Friday, April 06, 2012

CERNAK, 8 APRIL 2012


Dhika Kecil

oleh Benny Rhamdani

 Hari ini aku harus segera ke rumah sepulang sekolah. Biasanya, aku mampir ke perpustakaan. Habis di rumah juga sepi. Papa dan Mama kerja. Kak Tika kuliah. Paling hanya ada Bi Yani.

"Tante Mia mau nitip Dika siang ini. Ghea tolong jagain ya," begitu kata Mama pagi ini.

Aku senang sekali mendengarnya. Aku sangat suka sepupu kecilku itu. Umurnya baru tiga tahun. Dhika itu lucu dan menggemaskan.

Sampai di rumah aku hanya menemukan Bi Yani. Aku langsung salin pakaianku dan makan siang. Kali ini Bi Yani memasak sayur lodeh kesukaanku dan ayam goreng.

"Assalammualaikum!"

Aku sudah menghabiskan makan siang, ketika mendengar suara Tante Mia yang memasuki rumah.

"Waalaikumsalam," jawabku,

Aku langsung menghampiri Dhika. Dhika juga senang melihatku.

"Ghea, Tante titip Dhika sebentar ya. baby sitternya Dhika sakit. nanti sore Tante ambil ke sini," kata Tante Mia.

"Iya, Tante. Tenang aja."

Lima menit kemudian, Tante Mia berangkat pergi.

"Dhika mau main apa?" tanyaku.

"Naik pesawat."

"Hah? Di sini nggak ada pesawat."

"Kakak aja jadi pesawat."

Hah! Aku menyerah karena Dhika mulai merajuk. Aku mengendongnya, tapi tanganku dibentangkan seperti sayap pesawat.

"Ngeeeeng!" teriak Dhika kegirangan.

"Sudah sampai."

"Belum lagi."

Ah, aku capek.

"China kan jauh."

"Isi bensin dulu ya," kataku.

"Jangan lama-lama ya."

Aku yang kehausan langsung  ke dapur.

"Aku haus. Gendong Dhika terus," kataku kepada Bi Yani.

"Kalo terus dituruti memang cape. Mengasuh anak kecil ada caranya," kata Bi Yani. "Mas Dhika itu kan sukanya pesawat. Kalo main pesawat terus bisa gempor. Bisa dialihkan ke nonton tentang pesawat atau baca buku tentang pesawat."


"Oh iya juga."

Aku langsung mengeluarkan DVD tentang pesawat dan mengaduk-aduk buku tentang pesawat. Bi Yani benar, ternyata Dhika langsung berhenti menjadikan aku pesawat terbang.

Bahkan akhirnya Dhika pun tidur nyenyak.

Huaaahhh... kini aku yang ngantuk.

^_^





No comments: