Friday, April 16, 2010

Cernak, 18 April 2010


Princess Zhahira dan Selendang Biru

Pada penghujung musim gugur, lahirlah seorang bayi berkulit putih di Istana Haura. Dia diberi nama Princess Zhahira. Nama Zhahira diambil dari kata Zhahir yang berarti nyata.

Princess Zhahira tumbuh menjadi seorang puteri yang jujur dan bertanggung jawab. Dia paling senang membantu siapapun yang tertimpa kemalangan.

Suatu hari Princess Zhahira berkunjung ke panti asuhan. Dia membawa pakaian, makanan, buku dan mainan untuk penghuni panti. Semua penghuni panti tampak senang. Eits, tapi ada seorang anak yang murung di sudut ruangan…

Princess Zhahira mendekati anak itu.“Siapa namamu?” tanya Princess Zhahira.

“Namaku Fadhil,” jawab anak itu.

“Nama yang bagus. Tapi mengapa kamu bersedih?” tanya Princess Zhahira lagi.

Fadhil tidak menjawab. Dia malah berlari ke taman. Princess Zhahira menyusulnya.

“Ceritakanlah padaku, siapa tahu aku bisa menolongmu,” bujuk Princess Zhahira.
“Apakah kau tidak suka pakaian, makanan, buku dan mainan yang aku bawa?” selidik Princess Zhahira.

“Aku tidak ingin itu semua. Aku hanya ingin bertemu ayah dan ibuku,” kata Fadhil.

“Baiklah, aku akan membantumu. Tapi sekarang bersenang-senanglah seperti temanmu yang lain,” janji Princess Zhahira.

Fadhil pun tersenyum dan bergabung dengan teman-teman yang lain. Sementara, Princess Zhahira mencari tahu tentang orang tua Fadhil kepada pemilik panti.

“Kami tidak tahu orang tua Fadhil. Kami menemukan Fadhil di sebuah taman sewaktu bayi,” kata pemilik panti.

“Apakah ada benda istimewa bersamanya?” tanya Princess Zhahira.
“Ya, ada,” jawab pemilik panti.

Pemilik panti kemudian mengambil selendang berwarna biru. Di bagian ujungnya terdapat sulaman huruf ‘ST’. Princess Zhahira membawa selendang itu ke istana. Dia meminta prajurit istana mencari pemlik selendang itu. Pengumuman pun disebar ke segala penjuru.

“Princess Zhahira, bagaimana kita bisa yakin kalau ada yang mengaku itu benar-benar orangtua Fadhil?” tanya seorang pengawal.

“Insya Allah aku tahu bagaimana menentukannya,” kata Princess Zhahira.

Seminggu kemudian, dua pasang suami isteri datang ke istana. Mereka sama-sama mengaku pemilik selendang itu. Mereka juga bercerita pernah kehilangan bayi karena diculik orang tak dikenal.

“Baiklah, aku percaya cerita kalian.. Aku akan memberitahu di mana anak kalian. Tapi kalian harus membayar dengan sekarung emas sebagai pengganti biaya perawatannya,” kata Princess Zhahira.

Pasangan suami isteri pertama langsung menangis. “Kami bukan orang kaya, bagaimana kami mendapatkan emas sebanyak itu?” kata mereka.

Pasangan kedua berkata lain. “Princess Zhahira, kami akan berusaha mengumpulkan emas sebanyak itu. Mungkin waktunya agk lama. Tapi izinkan kami bertemu dulu dengan anak kami,” kata mereka.

Princess Zhahira yakin pasangan kedua adalah orangtua Fadhil. Hanya orangtua asli yang mau berjuang demi anaknya.

Princess Zhahira mengajak mereka bertemu Fadhil. Dia sangat percaya dengan orang tua itu, karena wajahnya pun mirip Fadhil.

Fadhil senang bisa bertemu kedua orang tuanya. Dia pun berterima kasih kepada Princess Zhahira.

“Aku menyukai Princess Zhahira. Soalnya, Princess Zhahira bisa membuktikan kata-katanya, bukan cuma janji,” puji Fadhil senang.

^_^

No comments: