Friday, February 05, 2010

cernak 7 Februari 2010


Misteri Kereta Hantu


Liburan kali ini aku berkunjung ke rumah sepupuku, Andri. Tempatnya di sebuah kota kecil bernama Stasiun Lama. Mengapa disebut demikian? Karena memang di sana ada stasiun kereta api yang berdiri sejak jaman Belanda.


Saat aku pertama tiba di kota sepupuku itu, yang pertama ingin kulihat adalah stasiun itu. Wah, ternyata hanya stasiun kereta api kecil yang sudah lama tak terawatt. Maklum stasiun keretanya sudah tidak dipakai.


“Bahkan sudah puluhan tahun rel kereta apinya tidak dipakai,” jelas Andri.


Stasiun kereta api tidak dipakai karena ada jalur lintasan kereta api baru yang lebih ramai, sehingga didirikan pula stasiun baru. Jarakanya sepuluh kilometer dari stasiun lama.


Saat tiba di rumah Andri, aku juga baru tahu bahwa jalur kereta api yang lama tak begitu jauh letaknya. Hanya terseling oleh hamparan ladang tebu.


“Meskipun lintasan itu tidak dipakai, belakangan ini masyrakat resah oleh adanya kereta api hantu yang melintas di malam hari,” kata Andri.


“Maksudmu?” Tanya heran.


“Iya, Peter. Harusnya kan rel kereta api itu tidak dipakai lagi. Tapi kalau malam kami kadang mendengar suara kereta api lalu melihatnya melintas, lalu menghilang,” kata Andri.


Kok kedengarannya aneh ya?


Malamnya aku berusaha tidur tak nyanyak agar bias membuktikan kereta api hantu itu. Tapi sampai fajar aku tak mendengar suara apapun di luar selain bunyi katak dan serangga.


Keesokan harinya aku minta diantar melihat jalur kereta api. Ketika kuamati ternyata jalur itu belum rusak. Masih bias dilewati kereta.


“Lihat, ini ada ranting patah yang terlindas kereta mungkin dua malam lalu,” kata Andri.


Aku memeriksanya. Iya betul.


“Bagaimana kalau kita susuri rel kereta ini?” ajakku.


“Ujung rel kereta ini buntu sampai di ujung sebuah gudang tua. Ayo kuantar melihatnya,” kata Andri.

Kami pun berjalan. Lumayan jauh. Tapi tak terasa karena aku suka dengan pemandangan di sisi rel kereta. Ladang tebu dan juga palawija. Baulah menjelang gudang tua kami harus melewati semak belukar.


“Naaah!”


Aku terkejut karena tiba-tiba di depan kami muncul orang berpakaian compang-camping dan bertingkah aneh.


“Lariii!” ajak Andri.


Aku ikut lari tak ketika tahu orang itu tidak mengejar aku berhenti. “Kenapa?”


“Dia orang gila. Namanya Pak Saimun.”


Aku memerhatikan orang itu. Dia memang seperti orang gila. Tapi aku yakin dia tidak gila. Aku pun berbalik mendekati orang itu.


“Hallo, Pak Saimun. Selamat pagi. Apa kabar?” sapaku.


Pak Saimun tersenyum. “Kenapa kamu tidak takut seperti anak-anak lainnya?” Tanya Pak Saimun.


“Karena Pak Saimun orang baik.”


Andri menghampiriku. Dia mulai berani mendekati Pak Saimun.


Akhirnya kami ngobrol. Pak Saimun ternyata bukan orang gila seperti yang dituduh penduduk desa. Dia hanya tidak pernah memerhatikan penampilannya. Sebenarnya dia dulunya seorang insinyur, tapi suatu hari ia dan keluarganya kecelakaan di lintasan kereta api. Semua keluarganya meninggal. Hanya Pak saium yang selamat. Pak Saimun jadi stress. Untunglah tak lama.


“Setelah itu saya banyak membuat penelitian. Saya sedang membuat kereta api yang aman buat pengendara mobil juga,” kata Pak Saimun.


Andri pasti tidak percaya. Dipikirnya pasti Pak Saimun menghayal. Tapi aku percaya.


“Tempat percobaan Pak Saimun di mana?” tanyaku.


“Di gudang tua itu. Ayo ikut bapak,” ajak Pak Saimun.


Kami pun mengikuti Pak Saimun. Ketika masuk gudang, aku takjub melihat sebuah lokomotif yang sepertinya masih bias dijalankan.


“Kadang kalau malam, bapak melakukan test dengan lokomotif ini untuk percobaan. Soalnya kalau malam banyak yang jalan-jalan di rel kereta lama itu,” jelas Pak Saimun.


Ooooh, sekarang sudah jelas. Jadi kereta api hantu itu tidak ada. Yang ada adalah lokomotif percobaab Pak Saimun. Andri juga tersenyum, baru menyadari perkiraannya keliru.


Akhirnya aku banyak bertanya pada Pak Saimun tentang kereta api. Pengetahun Pak Saimun sangat luas. Pantas saja kalau dia sibuk meneliti.


Setelah lama berbincang aku dan Andri pulang. Sekarang kami tidak perlu takut dan penasaran dengan kereta api hantu lagi. Itu bukan hantu kok!


^_^

No comments: