Friday, November 21, 2014

ARENA KKPK, 23 11 2014

Rumah Misterius







Judul: Penghuni Rumah Kosong
Penulis : Fairuz Sophia
100 halaman


Kalian suka baca komik? Kalian suka baca horor? Nah, kayaknya kalian harus mau baca buku satu ini. Soalnya isinya komik dan mengangkan. Pokoknya untuk yang penakut jangan ikutan baca ya.

Karena Putri penasaran dengan suara tangis di sebuah rumah kosong, dia mengajak Maryam dan Husna ke sana. Ketika mereka masuk ke dalam rumah, ada yang berteriak dari lantai dua. Karena kaget, mereka lari dan gelang Martan terjatuh. Saat mereka kembali mengunjungi rumah itu untuk mencari gelang Maryam, muncul sosok yang mendekati mereka bertiga. Siapa, ya, penghuni rumah kosong itu? Simak cerita mereka, yuk!

Masih ada cerita lainnya di buku ini. Tapi aku nggak mau ceritakan dulu kepada kalian. Nanti nggak kejutan lagi. Eh, jangan lupa belajar ya setelah baca komik ini.


(Geus Rama S, palembang)

Hore, Aku Tahu 23 November 2014

Lima Hotel  Paling Cocok untuk Kutu Buku



Mencari hotel yang ada fasilitas kolam renang? Mudah. Yang ada fasilitas gym? Juga mudah. Bagaimana dengan fasilitas perpustakaan? Mungkin agak susah di Indonesia. Tapi di beberapa negara ternyata ada hotel yang bisa membuat para 'kutu buku' betah.

The Library Hotel, Koh Samui, Thailand






Dikenal banyak orang sebagai hotel dengan kolam renang merah, Library adalah sebuah hotel yang dirancang secara konseptual  di Chaweng Beach, Koh Samui. Ketika Kitamelangkah ke hotel, Kitaakan mendapatkan  pensil sebagai gantungan kunci.Fasilitas dalam-kamar yang ditawarkan, dari komputer iMac dengan Wi-Fi gratis, sebuah TV plasma dan lampu di atas tempat tidur  yang dapat berubah warna.

Ada sebuah bangunan bersantai disebut The Library, di mana Kitadapat meminjam buku dan DVD.

Casa Colonial, Oaxa, Mexico








 Hotel ini memiliki perpustakaan yang bisa dinikmati tamunya untuk membaca buku. Bahkan para penulis bisa menjadikan perpustakaannya untuk launching buku. Jadinya, hotel ini menjadi tempat favorit bagi pembaca buku maupun penulis. Tak jarang pula beberapa komunitas menggelar acara workshop menulis di hotel ini. Mau ikut workshop menulisnya? Silakan ke Mexico ya.


The Library Hotel, New York City, AS




Kita  tidak bisa menulishotel-hotel  dengan perpustakaan besar tanpa menyebut The Library Hotel di New York City. Di sini, setiap kamar didasarkan pada kategori yang berbeda dari Sistem Desimal Dewey, sehingga kita mungkin menemukan diri di Bahasa, Logika, atau Romance. Ruang sarapan dilapisi dengan buku juga, sehingga sangat sempurna untuk solo traveler. Tapi berhati-hatilah. Karena sering kali tamu hotel lupa waktu membaca buku di ruang Pengetahuan Umum, sampai lupa mereka telah menyewa kamar hotel untuk tidur.



The Gladstone, North Wales, Inggris




Banyak orang yang mengira salah masuk hotel karena bentuknya benar-benar seperti perpustakaan ataupun toko buku tua. Tapi hotel ini adalah yang paling direkomendasikan untuk para pembaca menjadi tempat paling menyenagkan membaca, dan untuk penulis menjadi tempat paling menyenangkan menuliskan ide-idenya. Pembaca dan penulis akan merasa berat hati jika harus meninggalkan hotel satu ini.



Il Salviatino, Florence, Italia







Jika kita seorang pencinta buku dan belum melihat pemandangan utama di Florence, jangan sampai tidak tinggal di Il Salviatino Hotel? Kemungkinan kita tidak pernah ingin meninggalkan perpustakaan indah hotel ini.  Dan luar biasanya, hotel ini sangat ramah untuk anak-anak? Bahkan mereka menyediakan perlengkapan organik untuk bayi yang menginap.

Friday, November 14, 2014

Cernak, 16 November 2014



Surat Misterius


oleh Benny Rhamdani


Rasanya senang sekali ketika akhirnya aku tahu letak kamarku. Ya, kamar yang akan kudiami selama aku menjadi murid di sekolah berasrama Lovely School. Berada di lantai tiga bangunan berlantai empat. Meskipun tak seluas kamar rumahku, tapi aku suka sekali pemandangannya. Menghadap ke pantai!

"Nah, beristirahatlah dulu. Limabelas menit lagi  semua harus berkumpul di hall. Letaknya di sayap kiri dari lobi sekolah," kata Nania, senior yang menjadi pendampingku.

"Baiklah," kataku.

Aku memandang melalui jendela. Melihat pantai. Suara deburan ombaknya menenangkan hatiku yang sempat ragu masuk sekolah berasrama ini. Kurapikan barang bawaanku yang tiba sebelum aku. Tak banyak yang aku bawa, selain pakaian dan foto keluargaku.

Tanpa terasa aku mendengar suara dari pengeras suara agar murid baru segera berkumpul di hall. Aku pun turun ke tempat itu bersama murid-murid baru lainnya. Di sini sekolah khusus perempuan, jadi aku tak menemukan satu pun murid lelaki.

"Hai Irene, switermu bagus sekali," sapa seorang murid didekatku. "Namaku Alysa."

"Terima kasih. Pita rambutmu juga lucu," balasku sambil tersenyum. Cara berkenalan yang indah.

Bu Rosemary, Kepala Sekolah, memberi sambutan. Aku tak begitu memerhatikan. Mungkin karena masih gugup jadi aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri. Setelah limabelas menit mendengar pidatonya, kami semua disuguhkan makanan selamat datang berupa sandwich yang lezat.

Setelah makan aku kembali ke kamarku. Masih ada dua hari untuk kami menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama sebelum masuk masa sekolah. Sebagian murid baru mendatangi senior-senior yang memamerkan kehebatan ekstra kurikuler di sekolah ini. Ada berkuda, berenang, menulis, fotografi. Hm, tapi tak ada yang sesuai denganku.


Karena bosan di kamar aku berjalan menuju pantai. Saat itulah aku seperti mendengar suara bisikan.

"Bacalah suratku ..."



Aku menoleh, mencari sumber suara. Tapi tak ada.

"Bacalah suratku ..."

Suara itu terdengar lagi ketika aku berusaha melupakannya.

"Irene! Tunggu!"

Kali ini suara yang melengking. Kulihat Alysa berlari dari kejauhan.

"Boleh aku bersamamu?" tanya Alysa begitu mendekat.

"Tentu saja." Aku sih sedikit heran. Mengapa Alysa mau ikut bersamaku? Bukankah banyak murid baru yang kelihatannya lebih ramah dariku untuk diajak berteman. Kata sepupuku, mukaku ini muka galak dan judes. Jarang orang yang mau dekat denganku jika belum kenal.

Kami berdua berjalan menyusuri pantai. Saling bercerita tentang diri kami. Yang mengejutkan adalah ketika Alysa bercerita bahwa dirinya memiliki 'kelebihan' dibandingkan anak-anak lainnya.

"Mungkin kamu akan menertawakan aku. Tapi aku harus memberitahumu. Aku sering mendapat bayangan tentang apa yang akan terjadi. Salah satu bayang yang sering datang dan membawa aku ke sini adalah, seorang gadis cilik yang memintaku menemuimu di Lovely School," papar Alysa.

"Menemuiku? Kenapa?"

"Iya, dia memintaku agar bertemu dengan Alysa di Lovely Shool. Lalu, aku melihatmu. Itu sebabnya aku menegur duluan tadi. Karena aku sudah melihatmu sebelumnya," kata Alysa.

Aku baru sadar. Alysa memang telah menyebeut namaku saat berkenalan. Padahal aku belum memberi tahu namaku.

"Untuk apa orang itu menyuruhmu menemuiku?" tanyaku kemudian.

"Aku juga nggak tahu. Mungkin kamu yang harus menceritakan kepadaku. Apakah kamu mengalami hal aneh beberapa hari ini?"

"Beberapa hari? Tidak. Kurasa baru beberapa menit lalu. Sebelum kamu memanggilku. Aku mendengar suara seseorang yang memintaku membaca surat. Tapi aku tidak mengerti surat apaan."

"Kalau begitu kita harus mencari suratnya. Mungkin di kamarmu."

Kami segera ke kamarku. Inilah bakatku. Menjadi seorang detektif. Kami segera menggeledah kamarku. Tapi tak menemukan yang kami cari. Sampai akhirnya aku melihat bingkai foto sekolah di dinding. Letaknya sedikit miring.

"Aku tahu surat itu ada di mana," gumamku. Segera kuangkat bingkai itu. Benar saja, di balik bingkai itu aku menemukan kertas yang dilipat. Sengaja disembunyikan di sana.


Aku dan Alysa membacanya bersama.

Hai, namaku Miko. Itu nama asliku. Tapi selama di sini namaku menjadi Mika. Itu karena aku tidak bisa sekolah di sini kalau aku jadi anak lelaki. Ibuku yang ingin aku sekolah di sini. Katanya ini sekolah terbaik. Dan dulu Ibuku sekolah di sini.

Sejak kecil sekali Ibuku memang selalu menganggap aku anak perempuan. Ibu memang ingin punya anak perempuan. Tapi setelah melahirkan aku, Ibu tak bisa lagi mengandung. Aku adalah anak penurut. Aku tidak mau menolak keinginan Ibu. 

Tapi lama kelamaan aku tidak suka diperlakukan begini. Aku seperti pura-pura. Lagi pula ada beberapa teman yang mulai mencurigaiku. Aku tidak pernah mau bersama-sama di ruang ganti. Ah, aku bingung.

Aku ingin menjadi Miko. Tapi aku tak mau membuat Ibuku sedih. Ya, aku ingin mengatakan kepada semua teman-temanku di sini, namaku adalah Miko, bukan Mika.

dari aku ...

Miko

Aku kaget membacanya. Alysa juga. Kami juga sedih membayangkan derita Miko yang harus menuruti keinginan aneh ibunya. Ibuku juga menginginkan aku sekolah di Lovely School, tapi tidak memaksa. Kata Ibu, kalau aku tidak betah boleh pindah.

"Mari kita bertemu Kepala Sekolah. Kita harus menyerahkan surat ini," kata Alysa.

Aku dan Alysa bergegas ke ruangan kepala sekolah. Untunglah Bu Rosemary ada di tempatnya, dan sedang tidak ada tamu. Kami langsung menyampaikan maksud kami dan menyerahkan surat itu. Kulihat Bu Rosemary pucat dan menangis sedih.

"Miko adalah anakku. Dia meninggal ketika sedang berenang di pantai setahun lalu. Rupanya, dia suka berenang di malam hari, karena tidak bisa berenang di siang hari. Tapi saat itu ombak sedang besar ...."

Kami terdiam, lalu pamit. Kami berjanji tak akan menceritakan hal ini kepada siapapun, kecuali Bu Rosemary sendiri.

Setelah itu, aku tak pernah lagi mendengar suara berbisik. Tapi aku dan Alysa jadi bersahabat. Terutama jika Alysa melihat bayangan-bayangan yang tak dia mengerti. Maka bersama akulah kami memecahkan misteri itu.

Horeee, 16 November 2014

Makanan Sehat di Musim hujan



 Musim hujan mulai  berlangsung.  Cuaca ini rawan bagi tubuh terserang flu atau penyakit musim lainnya. Tubuh kita  perlu asupan beragam vitamin dan zat gizi lain, seperti selenium, seng, probiotik, serat, atau asam amino. Akhir pekan jadi waktu yang cocok bagi  kita  untuk memanjakan diri dengan asupan makanan yang bergizi. Berikut ini daftar makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

 Yoghurt
Studi Universitas Vienna, Austria, menyebutkan mengkonsumsi 2 ons yoghurt sehari sama efektifnya dengan mengkonsumsi obat kekebalan tubuh. Makanan ini mengandung bakteri sehat yang menjaga usus dan salurannya dari penyakit karena bakteri dan kuman.


Oat atau Barley
Oats dan barley mengandung serat khusus yang disebut beta-glucan yang berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Dua zat ini sangat penting untuk melindungi sel dari kerusakan karena molekul tidak stabil atau mikroorganisme.

Bawang Putih
Jenis bumbu ini mengandung bahan aktif allicin yang melawan infeksi dan bakteri. Satu penelitian di Inggris menyimpulkan konsumsi bawang putih membuat kemungkinan terserang flu turun 66 persen dibandingkan tak mengkonsumsinya. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang makan lebih dari enam siung bawang putih seminggu maka pertumbuhan kanker perutnya juga melambat sepertiga dibanding tak mengkonsumsi.

Ikan
Ikan mengandung selenium. Zat ini membantu sel darah putih memproduksi sitokin, jenis protein yang membersihkan tubuh dari virus flu. Ikan jenis salmon, mackerel, dan herringmengandung lemak omega-3 yang mengurangi peradangan, meningkatkan aliran udara, dan melindungi paru-paru dari flu dan infeksi pernapasan.

 Daging Sapi
Daging sapi adalah sumber seng yang sangat baik. Seng membantu perkembangan sel-sel darah putih. Mereka yang kekurangan seng ringan lebih rentan terhadap infeksi.

Ubi JalarBahan makanan ini kaya vitamin A yang membantu membangun jaringan ikat kulit. Jaringan ini adalah pertahanan pertama dalam memerangi infeksi bakteri dan lainnya. Dengan demikian, kesehatan kulit tetap baik dan terjaga.

Jamur
Jamur meningkatkan produksi dan aktivitas sel darah putih. Jamur shitake, maitake, dan jamu reshi adalah beberapa jamur yang baik untuk sistem kekebalan tubuh.

 Berries
Jenis-jenis berries, seperti blackberry, raspberry, blueberry, dan stroberi mengandunganthocyanin. Zat ini yang memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit.

Teh
Dalam sebuah penelitian Harvard, mereka yang minum lima cangkir teh hitam sehari selama dua minggu memiliki sepuluh kali kekuatan dalam melawan virus interferon dalam darah dibandingkan dengan peserta yang minum minuman panas biasa. Teh hitam dan hijau sama-sama mengandung L-theanine, asam amino yang larut dalam air yang membangun protein dan sistem kekebalan tubuh.

 Sup Ayam
Sup ayam, makanan utama ketika sakit, membersihkan hidung tersumbat dan mengurangi lendir seperti obat batuk. Sup ayam juga memiliki agen anti-inflamasi.

Arena KKPK, 15 November 2014

Perpisahan Sahabat




Judul: Between You adn MePenulis: Marion112 halaman



Apakah kamu punya sahabat dekat? Pernahkah kamu berpikir akan berpisah darinya? Kira sedih nggak ya. Beberapa temanku pernah megalami hal itu, dan mereka sering kelihatan kehialangan.

Nah, KKPK kali ini juga bercerita tentang kehialangan pershabatan. Tiba-tiba Annie meninggalkan Lucy. Padahal, selama ini mereka selalu bersama karena mereka adalah sabahat! Kata Acha, Annie menyembunyikan sebuah rahasia dari Lucy. Annie tidak mau Lucy mengetahuinya.

Annie pindah ke Jerman! Aneh! Apa yang terjadi dengan Annie? Rahasia apa yang disembunyikannya? Bisakah Annie dan Lucy kembali bertemu dan bersahabat? Penasaran dengan kisah mereka? Simak, yuk, hanya di buku ini!

(Geus Rama. Palembang)

Friday, November 07, 2014

KKPK, 9 November 2012

Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Pasukan Keren


Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I

Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I

Judul: Selamatkan Bumi
Penulis: Humaira
100 halaman
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?

Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?

Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!

(Geus Rama S, Palembang)

Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I

Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I
Hmmm? Nasya dan teman-temannya diam-diam membuntuti sahabatnya, Chako. Mereka mengikuti Chako hingga ke Tangkuban Perahu. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Chako? Lalu, kenapa dia sekarang lebih suka membaca di perpustakaan?
Tak disangka, Chako ternyata sedang menanam pinus. Syukurlah Chako tak marah saat tahu dirinya dibuntuti. Dia malah mengajak keempat sohibnya bergabung dengan komunitas Go Green JUnior. Apa saja, sih, kegiatan mereka? Lalu, apa itu komunitas Go Green Junior, ya? Dalam buku ini, kita bisa tahu banyak bagaimana menyelamatkan bumi dari kerusakan! Jadi, baca buku ini dan mari selamatkan bumi!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22749-KKPK-Selamatkan-Bumi#.VFzFQmeBq_I

Cernak, 8 November 2014

 
 
 
 
Tentang Maya
 
Oleh Benny Rhamdani
Kapan kamu terakhir mendapat teman baru? Aku sih, tiga hari lalu. Namanya Maya. Cantik dan pintar bergaya. Aku yakin dia anak orang kaya.
Siang itu studio tempat aku latihan balet cukup ramai. Kelasku baru akan mulai latihan ketika Tante Lista berjalan masuk beserta seorang anak perempuan sebaya kami.
“Anak-anak Tante yang cantik, hari ini kalian akan mendapat teman baru. Namanya Maya,” begitu kata Tante Lista.
Kami semua langsung mengamati Maya.
“Wuah, cantiknya. Dia bisa jadi saingan kamu, Mia,” kata Wulan kepadaku.
“Maksudmu?” aku mendelik.
“Iya, kamu bisa kalah cantik.”
“Memangnya aku akan meleleh kalau ada yang lebih cantik dari aku. Nggak masalah. Yang penting dia baik hatinya,” kataku.
Latihan pun dimulai. Ternyata Maya tak cuma cantik. Dia juga sudah mahir menari balet. Setiap gerakan baru yang diajarkan Tante Lista, dia dengan cepat menguasainya.
“Dia benar-benar akan menjadi ancaman bagimu,” bisik Wulan lagi.
“Ancaman apa?”
“Dia lebih jago dari kamu. Selama ini kamu yang paling jago di kelas. Setiap semester kamu terpilih jadi pemeran utama di pentas balai kota. Kayaknya, semester ini tempatmu akan tergeser.”
“Wulan, tutup mulutmu. Aku tidak suka kamu menghasut begitu,” kataku.
Wulan terdiam. Pelan-pelan dia mulai mendekatkan dirinya dengan Maya. Entah apa tujuannya. Yang aku tahu, Wulan memang sangat suka mendekati siapapun yang populer.
Seusai latihan aku  menuju locker room. Aku harus mengganti pakaian.
“Hai, Mia!” terdengar suara sapa di belakangku. “Senang rasanya bisa sekelas denganmu.Aku suka gerakanmu di latihan tadi.”
Maya berjalan mendekatiku. Rupanya, letak lockernya di sebelah lockerku.
 “Aku juga senang. Sebelumnya kamu latihan di studio balet mana?” tanyaku.
“Ini pertama kali aku latihan di studio.”
“Oh ya?” Aku tak percaya. “Kok bisa?”
Maya tak menjawab. Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. Aku jadi tak enak hati.
“Kamu mau pulang bareng denganku?” Maya mengalihkan pembicaraan.
“Rumahku hanya satu blok dari sini. Aku bisa berjalan kaki. Lagi pula, aku harus mampir ke toko buku sebentar. Aku ingin membeli buku KKPK terbaru.”
“Oh, kamu suka membaca buku? Aku juga. Kapan-kapan kita tukaran yuk!” pinta Maya.
“Boleh.”
Kami kemudian bicara tentang buku-buku kesukaan kami, sampai kami berpisah di depan studio. Kami sempat saling tukar nomor telepon, PIN BB, Facebook dan twitter.
Malam hari ketika aku sedang belajar, Maya mengirim BBM.
“Pasti kamu lagi belajar ya?”
Aku membalas,”Iya. Kamu juga, kan?”
Maya mengirim BBM lagi,”Nggak. AKu lagi baca KKPK. Selamat belajar. Maaf mengganggu.”
Aku tidak membalasnya karena harus menegrjakan PR yang banyak jumlahnya. Selesai belajar aku tertidur pulas. Besok paginya aku terbangun. Ketika kubuka BBku, aku melihat ada beberapa BBM masuk dari Maya.
“Sudah belajarnya?”
PING
“Pasti kamu sudah tidur. Selamat tidur.”
“Aku tidak bisa tidur.”
“Apakah kamu pernah berpikir  jika besok kamu akan meninggal?”
Aku kaget membaca pesan terakhirnya. Buru-buru aku mengirim BBM,” Maya, maaf aku baru baca BBM kamu.”
Tidak ada balasan. Mungkin Maya masih tidur. Aku pun bergegas mandi dan melakukan kegiatan lainnya bersiap sekolah.
Di sekolah aku tidak bisa mengirim BBM karena Mama melarangku membawa BB-ku ke sekolah.  Sepulang sekolah aku langsung melihat BB. Tidak ada jawaban BBM dari Maya. Mungkin dia sibuk. Anak orang kaya biasanya banyak kegiatan.  Aku memutuskan istirahat sebelum latihan balet sore nanti.
Pukul tiga aku berangkat balet dengan semangat. Tadi aku sudah izin kepada Mama akan main ke rumah Maya pulang latihan nanti. Tiba di studio aku mencai Maya. Tapi belum datang. Mungkin dia terlambat. Namun… sampai Tante Lista masuk kelas, Maya tak juga hadir.
Dan … aku baru tahu ketika Tante Lista bercerita.
“Anak-anakku yang cantik, hari ini kita kehilangan teman baru kita … Maya. Tadi pagi Maya telah meninggal dunia. Tapi dia meninggal dunia dalam kebahagiaan. Sejak balita Maya menderita penyakit aneh yang membuat fisiknya lemah. Dia tidak bisa berlama-lama di luar ruangan, sehingga dia tidak pernah sekolah atau bermain di luar rmah. Dia punya hobi balet dan belajar balet sendiri dari internet Keinginan terakhirnyaadalah bisa belajar balet di sebuah studio. Dan itu dipenuhi orangtuanya kemarin,” tutur tante Lista sambil berlinang air mata.
Aku ikut sedih. Air mata teman-temanku juga menetes.
Rasanya aneh kehilangan seorang teman baru. Benar-benar membuatku tak habis pikir selama berhari-hari.
Aku sedih sampai kini, mengenang seorang teman yang baru kukenal tiga hari yang lalu.

Hore, 8 November 2014

 

 

Untuk Apa Air Mata?


Kalian pasti pernah menangis, kan? Biasanya kalau kita enangis akan mengeluarkan air mata. Bahkan setiap manusia yang turun ke bumi ini didahului dengan tangisan  Menangis bisa didorong beberapa faktor. Bisa karena sedih berpisah dengan sahabta, bisa menangis ketika orang yang kita cintai meningal atau sedang pergi jauh. Ada juga yang menangis karena bahagia lho.
Ternyata menangis itu memberikan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan lahir dan batin. Air mata yang kita tumpahkan tidak akan sia-sia. Kalian pasti penasaran mengetahuinya.
 
Membantu Penglihatan

Air mata yang keluar ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
 
 Membunuh Bakteri

Jadi sebenarnya Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam lima menit.
 
Meningkatkan Mood

Seseorang yang menangis bisa menurunkan tingkat depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

Mengeluarkan Racun 

Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi penelitian tentang air mata dan menemukan bahwa ternyata air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata. Jadi bukan air matanya yang beracun.
 
Mengurangi Stress

Bagaimana menangis/mengeluarkan air mata bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
 
Melegakan Perasaan

Meskipun kita kena berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak. Jadi setelah menangis perasaan kita akan plong. Apalagi menangis disertai dengan pelukan orang yang dicintai.

 Jadi, menangislah karena menangis itu sendiri normal bagi setiap manusia. Bahkan jika tidak menangis atau tidak pernah menangis, jangan-jangan ia bukan manusia normal. Ya nggak? Menangislah sebelum menagis itu dilarang! Tapi jangan sebentar-bentar menangis. Kalau itu namanya cengeng.

Friday, October 31, 2014

Hore Aku Tahu 2 November 2014




Kisah Sepasang Sepatu

Sepatu mungkin bukan barang asing bagi kita. Setiap pergi ke sekolah / ke kantor kita pasti mengenakan sepatu. Selain untuk melindungi kaki, sepatu juga membuat penampilan kita menjadi lebih rapi.Namun sepatu ternyata juga menyimpan sejarah panjang dan menarik.

ALAS KAKI, apapun nama, bentuk, atau modelnya, telah begitu lekat dengan kaki semua orang. Namun, keakraban kaki dengan pembungkusnya itu tidak dialami dengan mudah oleh banyak orang sebelum tahun 1882. Tepatnya, ketika Jan Ernst Matzeliger, pekerja di sebuah pabrik sepatu di Amerika, menemukan mesin pembuat sepatu. Dengan ditemukannya mesin-mesin pembuat sepatu yang lain, dimulailah produksi masal sepatu, sehingga harganya pun menjadi terjangkau. Orang tak perlu lagi membuat sendiri atau repot memesan pada tukang sepatu keliling.


Namun, untuk sampai pada tahap itu, sepatu mengalami perjalanan yang sangat panjang. Ribuan tahun yang lalu, kulit binatang mentah dipilih untuk pembungkus tubuh dan kaki manusia.


Bila didaerah dingin pembungkus itu berbentuk sepatu, masyarakat di daerah panas lebih menyukai sandal. Orang Mesir kuno di tahun 3700 SM misalnya, sudah mengenakan sandal dari serat tanaman atau kulit binatang.




Bahan dasarnya tergantung pada materi yang tersedia dan kondisi alamnya. Sepatu kayu misalnya, sangat populer di Benua Eropa yang banyak berhutan. Sedangkan klompen kayu (semacam "sepatu" bakiak) banyak ditemukan di negara-negara bercuaca hangat seperti Timur Tengah, India dan Jepang. Bila mokasin (sepatu yang dibuat dari selembar bahan sehingga tidak ada jahitan antara sol dengan bagian atas sepatu) dari kulit pohon jadi alas kaki masyarakat Skandinavia, maka sandal jerami dan sepatu kain dapat dijumpai menghiasi kaki masyarakat Korea dan Cina. Khusus masyarakat di wilayah bercuaca sangat dingin, sepatu bot banyak dipakai. Orang Tibet, Bhutan, dan Nepal di sekitar Himalaya, misalnya, sangat akrab dengan sepatu bot dari kulit yak.


Alas kaki ternyata tidak selalu dianggap penting, apalagi oleh masyarakat wilayah yang banyak disinari matahari. Pada lukisan dinding dari zaman Mesir kuno, hanya para raja dan pendeta yang mengenakan alas kaki - itu pun berupa sandal - yang terbuat dari jalinan alang-alang, atau sandal kulit seperti yang terbuat dari jalinan alang-alang, atau sandal kulit seperti yang dikenakan Tutankhamen, salah satu firaun Mesir.


Bagi serdadu Yunani kuno, sandal malah punya fungsi yang amat khusus. Mereka hanya mengenakan satu pada kaki kiri. Saat perkelahian satu lawan satu, karena perisai dibawa dengan tangan kiri, kaki kiri itu selalu siap maju, kalau perlu menendang selangkangan lawan. Nah, tendangan dengan sandal tentu lebih afdol.


Pada abad IV, sepatu yang dihias dengan indah banyak ditemukan di Bizantium. Model sepatu dengan ujung panjang muncul di akhir abad IV sampai abad XV. Maklum, mode topi dan hiasan kepala saat itu juga runcing-runcing. Ada sepatu seorang pangeran yang panjang ujungnya 60 cm. Untuk mempertahankan bentuknya tentu saja mesti disumpal serat atau jerami. Sepatu demikian disebut poulainne atau crakow, mungkin indikasi tempat asalnya: Polandia. Supaya praktis, ujung sepatu diikat dengan rantai ke pangkal sepatu di tulang kering. Oleh Edward IV, raja Inggris 1442-1483, ujung sepatu lalu di batasi maksimal 5 cm saja.


Pada abad XVII lahir model sepatu berhak tinggi dengan pita. Tahun 1660 Louis XIV, raja Prancis yang terkenal suka kemewahan dan keindahan, mendapat hadiah sepasang sepatu berhak tinggi dengan pita sepanjang 40 cm. Tetapi haknya dibuat melengkung untuk disesuaikan dengan tubuh Louis yang pendek. Meski tak praktis dan membuat pemakainya bisa tersandung, model itu sangat disukai raja dan kerabatnya.


Pada abad XVIII sepatu mencapai puncak kecentilannya. Ada yang dihiasi kain brokat, atau kulit anak kambing yang lembut, entah dibordir atau dihiasi manik-manik. Ujungnya runcing, haknya tinggi melengkung. Bahkan ada yang dihiasi gesper bertatahkan berlian.


Kini perkembangan pengetahuan yang begitu pesat menyentuh pula bidang pembuatan sepatu. Proses rancang-merancang dilakukan dengan bantuan komputer, sedangkan sinar laser digunakan untuk memotong bahan dengan cepat dan tepat.




KKPK, 2 November 2014


Kuliner Enak







Judul: Waffle VS Pancake
Penulis: Shafira
100 halaman




Siapa yang hobi makan? Apa sih makanan kesukaan kamu? Kalau aku sih suka banyak makanan. Apalagi kalau sambil baca buku KKPK. Nah, kebetulan kali ini bukunya seru tentang makanan.

Kalian suka pancake atau waffle? Semuanya lezat, ya. Sayangnya, pancake dan waffle tidak akur. Mereka saling mengejek. Pancake merasa lebih cantik daripada waffle. Waffle merasa lebih unik daripada pancake. Risa, rani, Rudi, dan Yuda jadi bingung mau makan yang mana. Kalau mereka bertengkar terus. kapan bisa menikmati kue lezat itu? Risa memikirkan cara supaya mereka akur. Berhasil, enggak, ya, menyatukan mereka? Keburu lapaaar!

Ceritanya asik dan seru, kan? Masih ada cerita-cerita lain yang tak kalah asyik. Ada kisah dunia di dalam kardus, ada petualangan di dunia anjing, bahkan Risa menemukan toko kue yang bisa membawanya keliling dunia! Hah, kok bisa? Biar enggak penasaran, baca, deh, semua ceritanya.


(Geus Rama S, palembang)

Friday, October 24, 2014

Cernak, 26 Oktober 2014




Ulang Tahun Sasa

 
oleh Benny Rhamdani


Sepulang sekolah Dita mengajak Voni mampir sebentar ke sebuah mall tak jauh dari sekolah. "Antar sebentar," katanya.

"Mau beli apaan?" tanya Voni.

"Aku mau beli kado buat Sasa. besok dia ulang tahun, kan? Kamu sudah beli?" tanya Dita.

"Memangnya dia mau ngerayain? Minimal traktir kita?"

"Belum tahu sih. Tapi dia kan teman sekelas kita."

"Iya, tapi dia sendiri nggak pernah ngasih kado sama kita. Padahal kita ngundang dia ke perayaan ulang tahun kita," ungkit Voni.

"Mau ngantar nggak nih? Aku suka bingung kalau belanja sendiri," kata Dita.

Karena Dita sering berbuat baik kepada Voni, akhirnya Voni mau menemani Dita. Mereka mendatangi satu toko buku. Dita memutuskan untuk membeli satu buku KKPK terbaru. Dita ingat, Sasa sangat suka membaca KKPK.

"Wah, harganya lumayan lho. Duapuluh lima ribu," ucap Voni.

"Tak apa. kebetulan au punya tabungan. Kamu nggak akan ngasih hadiah?"

"Di rumah aku punya beberapa hadiah ulang tahunku bulan lalu. Besok aku bawa ke sekolah. Kalau Sasa traktir makan-makan baru aku kasih," kata Voni.

"Terima kasih, kamu sudah mau mengantar aku ya," kata Dita.

Esok pagi adalah ulang tahun Sasa. Seisi kelas memberi ucapan selamatulang tahun kepada Sasa. Tapi yang memberi kado hanya Dita. Sasa kelihatn senang menerimanya.

"Aduh, terima kasih, Dita. Kau baik sekali," ucap Sasa.



"Aku juga bawa kado. tapi baru aku kasih kalau kamu rtratir makan-makan," ucvap Voni.

Sasa tertunduk malu. Dia ingin mentraktir teman-temannya,tapi ... "Ya, sitirahat nanti aku akan traktir kalian di kantin," katanya kemudian.

"Horeee!" semua berteriak senang.


Dita mendekati Sasa. "Sasa, sebenarnya kamu tidak perlu mentraktir kami. Kamu ..."


Sasa menggelengkan kepalany. "Tenang, Dita. Aku punya uang tabungan kok."


Dita tersenyum. Dita tahu keluarga Sasa bukan orang kaya. Ayahnya bekerja sebagai satpam. Ibunya membuka warung jajanan.

Saat istirahat tiba, seisi kelas langsung ke kantin. Mereka memesan makanan dan minuman. Setelah selesai, Sasa harus membayar sebesar seratus ribu rupiah.

Sasa mengeluarkan dengan hati beberapa lembar uang kertas. Dihitungnya satu persatu lembaran kertas itu hingga berjumlah seratus ribu. Sisanya tinggal selembar dua ribu rupiah.

Di kelas Sasa menerima beberapa kado dari temannya. Rupanya mereka seperti Voni yang baru menyerahkan kado bila ditraktir. Namun Sasa kelihatan tak senang. Pikirannya melayang entah ke mana.

Ya, sebenarnya uang yang dibayarkan tadi bukan uang tabungannya. Sasa tak pernah punya tabungan. Itu uang milik Ibu untuk diberikan ke sekolah untuk melunasi pembayaran uang kaos olahraga dan les komputer. Sasa berpikir, dia akan mengatakan kepada Ibu, uang itu hilang.

Namun Sasa kini ragu. Dia pasti tidak akan bisa berbohong kepada Ibu. Sasa tak pernah bohong.

Sasa menyesal. Mengapa demi gengsi agar bisa mentraktir teman-teman sekelasnya, dia sampai menyalahgunakan kepercayaan Ibu?

^_^

KKPK, 26 Oktober 2014

Brownies  Kejutan





Judul: Sweet Brownies
Penulis: Khasissa
112 Halaman



"Uh … sebal banget enggak ada brownies!" keluh Rania. Rania memang penggemar berat brownies, sehingga jika sehari tiada brownies, dia selalu mengeluh. Karena tiada hiburan, dia mendekati anak baru bernama Agitha. Ternyata, Agitha baik dan asyik! Sehingga, mereka bersahabat. Tapi, perjalanan persahabatan mereka sungguh panjang. Agitha rupanya sangat bertingkah aneh saat melihat brownies, yaitu menangis dan marah. Akhirnya, Rania mengetahui kalau Agitha sangat tidak suka pada brownies. Inilah yang menjadi rahasia Agitha!

Seperti apa rahasianya? Kalau ternyata Rania bisa menemukan orang yang mengetahui rahasia Agitha, siapakah orang tersebut? Dan apa hubungannya dengan Agitha? Sampai-sampai mereka membuat pesta "The Sweet Brownies"!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22751-KKPK-The-Sweet-Brownies#sthash.PgfOEAdY.dpuf
"Uh … sebal banget enggak ada brownies!" keluh Rania. Rania memang penggemar berat brownies, sehingga jika sehari tiada brownies, dia selalu mengeluh. Karena tiada hiburan, dia mendekati anak baru bernama Agitha. Ternyata, Agitha baik dan asyik! Sehingga, mereka bersahabat. Tapi, perjalanan persahabatan mereka sungguh panjang. Agitha rupanya sangat bertingkah aneh saat melihat brownies, yaitu menangis dan marah. Akhirnya, Rania mengetahui kalau Agitha sangat tidak suka pada brownies. Inilah yang menjadi rahasia Agitha!

Seperti apa rahasianya? Kalau ternyata Rania bisa menemukan orang yang mengetahui rahasia Agitha, siapakah orang tersebut? Dan apa hubungannya dengan Agitha? Sampai-sampai mereka membuat pesta "The Sweet Brownies"!
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22751-KKPK-The-Sweet-Brownies#sthash.PgfOEAdY.dpuf
"Uh … sebal banget enggak ada brownies!" keluh Rania. Rania memang penggemar berat brownies, sehingga jika sehari tiada brownies, dia selalu mengeluh. Karena tiada hiburan, dia mendekati anak baru bernama Agitha.

Ternyata, Agitha baik dan asyik! Sehingga, mereka bersahabat. Tapi, perjalanan persahabatan mereka sungguh panjang. Agitha rupanya sangat bertingkah aneh saat melihat brownies, yaitu menangis dan marah. Akhirnya, Rania mengetahui kalau Agitha sangat tidak suka pada brownies. Inilah yang menjadi rahasia Agitha!

Seperti apa rahasianya? Kalau ternyata Rania bisa menemukan orang yang mengetahui rahasia Agitha, siapakah orang tersebut? Dan apa hubungannya dengan Agitha? Sampai-sampai mereka membuat pesta "The Sweet Brownies"!

(Geus Rama, Palembang)

Hore, Aku Tahu 26 Oktober 2014

Mengenal Empat Tahun Baru yang Dirayakan di Indonesia


Kemarin kita baru saja merayakan tahun baru hijriyah. Nanti ada lagi tahun baru masehi. Banyak, ya. Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya.

Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun Hijriyah

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam,

Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.


Tahun Masehi

Tahun baru  masehi pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.


Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.
Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.

Tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Tahun Imlek


Imlek yang artinya kalender bulan atau Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari. Kalender Tionghoa sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan memilih hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha.  Kalender Tionghoa dikenal juga dengan sebutan lain seperti "Kalender Agrikultur"



Kalender Tionghoa memiliki aturan yang sedikit berbeda dengan kalender umum, seperti: perhitungan bulan adalah rotasi bulan pada bumi. Berarti hari pertama setiap bulan dimulai pada tengah malam hari bulan muda astronomi. (Catatan, "hari" dalam Kalender Tionghoa dimulai dari pukul 23:00 dan bukan pukul 00:00 tengah malam).

Satu tahun ada 12 bulan, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda (rùnyuè, 19 tahun 7 kali). Berselang satu kali jiéqì (musim) tahun Matahari Cina adalah setara dengan satu pemulaan Matahari ke dalam tanda zodiak tropis. Matahari selalu melewati titik balik Matahari musim dingin (masuk Capricorn) selama bulan 11.


Tahun Saka


Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.Di India satu tahun dibagi menjadi enam musim, atau dengan kata lain setiap musim berlangsung dua bulan. Berikut nama-nama musim


 Kalender Saka berawal pada tahun 78 Masehi dan juga disebut sebagai penanggalan Saliwahana (Sâlivâhana). Kala itu Saliwahana yang adalah seorang raja ternama dari India bagian selatan, mengalahkan kaum Saka. Tetapi sumber lain menyebutkan bahwa mereka dikalahkan oleh Wikramaditya (Vikramâditya). Wikramaditya adalah seorang musuh atau saingan Saliwahana, beliau berasal dari India bagian utara.

Sebelum masuknya agama Islam, para sukubangsa di Nusantara bagian barat yang terkena pengaruh agama Hindu, menggunakan kalender Saka. Namun kalender Saka yang dipergunakan dimodifikasi oleh beberapa sukubangsa, terutama suku Jawa dan Bali. Di Jawa dan Bali kalender Saka ditambahi dengan cara penanggalan lokal.

Friday, October 17, 2014

KKPK, 19 Oktober 2014

Diary Kenangan






Judul: Diary Untuk Dunia
Penulis: Rafid
112 halaman



Kalian punya kelompk pertemanan? Bagaimana ceritanya bisa terbentuk? Biasanya sih cerita kelompok pertemanan memang seru. Seperti cerita KKPK yang satu ini.

Alfa bersama delapan teman sekelasnya, yaitu Ismail, Nisa, Nurul, Ilyas, Zaka, Zaid, Asma, dan Nibras, membentuk kelompok. Namanya kelompok Garfield. Nabila, murid baru di kelas mereka bergabung. Yes, dengan kedatangan Nabila, kelompok Garfield jadi bersepuluh! Ke mana-mana mereka selalu bersama. Bahkan, saat ada gosip yang menerjang kelompok mereka pun, semuanya bisa diatasi. Mereka berusaha mencari tahu pembuat gosip tersebut.

Siapa, sih, dia? Lalu, saat Alfa mengikuti pertukaran pelajar ke Canberra, ada berita yang membuatnya harus kembali ke Indonesia. Ternyata, ada sebuah diary titipan untuknya dan kelompok Garfield. Diary itu menjadi kenangan sekaligus maskot bagi persahabatan mereka. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Yuk, buruan baca cerita bagus ini.


(Geus Rama s)
Alfa bersama delapan teman sekelasnya, yaitu Ismail, Nisa, Nurul, Ilyas, Zaka, Zaid, Asma, dan Nibras, membentuk kelompok. Namanya kelompok Garfield. Nabila, murid baru di kelas mereka bergabung. Yes, dengan kedatangan Nabila, kelompok Garfield jadi bersepuluh! Ke mana-mana mereka selalu bersama. Bahkan, saat ada gosip yang menerjang kelompok mereka pun, semuanya bisa diatasi. Mereka berusaha mencari tahu pembuat gosip tersebut. Siapa, sih, dia? Lalu, saat Alfa mengikuti pertukaran pelajar ke Canberra, ada berita yang membuatnya harus kembali ke Indonesia. Ternyata, ada sebuah diary titipan untuknya dan kelompok Garfield. Diary itu menjadi kenangan sekaligus maskot bagi persahabatan mereka. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Yuk, buruan baca cerita bagus ini! - See more at: http://www.mizanstore.com/detailproduct/22613-KKPK-Diary-Untuk-Dunia#.VEHnmWdMGQA
Alfa bersama delapan teman sekelasnya, yaitu Ismail, Nisa, Nurul, Ilyas, Zaka, Zaid, Asma, dan Nibras, membentuk kelompok. Namanya kelompok Garfield. Nabila, murid baru di kelas mereka bergabung. Yes, dengan kedatangan Nabila, kelompok Garfield jadi bersepuluh! Ke mana-mana mereka selalu bersama. Bahkan, saat ada gosip yang menerjang kelompok mereka pun, semuanya bisa diatasi. Mereka berusaha mencari tahu pembuat gosip tersebut. Siapa, sih, dia? Lalu, saat Alfa mengikuti pertukaran pelajar ke Canberra, ada berita yang membuatnya harus kembali ke Indonesia. Ternyata, ada sebuah diary titipan untuknya dan kelompok Garfield. Diary itu menjadi kenangan sekaligus maskot bagi persahabatan mereka. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Yuk, buruan baca cerita bagus ini! - See more at: http://www.mizanstore.com/detailproduct/22613-KKPK-Diary-Untuk-Dunia#.VEHnmWdMGQA
Alfa bersama delapan teman sekelasnya, yaitu Ismail, Nisa, Nurul, Ilyas, Zaka, Zaid, Asma, dan Nibras, membentuk kelompok. Namanya kelompok Garfield. Nabila, murid baru di kelas mereka bergabung. Yes, dengan kedatangan Nabila, kelompok Garfield jadi bersepuluh! Ke mana-mana mereka selalu bersama. Bahkan, saat ada gosip yang menerjang kelompok mereka pun, semuanya bisa diatasi. Mereka berusaha mencari tahu pembuat gosip tersebut. Siapa, sih, dia? Lalu, saat Alfa mengikuti pertukaran pelajar ke Canberra, ada berita yang membuatnya harus kembali ke Indonesia. Ternyata, ada sebuah diary titipan untuknya dan kelompok Garfield. Diary itu menjadi kenangan sekaligus maskot bagi persahabatan mereka. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Yuk, buruan baca cerita bagus ini! - See more at: http://www.mizanstore.com/detailproduct/22613-KKPK-Diary-Untuk-Dunia#.VEHnmWdMGQA