melirik ke arah Oben.
"Kalau kamu tidak mau dipanggil dengan nama Nisha, kamu boleh memilih sendiri nama panggilan barumu," usul Oben kemudian.
"Sungguh? Kalian akan memanggilku dengan nama yang kusuka?"
"Ya," semua menyahut.
"Cantik. Aku suka nama itu. Kalian mau memanggilku Cantik, kan?"
Tidak ada yang menyahut. Mereka menelan ludah.
"Tentu saja," sahut Oben buru-buru. Ia menahan rasa gelinya di hati. "Mulai sekarang kami akan memanggilmu Cantik."
Arie kelihatan senang mendengarnya.
"Tunggu dulu! Aku protes!" Tiba-tiba terdengar suara Ary. "Kalau dia boleh memilih sendiri nama panggilannya, mengapa aku tidak?"
"Memangnya kamu mau dipanggil apa?" tanya Oben langsung.
"Raul. Raul Gonzales Blancho!" Ary menyebut pemain sepak bola favoritnya.
"Huuuuuuu!!! Raul itu putih, hidungnya mancung, dan ganteng... Sedangkan kamu..." Puput menyela.
"Sudah-sudah, biar saja. Barangkali saja setelah dipanggil Raul, ia berubah jadi putih, mancung dan ganteng..." Oben berusaha menenangkan. "Ada lagi yang mau protes?"
Tak ada yang berani memprotes lagi. Tak ada lagi keributan tentang nama panggilan di waktu istirahat. Sejak itu Ary dan Arie dipanggil dengan nama Cantik dan Raul. Hanya guru-guru saja yang tetap memanggil mereka, Ary dan Arie.

Friday, March 14, 2008

HORE, 14 Maret 2007

Wisata Sungai di Dunia

Kalian beruntung tinggal di Palembang. Sebab di Palembang terdapat sungai besar yakni Sungai Musi. Di negara lain, sungai besar biasanya dimanfaatkan untuk tempat wisata. Misalnya saja Sungai Venesia di Italia.

Nah, mumpung tengah digalakkan Visit Musi 2008, yuk kita kenali tempat wisata sungai lainnya di dunia.


Venesia dan Gondola


Venesia di Italia merupakan satu-satunya kota di dunia yang sepenuhnya dibangun di atas air. Itulah yang membuat Venesia menjadi unik, di samping sejuta nilai sejarah yang disimpan olehnya. Venesia dibelah oleh sungai utama yang disebut Canal Grande. Sungai ini berfungsi seperti layaknya jalan protokol bagi penduduk Venesia memiliki panjang sekitar 3.5 km dan dikelilingi oleh gedung kuno maupun istana dari abad ke-13 hingga 18, dengan gabungan gaya Byzantine, Gothic, Renaissance dan Baroque.

Salah satu cara untuk menikmati Canal Grande adalah dengan menyewa gondola, perahu khas Venesia yang dikayuh oleh seorang pendayung. Duduk di atas sofa empuk gondola memberikan sensasi kemewahan tersendiri, bak raja dan putri dari beberapa abad yang lampau.

Gondola adalah sebuah perahu dayung tradisional Venice. Gondola merupakan sarana transportasi utama dalam Venice selama berabad-abad dan masih memegang peran penting dalam transportasi publik.

Gondola digerakan oleh seorang pendayung yang disebut gondolier. Berdasarkan hukum Venice seorang gondolier haru lahir di Venice supaya dapat melakukan pekerjaan ini. Berdasarkan hukum sumptuary Venice, gondola harus dicat hitam. Diperkirakan ada ribuan gondola pada abad ke-18. Namun sekarang hanya beberapa ratus saja, dan kebanyakan disewa oleh turis.

Gondola dibuat tangan dengan mengunakan 8 jenis kayu (fir, oak, cherry, walnut, elm, mahogany, larch and lime)dan terdiri dari 280 potong. Sisi kiri gondola dibuat lebih panjang dibanding sisi kanan ini dibuat untuk menyeimbangkan berat gondolier.

Untuk wisata yang murah kita dapat menaiki bus air (waterbus) merupakan transportasi umum penduduk Venesia. Saat wisata kita bias meihat bangunan rumah bertingkat di Venesia yang cantik, ditambah lagi dengan dinding-dinding dengan warna-warni pastel serta balkon yang menghiasi jendela.

Rialto Bridge merupakan jembatan tertua dan salah satu obyek yang terkenal di kota Venesia. Jembatan ini pada awalnya terbuat dari pontoon dan dibangun pada 1181. Pada 1250 bahan dasar jembatan ini diganti menjadi kayu. Jembatan itu kini terbuat dari batu, hasil rancangan Antonio da Ponte yang selesai dibangun pada 1591.

Ada banyak pulau-pulau lain di Venesia yang layak untuk dikunjungi, di antaranya Pulau Murano, Burano, Torcello, Lido dan San Michele. Jika waktu hanya sedikit, sempatkan untuk mampir ke Pulau Murano. Pulau ini terkenl dengan pernak-pernik cantik yang terbuat dari kaca. Yang disebut Murano glass.


Sungai Naga


Sungai Yangtze dalam bahasa Cina aslinya disebut Chang-jiang, merupakan sungai terpanjang di Cina, bahkan di benua Asia memang menjadi salah satu obyek wisata yang menarik bagi para turis yang berkunjung ke negeri Cina. Sungai ini bahkan merupakan sungai terpanjang di dunia,panjangnya mencapai lebih kurang 6300 km dan lebarnya lebih kurang berkisar antara 8 sampai dengan 1000 meter pada saat air pasang.

Sungai ini bersumber dari Gunung Kunlun (Kunlun Mountain), mengalir ke arah selatan melalui provinsi Sichuan dan Yunnan. Kemudian berkelok ke arah Timur Laut, mengalir melalui pusat Cina,provinsi Hunei,Anhui dan Jiangsu dan bermuara di timur laut Cina,sekitar 23 km di sebelah utara kota Shanghai.

Menurut kepercayaan ribuan tahun yang lalu, menyebutkan ular naga sebagai para penguasa sungai- sungai di daratan mahaluas 9,6 juta kilometer persegi ini. Salah seorang administrator negara masa silam amat terkenal adalah si Penjinak Naga, Li Beng. Ia berhasil menjinakkan luapan air Sungai Minjiang sehingga mencegah banjir besar melalui rancangan teknologi yang ia rancang 2.200 tahun.

Biasanya para turis yang berkunjung ke Sungai Yangtze ini dapat melakukan perjalanan mengelilingi sungai dengan menggunakan kapal boat.


Bebas Sampah di Chao Praya


Tempat wisata Sungai Chao Phraya di Thailand merupakan pertemuan dari empat sungai kecil Ping, Wang, Yom, dan Nan di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara. Panjang Sungai Chao Phraya diperkirakan mencapai 300 kilometer hingga bermuara di Teluk Thailand.

Sungai Chao Phraya berfungsi mulai dari untuk irigasi, pasar terapung, dan menjadi tulang punggung transportasi penduduk sekitar melalui kanal-kanal yang ada. Sungai ini menjadi sarana transportasi yang sangat vital sejak Kota Bangkok didirikan tahun 1782.

Meski jumlah kanal tidak sebanyak di Venesia, Italia, keberadaan kanal-kanal itu membuat para pendatang, terutama dari Eropa, menyebutnya Venesia dari Timur. Mirip sekali dengan kanal-kanal yang ada di Venesia, kanal-kanal di Bangkok memasuki kampung-kampung di kota itu. Kapal-kapal tradisional banyak terdapat di kanal-kanal itu.

Beberapa bangunan yang berada di pinggir sungai, seperti Candi Budha seperti Temple of Dawn atau Wat Arun, Wat Mahathat yang merupakan pusat kesarjanaan Budha, dan Wat Kalayanam. Sejarah Thailand bias dilihat di dalam Benteng Vichai Prasit, Sekolah Pertama untuk Perempuan (Rajini School), Kantor Pusat Angkatan Laut Kerajaan Thailand, dan Istana Raja yang berdekatan dengan Candi Emmerald Budha.


Kapal yang disediakan bagi wisatawan mulai dari kapal kecil mirip kano hingga kapal besar yang bisa ditumpangi puluhan orang. Kapal-kapal yang berdesain tradisional mendominasi angkutan wisata di tempat itu. Dengan kapal mesin bermotor, wisatawan diajak untuk menyusuri Sungai Chao Phraya yang sangat lebar dan luas.


Bila ingin mendapatkan kapal yang murah, wisatawan bisa menaiki Kapal Chao Phraya Express yang melayani Wat Ratsingkhon dekat Jembatan Krungthep di Distrik Yannawa dan tugu jam Nonthaburi, utara Bangkok. Perjalanan penuh dengan kapal ini selama 40 menit dan menawarkan sekilas pemandangan candi di pinggir sungai, gereja, istana berupa perahu.

Tidak hanya menyusuri sungai besarnya saja, pemandu juga mengajak para wisatawan memasuki kanal-kanal sungai, atau dalam bahasa setempat disebut klong, yang sempit. Di Chao Phraya meski banyak rumah yang berdiri di pinggir sungai, tidak ada kotoran maupun sampah yang mengapung. Semua bersih, tak ada pula WC umum di pinggir sungai. Wisatawan tak sekali pun mencium bau busuk di kanal-kanal sempit.

Saat memasuki kanal itu pemandu menawari wisatawan untuk pergi ke sejumlah tempat, dari mulai tempat pembiakan ikan hingga restoran di pinggir kanal. Di tempat pembiakan ikan, wisatawan ditawari untuk memberi makan ikan.

Nah, bagaimana menurut kalian wisata Sungai Musi? Apakah kalian melihat juga keindahan saat mengarungi sungai Musi? Jangan lupa ceritakan wisata kalian kemanapun kepada teman-teman yang lain ya! (ben)

Thursday, March 06, 2008

HORE, 9 Maret 2008



Geleng-geleng Sejarah Kaleng


Teman-teman, tentunya tahu yang namanya kaleng. Ada yang membuat kaleng sebagai atap, ada yang membuatnya menjadi wadah biskuit, susu atau minuman ringan. Ada juga yang kreatif menjadikan kaleng sebagai tempat sampah.

Nah, tahukah kalian bahwa kaleng itu memiliki sejarah panjang yang bikin kita geleng-geleng kepala. Biar asyik, kita baca saja yuk!


Kaleng tipis di temukan tahun 1810 oleh penduduk London bernama Peter Durand. Tahun sebelumnya, seorang pembuat kue dari Perancis, Nicolas Appert, memperkenalkan metode pengemasan makanan dengan cara memasukkan makanan ke dalam botol gelas atau keramik, menutupnya rapat-rapat lalu memanaskannya. Dia tidak dapat menjelaskan kenapa makanan tersebut bisa bertahan lebih lama, tetapi idenya tersebut telah memenangkan uang sebesar 12,000-francs, hadiah dari sayembara cara penyajian makanan yang diadakan Napoleon tahun 1795. Durand mensuplay makanan bagi tentara Napoleon dan membantu mereka terhindar dari kelaparan saat sedang dalam tugas jauh.

Kaleng tipis tidak terlalu populer di gunakan sampai tahun 1846, ketika sebuah teknologi baru mampu meningkatkan hasil produksi kaleng dari 6 buah menjadi 60 buah perjam. Saat itu, pembuka kaleng masih belum di temukan dan pada label produk masih tertulis: "potong di bagian atas menggunakan alat pahat dan palu."
Pembuka Kaleng

Pembuka kaleng baru di temukan tahun 1858 oleh orang Amerika, Ezra Warnet. Ada juga klaim yang menyatakan bahwa orang Inggris yang bernama Robert Yeates telah menemukan alat tersebut pada tahun 1855. Tetapi alat pembuka kaleng tidak langsung menjadi populer sampai sepuluh tahun kemudian ketika pembuka kaleng di berikan secara gratis saat membeli daging kalengan.

Pembuka kaleng dengan roda di temukan tahun 1925. Bir kaleng di luncurkan tahun 1935. Alat bukaan kalengnya yang lebih praktis dan mudah di gunakan di temukan oleh Ermal Cleon Fraze tahun 1959.

Sejak tahun, hampir 64 juta ton kaleng aluminum (atau hampir 300 juta kaleng) telah di produksi. Jumlah tersebut jika di jajar dan rentangkan di bulan, akan mampu menutupinya ratusan kali. Tetapi, jumlah sampah kaleng hanya 1% dari total sampah solid material - karena seperempat dari semua kaleng yang di produksi bisa di daur ulang.

Saat ini di seluruh dunia, 9 juta kaleng di daur ulang setiap jamnya. Jika tidak diualng, lama-lama bumi kita akan dipenuhi kaleng. Malah mungin suatu hari nanti kita akan menemukan sebuah pulau atau benua baru bernama Pulau Kaleng atau Benu Kaleng ya.
Nah, karena kaleng bisa didaur-ulang, kita sebaiknya memisahkan sampah kaleng dengan sampah organik.
Hati-hati

Setiap kaleng yang berasal dari penggunaan yang bermacam-macam itu memerlukan perlakuan yang berbeda-beda pula.

Untuk kaleng bekas wadah makanan dan minuman, pertama kali yang harus kita lakukan adalah melepas tutup kaleng tersebut. Kemudian masukkan tutup itu ke dalam kaleng dan gencet kaleng itu dari atas hingga gepeng, untuk menghemat ruang di kotak sampah.

Sedangkan untuk kaleng cat, kita harus membersihkan cat sisanya dengan kertas koran bekas, kemudian biarkan kering sebelum membuangnya ke kotak sampah. Bisa juga kaleng itu digepengkan dulu untuk menghemat ruang.

Untuk kaleng yang mengandung gas aerosol, seperti kaleng obat nyamuk semprot, kaleng parfum dan kaleng semprot lainnya, kita harus hati-hati memperlakukannya. Jangan digencet atau ditusuk-tusuk, biarkan mereka yang biasa melakukan daur ulang untuk melakukannya. Jangan lupa melepas tutup plastik dan nozzlenya untuk dibuang di tempat yang terpisah.

Sedangkan untuk kaleng bekas minyak goreng, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sisa minyak gorengnya. Lepas semua komponen plastik yang melekat pada kaleng itu dan buang di kotak daur ulang khusus plastik. Belah kaleng tersebut untuk menghemat ruang. Dengan melakukan hal-hal seperti yang disebut di atas, Anda akan meringankan beban mereka yang hendak mendaur ulang kaleng-kaleng tersebut. Gampang kan. (ben)