Friday, January 11, 2013

ARENA KKPK, 13 Januari 2013


 
Penggemar Warna Merah Muda


Judul: Pinkieholic
Penulis: Laras
124 halaman



Teman-teman di sekolah, terutama putrinya, kebanyakan suka sekali dengan warna pink alias merah muda. Demikian juga dengan Nadira dalam cerita Pinkieholic. Benar-benar penggemar berat warna pink.

Dinding, tempat tidur, bed cover, bantal, guling, boneka… aduh, ini kamar siapa, sih? Kok, semuanya serba pink? Hm… pastu, kamar Nadira si Pinkieholic. Dia, kan, penggemar berat warna pink. Sampai-sampai mau ikutan lomba menggambar dan mewarnai hanya dengan warna pink! Wah…
Ada juga kisah Alylla yang hobi melompat-lompat diatas trampoline sampai ‘nyasar’ ke awan, lho! Bahkan, masih banyak kisah-kisah seru lainnya. Hanya di kumcer keren ini!
Kalau aku sih kurang suka warna pink. Tapi cerita ini tetap menarik dibaca walau oleh bukan penggemar warna pink.

Geus Rama Syarif, SD Az Zahra, Palembang

HORE, 13 Januari 2013


Kipas Angin, Sahabat Kita

Di saat cuaca panas, biasanya kita mencari sesuatu yang bisa menejukan. Salah satunya adalah kipas angin. Nah, kalian mau tahu lebih lengkap cerita kipas angin? Yuk, kita baca.

Kipas angin dipergunakan untuk menghasilkan angin. Fungsi yang umum adalah untuk pendingin udara, penyegar udara, ventilasi (exhaust fan), pengering (umumnya memakai komponen penghasil panas). Kipas angin juga ditemukan di mesin penyedot debu dan berbagai ornamen untuk dekorasi ruangan.

Kipas angin secara umum dibedakan atas kipas angin tradisional antara lain kipas angin tangan dan kipas angin listrik yang digerakkan menggunakan tenaga listrik.


Perkembangan kipas angin semakin bervariasi baik dari segi ukuran, penempatan posisi, serta fungsi. Ukuran kipas angin mulai kipas angin mini (Kipas angin listrik yang dipegang tangan menggunakan energi baterai), kipas angin Kipas angin digunakan juga di dalam Unit CPU komputer seperti kipas angin untuk mendinginkan processor, kartu grafis, power supply dan Cassing. Kipas angin tersebut berfungsi untuk menjaga suhu udara agar tidak melewati batas suhu yang di tetapkan. Kipas angin juga dipasang pada alas atau tatakan Laptop untuk menghantarkan udara dan membantu kipas laptop dalam mendinginkan suhu laptop tersebut.

Kipas angin dapat dikontrol kecepatan hembusan dengan 3 cara yaitu menggunakan pemutar, tali penarik serta remote control. Perputaran baling-baling kipas angin dibagi dua yaitu centrifugal (Angin mengalir searah dengan poros kipas) dan Axial (Angin mengalir secara pararel dengan poros kipas)

Upacara Keagamaan

Kipas Angin telah ditemukan beribu tahun silam dan telah digunakan oleh beberapa negara didunia seperti bangsa Mesir, Yunani, Roma, dan China. Pada masa itu kipas angin memiliki berbagai macam dan fungsi. Kipas Angin pertama ditemukan sekitar 4000 tahun silam pada sebuah makam raja di Mesir yaitu Raja Tutankhamen yang digali pada tahun 1922.

Fungsi dari kipas angin yang ditemukan di Mesir pada masa itu sebagai alat upacara keagamaan, sehingga sebuah kipas angin merupakan benda yang sakral. Kipas angin juga merupakan lambang kekuatan raja. Ada dua buah kipas angin yang ditemukan di makan raja. Salah satu kipas angin tersebut gagangnya dilapisi oleh emas dan terbuat dari bulu burung unta, sedangkan yang satu lagi dilapisi eboni dengan emas dan batu-batu berharga.

Perkembangan kipas angin juga terdapat di Eropa. Negara pertama di Eropa yang memproduksi kipan angin adalah Italia. Italia memproduksi kipas angin pada tahun 1500. Pada masa itu kipas angin merupakan sebuah komoditi perdagangan yang eksotik dan sangat stylish. Kipas angin sendiri dipandang sebagai simbol kemakmuran dan kelas sosila seseorang.

Perkembangan kipas angin sebagai komoditas fashion sangat populer pada abad ke-16 sampai abad ke-18. Terjadi pergeseran fungsi kipas angin pada awal abad ke 20. Pada masa itu kipas angin sudah tidak lagi sebagai sebuah aksesoris fashion namun menjadi alat periklanan. Sedangkan di spanyol sendiri, kipas angin menjadi alat untuk mendinginkan udara karena di Spanyol memiliki iklim yang panas.


Kipas angin listrik pertama ditemukan oleh Schuyler Skaats Wheeler pada tahun 1882. Wheeler pertama kali memperkenalkan kipas angin listrik dengan dua buah baling-baling, tanpa ada pelindung apapun dan digerakkan dengan tenaga motor listrik. Perkembangan kipas angin listrik lebih lanjut di kembangkan oleh Philip H. Diehl yang dipantenkan pada tahun 1887. Diehl memperkenalkan kipas angin yang menempel di langit-langit rumah.

Diehl terus mengembangkan temuannya. Pada tahun 1904 Diehl menambahkan sendi split-ball pada kipas angin listriknya. Tiga tahun kemudian, ide ini menjadi dasar pemnemuan kipas angin yang dapat bergerak ke sana-kemari. sedangkan pada tahun 1902 Willis Carrier menemukan air conditioning (AC)

Tanpa Baling-baling
Pada tanggal 18 Oktober 2009, James Dyson merilis sebuah produk baru yang disebut Dyson Air Multiplier. Dirancang untuk menggantikan kipas kecil diatas meja atau kipas besar, Air Multipiler dimaksudkan untuk memberikan aliran udara lebih halus dan bekerja dengan cara yang lebih aman dibandingkan produk sejenis. Ide untuk Air Multipliers berasal dari penemuan Dyson sebelumnya, pengering tangan Airblade.


Dinamika fluida dari seorang insinyur yang bekerja pada bagian desain menyadari bahwa sejumlah besar udara dipertahankan dalam pengering, dan memutuskan untuk memanfaatkan untuk tujuan lain. Kipas ini bekerja dengan udara dalam melalui inlet di pilar dasar sebelum ditekan keluar melalui outlet di ring atas.

Jet udara dikirimkan melalui bentuk aerofoil cincin, menciptakan tekanan rendah lokal, sehingga menarik udara dari belakangnya karena berkurang kecepatannya dalam proses yang dikenal sebagai pancingan, properti efek Coanda. Setelah keluar hal tersebut memaksa udara di depan dan samping ikut terdorong kedepan. Dengan proses ini, sebuah impeller sikat kecil di basis fan daya dapat sebuah lubang udara yang jauh lebih besar tanpa menggunakan bilah kipas yang kencang. Pembuat dorongan udara di bagian bawah tidak benar-benar memiliki bilah, melainkan baling-baling.

Cernak, 13 Januari 2013

Sahabat yang Pelupa
Nenek Tomboi mengajak Fira mengunjungi seorang sahabatnya. Sebelum berangkat, Nenek Tomboi memberi satu pesan penting kepada Fira.
 
“Namanya Manisha. Tapi, dia paling tidak suka dipanggil Nenek, jadi kamu bisa memanggilnya Tante Manis,” ucap Nenek Tomboi.
 
Fira mengangguk. Lalu, dengan mobil centil yang dipinjam dari papa, mereka berangkat menuju kediaman Tante Manis. Sahabat Nenek Tomboi itu tinggal di sebuah apartemen seorang diri.
 
“Sebenarnya, Tante Manis punya dua anak yang sudah berkeluarga. Tapi, mereka tinggal di luar Jawa, sementara Tante Manis tak mau meninggalkan Jakarta. Jadi, Tante Manis memilih tinggal di apartemen,” urai Nenek Tomboi di perjalanan.
 
Fira hanya manggut-manggut. Dia sudah tak sabar ingin melihat tempat tinggal Tante Manis. Selama ini, Fira belum pernah melihat langsung isi apartemen. Paling-paling hanya bentuk bangunannya dari luar. Kata mama, tinggal di apartemen itu enak. Tapi, papa bilang, enak tinggal di rumah biasa yang punya halaman sehingga bisa menanam pepohonan. Lagi pula, kamar apartemen sempit untuk ditinggali lebih dari tiga orang.
 
“Kalau untuk ditempati sendirian mungkin enak. Tapi, kita kan tak selamanya hidup sendirian. Bagaimana kalau ada saudara dari luar kota yang ingin menginap?” tambah papa.
 
Hmmm … benar juga ya, kata papa, pikir Fira. Kadang, di rumah yang besar saja, kalau sedang kedatangan rombongan saudara dari luar kota sudah penuh sesak. Apalagi di apartemen!
 
Mobil yang dikendarai Nenek Tomboi masuk ke pelataran sebuah kompleks apartemen. Mereka melewati pos pemeriksaan terlebih dahulu. Dua orang memeriksa bagasi sampai kolong mobil. Seorang berseragam kemudian menanyai maksud kedatangan mereka. Setelah Nenek Tomboi menjelaskan, petugas itu langsung memberi petunjuk tempat parkir.
 
Di kompleks itu ada dua gedung tinggi berlantai sepuluh. Dari tempat parkir, Fira melihat lapangan tenis dan kolam renang. Nenek Tomboi kemudian mengajak Fira ke salah satu gedung. Lagi-lagi, seorang petugas apartemen di dalam menanyai Nenek Tomboi.
 
“Maaf, apa sudah ada janji berkunjung?” tanya petugas itu sambil terseyum.
 
“Sudah,” jawab Nenek Tomboi singkat.
 
Kemudian, petugas itu meminta Nenek Tomboi mengisi buku tamu. Fira menarik napas. Repot juga mau berkunjung ke apartemen.
 
“Tidak apa-apa. Ini demi keamanan,” bisik Nenek Tomboi seolah mengerti kejengkelan Fira. 
 
Fira kemudian diajak Nenek Tomboi naik lift menuju lantai sembilan. Ke luar dari pintu lift, Fira masih harus menyusuri lorong apartemen itu. Sampai akhirnya, di sebuah ruang yang pintunya sedikit terbuka.
 
“Assalamu `alaikum!” Nenek Tomboi mengucapkan salam sambil membuka pintu itu.
 
Fira mengikuti Nenek Tomboi masuk. Seperti Nenek Tomboi, Fira juga terkejut ketika melihat isi ruangan tamu yang berantakan. Lebih berantakan dari kamar Bang Fadil. Pintu yang terbuka dan ruangan tamu yang berantakan! Jangan-jangan … mungkinkah ada pencuri masuk?
 
“Ssst …!” Nenek Tomboi memberi kode kepada Fira agar tak menimbulkan suara. Nenek Tomboi memasang posisi sigap. Ya, Nenek Tomboi juga mencurigai ada yang tak beres di ruangan itu?
 
Bagaimana mungkin ada pencuri di tempat yang penjagaan keamanannya sangat ketat begini? pikir Fira.
Tiba-tiba, terdegar suara yang mengejutkan mereka dari satu-satunya kamar.
 
“Mmmbbbppp … aduhh …!”
 
BRUK!
 
Nenek Tomboi segera menerobos masuk kamar. Fira sudah membayangkan Tante Manis yang tengah disumpal mulutnya dan diikat tangannya oleh pencuri yang masuk. Tapi, begitu masuk ke kamar itu, Fira malah menemukan Tante Manis sedang tengkurap di lantai berkarpet. Di dekat muka Tante Manis, ada potongan donat yang terlempar dari mulut. Yang mengherankan, kamar itu pun berantakan!
 
“Aduh, maaf! Sudah datang rupanya?!” kata Tante Manis sambil berdiri. Tubuh Tante Manis lebih gendut ketimbang Nenek Tomboi. Bisa ditebak, pasti Tante Manis doyan makan.
 
Nenek Tomboi memeluk hangat Tante Manis. Kemudian, giliran Fira menyalami Tante Manis.
 
“Penyakit lupanya makin parah, ya? Itu pintu, kok, dibiarkan terbuka?” tegur Nenek Tomboi.
 
“Astagfirullah! Iya, tadi ada tukang cuci yang mengambil pakaian kotor. Karena aku sedang buru-buru, pintunya lupa kututup rapat. Duduklah. Aku buatkan ….”
 
“Enggak usah repot-repot. Sekarang, jelaskan dulu kenapa ruang di sini semuanya berantakan?” cegah Nenek Tomboi.
 
“Oh … ini karena kamu mau datang.”
 
Lho, mau kedatangan tamu kok, malah berantakan? Fira bertanya heran dalam hati.
 
“Masih ingat enggak, dulu kamu pernah memberi hadiah jam beker ayam?” lanjut Tante Manis.
 
“Hmmm … ya! Itu sudah lama sekali. Tiga puluh tahun lalu!”
 
“Nah, biar begitu aku masih menyimpan. Aku tuh, ingin menunjukkan padamu lagi jam beker itu. Jadi, kamu senang karena sahabatmu itu tetap merawat setiap benda yang kamu berikan,” kata Tante Manis.
 
“Lalu, apa hubungannya dengan ruangan yang berantakan ini?”
 
“Aku bingung mencari jam beker itu. Aku masih ingat tiga hari lalu masih memainkannya, tapi lupa menyimpannya,” jelas Tante Manis.
 
“Oooh …,” Fira dan Nenek Tomboi memonyongkan mulutnya kompak.
 
“Mumpung sekarang ada mantan polwan, aku bisa minta bantuan sekalian mencarikan jam beker itu,” ujar Tante Manis.
 
Nenek Tomboi tersenyum. “Langkah pertama, kamu harus mengingat benar saat-saat terakhir dengan jam beker itu. Biar jelas, jam itu hilang atau dicuri .…”
 
“Justru itu! Aku lupa!” Tante Manis menggaruk-garuk kepalanya yang ditumbuhi rambut putih.
 
“Aku sudah bilang, seharusnya kamu membuat catatan biar enggak lupa. Ya, sudah, sekarang kita cari ulang dari kamar!” putus Nenek Tomboi.
 
Mereka pun masuk ke kamar. Sementara itu, Fira mengitari ruang tamu yang menyatu dengan dapur. Dia ikut mencari kalau-kalau ada tempat yang terlewat. Sampai akhirnya, Fira melihat bagian tembok yang ditempeli telepon. Tembok itu penuh coretan. Mungkin, karena buku catatannya habis, Tante Manis suka mencatat hal-hal penting di tembok saat menelepon.
 
Fira terpaku ketika membaca tulisan tangan di tembok itu.
Pak Joko, Jam Beker, 13.00!
Wah, ini pasti ada hubungannya! pikir Fira. Dia buru-buru menyusul ke kamar. “Aku tahu di mana jam beker itu sekarang!” teriak Fira kemudian.
 
“O, iya? Di mana ketemunya?” tanya Nenek Tomboi.
 
“Di tembok.”
 
“Di tembok? Kok, bisa?”
 
“Aha!” teriak Tante Manis kemudian. “Tembok telepon, kan?”
 
Mereka kemudian pindah ke tembok telepon. Fira menunjuk catatan di tembok. Menurut Nenek Tomboi, itu namanya petunjuk.
 
“Ya, sekarang aku ingat. Tiga hari lalu, ketika aku melihat-lihat jam beker itu, tahu-tahu bagian jarum detiknya lepas. Aku lantas menelepon Pak Joko, tukang servis jam, datang kemari. Kemudian, Pak Joko memeriksa jam itu. Katanya, ia harus membawa pulang untuk membetulkannya. Lalu, aku menelepon kemarin, katanya Pak joko akan mengantar jam, beker itu hari ini, pukul satu siang! Ya, aku lupa hal itu  ….”
Nenek Tomboi mendengus. cuma gara-gara pelupa, seluruh ruangan bisa jadi berantakan!
 
“Kalau pukul satu siang, berarti semenit lagi, dong!” seru Fira.
 
Benar saja. Tahu-tahu terdengar bunyi bel berbunyi. Ketika Tante Manis membuka pintu, ternyata yang datang Pak Joko sambil membawa jam beker yang sudah diperbaiki.
 
“Waduh, kok berantakan begini, ya?” Pak Joko juga heran melihat ruangan yang acak-acakan.
 
Akhirnya, acara hari itu adalah merapikan ruangan apartemen yang ditempati Tante Manis. Baru kemudian mereka pesta makan pizza. Hmmm …, kalau urusan makanan sih, Tante Manis enggak akan pernah lupa!

Friday, January 04, 2013

HORE, 6 Januari 2013


Menjelajah Gua

Sebuah gua adalah sebuah lubang alami di tanah yang cukup besar dan dalam. Beberapa ilmuwan menjelaskan bahwa dia harus cukup besar sehingga beberapa bagian di dalamnya tidak menerima cahaya matahari; namun dalam penggunaan umumnya pengertiannya cukup luas, termasuk perlindungan batu, gua laut.

Kata "gua" berasal dari bahasa Sanskerta guha

Karena gua baru terus dijelajahi, oleh karena itu rekor ukuran gua terus diperbaharui.
Sistem gua terbesar (dalam jarak) adalah Gua Mammoth (Kentucky, Amerika Serikat) dengan panjang 579 km. Rekor ini sepertinya tidak akan dilewati dalam waktu dekat karena gua terpanjang kedua yang diketahui berada di Pechera Optymistychna di Ukraina dengan panjang 214 km.

Pada tahun 2005, gua terdalam yang diketahui (diukur dari tempat masuk sampai titik terendahnya) adalah Gua Voronya (Abkhazia, Georgia, dengan kedalaman 2.080 m. Ini merupakan gua pertama yang pernah dijelajahi sampai kedalaman lebih dari 2 km. Gua pertama dengan kedalaman lebih dari 1 km yang pernah dijelajahi adalah Gouffre Berger yang terkenal di Perancis. Gouffre Mirolda - Lucien Bouclier gua di Perancis dan Lamprechtsofen Vogelschacht di Austria merupakan gua ke-dua dan ke-tiga terdalam dengan kedalaman 1733 m dan 1632 m, berurutan. Rekor ini telah berganti beberapa kali dalam tahun-tahun terakhir.

Rekor kedalaman gua menjorok ke bawah dipegang oleh gua Vrtoglavica di Slovenia dengan 603m, diikuti oleh gua Velebit di gunung Velebit di Kroasia dengan kedalaman 553m.
Gua terbesar yang pernah ditemui adalah Sarawak Chamber, di Taman Nasional Gunung Mulu (Sarawak, Borneo, Malaysia), dengan luas 600 m x 400 m dan ketinggian 80 m.

Gua Hotel




Turkey Garimasu Cave Hotel merupakan salah satu hotel terunik di Turki. Hotel ini menawarkan kenyamanan dan kehidupan modern di dalam arsitektur klasik. Hotel ini dibangun di dalam pahatan gua batu vulkanik. Di dalam gua itulah terdapat kamar suite hotel dan kamar mandi hotel mewah. Karena bangunannya yang terbuat dari batu, suhu di dalam ruangan menjadi relatif stabil antara 17–20 derajat Celcius. Interior hotel ini dingin di musim panas dan hangat di musim dingin.

Interior hotel klasik ini benar-benar mengagumkan. Akomodasi dan fasilitas yang ditawarkan pun termasuk mewah. Tempat tidurnya dinaungi pahatan batu asli, demikian pula dinding kamar mandi dan atapnya. Namun Anda tidak perlu takut tertimpa, karena pondasi bangunan ini sudah tahan uji. Namun tidak hanya konstruksinya yang akan membuat Anda berdecak kagum. Interiornya pun dirancang sangat khas Turki, dengan karpet-karpet lebar bermotif khas Persia, furnitur kayu yang eksotik, dan sistem pencahayaan ruang yang dramatis.

Gua Hira

Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum beriman kepada Allah.
Gua Hira terletak di negara Arab Saudi. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat.


CERNAK, 6 Januari 2012


Dua Calon Prajurit



Velip berbadan kurus. Tapi, sejak kecil ia bercita-cita menjadi prajurit istana. Maka, ketika istana mengumumkan pendaftaran prajurit baru, Velip langsung bergegas ikut mendaftar.
Aula tempat pendaftaran sangat padat oleh para pendaftar. Mereka antre dengan tertib. Sebelum Velip mendapat giliran, seorang berperut gendut maju ke meja petugas pendaftaran.
“Siapa namamu?” tanya petugas.
“Motu,” jawab si Gendut.
“Sebaiknya, kamu pulang saja. Kami tidak butuh prajurit gendut sepertimu. Tak ada kuda yang kuat kamu tunggangi,” celetuk petugas yang lain.
Seisi ruangan tertawa.
Motu tertenduk lesu.
“Sebaiknya, kamu melamar beberapa bulan lagi sebagai juru masak,” kata si Petugas.
Motu berjalan meninggalkan aula. Kini, giliran Velip yang dipanggil ke depan petugas pendaftaran. Lagi-lagi mata petugas pendaftaran memandang dengan muka sinis.
“Siapa namamu?” tanya petugas pendaftaran.
“Velip.”
“Pulang saja sekarang. Kamu terlalu kurus untuk jadi prajurit. Bahkan, lebih kurus dari tombak kami,” celetuk petugas lainnya.
Seisi ruangan lagi-lagi tertawa.
Velip pulang dengan hati terluka. Ia berjalan lesu meninggalkan aula istana.
Di tengah perjalanan, Velip bertemu dengan Motu yang tengah terduduk di atas sebongkah batu. Wajahnya sangat lesu.
“Hai Motu, aku Velip. Aku juga gagal di pendaftaran tadi,” kata Velip sambil mendekat.
“Aku sedih karena gagal. Aku tidak berani pulang ke rumah. Orangtuaku sangat berharap aku bisa jadi seorang prajurit. Salahku juga tak mau olahraga, jadi badanku gemuk begini,” ucap Motu.
“Aku juga. Sejak beberapa hari kemarin, aku sudah sesumbar di desaku akan jadi seorang prajurit. Mereka malah menertawakanku. Makanya, aku juga tidak berani pulang,” sahut Velip.
“Kalau begitu, kita bersama-sama bertualang dulu saja. Kamu mau bersahabat denganku?” tanya Motu.
“Ya, tentu.”
Mereka pun memutuskan untuk bertualang. Suatu hari, di tengah perjalanan mereka dikejutkan seorang wanita setengah baya yang berteriak panik.
“Tolong … tolong! Cucuku …!”
“Ada apa, Nek?” tanya Motu dan Velip bersamaan.
“Cucuku masuk ke ceruk goa yang dalam. Aduh …. Tolong dia!” jawab perempuan setengah baya itu.
Motu dan Velip segera bertindak. Mereka mencari tempat ceruk goa tersebut. Ternyata, lobang goa tersebut sangat sempit. Lorongnya curam, hampir seperti lobang sumur.
“Tapi, badanku bisa masuk,” kata  Velip.
Motu segera mencari akar pepohonan dan dijalinnya menjadi tali. Ujung tali kemudian dililitkan ke tubuh Velip. Pelan-pelan, Velip masuk melalui celah gua. Ketika mencapai dasar, Velip menemukan tubuh seorang anak kecil yang tergolek pingsan.
Dengan cekatan, Velip mengikat tubuh anak itu. “Motu, tarik!” teriak Velip kemudian.
Sekuat tenaga, Motu menarik tubuh anak itu. Akhirnya, tubuh anak itu bisa melalui celah gua. Kemudian, Velip menyusul keluar dari dalam gua.
“Oh, cucuku. Akhirnya, kamu selamat,” kata perempuan itu sambil menggendong tubuh si anak kecil.
Dia lantas mendekati Motu dan Velip. “Mari ke tempat tinggalku dulu. Mungkin aku masih perlu bantuanmu,” kata perempuan tua itu.
Velip dan Motu mengangguk setuju. Motu segera menggendong tubuh anak kecil itu sampai ke sebuah pondokan kayu yang sederhana.
“Siapa nama kalian? Orang-orang memanggilku Mak Acin,” kata perempuan tua itu.
“Aku Motu.”
“Dan aku Velip.”
Sambil membuat ramuan obat-obatan untuk cucunya, Mak Acin lantas bercerita awal kejadian hingga cucunya yang bernama Lolum terperosok. Menurutnya, saat itu ia bersama Lolum tengah mencari akar-akaran. Sebagai tabib, Mak Acin memang harus menyiapkan aneka bahan untuk obat-obatan. Rupanya, Lolum tak sadar saat asyik mencari akar lumut sampai terperosok ke dalam ceruk itu.
Mak Acin lantas membasuh ramuan obat yang dibuatnya ke kening dan leher Lolum. Tak lama kemudian, Lolum sadar.
“Kalian sebenarnya mau ke mana?” tanya Mak Acin yang merasa asing dengan Velip dan Motu.
Secara bergantian, Velip dan Motu menceritakan pengalaman mereka yang ditolak menjadi prajurit. Di ujung cerita, Mak Acin tersenyum.
“Tahun depan, istana pasti akan membuka pendaftaran baru. Sebaiknya, selama setahun ini kalian tinggal bersamaku. Karena kalian sudah menolongku, aku akan membantu kalian menjadi calon prajurit yang hebat,” janji Mak Acin.
Velip dan Motu tanpa ragu-ragu langsung mengangguk.
Ya, sejak itu mereka tinggal bersama Mak Acin dan Lolum. Mak Acin melatih mereka menjadi calon prajurit yang berbadan tegap dan sehat. Caranya tidak sulit. Mereka disiplin makan dan berolahraga. Olahraga mereka adalah mengangkat air dari sungai, membelah kayu bakar, atau membangun kembali pondokan Mak Acin.
Setahun kemudian, istana kembali membuka pendaftaran prajurit. Mak Acin segera meminta Velip dan Motu meninggalkan pondoknya.
“Tubuh kalian sudah tidak seperti dulu lagi. Kalian sama-sama berbadan tegap sekarang. Aku doakan kalian diterima menjadi prajurit istana,” kata Mak Acin saat melepas Velip dan Motu.
“Kami mengucapkan terima kasih pada Mak Acin,” kata Velip dan Motu.
“Jangan lupa padaku. Karena aku juga ikut membantu kalian,” sela Lolum sambil mengusap air matanya.
“Tentu saja,” jawab Velip dan Motu serempak.
Mereka pergi ke aula istana. Rupanya, petugas pendaftaran sama sekali tak mengenali mereka lagi.
“Velip? Rasanya, aku pernah mendengar nama itu. Tapi, kurasa bukan kamu. Tubuhmu tegap, sangat cocok jadi prajurit. Kamu kami terima,” kata petugas pendaftaran.
Hal yang sama juga dikatakan petugas pendaftaran ketika Motu mendapat giliran. Petugas itu sama sekali tak ingat pernah mencela Motu dan Velip setahun lalu.
Beberapa tahun kemudian, Velip dan Motu menjadi prajurit istana yang tangguh. Bahkan, pangkat mereka naik dengan cepat menjadi komandan pasukan. Orangtua mereka tentu saja bangga.
“Orang yang paling berjasa bagi kami adalah Mak Acin dan Lolum,” begitu selalu Velip dan Motu mengatakan pada setiap orang.

******

ARENA KKPK, 6 JANJUARI 2012




Kue istimewa

Judul: My Cookies
Penulis: Jessica
124 halaman

Fefei paling tidak suka makan cookies! Kenapa, sih? Cookies, kan, rasanya enak banget. Ternyata setiap melihat cookies, Fefei selalu teringat kepada Kak Genna. Semua kenangan tentang Kak Genna membuat Fefei sedih.  Siapa sesungguhnya Kak Genna? Di mana Kak Genna sekarang? Simak ceritanya dalam  cerpen “ I Love You, Kak Genna”. Ceritanya sangat mengharukan, lho! Oh, iya, masih banyak cerita lain yang bisa kamu nikmati. Semuanya asyik dan bikin penasaran. Ayo, jangan sampai ketinggalan!
Aku suka buku ini karena bercerita tentang makanan. Eh, bukan juga sih. Tapi ceritanya menarik. Juga ada banyak cerita karena KKPK ini berisi kumpulan cerpen. Bacanya bisa dipilih dulu dari judul yang menarik dan juga ilustrasinya.

Geus Rama Syarif, SD Az Zahra, Palembang