Bel tanda istirahat baru berbunyi beberapa menit lalu. Tapi keributan di kelas enam sudah mulai. Pertengkaran mulut antara Ary dan Arie. Seperti biasa, masalah nama mereka. Meski ditulis berbeda, tapi dibaca sama, yakni Ari.
Saturday, March 15, 2008
CERNAK, 14 Maret 2008
Bel tanda istirahat baru berbunyi beberapa menit lalu. Tapi keributan di kelas enam sudah mulai. Pertengkaran mulut antara Ary dan Arie. Seperti biasa, masalah nama mereka. Meski ditulis berbeda, tapi dibaca sama, yakni Ari.
Friday, March 14, 2008
HORE, 14 Maret 2007
Wisata Sungai di Dunia
Kalian beruntung tinggal di
Nah, mumpung tengah digalakkan Visit Musi 2008, yuk kita kenali tempat wisata sungai lainnya di dunia.
Venesia dan Gondola
Venesia di Italia merupakan satu-satunya
Salah satu cara untuk menikmati Canal Grande adalah dengan menyewa gondola, perahu khas Venesia yang dikayuh oleh seorang pendayung. Duduk di atas sofa empuk gondola memberikan sensasi kemewahan tersendiri, bak raja dan putri dari beberapa abad yang lampau.
Gondola adalah sebuah perahu dayung tradisional
Gondola digerakan oleh seorang pendayung yang disebut gondolier. Berdasarkan hukum
Gondola dibuat tangan dengan mengunakan 8 jenis kayu (fir, oak, cherry, walnut, elm, mahogany, larch and lime)dan terdiri dari 280 potong. Sisi kiri gondola dibuat lebih panjang dibanding sisi kanan ini dibuat untuk menyeimbangkan berat gondolier.
Untuk wisata yang murah kita dapat menaiki bus air (waterbus) merupakan transportasi umum penduduk Venesia. Saat wisata kita bias meihat bangunan rumah bertingkat di Venesia yang cantik, ditambah lagi dengan dinding-dinding dengan warna-warni pastel serta balkon yang menghiasi jendela.
Sungai Naga
Sungai Yangtze dalam bahasa Cina aslinya disebut Chang-jiang, merupakan sungai terpanjang di Cina, bahkan di benua
Sungai ini bersumber dari Gunung Kunlun (
Menurut kepercayaan ribuan tahun yang lalu, menyebutkan ular naga sebagai para penguasa sungai- sungai di daratan mahaluas 9,6 juta kilometer persegi ini. Salah seorang administrator negara masa silam amat terkenal adalah si Penjinak Naga, Li Beng. Ia berhasil menjinakkan luapan air Sungai Minjiang sehingga mencegah banjir besar melalui rancangan teknologi yang ia rancang 2.200 tahun.
Biasanya para turis yang berkunjung ke Sungai Yangtze ini dapat melakukan perjalanan mengelilingi sungai dengan menggunakan kapal boat.
Bebas Sampah di Chao Praya
Tempat wisata Sungai Chao Phraya di Thailand merupakan pertemuan dari empat sungai kecil Ping, Wang, Yom, dan Nan di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara. Panjang Sungai Chao Phraya diperkirakan mencapai 300 kilometer hingga bermuara di Teluk
Sungai Chao Phraya berfungsi mulai dari untuk irigasi, pasar terapung, dan menjadi tulang punggung transportasi penduduk sekitar melalui kanal-kanal yang ada. Sungai ini menjadi sarana transportasi yang sangat vital sejak Kota Bangkok didirikan tahun 1782.
Meski jumlah kanal tidak sebanyak di Venesia, Italia, keberadaan kanal-kanal itu membuat para pendatang, terutama dari Eropa, menyebutnya Venesia dari Timur. Mirip sekali dengan kanal-kanal yang ada di Venesia, kanal-kanal di Bangkok memasuki kampung-kampung di
Beberapa bangunan yang berada di pinggir sungai, seperti Candi Budha seperti Temple of Dawn atau Wat Arun, Wat Mahathat yang merupakan pusat kesarjanaan Budha, dan Wat Kalayanam. Sejarah Thailand bias dilihat di dalam Benteng Vichai Prasit, Sekolah Pertama untuk Perempuan (Rajini School), Kantor Pusat Angkatan Laut Kerajaan Thailand, dan Istana Raja yang berdekatan dengan Candi Emmerald Budha.
Kapal yang disediakan bagi wisatawan mulai dari kapal kecil mirip
Bila ingin mendapatkan kapal yang murah, wisatawan bisa menaiki Kapal Chao Phraya Express yang melayani Wat Ratsingkhon dekat Jembatan Krungthep di Distrik Yannawa dan tugu jam Nonthaburi, utara
Tidak hanya menyusuri sungai besarnya saja, pemandu juga mengajak para wisatawan memasuki kanal-kanal sungai, atau dalam bahasa setempat disebut klong, yang sempit. Di Chao Phraya meski banyak rumah yang berdiri di pinggir sungai, tidak ada kotoran maupun sampah yang mengapung. Semua bersih, tak ada pula WC umum di pinggir sungai. Wisatawan tak sekali pun mencium bau busuk di kanal-kanal sempit.
Saat memasuki kanal itu pemandu menawari wisatawan untuk pergi ke sejumlah tempat, dari mulai tempat pembiakan ikan hingga restoran di pinggir kanal. Di tempat pembiakan ikan, wisatawan ditawari untuk memberi makan ikan.
Nah, bagaimana menurut kalian wisata Sungai Musi? Apakah kalian melihat juga keindahan saat mengarungi sungai Musi? Jangan lupa ceritakan wisata kalian kemanapun kepada teman-teman yang lain ya! (ben)
Thursday, March 06, 2008
HORE, 9 Maret 2008


Teman-teman, tentunya tahu yang namanya kaleng. Ada yang membuat kaleng sebagai atap, ada yang membuatnya menjadi wadah biskuit, susu atau minuman ringan. Ada juga yang kreatif menjadikan kaleng sebagai tempat sampah.
Nah, tahukah kalian bahwa kaleng itu memiliki sejarah panjang yang bikin kita geleng-geleng kepala. Biar asyik, kita baca saja yuk!
Kaleng tipis di temukan tahun 1810 oleh penduduk London bernama Peter Durand. Tahun sebelumnya, seorang pembuat kue dari Perancis, Nicolas Appert, memperkenalkan metode pengemasan makanan dengan cara memasukkan makanan ke dalam botol gelas atau keramik, menutupnya rapat-rapat lalu memanaskannya. Dia tidak dapat menjelaskan kenapa makanan tersebut bisa bertahan lebih lama, tetapi idenya tersebut telah memenangkan uang sebesar 12,000-francs, hadiah dari sayembara cara penyajian makanan yang diadakan Napoleon tahun 1795. Durand mensuplay makanan bagi tentara Napoleon dan membantu mereka terhindar dari kelaparan saat sedang dalam tugas jauh.
Kaleng tipis tidak terlalu populer di gunakan sampai tahun 1846, ketika sebuah teknologi baru mampu meningkatkan hasil produksi kaleng dari 6 buah menjadi 60 buah perjam. Saat itu, pembuka kaleng masih belum di temukan dan pada label produk masih tertulis: "potong di bagian atas menggunakan alat pahat dan palu."
Pembuka Kaleng
Pembuka kaleng baru di temukan tahun 1858 oleh orang Amerika, Ezra Warnet. Ada juga klaim yang menyatakan bahwa orang Inggris yang bernama Robert Yeates telah menemukan alat tersebut pada tahun 1855. Tetapi alat pembuka kaleng tidak langsung menjadi populer sampai sepuluh tahun kemudian ketika pembuka kaleng di berikan secara gratis saat membeli daging kalengan.
Pembuka kaleng dengan roda di temukan tahun 1925. Bir kaleng di luncurkan tahun 1935. Alat bukaan kalengnya yang lebih praktis dan mudah di gunakan di temukan oleh Ermal Cleon Fraze tahun 1959.
Sejak tahun, hampir 64 juta ton kaleng aluminum (atau hampir 300 juta kaleng) telah di produksi. Jumlah tersebut jika di jajar dan rentangkan di bulan, akan mampu menutupinya ratusan kali. Tetapi, jumlah sampah kaleng hanya 1% dari total sampah solid material - karena seperempat dari semua kaleng yang di produksi bisa di daur ulang.
Saat ini di seluruh dunia, 9 juta kaleng di daur ulang setiap jamnya. Jika tidak diualng, lama-lama bumi kita akan dipenuhi kaleng. Malah mungin suatu hari nanti kita akan menemukan sebuah pulau atau benua baru bernama Pulau Kaleng atau Benu Kaleng ya.
Nah, karena kaleng bisa didaur-ulang, kita sebaiknya memisahkan sampah kaleng dengan sampah organik.
Hati-hati
Setiap kaleng yang berasal dari penggunaan yang bermacam-macam itu memerlukan perlakuan yang berbeda-beda pula.
Untuk kaleng bekas wadah makanan dan minuman, pertama kali yang harus kita lakukan adalah melepas tutup kaleng tersebut. Kemudian masukkan tutup itu ke dalam kaleng dan gencet kaleng itu dari atas hingga gepeng, untuk menghemat ruang di kotak sampah.
Sedangkan untuk kaleng cat, kita harus membersihkan cat sisanya dengan kertas koran bekas, kemudian biarkan kering sebelum membuangnya ke kotak sampah. Bisa juga kaleng itu digepengkan dulu untuk menghemat ruang.
Untuk kaleng yang mengandung gas aerosol, seperti kaleng obat nyamuk semprot, kaleng parfum dan kaleng semprot lainnya, kita harus hati-hati memperlakukannya. Jangan digencet atau ditusuk-tusuk, biarkan mereka yang biasa melakukan daur ulang untuk melakukannya. Jangan lupa melepas tutup plastik dan nozzlenya untuk dibuang di tempat yang terpisah.
Sedangkan untuk kaleng bekas minyak goreng, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sisa minyak gorengnya. Lepas semua komponen plastik yang melekat pada kaleng itu dan buang di kotak daur ulang khusus plastik. Belah kaleng tersebut untuk menghemat ruang. Dengan melakukan hal-hal seperti yang disebut di atas, Anda akan meringankan beban mereka yang hendak mendaur ulang kaleng-kaleng tersebut. Gampang kan. (ben)

