Friday, December 07, 2012

ARENA KKPK, 9 Desember 2012

Geng Persahabatan


Judul: Sweety Geng
Penulis: Siva

124 halaman


Punya geng dan seru-seruan, asyik bangeet! Tapi ini bukan tentang geng mototr yang bikin masalah. Bukan juga geng pembuat keributan yang tidak disukai. Ini geng yang yang disukai banyak orang. Yang elas, setelah membaca buku ini, bisa jadi kalian bakal pengen bikin geng juga deh.

KKPK kali ini bercerita banyak tentang geng persahabatan. Mulai dari ikut Lomba ini-itu, hidup mandiri di asrama, sampai bertualang ke Dunia Kembar. Wuih… di sana mereka menemukan kembarannya masing-masing, lho. Aduh, jadi bingung, deh!

Tapi, persahabatan tak melulu penuh kesenangan. Carlayse Cs. Juga harus menerima kenyataan pahit, kehilangan salah satu sahabat mereka yang ternyata sakit ginjal. Dari senang, seru, lucu, kisah ini berakhir haru dan syahdu. Ihiks.

Aku sarankan kalian membaca sendiri cerita KKPK yang keren ini. Tapi jangan pas besoknya mau ulangan ya.

Geus Rama Syarif, SD Az Zahra, Palembang

HORE, 9 Dessmber 2012

Jas Hujan, sahabat Kita


Di kala hujan, ada beberapa benda yang menjadi sahabat kita. Selain payung ada juga yang namanya jas hujan. Biasanya orang memilih jas hujan karena tidak mau repot membawa payung. ANak lelaki apalagi, paling malas membawa payung.

Jas hujan adalah mantel tahan air yang dipakai untuk melindungi tubuh dari hujan. Kalau jaket hujan adalah jas yang dibuat dengan model panjang sampai pinggang. Sebuah jaket hujan biasanya dikombinasikan dengan sepasang celana hujan.

Jas hujan yang pertama dibuat pada tahun 1823 oleh Charles Macintosh. Pada waktu itu jas hujan buatannya adalah berupa dua lembar kain katun yang di tengahnya disekat dengan lapisan karet. Sayangnya ada kekurangan pada saat pembuatannya. Selain mempunyai berat yang lebih jas tersebut juga mempunyai bau yang tidak sedap saat kondisi basah





Tips memilih jas hujan

Selama musim penghujan sepertinya jas hujan merupakan perangkat yang wajib dipersiapkan oleh para pengguna kendaraan roda dua. Namun agar nyaman dan aman sebaiknya tidak asal memilih jas hujan. Memang sepertinya memilih jas hujan itu adalah persoalan yang remeh namun bila tidak tepat, bisa mengakibatkan akibat yang fatal. beberapa tips yang digunakan dalam memilih jas hujan adalah :

1. Jangan jas hujan yang jahitannya kuat dan rapi
Mengapa demikian? karena apabila jas hujan tidak dijahit secara rapi atau dipres, air hujan dapat mengguyur dan merembes ke badan pemakai. Selain itu jahitan yang kuat akan memungkinkan jas hujan kita menjadi lebih awet.

2. Pilih jas yang berbahan PVC
Jas hujan yang menggunakan bahan dari polyvinyl chloride (PVC) lebih kedap air ketimbang yang berbahan dari plastik biasa dan parasut. Pilihan itu tentu sangat berasalan karena kita menggunakan jas hujan agar badan tetap kering dan terlindungi dari guyuran air hujan.
Bahan PVC juga berpori-pori sangat rapat, sehingga air hujan sulit menembus ke dalam. Hal itu berbeda dengan bahan parasut yang berpori lebih longgar. Memang umumnya jas hujan dari parasut dilapisi filament untuk mencegah air meresap ke bagian dalam jas. Tapi seiring dengan waktu lapisan filament tersebut bisa habis atau terkikis,

3. Model pres lebih kedap
Setelah memastikan memilih bahan dari PVC, pastikan jas hujan itu menggunakan sambungan yang dipres, bukan jahitan. Pasalnya jahitan masih menyisakan celah bagi air untuk merembes ke bagian dalam.

4. Pastikan resleting dari bahan yang kuat
Masalah lain yang kerap dialami oleh pemilik jas hujan adalah resleting yang rontong atau lepas pada bagian tengah. Masalah seperti itu tak hanya dialami oleh resleting dari bahan plastik, tapi juga dari besi.

5. Pilih warna terang
Sejatinya jas hujan tak hanya berfungsi melindungi badan dari guyuran air hujan. Jas hujan juga berfungsi sebagai penunjang keamanan berkendara baik bagi diri sendiri maupun orang lain.Pada saat air hujan mengguyur deras, pandangan pengguna kendaraan baik motor maupun mobil juga terbatas karena terhalang air hujan. Karena itu bila jas hujan yang kita gunakan berwarna terang--lebih baik lagi bila mencolok dengan bagian tertentu memancarkan cahaya seperti rompi polisi--akan terlihat jelas oleh pengguna jalan lain.

(ben/net)

CERNAK, 09 Desember 2012

Paparazi Cilik
oleh Benny Rhamdani

Mita mendapat kiriman dari Paman Eko di Jepang. Sebuah kamera saku otomatis lengkap dengan telenya. Warnanya seperti pelangi dan bisa dilipat. Bukan alang-kepalang, girangnya Mita mendapat kamera itu.
"Akhirnya, cita-cita Mita menjadi paparazzi akan segera terwujud," gumam Mita sambil mengelilingi ruang tamu.
"Kalau anak perempuan namanya bukan paparazzi, Kak Mita, tetapi mamarazzi," sela Ugi yang mendapat kiriman sepatu kelinci.
"Hush, ya, tidak bisa. Paparazzi, ya paparazzi. Tidak ada mamarazzi, anakrazzi, kakekrazzi, nenekrazzi .…" timpal Mita.
"Memangnya papalaci itu apaan?" tanya si bungsu Tio.
“Paparazi itu, wartawan foto yang suka mencari berita sensasi. Bukan papalaci!”
"Iya, papalaci. Tio kan, masih cadel."
Mita makin merasa beruntung ketika Mama memberinya satu rol film untuk dimasukkan ke dalam kamera. "Ingat, kameranya harus terbuka lensanya," pesan Mama.
"Ini kan, kamera otomatis. Kalau lensanya tertutup, tidak akan bisa dipencet tombolnya," jelas Mita. Ia sudah tidak sabar lagi ke luar rumah. Sambil menenteng kamera barunya, Mita berkeliling di Kampung Cemara.
Wini yang sedang keselek makan bakso langsung difotonya. Klik! Dodi yang sedang kesakitan kena lempar bola kasti. Klik! Toto yang sedang diseret ibunya untuk mandi sore. Klik! Andi yang terbirit-birit dikejar anak anjing. Klik! Lupita dengan sepeda roda tiga adiknya. Klik! Klak! Kluk! Klok! Tidak terasa, Mita seharian telah menghabiskan satu gulungan film.
Akhirnya, Mita terpaksa membuka celengannya untuk mencuci dan mencetak film. Tak apa-apa, nanti aku kan mendapat gantinya, pikir Mita yang sudah punya rencana. Selain itu, ia memang sudah tidak sabar melihat hasil foto buruannya.
Di rumah, Ugi dan Tio tidak hentinya tertawa melihat foto-foto yang dipamerkan Mita. Semuanya begitu lucu.
"Lantas, mau dikemanakan foto-foto ini?" tanya Ugi.
"Tunggu saja besok. Aku akan menjadi kaya karena foto-foto itu," pikiran Mita melayang jauh.
Besok siang, selepas sekolah Mita langsung mendatangi teman-teman yang difotonya satu per satu. Hampir semuanya langsung pucat dan malu melihat hasil foto Mita.
"Jangan takut, aku tidak akan menunjukkan foto ini kepada orang lain. Pokoknya, aku tunggu sore nanti di rumah untuk menebus foto ini," kata Mita kemudian.
"Wah, ini namanya pemerasan," kata Dodi.
"Ih, memangnya baju diperas segala," timpal Mita tidak memedulikan.
Keruan saja, teman-teman Mita jadi saling mengunjungi. Kemudian, mereka berkumpul untuk memecahkan persoalan mereka. Yang jelas, mereka tidak ingin Mita mendapat untung, sedanngkan mereka mengalami kerugian yang memalukan.
"Kita biarkan saja foto-foto itu. Jangan ada yang menebusnya. Nanti dia akan mengulanginya lagi," usul Toto.
"Tetapi, bagaimana kalau fotoku tersebar kepada anak-anak yang lain?" keluh Wini yang menyadari betapa jelek wajahnya di foto itu.
"Ya, kita ingatkan teman-teman yang lain agar tidak melihat foto-foto kita. Diberi tahu saja bahwa mereka juga nanti akan mendapat giliran," sahut Andi.
Akhirnya, semua bersepakat untuk tidak menebus foto mereka ke rumah Mita. Sementara, Mita terbengong-bengong di rumah menunggu kedatangan teman-temannya. Rupanya cita-cita Mita jadi paparazzi tidak terkabulkan.
Kling … klong! Bel rumah berbunyi. Mita dengan penuh harap memburu pintu depan. Ia mengintip dari jendela. Mukanya mendadak pucat ketika mengetahui yang datang, ternyata dua orang lelaki berseragam polisi. Mita membatalkan niatnya membuka pintu.
"Ma, ada tamu di luar," teriak Mita di depan kamar Mama. Ia sendiri kemudian masuk ke dalam kamar. Mengapa ada polisi datang ke sini? Mita membatin. Jangan-jangan, teman-temannya melaporkan kegiatannya ke polisi? Ah, masa sih, sampai sejauh itu.
"Mita ... Mita," seru Mama terdengar dari luar kamar.
Mita bukan keluar kamar, malah masuk ke kolong tempat tidur. Tubuhnya seperti kian menciut ketika Mama masuk ke dalam kamar.
"Mita di mana kamu? Itu ada Pak Polisi mencari kamu. Aduh, sedang apa kamu di kolong ranjang, Mita? Nanti ada kecoak, lho!" ujar Mama yang menemukan Mita saat berjongkok.
Mendengar Mama menyebut kecoak, Mita langsung keluar dari kolong ranjang.
"Mau apa Pak Polisi mencari Mita, Ma?" tanya Mita kemudian.
"Kamu pasti belum mendengar berita pencurian di rumah Pak Broto kemarin. Nah, Pak Polisi itu sedang menyelidiki pelakunya. Tadi, Pak Polisi sudah wawancara beberapa orang. Ternyata, Andi memang melihat ada mobil berhenti di depan rumah Pak Broto. Tetapi, karena ia sedang dikejar anjing, Andi tidak begitu mengingat persis mobilnya. Lantas, Andi menyebutkan bahwa kamu juga ada di sana saat itu. Malah, sempat memotret di sana," tutur Mama.
"Mobil di depan rumah Pak Broto? Tunggu sebentar … kalau tidak salah, mobil itu terfoto kemarin." Mita segera memeriksa hasil fotonya kemarin di atas meja. Diambilnya foto saat Andi dikejar anjing. Di bagian pinggir foto itu, jelas terlihat sebuah mobil berwarna cokelat dari belakang terparkir di depan rumah Pak Broto. Nomor plat mobilnya meski kecil masih dapat dilihat. "Ini fotonya, Ma. Biar Mita yang berikan kepada Pak Polisi."
Mita mengikuti Mama ke ruang tamu. Kali ini, ia tidak cemas lagi. Malah, Mita memberanikan diri bercerita panjang lebar mengenai foto hasil bidikannya itu.
"Boleh kami minta foto ini untuk bahan penyelidikan?" pinta Pak Polisi kemudian.
"Wah, sebenarnya foto ini mau saya jual, Pak," kata Mita.
"Mita, masa untuk kebaikan mau kamu jual juga. Biar nanti Mama yang ganti," sela Mama.
Mita tersenyum. "Tidak usah, Ma. Pak Broto kan, orangnya sering menolong. Mita dengan senang hati juga mau menolong," timpal Mita kemudian.
Kedua Pak Polisi itu segera pamit. Mita kembali ke kamarnya dengan hati riang. Biarlah, teman-temannya tidak perlu menebus foto-foto mereka, Mita berniat memberikannya secara cuma-cuma. Namanya juga paparazzi kampung. Yang jelas, ia merasa bangga bisa membantu Pak Polisi menangkap pencuri di rumah Pak Broto.

Friday, November 30, 2012

HORE, 02 Desember2012



Waspada Banjir

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.

Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.



Dampak banjir
Banjir mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.
    Banjir juga menyebabkan persediaan air  bersih terkontaminasi. Air minum bersih mulai langka.
    Banjir menyebabkan penyakit, kondisi tidak higienis dan  penyebaran penyakit bawaan air.
    Banjir yang melanda  pertanian bisa berpengaruh kepada  persediaan makanan,  dan kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.


    Banjir juga meneybabkan pepohonan  yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.
    Banjir meyebabkan jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
Kesulitan ekonomi karena kerusakan pemukiman yang terjadi akibat banjir; dalam sector pariwisata, menurunnya minat wiasatawan;  biaya pembangunan kembali; kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.

Penanggulangan banjir
Mencegah dan menanggulangi banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja atau orang perorang saja. Dibutuhkan komitmen dan kerjasama berbagai pihak untuk menghindarkan Indonesia dari banjir besar.
Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan itu antara lain:
·         Membuang lubang-lubang serapan air
·         Memperbanyak ruang terbuka hijau
·         Mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa
Meninggikan bangunan rumah memang dapat menyelamatkan harta benda kita ketika banjir terjadi, namun kita tidak mencegah terjadinya banjir lagi. Manusia yang mengakibatkan banjir, manusia pula yang harus bersama-sama menyelamatkan kota. Menyelamatkan Jakarta dari banjir besar bukan hanya karena berarti menyelamatkan harta benda pribadi, namun juga menyelamatkan wajah bangsa ini di mata dunia.
Penanggulangan banjir dilakukan secara bertahap, dari pencegahan sebelum banjir penanganan saat banjir , dan pemulihan setelah banjir.

(ben/net)

ARENA KKPK, 02 DESEMBER 2012


Bersahabat dengan Kupu-Kupu


Judul: Kupu-Kupu Misterius
oleh: Amy
124 halaman


Buku KKPK kadang-kadang ceritanya nggak hanya yang realita lho. Ada juga yang fantasi. Banyak judul KKPK fantasi yang aku suka. Salah satunya adalah Kupu-Kupu Misterius.

Kupu-kupu bisa nulis atau baca huruf morse? Emang ada? Jawabnya ada! Kupu-kupu itu bernama Dilla. Dia sering bermain ke taman di rumah Lia. Karena kemampuan menulis morsenya itu, Dilla jadi sering berkorespondensi dengan Lia dengan perantara daun aglonema milik ibunya Lia
. Tapi, kecerdasan Dilla membuat Lia curiga… jangan-jangan sebenarnya… Dilla adalah kupu-kupu jadi-jadian! Hiii…masa, sih? Pengin tahu lanjutan ceritanya? Langsung aja, baca yuk!!

Cerita imajinasi terkadang memang tak masuk akal. Tapi buatku tetap menarik. Dengan membaca KKPK yang fantasi, aku semakin bisa mengasah imajinasiku.

Geus Rama Syarif, SD Az Zahra, Palembang

CERNAK, 02 Desember 2012

Karena Suka Membaca
Lagi-lagi, Inot terlambat bangun. Akibatnya, ia harus terburu-buru pergi mandi dan berganti pakaian.
“Percuma tergesa-gesa begitu, Not. Kereta penjemput pekerja istana baru saja berangkat,” ujar Bu Bayang di pintu kamar.
“Tidak apa-apa, Bu. Aku jalan kaki saja,” timpal Inot.
“Ya, tapi kamu bisa terlambat sampai di istana. Pantas saja Pak Dorman hanya memberimu pekerjaan sebagai penyapu istana,” ujar Bu Bayang kesal. “Aku kan sudah bilang, jangan suka membaca hingga larut malam. Tukang sapu istana tidak usah banyak membaca. Kamu bukan pustakawan atau tabib.”
Inot tidak menimpali. Ia segera meninggalkan tempat tinggal para pekerja istana. Jauh di atas bukit, ia melihat titik hitam. Rupanya, kereta penjemput sudah menjauh.
Inot memutuskan berjalan memintas hutan. Jalan itu hanya diketahui Inot, lantaran ia selalu melalui jalan itu bila terlambat pergi ke istana. Pertama kali melewati jalan itu, Inot merasa ngeri melihat banyak pohon besar,tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. Ia berjalan sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Kreeek …! Telinga Inot menangkap suara itu. Ia segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Ada seorang anak perempuan berdiri dengan wajah cemas.
“Siapa kamu? Mengapa berada di sini? Hei, kamu kelihatan gelisah sekali!” sapa Inot seraya mendekati anak perempuan itu.
“Namaku … Gege. Aku tinggal di hutan ini bersama nenekku. Dia sedang sakit parah,” jelas Gege.
“Kalau begitu, biar kupanggil tabib untuk nenekmu,” Inot menawarkan bantuan.
“Tidak perlu. Yang kubutuhkan bukan itu, tapi orang yang bisa membaca,” kilah Gege.
“Wah, kebetulan aku bisa membaca, kok!”
“Sungguh? Oh, beruntung sekali! Ayo ikut denganku.” Gege melangkahkan kakinya diikuti Inot.
Mereka jalan menembus hutan. Gege menceritakan tentang dirinya.
“Sebenarnya nenekku itu adalah seorang tabib istana. Karena telah lanjut usia, ia berhenti kerja. Nenek ingin mewariskan ilmunya padaku, tapi aku tak dapat membaca. Aku sangat malas belajar membaca. Apalagi kita-kitab nenek sangat tebal. Tapi kini, begitu nenek jatuh sakit, aku tidak bisa menolongnya,” tutur Gege sambil berjalan.
“Kenapa nenekmu tidak mengobati sendiri?” tanya Inot heran.
“Mata nenek sudah rabun dan sudah pikun. Umurnya saja sudah seratus lebih. Nah, itu rumah kami!” tunjuk Gege.
Mereka sampai di sebuah rumah mungil berdinding kayu. Gege langsung membuka pintu rumah. Terlihat oleh Inot seorang nenek tengah berbaring di atas dipan.
“Ini kitab yang harus kamu baca. Lalu, di lemari itu ada kendi berisi ramuan yang harus kamu pilih sesuai petunjuk kitab,” ujar Gege seraya menyerahkan kitab tebal pada Inot.
Setelah menanyakan dulu kondisi nenek Gege, Inot segera membaca kitab itu. Dicarinya jenis ramuan yang cocok dengan penyakit nenek Gege. Inot lantas membuat ramuan dan meminta nenek Gege meminumnya.
Mata Gege bersinar ketika melihat keadaan neneknya kemudian membaik.
“Aku sudah lebih sehat sekarang. Siapa namamu?” tanya nenek Gege.
“Namaku Inot, tukang sapu halaman istana,” jawab Inot.
“Tidak kusangka, seorang pekerja sepertimu dapat membaca. Kamu berbakat untuk menjadi seorang tabib. Apa kamu bersedia?” tanya nenek Gege lagi.
“Ten … tu sa … ja,” jawab Inot girang.
“Kalau begitu, datanglah ke sini setelah selesai bekerja untuk mempelajari kitab-kitabku. Juga sekalian tolong ajari Gege membaca.”
“Oh, tetapi pekerjaanku teramat banyak. Terkadang sore hari baru selesai. Lagi pula, aku tidak punya kuda untuk mencapai tempat ini dengan segera.”
“Jangan khawatir!” sahut Gege sambil mengambil sebatang sapu. “Ambillah ini untukmu. Sapu ini bisa terbang melebihi kecepatan seekor kuda. Hanya, aku tidak tahu mantranya. Bacalah sendiri di buku cokelat itu.”
Inot mengambil buku yang ditunjuk. Di buku itu, tertulis aneka mantra untuk menjalankan sapu itu. Mulai dari mengawali, belok kiri, belok kanan, berputar, atau berhenti. Bahkan, sapu itu bisa diperintahkan dengan mantra khusus untuk melakukan apa saja.
“Oh, maaf aku harus segara berangkat kerja. Pasti aku terlambat,” tiba-tiba Inot teringat pekerjaannya.
“Bawa saja sapu dan buku petunjuknya. Kamu bisa sampai ke istana dengan cepat,” saran nenek Gege.
Inot menuruti permintaan nenek Gege. Karena Inot anak yang cerdas, ia langsung hafal beberapa mantra setelah membaca. Sapu itu lantas membawa Inot ke istana lewat angksa. Wusss .…
Untung, Pak Dorman yang menjadi pengawas pekerja istana tidak melihat kedatangan Inot. Seperti biasa Inot bekerja menyapu halaman istana.
Setahun berlalu, Inot sudah menguasai banyak ilmu pengobatan dari kitab-kitab yang dibacanya. Sesekali, nenek Gege ikut mengajar, terutama memperkenalkan jenis obat-obatan dari tetumbuhan. Sementara itu, Gege mulai lancar membaca.
Suatu hari, Raja Pundre terserang penyakit yang membuatnya tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Beberapa orang tabib berusaha mengobatinya, namun gagal. 
 Inot ikut mencoba mengajukan diri untuk mengobati Raja Pundre. Tapi, para pengawal menghalanginya. Inot lantas menyerahkan sebuah lencana pada Patih Gufa. Mengetahui lencana itu hanya diberikan pada orang-orang yang dipercaya Raja Pundre, Inot diperbolehkan mengobati Raja Pundre.
 Setelah minum obat hasil ramuan Inot, perlahan kesehatan Raja Pundre membaik. Inot langsung diangkat menjadi tabib istana. Banyak orang yang terkejut melihat seorang tukang sapu istana menjadi tabib istana, terutama Bu Bayang!
“Bagaimana caranya kamu bisa mengobati Raja Pundre, Not?” tanya Bu Bayang heran.
“Jawabannya mudah. Aku bisa mengobati Raja Pundre karena aku suka membaca,” jawab Inot singkat.
Ya, jawaban itu selalu dikatakannya bila ada yang bertanya tentang kemampuannya. Inot berharap banyak orang yang akan gemar membaca seperti dirinya.
******

Thursday, November 29, 2012

[BUKU] KKPK LUX DESEMBER 2012



Menjelang Desember, paling seru baca KKPK LUX ...





Friday, November 23, 2012

ARENA KKPK, 25 November 2012


Suara Aneh

Judul: Suara Misterius
Penulis: Tian
120 halaman



Hihihi… terdengar suara menyeramkan di hutan kecil dekat rumah Gadis. Mendengar suara itu, Gadis yang semula hendak pergi ke warnet pun, lari tunggang langgang karena ketakutan. Suara apakah itu? Apakah itu suara Miss Kunti? Tapiii…hari kan, masih terang… Mana mungkin ada “hantu” berkeliaran!
Jadi, suara apa sebenarnya yang didengar Gadis? Apakah itu benar-benar suara “hantu” atau suara yang lainnya? Yuk, kita cari tahu apa yang sebenarnya dialami Gadis!

Aku suka sekali membaca cerita yang agak membuat bulu kuduk merinding sep[erti ini. Menguji keberanian. Memang ada teman-temkan yang tidak suka membaca cerita menegangkan begini. Tapi menurutku, cerita ini nggak terlalu menakuktkan buat yang sedikit penakut.

Oh iya, di buku KKPK ini nkita bisa membaca enam cerpen lainnya yang nggak kalah menarik. Pokoknya kita bakal puas.

Geus rama Syarif, SD Az Zahra, Palembang

HORE, 25 November 2012


Sehat di Musim Hujan

Musim hujan tiba,  biasanya banyak yang sakit. Nah, kita bisa melakukan tindakan pencegahan lho biar tetap sehat di musim hujan.

Jaga cairan tubuh
Saat musim hujan, keringat tidak menguap dengan cepat karena tingkat kelembapan tinggi dan hal ini mencegah tubuh mengeluarkan panas. Oleh karena itu, kami menyarankan agar kita selalu membawa satu botol air.

Hindari minuman berkarbonasi karena minuman tersebut mengurangi tingkat mineral yang menghentikan enzim berfungsi dengan efisien dan akhirnya menyebabkan gangguan pencernaan. Sebagai gantinya, minum minuman hangat seperti teh jahe. Selalu minum air yang sudah dimasak dan didinginkan.

Konsumsi makanan secara seimbang
Proses pencernaan saat musim dingin menjadi lambat, makanlah seperlunya dan ketika lapar. Makan ketika kita tidak merasa lapar dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan terkadang penyakit kuning.

Sayuran seperti labu, rempah-rempah pahit seperti kunyit yang kaya akan antioksidan dan khasiat lainnya yang bisa membantu mencegah infeksi. Juga makanlah buah-buahan seperti ceri, pisang, apel, delima, plum, kelengkeng, pir, dan sayuran seperti wortel, lobak dan kelabat sebagai bagian dari makanan reguler Kita.

Rempah rempah seperti lada, asafotida, kunyit, dan ketumbar bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan secara bersamaan membantu proses pencernaan.

Pastikan kita mencuci semua buah-buahan dan sayuran sebelum memakannya, terutama sayuran berdaun. Kukus sayuran berdaun dan kembang kol untuk membunuh semua kuman.

Mengonsumsi makanan yang baru dimasak sangat direkomendasikan.
Sop dan semur juga baik untuk dimakan karena mudah dicerna tubuh dan bergizi, tapi berisi.
Makanlah makanan yang dimasak sebagai ganti sayuran yang tidak dimasak dan salad, kalau itu makanan organik.

Menjauhi sumber penyakit
Mengusir nyamuk saat musim hujan adalah hal yang sangat penting untuk menghindari penyakit malaria.

Air yang tenang adalah tempat bertelur bagi nyamuk.
Membuang air dari pot bunga dan pendingin yang tidak berguna adalah cara pertama mengendalikan pertumbuhan nyamuk.

Selanjutnya, gunakanlah krim dan raket antinyamuk, yang tersedia di pasar untuk melindungi Kita dari gigitan nyamuk. Kita juga bisa menggunakan kamper atau cengkeh dari dapur Kita untuk menjauhkan Kita dari serangga seperti lalat dan rayap saat musim hujan.

Jangan beli makanan di luar
Makan di luar, terutama di pinggir jalan harus dihindari.
Snack seperti sandwich, gorengan, jus, adalah makanan yang sangat menggoda musim hujan, makanan-makanan itu mungkin mengandung bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan.
Membeli buah-buahan di pinggir jalan adalah penyebab utama keracunan makanan dan harus dihindari.

Hindari genangan air
Ketika kaki Kita basah karena genangan air, segera bersihkan dan keringkan dengan handuk.

Kelembapan bisa menyebabkan infeksi jamur.Kalau kita menderita diabetes, Kita harus merawat kaki Kita secara khusus. Jaga agar sepatu, kaos kaki, dan jas hujan tetap bersih kering sepanjang waktu.

Berolahraga dan istirahat saat musim hujan
Gerimis saat pagi dan malam mungkin mengganggu latihan rutin.
Namun itu bisa diganti dengan latihan di rumah. Kita bisa melakukan beberapa olahraga sederhana seperti sit-up, membungkukkan badan untuk meregangkan otot.
Yoga adalah olahraga lain yang bisa dilakukan di dalam ruangan dan bisa membantu mengurangi masalah pernapasan saat musim hujan.

Dan jika kita sedang tidak berminat melakukan olahraga, cobalah dengan aktifitas lainnya seperti membersihkan lemari atau membersihkan dapur. Namun, hindari kegiatan fisik yang berlebihan.
Jangan memakai sepatu yang basah karena akan menyebabakan infeksi. Belilah sepatu yang lain, agar Kita memiliki alternatif sepatu lain. Jangan berjalan telanjang kaki

(ben/net)