Friday, June 27, 2008

Hore, 29 Juni 2008



Teratai si Tanaman Suci

Siapa bilang tanaman hanya tumbuh di atas tanah? Tak sedikit tanaman yang bisa tumbuh di permukaan air, salah satunya adalah teratai. Berbeda dengan eceng gondok yang banyak dimusuhi, tanaman teratai justru banyak penggemarnya. Malah ada yang menganggapnya sebagai tanamn suci.

Air Tenang
Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai waterlily. Di Indonesia, Teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman Nelumbo (Lotus).

Pada zaman dulu, orang memang sering mencampur adukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti Seroja dengan genus Nymphaea (Teratai). Pada tanaman genus Nelumbo, bunga terdapat jauh di atas permukaan air, daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi.

Teratai tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun.

Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air. Bunga terdapat pada tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang. Diameter bunga antara 5-10 cm.

50 Jenis

Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir.

Teratai menjadi tanaman di kebun-kebun karena bunganya yang indah. Pelukis Perancis bernama Claude Monet terkenal dengan lukisan bunga teratai. Bunga seroja merupakan bunga yang biasa berada di istana sebagai lambang kesucian.

Pada zaman Mesir kuno, Teratai dan Lotus banyak tumbuh di pinggir sungai Nil. Nymphaea caerulea dan Nymphaea lotus adalah dua spesies yang berasal dari Mesir. Bunga Nymphaea caerulea hanya berumur sehari, mekar di pagi hari dan tenggelam di bawah air di senja hari. Bunga dari Nymphaea lotus mekar pada malam hari dan menguncup di pagi hari. Peninggalan dari kedua jenis bunga Teratai asli Mesir ditemukan di makam Ramses II.

Teratai masih satu suku dengan genus Nuphar yang perbedaannya terletak pada besar daun mahkota. Bunga Teratai memiliki daun mahkota yang lebih besar dari daun kelopak, sedangkan genus Nuphar memiliki daun mahkota yang lebih kecil daripada daun kelopak. Pematangan buah Teratai terjadi di bawah permukaan air, berbeda dengan pematangan buah dari genus Nuphar yang terjadi di atas permukaan air.

Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai.

Tanaman Obat

Selain sebagai tanaman hias, teratai juga bisa dikonsumsi. Daunnya biasa dipakai sebagai bahan pembungkus, rimpang muda dan biji bisa dimakan. Selain itu tertai dikenal pula sebagi tanaman obat. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan antara lain diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung, beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, dan anemia.

Karena banyak manfaatnya, saat ini teratai juga dibudidayakan.Nah, apakah di antara kalian ada yang belum pernah melihat tanaman indah ini?
(ben)

Cernak, 29 Juni 2008


Impian Laura
Oleh Benny Rhamdani


Laura adalah peri kecil yang sangat mencintai tanaman. Karena itulah, Laura sangat senang tinggal di hutan. Namun suatu hari, Laura ketika sedang asyik tidur di atas sehelai daun, ia tertiup angin lalu terjatuh ke atap sebuah bis yang melintasi pinggir hutan.
Laura baru tersadar ketika sampai kota. Dadanya langsung sesak oleh udara kotor kota.
“Huh, tempat apa sih ini? Mengapa udaranya kotor sekali?” gumam Laura sambil terbangun. Dia melihat sekelilingnya yang ramai oleh manusia dan kendaraan.
Laura terbang mencari pohon terdekat. Hup baru saja dia hinggap di dahan pohon kenari. Tiba-tiba dia mendengar suara isakan tangis.
“Siapa yang menangis ya?” tanya Laura.
“Aku …. Pohon yang kamu singgahi.”
Laura baru tahu kalau suara itu berasa dari pohon.
“Mengapa kamu menangis?” tanya Laura.
“Karena aku sakit. Dan aku sudah tak kuat lagi hidup dengan penyakitku,” ucap pohon kenari.
“Mengapa pohon sekuat kamu bisa sakit?” tanya Laura.
“Bagaimana tidak sakit. Lihatlah sekitar kita. Asap kendaraan bermotor sangat banyak. Belum lagi tangan-tangan manusia yang jahil. Coba lihat batangku. Penuh paku. Manusia senang sekali memaku sesuatu di batangku. Mulai dari iklan, kampanye, sampai sekadar iseng,” keluh pohon kenari.
“Iya, ya. Manusia tidak pernah berpikir kalau tubuh mereka yang dipaku,” timpal Laura.
“Bukan cuma itu. Cobalah lihat beberapa saat lagi,” kata pohon kenari.
Laura tak mengerti maksud pohon kenari. Dia kemudian menunggu beberapa saat. Dia kemudian melihat seorang pria dewasa mendekati pohon. Pria itu kemudian dengan santainya membuang air kecil dekat batang pohon itu.
“Hmm, menyebalkan!” kesal pohon kenari setelah pria itu pergi. “Ingin rasanya aku merobohkan tubuhku ke pria tadi. Mengapa dia harus buang air kecil di sini. Padahal, tak jauh dari sini ada toilet untuk umum.”
“Apakah hanya kamu yang bernasib malang seperti ini?” tanya Laura.
“Tidak. Sebagian besar tanaman di kota ini bernasib malang sepertiku,” kata pohon kenari.
“Kalau begitu aku harus berbuat sesuatu,” pikir Laura.
Dia kemudian mendatangi beberapa pohon di kota. Laura menanyakan data beberapa orang kota yang pernah menyakiti pohon-pohon di kota. Malam harinya, Laura mengeluarkan kesaktiannya.
Beberapa manusia diubahnya menggantikan pohon-pohon yang sering disakiti di kota selama beberapa hari. Kebanyakan dari mereka sudah menangis ketika menjadi pohon dalam sehari. Ya menangis karena tak tahan dengan perlakuan yang pernah mereka lakukan. Mereka baru merasakannya ketika menjadi pohon.
“Tolong kembalikan aku jadi manusia lagi. Aku janji tidak akan menyakiti pepohonan lagi,” janji mereka sambil menangis.
Ketika mereka diubah kembali menjadi manusia, kelakuan mereka pun berubah. Mereka mulai menyayangi tanaman yang ada di kota. Bahkan mereka pun mulai mencegah oaring lainnya untuk mengganggu tanaman yang ada.
Laura amat senang dengan perubahan itu. Banyak pohon yang berterima kasih padanya.Orang-orang kota tak lagi merusak tanaman di kota. Jika ada yang melanggar, Laura akan segera mengubahnya menjadi pohon.
Karena makin lama keadaan pepohonan di kota membaik, Laura memutsukan kembali ke hutan.
“Oh, kalau kamu pergi aku khawatir manusia akan kembali berbuat jahat kepada kami,” kata beberapa pohon.
“Aku harap tidak begitu. Tapi kalau pun manusia berbuat jahat lagi, alam pasti akan membalasnya,” kata Laura.
“Maksudmu?” tanya pohon kenari.
“Ya, misalnya saja dengan datangnya bencana seperti banjir atau kekeringan air,” kata Laura.
Pohon-pohon itu mengangguk tanda mengerti.
Laura pun kemudian pamitan. Dia segera kembali ke hutan.
Tapi … suatu pemandangan yang menyesakkan dada menyambut Laura ketika sampai hutan. Pohon-pohon di hutan tampak sedih dan ketakutan.
“Laura, Kaman saja kamu? Di sini kami sangat ketakutan dan sedih. Orang-orang kota masuk ke hutan dan menebangi kami seenaknya. Mereka membawa batang-batang kayu kami ke kota begitu banyak. Entah untuk apa?” keluh pohon-pohon itu.
Laura bersedih. Ia bingung dengan ulah manusia yang serakah. Mengapa banyak sekali manusia yang tidak mau bersahabat dengan pepohonan? Padahal pepohonan sangat mencintai manusia. Ya, Laura berharap suatu hari nanti semua manusia bisa mencintai tanaman.

^-^

Friday, June 20, 2008

Cernak, 22 Juni 2008


Keripik Pisang Salsa
Oleh Benny Rhamdani


“Liburan kali ini ayah berjanji akan mengajak jalan-jalan ke luar kota,” kata Alika.
“Kalau Ayahku akan membelikan aku videogame. Jadi selama liburan nanti aku akan asyik main videogame,” kata Aga.
“Kalau aku sih mau belajar masak,” kata Salsa.
“Belajar masak? Memangnya kamu ibu-ibu?” ledek Alika sambil tertawa.
“Iya nih. Ngapain belajar masak?” Aga ikut bertanya.
“Pokoknya aku mau belajar masak,” kata Salsa.
Sebenarnya Salsa hanya asal ngomong. Dia belum punya rencana liburan yang pasti. Sejak kenaikan harga BBM dan harga-harga lainnya, Salsa tahu orangtuanya semakin sering mengeluh. Apa-apa serba mahal. Bahkan ibunya sempat bingung mencari uang untuk biaya masuk sekolah Muti, adik Salsa yang tahun ini harus masuk sekolah dasar.
Kalau sudah melihat orangtua pusing begitu, mana mungkin tiba-tiba Salsa merengek minta liburan, kan?
Ah, sebenarnya setiap liburan tiba Salsa tidak pernah benar-benar mengisi liburan seperti teman-temannya. Boro-boro ke luar kota seperti Alika, ke luar komplek rumahnya saja jarang. Liburan selama ini lebih banyak diisi di rumah. Kalau tidak membantu ibunya, ya menemani Muti bermain.
Seminggu lalu, ibunya sempat memutuskan untuk bisnis kue kecil-kecilan. Kue kering yang kemudian dijual ke beberapa toko. Ada juga yang pesanan. Nah, dari situlah Salsa kepikiran untuk belajar memasak seperti ibu.
Selama ini, ibu belum mengizinkan Salsa membantu memasak sepenuhnya. Paling Salsa kebagian disuruh-suruh membeli bahan kue yang kurang atau menjaga Muti yang rewel. Terlebih, biasanya Ibu lebih banyak memasak kue-kue untuk jualan itu dari tengah malam sampai subuh. Wuih, Salsa kan lagi ngantuk-ngantuknya.
“Bu, Salsa mau belajar bikin kue ya selama liburan ini, sambil bantu-bantu Ibu,” kata Salsa.
“Boleh. Tapi Ibu kasihan sama Salsa. Ibu kan membuat kuenya tengah malam. Nanti kamu mengantuk,” kata Ibu.
“Ya, Salsa kan liburan. Jadi siangnya bisa istirahat,” kata Salsa.
Tapi belum sempat belajar, sore harinya Salsa melihat Ibu dan Ayah berdiskusi di ruang tengah.
“Keuntungan membuat kue kita sangat kecil. Tidak seimbang dengan waktu dan tenaga yang Ibu habiskan untuk memasaknya,” kata Ayah.
“Habis kue-kue yang Ibu buat banyak juga yang bikin dan jual,” kata Ibu.
“Kalau begitu kitaharus buta yag lainnya,” kata Ayah.
“Iya, tapi apa?” Ibu pusing.
“Bagaimana kalau keripik pisang. Bahannya bisa diambil dari kebun kita,” saran Ayah.
“Tapi keripik pisang juga sudah ada yang jual,” kata Ibu.
“Harus dibuat lain rasanya,” saran Ayah.
“Iya, Ayah. Rasanya harus modern. Harus ada rasa keju, cokelat, brownies, strawberi,” Salsa tak tahan memberi usulan. Saat ini teman-temannya memang lebih suka jajanan aneka rasa seperti itu.
“Wah, ide Salsa hebat!” kata Ayah. “Ayo kita coba dulu beberapa resepnya!”
Ibu akhirnya mulai mengolah keripik pisang anekarasa itu. Mulanya ada beberapa rasa yang kurang enak. Salsa yang diminta mencoba berusaha menjawab apa adanya.
“Ibu, ini keripik pisang kejunya terlalu asin,” kata Salsa.
Ibu kemudian mencoba mengubah resepnya. Sampai akhirnya ditemukan resep yang pas untuk bahan-bahan setiap jenis keripik pisang.
Mereka kemudian memasak beberapa keripik pisang aneka rasa itu. Ketika hari pertama, ibu belum terlalu banyak membuat. Takut kurang laku. Ternyata yang membeli pun tidak terlalu banyak. Sisa keripik pisang yang tidak terjual dibagikan ayah kepada teman-teman ayah di kantor. Salsa juga mengantar beberapa bungkus ke teman-temannya. Ibu kebagian membagi-bagikan beberapa bungkus ke pengajian.
Beberapa hari kemudian, teman-teman Salsa dating ke rumah memesan keripik pisang buatan Ibu. Ada yang memesan keripik pisang keju, ada juga yang rasa cokelat dan stroberi. Begitu juga teman-teman Ayah. Tak kalah banyaknya adalah teman-teman pengajian ibu.
Seminggu kemudian Ibu mulai kewalahan menerima pesanan keripik pisang itu. Orang-orang mulai bertanya nama keripiki pisang itu.
“Namanya Keripik Pisang Salsa!” begitu kata Ibu. Soalnya yang menemukan idenya memang Salsa.
Wah, Salsa bangga sekali. Apalagi kemudian keripik pisang Salsa itu diliput di Koran dan majalah.
Tiga bulan kemudian Ibu punya sebuah toko kue sendiri di tempat yang cukup ramai. Ayah memutuskan berhenti bekerja untuk membantu Ibu memulai bisnisnya.
Tentu saja Salsa, ayah dan Ibu tak akan berhenti menemukan resep baru untuk dijual di toko itu. Salh satu di antaranya adalah membuat aneka rasa pada masakan mpek-mpek yang sudah terkenal itu. Jangan heran ya kalau nanti akan ada mpek-mpek rasa stroberi, keju ataupun cokelat dari toko kue Salsa. Soalnya saat ini Ibu sedang mengolah dulu resepnya.

^_^

HORE, 22 Juni 2008



Liburan Hemat dan Kreatif


Libur telah tiba! Beruntung jika kalian punya tabungan yang cukup untuk libur. Tapi jika orangtua kita sedang pusing dengan kenaikan harga apapun, sebaiknya kita tidak merengek untuk minta mengisi liburan yang mahal. Ya, kita bisa mengisi liburan ini dengan sesuatu yang hemat dan kreatif.

Origami

Salah satu cara mengisi liburan yang hemat adalah belajar membuat origami. Apaan sih origami?

Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.

Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.

Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.

Salah satu bentuk origami yang paling mudah adalah membuat kapal terbang kertas,pesawat kertas ialah ialah kapal terbang mainan yang dibuat daripada kertas. Dalam bahasa Jepang disebut kami hikoki (kami=kertas, hikoki=terbang). Kapal terbang kertas adalah terkenal, karena ini adalah reka bentuk yang paling mudah dalam seni membentuk kertas. Bentuk lainnya yang sederhana adalah burung bangau.

Saat ini buku belajar membuat aneka bentuk origami mudah kalian temui di toko buku. Harganya juga tidak mahal, tapi manfaatnya banyak. Untuk membuat origami kalian hanya membutuhkan kertas lipat dan ketekunan. Jika kalian sering berlatih, maka kalian akan semakin mahir. Kalian biasa membuat aneka hiasan dari kertas, dan tentu saja nantinya dapat dijual. Asyik, kan?


Bunga Kering

Apabila seseorang memberi bunga pada hari ulang tahun, janganlah dibuang setelah layu. Kita dapat mengabadikannya dengan mengeringkan bunga tersebut. Kita juga dapat mengeringkan bunga dari halaman.

Cara pengeringan bunga adalah dengan pengeringan klasik oleh udara dan pengeringan tekanan yang bias diselipkan di buku tebal. Bunga yang dapat dikeringkan adalah bunga yang tidak mengandung terlalu banyak air, seperti bunga bogenvil, bunga hortensia, bunga mawar, bunga margerit, bunga chrysantium dll. Bunga dari tanaman berakar bawang biasanya susah dikeringkan, contohnya : gladiol, tulip, lili, jacinthe, dahlia, begonia, dan lainnya.

Pengeringan klasik oleh udara adalah pengeringan yang paling mudah. Dua hari sebelum bunga menjadi layu, segera persiapkan untuk dikeringkan. Jangan menunggu hingga menjadi layu.

Caranya mudah : Ambil sekitar 8 -10 tangkai bunga (varietas yang sama), dan potong tangkai bunga sama panjang (sekitar 30 cm dari bunga). Petik daun daun yang ada di tangkai bagian bawah. Sebaiknya jangan membiarkan terlalu banyak daun, karena daun menyerap zat warna bunga.

Jadikan satu semua tangkai bunga dengan mengikatnya pada bagian bawah dengan tali rapia. Setelah itu gantungkan terbalik (bunga dibawah). Usahakan untuk memilih tempat paling kering di rumah, dan tidak terkena cahaya langsung. Akan lebih baik lagi bila ditempatkan di tempat yang tidak terdapat cahaya sama sekali, karena zat warna bunga akan lebih bertahan.

Untuk bunga yang mempunyai kelopak lemah, kita dapat mengeringkannya dengan cara lain. Siapkan wadah yang lebar dan agak dalam (keranjang bambu / baskom besar). Lapisi dasarnya dengan kertas koran atau kertas penyerap kelembaban (absorbant). Lalu tata kelopak bunga atau bunga diatasnya tanpa menyentuh satu sama lain. Biarkan kering selama beberapa hari di tempat yang tidak terkena cahaya langsung. Setelah kering, kita dapat menempatkannya didalam wadah kaca atau keranjang bambu kecil dan tambahkan beberapa tetes parfum bunga. Hiasan ini dapat dipergunakan sebagai pengharum ruangan atau kamar mandi.

Untuk perawatannya, keringkan bunga tersebut dengan pengering rambut 4 bulan sekali, terutama di daerah yang lembab.

Bukan hanya bunga yang dapat dikeringkan, tapi juga daun daunan, padi, gandum, daun bambu kuning dan bahkan tumbuhan semak yang memiliki bentuk indah. Kita juga dapat mengeringkan apat juga mengeringkan bumbu dan sayuran untuk penambah nilai komposisi bunga anda, seperti : cengkeh, daun salam, potongan melintang jeruk bali, potongan melintang belimbing, biji kedondong atau rambutan, juga jagung

Setelah tanaman kering terkumpul, anda dapat mengkreasikannya dalam banyak cara. Tatalah bunga bunga sesuai dengan selera. Kita bias mencontoh juga dari hiasan bunga yang ada. Kita juga bias menyusun bunga atau daun pada karton sesuai kreatifitas, dan bingkailah dengan kaca.

Di Perancis, terdapat kebiasaan kuno yang indah untuk mengeringkan bunga di kebun, ditata didalam bingkai untuk menyertai puisi yang anda tulis tangan. Nah, berarti kita bias juga menghiasi kartu undangan, kartu lebaran, kartu natal dan lainnya.

Hm, sekarang kalian sudah mengenal dua cara mengisi liburan. Biar lengkap infonya kalian bias melihat di buku-buku panduan atau cari saja di Internet. Percayalah, kalian tidak akan rugi bila mengisi liburan kalian dengan belajar origami dan merangkai bunga kering.

(ben)

Friday, June 13, 2008

Cernak, 15 Juni 2008


Penculikan

Akhir pekan, aku dan Esha sudah mencatat rencana untuk melihat pementasan drama Shirley. Aku diantar Ayah hingga di depan gedung pertunjukan. Ayah dan Ibu tidak bisa ikut menonton karena ada acara sendiri malam ini.

Aku menunggu Esha di lobi gedung. Tak lama kemudian aku melihat Esha datang dengan dua pengawal yang mengikutinya. Oh iya, Esha itu adalah puteri seorang pemimpin kerajaan dari luar negeri. Dia ada di sini karena sekolah.

“Aduh, maaf ya aku agak terlambat. Tadi aku minta para pengawalku tidak ikut. Sampai aku marah-marah. Tapi mereka keberatan,” katanya sambil mendengus kesal.

“Sudahlah tidak apa-apa mereka ikut menonton juga,” kataku.

“Eh, kita ke belakang panggung yuk. Aku ingin melihat persiapan Shiley,” ajak Esha sambil menarikku.

Aku menurutinya berjalan ke samping gedung. Dua petugas keamanan sempat menanyai kami. Ketika kami keluarkan kartu undangan khusus. Mereka mempersilakan kami masuk jalan khusus. Tapi dua pengawal Esha tidak bsia amsuk meskipun mereka sempat memaksa.
Esha akhirnya tersenyum karena bisa lepas dari kawal dua orang bertubuh tegap itu. Kami terus berjalan melewati gang yang sepi. Tiba-tiba ...

“Hupf!”

Mulutku disekap seseorang dari belakang. Paru-paruku jadi sesak. Tubuhku sulit digerakkan.Tapi aku sempat melihat dua orang datang menyekap Esha dan membawanya pergi dari pandanganku.

Esha diculik! Dan orang yang menyekapku embiarkanku tergeletak lemas doi lantai.
Jantungku berdegap keras. Apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku langsung berjalan kembali ke luar. Kutemui dua pengawal Esha yang berdiri di lobi.

“Ada beberapa orang yag menculik Esha. Mereka kabur dari pintu belakang,” kataku buru-buru.

Dua pengawal itu langsung mengambil telepon genggam mereka sambil bergerak cepat menghilang dariku.

Aku makin kebingungan. Entah apa yang harus kulakukan. Aku terduduk.

“Farah, apa yang kamu lakukan di sini? Ayo masuk! Pertunjukkan sebentar lagi dimulai. Lho, mana Esha?”

Aku menoleh. Shirley datang mengenakan kostum pementasannya.

“Esha .... tadi ...” Aku bingung antara mengatakan kejadian yang sesungguhnya atau tidak.

Jika aku mengatakan hal sebenarnya, aku takut mengacaukan pertunjukkan pertama Shirley. Dia pasti tidak bisa konsentrasi. Atau bahkan tidak mau ikut pementasan. Oh, aku tidak ingin ini terjadi.

“Sudah, masuk saja dulu. Pasti Esha nanti menyusul,” Shirley menarik tanganku.

“Esha belum tentu menyusul,” kataku akhirnya. “Ah ... dia minta maaf karena tiba-tiba ada urusan mendesak sehingga tidak bisa datang. Kalau sempat dia akan menyusul ...”

“Oh, jadi itu yang membuat mukamu pucat. Takut aku kecewa karena dia tidak bisa datang? Aku tidak apa-apa kok. Nanti biar Esha melihat pertunjukkanku dari rekaman camera video saja.”

Aku hanya mengangguk lalu mencari tempat dudukku di dalam gedung. Tapi karena aku terus memikirkan Esha, pertunjukkan di depanku sama sekali tidak bisa kunikmati.
Oh, mudah-mudahan saja para pengawal itu berhasil mengalahkan para penculik dan menemukan Esha dalam keadaan selamat.

Ketika pementasan berakhir, aku buru-buru menemui Shirley di belalkang panggung.
“Ada yang harus kukatakan padamu, Shirley. Tentang Esha. Dia tidak bisa datang ke sini karena tadi dia diculik,” kataku kemudian.

“Diculik?” Shirley panik bukan main.

Aku segera menelepon Ayah untuk menjemputku. Shirley memberitahu orangtuanya yang mengantar tentang penculikan Esha. Aku pun menceritakan halyang sama kepada Ayah begitu Ayah menjemputku.

“Sebaiknya Farah pulang dan berdoa di rumah supaya semuanya baik-baik saja. Kasus penculikan Esha pasti sudah ditangani pihakyang berwajib,” kata Ayah di dalam mobil.

Namun kata-kata Ayah belum cukup menenangkanku. Aku sama sekali tidak bisa tidur bahkan sampai aku selesai shalat malam. Aku menunggu HP-ku berbunyi dan seseorang meneleponku, mengatakan Esha sudah diselamatkan dari tangan para penculik.
Tapi sampai aku tertidur keinginanku tidak terkabulkan. Justru keesokan paginya, aku mendengar Ayah membangunkanku yang bangun kesiangan.

“Farah, lihat di teve. Ada berita tentang penangkapan penculikan Esha,” seu Ayah.
Aku segera bangun dan mengarahkan mataku ke televisi. Benar saja. Ada berita penangkapan para penculik Esha. Rupanya pihak berwajib berhasil membebaskan Esha dari tangan para penculik.

Aku buru-buru menelepon Shirley. Ternyata Shirley pun baru saja menonton berita itu.
“Syukurlah, Esha selamat. Mudah-mudahan saja dia tidak terluka,” harap Shirley di telepon.

Siang harinya aku baru diizinkan menemui Esha di rumah pamannya. Shirley ikut denganku. Ketika bertemu dengan Esha, aku langsung memeluknya..

“Tenang saja, aku sudah bebas tanpa cedera sedikit pun. Kata pengawal-pengawalku, mereka bisa mengejarnya karena kamu langsung memberitahu apa yang telah terjadi padaku. Kalau saja kamu terlambat semenit, para pengawal itu susah mencari jejak penculikku,” kata Esha.

“Soalnya hanya itu yang bisa kulakukan semalam,” jawabku.

“Shirley, maafin aku ya. Aku tidak bisa melihat pementasan dramamu,” kata Esha kemduian.

“Jangan konyol!Aku yang merasa bersalah karena mengajakmu nonton, akhirnya kamu malah diculik,” ucap Shirley.

“Ah, kalau itu sih aku yang salah. Ya, sekarang aku makin menyadari kalau para pengawal itu memang penting untukku. Mungkin agak mengesalkan. Tapi aku harus memikirkan keselamatanku juga karena aku harus terus sekolah, lalu menjadi dokter untuk negeriku,” ucap Esha.

“Amin!” kataku.

“Ayahku meminta aku menenangkan pikiranku dulu di Zapnaland. Besok aku akan berkhir pekan di Zapnaland. Kalian ingin ikut lagi?”
Aku dan Shirley langsung bersorak girang. Ke Zapnaland lagi? Siapa takut!!!!!? Kalian mau ikut? Gampang kok. Pejamkan mata kalian, lalu sebut Zapnaland tujuh kali.

^_^

Hore 15 Juni 2008




Main Catur Yuk!

Apakah liburan kali ini kalian sudah punya rencana? Jika belum, kalian bisa berlatih menjadi pecatur. Untuk menjadi pemain catur handal, kalian tidak usah mengeluarkan biaya mahal. Apalagi perlengkapan catur terbilang murah. Tentu saja kalian harus mempunyai lawan berlatih.


Catur adalah permainan mental yang dimainkan oleh dua orang. Pecatur adalah orang yang memainkan catur, baik dalam pertandingan satu lawan satu maupun satu melawan banyak orang (dalam keadaan informal). Sebelum bertanding, pecatur memilih biji catur yang akan ia mainkan. Terdapat dua warna yang membedakan bidak atau biji catur, yaitu hitam dan putih. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang selanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian sampai permainan selesai.


Empat

Kata catur diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti "empat". Namun kata ini sebenarnya merupakan singkatan dari caturangga yang berarti empat sudut. Di India kuno permainan catur memang dimainkan oleh empat peserta yang berada di empat sudut yang berbeda. Hal ini lain dari permain catur modern di mana pesertanya hanya dua orang saja.

Kemudian kata caturangga ini diserap dalam bahasa Persia menjadi shatranj. Kata chess dalam bahasa Inggris diambil dari bahasa Persia shah.


Ketentuan
Permainan dilangsungkan di atas papan yang terdiri dari 8 lajur dan 8 baris kotak/petak berwarna hitam dan putih (atau terang dan gelap) secara berselang seling. Permainan dimulai dengan 16 buah pada masing-masing pihak, yang disusun berbaris secara khusus pada masing-masing sisi papan catur secara berhadap-hadapan. Satu buah hanya bisa menempati satu petak. Pada bagian terdepan masing-masing barisan - terdapat 8 pion, diikuti di belakangnya dua benteng, dua kuda, dua gajah, satu menteri, serta satu raja.

Sebelum bertanding, pecatur memilih warna buah yang akan ia mainkan. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang selanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian. Tujuan permainan adalah mencapai posisi skak mat. Hal ini bisa terjadi bila Raja terancam dan tidak bisa menyelamatkan diri ke petak lain. Tidak selalu permainan berakhir dengan kekalahan, karena bisa terjadi pula peristiwa seri atau remis di mana kedua belah pihak tidak mampu lagi meneruskan pertandingan karena tidak bisa mencapai skak mat. Peristiwa remis ini bisa terjadi berdasarkan kesepakatan maupun tidak. Salah satu contoh remis yang tidak berdasarkan kesepakatan - tetapi terjadi adalah pada keadaan remis abadi. Keadaan remis yang lain adalah keadaan pat, dimana yang giliran melangkah tidak bisa melangkahkan buah apapun termasuk Raja, tetapi tidak dalam keadaan terancam skak. Dalam pertandingan catur pihak yang menang biasanya mendapatkan nilai 1, yang kalah 0, sedang draw 0.5.


Juara

Seorang pecatur yang telah memenangi berbagai turnamen berhak mendapatkan gelar catur yang sesuai dengan prestasinya. Dalam dunia catur terdapat beberapa macam gelar - Gelar Internasional yaitu Grandmaster (GM), Master Internasional (MI), Master FIDE (MF). Gelar Internasonal dikeluarkan oleh FIDE (Organisasi Catur Dunia). Dan di Indonesia juga dikenal gelar lokal yaitu Master Nasional (MN), Master Percasi (MP). Gelar nasional dikeluarkan oleh PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia).

Setiap pemain catur mempunyai nilai/skor yang bernama rating catur. Rating catur ini adalah angka yang menggambarkan kekuatan seorang pecatur. Semakin tinggi ratingnya, pemain ini cenderung semakin kuat. Daripada gelar, rating lebih efektif menggambarkan kekuatan seorang pecatur. Rating ini didapat dari kemenangan-kemenangan pecatur dalam pertandingan resmi. Bila seorang pecatur menang dengan pecatur yang lebih kuat, dia mendapatkan rating yang lebih banyak. Jika dia kalah, ratingnya akan dikurangi sesuai rumus yang ada. FIDE mengeluarkan daftar rating yang bernama ELO Rating untuk pecatur internasional setiap 3 bulan sekali. Sedang PERCASI mengeluarkan Daftar Rating Nasional (DRN) setiap 6 bulan sekali (setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli).

Catur Cina

Xiangqi merupakan permainan dari Tiongkok yang dimainkan oleh dua orang dan termasuk dalam permainan papan berstrategi sekelompok dengan catur.

Permainan ini menggunakan bidak-bidak, mirip dengan catur. Terdapat bidak raja, patih, gajah, kuda, benteng, dan prajurit. Bidak raja dalam catur Tiongkok hanya bisa dijalankan di empat kotak, konon sesuai dengan fungsi raja yang tidak boleh keluar di lingkungan istana. Bidak gajah dijalankan di kotak empat miring dan tidak menyeberang ke daerah lawan. Bidak kuda, benteng, dan prajurit langkahnya hampir sama dengan catur biasa.

Ada sedikit keunikan dalam permainan ini adalah adanya bidak Meriam, yang memiliki gerak mirip dengan bidak benteng, namun jika hendak menyerang bidak ini harus melompati satu bidak lain, baik bidak musuh maupun bidak kawan.

Catur Jepang

Shogi atau catur Jepang merupakan permainan dari Jepang yang dimainkan oleh dua orang diatas papan berukuran 9x9 dan termasuk dalam permainan papan berstrategi sekelompok dengan catur.

Biji catur shogi berbentuk kotak lancip dan salah satu sisinya berbentuk oval dan diatasnya terdapat tulisan jepang. kedua pemain dibedakan seperti catur barat, hitam dan putih (jepang: sente & gote). Perbedaan utama pada shogi dibanding catur lainnya adalah adanya "promosi naik pangkat", maksudnya jika salah satu biji catur berada di salahsatu kotak pada 3 baris paling belakang wilayah musuh maka biji catur tersebut akan berubah, sebagai contoh biji benteng dapat di promosikan menjadi biji naga.

(ben)
gbr1. catur cina
gbr2. catur jepang
gbr3. catur yang kita kenal

Friday, June 06, 2008

CERNAK, 8 Juni 2008


Pelajaran Buatku

Oleh Benny Rhamdani


Sejak kenaikan harga BBM ada saja yang membatasi kesenanganku. Segalanya berubah jadi tak nyaman. Apalagi Mama dan Papa membuat aturan yang membuatku mengada-ada. Bukan hanya Mama dan Papa, tapi juga Kak Rani dan Kak Indra.
“Fajar, jangan main game melulu. Boros listrik. Kita harus hemat listrik. Matikan teve dan game-nya,” kata Kak Indra saat aku asyik bermain game.
“Fajar, lampu kamarnya jangan dinyalakan terus. Kalau sudah siang ya matikan. Kalau mau tidur nyalakan lampu tidurnya saja. Kita semua sudah berjanji untuk hidup lebih hemat, kan?” kata Kak Rani tak kalah cerewet.
Aturan dari Mama lebih banyak lagi. Aku tidak boleh berlama-lama di kamar mandi, apalagi sampai menghabiskan air setengah bak mandi. Aku juga tidak boleh setiap hari mencuci sepedaku dengan air bersih. Pokoknya yang berurusan dengan hemat air, Mama paling cerewet.
Aturan dari Papa tak banyak. Papa hanya meminta aku tidak terlalu lama menggunakan telepon. Semua isi rumah sama-sama harus berhemat karena gaji Papa belum naik. Sementara uang belanja Mama harus naik, uang transport kami semua juga naik.
“Daripada banyak main game, mendingan baca buku. Membaca buku itu bikin kita tahu banyak hal,” kata Kak Indra.
“Tapi aku bukan kutu buku kayak Kak Indra. Lagipula, aku nanti takut berkacamata tebal kayak Kak Indra,” jawabku.
“Kak Indra berkacamata bukan karena membaca buku. Tapi karena kebiasaan Kak Indra yang kurang baik saat membaca dulunya. Membaca sambil tidur-tiduran. Ya, kalau Kak Indra tahu dari dulu, Kak Indra juga tidak akan membaca sambil tidur-tiduran,” kata Kak Indra.
“Ya, sama saja,” kataku sambil meninggalkan Kak Indra.
Tadinya aku berniat bersepeda ke luar rumah. Tapi sejam lalu baru saja hujan lebat. Jalanan pasti becek. Nanti sepedaku kotor. Artinya aku harus membersihkannya. Dan bila aku mencuci sepedaku dengan air bersih, pasti Mama ngomel lagi.
“Harusnya tadi kamu tampung air hujan di pancuran buat mencuci sepeda,” begitu pasti nanti kata Mama.
Padahal aku lupa tadi menampung air hujan di cucuran atap.
Aku terus berjalan menyusuri jalan komplek hingga keluar komplek. Aku akhirnya menuju rental penyewaan game. Aku tidak membawa uang. Jadi aku hanya duduk saja di dekat meja kasir sambil melihat anak-anak yang sedang bermain game.
Penajaga kasir di rental itu namanya Anto. Dia temanku di klub sepakbola. Umurnya dua tahun lebih tua dariku. Tapi dia tak tampak seperti lebih tua dariku karena tubuhku yang besar, sedangkan dia kecil. Mungkin dia sekarang harusnya sudah kelas dua SMP. Tapi aku tahu dia tidak sekolah lagi.
“Bapakku sakit-sakitan tidak bisa cari uang lagi. Ibuku jadi buruh cuci, uangnya hanya cukup untuk makan kami. Syukur kalau ada uang lebih bisa buat beli obat,” kata Anto.
Karena itulah Anto di rental ini sebagai kasir sekaligus penjaga rental di siang hari. Katanya sih, gajinya tidak besar, tapi dia ingin menabung gajinya untuk melanjutkan sekolah.
“Fajar, mukamu kok kelihatan lesu begitu?” tanya Anto saat aku mendekat.
“Aku lagi kesal sama peraturan di rumah. Ini dilarang, itu dilarang. Alasannya harus hemat listrik, hemat air, hemat energi,” jawabku.
“Tapi kan kamu tidak dilarang sekolah. Jadi harusnya kamu bersyukur,” kata Anto.
“Aku lebih suka kayak kamu. Bisa cari uang sendiri dari kecil. Jadi mau apa-apa pakai uang sendiri,” kataku.
“Ah, jangan begitu. Uangku tidak banyak. Enakan juga sekolah, nanti kalau sekolahnya tinggi dan selesai baru cari uang. Pasti jumlahnya lebih banyak,” kata Anto.
“Iya, tapi banyak aturannya,” protesku.
“Memangnya bekerja tidak pakai aturan? Aku bekerja di sini juga banyak larangannya. Aku dilarang meninggalkan rental seenaknya. Kadang mau ke kamar kecil saja kalau lagi ramai, aku tidak bisa lakukan. Aku juga tidak bisa bolos kerja,” kata Anto. Aku langsung bersungut. Sebal juga karena Anto tidak mendukungku.
“Sudahlah, Fajar, jangan cemberut. Mukamu jadi jelek. Main game saj sana. Di nomor sembilan kosong tuh!” kata Anto.
“Aku tidak bawa uang. Memangnya boleh utang?” tanyaku.
“Sudah main saja sana gratis. Tapi nanti kalau ada tamu yang mau main, kamu berhentidulu,” kata Anto.
“Nanti boss kamu marah,” tolakku.
“Bossku baru datang sore nanti. Sudah main sana!” kata Anto.
Aku pun bermain game meskipun tidak enak hati. Tapi lebih tidak enak hati lagi menolak kebaikannya.
Selama satu jam aku bermain gratis. Aku berhenti ketika ada anak yang ingin bermain game. Kemudian aku menemai Anto menjaga rental. Karena Anto pandai menghibur dengan cerita-cerita lucunya, rasa kesalku jadi hilang. Saat azan ashar berkumandang aku melangkah pulang.
Keesokan harinya sepulang sekolah aku menemui Kak Indra.
“Kak Indra, punya buku-buku bacaan yang bisa dipinjam nggak?” tanyaku.
“Wah tumben nanyain buku. Jangan-jangan sebentar lagi hujan salju,” ledek Kak Indra.
“Bukan buatku. Anto yang jaga rental kemaren tanya, apa boleh pinjam buku buat bacaan saat menjaga rental atau di rumahnya,” kataku.
“Oh, Anto teman main sepbakbolamu itu. Ya, ambil saja yang dikardus itu. Itu novel dan beberapa buku bacaan petualangan yang asyik. Itu koleksi lama. Tadinya mau Kak Indra sumbangin ke perpustakaan kampong. Tapi kalau Anto suka membaca, lebih baik kasih ke dia saja,” kata Kak Indra.
Aku langsung membawa kardus itu. Lumayan banyak juga. Aku membawanya dengan sepeda ke rental tempat Anto bekerja. Untung hari tidak hujan.
Begitu sampai sdi depan rental aku melihat ke meja kasir bukan Anto yang bekerja, tapi pemilik rental.
“Pak Kadir, Anto tidak masuk?” tanyaku.
“Tadi dia buru-buru sekali pulang,” kata Pak Kadir.
“Kenapa, Pak?” aku mencemaskan keadaan ayah Anto yang sakit-sakitan.
“Enggak tahu. Katanya ada masalah ramie-rame di kampungnya,” jawab Pak Kadir sambil sibuk meladeni penyewa game yang mau membayar.
Aku segera meraih sepedaku dan mengayuhnya ke perkampungan Anto tinggal. Letaknya lumayan jauh. Tapi dengan sepeda dan memotong jalan aku bisa menmpuhnay dengan cepat.
Aku kaget ketika sampai perkampungan itu. Di depanku, aku melihat ebberapa petuigas berseragam mengusir warga. Jumlah petugas itu banyak sekali. Lalu ada kendaraan besar buldoser berjalan di antara rumah-rumah kayu. Sebagian sudah roboh kena lindas.
Beberapa warga kampong kulihat marah, menangis dan kesal. Ada juga yang membawa karton bertuliskan: JANGAN GUSUR RUMAH KAMI.
Setelah mencari-cari, akhirnya aku menemukan Anto di antara kerumanan warga. Dia berdiri mematung bersama keluarganya di antara tumpukkan barang-barang yang tak seberapa mahal.
“Anto, kamu tidak apa-apa, kan? Rumah kamu kena gusur? Bagimana kamu tinggal?” tanyaku bingung.
Anto menggeleng pelan. “Kami baik-baik saja. Sudah biasa kami digusur. Ini yang kelima kalinya rumah kami digusur ….”
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Airmataku jatuh karena sedih.
Tes.
*******

HORE, 8 Juni 2007



Pedang dari Masa ke Masa

“Aku seorang kapiten. Mempunyai pedang panjang …”

Kalian tahu lagu itu? Hm, lagu itu meceritakan tentang kegagahan seorang kapiten yang mempunyai pedang panjang. Meskipun demikian, pedang bukan hanya dimiliki oleh seorang kapiten, tapi banyak orang. Nah, sekarang kita kenal lebih jauh tentang pedang, yuk!

Pedang adalah senjata tajam yang memiliki bilah panjang. Pedang dapat memiliki dua sisi tajam atau hanya satu sisi tajam saja. Di beberapa kebudayaan jika dibandingkan senjata lainnya pedang biasanya memiliki prestise lebih atau paling tinggi.

Pedang memiliki dua bagian, yakni bilah dan gagang. Bilah pedang biasanya dibuat dari logam keras seperti besi atau baja. Meski begitu terdapat pedang dari emas yang digunakan sebagai hiasan saja. Untuk latihan biasanya pedang kayu yang digunakan, meski pedang dari kayu keras masih berbahaya. Senjata serupa pedang dan tombak yang menggunakan bilah kayu keras digunakan oleh suku-suku asli amerika tengah dan selatan yang pada saat kolonisasi Eropa belum mengenal logam.

Gagang pedang adalah bagian untuk memegang pedang. Pada beberapa jenis pedang gagangnya memiliki penahan di atas dan di bagian bawahnya, penahan bagian atas biasanya untuk menahan tangan ketika melakukan serangan.



Sejarah Pedang


Manusia telah membuat dan menggunakan senjata berpedang dari mulai zaman perunggu.. Pedang berukuran lebih dari 1,5 meter. Bagian gagang pedang pada mulanya memungkinkan cengkraman yang kuat, dan mencegah kemungkinan tangan terpeleset ketika melakukan tusukan kearah sasaran.

Pedang zaman perunggu pertama kali mucul dengan bentuk seperti daun di sekitar laut tengah dan laut hitam, dan di Mesoppotamia. Pedang dari zaman perunggu nordic sekitar 1400 SM menunjukkan karakteristik pola spiral. Produksi pedang di china dimulai dari zaman Dinasti Shang.

Pedang besi mengalami kenaikan penggunaan pada abad 13 SM. Bangsa Hittie, Myceania, Yunani, dan Proto-Celtic Halstatt memiliki kebudayaan yang memiliki kaitan dengan penggunaan awal pedang besi. Besi memiliki kelebihan dalam produksi massal dengan ketersediaan bahan baku yang banyak. Pedang besi pada masa awal tidak bisa dibandingkan dengan pedang baja masa sekarang; lebih lunak dan rapuh, ini bahkan lebih jelek daripada pedang perunggu yang bagus kualitasnya, tetapi dengan produksi yang lebih mudah, ketersediaan bahan baku membuat seluruh pasukan dapat menggunakan senjata logam, walaupun pasukan mesir pada zaman perunggu sudah melengkapi pasukkannya dengan senjata perunggu.

Kemudian para penempa mempelajari bahwa menambahkan sejumlah karbon (dimasukkan pada saat peleburan dalam bentuk bebatuan) kedalam besi, mereka dapat membuat logam yang lebih baik (sekarang dikenal dengan sebutan "besi baja").

Ketika memasuki zaman klasik, bagi bangsa Parthia dan Sassanid di Iran, pedang besi sudah menjadi umum. Xiphos dari Yunani dan Gladius dari Romawi adalah contoh sejenis, memiliki panjang 60-70 cm. Kekaisaran Roma akhir memprkenalkan Spatha yang lebih panjang (istilah untuk pemakainya, spatharius, menjadi pangkat kerajaan di Konstantinopel), dan mulai saat itu, istilah "pedang panjang" dialamatkan pada pedang yang termasuk panjang dalam periode ini.

Pedang baja China muncul pada masa abad ke 3 SM Dinasti Qin. Dao dari china adalah pedang bermata satu, terkadang diterjemahkan sebagai sabre atau broadsword, dan Jian bermata dua.

Zaman Pertengahan Akhir dan Renaissance

Dari sekitar tahun 1300, dengan semakin tebal dan bagus produksi zirah, desain pedang terus berevolusi dengan cepat. Transisi utamanya ialah perpanjangan gagang pedang, memungkinkan penggunaan dua tangan, dan mata pedang yang lebih panjang.

Pada 1400 pedang seperti ini dinamai dengan Langes Schwert ( longsword ) atau pedang panjang atau spadone, telah umum, dan beberapa Fechtbucher pada abad 15 dan 16 menawarkan bagaimana menggunakan pedang tersebut. Varian lain adalah pedang penusuk zirah dengan tipe estoc. Pedang panjang terkenal dengan jangkauan ekstrim dan kemuampuan memotong serta menusuknya.

Tipe estoc menjadi terkenal karena kemampuannya untuk menembus gap antara pelat zirah. Pegangannya terkadang dilapisi dengan kabel atau kulit binatang untuk membuat pegangan yang lebih mantap dan membuatnya lebih sulit dijatuhkan dari si pengguna pedang.

Pada abad ke 16, Doppelhander (disebut Zweihander sekarang) membuat tren peningkatan ukuran dari pedang, dan zaman moderen kembali kepada desain pedang yang ringkas dan ringan dengan penggunaan satu tangan.

Pedang di zaman ini menjadi senjata paling personal, paling prestisius, dan paling mematikan untuk pertempuran jarak dekat, tetapi ditolak dalam penggunaannya oleh militer karena pergantian teknologi peperangan. Bagaimanapun, pedang tetap menjadi peran kunci dalam beladiri sipil.


Rapier merupakan evolusi dari espada ropera dari Spanyol sekitar abad ke i6. Baik rapier maupun schiavona dari italia mengubah bentuk crossguar menjadi seperti keranjang untuk perlindungan bagian tangan. Selama abad ke 17 dan 18, pedang pendek yang lebih ringkas menjadi bagian esensial dari fashion di negara-negara eropa dan dunia baru, dan orang terkaya dan pejabat militer memilikinya. Baik pedang pendek maupun Rapier menjadi populer sebagai pedang eropa untuk berduel hingga abad ke 18.

Jarang Digunakan

Setelah pemakaian pedang ketinggalan zaman, tongkat bantu berjalan menjadi bagian dari pakaian gentelman. Beberapa contohnya ialah pedang tongkat yang memasukkan mata pedang kedalam tongkat untuk menyamarkannya. beladiri la canne dikembangkan untuk bertarung menggunakan tongkat ini dan sekarang berevolusi menjadi olahraga.

Setelah masa penggunaanya telah usai, pedang telah menjadi alat pertahanan diri dibandingkan menjadi perangkat persenjataan di medan perang setelah zaman moderen. Bahkan sebilah pedang telah berkurang penggunaanya setelah abad 19, karena kalah praktis dengan senjata api..

Pedang masih digunakan, namun hanya sebatas pada pejabat militer dan seragam upacara kemiliteran saja, walaupun kebanyakan tentara menggunakan kavaleri berat sebelum PD II. Seperti kavaleri inggris yang sudah mendesain unit pedang kavaleri baru, tetapi diganti menjadi kavaleri lapis baja pada masa akhir 1938. Tetapi peperangan menggunakan kavaleri dan pedang masih terjadi di era PD II, ketika tentara Jepang bertempur melawan penduduk pasifik, para penduduk itu masih menggunakan pedang. Tetapi pasukan jepang dengan senjata moderen dengan mudah menundukkan para prajurit berpedang itu.

Golok

Peadang bermata ganda banyak digunakan di Tiongkok, Mediterania, dan Skandinavia. Pedang jenis ini memiliki kemampuan sama baiknya untuk menebas dan menusuk. Berikut daftar nama-nama pedang bermata ganda: Gladius, Jian/Kiam, Spatha, Rapier, Urumi/Chuttuva dan Xiphos

Pedang bermata tunggal biasanya adalah pedang yang dimaksimalkan untuk fungsi tebasan. Oleh karenanya Xenophon (Prajurit dan sejarawan Yunani kuno) menyarankan kavaleri untuk menggunakan peadang jenis ini (Makhaira) dibandingkan Xiphos.

Pedang bermata tunggal biasanya mempunyai lengkungan, biasanya ke belakang(sisi tajam berada di luar lengkungan), walau ada yang lurus atau memiliki lengkungan ke depan(sisi tajam berada di dalam lengkungan). Kegunaan lengkungan adalah untuk memperlebar lukaan akibat tebasan. Berikut nama-nama pedang bermata tunggal: Bolo, Clurit, Dao, Golok, Kampilan, Katana, Kilij, Kopis, Machete, Makhaira, Mandau, Parang, Saber dan Scramasax

Jika kalian sudah nonton film Narnia, Lord of The Ring ataupun film fantasi lainnya, kalian akan mengenal beberapa jenis pedang yang disebutkan di atas.
(ben)

Friday, May 30, 2008

Hore, 1 Juni 2008




Asyiknya Nonton Sirkus!


Apa rencana liburan kalian? Apakah ada yang berencana nonton sirkus? Meskipun di televisi sering ditayangkan, tapi menyaksikan sirkus secara langsung lebih seru lho.

Sirkus adalah sekelompok orang yang berkelana untuk menghibur penonton dengan atraksi akrobat, badut, binatang terlatih, aksi trapeze, berjalan di atas tali, juggling, sepeda roda satu, dan hiburan-hiburan lainnya.

Sirkus tradisional biasanya beratraksi di dalam tenda besar dengan tempat duduk melingkar berbentuk oval di sekeliling ring utama. Namun atraksi sirkus modern biasanya diadakan di dalam gedung-gedung besar juga, supaya tidak tergantung cuaca. Cirque de Soleil di Las Vegas, Amerika Serikat adalah contohnya.

Asal Mula


Tidak ada yang tahu persis kapan sirkus pertama kali muncul. Beberapa ahli berpendapat bahwa sirkus dimulai di pulau Krete di Laut Mediterania, sekitar empat ribu tahun yang lalu.

Anak-anak dilatih untuk beratraksi melompati banteng. Ketika banteng yang marah menerjang maju, sang akrobat memegang kedua tanduknya, lalu ia melompat melalui punggung banteng tersebut, dan mendarat dengan kedua kakinya di belakang binatang tersebut.

Atraksi yang berani ini mungkin adalah pertunjukan sirkus yang pertama kalinya di dunia.

Sirkus yang kita tonton sekarang berasal dari jaman Romawi kuno. Kata sirkus berasal dari kata circus maximus. Circus berarti lingkaran dan maximus berarti hebat atau besar.

Orang Romawi membangun sebuah lingkaran tempat duduk yang besar, dimana ribuan orang dapat duduk dan menonton pertunjukan.

Atraksi sirkus dimulai dengan parade megah. Lalu masuklah kereta-kereta perang berkuda. Para pemain akrobat beratraksi melempar-lemparkan barang ke udara. Kadang-kadang pertunjukan gladiator juga digelar.



Circus Maximus - Pertunjukan Dari Roma


Selama hampir seribu tahun orang-orang pergi ke Circus Maximus. Lalu beberapa negara mulai memerangi Roma, dan hampir tidak ada waktu lagi untuk menonton pertunjukan sirkus.

Namun orang-orang masih suka untuk disuguhi tontonan menarik. Para pemain akrobat dan para pelempar tahu bahwa orang rela membayar untuk menonton sesuatu yang menarik, maka ketika mereka tidak dapat lagi melakukan pertunjukan di Roma, mereka mulai berkelana ke seluruh daratan Eropa.

Dua atau tiga orang pemain akan berpetualang bersama. Mereka mempertunjukkan trik-trik menawan di jalanan dan orang-orang akan melemparkan koin untuk mereka.

Meskipun pada saat itu belum ada pertunjukan sirkus sungguhan, para pemain akrobat tersebut membawa ide tentang sirkus di dalam diri mereka. Pada saat yang bersamaan perayaan-perayaan mulai digelar dimana-mana di Eropa.

Pesta perayaan yang pertama-tama digelar dimana orang-orang berkumpul di gereja pada hari memperingati orang suci. Tidak lama, para pemain akrobat mulai berdatangan untuk menghibur orang-orang.

Mungkin salah satu perayaan paling terkenal dalam sejarah adalah sebuah perayaan yang digelar di Inggris. Perayaan itu disebut Perayaan Santo Bartolomeus pada tahun 1123. Hanya pemain akrobat dan pelempar yang terbaiklah yang diundang untuk mempertunjukkan aksi mereka.

Philip Astley - Sang Bapak Sirkus


Ratusan tahun berlalu dan pesta-pesta perayaan bertambah besar; Semakin banyak orang yang datang untuk menunjukkan keahlian mereka. Beberapa orang bahkan membawa binatang-binatang yang aneh untuk dipertontonkan.

Lalu, pada tahun 1770, seorang Inggris, Philip Astley, mencoba sesuatu yang baru. Ia membuka sebuah lingkaran berkuda di London. Orang-orang duduk melingkar di sekitar lapangan tersebut, sementara Philip melakukan atraksi di atas kudanya. Kemudian sesudah itu, ia mulai menambahkan seorang badut, seorang yang berjalan di atas tali, dan para pemain akrobat.

Philip Astley sering disebut sebagai Bapak Sirkus karena ia menggunakan lingkaran berkuda untuk atraksi-atraksi sirkus. Ia akhirnya menjadi sukses dengan Sirkus Londonnya sehingga banyak orang mencoba melakukan hal yang sama di seluruh Eropa. Salah satu yang terkenal adalah Antonio Franconi. Ia dan anak-anaknya - yang dilanjutkan cucu-cucunya - membuka sebuah sirkus di Paris. Keluarga Franconi akhirnya menjadi terkenal dengan atraksi menunggang kuda yang dipertunjukkan oleh kuda yang menari.


Joey Grimaldi - sang Badut


Sebuah sirkus terasa kurang lengkap tanpa seorang badut yang membuat anak-anak dan orang dewasa tertawa. Badut pertama yang menjadi superstar adalah Joey Grimaldi. Ia melakukan pertunjukan di London tahun 1800-an awal. Sejak saat itu, badut sirkus selalu disebut 'joeys' dalam bahasa Inggris. Sekali seorang badut memutuskan bagaimana ia mengecat wajahnya, rupa tersebut akan menjadi ciri khasnya. Tidak ada badut lain yang dapat menirunya.

Badut terkenal pertama dari Amerika adalah Dan Rice. Ia memanjangkan jenggotnya dan mengenakan baju yang menyerupai bendera Amerika. Dalam pertunjukkannya, Dan menggunakan seekor babi yang bernama Lord Byron. Pada saat sang badut menanyakan pertanyaan kepada babi tersebut, sang babi akan menjawab dengan suara 'oink, oink' pada saat yang tepat. Pada akhir acaranya, Dan akan memberikan sekotak penuh bendera dari berbagai negara, dan Lord Byron selalu mampu mengambil bendera Amerika dari antaranya dan melambaikannya ke arah penonton.

Buffalo Bill Cody - pelopor sirkus koboi

Tahun 1883, sebuah jenis sirkus yang baru muncul. Buffalo Bill Cody, seorang pahlawan Indian yang terkenal, seorang mata-mata tentara, dan seorang pemburu banteng, membuka pertunjukan Wild West atau pertunjukan koboi pertama. Ia mempertunjukkan keahlian menunggang kuda, menembak jitu, dan Indian yang melawan koboi di dalam acaranya.

Penembak jitu yang terkenal di dalam sirkus Buffalo Bill adalah Annie Oakley. Ia dijuluki 'Little Sure Shot' atau Penembak Jitu Kecil. Dengan tidur di punggung kuda yang berjingkrak, Annie menembak bola-bola gelas yang dilemparkan ke udara oleh seorang kawannya. Ia juga menunjukkan banyak keahlian lain, namun ini adalah keahliannya yang paling sulit dilakukan.

Sirkus Buffalo Bill bepergian menggunakan kereta api, sama seperti banyak sirkus yang lain. Sebagian lagi memilih bepergian menggunakan kapal di sepanjang sungai Mississippi


Sirkus Indonesia

Di Indonesia ada sebuah kelompok sirkus terkenal, yakni Oriental Sirkus Indonesia (OSI). OSI didirikan tahun 1967. Usianya sudah 41 tahun. Kelompok sirkus ini berdiri sebagai bagian dari Koperasi TNI AU Halim Perdana Kusuma dan bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia.

Mereka sudah menjelajah di kota-kota besar di Indonesia, termasuk ke Dili saat masih masuk dalam NKRI. Seperti setiap kelompok sirkus, para pemain tinggal di karavan-karavan.


Hayo, tertarikkah kalian nonton sirkus? Jika ada kesempatan, nontonlah. Tapi jika tidak punya uang, kalian bisa main sirkus-sirkusan yang aman di rumah smabil menghibur adik-adik.

(ben)

Friday, May 23, 2008

HORE AKU TAHU, 25 Mei 2008



Siapa Penemu Mesin Diesel?


Sssst, pasti kalian tahu kabar paling heboh belakangan ini. Ya, kenaikan harga bahan baker minyak alias BBM. Nah, salah satu jenis BBM adalah solar. Kalian tahu solar itu untuk apa? Ya, untuk menggerakan mesin diesel.

Kali ini, kita tidak akan membahas bagaimana agar harga solar turun lho. Kita bahas saja hal yang lebih menarik yakni tentang penemu mesin diesel.


Anak Jenius


Rudolf Diesel lahir dengan nama lengkap Rudolf Christian Karl Diesel lahir pada tanggal 18 Maret 1858 di Paris, Perancis, dari keluarga Jerman pengrajin kulit. Sejak kecil, dia dekenal sebagai seorang yang jenius. Pada sekitar usia 20 tahun, pada 1870, Diesel menerima penghargaan medali perunggu dari Société Pour L'Instruction Elémentaire, atas beberapa karya ilmiahnya yang cemerlang.Tetapi, pada tahun yang sama, keluarga Diesel terpaksa harus meninggalkan Paris karena kebijakan baru pemerintah Perancis saat itu tentang para imigran asing.

Ayah Diesel gagal memperoleh izin menetap di Perancis. Mereka berangkat dan pindah ke London, Inggris. Hanya sebentar di sana, Rudolf kemudian berangkat sendiri ke Augsburg, Jerman, untuk melanjutkan sekolah dan tinggal bersama paman dan bibinya disana yang juga mengajar sebagai gurunya di Gewerbsschule. Tak lama kemudian Perang Jerman-Perancis meletus.

Pada tahun 1872, Rudolf mulai dikenal dan diakui sebagai calon mekanik handal. Ia menyelesaikan sekolahnya di Gewerbsschule sebagai salah seorang lulusan terbaik, kemudian melanjutkan ke Universitas Teknik (Institut Politeknik) Muenchen. Perang Jerman-Perancis pun berakhir dan untuk pertama kali dia dapat berkumpul dan bertemu kembali dengan keluarganya di Paris.

Sayang, Rudolf tak dapat mengikuti ujian akhir kesarjanaannya, pada tahun 1879 karena menderita serangan penyakit demam berdarah. Namun selama kuliah di Muenchen, dia mengukir banyak prestasi cemerlang, antara lain, pada tahun 1878, bersama profesornya, berhasil merancang suatu cetak biru (blueprint) mesin uap dengan efisiensi tertinggi yang pernah ada sampai saat itu. Dia juga mulai menulis beberapa makalah dan diterbitkan untuk umum. Segera setelah sembuh, Rudolf malah memilih mulai bekerja sebagai mekanik di perusahaan Sulzer di Winterthur, mengembangkan mesin pembuat es.

Akhirnya pada tahun 1880, Rudolf berhasil menyelesaikan ujian akhir kesarjanaannya sebagai insinyur mesin, dan menjadi lulusan terbaik yang pernah dihasilkan oleh Institut Politeknik Muenchen sepanjang sejarahnya hingga kini. Setelah lulus, dia memutuskan pindah menetap di Paris dan mendirikan cabang perusahaan mesin pembuat es disana. Dia malah rela bekerja tanpa dibayar. Tetapi, setahun kemudian, 1881, perusahaan mengangkatnya menjadi direktur pabrik tersebut di Paris, tahun inilah dia bertemu pertama kali dengan Heinrich Buz, Direktur Permesinan Augsburger, dan mereka bersepakat menguji coba dan mengembangkan suatu sistem permesinan pembuas es bening. Tahun itu juga Rudolf menerima sertifikat hak paten pertamanya atas temuannya memproduksi klareis dalam botol.


Mesin Diesel Pertama

Tahun 1883, Rudolf mulai membangun pabrik es besar di Paris. Setahun kemudian, rencana pengembangan mesin amoniak mulai dikerjakan. Tahun 1886, pabriknya melebarkan sayapnya ke Belgia. Pada tahun 1887, gagasan tentang mesin penyerap amoniak untuk keperluan usaha skala menengah mulai terwujud. Pada saat inilah Rudolf membuktikan teori gelombang elektromagnetik pada putaran tinggi per detik. Pada tahun 1889, Rudolf mengikuti pameran teknik industri di Paris, memamerkan mesin pembuat es dan pendinginnya. Rudolf kemudian memberikan kuliah umum di suatu kongres internasional mengenai mesin-mesin terapan. Dia memperoleh sambutan meriah dan perusahaan Lindes segera menawarinya kontrak kerja berkedudukan di Berlin sejak tahun 1890.

Pada tahun 1892, Rudolf menerima hak patennya atas penemuan cara kerja mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Rudolf segera memulai proyek besarnya mengembangkan apa yang dekmudian hari dikenal sebagai mesin diesel. Dan pada 10 Agustus 1893, Rudolf pun berhasil mewujudkan impiannya yakni terciptanya mesin diesel pertama di dunia. Atas temuannya itu, ia mendapatkan hak paten bernomor 608845.

Prototipe awal mesinnya dipamerkan di Pekan raya Chicago, Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang cukup lumayan. Dia melanjutkan percobaannya. Pada tahun 1895, Komisi Hak Paten mensahkan bahwa mesin ciptaannya memang bekerja baik. Dia pindah ke Muenchen, tahun 1896. Sampai awal tahun berikutnya (1897), dia menyelesaikan rencana lanjut mesin temuannya dengan empat langkah (4-stroke). Tetapi perusahaan Deutz AG mencoba menandinginya. Krupp mendukung Rudolf yang akhirnya melahirkan kesepakatan antara Deutz, Krupp dan Augsburger untuk membantu Rudolf melakukan rangkaian akhir percobaan lanjutan untuk menyempurnakan mesin temuannya.

Tahun itu adalah tahun yang sibuk bagi Rudolf. Dia melakukan perjalanan ke Skotlandia, lalu ke Paris untuk membuat satu pesawat terbang, menandatangani kontrak dengan Adolphus-shrubs, dan kemudian memperagakan contoh mesinnya di depan umum di Augsburg. Lalu memberi ceramah umum di Kassel, meresmikan perkumpulan masyarakat mesin diesel di Paris, namun juga menghadapi gugatan atas hak patennya oleh Emil Captaine. Bahkan sempat mengalami kehilangan dalam uji ciba laboratoriumnya. Tetapi, pabrik mesin diesel di Augsburg akhirnya dapat dibangun pada tahun 1898. Empat contoh mesin produksi awalnya segera dipamerkan di Pekan raya Muenchen dan dia berhasil menyelesaikan mesin diesel pertama dengan kompresor untuk perusahaan Deutz AG.

Sakit Jiwa


Dalam kesibukannya itu, Rudolf sempat sakit jiwa. Ia sempat masuk rumah sakit jiwa di Neuwittelsbach, Muenchen. Tetapi pabrik mesin diesel pertama di Amerika selesai dibangun tahun itu juga. Cobaan datang terus. Pada tahun berikutnya 1899 Pabrik pertama di Augsburg ditutup karena gagal mencapai target jumlah produksi. Tetapi, tahun itu pula mesin diesel pertama kali digunakan di lapangan pengeboran minyak di Gailizien. Dia makin sering jatuh sakit.

Pada abad ke 20, tepatnya pada tahun 1900, pabrik mesin diesel pertama di London diresmikan. Peragaan mesinnya di Pekan raya Paris memperoleh perhatian istimewa dan mendapatkan hadiah utama. Karena semakin sering sakit, dia pindah ke pemukiman yang lebih segar di Muenchen pada tahun 1901. Sambil banyak beristirahat, dia menulis dan menerbitkan buku baru, yang memperlihatkan secara jelas sikap dan pandangan dasarnya sebagai seorang insinyur jenius yang juga peduli pada masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup.

Dua tahun kemudian, 1905, mesin diesel mulai digunakan sebagai mesin kereta api. Dan puncak prestasinya pada tahun 1910 ketika ia tampil di Pekan raya Paris dengan rancang bangun mesin diesel yang digerakkan dengan bahan bakar minyak kacang dan minyak ganja. Dua tahun kemudian (1912) ketika berpidato menerima hak patennya atas mesin barunya tersebut, dunia mencatat pernyataannya yang peling bersejarah tentang masa depan mesin yang dijalankan dengan bahan bakar minyak nabati yang sekarang dikenal sebagai biodiesel yakni Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nati akan menjadi penting, sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batubara saat sekarang. Mesin biodiesel itu disempurnakan lagi oleh Ludwig Elsbett.

Rudolf Diesel meninggal secara misterius dan mengenaskan di Selat Inggris, pada tahun 1913, terjatuh dan tenggelam secara misterius. Hingga kini tidak diketahui pasti sebab peristiwa kecelakaan tragis itu.


Nah, kita sekarang sudah bias menikmati hasil karya Rudolf. Tinggal bagaimana cara menciptakan mesin yang lebih irit lagi agar bias lebih hemat BBM. Ato, kita belajar lebih giat biar dapat menandingi kecerdasan Rudolf! (ben)

ket. gbr.

1. Mesin diesel pertama.
2. Rudolf Diesel

Friday, May 09, 2008

HORE, 11 Mei 2008




Siapa Suka Minum Jamu?

Kalian pernah minum jamu? Hm, jangan salah lho, meskipun rasanya pahit, jamu banyak manfaatnya. Jamu tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga buat anak-anak.

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis. Jamu sudah dikenal sudah berabad-abad di Indonesia yang mana pertama kali jamu dikenal dalam lingkungan Istana atau keraton yaitu Kesultanan di Djogjakarta dan Kasunanan di Surakarta.

Jaman dahulu resep jamu hanya dikenal dikalangan keraton dan tidak diperbolehkan keluar dari keraton. Tetapi seiring dengan perkembangan jaman, orang-orang lingkungan keraton sendiri yang sudah modern, mereka mulai mengajarkan meracik jamu kepada masyarakat diluar keraton sehingga jamu berkembang sampai saat ini tidak saja hanya di Indonesia tetapi sampai ke luar negeri.

Di berbagai kota besar terdapat profesi penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.


Jamu Gendong

Jenis jamu dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan.

Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Umumnya jenis jamu yang dijual , yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom. Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur jeruk nipis, madu, kuning telor, dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa.

Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari

Jamu Beras Kencur

Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.

Jamu Kunir Asam


Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Sinom

Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.

Jamu Cabe Puyang


Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.

Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

Khusus untuk jamu pahitan, ternyata tidak semua pembuat jamu mampu meracik sendiri bahan-bahannya. Enam orang mengatakan membeli racikan jamu pahitan dan pada umumnya dibeli di tempat asalnya, yaitu dari peracik jamu di Solo. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).

Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.


Jamu Kudu Laos

Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan. Bahan baku jamu kudu laos adalah buah mengkudu masak ditambah rimpang laos dan biasanya ditambahkan buah asam masak (asam kawak). Sedangkan bahan tambahan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan ada yang menambahkan tape singkong. Sebagai pemanis digunakan gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan


Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.

Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.


Nah, kalian sudah mencicipi jamu yang mana? Percyalah, jamu merupakan obat alami yang aman dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Jadi, jangan takut ya minum jamu.
(ben)

Friday, May 02, 2008

Hore, 4 Mei 2008



Jalan-jalan ke Candi Borobudur Yuk!


Kalian sudah pernah melihat langsung Candi Borobudur? Kalau belum, kita kenali dulu yuk. Hm, siapa tahu kalian tambah semangat untuk melihat langsung salah satu bangunan bersejarah kebanggaan bangsa Indonesia ini.

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.


Nama Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.


Struktur Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini, diduga dulu ada sebuah patung penggambaran Adibuddha. Patung yang diduga berasal dari stupa terbesar ini kini diletakkan dalam sebuah museum arkeologi, beberapa ratus meter dari candi Borobudur. Patung ini dikenal dengan nama unfinished Buddha.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.


Relief

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana. Ada pula relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur disetiap tingkatnya, mulainya disebelah kiri dan berakhir disebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut, menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri ( serial ), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Lalitawistara

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke 27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum" ,sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka dan Awadana

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari mahluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa / perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju keringkat ke buddha an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Gandawyuha

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke 2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.


Penemuan dan Pemugaran Borobudur



Pada 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Pada 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.

Pada 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.

Pada 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.

Pada 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.

Pada 1956 - pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.

Pada 1963 - pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.

Pada 1968 - pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.

Pada 1971 - pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.



Pada 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.

Pada 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984


Pada 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.


Nah, kalau dunia sudah mengakui Candi Borobudur sebagai warisan yang harus dijaga, maka sebagai bangsa Indonesia kita pun wajib memeliharnya. Ssst, alau kalian ke sana nanti, paling tidak jangan buang sampah sembarangan, atau corat-coret di sekitar candi ya.

(ben)