Wednesday, February 11, 2009

Cernak, 15 Februari 2009


Karpet Terbang Princess Ixora

Oleh Benny Rhamdani


Bunga-bunga soka bermekaran di taman ketika lahir seorang bayi cantik di Istana Faleta. Raja kemudian memberinya nama Princess Ixora yang diambil dari nama latin kembang soka yakni Ixora coccinea.

“Semoga kamu kelak menjadi seorang princess yang ceria dan membahagiakan banyak orang,” harap sang Raja.

Princess Ixora tumbuh menjadi seorang puteri yang ramah dan pandai bergaul. Dia tak pernah memandang orang dari usia dan kekayaannya.

Suatu hari Princess Ixora didatangi seorang tukang karpet yang masih muda. Dari wajahnya, Princess Ixora tahu tukang karpet itu tengah dirundung masalah.

“Pricess Ixora, aku ingin menjual karpet kesayanganku ini. Sudilah Princess Ixora membelinya,” kata tukang karpet.

“Kalau karpet itu benda kesayanganmu, mengapa dijual?” tanya Princess Ixora.

“Adikku ingin dibelikan seekor kuda. Aku tidak mampu membeli seekor kuda paling jelek sekalipun. Aku terpaksa menjual karpet ini karena aku lebih menyayangi adikku,” kata tukang karpet.

Hati Princess Ixora tersentuh dengan keterangan tukang karpet. Dia pun memberikan sekantung keping emas kepada tukang karpet.

“Karpet ini memiliki keistimewaan. Bila kita duduk di atasnya lalu mengucapakan kata ‘terbanglah’, maka karpet ini akan membawa kita terbang. Bila kita ucapkan kata ‘berhentilah’, maka karpet ini akan mendarat perlahan,” jelas tukang karpet sebelum pergi.

Princess Ixora senang memiliki karpet itu. Dia mencoba untuk pertama kali keistimewaan karpetnya.

“Terbanglah,” ucap Princess Ixora setekah duduk di atas karpet. Syiutttt …. Karpet itu membawa Princess Ixora terbang mengelilingi istana.

“Wow, menyenangkan sekali!” seru Princess Ixora. Seisi istana pun takjub melihatnya.
“Berhentilah,” ucap Princess Ixora setelah puas.

Tapi … apa yang kemudian terjadi? Karpet itu tak mau berhenti terbang. Princess Ixora malah dibawa terbang ke luar istana. Tentu saja Princess Ixora jadi ketakutan.
“Tolong! Tolong!” seru Princess Ixora.

Raja meminta para pengawal menyelamatkan Princess Ixora. Tapi tak ada yang tahu cara menyelamatkannya. Raja kemudian menyuruh pengawal membawa kembali ke kerajaan si tukang karpet.

“Hai tukang karpet! Kau telah membuat masalah di istana ini. Princess Ixora dibawa terbang oleh karpet pemberianmu. Sekarang juga kau harus mengembalikan Princess Ixora,” kata baginda Raja.

“Wahai Baginda yang agung. Aku akan berusaha menyelamatkan Princess Ixora asalakan Baginda mau mengabulkan permintaan adikku,” kata tukang karpet.

“Sebutkan permintaan adikmu itu,” seru Raja.

“Adikku meminta aku agar menikahi Princess Ixora,” jawab tukang karpet.

“Berani-beraninya kau meminang Princess Ixora,” hardik Raja.

“Demi orang yang kusayangi aku akan melakukan apapun asalkan dia bahagia,” kata tukang karpet.

Raja berpikir sebentar. Jika tukang karpet itu berani melakukan sesuatu demi adik yang disayanginya, mengapa dirinya tidak bisa melakukan hal sama untuk puteri kesayangannya?

“Baiklah, aku akan mengabuilkan permintaanmu. Asalkan kau selamatkan Princess Ixora dan dia mau menikah denganmu,” kata Raja kemudian.

Tukang karpet kemudian menggelar karpet kecil di lantai. Dia kemudian berdiri di atasnya dan berkata,”Terbanglah!”

Syiutt… Karpet kecil itu membawa tukang karpet mengudara hingga ke luar istana. Beberapa wkatu kemduian, tukag karpet berhasil menemukan Princess Ixora yang masih melayang di udara.

Hup! Tukang karpet kemudian melompat ke karpet yang iduduki Princess Ixora. Dia kemudian mengusap tiga kali karpet itu dan berkata,”Kembali ke istana dan mendaratlah!”

Ajaib! Karpet itu kemudian kembali ke istana. Karpet itu bahkan mendarat perlahan di depan sang Raja.Princess Ixor langsung berlari memeluk ayahandanya.

“Puteriku, aku telah berjanji kepada tukang karpet itu sebelum dia menyelamatkanmu. Aku bersedia menikahkannya denganmu asalkan kamu tidak keberatan,” kata Raja kemudian.

Princess Ixora kaget. Dia memandang tukang karpet itu.

“Aku bersedia menikah denganmu asalkan adikmu sekarang datang dengan kuda yang diinginkannya,” Princess Ixora memberi syarat. Sesungguhnya, Princess Ixora ingin tahu seperti apakah adik tukang karpet ini sampai begitu disayanginya.

“Baiklah, Princess Ixora,” kata tukang karpet itu. Dia lalu pergi dengan karpet terbang.

Setelah agak lama datanglah rombongan berkuda ke istana. Raja dan Princess Ixora kaget ketika melihat yang datang adalah seorang puteri cantik dari kerajaan seberang. Puteri itu menunggangi kuda putih yang gagah.

“Raja dan Princess Ixora, perkenalkan namaku Princess Alamanda. Aku kemari diminta kakakku untuk memenuhi undangan Princess Ixora. Sebelumnya, maafkan aku yang telah membuat semua kerepotan ini,” kata Princess Alamanda.

“Jadi tukang karpet itu sebenarnya ….” Princess Ixora bingung.

“Ya, dia bukan tukang karpet sungguhan. Dia adalah Prince Edward. Aku yang memintanya menyamar,” kata Princess Alamanda.

“Mengapa sampai melakukannya?” tanya Princess Ixora.

“Karena aku menyayanginya. Aku ingin kakaku menikah dengan seorang puteri yang tidak hanya cantik, tapi juga baik hatinya. Aku kemudian mendengar tentang kecantikan dan kebaikan Princess Ixora. Karenanya aku menginginkan kakakku menikah dengan Princess Ixora,” jelas Princess Alamanda.

Bersamaan dengan itu mendaratlah satu karpet terbang di dekat mereka. Kali ini di atasnya bukan berdiri tukang karpet karena telah berganti pakaian. Dia adalah Pangeran Edward yang menawan.

Akhirnya, Princess Ixoria menerima pinangan Pangeran Edward. Karena Princess Ixoria bangga dengan keberanian Pangeran Edward melakukan apapun demi orang yang disayanginya.

^-^

No comments: